Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 ANALISIS PERBANDINGAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN PRA DAN PASCA PENGUMUMAN COVID-19 DI NEGARA-ASEAN Muzakira. Karmilab a,bProgram Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar *Corresponding author: muzakirwoyla@utu. ABSTRACT This study aims to analyze the comparison of the combined stock price index before and after the announcement of Covid19 in ASEAN countries. This research is an event study research. The observation time is divided into three stages, namely the announcement of Covid-19 in Wuhan, the announcement of the First Case c, and the announcement of the Omicron case in each ASEAN country. The observation time is seen from 15 days before the announcement and 15 days after the The population of this study is the Composite Stock Price index in all ASEAN countries. Sampling using purposive sampling method. A total of 6 country samples were obtained, namely. Indonesia. Malaysia. Singapore. Thailand, the Philippines, and Vietnam. The data analysis method uses the paired sample t test method for normal data and the Wilcoxon Sign rank test for data that is not normally distributed. The results showed. There are significant differences in the Composite Index prices of Indonesia. Singapore. Vietnam and Thailand before and after the announcement of covid-19 in Wuhan. While Malaysia and the Philippines there is no difference in the price of the Composite Index before and after the announcement of covid-19 in Wuhan. There are significant differences in the Composite Index prices of Indonesia. Singapore. Vietnam, the Philippines, and Malaysia before and after the announcement of covid-19 in the country. Meanwhile, there is no significant difference in the price of the Composite Index of Thailand before and after the announcement of covid-19 in the country. And there are significant differences in the Composite Index prices of Indonesia. Singapore. Vietnam, and Malaysia before and after the announcement of Omicron in these countries. Meanwhile, there is no significant difference in the price of the Composite Index of Thailand and the Philippines before and after the announcement of Omicron in the country. Keywords: Covid-19. Composite Stock Price Index. Capital Market ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan indeks harga saham gabungan pra dan pasca pengumuman Covid-19 di Negara ASEAN. Penelitian ini merupakan penelitian event study. Waktu pengamatan dibagi kedalam tiga stage yaitu pengumuman Covid-19 di Wuhan. Pengumuman Kasus Pertama c, dan pengumuman kasus Omicron di setiap Negara ASEAN. Waktu pengamatan dilihat dari 15 hari sebelum pengumuman dan 15 hari setelah pengumuman. Populasi penelitian ini adalah indeks Harga Saham Gabungan di seluruh negara ASEAN. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method. Sebanyak 6 sampel negara didapatkan yaitu. Indonesia. Malaysia. Singapura. Thailand. Filipina, dan Vietnam. Metode analisis data menggunakan metode paired sample t test untuk data normal dan Wilcoxon Sign rank test untuk data yang tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat perbedaan signifikan pada harga Composite Index negara Indonesia. Singapura. Vietnam dan Thailand pra dan pasca pengumuman covid-19 di Wuhan. Sementara Malaysia dan Filipina tidak terdapat perbedaan pada harga Composite Index pra dan pasca pengumuman covid-19 di Wuhan. Terdapat perbedaan signifikan pada harga Composite Index negara Indonesia. Singapura. Vietnam. Filipina, dan Malaysia pra dan pasca pengumuman covid-19 di negara tersebut. Sementara itu tidak Terdapat perbedaan signifikan pada harga Composite Index negara Thailand pra dan pasca pengumuman covid-19 di negara tersebut. Dan terdapat perbedaan signifikan pada harga Composite Index negara Indonesia. Singapura. Vietnam, dan Malaysia pra dan pasca pengumuman Omicron di negara tersebut. Sementara itu tidak terdapat perbedaan signifikan pada harga Composite Index negara Thailand dan Filipina pra dan pasca pengumuman Omicron di negara tersebut. Kata Kunci: Covid-19. Indeks Harga Saham Gabungan. Pasar Modal Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 PENDAHULUAN Wabah virus Corona yang muncul pertama kali di Wuhan. China, pada akhir 2019 telah menggemparkan dunia dengan kecepatan penyebarannya yang luar biasa. