Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. PENERAPAN HADIS TENTANG IBDAAo BI NAFSIK DI MADRASAH ALIYAH AL-HUDA KOTA GORONTALO Moh. Fajrin Z Harun1. Irfan Giasi2. Wanti S. Malik3. Hadija Kamaru4. Agus Patamani5. Hikmawati Sultani6 Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo Email : 1mukhadramunpaji. 135@gmail. irfangiasi11@gmail. com,3wantimaliki403@gmail. hadijakamaru2@gmail. com,5aguspatamani7@gmail. hikmawatisultani@iaingorontalo. Abstract Madrasah Aliyah Al-Huda is a private educational institution located in the city of Gorontalo, which plays an important role in improving the status of the city. This madrasah has produced students who have memorized hundreds of hadiths, reflecting their commitment to understanding Islamic This article aims to explore and present various meanings that can be taken from various hadiths that have been memorized by Madrasah Aliyah Al-Huda students. This research has identified and detailed four strategies that form the basis of their research. The first strategy is Hadith Redaction, which involves takhrij hadith. Second, interpretation of hadith in three aspects, namely contextual textual and intertextual. The learning process uses experimental methods. so that students are more active in learning in In the learning process, students are taught how to trace hadiths using the bi lafz method in the Takhrij Hadith Book. Keywords: Hadith: Application. Ibda bi Nafsik. MA Al-Huda Abstrak Madrasah Aliyah Al-Huda adalah sebuah lembaga pendidikan swasta yang berlokasi di kota Gorontalo, yang berperan penting dalam meningkatkan derajat kota tersebut. Madrasah ini telah menghasilkan santri-santri yang hafal ratusan hadis, mencerminkan komitmen mereka dalam memahami nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk menggali dan menyajikan beragam makna yang dapat diambil dari berbagai hadis yang telah dihafal oleh santri Madrasah Aliyah Al-Huda. Penelitian ini telah mengidentifikasi dan merinci empat strategi yang menjadi landasan dalam penelitian mereka. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Strategi pertama adalah Redaksi Hadis, yang melibatkan takhrij hadis. Kedua, interpretasi hadis dalam tiga aspek yaitu tekstual, kontekstual, dan Proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen, sehingga santri lebih aktif melakukan pembelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran, santri diajarkan bagaimana cara menelusuri hadis menggunakan metode bi laf. dalam Kitab Takhrij hadis. Kata Kunci: Hadis: Penerapan. IbdaAo bi Nafsik. MA Al-Huda PENDAHULUAN Data dari Kementrian Agama RI wilayah Provinsi Gorontalo mencatat bahwa terdapat sekitar 41 madrasah aliyah di Gorontalo. Secara umum jumlah MA lebih sedikit dibandingkan dengan SMA/SMK yang memiliki peminat lebih banyak. Ini mencerminkan dinamika pendidikan di wilayah Pada tanggal 14 September 2023, mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah di IAIN Sultan Amai Gorontalo melakukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) selama sebulan di Madrasah Aliyah Al-Huda di Kota Gorontalo sebagai bagian dari kurikulum semester tujuh. Kegiatan yang diadakan oleh PPL di Madrasah dilakukan berdasarkan usulan dari kepala Madrasah, yang mencakup peningkatan kemampuan baca al-QurAoan melalui halakah al-QurAoan yang bertujuan untuk tah. i>n qira>Aoat al-QurAoan di kelas X. Selain itu, kegiatan lainnya mencakup kha. , pembelajaran ilmu hadis, penyetoran hapalan hadis, dan diakhiri dengan acara penutupan yang meriah yaitu Gebyar Hadis pada peringatan Hari Santri Nasional. Saat berada di ruang kepala Madrasah, terlihat banyak piala. Hal tersebut, menandakan bahwa MA Al-Huda memiliki santri-santri yang Para mahasiswa dari Jurusan Ilmu Hadis mengagumi prestasi para santri, terutama dalam bidang hadis. Menariknya, selain telah menghafal al-QurAoan mereka juga telah menghafalkan ratusan. Hal ini dikarenakan alQurAoan dan hadis telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari para santri. Mereka tekun menghafalkan serta melakukan mura>jaAoah. Asa>tiz\ . ara gur. di madrasah ini memiliki keahlian di berbagai bidang yang berkontribusi pada kesuksesan para santri dalam mencapai prestasi. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Pada awal pertemuan antara dosen pembimbing, mahasiswa, dan Kepala MA Al-Huda. Ustazah Selfi Mahmud S. Pd. Si. , menyampaikan hadis tentang ibdaAo bi nafsik. Mahasiswa terkesan dengan apa yang disampaikan olehnya. Hadis ini ketika ditelusuri terdapat dalam Sahih Muslim nomor 997. Hal tersebut, memberikan kesan yang mendalam pada diri mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis terutama tentang nila-nilai agama dan AaEA a A eae aIa eAA: ACEA. AuBerkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam AuMulailah dari dirimu!Ay Potongan hadis di atas mengandung prinsip pentingnya dakwah amar makruf nahi mungkar, yaitu dimulai dengan perubahan diri sendiri sebelum mengharapkan perubahan orang lain. Konsep ini dianggap ideal dalam praktik dakwah. Rasulullah SAW. , telah mengajarkan kepada kita untuk memulai dakwah dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu, lalu keluarga, dan akhirnya masyarakat. Dengan kata lain, kita harus menjadi teladan dalam berperilaku dan berakhlak sebelum berupaya memengaruhi orang lain. Bagaimana kita bisa memengaruhi orang lain jika kita sendiri belum mampu menjadi teladan? Oleh karena itu, dalam proses berdakwah, menjadi agen dakwah yang baik bagi diri sendiri adalah langkah pertama yang penting. Madrasah Aliyah Al-Huda di sini memegang peran kunci dalam mencetak santri-santri yang baik. Memiliki potensi untuk membawa perubahan positif bagi orang tua, teman-teman, masyarakat, dan bahkan lingkungan madrasah itu