http://journal. id/index. php/anterior ANALISIS KEBIJAKAN EKSPLORASI KOMUDITI PERTANIAN BERBASIS LOCAL WISDOM DALAM MENDORONG PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI KABUPATEN PULANG PISAU POLICY ANALYSIS OF EXPLORATION OF AGRICULTURAL COMMODITIES BASED ON LOCAL WISDOM IN ENCOURAGING THE DEVELOPMENT OF SHARIA ECONOMY IN PULANG PISAU REGENCY Ainun Jariah. Sos. ,M. P1* Dr. Junaidi. Kom2* Dr. Ariyadi. ,M. H3* Marga Tri Nuche Wisne Firdana Bawi4* Edi Sutrisno5* *1,2,3,4,5Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Kota Palangka Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Indonesia *email: arzhilaazz6@gmail. Kata Kunci: Kebijakan Eksplorasi Komoditas Pertanian Ekonomi Keywords: Policy 1 Exploration 2 Commodity 3 Agriculture 4 Economy 5 Abstrak Pertanian merupakan salah satu sektor terpenting dalam kebutuhan dan keberlangsungan hidup sebuah negara. Kemajuan teknologi saat ini merubah arah kebijakan termasuk dalam sektor pertanian, sehingga berbasis pada teknologi dan Informasi. Tujuannya tentu untuk memberikan keefesiensian dan keefektifan dalam hasil yang didapatkan. akan tetapi dalam proses pertanian di kabupaten Pulang Pisau hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku, terbukti dengan adanya kebijakan Food Estede yang mengalami beragam kendala. oleh sebab itu, hal ini menjadi perhatian khusus apabila dikaitkan dengan keberhasilan pertanian yang berbasiskan pada kearifan lokal suku Dayak. Sehingga urgensi penelitian ini adalah terdapat beragam kendala yang terjadi dalam komoditas unggulan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau yang telah dilakukan, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam terhadap kebijakan yang diterapkan pada sektor pertanian. Sektor pertanian setiap daerah memiliki kemampuan kawasan yang berbeda. Kabupaten Pulang Pisau yang berlahan gambut dan memiliki iklim dengan bulan basah yang cukup banyak tentu juga menjadi masalah utama dalam menghadapi kebanjiran maupun kekeringan. Sehinga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Kebijakan Eksplorasi Komuditas Pertanian Berbasis Local Wisdom Dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah di Kabupaten Pulang Pisau. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif menjadi metode penelitian ini. Dalam temuan hasil penelitian tergambarkan bahwa sektor pertanian sudah memberikan dampak yang luar biasa dalam peningkatan ekonomi bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Pulang Pisau, hanya saja masih ditemukan beragam kendala diantaranya yaitu ketersediaan tata kelola irigasi masih belum sepenuhnya baik, sumber daya yang dimiliki masih minim, alih komuditas petanian, alih fungsi lahan, maupun penyerapan hasil panen belum sesuai dengan harapan yang diinginkan serta dalam pengembangan ekonomi masih dalam sistem konvensional. Abstract Agriculture is one of the most important sectors in the needs and survival of a country. Technological advances are currently changing the direction of policies, including in the agricultural sector, so that they are based on technology and information. The goal is of course to provide efficiency and effectiveness in the results obtained. However, in the agricultural process in Pulang Pisau district this is not fully applicable, as evidenced by the Food Estede policy which experiences various obstacles. Therefore, this is a special concern when it is associated with the success of agriculture based on the local wisdom of the Dayak tribe. So the urgency of this research is that there are various obstacles that occur in the leading agricultural commodities in Pulang Pisau Regency that have been carried out, so it is necessary to conduct an in-depth analysis of the policies applied to the agricultural sector. The agricultural sector in each region has different regional capabilities. Pulang Pisau Regency, which is peatland and has a climate with quite a lot of wet months, is certainly also a major problem in dealing with