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia, khususnya paru-paru, dan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, mengubah statusnya dari epidemi lokal menjadi pandemi global. Menurut laporan WHO hingga Januari 2021, lebih dari 97,2 juta orang telah terinfeksi Covid-19 dengan lebih dari 2,08 juta jiwa meninggal akibat virus ini (Kompas. com, 2. Wabah virus corona, awalnya dianggap sebagai epidemi kesehatan, cepat menjadi pandemi global yang mengguncang ekonomi global yang berdampak pada penurunan tajam di sektor-sektor utama, termasuk pasar saham (Fauziyyah et al. , 2. Dampak ekonomi dari pandemi ini juga mencakup tekanan pada sistem perawatan kesehatan, gangguan dalam rantai pasokan dan perdagangan, serta penurunan aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi. Dampaknya tersebar luas di berbagai sektor ekonomi di negara-negara maju maupun berkembang, terutama dipicu oleh guncangan dalam permintaan, penawaran, dan sektor keuangan. Pada 31 Desember 2019, ketika pemerintah Tiongkok pertama kali melaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah ini telah mencapai skala penuh (Singh et al. , 2. Virus tersebut menyebar dari Wuhan ke berbagai negara dengan waktu yang bervariasi, tergantung pada faktor seperti konektivitas dan jarak geografis. Di setiap negara, penyebaran virus dipengaruhi oleh respons budaya, perilaku masyarakat, kepadatan penduduk, dan faktor lainnya yang menghasilkan perbedaan signifikan dalam kesiapsiagaan dan respons negara-negara terhadap krisis ini (Brundtland et al. , 2020. Aboelnaga et al. , 2. Pada awal pandemi Covid-19, dampak global yang signifikan mulai dirasakan pada Maret Guncangan ekonomi global yang diakibatkan oleh pandemi menyebabkan kepanikan di pasar modal dan pasar uang di seluruh dunia. Investor, baik domestik maupun asing, secara massal menjual saham mereka karena bisnis baik dalam negeri maupun internasional mengalami stagnasi (Uddin et , 2021. Studi oleh Lorenza et al. , . menunjukkan penurunan yang signifikan pada saham perbankan di Indonesia akibat Covid-19. Selain itu, penelitian oleh Szczygielski et al. , . menemukan dampak pandemi terhadap volatilitas harga saham produsen minyak dan gas di Amerika. Selanjutnya, riset oleh Uddin et al. , . mengungkapkan bahwa Covid-19 mempengaruhi performa perusahaan di China dengan penurunan pendapatan penjualan yang drastis. Negara-negara di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan dalam penyebaran Covid-19 dalam waktu singkat, memaksa pemerintah untuk mengambil langkah-langkah preventif seperti menutup penerbangan dari luar negeri, menerapkan masker wajib, dan kebijakan pembatasan sosial serta lockdown nasional. Menurut data dari worldometer. per 12 Maret 2022, kasus di Asia Tenggara telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berikut ini adalah angka kasus yang terjadi pada bagian asia tenggara antara lain: Tabel 1 Jumlah Kasus Covid-19 di Negara Asean Negara Kasus Pertama Kasus Omicron Pertama Brunei Darussalam 9 Maret 2020 22 Desember 2021 Angka 258 rb Indonesia 2 Maret 2020 27-Nov-21 6,68 Jt Kamboja 27 Januari 2020 14 Desember 2021 138 rb Laos 24 Maret 2020 15 Desember 2021 217 rb Malaysia 25 Januari 2020 25 Desember 2021 15 jt Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Myanmar 23 Maret 2020 28 Desember 2021 633 rb Filipina 30 Januari 2020 10 Desember 2021 4,4 Jt Singapura 23 Januari 2020 1 Desember 2021 2,17 Jt Thailand 13 Januari 2020 6 Desember 2021 4,17 Jt Vietnam 23 Januari 2020 28 Desember 2021 11, 5 Jt Sumber: Wordometer. Berdasarkan tabel 1 yang telah disajikan diatas. Indeks Harga Saham Gabungan di negaranegara ASEAN mengalami penurunan pada awal tahun 2020 saat Covid-19 mulai menyebar di kawasan tersebut. Meskipun demikian, pergerakan saham selanjutnya menunjukkan fluktuasi positif yang mencerminkan pemulihan kepercayaan pasar, meskipun terjadi variasi mutasi virus seperti Varian Delta dan Omicron yang dapat menyebabkan sentimen negatif di pasar saham. Sejak ditemukannya