sendiri. Pemahaman hadis ini akan menjadi landasan untuk pembahasan selanjutnya mencakup input hadis, interpretasi, output hadis, dan outcome dalam konteks nyata. Dengan demikian, hadis tersebut menjadi panduan penting dalam menjalankan dakwah dan membangun masyarakat Islam yang lebih baik. Penelitian tentang penerapan hadis itu telah banyak di teliti sebelumnya diantaranya Aulia Rossa Agustina dalam metode Cooperative Intergrated Reading and Composition (CIRC) pada pembelajaran al-QurAoan dan Hadits di Madrasah Aliyah Negeri Banjarmasin. Hasil dari penelitian penerapan CIRC membuktikan bahwa proses pembelajaran di kelas lebih menyenangkan, lebih mudah di pahami, meningkatkan keterampilan siswa serta menjadi lebih aktif baikdari segi kognitif dilihat berdasarkan perolehan Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 nilai yang rata-rata berhasil, dari segi afektif terlihat dalam proses pembelajaran tersebut siswa aktif. Kemudian dari segipsikomotorikterlihat dari gerak gerik dan sikap siswa yang antusias proses menerima 1 Sedangkan penelitian kedua oleh Mardiyawaty dkk Efektivitas Penerapan Metode Tikra>r terhadap peningkatan Hafalan dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadis di Madrasah Tsanawiyah At-Tarbiyah Islamiyah Kolaka. Penerapan metode tikrar meningkatan hafalan peserta didik baik secara kelompok dan individual kemudian, kemampuan menyelesaikan hafalan tepat waktu. 2Adapun penelitian ketiga oleh Zainun Wafiqatun Niam tentang Implikasi Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Terhadap Internalisasi Nilai Agama Islam di MA Nurul Ummah. Yogyakarta. Dalam implikasi PBL ini, menunjukkan keaktifan, kemandirian, dan pertimbangan cermat terhadap konten yang dengan landasan ini, siswa lebih siap menghadapi dunia luar. Penelitian ini telah mengidentifikasi dan merinci empat strategi yang menjadi landasan dalam penelitian mereka. Strategi pertama adalah Redaksi Hadis, yang melibatkan takhrij hadis. Kedua, interpretasi hadis dalam tiga aspek yaitu tekstual, kontekstual, dan intertekstual. Ketiga, penelitian mencakup output hadis, dalam ranah ilmu hadis yang dikenal sebagai Fiqh Al-Hadis. Terakhir, outcome hadis, yang mengevaluasi apakah hadis-hadis yang telah dihafal oleh santri-santri MA Al-Huda kota Gorontalo telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Strategi penerapan hadis merupakan langkah penting yang akan membawa pembaca untuk merenungkan pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai hadis dalam praktik kehidupan mereka. IbdaAo bi Nafsik sebagai bukti bahwa hadis yang telah terlihat penerapannya. Aulia Rossa Agustina, dan Maulida Rahma,AuModel Pembelajaran Cooperative Intergrated Reading and Composition (CIRC) Al-QurAoan Hadis,Jurnal Agama. Sosial. Budaya, 1, no 1. : h. Mardyawati. Badruddin, dan Muhammad Alqadri Burga. AuEfektivitas Penerapan Metode Tikrar Terhadap Peningkatan Hafalan Dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadis di Madrasah Tsanawiyah At-Tarbiyah Islamiyah KolakaAy. Jurnal Kajian Keislaman 3. No 1, . , h. Jainun Wafiqtun Niam, dan Daimah,AuImplikasi Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadis terhadap Internalisasi Nilai Agama Islam di MA Nurul Ummah. YogyakartaAy. Jurnal Al Ghazali4, no. : h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. PEMBAHASAN Kata interpretasi dalam buku Manajeman IhyaAo al-Sunnah diartikan sebagai syarah. 4 Kata AusyarahAy ini asalnya dari bahasa Arab memiliki arti menerangkan, membukakan, serta melapangkan. 5 Secara istilah diartikan sebagai AuSyarah Hadis adalah menjelaskan kesahihan dan kecacatan sanad dan matan hadis, menjelaskan makna-maknanya dan mengeluarkan hukum dan hikmahnya. Ay6 Guna menentukan interpretasi ada beberapa strategi yang harus dilalui terlebih dahulu. Strategi adalah elemen kunci yang sangat penting dalam mencapai tujuan program secara efektif dan efisien. Sebagai rencana yang disusun oleh individu atau lembaga, strategi menjadi alat yang membantu dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar lingkungan madrasah. Dalam dunia pendidikan, strategi memiliki peran kunci dalam mendukung kelangsungan program pendidikan serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap strategi yang diterapkan harus didasarkan pada pemahaman yang kuat terkait dengan visi dan misi pendidikan yang ingin Input Hadis Redaksi Hadis Sahih Muslim, kitab zakat bab ke-13 tentang memulai infak untuk diri sendiri, lalu keluarga, lalu sanak saudara nomor hadis 997 : a A aO aacaIa EaOe O aacaIa aI a acIa aeI a eI a ea aIa EEacOA A eI aaOA a AeA a acaIa Ca a eOaa aeIA ca AO aEA a A eI aa Ca aE a eaCa a aE aI eI aIaOA a A eI aa aEa a aEaEa aA a aA eU EaNA a a A e aA a AEaO aeA ca AAEacOA ca a AEac aI AaCa aE aEaEa aIEA aAO aeNa AaCa aE aE AaCa aE aI eI Oa e aaO aN aIIaO Aa e aaNA a acEEA a AEa eO aN aOA a acEEA ca AAEacOA ca AO aEA ca A e aA AEac aIA a AI aI a a eaNaI Aa a a a aN aA a acEEA a AIaa eO aI aeIA a AEa eO aN aOA a acEEA ca AacEEa eEaa aOA a AO a a aIA A eIA a A aEA a aO aE a eNEaEa Aau a eI AA a aAEa eO aN Aau a eI AA a AA eacCA a a a aN auEa eO aN a acI Ca aE eae aIa eAaEa a e A aE A Arifuddin Ahmad. Amrullah Harun, dan Akbar. Manajemen IhyaAo Al-Sunnah, (Cet. Depok: Rajawali Pers, 2. , h. Muhammad bin Mukarram bin al-Manzhur al-Afriqi al-Mishri. Lisan al-Arab, jil. II, (Beirut: Dar as-Shad. , h. Mujiono Nurkholis. Metodologi Syarah Hadis, (Bandung: Fasygil Grup, 2. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 a aA eI aO Ca aEA aA eO Aa aN aEa aO aN aEa OaCaO aE Aa aOeIA a A aEA a aO Aa aEaO Ca aEa Aaua eI AA e A a eNEaEa A AO aacaIa ua e aI aO aEA a aA aacaIaO Oa eCA. aA eI a aIEaEA a A eI Oa aIOIaEa aOA a AOaaOeEa aOA ca aOI E eacO aCA a AO aeI ua aeNA ca A eI aaOA aA OaCa aE EaNA a aAOa eIaO eIA a AEaO aeA a AacOA a A eI aOA a aAEaOacA a A eI aa a acI a a UUE aI eI e a eIA a a a aO aI e aEO a eaCA a ACa eE aA a AaO a aI eIaO aaOA a aA eI aa OaCa aE EaNa Oa eCA a aA aUE UI EaNA a AO aOA a AEEac eOA AuTelah menceritakan kepada kami Qutaibah bin SaAoid Telah menceritakan kepada kami Al Laits -dalam jalur lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah mengabarkan kepada kami Laits dari Abu Zubair dari Jabir ia berkata: Seorang lakilaki dari Bani Udzrah memerdekakan hamba sahayanya dengan tebusan. Berita itu sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bertanya kepada pemilik budak itu: AuMasih adakah hartamu selain budak itu?Ay orang itu menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah. " Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda: "Siapakah yang mau membeli budak itu daripadaku?" Akhirnya budak itu pun dibeli oleh Nu'aim bin Abdullah Al Adawi, dengan harga delapan ratus dirham yang diserahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau meneruskannya kepada pemilik hamba sahaya itu. Kemudian beiau bersabda kepadanya: "Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang " Dan telah menceritakan kepadaku Ya'qub bin Ibrahim Ad Dauraqi Telah menceritakan kepada kami Isma`il yakni Ibnu Ulayyah, dari Ayyub dari Abu Zubair dari Jabir bahwa seorang laki-laki dari Anshar yang biasa dipanggil Abu Madzkur, memerdekakan hamba sahaya miliknya yang namanya Ya'qub dengan tebusan. Ia pun menuturkan hadits yang semakna dengan haditsnya Laits. Ay8 Takhrij al-Hadis Takhrij al-Hadis yang dimaksud adalah penelusurn hadis-hadis yang telah dikumpulkan pada berbagai kitab induk hadis atau biasa Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi. Shahih Muslim, jil. II, (Beirut: Issa al-Babi dan al-Halabi, 1. , h. Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi. Shahih Muslim. Aplikasi HadisSoft, no. Hadis Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 disebut dengan kutub at-tisAoah . itab 9 ima. Adapun kitab-kitab yang dimaksud yaitu: Sahih al-Bukhari. Sahih Muslim. Sunan at-Tirmizi. Sunan. Sunan Abu Daud. Sunan an-NasaAoi. Sunan Ibn Majah, alMuwattha Malik. Musnad Ahmad, dan Sunan ad-Darimi. Penelusuran hadis dalam kitab-kitab ini dilakukan dengan menggunakan salah-satu dari empat metode. Empat metode tersebut yaitu: metode perkata/lafadz, metode awal matan, metode awal rawi dan metode tema. Metode perkata/lafadz merupakan salah satu dari empat metode kegiatan takhrij dimana peneliti akan menelusuri hadis dengan cara memilih dan memilah kata yang akan ditakhrij. Kitab yang akan peneliti pakai dalam mentakhrij dengan metode ini adalah kitab MuAojam alMuhafarras lil Alfaz al-Hadis an-Nabawiy yang disusun oleh A. Van Wensinck . 2-1939 . seorang ilmuan Barat yang dikenal ingin merusak Hadis-hadis Nabi, kemudian kitabnya dialih bahasakan oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi . 2-1968 . Adapun kata yang dipilah dari redaksi hadis yang diatas yaitu kata A Ashigat-nya merupakan shigat fiAoil amar . untuk memudahkan pencarian hadis ini peneliti mengembalikan ke-fiAoil madhi A Amemiliki arti Aumemulai,Ay hasil- nya ditemukan pada jilid satu, gambar dibawah terdapat dua kode AI & IA maksudnya adalah hadis diatas terdapat dalam kitab Sahih Muslim dan kitab Sunan an-NasaAoi. PROSES INTERPRETASI Interpretasi Tekstual Kata A Aberasal dari kata bahasa Arab A OA- A Amemiliki arti Kata A Adalam bahasa Arab termasuk shigat fiAoil Amar . ata Jadi kata ibdaAo memiliki arti AuMulailah!Ay selanjutnya, kata AIAA merupakan isim nakirah atau kata umum dan juga sebagai huruf taukid atau sebagai penguat dalam arti orang tersebut benar-benar sendiri. A EAsebagai dhamir mukhattab munfassil mansub maksudnya, huruf tersebut merupakan kata ganti orang kedua . , artinya Rasulullah di Wensinck dan Muhammad Fuad Abdul Baqi. MuAojam al-Muhafarras lil Alfaz al-Hadis an-Nabawiy, jil. I, . , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 sini sebagai orang pertama yang berbicara dengan salah seorang sahabat yang merupakan kata ganti kedua. Potongan hadis ibda bi Nafsik merupakan kalimat singkat, jelas dan megandung pesan yang mencerminkan prinsip utama dalam dakwah amar maAoruf nahi munkar, yakni mulai dengan perbaikan pada diri sendiri sebelum berharap mengubah orang lain. Konsep ini dianggap sebagai pendekatan yang ideal dalam pelaksanaan dakwah. Rasulullah SAW. , telah memberikan petunjuk kepada kita untuk memulai dakwah dengan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, kemudian lingkungan keluarga, dan akhirnya pengaruh pada masyarakat. Singkatnya, kita harus menjadi contoh dalam tindakan dan karakter kita sebelum mencoba mempengaruhi individu lainnya. Ranah ilmu hadis menyebut ini sebagai JamiAo Al-Kalim. Interpretasi Intertekstual Ibda bi Nafsik sebagai bayan al-QurAoan dari Q. S Ar-RaAod ayat 11 : aC ECaEOACsAEECE CA Ca CAEaA aECaEOACsAEECE AEeCAUAA ACAcEaEaA aCUEa A EAaEsAEICEEAeAAEaA aC acEaEaA Ca ACOaCcAA A CEa CCOACsAAC CAAE AAuEEAECo AEaAC CEaAEaAeAECO AEaC AaEa aCa ENEOEOEO a AuSesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ay dalam Tafsir ibnu Abi Hatim . menjelaskan ayat diatas dengan menghadirkan dua hadis, berikut hadis10 yang dimaksud : Abu Muhammad Abdurrahman bin Muhammad bin Idris in al-Munjir at-Tamimiy. Tafsir Al-QurAoan Al-Adzim Li Ibni Abi Hatim, jil. VII, (Al-Maktabah Nizar Musthafa al-Baz, 1. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 a AA aeI a aO a eI a e aA A eIA a a A aO eEA a A I a eAAUA acA a A eI a eNIA a AA a acaIa aaOA ca A a eO aOA:AOIA A aIaO ua aeaO aE a eI Ca eEA a A ac aO a acE uaEaO Ia aO aI eI a eIa aOA a acEEA a Aua ae aNA a AEaOA AacEEA a ca A aA a AA a aAe aI eI a eN aE Ca e aO aOaE a eN aE aOe aO aEOIaOIA a A auIacNa EaOA:AaECa eO aI aEA ca AacEEa auaE a a acO aEA ca AAOa aA acEEa aI acI O acOIa auEaO aI aO eE a aNOIA a aOa a a acOEaOIa aI eI aN auEaO aI eA ca AacEEa ua acIA ca AA AacEEa aaE Oa aaO a aI a aC eOI aacO OaaOa aOA e a A ua acI A:A a acI Ca aEA a aOCa a aE aE aAO aEaA AaI a a eIAa a aN eIA AuAbu Sa`id Al-Ashjaj meriwayatkan kepada kami. Hafs bin Ghayath meriwayatkan kepada kami, berdasarkan otoritas Asy'ath, berdasarkan otoritas Jahm, berdasarkan otoritas Ibrahim: Allah SWT menurunkan kepada seorang nabi dari kalangan nabi-nabi Bani Is Rael, beritahukan pada umatmu: Benar Tidak ada satu pun penduduk suatu kota atau suatu rumah tangga yang taat kepada Allah lalu beralih darinya menjadi durhaka, kecuali Allah mengubah apa yang mereka sukai menjadi apa yang dibencinya. Lalu beliau bersabda: Hal ini ditegaskan dalam Kitab Allah. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. a A eI Ca a A aOa aeI aaOA a acaIaA a A IAUA I aaO eE a aI aN aAUAO aeIA a AO aeI eE aA ca A aEA ca A au acIA:aACa eOEaNA AOA a A aO auIac aI aO aO a E ac e aOA:AacEEa aE Oa aaO a aI a aC eOI aacO Oa aaO aO aI a a eIAa a aN eIA ca AacEEa AaUE aaOa aO aI a aE eI aI eI Iaa aIA ca aO aIIA acEEA a caIIa EIA a A aOE ac eOA AuAli bin Al-Hussein memberi tahu kami. Abu Al-Jamahir memberi tahu kami. SaAoid bin Bashir memberi tahu kami, berdasarkan otoritas Qatada, yang mengatakan: Tuhan tidak akan mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada dalam jiwa mereka sendiri. Perubahan hanya datangnya dari manusia dan fasilitas dari Tuhan, maka jangan merubah nikmat Tuhan yang kamu miliki. Ay Peneliti memahami, hadis-hadis yang telah dikeluarkan oleh ibnu Hatim dalam kitab Tafsirnya, merupakan penjelas dari ayat di atas karena hadis merupakan penjelas dari al-QurAoan. Kemudian hadis diatas serupa dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-NasaAoi dalam sunan-nya, kitab Zakat bab ke-60 tentang Amal mana yang lebih baik, nomor hadis 2. a A a ea aIa Ca a eOaa Ca aE aacaIa EEacOA ca A eI aaOA A eI aa Ca aE a eaCa a aEA a AEaO aeA a AeA ca AAEacOA ca AO aEA AEac aIA a AaI eI aIaOA a A eU EaNa a eI aa aEa a a aE aE aA a acEEA a a A e aA a AEa eO aN aOA a acEEA ca AAEacOA ca AO aEA a aCa aE aEa aE aIEA AEac aI aI eIA a AO aeNa Ca aE aE AaCa aE aA a acEEA a AEa eO aN aOA a acEEA Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 AI aI a a eaNaI aA a a a aNA a ca AaO e a aO aN aIIaO Aa e a aNa Ia a eO aI aeI a e aA ca AacEE eE aa aOA a AO a a aIA ca AAEacOA ca AO aEA AA eacCA a AEac aI a a aN auEa eO aN a acI Ca aE eae aIa eAA a a a acEEA a A aE eO aN aOA a a AaE a a acEEA A eI a eN aE aE Aa aEaO Ca a aEA a A aEA a A aEA a aA eO aE a eN aE aE Aau a eI AA a aAEa eO aN Aau a eI AA a A eOA A eO Aa aN aEa aO aN aEa OaCaO aE aOeIa OaaO aeE aO a eI Oa aIOIa aEA a A eI aO Ca a aEA a au a eI AA a A aEA A eI a aI aE aEA a AaOA AuTelah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata: Seseorang dari bani Udzrah -menjanjikan- untuk memerdekakan budaknya setelah ia meninggal, lalu hal itu sampai kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka beliau bertanya: 'Apakah kamu memiliki harta selain dia?' Ia menjawab: 'Tidak'. Lalu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya: 'Siapakah yang membelinya dariku? ' Lalu Nu'man bin Abdullah Al Adawi membelinya dengan harga delapan ratus Dirham. Ia datang dengan membawa uang tersebut kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu beliau memberikan kepadanya, kemudian beliau bersabda: 'Mulailah dengan dirimu, bersedekahlah padanya. Jika ada kelebihan, maka untuk keluargamu. Jika ada kelebihan dari keluargamu, maka untuk kerabatmu. Jika ada kelebihan dari kerabatmu, maka begini dan begini -beliau bersabda: yang ada di hadapanmu, di samping kananmu dan di samping kirimu. Ay11 Sunan an-NasaAoi kitab jual beli bab ke-84 tentang penjualan budak budabbar nomor hadis 4. a A a e a aIa Ca a eO aa Ca aE aacaIa EEacOA ca A eI a aOA A eI a a Ca aE a eaCa a aEA a AE aO aeA a AeA ca AAEacOA ca AO aEA AEac aIA a AaI eI aIaOA a A eU EaNa a eI aa aEa a a aE aE aA a acEEA a a A e aA a AEa eO aN aOA a acEEA ca AAEacOA ca AO aEA a aCa aE aEa aE aIEA AEac aI aI eIA a AO aeNa Ca aE aE AaCa aE aA a acEEA a AEa eO aN aOA a acEEA AI aI a a eaNaI aA a a a aNA a ca AaO e a aO aN aIIaO Aa e a aNa Ia a eO aI aeI a e aA ca AacEE eE aa aOA a AO a a aIA ca AAEacOA ca AO aEA AA eacCA a AEac aI a a aN uaEa eO aN a acI Ca aE eae aIa eAA a a a acEEA a A aE eO aN aOA a a AaE a a acEEA A eO Aa aEaO Ca a aEA a A aE aI eI a eN aE aEA a A aEA a aA eO aE a eN aE aE Aau a eI AA a aAEa eO aN Aau a eI AA Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr. Sunan An-NasaAoi, (Baitul Afkar adDawliya. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 A eIA a A aE aI eI aO Ca a aa aEA a au a eI AA a A eO Aa aN aEa aO aN aEa aO aN aEa aOCaO aE aOeIa aOaO aeE aOA AaO aIO aI aE aO a eI a aI aE aEA AuTelah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir, ia berkata: seseorang dari Bani 'Udzrah telah memerdekakan seorang budaknya apabila ia telah meninggal. Kemudian hal tersebut sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: "Apakah engkau memiliki harta selainnya?" Ia berkata: tidak. Kemudian beliau bersabda: "Siapakah yang akan membelinya dariku?" Lalu budak tersebut dibeli Nu'aim bin Abdullah Al 'Adawi dengan harga delapan ratus dirham. kemudian ia membawanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyerahkannya kepada orang tersebut kemudian bersabda: "Mulailah dari dirimu, dan bersedekahlah kepadanya, kemudian apabila tersisa maka sisa tersebut untuk keluargamu, apabila tersisa dari keluargamu maka untuk kerabatmu, apabila tersisa dari kerabatmu maka demikian, demikian dan demikian. " Beliau bersabda: untuk