floods and droughts. So the purpose of this research is to find out how the Exploration Policy of Agricultural Commodities Based on Local Wisdom in Encouraging the Development of Sharia Economy in Pulang Pisau Regency. A qualitative method with a descriptive approach is the method of this research. In the findings of the research, it is illustrated that the agricultural sector has had an extraordinary impact on improving the economy for the lives of the people in Pulang Pisau Regency, but there are still various obstacles including the availability of irrigation governance is still not completely good, the resources owned are still minimal, the transfer of farming commodities, the transfer of land functions, and the absorption of crop yields are not in accordance with the desired expectations and in economic development is still in the conventional system. A2025 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Ainun Jariah. Junaidi. Ariyadi. Marga Tri Nuche Wisne Firdana Bawi dan Edi Sutrisno. Analisis Kebijakan Eksplorasi Komuditi Pertanian Berbasis Local Wisdom Dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah Di Kabupaten Pulang Pisau PENDAHULUAN Sektor pertanian Indonesia memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Pembangunan pertanian dipengaruhi oleh dua aktor utama. Petani atau produsen, juga dikenal sebagai pelaku usaha pertanian, dan pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa usaha pertanian terus beroperasi (Rusanti. Sofyan, and Syarifuddin 2. Sektor pertanian masih merupakan bagian penting dari masyarakat dan perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi 12,9% terdapat PDB pada tahun 2022, sektor ini merupakan bagian ketiga terbesar dari PDB setelah industri dan pertambangan. Salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran pembangunan pertanian adalah dengan mengembangkan komoditas unggulan yang berbasis Kawasan (Setiyanto 2. Ekonomi daerah terdiri dari dua bagian utama: sektor unggulan dan non unggulan. Sektor unggulan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dan menjadi fokus perekonomian daerah (Husnaa. Masyhuri, & Hadidarwanto, 2. Sektor non unggulan, di sisi lain, kurang potensial tetapi masih membantu sektor unggulan (Husnaa. Masyhuri, & Hadidarwanto, 2. (Fauzia. Adyatma, and Arisanty 2. Selain itu, munculnya peringatan tentang peringatan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengenai krisis pangan dunia akibat adanya Covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan karantina, mengharuskan pemerintah unntuk mengambil tindakan segera dalam menangani kamungkinan-kemungkinan yang terjadi (Anon n. Seiring berjalannya waktu, pertanian tradisional berkembang menjadi bentuk yang benar-benar berbeda, yang membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia berkat kedekatan dan kerja sama antarmanusia. Satu hal yang dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat adalah pembangunan pertanian di pedesaan (Sharma et al. (Jonni et al. Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan dan kemakmuran populasi global yang terus meningkat, kebutuhan pangan terus meningkat (Anon n. Selain itu dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran mengenai potensi dampak finansialisasi komoditas pertanian terhadap ketahanan pangan semakin meningkat (Anon n. Sehingga pemerintah kemudian membuat beragam kebijakan salah satunya adalah pertanian modern berupa kebijakan food estate (Astika 2. (Mauboy 2. Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu daerah yang ada di provinsi Kalimantan Tengah dan dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi proyek lumbung pangan nasional atau biasa dikenal dengan Food Estate. Dalam menyambut proyek tersebut, masyarakat setempat membentuk sebuah kelompok tani. Proyek nasional di Kabupaten Pulang Pisau ini memiliki luas lahan sebesar 10. 000 Ha lahan intensifikasi dan 16. 