vaksin Covid-19 oleh beberapa negara seperti Sinovac dari China dan Moderna dari Amerika, pasar saham mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah terkena dampak awal pandemi. Investor menjadi lebih optimis terhadap prospek ekonomi yang membaik, yang tercermin dalam kenaikan indeks saham baik di tingkat domestik maupun internasional. Pandemi Covid-19 melalui beberapa fase yang berbeda, dimulai dari saat pertama kali ditemukan dengan sedikit pengetahuan tentang virus ini, yang menyebabkan kekhawatiran dan paranoia di masyarakat. Pada fase awal, video dan informasi yang tidak terverifikasi mengenai virus menyebar, menciptakan ketakutan yang meluas dan potensi untuk tindakan panik seperti panic buying dan isolasi sosial terhadap individu yang terinfeksi. Ketika virus masuk ke masing-masing negara, dampaknya semakin terasa dengan adanya berita negatif yang memperburuk persepsi publik terhadap krisis kesehatan global ini. Langkahlangkah untuk mengendalikan penyebaran termasuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pakaian pelindung, pengobatan yang efektif, dan yang terpenting, vaksinasi. Meskipun demikian, efektivitas pengobatan dan vaksinasi masih dalam tahap pengembangan, menuntut perhatian lebih terhadap rawat inap, karantina, dan tindakan keamanan lainnya untuk mencegah penyebaran lebih Kemudian, munculnya varian baru seperti Delta dan Omicron menunjukkan bahwa pandemi ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda secara cepat. Meskipun demikian, penemuan vaksin dan tingkat kesembuhan yang tinggi memberikan optimisme bahwa masyarakat dapat mengatasi pandemi ini dengan lebih baik, meskipun masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam mengelola dampak sosial dan ekonomi jangka panjang. KAJIAN PUSTAKA Pasar Modal Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, pasar modal adalah aktivitas yang melibatkan penawaran umum dan perdagangan Efek, perusahaan publik yang terkait dengan Efek yang mereka terbitkan, serta lembaga dan profesi yang terlibat dalam Efek. Kegiatan ini melibatkan jual beli Efek yang ditawarkan di bursa efek. Di Indonesia, pasar modal telah aktif selama bertahun-tahun dengan banyak perusahaan terdaftar dan masyarakat dapat berinvestasi di berbagai bursa efek yang ada (Muklis, 2. Pasar modal secara lebih spesifik merujuk pada tempat fisik yang terorganisir di mana Efek diperdagangkan, yang dikenal sebagai bursa efek. Bursa efek adalah sistem terorganisir yang memfasilitasi pertemuan antara penjual dan pembeli Efek, baik secara langsung maupun tidak langsung (Rjumohan, 2019. Ombara, 2. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Saham Saham adalah instrumen keuangan yang menunjukkan kepemilikan dalam sebuah perusahaan, memberikan hak atas dividen dan klaim terhadap aset perusahaan (Ananda et al. , 2. Menurut Bandawaty & Nurfitria . saham adalah sertifikat kepemilikan dalam perseroan terbatas atau emiten, menandakan pemilik saham sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Adapun jenis-jenis saham yang ditinjau dari segi cara peralihan yang mencakup bearer stock dan registered stock, sedangkan ditinjau dari segi hak tagih mencakup common stocks dan preferen stocks. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Aksi korporasi seperti pembagian dividen, stock split, right issue, dan lain-lain mempengaruhi pergerakan harga saham, bersama dengan faktor-faktor makroekonomi, politik, keamanan, sentimen pasar, pengaruh pasar saham secara keseluruhan, atau kejadian lain yang dianggap mempengaruhi kinerja emiten tersebut. Menurut Weston dan J. Fred . terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi harga saham seperti: laba lembar per saham, tingkat bunga, jumlah kas dividen yang diberikan, jumlah laba yang diperoleh perusahaan dan tingkat risiko serta Pergerakan harga saham di pasar modal sangat dipengaruhi oleh supplay dan demand. Semakin tinggi permintaan dari investor, harga saham akan naik. Harga saham mencerminkan transaksi terkini di pasar dan menunjukkan dinamika antara pembeli dan penjual serta siapa yang mendominasi pasar modal (Sukartaatmadja et al. , 2. Pandemi Covid 19 Pandemi adalah epidemi yang meluas di berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang (Sampath et al. , 2. Epidemi sendiri merujuk pada lonjakan tiba-tiba kasus penyakit di suatu populasi di wilayah tertentu (Reintjes, 2010. Rauf et al. , 2. Dimulai dari Wuhan. Tiongkok, virus baru ini menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan penyakit COVID-19. WHO menyatakan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020. COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menimbulkan gejala seperti demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas (Rauf et al. , 2. Kebanyakan yang terinfeksi pulih tanpa perawatan khusus, namun beberapa memerlukan bantuan medis intensif. Adapun jenis-jenis ada tiga macam yaitu: SARS, varian omicron dan varian delta (Isnawati. Pada kasus SARS. WHO telah menunjuk 11 laboratorium di berbagai negara, termasuk National Institute of Infectious Diseases (NIID)-Tokyo dan The Center for Disease Control and Prevention (CDC)-Atlanta, untuk menyelidiki virus penyebabnya (Padhi et al. , 2. Awalnya, peneliti di Cina menganggap bakteri Chlamydia sebagai penyebabnya, tetapi kemudian peneliti dari Hong Kong dan negara lain menduga ada kemungkinan Coronavirus dan Paramyxovirus. Setelah investigasi yang intensif. WHO mengonfirmasi bahwa Coronavirus adalah penyebab SARS. Pada Omicron (B. adalah varian baru dari virus COVID-19 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan (Shi et al. , 2. Varian ini lebih menular dan mempengaruhi kekebalan tubuh baik dari infeksi alami maupun vaksinasi. Saat virus masih beredar, evolusi dapat menyebabkan perubahan pada sifat virus, seperti penularan, dampak pada kekebalan tubuh, tingkat keparahan, diagnosis, dan respons terhadap obat-obatan. Pada kasus varian delta atau B. 2 disebabkan oleh mutasi virus Corona, pertama kali dilaporkan di India pada Desember 2020 (Dhawan et al. , 2. Varian ini telah menyebar ke lebih dari 74 negara, termasuk Indonesia. Varian Delta dan varian lainnya seperti Alfa. Beta. Gamma, dan Lambda berperan dalam peningkatan kasus COVID-19 di seluruh dunia (Mehrdad et al. , 2. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Kerangka Penelitian dan Hipotesis Adapun kerangka penelitian dan hipotesis disajikan sebagai berikut ini: Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Indeks Saham sebelum Covid- 19 diumumkan di Wuhan Gambar 1. Kerangka Penelitian H1: Pengumuman kasus Covid 19 pertama kali di Wuhan berpengaruh terhadap perbandingan Indeks harga saham gabungan di negara ASEAN. H2: Pengumuman kasus Covid 19 pertama kali di Negara ASEAN berpengaruh terhadap perbandingan Indeks harga saham gabungan di negara ASEAN. H3: Pengumuman kasus Omicron pertama kali di Negara ASEAN berpengaruh terhadap perbandingan Indeks harga saham gabungan di negara ASEAN. METODE PENELITIAN Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder. Penelitian menggunakan jenis studi peristiwa . vent stud. dengan menetapkan periode observasi selama 15 hari sebelum dan 15 hari setelah peristiwa. Populasi yang diteliti meliputi semua negara anggota ASEAN, sedangkan sampelnya terdiri dari enam negara ASEAN, yaitu Indonesia. Malaysia. Filipina. Singapura. Thailand, dan Vietnam, dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired sample t-test sebagai metode untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 2. Frekuensi Statistik Deskriptif Hasil Perhitungan Statistik Rata-Rata Harga Composite Index Pra Dan Pasca Pengumuman Covid-19 Di Wuhan Negara Pra Pasca Keterangan Indonesia Naik Malaysia Naik Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Singapura Naik Filipina Turun Thailand Naik Vietnam Naik Hasil Perhitungan Statistik Rata-Rata Harga Composite Index Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Pertama Di Negara ASEAN Negara Pra Pasca Keterangan Indonesia Turun Malaysia Turun Singapura Turun Filipina Turun Thailand Turun Vietnam Turun Hasil Perhitungan Statistik Rata-Rata Harga Composite Index Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Omicron Di Negara ASEAN Negara Pra Pasca Keterangan Indonesia Turun Malaysia Naik Singapura Turun Filipina Turun Thailand Naik Vietnam Naik Sumber: SPSS Output . Berdasarkan pada tabel hasil perhitungan statistik rata-rata harga composite index pra dan pasca pengumuman Covid-19 di Wuhan, terlihat bahwa Filipina memiliki nilai Composite Index tertinggi sebelum pengumuman pertama COVID-19 dari Wuhan, dengan rata-rata 7775. 