PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 Pengurangan Pencemaran Lingkungan Dengan Pembuatan Tempat Sampah Bakar Untuk Menciptakan Lingkungan Bersih Dengan Pendekatan PAR Di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang Ahmad Fauzi 1. Syafira Nur Fadhilah2. Jihan Farera3. RifAoatus Sholikhah4. Aulia Malikal Bilqis 5. Erninda Arianti N6. Cindy Margaretha7. Ismil Yanuar Ali8. Nur Rohmatul Aini9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Email: ahmadfauzi@uinsby. (Diajukan: 15 Oktober 2023. Direvisi: 11 January 2024. Diterima: 11 February 2. ABSTRAK Pada kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyat. kelompok 71 di Desa Supiturang. Kabupaten Lumajang. Salah satu proker yang dikerjakan adalah pembuatan tempat sampah bakar. Sebelumnya Masyarakat setempat masih membuang serta membakar sampah dengan sembarangan, sehingga berdampak pada lingkungan baik air, udara maupun tanah. Target yang dituju adalah lingkungan desa menjadi lebih bersih, lebih teratur, serta penurunan jumlah sampah berserakan di jalan dan lahan terbuka. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan untuk mencapai hasil yang positif. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa pengadaan tempat sampah bakar untuk meningkatkan kualitas lingkungan sangat efektif. mempertajam kepekaan dan kepedulian serta keterampilan masyarakat dalam menjaga lingkugan sehingga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kata kunci: Pengurangan Pencemaran. Tempat Sampah Bakar. Lingkungan Bersih. Participatory Action Research (PAR) ABSTRACT During group 71 KKN (Real Work Lectur. activities in Supiturang Village. Lumajang Regency. One of the projects carried out is the construction of burning trash cans. Previously, local people still threw away and burned rubbish carelessly, which had an impact on the environment, both air and land. The target is to make the village environment cleaner and more orderly, as well as reducing the amount of rubbish strewn on roads and open land. This research uses the Participatory Action Research (PAR) method which aims to achieve positive results. The research findings show that providing burnt bins to improve environmental quality is very effective. sharpen the sensitivity, concern and skills of the community in protecting the environment so as to create a clean and healthy environment. Keywords: Pollution Reduction. Burning Trash. Clean Environment. Participatory Action Research (PAR) PENDAHULUAN Lingkungan hidup ialah suatu tempat dimana manusia hidup dan bertempat tinggal. Lingkungan yang bersih juga sebuah dambaan bagi semua manusia yang menginginkanny dalam kelangsungan kehidupan. Namun, peran manusia dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih mulai terabaikan. Kondisi pencemaran lingkungan hidup mulai menjadi suatu fenomena alam yang bisa mengancam kelangsungan hidup manusia ataupun makhluk Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 109 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. hidup lainnya. Bahkan bisa mengakibatkan lebih buruk lagi bagi keberlangsungan hidup manusia (Ayuningtias et al. Tumpukan sampah didepan ataupun dibelakang rumah masyarakat desa Supiturang yang mengganggu keindahan lingkungan merupakan jenis pencemaran yang bisa digolongkan dalam degradasi lingkungan yang bersifat sosial. Salah satu faktornya adalah masalah pembuangan dan pengelolaan sampah. Hal ini terlihat bahwa tidak adanya sarana untuk tempat pembuangan sampah (TPS) di desa tersebut. Menurut Keputusan Dirjen Cipta Karya, nomor 07/KPTS/CK/1999: Juknis Perencanaan. Pembangunan dan Pengelolaan Bidang Ke-PLP-an Perkotaan dan Perdesaan, sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan (Hasibuan 2. Pencamaran lingkungan hidup di Desa Supiturang. Pronojiwo. Lumajang sedikit terlihat jelas dengan keadaan sampah rumah tangga tidak dibuang pada tempatnya melainkan dibakar di depan ataupun dibelakang rumah tanpa adanya tempat atau wadah yang memadai, hal itu menyebabkan banyaknya berhamburan sampah yang selesai dibakar dan biasanya juga masyarakat juga membakarnya ditepi aliran selokan yang menyebabkannya beberapa sampah jatuh pada