000 Ha lahan ekstensifikasi (Anon n. Proyek nasional ini diharapkan mampu mengatasi masalah kekurangan pangan yang ada di Indonesia. Namun, proyek nasional ini tidak berjalan dengan baik, terdapat beberapa permasalahan yang ada dilapangan seperti bibit tanam yang sudah berkutu dan lahan sawahnya yang terendam banjir meskipun pada tahun 2020 pemerintah memberikan pupuk, kapur, dan bibit secara gratis. Hal ini sejalan dengan Peraturan Bupati Kabupaten Pulang Pisau Nomor 15 tahun 2021 tentang Peraturan Bupati (PERBUP) tentang Koordinasi Bersama dalam Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau(Anon n. , bahwa dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mendukung Program Strategis Nasional dalam tahun 2020-2024 di bidang ketahanan pangan. bahwa untuk Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional Food Estate dan pengembangan pangan dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan petemakan di suatu kawasan dengan melibatkan lintas sektor yang menyelaraskan kompilasi data dan program kegiatan Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional Food Estate yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusa. Sinkronisasi dan/ atau penyelarasaan antara data dan program kegiatan Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional Food Estate yang terintegrasi. dan penyusunan Action Plan yaitu rencana aksi, rekomendasi, permasalahan dan metode penyelesaian, termasuk penyediaan alokasi anggaran dan jangka waktu pelaksanaan. Kebijakan ini juga didukung dengan ragam kebijakan lainnya yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemeritahan Daerah. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Pertanian. Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18/PERMENTAN/RC. 040/4/2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Ber basis Korporasi Petani. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republlik Indonesia Nomor P. 24/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/10/2020 tentang Penyediaan Kawasan Hutan Untuk Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional Food Estate. Peraturan Daerah Pulang Pisau Nomor 1 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019 - 2039. (Anon n. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kalimantan Tengah nomor 17/03/26/Th. XVi, 1 Maret 2024 potensi penurunan produksi padi yang cukup besar pada subround januari- April 2024 dibandingkan subround yang sama pada tahun 2023 terjadi di Kabupaten Pulang Pisau. Kotawaringin Timur, dan Seruyan. Hal ini terjadi dikarenakan faktor iklim yang tidak menentu sehingga mempengaruhi produksi padi di daerah tersebut. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Schmid dan Ferguson berdasarkan klasifikasi iklim, wilayah Provinsi Kalimantan Tengah termasuk tipe iklim A dimana tergolong tipe iklim yang sangat basah, hal ini ditandai dengan adanya jumlah bulan basah lebih banyak dari pada bulan Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 28 Ae 37 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 kering dan pola penyebaran curah hujan hampir merata pada semua wilayah termasuk di Kabupaten Pulang Pisau (Iuga. Mudakkar, and Dragolea 2. Dari kondisi tersebut, mengingatkan cara tradisonal dalam pertanian Suku Dayak yang salah satunya diterapkan di Kabupaten Pulang Pisau yaitu Manugal yang biasanya menghasilkan panen pertanian yang baik dan jarang terjadi kegagalan akibat iklim (R. and Kulkarni 2. Manugal merupakan tradisi menanam padi yang biasa dilakukan oleh para petani tradisional suku Dayak. Meski sama-sama menanam padi, proses manugal ini berbeda dengan menanam padi di sawah pada umumnya apalagi dengan proses menanam dengan cara modern (Woode. Idun, and Kawor 2. Dalam proses bertaninya, laki laki menugal . embuat lubang dengan kayu yang ditancapkan ke tana. dan perempuan memasukkan benih padi ke lubang tugal dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, dengan jumlah benih 5 hingga 7. Lubang tugal tidak ditutup, tetapi dibiarkan terbuka (Wilmsen et al. Namun, seiring berjalannya waktu, lubang