orang yang dihadapanmu, di sebelah kananmu dn sebelah kirimu. Ay12 Penjelasan hadis dalam kitab Fat. Al-MuAoi>n Syarah Imam Muslim, kata A IAEAmenjelaskan bahwa Hal ini melibatkan seseorang yang memulai dari dirinya sendiri dan keluarganya, seperti dalam hadis yang telah disebutkan A IAE I II OEA. Al-Ustad Abu Asybal dalam kitabnya Syarah Sahih Muslim menjelasakan kata AOu O NEEA A EI O U AEO IANAartinya dan jika Allah memberi kebaikan kepada salah seorang di antara kalian, hendaklah dia memulainya dari dirinya sendiri, hal ini sesuai dengan sabda Nabi A IAE I II OEAMulailah dari dirimu sendiri, lalu dari orang-orang yang kamu dukung. Jika Allah memberimu kebaikan, kemudian melimpahkan keberkahan kepada Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr. Sunan An-NasaAoi, (Baitul Afkar adDawliya. , h. Musa Shahin Lashin. Fath al-MuAoin Syarah Shahih Muslim, jil. VII (Dar as-Syaruq, 2. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 dirimu sendiri dan orang-orang yang membebanimu, dan bermurah hatilah kepada dirimu sendiri dan orang-orang yang kamu dukung. Imam Nawawi dan Sheikh Muhammad bin Marzuq memberikan wawasan yang dalam tentang pesan yang terkandung dalam hadis eA a eaA aIa eAaEA, yang menginstruksikan untuk memulai dengan diri sendiri dalam hal memberikan nafkah dan berbuat baik. Imam Nawawi menjelaskan bahwa dalam urusan memberikan nafkah, prioritas pertama adalah diri sendiri, kemudian keluarga . ermasuk istri dan ana. , diikuti oleh saudara-saudara terdekat, dan akhirnya orang asing. Namun, jika ada persaingan dalam hak-hak ini, maka yang lebih membutuhkan harus Pendekatan ini mencerminkan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam Islam. Lebih lanjut. Imam Nawawi menekankan bahwa amal sukarela harus bervariasi dalam tujuan dan mencerminkan aspek kebenaran sesuai dengan kebutuhannya, bukan hanya terbatas pada satu tujuan tertentu. Keduanya menggarisbawahi pentingnya memahami bahwa kewajiban pertama adalah dimulai dari diri sendiri. Pesan ini tidak hanya terbatas pada memberikan nafkah, tetapi mencakup tanggung jawab pribadi di berbagai aspek kehidupan. Dalam pandangan mereka, pesan ini menekankan pentingnya introspeksi, kepedulian, dan sikap pribadi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berempati. Selanjutnya. Sheikh Muhammad bin Marzuq menambahkan bahwa dalam konteks ini, seseorang harus memastikan bahwa mereka memenuhi hak-hak mereka sendiri tanpa mengabaikan hak orang lain. Ini berlaku di hadapan anak laki-lakinya, ayahnya, saudara-saudara lakilakinya, dan bahkan orang asing. Prinsip "Mulailah dari dirimu sendiri" Abu Al-Ashbal Hassan Al-Zuhairi Al-Mandouh Al-Mansouri Al-Masry. Syarah Shahih Muslim, jil. XVII, . elajaran audio yang ditranskripsi oleh situs Islamic Network, http://w. , h. Musa Shahin Lashin. Fath al-MuAoin Syarah Shahih Muslim, jil. IV, (Dar as-Syaruq, 2. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 adalah dasar yang kuat dalam hukum syariah. 16 Hadits-hadits tersebut memberikan jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang sedekah, khususnya dalam kaitannya dengan pemberian dari pemberi dan sejauh mana ia memberikan hartanya. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bentuk sedekah yang terbaik adalah yang melebihi kebutuhan pribadi. Imam AlNawawi mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang memberikan sedekah dari seluruh harta seseorang. Menurut pendapat mereka, hal ini disunnahkan . jika seseorang tidak memiliki utang atau tanggungan anak dan dapat bersabar dalam keadaan miskin. Namun, jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, maka tindakan tersebut tidak disukai. Al-Qadi berpendapat bahwa sebagian besar ulama dan imam di kota memperbolehkan memberikan sedekah dari seluruh harta seseorang. Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa seseorang dapat mengembalikan zakat bersama dengan seluruh harta kepada pemiliknya. Terdapat beragam pandangan tentang sejauh mana hal ini dapat dilakukan, tetapi dianjurkan untuk tidak melakukannya dan lebih baik dibatasi hingga sepertiganya. Imam Al-Bukhari juga menggarisbawahi bahwa jika seseorang memberikan sedekah pada saat ia membutuhkan, keluarganya membutuhkan, atau ia memiliki hutang, maka hutang tersebut memiliki prioritas untuk dibayar sebelum memberikan sedekah. Sedekah adalah Muhammad Al-Amin bin Abdullah Al-Urmi Al-Alawi Al-Harari Al-Shafi'i, dkk. Sharah Shahih Muslim (Almsmma: Alkawkab Alwhhaj Walrrawd Albahhaj Fi Sharh Sahih Muslim bin Alhaja. , (Makkah: Dar al-Manhaj, 2. , h. Musa Shahin Lashin. Fath al-MuAoin Syarah Shahih Muslim, jil. IV, . : Dar asSyaruq, 2. , h. Musa Shahin Lashin. Fath al-MuAoin Syarah Shahih Muslim, h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 bentuk berbagi yang baik, tetapi kewajiban yang lebih mendesak, seperti membayar hutang, harus diutamakan. Interterpretasi Kontekstual Sejarah mencatat bahwa sebelum Islam hadir, praktik perbudakan telah ada dan tersebar di berbagai peradaban kuno. Praktik ini berlangsung sebagai norma sosial, di mana individu bisa memiliki manusia lain sebagai milik pribadi. Bahkan, ada beberapa kelompok yang hidup secara primitif dan menculik individu dari kelompok yang lebih lemah, menjadikannya milik mereka, dan bahkan menjualnya di Praktik semacam ini tersebar di berbagai wilayah, seperti Mesir. Babilonia. Persia. Yunani. Romawi, dan bahkan di tanah Arab itu Individu yang menjadi milik ini sering disebut sebagai Aumamalik,Ay yang artinya budak atau milik. 