aliran tersebut. Sebagaimana yang telah dilihat dan disaksikan sendiri oleh para teman KKN (Kuliah Kerja Nyat. di Desa Supiturang. Itulah yang membuat kondisi lingkungan desa Supiturang baik selokan dan didepan rumahnya menjadi sebuah persoalan. Masyarakat Desa Supiturang umumnya membuang sampah dengan cara mengeringkan sampah terlebih dahulu didepan rumah, kemudian selang beberapa hari jika sampah tersebut sudah kering lalu dibakar ditempat itu tanpa adanya wadah yang memadai, dengan alasan mereka tidak tau harus membuang sampah kemana, sebab dari Desanya pun tidak memfasilitasi atau tidak adanya infrastruktur tempat pembuangan sampah atau petugas kebersihan dan itu juga sudah menjadi suatu kebiasaan bagi mereka. Inilah yang membuat kendala dalam pengelolaan sampah semakin kompleks diantaranya adalah perilaku masyarakat dengan cara dibakar tanpa adanya tempat yang memadai dan pengelolaan yang kurang. Hal tersebut sesuai dengan isu dan tantangan pengelolaan sampah di Desa Supiturang yang dapat menyebabkan penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan terutama pada selokan dengan aliran air yang bersih dan deras. Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 110 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Pengelolaan sampah yang baik adalah dengan cara mengumpulkan mengangkut, memproses, dan jikalau bisa mendaur ulang supaya dapat menjadi dampak yang baik pada lingkungan, kesehatan, kebersihan, serta keindahan. Meskipun belum bisa untuk mengelola sampah setidaknya kebersihan dalam lingkungan mereka menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat desa terutama pemerintah desa untuk menunjang agar tetap bersih dan indah dipandang (Yulia 2. Oleh sebab itu, penanganan yang dilakukan oleh kelompok KKN di desa Supiturang adalah memberikan solusi bagi masyarakat yaitu dengan cara membuatkan tempat sampah bakar yang berguna untuk pembakaran sampah didepan rumah, yang menjadikan bekas pembakaran tersebut bisa terwadahi dengan rapi dan tidak berserakan lagi apalagi sampai terhanyut ke dalam aliran Untuk mencapai kebersihan dan terlaksananya harus ada keikut sertaan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah supaya mereka tahu cara yang tepat untuk pembakaran sampah. Sebagaimana uraian dalam latar belakang permasalahan dapat diambil sebagai suatu rumusan masalah sebagai pembatas dalam pembahasan yang akan dituliskan pada penulisan karya ilmiah ini adalah bagaimana sebuah startegi yang dapat mengajak masyarakat agar bisa mengikuti arahan yang dilakukan oleh kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyat. , kemudian bagaimana proses yang sudah dilakukan dalam pembuatan tempat sampah bakar agar lebih efektif bagi masyarakat untuk dapat membakar sampahnya, dan yang terakhir seberapa berhasilnya serta dampak terhadap lingkungan Desa Supiturang yang sebelumnya belum pernah ada tempat sampah bakar yang dibuat untuk membakar Maka dari itulah penulis menjelaskan lebih mendalam pada pembahasan terkait strategi mengajak masyarakat dalam upaya dan solusi tentang pembuatan tempat sampah bakar yang efektif bagi pembakaran sampah didepan ataupun belakang rumah guna untuk menjadi wadah agar tetap bersih dan rapi, sebagaimana hasil dan dampak yang akan terjadi pada lingkungan Desa Supiturang. Pronojiwo. Lumajang. Tujuan yang diharapkan adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang disebakan oleh pembakaran sampah yang tidak terkendali, dengan membuat tempat sampah bakar bakar yang tepat dan itu juga bisa membantu mengurangi emisi polutan ke udara dan tanah serta air diselokan yang jernih. Hal ini juga menjadikan tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan dapat terwadahi dengan baik, dengan melibatkan secara langsung masyarakat dapat melihat dan mencontoh untuk bisa memakai tempat sampah bakar Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 111 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. tersebut dengan lebih baik serta keberlanjutan dalam kehidupannya. Dengan begitu, proyek atau program kerja kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyat. yang diusulkan akan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat agar bisa mengatasi permasalahan tentang pembakaran atapun pembuangan sampah yang belum ada infrastruktur bagi Desa, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Supiturang melalui pembuatan sampah bakar yang sesuai dengan melibatkan juga masyarakat agar proyek ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Supiturang. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang ini. METODE Metode yang digunakan dalam program pendampingan atau pengabdian kepada masyarakat yaitu menggunakan pendekatan participatory action research atau sering disebut dengan PAR. Pendekatan ini berfokus pada pemberdayaan dengan melibatkan semua pihak yang terlibat . yang berperan sebagai pihak yang membantu masyarakat dalam meninjau permasalahannya dan memberikan pengalaman kepada masyarakat agar nantinya bisa dijadikan pijakan ketika berproses dalam mengarah keperubahan yang lebih baik dari sebelumnya (Afandi, 2. PAR (Participatory Action Researc. merupakan paradigma yang memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara dalam merubah upaya berfikir penelitian menjadi proses partisipasi. Pendekatan PAR menjadi pendekatan yang menjadikan masyarakat sebagai subjek atau pelaku utama dalam proses perubahan. Pendekatan PAR mewajibakan adanya pemihakan yang bersifat epistemologis, ideologis, dan teologis guna mencapai suatu perubahan. Tujuan dari pendekatan PAR yaitu untuk menjadikan masyarakat, peneliti, stakeholders dan pelaksana dari program pembangunan sadar akan pengaruh dari kehidupan sosial dan membantu dalam menyelesaikan suatu permasalahan untuk menuju perubahan (Afandi, 2. Proses pengabdian masyarakat ini difokuskan kepada ibu rumah tangga di dusun Hal tersebut dikarenakan mereka lebih tau mengenai kondisi lingkungan Terutama terkait dengan sampah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan Pada tanggal 17 Juli sampai 25 Agustus dengan mahasiswa yang terlibat berjumlah 23 anak. Dengan melibatkan pihak pemerintah desa sebagai stakeholders. Dari kegiatan tersebut diharapkan agar ibu rumah tangga mampu untuk lebih peduli kepada lingkungannya dan Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 112 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. menerapkan ilmu yang sudah mereka peroleh dari kegiatan pengabdian masyarakat. Serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan yang berkelanjutan. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Supiturang ini menggunakan langkah 5T yakni to know, to understand, to plan, to action, and to change (Afandi dkk, 2. Tergambar sebagai berikut: Bagan 1 Langkah-langkah pendekatan PAR Siklus tersebut berlangsung dan terus berputar. Sehingga untuk proses perubahan dan keberlanjutan mampu untuk dipastikan. Berikut merupakan langkah-langkah dalam tahapan pendampingan yang dapat difahami dengan penjalasan sebagai berikut: Tahap to know, merupakan tahapan awal untuk memahami kondisi sosial yang ada di Desa Supiturang. Hal pertama kali yang dilakukan oleh peneliti yaitu melakukan inkulturasi dengan masyarakat setempat agar bisa membangun rasa kepercayaan dan kedekatan. Kemudian dilanjut dengan melalukakan participatory rural appraisal (PRA) dengan menggunakan beberapa teknik seperti: mapping dengan tujuan untuk mengetahui keadaan wilayah dan lingkungannya. Selanjutnya transek agar bisa melihat keadaan nyata kondisi di lapangan, alur sejarah, trand and chane, dan profil desa. Tahapan to understand, merupakan tahapan untuk memahami permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan cara melakukan FGD bersama ibu rumah tangga. Teknik yang digunakan dalam menganalisa yatu diagram ven, pohon masalah dan pohon harapan. Tahap to plan, merupakan tahapan merencanakan pemecahan masalah pada perencanaan ini didasari dengan pohon masalah dan pohon harapan yang sudah dibuat ketika proses FGD. Kemudian dituangkan dalam bentuk logical Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 113 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. framework analiysis (LFA) agar bisa menjadi perencanaan program yang sesuai dengan permasalahan di lapangan. Tahap to action, merupakan program aksi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga peneliti bersama masyarakat menjalankan rencana aksi yang sudah disusun dibantu dengan pihak pemerintah desa Tahap to change, merupakan tahap refleksi hasil dari proses pemberdayaan dengan ibu rumah tangga di Dusun Sumbersari. Tahapan ini menjelaskan mengenai apa saja perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah terlaksananya aksi. Kemudian dievaluasi dengan melihat kekurangan, kelebihan dan keberhasilan dari aksi HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Strategi Untuk Partisipasi Masyarakat Salah satu strategi dan arah kebijakan dari Perubahan Rencana Strategis (P-Renstr. Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2018-2023 Kabupaten Lumajang adalah meningkatkan pengelolaan sampah. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Lumajang yang berdaya saing, makmur dan bermartabat. Di samping itu. Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki tantangan yang harus dihadapi, contohnya seperti kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam menjaga pola hidup sehat dan bersih melalui pengelolaan sampah serta pelestarian fungsi lingkungan. Oleh sebab itu, pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan berbagai macam upaya strategis untuk mengatasi dan mengelola sampah dengan baik, terutama dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui sosialisasi rutin terkait pengelolaan sampah. menggiatkan program Bank Sampah dan membina kader-kadernya sehingga dapat mengelola sampah melalui Reduce. Reuse dan Recycle . istem 3R). menggiatkan kegiatan yang dapat memacu semangat kader lingkungan untuk mengelola sampah melalui acara pameran atau bazar produk daur ulang, fashion show produk daur ulang, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dan lain sebagainya. serta menggiatkan program pembuatan kompos di sekolah, perumahan, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya pengelolaan sampah yang kurang optimal juga menimbulkan masalah pasca bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada dua tahun silam. Sampah plastik dan pembalut tercecer mengotori rumah warga yang terdampak di Dusun Sumbersari Umbulan. Desa Supiturang. Kecamatan Pronojiwo. Kabupaten Lumajang. Samadi selaku Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 114 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. warga Dusun Sumbersari mengatakan bahwa sampah ini berasal dari beberapa pengunjung yang membuang bekas makanan atau minuman di lokasi terdampak bencana (Malang Raya News, 2. Selain itu, tumpukan sampah juga terlihat di depan Posko Pengungsian Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Supiturang. Tak hanya sampah, terdapat pula tumpukan baju-baju bekas yang hanya ditaruh di depan posko pengungsian dan tidak dilaporkan kepada para petugas. Muhammad Toha Mansyur selaku koordinator posko pengungsian mengatakan jika pihak desa mengalami kesulitan untuk mengelola sampah yang mulai menumpuk di depan tempat pengungsian. Mereka kekurangan tim pengambilan sampah dikarenakan akses jembatan menuju desa telah terputus. Pihak desa berharap adanya bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terdekat. Sebab sampah yang ada di tempat pengungsian sudah empat hari tidak diambil oleh petugas (Antara News, 2. Pihak desa juga telah memperingatkan kepada siapapun yang berkunjung ke lokasi terdampak bencana agar tidak acuh terhadap kesadaran lingkungan sekitar. Berdasarkan persoalan tersebut, salah satu program pengabdian yang dilakukan adalah membuat tempat sampah bakar untuk menciptakan lingkungan yang bersih di Desa Supiturang. Program ini akan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi seluruh kegiatan yang akan dilakukan. Proses pelaksanaan diawali di rumah kepala desa dengan mengadakan pertemuan antara tim pengabdian dan Bapak Kepala Desa untuk mengurus perizinan program. Kemudian melakukan survey untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan di Desa Supiturang. Tim pengabdian juga melakukan wawancara dengan Kepala Dusun dan penduduk desa melalui Forum Group Discussion (FGD) guna menentukan lokasi penempatan tong sampah yang strategis serta mudah dijangkau. Dalam tahap ini, masyarakat