itu sendiri akan tertutup. Proses ini biasanya dimulai pada sekitar bulan Juli sampai dengan bulan November, dan penanaman bibit padi dilakukan setelah beberapa tindakan, seperti meneweng . enebang pohon dan rerumputan di sekitar area yang akan digunakan untuk menanam pad. dan manyeha . embakar batang pohon dan rerumputan yang sudah ditebas kemudian menyiapkan lahan yang sudah dibaka. Terkadang, para petani juga harus mangakal . embersihkan ladan. , yaitu mengolah tanah untuk menanam padi. Urgensi dari penelitian ini yaitu dengan kegagalan pertanian ini perlu dilihat pada beragam aspek mengingat pentingnya peran pertanian dalam menunjang perekonomian masyarakat dan keberlangsungan hidup bernegara. Permasalahan penelitian ini memberikan pemaham cakrawala tentang salah satu gagasan atau ide baru dalam memahami permasalahan sosial yang sedang dihadapi saat ini melalui pendekatan local wisdom yang sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau serta pada aspek ekonomi syariah yang jarang tersentuh. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu Bagaimana kebijakan Eksplorasi Komoditas Unggulan Pertanian di Kabupaten Pulang Pisau?. Apa saja kebijakan yang diterapkan untuk menyesuaikan dengan local wisdom untuk peningkatan ekonomi berbasis syariah di Kabupten Pulang Pisau? Dengan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam kebijakan dalam eksplorasi komoditas unggulan pertanian berbasis local wisdom dalam mendorong perkembangan perekonomian khusunya pada perekonomian syariah di Kabupaten Pulang Pisau. Tabel I. State of The Art dan Kebaruan Judul Penelitian Implementasi Konsep Ekonomi Islam pada Sektor Pertanian berbasis Kearifan Lokal Tantangan Pembiayaan di Perbankan Syariah Identifkasi Pertanian unggulan di kabupaten Lima Puluh kota Prediction of Agricultural Commodity Prices using Big Data Framework Penulis Tahun Ega Rusanti A. Syathir Sofyan Syarifuddin Rizqha Sepriyanti Burano. Yulita. Muhamad Reza Humaira Rana Hasil Penelitian Hasil yang didapatkan oleh penulis adalah terdapat kesamaan konsep antara adat maro/paro, teseng dan mawah dengan akad mukhabarah dan muzaraAoah hal ini dapat dilihat dari pihakpihak yang terkait dimana ada petani selaku pengelola dan pemilik tanah. Pada akad muzaraAoah pemilk tanah akan memberikan benih dan biaya produksi akan ditanggung bersama, sementara pada akad mukhabarah hanya petani yang akan bertanggungjawab terhadap seluruh biaya mulai dari masa tanam hingga panen. Berdasarkan perhitungan LQ dan Shif Share komodit yang memilik keunggulan kompetitif yaitu komoditas Cabai Besar. Jeruk Siam. Kacang Panjang. Manggis. Sirsak. Terung. Enau. Gambir dan pinang. Dikatakan memiliki keunggulan kompetitif karena komodt tersebut dalam perhitungan LQ merupakan komoditas Basis dan dalam perhitungan Shif Share memiliki daya siang yang baik, pertumbuhan cepat dan maju. Masyarakat di kabupaten lima puluh kota yang banyak dibudidayakan adalah komoditas Padi Sawah sedangkan komoditas Padi Sawah Tidak Termasuk Kedalam Komditas Unggulan, yang masuk kedalam komoditas unggulan yaitu komoditas Gambir. Model ARIMA, meskipun banyak digunakan untuk analisis deret waktu, gagal menangkap pola nonlinier yang ada dalam data, sehingga mengarah pada eksplorasi pendekatan alternatif. Model Random Forest menunjukkan perbaikan dengan berhasil menangkap pola nonlinier, namun masih gagal mencapai hasil yang akurat. Namun, model LSTM muncul sebagai model yang menonjol, mereplikasi data pengujian dengan sempurna dan menunjukkan kemampuannya untuk menangkap data temporal yang kompleks. Bermula dari tahapan kebijakan berkonsep ekonomi islam pada sektor pertanian Ega Rusanti dkk. 2023 dalam temuannya menjelaskan pengelolaan antara pemilik lahan dan petani di dukung dengan pendapat lainnya yaitu Humaira Rana 2024. Namun, model LSTM muncul sebagai model yang menonjol, mereplikasi data pengujian. Sehingga pada penelitian ini terlihat kebaharuan yang ditelaah yaitu menawarkan pemecahan masalah