Zona Manajemen : Program Studi Magister Sains Manajemen Universitas Batam Volume 9. Issue 3. December 2019 | Pages 74-85CISSN 2087-6998 http://ejurnal. id/index. php/Manajemen EDUCATION AND TRAINING DETERMINATION. JOB CHARACTERISTICS. ORGANIZATIONAL CULTURE WITH WORK SATISFACTION AS INTERVENING VARIABLES TO PERFORMANCE EMPLOYEE DEPARTMENT OF GENERAL JOB. LAND AND ADMINISTRATION OF ARCHIPELAGO PROVINCE SPACES RIAU Ronny Setiawan1. Jemmy Rumengan1 & Yunazar Manjang2 Department of Management. Faculty of Economics. Batam University. Indonesia. Department of Chemistry. Faculty of Mathematics and Natural Sciences Andalas University. Indonesia. ABSTRACT In this study, researchers used respondents' data, such as gender, age and duration of work of respondents to be able to provide information about the characteristics of Where from the questionnaire distributed questionnaire as many as 50 respondents using census techniques. Data analysis with parametric and non parametric statistics using SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squar. regarding research variables, instrument test, normality test, hypothesis test, and discussion of the results of hypothesis testing and Path Path Analysis. This study uses path analysis . ath analysi. to test the pattern of relationships that reveal the influence of variables or a set of variables on other variables, both direct influence and indirect influence. The results of the study are as follows: The effect of the X3 variable on X4 has a P-Values value of 0. 010 <0. 05, so it can be stated that the influence between X3 and X4 is significant. The effect of the X3 variable on Y has a P-Values value of 0,000> 0. 05, so it can be stated that the effect of X3 on Y is The effect of the X4 variable on Y has a P-Values value of 0. 050> 0. so it can be stated that the influence between X4 and Y is significant. The influence of X1 on X4 has a P-Values value of 0. 007 <0. 05, so it can be stated that the influence between X1 to X4 is significant. The influence of X1 on Y has a P-Values value of 010> 0. 05, so it can be stated that the influence between X1 and Y is significant. The effect of the X2 variable on X4 has a P-Values value of 0. 005 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on X4 is significant. The effect of the X2 variable on Y has a P-Values value of 0. 030 <0. 05, so it can be stated that the effect between X2 on Y is significant. Keywords: Education and Training. Job Characteristics. Organizational Culture. Job Satisfaction. Performance PENDAHULUAN Dinas Pekerjaan Umum. Penataan Ruang dan Pertanahan mempunyai kewenangan desentralisasi, tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan sesuai dengan Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Pekerjaan Umum. Penataan Ruang dan Pertanahan mempunyai fungsi sebagai Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 74 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 pengelolaan kegiatan kesekretariatan meliputi perencanaan dan evaluasi program, umum dan keuangan, penyusunan program di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan, perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi serta pembinaan teknis di bidang bina marga, perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi serta pembinaan teknis di bidang sumber daya air, perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi serta pembinaan teknis di bidang jasa kontruksi, perumusan kebijakan teknis, fasilitasi, koordinasi serta pembinaan teknis di bidang penataan ruang dan pertanahan, penyelenggaraan pengawasan dan pengendalian di bidang pekerjaan umum, penataan ruang dan pertanahan, pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas dalam lingkup tugasnya dan melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Gubernur. Dinas Pekerjaan Umum. Penataan Ruang dan Pertanahan memiliki Visi Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera. Berakhlak Mulia. Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim. Sedangkan misi Dinas Pekerjaan Umum. Penataan Ruang Pertanahan ialah Mengembangkan tertib, rukun dan aman di bawah payung budaya Melayu. Meningkatkan meningkatkan keterhubungan antar kabupaten/kota. Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan dan Sumber Daya Manusia sehingga memiliki daya saing Meningkatkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis maritim, pariwisata, pertanian untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan ketahanan pangan. Meningkatkan iklim ekonomi kondusif bagi kegiatan penanaman modal . dan pengembangan usaha mikro, kecil dan Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis industri dan perdagangan dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Meningkatkan daya dukung, kualitas dan kelestarian lingkungan hidup. Mengembangkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, aparatur birokrasi yang profesional, disiplin dengan etos kerja tinggi serta penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan organiasi ada banyak faktor yang mendukung, salah satu diantaranya adalah pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan Pelatihan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perusahaan ataupun organisasi maupun bagi pegawainya sendiri. Menurut Sinungan . , pengertian pendidikan yaitu usaha yang lebih mengutamakan kecerdasan, pengetahuan dan daya pikir manusia. Pengertian pelatihan yaitu suatu proses pendidikan jangka pendek bagi para pegawai operasional Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 75 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 untuk memperoleh keterampilan tehnis operasional secara sistematis. Karena dengan adanya Pendidikan dan Pelatihan tersebut dapat diterapkan segala tata cara pekerjaan yang lebih baik lagi sehingga