77, dan setelah pengumuman tersebut turun menjadi 7708. Sementara itu. Vietnam memiliki nilai Composite Index terendah sebelum pengumuman COVID-19 pertama kali dari Wuhan, dengan ratarata 959. 87, yang naik menjadi 968. 95 setelah pengumuman tersebut. Secara keseluruhan, rata-rata indeks komposit negara-negara ASEAN cenderung meningkat selama periode ini, kecuali Filipina yang mengalami penurunan signifikan karena tingginya kasus COVID-19 di negara ini, yang berdampak pada pasar saham Filipina dengan penurunan lebih dari 30% sejak awal tahun. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Camba. Aileen L. , yang mengindikasikan bahwa COVID19 telah menyebabkan gejolak yang besar dalam indeks pasar saham Filipina. Pada tabel hasil perhitungan statistik rata-rata harga composite index pra dan pasca pengumuman kasus pertama di Negara ASEAN. Filipina memiliki Composite Index tertinggi sebelum pengumuman COVID-19 pertama di ASEAN dengan rata-rata 7708. 64 dan setelah pengumuman di Wuhan dengan rata-rata 7408. Sementara itu. Vietnam memiliki Composite Index terendah sebelum dan sesudah pengumuman dengan masing-masing rata-rata 959. 87 dan 968. Secara umum, semua indeks komposit mengalami penurunan setelah pengumuman pertama COVID19 di negara-negara ASEAN. Pada tabel hasil perhitungan statistik rata-rata harga composite index pra dan pasca pengumuman kasus omicron di Negara ASEAN. Filipina memiliki Composite Index tertinggi Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 sebelum pengumuman pertama kasus Omicron di ASEAN dengan rata-rata 7215. 09 dan setelahnya dengan rata-rata 7206. Vietnam memiliki Composite Index terendah sebelum dan sesudah pengumuman, masing-masing dengan rata-rata 1471. 46 dan 1493. Secara keseluruhan, tiga negara mengalami kenaikan rata-rata indeks komposit (Malaysia. Thailand, dan Vietna. , sementara tiga negara lainnya mengalami penurunan (Indonesia. Singapura, dan Filipin. Sektor jasa seperti pariwisata, perhotelan, properti, manufaktur, hingga ritel, terdampak negatif karena sangat bergantung pada mobilitas yang menurun akibat wabah COVID-19. Hasil Uji Normalitas Residual Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Residual Hasil Uji Normalitas Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Pertama Di Wuhan Negara Indonesia Malaysia Singapura Filipina Thailand Vietnam Pra Pasca Kesimpulan Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal Tidak Normal Normal Uji Paired sample t-test Wilcoxon rank test signed Paired sample t-test Wilcoxon rank test signed Wilcoxon rank test signed Paired sample t-test Hasil Uji Normalitas Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Pertama Di Negara ASEAN Negara Indonesia Malaysia Singapura Filipina Thailand Vietnam Pra Pasca Kesimpulan Tidak Normal Normal Normal Tidak Normal Tidak Normal Tidak Normal Uji Wilcoxon rank test signed Paired sample t-test Paired sample t-test Wilcoxon rank test signed Wilcoxon rank test signed Wilcoxon rank test signed Hasil Uji Normalitas Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Omicron di Negara ASEAN Negara Indonesia Malaysia Singapura Filipina Thailand Vietnam Pra Pasca Kesimpulan Normal Normal Tidak Normal Normal Tidak Normal Tidak Normal Uji Paired sample t-test Paired sample t-test Wilcoxon rank test signed Paired sample t-test Wilcoxon rank test signed Wilcoxon rank test signed Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji normalitas pada pra dan pasca pengumuman kasus pertama di Wuhan terdapat 3 negara yang terdistribusi normal sehingga akan dilanjutkan dengan paired sampel t-test dan terdapat 3 negara yang tidak normal sehingga akan dilanjutkan dengan Wilcoxon signed rank Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Pada hasil uji normalitas pra dan pasca pengumuman kasus pertama di Negara ASEAN terdapat 2 negara yang terdistribusi normal sehingga akan dilanjutkan dengan paired sampel t-test dan terdapat 