dalam konteks kebijakan eksplorasi komoditas produk unggulan pertanian berbasis local wisdom untuk mendorong perekonomian masyarakat yaitu dengan melakukan pendekatan terintegrasi local wisdom, partisipatif serta holistik, penerapan teknologi serta adanya inovasi terbaru dalam pertanian, fokus terhadap keberlanjutan, kolaborasi dan peningkatan mitra kerjasama, dan peningkatan akses pasar. METODOLOGI Metode penelitan yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (Jariah. Laksminarti, and Yusuf 2. Dimana dalam penelitian ini dilakukan pencarian data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang memberikan deskripsi dan cenderung menganalisis (Jariah et al. Adapun alur penelitian ini adalah melakukan persiapan riset, studi lapangan dan studi literatur, pengumpulan data dan FGD, analisis kebijakan eksplorasi komoditas unggulan pertanian, mendesain pengelolaan kebijakan dalam peningkatan perekonomian komoditas, analisis hasil, dan penarikan kesimpulan serta penyusunan laporan. Ainun Jariah. Junaidi. Ariyadi. Marga Tri Nuche Wisne Firdana Bawi dan Edi Sutrisno. Analisis Kebijakan Eksplorasi Komuditi Pertanian Berbasis Local Wisdom Dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah Di Kabupaten Pulang Pisau Gambar 1. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Sustainable Development Goals (SDG. menyiratkan hubungan langsung antara keanekaragaman hayati dan kesejahteraan Salah satu sumber kontribusi besar dalam meningkatkan perekonomian suatu wilayah adalah melalui sektor Menurut Rini dan Khoirudin . yang mengutip pendapatnya Widodo yang menyatakan sektor unggulan merupakan sektor yang memberikan pertumbuhan peningkatan pada sektor lainnya. Sehingga sektor unggulan sangat berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah yang tentunya juga akan memberikan peningkatan terhadap sektor Salah satu daya dukung dalam mencapai sebuah keberhasilan program kerja adalah adanya keterlibatan kearifan lokal untuk dapat menyesuaiakan keadaan dan kebutuhan yang dihadapi dalam mencapai tujuan dari program tersebut. Yang mana Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Secara etimologi, kearifan lokal . ocal wisdo. terdiri dari dua kata, yakni kearifan . dan lokal . Sebutan lain untuk kearifan lokal diantaranya adalah kebijakan setempat . ocal wisdo. , pengetahuan setempat . ocal knowledg. dan kecerdasan setempat . ocal geniou. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kearifan berarti kebijaksanaan, kecendekiaan sebagai sesuatu yang dibutuhkan dalam berinteraksi. Kata lokal, yang berarti tempat atau pada suatu tempat atau pada suatu tempat tumbuh, terdapat, hidup sesuatu yang mungkin berbeda dengan tempat lain atau terdapat di suatu tempat yang bernilai yang mungkin berlaku setempat atau mungkin juga berlaku universal (Njatrijani 2. Manugal merupakan salah satu tradisi yang sampai dengan saat ini masih dijalankan di Kalimantan Tengah. Manugal merupakan tradisi menanam padi yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak terutama dipesisir sungai oleh petani Dengan luas wilayah mencapai 153. 564 KmA menjadikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai provinsi terluas kedua di Indonesia setelah Provinsi Papua (Anon n. Luasan wilayah yang dimiliki ini menjadi sebuah sumber potensial bagi daerah untuk mencapai tujuannya dalam pelaksanaan otonomi daerah (Sri Soemantri Martosoewignjo 2. (Sri Soemantri Martosoewignjo 2. Adapun salah satu dari pemanfaatan kawasan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang juga di terapkan pada salah satu kabupatennya yaitu Kabupaten Pulang Pisau yaitu digunakan untuk sektor pertanian. Dimana pada tahun 2023 tercatat 22. 