20 Hingga dengan kedatangan Islam, ada perubahan yang signifikan dalam pandangan terhadap Islam muncul untuk mengembalikan hak-hak para budak kepada tuan-tuan mereka. Islam menghilangkan perbedaan berdasarkan faktor seperti bangsa, warna kulit, status sosial, atau latar belakang Dalam pandangan Islam, semua individu diperlakukan sama, bukan hanya dalam teori, tetapi juga dalam praktik sehari-hari. Keberagaman budaya, sosial, dan etnis tidak lagi menjadi penghalang bagi persatuan umat Islam. Sebagai contoh konkret. Mu'azin pertama dalam Islam adalah seorang pengikut yang setia dan murid terhormat, yang juga seorang budak keturunan Afrika. Ini adalah contoh nyata bagaimana Islam memperlakukan semua individu dengan adil dan menghormati hak-hak mereka, tanpa memandang status sosial atau etnis. Dengan kedatangan Musa Shahin Lashin. Fath al-MuAoin Syarah Shahih Muslim, jil. IV, (Dar as-Syaruq, 2. , h. Abdul Hamid Khatib. Ketinggian Nabi Muhammad SAW. Jil. II, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Syeed Amir Ali. Api Islam, (Jakarta: PT. Pembangunan, 1. , h. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Islam, perlahan-lahan praktik perbudakan mulai tergerus dan nilai-nilai keadilan serta kesetaraan menjadi lebih kuat dalam masyarakat Islam. Penelususran dalam kitab sembilan induk hadis, kami menemukan bahwa kata "budak" disebut sebanyak 3. 222 kali. Hal ini mencerminkan pentingnya pesan-pesan Rasulullah shalallahu alaiahi wasallam tentang pembebasan budak. Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam semesta. Rasulullah memberikan hak-hak kepada para sahabat untuk memerdekakan budak sebagai bentuk pelaksanaan nilai-nilai rahmatan lil alamin. Salah satu hadis di atas menggambarkan kasus seorang individu dari suku Bani Udzrah yang ingin memerdekakan hamba sahayanya, meskipun dia sudah tidak memiliki harta. Ini adalah contoh konkret bagaimana ajaran Islam mendorong pembebasan budak, bahkan jika seseorang harus berjuang keras untuk melakukannya. Ini adalah bagian dari warisan luhur Islam yang mengangkat martabat manusia dan mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Nuaim bin Abdullah bin Asid al-Adawiy adalah seorang sahabat nabi yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Dia berasal dari suku yang sama dengan Umar bin Khattab, seorang sahabat dan pemimpin besar Islam. Nuaim diberi julukan AuAn-NahhamAy karena pengalaman menariknya dalam taman yang diceritakan oleh Nabi. Selain itu. Nuaim juga berperan dalam membawa Umar bin Khattab kepada Islam, sebuah peristiwa yang menggambarkan betapa kuatnya pengaruhnya dalam menyebarkan ajaran agama. Ada laporan yang mengatakan bahwa Nabi bahkan mengganti nama Nuaim menjadi AuShalihAy sebagai tanda ketaatan dan kesetiaan dalam memeluk Islam. Kisah-kisah tentang Nuaim adalah contoh nyata bagaimana kasih sayang, doa, dan kebaikan hati seseorang bisa memiliki dampak yang besar dalam mempengaruhi hidup orang lain dan menyebarkan agama Islam. Syeed Amir Ali. Api Islam, h. Lihat kisahnya pada AoAla al-Din Ali bin Abdul Malik Husam al-Muttaqi al-Hindi. Kanzu al-AoUmmal fi Sunan al-Aqwali wa al-AfAoali, jil. XII, (Muassasah ar-Risalah, 1. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Hadis IbdaAo bi Nafsik, yang disampaikan oleh Imam Muslim dalam kitab Sahihnya, memiliki latar belakang tersendiri yang mendorong nabi untuk berbicara. Saat itu, seorang sahabat Nabi berniat untuk memerdekakan budaknya dengan syarat, sebab dia tidak memiliki harta kecuali budak tersebut. Nabi datang dengan solusi, dan seorang sahabat Nabi yang ikut membeli budak tersebut kemudian menerima pesan dari Nabi, yaitu untuk memulai sedekah pada diri sendiri, lalu keluarga, kerabat, dan terakhir orang asing. Pesan ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam melakukan kebaikan apa-pun. Kegiatan halakah al-Qur'an di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo menggambarkan penerapan konsep Auibda' bi nafsikAy oleh para Ketika proses halakah al-Qur'an berlangsung, sekitar enam belas dari dua puluh santri belum bisa membaca al-Qur'an. Dalam situasi ini, mereka berusaha untuk memperbaiki diri dan memulai perjalanan mereka dalam memahami al-Qur'an, sesuai dengan prinsip Auibda' bi Ay Selain itu, kegiatan pembelajaran ilmu hadis dan penyetoran hadist di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo juga mencerminkan semangat Auibda' bi nafsik. Ay Santri MA Al-Huda yang antusias belajar kaligrafi dan partisipasi para santri dalam kegiatan gebyar hadis menunjukkan semangat dan kesungguhan mereka dalam belajar serta berkontribusi aktif dalam meningkatkan pemahaman dan penghayatan agama mereka. Dalam setiap kegiatan ini, mereka berusaha untuk menjadi yang lebih baik dalam ibadah dan pemahaman agama mereka melalui usaha pribadi, yang sesuai dengan prinsip Auibda' bi nafsik. OUTPUT HADIS Melalui interpretasi di atas, tampaknya sangat jelas bahwa pesan dalam hadis-hadis tersebut membawa kita pada pemahaman mendalam tentang petunjuk Rasulullah SAW. Petunjuk ini menjelaskan pentingnya memulai dengan berbuat baik pada diri sendiri sebelum memikirkan orang lain yang Ini merupakan ajaran luhur yang mengajarkan kepada kita bahwa, walaupun memberi kepada yang lain adalah tindakan mulia, tetapi Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 mengawali dengan memberi pada diri sendiri memiliki kebijaksanaan Peneliti memahami hadis ibda bi nafsik secara subtantif masuk dalam aspek Al-D\. ruriyyah, yaitu individual, keluarga/keturunan, dan harta. Sedngkan secara formatif peneliti memahami hadis di atas secaraformatif masuk dalam al-Sunnah al-Qawliyah sebab hadis tersebut diungkapkan oleh nabi kepada sahabat-sahabatnya. Hadis-hadis yang terdapat dalam kitab sahih Imam Muslim memberikan pencerahan dalam hal ini. Mereka membawa kita pada pemahaman konsep ibda binafsik, yang mengajarkan bahwa kita harus memulai kebaikan dari diri sendiri sebelum menyebarkannya kepada orang Pesan ini adalah panduan penting dalam upaya dakwah dan penyebaran nilai-nilai baik. Sebagai contoh, bayangkan seseorang yang memiliki postur tubuh yang kurus dan ramping, yang dengan sukarela memilih untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan. Tindakan ini adalah bentuk kebaikan yang luar biasa, namun lebih indah lagi jika dia memulai dengan memberi pada diri sendiri. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa kita memiliki kemampuan untuk membantu orang lain tanpa mengorbankan diri sendiri secara berlebihan. Penutup dari output hadis, teringat dengan salah satu cerita tentang Nuaiman, yang merasa lapar dalam perjalanan tanpa harta untuk membeli makanan, menggambarkan betapa pentingnya memahami konsep ibda binafsik. Ketika sahabat lainnya menunggu. Nuaiman memikirkan cara untuk membantu dirinya sendiri sebelum mencari cara untuk membantu yang Cerita ini mencerminkan hikmah dan candaan ringan Rasulullah SAW, yang mengingatkan kita akan pentingnya memahami konsep ini dalam kehidupan sehari-hari kita. OUTCOME HADIS Peneliti memahami penerapan hadis di atas dominan pada aspek waktu dan tempat yang Universal (Syumuliyya. , yaitu penerapan hadis IbdaAo bi Nafsik di MA Al-Huda Kota Gorontalo sangat berlaku disetiap saat jika ingin melakukan suatu kebaikan maka mereka memualainya dari diri mereka sendiri dengan antusias pada setiap kegiatan yang berada di Madrasah Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Jikalau hadis ibdaAo bi nafsik dilihat pada aspek lokal, berarti hadis tersebut hanya bisa diterapkan pada orang-orang yang ingin bersedekah saja tidak pada orang-orang yang ingin melakukan berbagai macam kegiatan yang Begitupun jika hadis ibdaAobi nafsik hanya diterapkan pada aspek temporal, maka ibdaAo bi nafsik berlaku pada orang-orang terdahulu saja, artinya yang menerapkan hadis tersebut hanya para sahabat. Selanjutnya peneliti memahami, penerapan hadis ibdaAobi nafsik dalam aspek tanggung jawab berdasar pada hadisnya, yakni personal. Setiap santri MA Al-Huda Kota Gorontalo memiliki tanggung jawab terhadap pribadinya masing-masing untuk melakukan suatu kebaikan. Berbanding dengan aspek tanggung jawab komunal. Para santri akan saling berharap untuk memulai apa-apa yang baik bagi MA Al-Huda Kota Gorontalo. Adapun penerapan hadis ibdaAobi nafsik dalam aspek cakupan, cenderung pada aspek cakupan optimal. Artinya penerapan hadis ibdaAo bi nafsik tidak berlaku pada MA Al-Huda Kota Gorontalo saja, tapi berlau pada setiap madrasah, sekolah, kampus dan berbagai macam lembaga. Dengan memahami beragam aspek ini, kita dapat lebih baik mengidentifikasi dan menerapkan hadis sesuai dengan konteks dan kebutuhan yang relevan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo tidak terlepas pada hadis IbdaAo bi nafsik: Aktivitas Halakah Al-QurAoan di Madrasah Aliyah Al-Huda kota Gorontalo Halakah al-QurAoan dilakukan oleh mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Ilmu hadis di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo, tujuan aktivitas ini merupakan harapan dari kepala Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo untuk menjadikan santri dan santriwati mampu membaca dan menghafal al-QurAoan. Kegiatan halaqah al-QurAoan diwajibkan hanya kepada santri dan santriwati kelas X saja, karena hampir seluruh santri dan santriwati kelas X masih kurang dalam membaca al-QurAoan. Harapan dari kepala Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo dalam kegiatan halakah alQurAoan yang dibina oleh mahasiswa PPL Jurusan Ilmu hadis agar supaya Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 santri dan santriwati sudah bisa membaca al-QurAoan dalam kurun waktu satu bulan. Ketika proses halakah al-QurAoan berlangsung, ditemukan sekitar enam belas dari dua puluh santri yang belum bisa membaca al-QurAoan. Dari enam belas santri tersebut, dibagi menjadi lima kelompok dan empat santri yang sudah bisa membaca al-QurAoan diajarkan langsung oleh asatidz yang memumpuni bidang tahfidz untuk diperlancar makhraj Aktivitas halakah al-QurAoan dilakukan setelah sholat dzuhur di mushola madrasah. Teknik pelaksanaannya dibagi menjadi lima kelompok, setiap kelompok berjumlah tiga sampai empat santri. Setiap kelompok menghadap pembimbing dengan duduk melingkar, dan masing-masing santri saling bergantian untuk menyetor bacaan Iqra. Akan tetapi aktivitas halakah al-QurAoan ini tidak hanya interaksi antara santri dengan mahasiswa PPL ilmu hadis akan tetapi diawasi oleh Fungsi pengawasan dilakukan untuk mengontrol pembelajaran agar tetap kondusif dan produktif. Selama sebulan menjalankan program halakah al-QurAoan, terdapat dua belas santri bisa membaca al-QurAoan. Dan masih tersisa empat santri lagi yang belum mencapai target ke al-QurAoan dalam kurun waktu yang Pembelajaran Ilmu Hadis Mahasiswa PPL Jurusan Ilmu hadis mentransfer keilmuan tentang ilmu hadis di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo. Pembelajaran Ilmu hadis hanya dilakukan pada Jurusan Agama kelas XI dan XII. Kelas XI Jurusan Agama, diterapkan pembelajaran tentang varian istilah hadis dari segi kuantitas dan kualitas. Santri berperan aktif dalam game yang diberikan oleh mahasiswa PPL terkait varian istilah hadis yang telah Adapun kelas XII Jurusan Agama proses pembelajaran menggunakan metode eksperimen, sehingga santri lebih aktif melakukan pembelajaran di kelas. Dalam proses pembelajaran, santri diajarkan bagaimana cara menelusuri hadis menggunakan metode bi laf. dalam Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Kitab Takhrij hadis. Sebelum hadis dibagi untuk ditelusuri, santri dibagi menjadi tiga kelompok, setiap kelompok berjumlah enam orang. Tujuannya agar santri terlihat aktif dan mudah memahami dalam menelusuri suatu hadis. Kha. Kha. merupakan kegiatan menulis dengan