hal tersebut akan membawa kemajuan bagi lembaga pemerintah, manajemen, maupun bagian personalia. pendidikan dan pelatihan adalah termasuk usaha pengembangan pegawai. keyakinan kuat akan kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Budaya organisasi adalah seperangkat asumsi dasar mengenai cara berpikir, cara merasakan, dan cara berperilaku dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam setiap organisasi, budaya kerja selalu diharapkan baik karena baiknya budaya kerja akan berhubungan dengan berhasil atau tidaknya tujuan organisasi dicapai. Karateristik (Job Involvemen. merupakan komitmen pekerjaannya yang ditandai dengan pegawai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pekerjaan dalam lingkungan kerjanya, serta karateristik pekerjaan berhubungan langsung dengan Organizational Citizenship Behavior Komitmen. Menurut Lodahl dan Kejner . alam Cohen, mendefinisikan karateristik pekerjaan (Job Involvemen. sebagai internalisasi nilai-nilai tentang kebaikan pekerjaan atau pentingnya pekerjaan bagi keberhargaan seseorang. Adanya budaya organisasi yang baik, biasanya dapat mempengaruhi kinerja Menurut (Kreitner dan Kinicki, 2. Budaya organisasi adalah satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana memikirkan, dan bereaksi terhadap ingkungannya yang beraneka ragam. Dalam setiap organisasi, budaya kerja selalu diharapkan baik karena baiknya budaya kerja akan berhubungan dengan berhasil atau tidaknya tujuan organisasi dicapai. Kepuasan kerja adalah tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi. Karateristik pekerjaan sebagai tingkat sampai sejauh mana performansi kerja dirinya dan tingkat sampai sejauh mana seseorang secara psikologis mengidentifikasikan diri terhadap pekerjaan dalam gambaran diri Dengan adanya perasaan terikat secara psikologis terhadap pekerjaan yang ia lakukan, maka pekerjaanya sangat penting dalam kehidupan kerja dan mempunyai Tingkat rasa puas individu bahwa mereka mendapat imbalan yang setimpal dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dari organisasi tempat mereka bekerja. Menurut Davis dan Newstrom . kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan pegawai tentang menyenangkan atau tidaknya pekerjaan mereka. Apabila seseorang senang terhadap pekerjaannya maka pekerjaannya, kepuasan kerja memiliki peranan penting dalam meningkatkat Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 76 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 kinerja pegawai. Menurut Byars . , mengartikan kinerja sebagai hasil dari usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. METODOLOGI Peneliti kuesioner yang mengukur lima variabel pokok dalam penelitian ini, yaitu pendidikan dan pelatihan, organisasi, kepuasan kerja dan kinerja Analisis data dengan statistik parametrik dan non parametrik dengan menggunakan SEM-PLS (Struktural Equation Modelling-Partial Least Squar. mengenai variabel penelitian, uji instrumen, uji normalitas, uji hipotesis, serta pembahasan terhadap hasil uji hipotesis dan Path Analisis Jalur. Penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. untuk mengungkapkan pengaruh variabel atau seperangkat variabel terhadap variabel lainnya, baik pengaruh langsung maupun pengaruh tidak Populasi dalam penelitian ini adalah Dinas Pekerjaan Umum. Pertanahan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah sebanyak 50 orang tanpa melihat strata dan bidang tugas tertentu. Arikunto . alam Riduwan, 2012:. mengemukakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Oleh karena keterbatasan populasi maka semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian sehingga penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang pengambilannya dilakukan melalui Teknik Sensus dengan menggunakan proporsional random sampling. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Model Struktural . nner Mode. Analisis model structural atau . nner mode. bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian. Bagian yang perlu dianalisis dalam model structural yakni, koefisien determinasi (R Squar. dengan pengujian hipotesis. Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstrukapakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti dipandang dari sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi Masalah ini . Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair. Hult. Ringle, & Sarstedt, 2. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 77 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 Variabel Sumber : Pengolahan Data . Tabel 1 Kolinieritas Dari data di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut : VIF untuk korelasi X1 dengan Y adalah 1,471 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X2 dengan Y adalah 2,995 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X3 dengan Y Pelanggan adalah 2,849 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi X4 dengan Y adalah 2,359 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Dengan demikian, dari data-data di atas, model struktural dalam kasus ini Gambar 1 Pengujian Hipotesis Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 78 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 Pengujian hipotesis pengaruh langsung hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa perantar. Jika nilai koefisien jalur adalah positif mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel lainnya. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya Jika prbabilitas (P-Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak signifika. Tabel 2 Hipotesis Pengaruh Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Sampel X1 -> X4 X1 -> Y X2 -> X4 X2 -> Y X3 -> X4 X3 -> Y X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,692 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 5,018 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh Statistik Values variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,681 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,050 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 79 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,817 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,052 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,905 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,005 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,045 . , maka peningkatan nilai peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,030 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. Pengujian hipotesis pengaruh tidak hipotesis-hipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara tidak langsung . elalui perantar. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung > koefisien pengaruh langsnug, maka variabel hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sebaliknya. Jika nilai korfisien pengaruh tidak langsung < koefisien pengaruh langsnug, maka variabel intervening tidak bersifat memediasi hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Tabel 3 Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung RataSampel Standar Variabel Asli Deviasi Sampel X1 -> X4 -> Y X2 -> X4 -> Y X3 -> X4 -> Y Sumber : Pengolahan Data . Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Statistik Values Page 80 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai koefisien pengaruh tidak langsung variabel X1 terhadap Y sebesar 0,052 < 0,607 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 tidak memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Selanjutnya, pengaruh tidak langsung variabel X2 terhadap Y sebesar 1,045 > 0,689 . engaruh langsung X2 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X2 terhadap Y. Variabel Kemudian, pengaruh tidak langsung variabel X3 terhadap Y sebesar 5,018 > 0,570 . engaruh langsung X1 terhadap Y) dengan demikian dapat dinyatakan bahwa X4 memediasi pengaruh antara X1 terhadap Y. Koefisien Determinasi (R Squar. keakuratan prediksi suatu variabel. Dengan kata lain untuk mengevaluasi bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhhi oleh variasi nilai variabel bebas pada sebuah model jalur. Tabel 4 Koefisien Determinasi R Square Sumber : Pengolahan Data . Adjusted R Square Pada tabel di atas diperoleh hasil pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 . adalah sebesar 0,576, artinya besaran pengaruh X1. X2 dan X3 terhadap X4 adalah sebesar 57,60%. Kemudian, pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 0,475, artinya besaran pengaruh X1. X3 dan X4 terhadap Y adalah sebesar 47,50%. KESIMPULAN Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,692 . , maka peningkatan nilai variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X3 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X3 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 5,018 . , maka peningkatan nilai variabel X3 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X3 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,000 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X3 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X4 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,681 . , maka peningkatan nilai variabel X4 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X4 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,050 > 0,05, sehingga dapat Published by Research Institutions and Community Services in Batam University Page 81 of 85 Education And Training Determination. Job Characteristics. Organizational Culture With Work Satisfaction As Intervening Variables To Performance Employee Department Of General Job. Land And Administration Of Archipelago Province Spaces Riau | Volume 9 Issue 3. December 2019 | Pages 74-85 | ISSN 2087-6998 dinyatakan bahwa pengaruh antara X4 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,817 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X1 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,007 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X1 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 0,052 . , maka peningkatan nilai variabel X1 akan diikuti peningkatan variabel Y. Pengaruh variabel X1 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,010 > 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X1 terhadap Y adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel X4 mempunyai koefisien jalur sebesar 2,905 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap X4 memiliki nilai P-Values sebesar 0,005 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap X4 adalah signifikan. Pengaruh langsung variabel X2 terhadap variabel Y mempunyai koefisien jalur sebesar 1,045 . , maka peningkatan nilai variabel X2 akan diikuti peningkatan variabel X4. Pengaruh variabel X2 terhadap Y memiliki nilai P-Values sebesar 0,030 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara X2 terhadap Y adalah signifikan. SARAN Pendidikan dan pelatihan dalam diadakannya sebanyak mungkin pegawai yang berkompeten. Setiap pegawai di dorong untuk dapat menghasilkan kinerja yang untuk itu perlu kesadaran setiap pegawai untuk menyelasaikan pekerjaanya dengan baik. Terciptanya budaya organisasi yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik pula. Hal ini perlu peran pimpinan dalam membimbing setiap Agar kepuasan kerja dapat lebih meningkat, perlu juga ditambah tersebut, misalnya fasilitas untuk kinerja pegawai sudah baik. Kinerja pegawai perlu peningkatan agar mempercepat terlaksanya visi dan misi pemerintah Kepulauan Riau. REFERENSI Amstrong. Michael, dan Murlis. Helen. Manajemen Imbalan: Strategi dan Praktik Remunerasi. Terjemahan Sofyan Cikmat. Jakarta: Gramedia Pustaka