522 Ha untuk total luasan panen padi di Kabupaten Pulang Pisau, angka ini menunjukan bahwa kabupaten ini merupakan kabupaten dengan nomor urut ke 2 . sebagai kontributor produksi padi sebesar 25,12% setelah Kabupaten Kapuas bagi Provinsi Kalimantan Tengah (Pisau n. ) (Anon n. Namun angka keberhasilan tersebut juga masih belum mencapai apa yang diharapkan oleh para petani, dimana petani menyampaikan pada proses Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau. Pemerintah Desa Tahai Baru, organisasi yang berkaitan, dan Kelompok Petani di kabupaten Pulang Pisau, dimana disampaikan bahwa hasil pertanian pangan berupa padi khususnya di Desa Tahai Baru baru mencapai 6 ton saja untuk padi IP 100 dan IP 200. Sehingga pemerintah mulai mengembangkan untuk varietas IP 300. Terlepas dari hal tersebut, juga ada beberapa kelompok tani yang masih menggunakan varietas lokal dengan berbagai hal yang melatarbelakangi seperti pemahaman teknik sesuai ajaran turun temurun, kawasan dekat pinggiran sungai yang berpotensi banjir sehingga lebih kuat ketahanannya menggunakan bibit lokal, serta kebutuhan masyarakat akan beras jenis lokal. Komuditas pertanian yang dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau diantaranya yaitu tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan yang dapat dilihat pada data berikut ini. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 28 Ae 37 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Tabel II. Tanaman Pangan: Luas Panen. Produktivitas, dan Produksi Padi di Kabupaten Pulang Pisau, 2021-2023 Gambar 2. Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Pulang Pisau . , 2023 Berikut akan digambarkan luasan panen tanaman sayuran yang dihasilkan di Kabupaten Pulang Pisau menurut kecamatan pada tahun 2022 dan 2023. Tabel i. Luas Panen Tanaman Sayuran Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Pulang Pisau, 2022 dan Ainun Jariah. Junaidi. Ariyadi. Marga Tri Nuche Wisne Firdana Bawi dan Edi Sutrisno. Analisis Kebijakan Eksplorasi Komuditi Pertanian Berbasis Local Wisdom Dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah Di Kabupaten Pulang Pisau Gambar 3. Pengembangan Kawasan Buah Komoditas Kelengkeng Varitas Keteki Desa Sidodadi seluas 100 Ha. Buah Komoditas Durian varietas Bawor dan Pisang Kepok Varitas Kepok Tanjung Tanpa Jantung dan Varitas Ada Jantung Desa Sidodadi seluas kurang lebih 70 Ha Pada dasarnya pertanian di Kabupaten Pulang Pisau menjadi sektor andalan dalam menyokong perekonomian masyarakat setempat, khususnya para petani. Akan tetapi dalam hilirisasi yang belum menemukan tempat sehingga membuat para petani belum mencapai kesejahteraan secara penuh. Oleh sebab itu, masalah hilirisasi perlu menjadi perhatian khusus. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 28 Ae 37 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 mengingat selama ini hasil dari pertanian masih sebagian besar diberikan kepada tengkulak, sehingga juga berpengaruh pada penghasilan dan peningkatan ekonomi para petani. Dari hasil ulasan yang telah dirilis oleh BPS melalui Kabupaten Pulang Pisau dalam Angka Tahun 2023 menunjukan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pulang Pisau meningkat setiap tahunnya. Hal ini terutama terdapat kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian. Dimana pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 36,18 persen, dan sisanya ditempati oleh sektor konstruksi dan sektor perdagangan. Hal ini memposisikan Kabupaten Pulang Pisau berada di urutan ke 8 dari Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Tengah dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,84%. Berbagai produk hasil pertanian merupakan sumber nabati dan hewani yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat untuk Besarnya permintaan pasar dan masih rendahnya produksi dan produktivitas hasil pertanian menyebabkan beberapa jenis produk pertanian dan sangat diminati oleh masyarakat, sehingga hal ini menjadi peluang untuk Dalam melihat peluang yang menjadi penyokong dalam pengembangan ekonomi di kabupaten Pulang Pisau teutama bagi para petani yaitu tersediannya perbankan dan koperasi. Dimana pada tahun 2023 tercatat koperasi aktif berdasarkan data BPS Kabupaten Pulang Pisau yaitu sebanyak 181 dengan jumlah anggota perempuan sebanyak 1. 