menggunakan berbagai macam jenis tulisan Arab. Pena, tinta dan selembar kertas sebagai alat tulis menulis. kini, kha. disebut kaligrafi. Kaligrafi merupakan karya seni yang berupa tulisan indah, istilah kaligrafi lebih masyhur dibanding dengan kha. Kha. sendiri juga merupakan salah satu karya seni tulisan indah yang menggunakan metode-metode tertentu untuk memberikan haknya huruf Arab. Ada beberapa santri MA Al-Huda kota Gorontalo mempelajari Terdata, ada V . orang yang antusias belajar kaligrafi. Salah satu dari mereka merupakan santri pindahan dari Podok Pesantren Gontror yang sudah mempunyai dasar kaligrafi. Walaupun dia sudah mempelajari kaligrafi di Pondoknya dulu, tidak menutup kemungkinan baginya mejadi malas bila mempelajarinya kembali. Masing-masing dari mereka mempunyai niat dan semangat yang bagus untuk belajar Pembelajaran tersebut dilakukan pada setiap akhir pekan, walaupun sudah ditetapkan pembelajarnya, mereka kelima santri tetap menyetor latihan kaligrafi mereka. Penyetoran Hadist di Madrasah Aliyah Al- Huda Kota Gorontalo Mahasiswa PPL jurusan Ilmu Hadis menerima hafalan hadis yang di setor oleh santri dan santriwati Madrsah Aliyah Al- Huda Kota Gorontalo. Dan penyetoran hadis di lakukan dari kelas X sampai kelas XII, dan mereka di berikan dalam satu pekan satu hadis untuk mereka hafal kemudian di setor kepada kami mahasiswa PPL. Dalam penyetoran hadis sudah di tentukan yaitu harus mencakup sepuluh hadis dan Ketika mereka sudah mencapai setoran sampai sepuluh hadis maka sudah termasuk lunas dan mereka sudah tidak lagi mengikuti ujian semester karena nilainya sudah di ambil dari setoran hafalan. Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 Namun ada bebrapa santri yang belum lancar membaca atau menghafal hadis tetapi mereka tetap berusaha untuk menyetor walaupun hanya sampai satu dua hadis tetapi mereka tetap akan mengikuti ujian semester karena setoran hafalan mereka tidak mencakup sampai sepuluh Dan sekian banyak santri semuanya menghafal walaupun masih ada beberapa santri yang belum lancar menghafal dan terdapat juga santri yang sudah lancar mengahafal. Dengan tujuan mereka yang sudah lancar dalam mengahafal ataupun yang belum lancar agar mereka tidak hanya sekedar menghafal kemudian hanya menyetor begitu saja tetapi mereka harus mengimplementasikan kepada diri sendiri ataupun orang lain contohnya di kalangan masyarakat. Gebyar Hadis Kegiatan Gebyar Hadis dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2023 yang dirangkaikan dengan Hari Santri Nasional bertema AuMemaknai Hari Santri Nasional Melalui Sejarah Ulama Berdasarkan al-QurAoan Dan Hadis Serta Meningkatkan Iman Dan Semangat Perjuangan Santri. Ay Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa PPL Jurusan Ilmu hadis kolaborasi antara Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan juga Osis Madrasah Aliyah Al-Huda dengan menghadirkan dua pemateri dari Jurusan Ilmu hadis. Tujuan mahasiswa PPL mengadakan kegiatan gebyar hadis agar supaya santri bisa mengetahui sejarah para ulama serta meningkatkan semangat santri melalui al-QurAoan dan Hadis. Kegiatan gebyar hadis diikuti oleh seluruh santri Aliyah Alhuda Kota Gorontalo, dengan ibdaAo bi nafsik mereka terlihat antusias dan sangat aktif, buktinya mereka menerima transfer ilmu yang dibawakan oleh pemateri, ketika masuk sesi pertanyaan mereka saling berebutan untuk memberi pertanyaan. Setelah selesai sesi pertanyaan, santri yang bertanya diberikan reward oleh mahasiswa PPL Jurusan Ilmu hadis. KESIMPULAN Dari data diatas, peneliti menarik kesimpulan bahwa redaksi hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang ibdaAo bi nafsik yang diterapkan di Madrasah Aliyah Al-Huda Kota Gorontalo berstatus sahih. Pada proses Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. 2022 penginterpretasian dilakukan dengan melalui tiga pendekatan. tekstual, intertekstual, dan kontekstual. Dalam pendekatan tekstual, peneliti menggunakan potongan hadis ibdaAo binafsik karena megandung pesan yang mencerminkan prinsip utama dalam dakwah amar makruf nahi mungkar yakni mulai dengan perbaikan pada diri sendiri. Maka MA Al-Huda terpacu untuk mengembangkan diri dalam bidang prestasi. Pendekatan intertekstual menghasilkan kesimpulan bahwa hadis tersebut sejalan dengan al-QurAoan dalam Surah al-RaAod/13: 11, yang substansinya Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sampai mereka ingin mengubah diri mereka sendiri. Kemudia pendekatan kontekstual dalam pengertian tentang ibda' bi nafsik, maksud dari ungkapan tersebut menurut Pendekatan kontekstual dalam IbdaAo bi nafsik berarti tindakan atau keputusan seseorang yang seharusnya mempertimbangkan situasi tertentu di sekitarnya. Dan yang lebih pentingnya lagi kita harus memahami situasi dan kondisi disekitar sebelum mengambil tindakan atau membuat keputusan. Peneliti memahami penerapan hadis di atas dominan pada aspek waktu dan tempat yang Universal, yaitu penerapan hadis IbdaAo bi Nafsik di MA AlHuda Kota Gorontalo sangat berlaku disetiap saat jika ingin melakukan suatu kebaikan maka mereka memualainya dari diri mereka sendiri dengan antusias pada setiap kegiatan yang berada di Madrasah tersebut. Peneliti memahami, penerapan hadis ibdaAobi nafsik dalam aspek tanggung jawab berdasar pada hadisnya, yakni personal. Setiap santri MA Al-Huda Kota Gorontalo memiliki tanggung jawab terhadap pribadinya masing-masing untuk melakukan suatu kebaikan. Adapun penerapan hadis ibdaAobi nafsik dalam aspek cakupan, cenderung pada aspek cakupan optimal. Artinya penerapan hadis ibdaAo bi nafsik tidak berlaku pada MA Al-Huda Kota Gorontalo saja, tapi berlau pada setiap madrasah, sekolah, kampus dan berbagai macam Jurnal Ilmu Hadits Volume 1 Nomor 2 (Desembe. DAFTAR PUSTAKA