4 negara yang tidak normal sehingga akan dilanjutkan dengan Wilcoxon signed rank Pada hasil uji normalitas pra dan pasca pengumuman kasus omicron di Negara ASEAN terdapat 3 negara yang terdistribusi normal sehingga akan dilanjutkan dengan paired sampel t-test dan terdapat 3 negara yang tidak normal sehingga akan dilanjutkan dengan Wilcoxon signed rank Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test dan wilcoxon rank sign test. Hasil dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut: Hasil Uji Hipotesis 1 Tabel 4 Hasil Uji paired sample t-test Paired Samples Test df Sig. -taile. Pair1 indoPra_wuhan - IndoPasca_wuhan Pair1 SingaPra_Wuha - SingaPasca_wuhan -4. Pair1 VietPra_Wuhan - VietPasca_Wuhan Kesimpulan Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji Tabel 4, dapat disimpulkan bahwa semua negara memiliki nilai signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Indonesia. Singapura, dan Vietnam sebelum dan setelah pengumuman pertama Covid-19 di Wuhan. Berikut ini adalah hasil uji Wilcoxon rank sign test untuk tiga negara lainnya: Tabel 5 Hasil Uji Wilcoxon Rank Sign Test Wilcoxon Rank Sign Test Asymp. Sig. -taile. MalayPasca_ Wuhan -MalayPra_wuhan ThaiPasca_Wuhan - ThaiPra_Wuhan PhilipPasca_ Wuhan -PhilipPra_Wuhan Kesimpulan Tidak Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji Tabel 5, dapat disimpulkan bahwa Malaysia dan Filipina memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga H1 ditolak dan Ho diterima. Oleh karena itu, tidak ada perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Malaysia dan Filipina sebelum dan sesudah pengumuman pertama Covid-19 di Wuhan. Namun. Thailand memiliki nilai signifikansi di bawah 0,05, sehingga H1 diterima dan Ho ditolak, menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara harga indeks komposit sebelum dan sesudah pengumuman pertama Covid-19 di Wuhan. Hasil Uji Hipotesis 2 Tabel 6 Hasil Uji paired sample t-test Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Paired Samples Test df Sig. -taile. Pair1 MalayPra_frscase-MalayPasca_frstcase 14. Pair2 SingaPra_Wuhan - SingaPasca_wuhan Kesimpulan Signifikan Signifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji pada Tabel 6, dapat disimpulkan bahwa semua negara memiliki nilai signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu. H1 diterima dan Ho ditolak, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Malaysia dan Singapura sebelum dan sesudah pengumuman pertama Covid-19 di negara-negara tersebut. Berikut ini adalah hasil uji Wilcoxon rank sign test untuk 4 negara lainnya: Tabel 7 Hasil Uji Wilcoxon Rank Sign Test Wilcoxon Rank Sign Test Asymp. Sig. -taile. IndoPasca_frstcase-IndoPra_frstcase ThaiPasca_frstcase-ThaiPra_frstcase PhilipPasca_frstcase-PhilipPra_frstcase VietPasca_frstcase-VietPra_frstcase Kesimpulan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji pada Tabel 7. Indonesia. Filipina, dan Vietnam menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara harga indeks komposit sebelum dan sesudah pengumuman pertama Covid-19 di negara-negara tersebut. Sebaliknya. Thailand memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga H1 ditolak dan Ho diterima, menandakan tidak ada perbedaan signifikan antara harga indeks komposit sebelum dan setelah pengumuman pertama Covid-19 di Thailand. Hasil Uji Hipotesis 3 Tabel 8 Hasil Uji paired sample t-test Paired Samples Test Kesimpulan df Sig. -taile. Signifikan Pair1 IndoPra_omi-IndoPasca_Omi Signifikan Pair2 MalayPra_omi-MalayPasca_Omi Pair3 PhilipPra_omi-PhilipPasca_Omi 838 TidakSignifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji pada Tabel 8, dapat disimpulkan bahwa Indonesia dan Malaysia menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu. H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Indonesia dan Malaysia sebelum dan sesudah pengumuman pertama varian Omicron di kedua negara tersebut. Sebaliknya. Filipina memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga H1 ditolak dan Ho diterima, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Filipina sebelum dan setelah Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 pengumuman varian Omicron pertama kali di negara tersebut. Berikut ini adalah hasil uji Wilcoxon rank sign test untuk 3 negara lainnya. Tabel 9 Hasil Uji Wilcoxon Rank Sign Test SingaPasca_Omi-SingaPra_Omi ThaiPasca_Omi-ThaiPra_Omi VietPasca_Omi-VietPra_Omi Wilcoxon Rank Sign Test Asymp. Sig. -taile. Kesimpulan Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Sumber: SPSS Output . Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Singapura dan Vietnam menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05. Oleh karena itu. H1 diterima dan Ho ditolak, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara harga indeks komposit di Singapura dan Vietnam sebelum dan setelah pengumuman varian Omicron pertama kali di negara tersebut. Sementara itu. Thailand menunjukkan nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga H1 ditolak dan Ho diterima, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara harga indeks komposit sebelum dan setelah pengumuman varian Omicron pertama kali di Thailand. PEMBAHASAN Perbandingan Harga Composite Index Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Covid-19 Di Wuhan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia. Singapura. Thailand, dan Vietnam mengalami perbedaan signifikan pada harga indeks komposit sebelum dan setelah pengumuman kasus COVID-19 di Wuhan. Sebaliknya. Malaysia dan Filipina tidak menunjukkan perbedaan yang Sejak pertama kali diumumkan adanya virus baru di Wuhan, pemerintah China dengan cepat mengambil tindakan dengan menerapkan lockdown ketat, melarang penduduk untuk keluar dan masuk wilayah tersebut. Kebijakan ini mempengaruhi psikologi investor sehingga kepanikan tidak terjadi di awal pandemi, terbukti dengan kenaikan rata-rata indeks komposit setelah kasus COVID-19 di Wuhan diumumkan. Investor yang khawatir berinvestasi di China mencari alternatif lain, membantu pasar modal negara ASEAN tetap stabil. Kebijakan ketat pemerintah China juga mempengaruhi durasi penyebaran COVID-19 ke negara ASEAN, umumnya memerlukan lebih dari 3 minggu untuk menyebar, sehingga kepanikan massal tidak terlalu terlihat di awal pengumuman COVID-19. Selain itu, informasi hoaks belum banyak beredar karena kebijakan tertutup pemerintah China, yang menghambat penyebaran video atau informasi terkait COVID-19. Perbandingan Harga Composite Index Pra Dan Pasca Pengumuman Kasus Covid-19 Di Negara ASEAN Hasil riset menunjukkan bahwa kecuali Thailand, semua negara ASEAN mengalami perubahan harga indeks komposit sebelum dan sesudah pengumuman kasus Covid-19. Semua nilai rata-rata indeks komposit di negara-negara ASEAN turun setelah pengumuman kasus pertama. Kekhawatiran terhadap dampak virus corona diperparah oleh berita palsu yang menyebar di media sosial dan liputan media yang berlebihan, mengakibatkan ketegangan di negara-negara ASEAN. Fenomena panic buying juga terjadi hampir di seluruh negara ASEAN untuk masker, obat-obatan, dan disinfektan yang menjadi langka di pasaran. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Pengumuman kasus Covid-19 pertama di negara-negara ASEAN memakan waktu lebih dari 3 minggu hingga lebih dari 1 bulan. Selama periode ini, berita palsu sudah menyebar luas di masyarakat mengenai dampak yang mengerikan dari virus Corona. Investor menjadi khawatir dan berhati-hati, menunggu kebijakan pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut, yang berdampak negatif pada harga saham di ASEAN. Penelitian ini sejalan dengan temuan Sutrino . yang menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memiliki dampak signifikan terhadap return indeks saham di negara-negara ASEAN dan juga sektor konsumen serta properti di bursa ASEAN. Ini disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat dan pembatasan perjalanan udara yang mengakibatkan penurunan harga saham di sektor properti. Perbandingan harga composite index Pra dan pasca Pengumuman Kasus Omicron di Negara ASEAN Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia. Malaysia. Vietnam, dan Singapura mengalami perbedaan harga indeks komposit yang signifikan sebelum dan setelah pengumuman kasus Omicron di ASEAN, sementara Thailand dan Filipina tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Omicron