402 orang dan laki-laki Data ini bersumber dari data statistik perbankan (Bank Indonesi. , yang mana pada kantor bank terdiri dari Kantor Cabang (KC). Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan kantor di bawah KCP. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa tidak hanya bank yang menjadi faktor pendukung, adanya koperasi juga menjadi salah satu daya dukung dalam pendanaan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau ini. Seperti yang kita ketahui bahwa koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Berikut jumlah koperasi aktif di kabupaten Pulang Pisau dari tahun 2020 sampai dengan 2023 menurut kecamatan. Tabel IV. Jumlah Koperasi Aktif Menurut Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau, 2020Ae2023 Tabel V. Jumlah Koperasi Menurut Jenis Koperasi dan Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau, 2023 Berkaca pada temuan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa dalam pencapaian target peningkatan perekonomian masyarakat di Kasbupaten Pulang Pisau khususnya masih dititik beratkan pada sistem konvensional dengan mengandalkan bank dan koperasi yang berbasis konvensional. Sehingga perlu juga kiranya agar adanya strategi baru pada sistem keuangan yang digunakan oleh para petani. Ainun Jariah. Junaidi. Ariyadi. Marga Tri Nuche Wisne Firdana Bawi dan Edi Sutrisno. Analisis Kebijakan Eksplorasi Komuditi Pertanian Berbasis Local Wisdom Dalam Mendorong Perkembangan Ekonomi Syariah Di Kabupaten Pulang Pisau Konsep ekonomi syariah juga perlu menjadi salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan dalam pertumbuhan perekonomian yang dijalankan. Dimana hal ini dapat meminimalisir suku bunga yang menjadi beban kepada petani yang melakukan pinjaman, dimana dalam bank syariah menggunakan prinsip jual beli dan bagi hasil (Anon n. Meski demikian dengan tersedianya infrastruktur jalan serta sarana dan prasarana yang mulai dibenahi sesuai dengan target peningkatan produksi, namun masih ditemukan sejumlah kendala dimana diantaranya yaitu dalam pengembangan pertanian berbasis local wisdom pada komuditas pertanian di Kabupaten Pulang Pisau dimana diantaranya yaitu 1. Budidaya pertanian di lahan rawa sangat bergantung sepenuhnya pada sistem tata kelola air irigasi. Mengingat kondisi geografis yang ada di Kabupaten Pulang Pisau cukup beragam, sehingga memberikan pengaruh yang cukup signifikan untuk sistem perairan di beberapa kawasan pertanian, seperti sistem pasang surut yang telah dilakukan. Hanya saja masih diperlukan perbaikan infrastruktur irigasi berupa normalisasi saluran sekunder, tersier, kwarter serta perbaikan/pembuatan pintu air. (Priyatmoko 2. Gambar 4. Model Irigasi Pasang Surut Keterbatasan Sumber Daya Salah satu kunci keberhasilan sebuah kebijakan yakni mencakup sumber daya manusia, anggaran, fasilitas, informasi dan kewenangan(Anon n. Keterbatasan SDM/Petani penggarap dalam pertanian di Kabupaten Pulang Pisau membuat pencapaian target untuk peningkatan produktivitas cukup terhambat, terutama untuk komuditas unggulan berupa padi IP 3. Selian petani yang menjadi sumber daya manusia juga diantaranya yaitu petugas PPL dan POPT juga memiliki keterbatasan yang berpengaruh terhadap aktifitas budidaya tanam dalam upaya pendampingan terhadap petani. Ditambah lagi kelembagaan korporasi petani yang ada juga belum sepenuhnya terbentuk. Pada sisi lainnya, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung masih belum memadai dimana diantaranya ketersediaan alsintan yang belum dimiliki petani secara pribadi, sehingga para petani masih menggunakan jasa sewa Alsintan merupakan akronim dari Alat dan Mesin Pertanian yang diciptakan untuk memberikan efesiensi dan efektivitas dalam kegiatanusaha tani yang diantaranya yaitu dari segi waktu, sumber daya, serta peningkatan hasil prodiksi yang dihasilkan (Anon n. Gambar 5. Alat dan Mesin Pertanian (Alsinta. Hal yang juga tidak kalah krusial yaitu ketersediaan gudang untuk memproduksi gabah hingga