berperan untuk menentukan lokasi yang paling sesuai. Penentuan lokasi didasarkan pada pertimbangan aksebilitas, jarak dari pemukiman, dan potensinya dalam mengurangi sampah yang dibuang Kemudian tempat sampah akan didistribusikan kepada masing-masing Kepala Dusun di Desa Supiturang, rumah Kepala Desa, dan beberapa sekolah. Masyarakat juga ikut berperan dalam mengembangkan desain tempat sampah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang dibutuhkan oleh mereka. Jadi tim pengabdian dan masyarakat melakukan diskusi terkait tipe wadah seperti apa yang efektif serta efisien, bagaimana proses pembuatan yang layak, serta dampak yang kemungkinan akan Keterlibatan masyarakat dalam mengambil keputusan maupun saat proses pelaksanaan akan menjadi kunci keberhasilan dalam program pengabdian yang dilakukan. Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 115 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Adanya program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dan memperkuat hubungan antara masyarakat serta perangkat desa. Proses Pembuatan Program pembuatan tempat sampah bakar dilaksanakan di desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Fokus utama penelitian ini adalah melibatkan masyarakat secara aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi tindakan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Pelaksanaan program berjalan dengan lancar dan sesua dengan rencana yang telah dijadwalkan. Pelaksanaan program pembuatan tong samapah diawali dengan pertemuan tim dan kepala desa di rumah kepala desa untuk pengurusan ijin pelaksanaan program kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan survei bersama perangkat desa dan kepala desa untuk melihat kondisi lingkungan desa. Berikutnya untuk penentuan lokasi penempatan tempat sampah bakardilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara dengan kepala dusun, penduduk desa yang menghasilkan titik lokasi-lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Keputusan ini berdasarkan pada pertimbangan aksesibilitas, jarak dari permukiman, serta potensi untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan. Dalam tahap perencanaan, masyarakat Desa Supiturang memiliki peran penting menentukan lokasi yang paling sesuai untuk tempat sampah bakar. Terdapat 8 titik lokasi yang strategis sebagai penempatan tong Keterlibatan aktif masyarakat dalam merancang dan membangun tempat sampah bakar menjadi aspek penting yang memengaruhi keberhasilan program ini. Dalam proses pembuatan tempat sampah bakar tim peneliti dan warga desa berkontribusi dalam mengembangkan desain tempat sampah bakar yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan masyarakat. Proses ini melibatkan diskusi mendalam tentang tipe wadah yang paling efektif, teknik pembuatan yang layak, serta upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tahap berikutnya yaitu pelaksanaan pengadaan tong sampah. Tempat sampah bakar terbuat dari drum besar yang dipotong menjadi 2 bagian, diberi kaki untuk menyangga dan lubang-lubang didasarnya sebagai tempat keluarnya sampah yang telah menjadi abu. Pembuatan tempat sampah bakardilakukan bersama warga disalah satu rumah warga yang membuka jasa las, pembuatan plang, dan sebagainya. Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 116 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Tahap terakhir adalah fnishing tempat sampah bakar dengan pengecatan, pemberian tulisan AuKKN UINSA 2023Ay, dan pendistribusian tempat sampah bakar kepada setiap kepala dusun di desa Supiturang, beberapa sekolah dan rumah kepala desa. Gambar 1. Penyerahan tempat sampah bakar kepada kepala dusun dan masyarakat Hasil dan Dampak terhadap lingkungan Hasil penelitian ini menggarisbawahi efektivitas metode PAR dalam merancang solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan di tingkat lokal. Keterlibatan aktif masyarakat dari tahap perencanaan hingga implementasi dan evaluasi memberikan keuntungan signifikan dalam mencapai tujuan proyek. Metode ini memfasilitasi kerjasama yang kuat antara warga desa dan tim peneliti, yang pada akhirnya menghasilkan perubahan Pembuatan tempat sampah bakar yang telah dilakukan menghasilkan 8 buah tempat sampah bakaryang kemudian diserahkan kepada Kepala Dusun Desa Supiturang. Lalu tempat sampah bakar tersebut diletakkan di beberapa tempat umum seperti Sekolah SD, jalan utama kampung, beberapa rumah warga, dan lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul oleh warga setempat. Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 117 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. Adapun hasil atau pencapaian dari pengabdian ini adalah: Pembuatan tempat sampah bakar yang efektif dapat mengurangi dampak negatif seperti pencemaran udara, tanah, maupun sumber air. Dengan adanya tempat sampah bakar tersebut masyarakat desa Supiturang dapat mengumpulkan dan mengolah sampah dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan Melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat desa Supiturang akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada Bertambahnya pengetahuan masyarakat, bahwa sampah yang berserakan di depan rumah atau di pinggir jalan dapat menurunkan nilai kebersihan dan keindahan Oleh karena itu dengan adanya tempat sampah bakar yang telah dibuat, sampah dapat terkumpul dan diolah dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan keindahan lingkungan setempat. Bertambahnya ketrampilan masyarakat desa Supiturang dalam pembuatan tempat sampah bakar yang efektif untuk digunakan berulang kali. Implementasi tempat sampah bakar yang berhasil membawa perubahan yang nyata dalam lingkungan desa. Berkurangnya sampah yang berserakan tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga mengurangi potensi penyebaran penyakit dan merusak ekosistem Dengan demikian, hasil proyek ini memiliki implikasi positif yang lebih luas pada kesejahteraan masyarakat. Meskipun penelitian ini mencapai hasil yang positif, terdapat tantangan seperti koordinasi yang efektif dalam kelompok partisipatif dan pemeliharaan fasilitas dalam jangka panjang. Namun, pengalaman ini juga membuka peluang untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana mengatasi hambatan-hambatan semacam itu di masa mendatang. Selain itu, potensi untuk memperluas metode PAR ke masalah lingkungan lainnya atau ke wilayah lain juga merupakan pertimbangan penting yang muncul dari penelitian ini. Dengan demikian, pendampingan pembuatan tempat sampah bakar yang efektif dapat memberikan hasil dan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat desa Supiturang. Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Ahmad Fauzi | 118 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2023. Hal. SIMPULAN Metode Participatory Action Research (PAR) dalam penelitian ini berhasil menciptakan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan di tingkat lokal, khususnya dalam pengelolaan sampah di Desa supiturang. Keterlibatan aktif masyarakat dari perencanaan hingga implementasi dan evaluasi telah membuktikan menjadi faktor kunci dalam mencapai hasil yang positif. Selain menghasilkan solusi yang praktis, partisipasi masyarakat juga berhasil mengubah sikap dan perilaku yang pada akhirnya memiliki dampak positif terhadap lingkungan masyarakat, seperti meningkatnya kualitas dan keindahan lingkungan, serta penurunan jumlah sampah yang berserakan di jalan dan lahan UCAPAN TERIMAKASIH Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala kemudahan yang telah dianugerahkan sehingga tim KKN dapat menyelsaikan pengabdian hingga penyusunan laporan ini. Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada berbagai pihak yang telah membantu proses pengerjaan dari awal hingga akhir. Ucapan terimakasih kami sampaikan Kepala desa Supiturang Bapak Nurul Yakin Pribadi beserta staf dan jajarannya. Seluruh pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Ampel Surabaya yang telah memberikan kesempatan kepada tim KKN untuk terjun langsung ke Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Bapak Ahmad Fauzi M. Pd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah membimbing selama proses Kuliah Kerja Nyata berlangsung. Kepala dusun beserta masyarakat desa Supiturang yang terlibat dalam pelaksanaan program kerja pembuatan tempat sampah bakar bakar. DAFTAR PUSTAKA