Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal Hubungan Umur. Paritas dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Relationship of Age. Parity and Compliance with Blood-Adding Tablet Consumption with the Incidence of Anemia in Pregnant Women at Batunadua Health Center. Padangsidimpuan City in 2021 Delfi Ramadhini1. Sri Sartika Sari Dewi2 Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan ABSTRAK Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan kekurangan darah . World Health Organization . prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8%. Penyebab terjadinya anemia kehamilan diantaranya umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas batunadua kota padangsidimpuan tahun 2021. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan sebanyak 229 orang dan jumlah sampel sebanyak 70 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan umur . =0,. , paritas . =0,. dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah . =0,. dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan diperoleh bahwa umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ada hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran diharapkan pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan dapat memperhatikan umur dan jumlah telah melahirkan anak apabila merencanakan kehamilan, apabila ibu telah hamil maka harus rutin memeriksakan kehamilannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat dan patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah sehingga dapat terhindar dari kejadian anemia. Kata Kunci: umur, paritas, kepatuhan, tablet tambah darah, kejadian anemia ABSTRAC Malnutrition in pregnant women can cause blood deficiency . World Health Organization . The prevalence of anemia in pregnant women is 41. The causes of anemia in pregnancy include age, parity and compliance with the consumption of bloodadded tablets. The purpose of this study was to determine the relationship between age, parity and adherence to blood-added tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women at Batunadua Public Health Center. Padangsidimpuan City in 2021. This type of research is a quantitative study with a cross sectional study approach. The population in this study were all pregnant women at Batunadua Public Health Center. Padangsidimpuan City as many as 229 people and the number of samples was 70 people with the sampling technique using simple random sampling. The analysis used is the Chi Square test. The results of this study indicate that there is a relationship between age . = . , parity . = 0. and adherence to consumption of blood-added tablets . = Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal . with the incidence of anemia in pregnant women. The conclusion is that age, parity and adherence to the consumption of blood-added tablets have a relationship with the incidence of anemia in pregnant women. Suggestions are expected that pregnant women at Batunadua Public Health Center. Padangsidimpuan City can pay attention to the age and number of children who have given birth when planning a pregnancy, if the mother is pregnant, she must routinely check her pregnancy at the nearest health service and obey in consuming blood-added tablets so that anemia can be avoided. Keywords: age, parity, compliance, blood supplement tablets, incidence of anemia PENDAHULUAN Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal (Fahmi. Sianipar. I, 2. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan kekurangan darah . Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi kondisi kesehatan manusia serta pembangunan sosial dan ekonomi baik di negara berkembang maupun negara maju (Purba. Nurazizah, 2. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2019, diperkirakan kematian ibu sebesar 303. 000 jiwa atau sekitar 216/100. 000 kelahiran hidup di seluruh Secara global prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8%. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi zat besi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Afrika sebesar 57,1%. Asia 48,2%. Eropa 25,1% dan Amerika 24,1%. Seseorang disebut menderita anemia bila kadar Hemoglobin (H. di bawah 11 g% pada trimester I dan i atau kadar <10,5 g% trimester II (WHO, 2. Prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia tahun 2019 sebesar 48,9% dan angka ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2013 sebesar 37,1%. Anemia dalam kehamilan yang paling sering terjadi di Indonesia disebabkan oleh defisensi zat besi sebanyak 62,3% yang dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, inersia uteri, partus lama, atonia uteri dan menyebabkan perdarahan serta Dampak yang dapat disebabkan anemia defisiensi besi pada ibu hamil adalah 12% 28% angka kematian janin, 30% kematian perinatal dan 7% - 10% angka kematian neonatal (Kemenkes RI, 2. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Rikesda. yang di keluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Baritbanke. Kemenkes RI Tahun 2018 menyatakan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Di kabupaten/kota Sumatera Utara yaitu kota Medan diketahui ibu hamil mengalami anemia sebanyak 40,5% (Dinkes Provsu. Dampak langsung anemia ibu hamil saat ibu bersalin adalah terjadinya perdarahan sebesar 17,24%. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian khusus untuk dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak. Meskipun pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil dengan memberikan 90 tablet Fe . at bes. kepada ibu hamil selama periode kehamilan, namun kejadian anemia masih tinggi (Purba. Nurazizah, 2. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya gravida, umur, paritas, tingkat pendidikan, status ekonomi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, pola makan dan aktivitas fisik. Umur ibu yang ideal dalam kehamilan yaitu pada kelompok umur 20-35 tahun dan pada umur tersebut kurang beresiko komplikasi kehamilan serta Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal memiliki reproduksi yang sehat. Hal ini terkait dengan kondisi biologis dan psikologis dari ibu hamil. Sebaliknya pada kelompok umur < 20 tahun beresiko anemia sebab pada kelompok umur tersebut perkembangan biologis yaitu reproduksi belum optimal. Selain itu, kehamilan pada kelompok usia diatas 35 tahun merupakan kehamilan yang beresiko Wanita hamil dengan umur diatas 35 tahun juga akan rentan anemia. Hal ini menyebabkan daya tahun tubuh mulai menurun dan mudah terkena berbagai infeksi selama masa kehamilan (Wahyuni, 2. Penelitian Akhirin, et al. , . menunjukkan bahwa ada hubungan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat tahun 2021. Pada penelitian didapatkan ibu dengan umur berisiko sebesar 18,2 % mengalami anemia. Paritas ibu merupakan frekuensi ibu pernah melahirkan anak hidup atau mati, tetapi bukan aborsi, semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan maka semakin banyak kehilangan zat besi dan semakin menjadi anemia (Wahyu, 2. Penelitian Adawiyah, et al. , . mengemukakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Ibu hamil dengan paritas multipara sebesar 1,7% mengalami anemia Pemerintah sudah melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil dengan memberikan 90 tablet Fe . at bes. kepada ibu hamil selama periode kehamilan. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe Pada penelitian Awalamaroh, at al. , . mengemukaan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Dimana sebayak 72,2% ibu hamil yang mengalami anemia tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. Data Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan menunjukkan kejadian anemia pada ibu hamil tahun 2019 sebesar 27,87% dan pada tahun 2020 kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 15,54%. Data ibu hamil di Puskesmas Batunadua bulan Januari sampai Juli tahun 2021 sebanyak 229 orang, yang mengalami anemia sebanyak 38 orang. Berdasarkan survey pendahuluan yang peneliti lakukan di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan dengan melihat status rekam medik dan wawancara langsung sebanyak 10 orang ibu hamil, bahwa 7 orang ibu hamil mengalami anemia yang terdiri dari sebanyak 6 orang mengalami anemia ringan . adar hemoglobin antara 8-11 gr%) dan sebanyak 1 orang ibu mengalami anemia sedang . adar hemoglobin 7,8 gr%). Alasan ibu hamil yang mengalami anemia disebabkan pola makannya tidak teratur dan menu makanan yang disajikan pun seadanya. Hal ini karena keadaan ekonomi yang kurang memadai sedangkan harga keperluan semua mahal, tablet Fe pun dikonsumsi tidak teratur dan ibu hamil memeriksakan kehamilanya hanya karena ada keluhan saja seperti pusing, mual, bukan berdasarkan jadwal Antenatal Care (ANC). Dari uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti hubungan umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. METODE PENELITIAN Jenis penelitian adalah kuantitatif yang bertujuan bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan tahun 2021. Desain penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan sebanyak 229 orang bulan Januari 2021 sampai Juli Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, di mana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 70 orang. Alat pengumpul data berupa lembar kuesioner. Data diolah menggunakan uji chi-squre. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Umur. Paritas. Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Variabel Persentasi Umur Berisiko Tidak Berisiko Paritas Primipara Multipara Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Tidak Patuh Patuh Kejadian Anemia Anemia Tidak anemia Total Berdasarkan tabel 1 di atas diketahui bahwa distribusi frekuensi umur ibu mayoritas berisiko sebanyak 52,9%, sedangkan minoritas tidak berisiko sebanyak 47,1%. Distribusi frekuensi paritas ibu mayoritas primipara sebanyak 61,4%, sedangkan minoritas multipara sebanyak 38,6%. Distribusi frekuensi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu mayoritas tidak patuh sebanyak 58,6%, sedangkan minoritas patuh sebanyak 41,4%. Distribusi frekuensi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu mayoritas tidak patuh sebanyak 58,6%, sedangkan minoritas patuh sebanyak 41,4%. Distribusi frekuensi kejadian anemia ibu mayoritas anemia sebanyak 55,7%, sedangkan minoritas tidak anemia sebanyak 44,%. Tabel 2. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan dengan Menggunakan Media leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penderita Hipertensi Umur Berisiko Tidak Kejadian Anemia Tidak Anemia Anemia 33 47,1% 4 5,7% 52,9% 73,7% 8,6% 38,6% Total Nilai 0, 001 Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal Total 55,7% 44,3% 100,0% Berdasarkan tabel 2 di atas didapatkan hasil mayoritas responden mengalami anemia dan umur berisiko sebanyak 47,1%, sedangkan minoritas responden tidak anemia dan umur berisiko sebanyak 5,7%. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji chisquare didapatkan p=0,001 (< 0,. , maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. Tabel 3. Hubungan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Kejadian Anemia Tidak Anemia Anemia 42,9% 18,6% 61,4% 12,9% 25,7% 38,6% 55,7% 44,3% 100,0% Paritas Primipar Multipar Total Nilai Total 0, 006 Berdasarkan tabel 3 di atas didapatkan hasil mayoritas responden mengalami anemia dan paritas primipara sebanyak 42,9%, sedangkan minoritas responden mengalami anemia dan paritas multipara sebanyak 12,9%. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan p=0,006 (< 0,. , maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. Tabel 4. Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Kepatuhan Konsumsi TTD Tidak Patuh Total Kejadian Anemia Anemia Tidak Anemia Total 54,3% 4,3% 58,6% 1,4% 55,7% 40,0% 44,3% 41,4% 100,0% Nilai 0, 001 Berdasarkan tabel 4 di atas didapatkan hasil mayoritas responden mengalami anemia dan tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 54,3%, sedangkan minoritas responden mengalami anemia dan patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 1,4%. Setelah dilakukan uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan p=0,001 (< 0,. , maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. PEMBAHASAN Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal Hubungan Umur dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas ibu hamil yang mengalami anemia memiliki umur berisiko pada saat kehamilan, yaitu usia <20 tahun dan >35 tahun. Berdasarkan uji statistik ada hubungan umur dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahmaniah, et al. , . yang mengemukakan ada hubungan umur ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Totoli. Dimana sebesar 100% ibu hamil yang mengalami anemia berisiko dari segi umur, yaitu berumur <20 dan >35 tahun. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Riyani, et al. , . bahwa adanya hubungan antara usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami anemia mayoritas berada pada umur berisiko <20 tahun dan >35 tahun sebesar 86,7%. Usia adalah suatu umur seseorang individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang tahun. Semakin cukup usia, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja, jadi semakin bertambah usia akan meningkat pengalaman dirinya dan pengalaman akan berpengaruh pada tingkat (Sutanto & Fitriana, 2. Menurut Rahmaniah, et al. , . Ibu yang hamil saat berumur <20 tahun diketahui masih dalam proses pematangan berbagai organ dalam tubuhnya termasuk dari segi perkembangan reproduksi, akibatnya masih butuh banyak suplai berbagai zat gizi. Sehingga jika kehamilan terjadi saat umur tersebut, maka tentunya kebutuhan zat gizi akan lebih banyak dibanding dengan ibu yang dari segi umur sudah stabil. Jika pemenuhan zat gizi tidak tercukupi, akan mengakibatkan terjadinya anemia. Sedangkan ibu yang berumur >35 tahun, kemampuan daya tahan tubuh sudah mulai menurun, sehingga berisiko terhadap berbagai masalah kesehatan termasuk anemia. Menurut Riyani, et al. , . ibu hamil yang umurnya tidak dikategorikan dalam beresiko maka kecil kemungkinan untuk menderita anemia asalkan ditunjang dengan asupan nutrisi yang baik sehingga kadar hemoglobin stabil di dalam darah. Sehingga disarankan bagi ibu yang memprogram kehamilannya pada usia 20 Ae 35 tahun, pada usia tersebut organ-organ telah berfungsi dengan baik dan siap untuk hamil dan melahirkan namun bila dilihat dari segi psikologis pada kisaran usia tersebut masih tergolong labil. Sedangkan pada ibu hamil dengan kategori usia< 20 tahun masih dalam kategori remaja dimana kemandirian dan pola pikir belum terbentuk sempurna dan kategori usia > 35 tahun pada usia tersebut biasanya ibu hamil mempunyai pengalaman dari kehamilan dalam ilmu fisiologi juga dikatakan bahwa apabila seseorang sudah menua akan mengalami penurunan fungsi fisiologis tubuh termasuk juga dalam memproduksi sel darah merah. Hubungan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas ibu hamil yang mengalami anemia memiliki paritas primipara yaitu ibu yang melahirkan yang pertama kalinya. Berdasarkan uji statistik ada hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rahmaniah, et al. , . yang mengemukakan ada hubungan paritas ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Totoli. Dimana sebesar 100% ibu hamil yang mengalami anemia Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal dengan paritas melahirkan >3 anak. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Riyani, et , . bahwa adanya hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami anemia mayoritas paritas malahirkan >3 anak yaitu sebesar 55,2%. Ini berarti bahwa meskipun terdapat hubungan umur ibu dan paritas dengan kejadian anemia tetapi bisa jadi masih ada faktor lain yang ikut terlibat dalam kejadian anemia pada ibu hamil tersebut. Paritas merupakan jumlah anak lahir hidup dan mati. Paritas merupakan frekuensi ibu pernah melahirkan anak hidup atau mati, tetapi bukan aborsi (Nurhidayati, 2. Paritas adalah banyaknya bayi yang dilahirkan seorang ibu, baik melahirkan yang lahir hidup ataupun lahir mati (Kristiyanasari, 2. Setiap persalinan akan terjadi pendarahan kurang lebih 400cc. Keadaan tersebut menyebabkan penurunan cadangan zat besi. Jika zat gizi dan zat besi ibu tidak tersuplai sesuai kebutuhan tubuh ibu maka dapat berdampak terhadap anemia. Menurut Wahyuddin disitasi oleh Ariyani . bahwa terdapat kecenderungan, jika semakin banyak jumlah kelahiran . , maka akan semakin tinggi angka kejadian anemia. Penelitian diatas didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Manuaba . , paritas merupakan salah satu faktor penting dalam kejadian anemia zat besi pada ibu hamil, wanita yang sering mengalami kehamilan dan melahirkan makin anemia karena banyak kehilangan zat besi. Hal ini disebabkan selama kehamilan wanita menggunakan cadangan besi yang ada di dalam tubuhnya dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan Menurut Riyani, et al. , . bila paritas tinggi yaitu >3 dan ibu kekurangan zat gizi terutama Fe maka akan mengakibatkan ibu mengalami anemia maka akan berdampak perdaraham pada saat persalinan. Paritas >3 orang merupakan paritas yang berisiko tinggi untuk terjadinya anemia. Oleh karena itu seorang ibu yang ingin hamil berikutnya untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi, karena selama hamil zat gizi akan terbentuk untuk ibu dan janin yang dikandungnya. Pada paritas > 3 merupakan faktor terjadinya anemia. Hal ini disebabkan karena terlalu sering hamil dapat menguras cadangan zat gizi tubuh ibu dan semakin sering seorang wanita melahirkan maka semakin besar risiko kehilangan darah dan berdampak pada penurunan kadar HB, dan memberikan jarak aman 2-3 kali jumlah kelahiran . agar risiko semakin rendah. Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas ibu hamil yang mengalami anemia tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan. Berdasarkan uji statistik ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian Lahung, et al. , . yang menyatakan bahwa ada hubungan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pannambungan Kota Makassar. Dimana sebesar 17,6% ibu hamil yang mengalami anemia tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian () yang mengemukakan ada hubungan yang signifikan antara perilaku mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya tahun 2019. Ibu hamil yang mengalami anemia mayoritas tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar yaitu sebesar 65,2%. Tablet Fe adalah salah satu mineral penting yang di perlukan selama kehamilan, bukan hanya untuk bayi tapi juga untuk ibu hamil. Tubuh bayi tidak bisa membuat Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientife Journal cadangan zat besi sendiri, sehingga harus menyerap cadangan zat besi dari ibunya. Sehingga ibu hamil harus terus menjaga jumlah cadangan zat besi agar tidak terjadi anemia (Sunrinah, 2. Tablet Fe adalah garam besi dalam bentuk tablet/kapsul yang apabila di konsumsi secara teratur dapat meningkatkan sel darah merah. Menurut Lahung, et al. , . ketidakteraturanya Ibu Hamil mengonsumsi Tablet Fe dapat terjadinya kekurangan gizi pada ibu hamil yang mempunyai dampak yang cukup besar terhadap peroses pertumbuhan janin dan anak yang di lahirkan. Ibu hamil perlu mengonsumsi tablet Fe selama kehamilan, karenah kebutuhan zat besi ibu meningkat selama kehamilan. Setiap ibu di anjurkan mengonsumsi tablet Fe secara teratur minimal 90 tablet selama kehamilan, karena pada wanita hamil cendrung mengalami penurunan zat Karena ibu hamil pasti kekurangan zat besi karena di bagi dengan janinya, maka dari itu dianjurkan untuk mengonsumsi tablet Fe saat kehamilan. PENUTUP Mayoritas umur ibu hamil berisiko . ,9%), mayoritas paritas ibu hamil primipara . ,4%), mayoritas kepatuhan konsumsi tablet tambah darah ibu hamil tidak patuh . ,6%) dan mayoritas kejadian anemia ibu hamil mengalami anemia . ,7%) di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan tahun 2021. Ada hubungan umur (A = 0,. , paritas (A = 0,. , kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (A = 0,. dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2021. DAFTAR PUSTAKA