menjadi produk berupa beras yang telah di kemas dengan merk dagang para kelompok tani. Begitupun untuk komuditas lainnya baik holtikultural maupun perkebunanan belum ada, sampai dengan saat penelitian masih dalam proses pembangunan. Anterior Jurnal. Volume 24 Issue I. Januari 2025. Page 28 Ae 37 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Ketersediaan Gudang pertanian menjadi salah satu target pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, hanya saja sampai dengan saat ini kapasitas gudang produksi yang dimiliki belum memenuhi kriteria dan kapasitas yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, percepatan pada proses Pembangunan Gudang ini menjadi sangat penting untuk mendukung keberhasilan peningkatan ekonomi mayarakat terutama melalui komuditas pertanian yang menjadi unggulan di Kabupaten Pulang Pisau. Seperti yang kita pahami bersama begitu pentingnya peran gudang pertanian ini, selain sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian juga menjadi tempat untuk memproses hasil pertanian (Anon n. Alih komoditas Terjadinya alih komuditas seiring perkembangan yang terjadi di lapangan, kini para petani yang berorientasi pada tanaman padi beralih ke komuditas perkebunan berupa tanaman sawit, serta migrasi sektoral . erpindahnya mata pencaharia. Alih fungsi lahan Dalam perkembangannya, setelah masuk infrastruktur jalan dan jaringan listrik, maka terjadi pertambahan penduduk, sehingga beberapa wilayah sentra pertanian beralih fungsi sebagai kawasan permukiman. Kesiapan off taker/hilirisasi program Hal yang paling penting dari seluru kebijakan agar berjalan sempurna ialah adanya hilirisasi dari output yang dihasilkan dari sebuah program untuk mewujudkan keberhasilan dari kebijakan tersebut. Dimana pada pertanian, hilirisasi ini masih menjadi kendala yang cukup besar, sehingga menguntungkan bagi segelintir orang seperti tengkulak. Hal ini dikarenakan dalam penyerapan hasil panen belum sepenuhnya maksimal. KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian di atas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Salah satu ketahanan ekonomi adalah melalui sektor pertanian. Dengan potensi luasan wilayah yang cukup mumpuni di Kalimantan Tengah yang salah satunya Kabupaten Pulang Pisau dapat dijadikan kawasan pengembangan pangan . ood estat. Dalam pertanian yang dilakukan terdapat berbagai komuditas unggulan diantaranya yaitu tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, pemerintah telah memberikan support dengan berbagai progam salah satunya yaitu program yang telah menasional . ood estat. Kemudian juga didukung dengan infrastruktur jalan, irigasi, sarana dan prasarana pertanian. Namun, disisi lain masih ditemukan berbagai kendala diantaranya yaitu tata kelola irigasi menjadi landasan utama dalam pertanian karena kawasannya berupa rawa, keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian terutama alsintan. Juga terdapat alih komoditas yang dilakukan petani. Disamping itu, terjadi alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman, jalan dan lain Serta hal yang sangat krusial adalah hilirisasi hasil program yang belum terpenuhi dan bentuk sumber dan pengelolaan keuangan masih bersifat konvensional. Sehingga disarankan pemerintah agar dapat memfasilitasi untuk optinalisasi penanfaatan lahan dan irigasi, peningkatan infrastruktur, penanganan alih fungsi lahan pertanian secara terpadu membangun sinergitas dalam pemasaran sebagai hilirisasi hasil produksi perkebunanan serta membangun sistem keuangan berbasis syariah. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjalankan penelitian ini, melalui skema Hibah Pendanaan tahun 2024 untuk Penelitian Dosen Pemula. Serta juga kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau. Pemerintah Desa Belanti Siam dan Pemerintah Desa Tahai Baru, seluruh Kelompok Tani dan Masyarakat Pulang Pisau, serta Cititas Akademika Universitas Muhammadiyah Palangkaraya yang telah mendukung kegiatan penelitian ini. REFERENSI