adalah varian mutasi dari virus Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2021. Varian ini diketahui memiliki kemampuan penyebaran yang lebih cepat dibandingkan dengan varian lainnya. Pada saat Omicron diidentifikasi, sebagian besar negara ASEAN telah menerapkan vaksinasi Covid-19 wajib untuk penduduknya. Kehadiran vaksin ini memberikan sentimen positif dan mengurangi ketakutan terhadap virus ini secara umum. Dampaknya terhadap pergerakan pasar saham menjadi tidak begitu negatif. Ini terlihat dari kenaikan rata-rata indeks saham di beberapa negara seperti Malaysia. Filipina, dan Vietnam ketika kasus Omicron pertama kali diumumkan di negaranegara tersebut. Indonesia dan Singapura menjadi negara yang paling terdampak oleh pengumuman varian Omicron, dengan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan negara lain. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Indonesia dan Singapura adalah negara pertama yang mengumumkan keberadaan varian Omicron di wilayah mereka, yang membuat investor merasa ragu-ragu dan lebih memilih untuk menunggu dan mengamati dampak varian Omicron terhadap Covid-19 serta kebijakan Negara-negara ASEAN lainnya membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk mengumumkan kasus pertama Omicron, sehingga investor yang yakin bahwa Omicron tidak akan berdampak signifikan terhadap kebijakan pemerintah, menganggap pengumuman kasus pertama ini tidak begitu negatif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan maka dapat disimpulkan pada point-point berikut Terdapat perbedaan besar dalam nilai Indeks Komposit di Indonesia. Singapura. Vietnam, dan Thailand sebelum dan setelah pengumuman kasus Covid-19 di Wuhan karena negaranegara ini awalnya tidak menganggap pengumuman tersebut sebagai ancaman serius terhadap pasar saham mereka. Di sisi lain. Malaysia dan Filipina tidak menunjukkan perbedaan dalam nilai Indeks Komposit mereka sebelum dan setelah pengumuman kasus Covid-19 di Wuhan. Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen Volume 6 Nomor 2, 2022 ISSN : 2614-2147 Terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai Indeks Komposit di Indonesia. Singapura. Vietnam. Filipina, dan Malaysia sebelum dan setelah pengumuman kasus Covid-19 di negara masing-masing. Pengumuman tersebut menyebabkan kepanikan global yang signifikan dan mengakibatkan penurunan yang drastis di pasar saham, terutama di pasar modal ASEAN. sisi lain, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai Indeks Komposit Thailand sebelum dan setelah pengumuman kasus Covid-19 di negara tersebut. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai Indeks Komposit di Indonesia. Singapura. Vietnam, dan Malaysia sebelum dan setelah pengumuman varian baru Omicron di negaranegara tersebut. Pengumuman mengenai varian baru Covid-19 ini di ASEAN tidak terlalu mempengaruhi pasar saham karena para investor sudah menganggap bahwa varian ini tidak membawa risiko signifikan bagi investasi mereka. Sementara itu, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai Indeks Komposit Thailand dan Filipina sebelum dan sesudah pengumuman Omicron di negara-negara tersebut. SARAN Adapun saran-saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Para investor perlu meningkatkan kewaspadaan mereka dalam memilih pasar investasi, terutama saat menghadapi fenomena alam seperti pandemi Covid-19 yang memiliki dampak signifikan terhadap pasar saham global. Dalam proses investasi, investor harus mampu mengantisipasi pergerakan harga saham dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah di berbagai negara. Negara-negara yang berhasil mengelola pandemi dengan baik cenderung menciptakan situasi pasar yang stabil dan kondusif lebih cepat. Bagi peneliti berikutnya, perlu melakukan analisis lebih mendalam terkait pergerakan harga saham di sektor-sektor tertentu selama pandemi. Selama periode pandemi, terjadi variasi di mana beberapa sektor mengalami kenaikan harga saham sementara sektor lain mengalami Bagi pemerintah, penting untuk meningkatkan efektivitas dalam menangani pandemi karena investor akan menilai kebijakan yang diterapkan sebelum membuat keputusan investasi. DAFTAR PUSTAKA