PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN KOMUNITAS BERBASIS UMKM DI DESA KOTA PARI DELI SERDANG Muhammad Isa Indrawan 1,Irma Fatmawati2,Sri Rahayu3 1,2,. Universitas Pembangunan Panca Budi,Indonesia Email:1 isaindrawan@dosen. id,2irmafatmawati@dosen. srirahayu@dosen. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juli 2. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan masyarakat berbasis UMKM di Desa Kota Pari. Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan manajerial, terbatasnya akses pemasaran, dan belum optimalnya inovasi produk lokal yang berpotensi ekonomi. Melalui pendekatan pelatihan terpadu dan pendampingan intensif, kegiatan ini mencakup aspek pengembangan pola pikir kewirausahaan, teknik inovasi produk, strategi pemasaran digital, dan literasi keuangan sederhana. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi awal, diskusi kelompok, pelatihan interaktif, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan di kalangan peserta, serta munculnya beberapa rencana tindak lanjut pengembangan usaha lokal yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan desa yang mandiri dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi digital. ABSTRACK This community service activity aims to strengthen the entrepreneurial capacity of MSME-based communities in Kota Pari Village. Deli Serdang Regency. The main problems faced by partners are low managerial skills, limited marketing access, and the suboptimal innovation of local products with economic potential. Through an integrated training approach and intensive mentoring, this activity covers aspects of developing an entrepreneurial mindset, product innovation techniques, digital marketing strategies, and simple financial literacy. The implementation method is carried out through initial observations, group discussions, interactive training, and evaluation of activity results. The results of the activity show an increase in entrepreneurial knowledge and skills among participants, as well as the emergence of several follow-up plans for sustainable local business development. This activity is expected to be the first step in establishing an independent and competitive village entrepreneurial ecosystem amidst the dynamics of the digital economy. Kata Kunci: Community Entrepreneurship. MSMEs. Product Innovation. Digital Marketing PENDAHULUAN Kewirausahaan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal (Suryana, 2. Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan berbasis Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa (Rahmawati & Hadi, 2. UMKM memiliki peran sentral dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan serta kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar (Kementerian Koperasi dan UKM RI, 2. Desa Kota Pari yang terletak di Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara, memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar, terutama di sektor perikanan, pertanian, dan olahan pangan. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan kewirausahaan, kurangnya akses pasar, dan minimnya kemampuan inovasi produk (Simanjuntak. Padahal, dengan pendekatan penguatan komunitas berbasis kewirausahaan. UMKM di desa ini dapat dikembangkan menjadi pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kewirausahaan komunitas menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku UMKM, dukungan lembaga pendidikan dan pemerintah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan (Rahayu & Indrawan, 2. Dalam konteks ini, peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial sangat diperlukan untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Penguatan kewirausahaan di tingkat komunitas menjadi salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa. Kewirausahaan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga menciptakan ruang kemandirian dan keberdayaan masyarakat melalui aktivitas usaha yang berkelanjutan (Rahayu, 2. Dalam konteks pedesaan, potensi ekonomi lokal seperti hasil pertanian, perikanan, dan kerajinan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan berbasis UMKM. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan daerah karena kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi ketimpangan sosial (Indrawan, 2. Namun, di berbagai desa termasuk Desa Kota Pari, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi kewirausahaan, keterbatasan inovasi produk, kurangnya akses terhadap pasar dan teknologi, serta lemahnya manajemen Menurut Rahayu dan Indrawan . , pendekatan pemberdayaan komunitas melalui pelatihan kewirausahaan harus dirancang secara partisipatif dan kontekstual, memperhatikan karakteristik lokal serta potensi sumber daya yang tersedia. Penguatan kewirausahaan komunitas tidak hanya berfokus pada aspek teknis produksi, tetapi juga pada penguatan soft skill, jejaring usaha, serta akses permodalan dan legalitas usaha. Pendampingan yang berkelanjutan dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra usaha menjadi faktor kunci keberhasilan dalam pengembangan UMKM yang tangguh dan adaptif. Pembangunan ekonomi berbasis komunitas saat ini menjadi prioritas dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi lokal. Salah satu strategi yang efektif dalam konteks ini adalah pengembangan kewirausahaan berbasis Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM telah terbukti sebagai pilar utama dalam menggerakkan perekonomian daerah karena sifatnya yang fleksibel, padat karya, dan mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu (Rahayu, 2. Desa Kota Pari, yang terletak di Kecamatan Pantai Cermin. Kabupaten Deli Serdang, memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, khususnya di sektor hasil laut, olahan makanan tradisional, dan kerajinan tangan. Sayangnya, potensi tersebut belum diolah secara optimal oleh masyarakat setempat karena beberapa permasalahan mendasar. Berdasarkan observasi awal dan diskusi dengan perangkat desa, diketahui bahwa pelaku UMKM di desa ini menghadapi tantangan serius dalam aspek manajemen usaha, inovasi produk, akses pasar, dan legalitas usaha. Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Kota Pari belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai prinsip-prinsip kewirausahaan modern, seperti perencanaan usaha, pengelolaan keuangan sederhana, branding produk, dan pemasaran digital. Selain itu, minimnya pendampingan dari pihak eksternal serta kurangnya akses terhadap pelatihan dan informasi usaha menyebabkan perkembangan UMKM di desa ini berjalan lambat (Indrawan, 2. Belum adanya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi produk juga menjadi penghambat dalam memperluas jaringan distribusi dan akses permodalan dari lembaga keuangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi nyata dari berbagai pihak, khususnya dari institusi pendidikan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat memainkan peran strategis sebagai agen pemberdaya masyarakat, dengan memfasilitasi pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas kewirausahaan yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan (Rahayu & Indrawan, 2. Melalui kegiatan penguatan kewirausahaan komunitas berbasis UMKM, diharapkan masyarakat Desa Kota Pari mampu mengelola potensi usaha secara lebih mandiri, inovatif, dan kompetitif, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas kewirausahaan komunitas berbasis UMKM di Desa Kota Pari melalui program pelatihan, peningkatan inovasi produk, pemasaran digital, serta pendampingan legalitas usaha dan akses II. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang melibatkan mitra UMKM secara aktif sejak tahap identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan komunitas melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha serta keberlanjutan UMKM. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Identifikasi dan Pemilihan Mitra Tim pelaksana melakukan survei awal ke Desa Kota Pari untuk mengidentifikasi pelaku UMKM yang aktif dan memiliki potensi berkembang. Kriteria mitra antara lain: pelaku usaha mikro dan kecil, telah berjalan minimal satu tahun, dan bersedia mengikuti pelatihan dan pendampingan secara Pemetaan Potensi dan Permasalahan UMKM Melalui wawancara dan observasi lapangan, dilakukan pemetaan potensi lokal . roduk unggulan, bahan baku, jejaring usah. serta permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti keterbatasan inovasi produk, manajemen usaha yang lemah, serta belum adanya legalitas dan akses Pelatihan Kewirausahaan Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk kelas tatap muka dan diskusi kelompok. Materi pelatihan Dasar-dasar kewirausahaan dan motivasi usaha Inovasi produk dan desain kemasan Manajemen keuangan UMKM Strategi pemasaran digital dan branding Legalitas usaha (NIB. PIRT. Hala. dan akses permodalan (KUR, koperas. Pendampingan dan Klinik Usaha Tim memberikan pendampingan intensif kepada mitra UMKM untuk mengimplementasikan hasil pelatihan dalam usaha masing-masing. Pendampingan dilakukan secara individual maupun kelompok, termasuk dalam pendaftaran legalitas usaha dan pembuatan akun pemasaran digital . eperti marketplace dan media sosia. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengamati perubahan dalam pengelolaan usaha mitra setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner dan wawancara guna menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta dampak nyata terhadap perkembangan usaha mitra. Publikasi dan Diseminasi Hasil kegiatan didokumentasikan dalam bentuk laporan, artikel jurnal pengabdian masyarakat, serta diseminasi kepada pemerintah desa dan stakeholders terkait untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan UMKM di Desa Kota Pari. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kota Pari telah berlangsung selama tiga bulan dan melibatkan 20 pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan olahan, kerajinan, serta produk berbasis hasil laut. Kegiatan ini menghasilkan beberapa capaian penting, baik dari sisi peningkatan pengetahuan peserta, keterampilan teknis, maupun implementasi dalam pengelolaan usaha. Peningkatan Literasi Kewirausahaan Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep kewirausahaan dasar, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami pentingnya segmentasi pasar dan penetapan harga berbasis nilai. Setelah pelatihan, 85% peserta mampu menyusun rencana usaha sederhana dan memahami konsep keunggulan produk. AuKami baru paham bahwa kemasan dan cerita produk bisa menambah nilai jual. Dulu hanya bungkus plastik biasa, sekarang kami coba pakai kemasan paperbox dengan labelAy (Peserta UMKM, sesi evaluas. Inovasi Produk dan Desain Kemasan Melalui sesi pelatihan dan praktik, peserta didampingi untuk melakukan inovasi produk, terutama pada produk makanan olahan seperti keripik, sambal kemasan, dan makanan laut kering. Inovasi meliputi rasa, ukuran kemasan, dan desain label. Dari 20 UMKM yang terlibat, 14 di antaranya berhasil melakukan rebranding produk mereka dan mulai menggunakan kemasan yang lebih menarik serta mencantumkan informasi produk secara lengkap. Digitalisasi dan Pemasaran Online Pendampingan digital marketing dilakukan melalui pelatihan penggunaan media sosial (Instagram. Faceboo. dan marketplace lokal (Tokopedia. Shope. Sebanyak 12 UMKM telah berhasil membuat akun bisnis dan mulai memasarkan produknya secara daring. Salah satu peserta, pelaku usaha sambal teri, berhasil mendapatkan pesanan dari luar kabupaten dalam waktu dua minggu setelah Legalitas dan Akses Permodalan Dalam aspek legalitas, tim membantu pelaku usaha mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online. Hasilnya, 9 UMKM telah memperoleh NIB dan mulai dipersiapkan untuk pengurusan PIRT dan sertifikasi halal. Selain itu, dilakukan sosialisasi akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan koperasi desa. Dua peserta telah mengajukan proposal pinjaman modal ke koperasi dan bank mitra. Dampak Sosial dan Ekonomi Secara umum, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan semangat berwirausaha, terbentuknya jejaring usaha antarpelaku UMKM, serta munculnya rasa percaya diri dalam mengembangkan usaha. Beberapa UMKM mulai berkolaborasi dalam hal produksi dan pengemasan, serta saling berbagi informasi pasar. Pembahasan Temuan lapangan menunjukkan bahwa penguatan kewirausahaan berbasis komunitas tidak hanya membutuhkan pelatihan teknis, tetapi juga pendekatan yang bersifat menyeluruh dan Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi sederhana seperti pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi legalitas dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelaku Hal ini sejalan dengan pernyataan Rahayu dan Indrawan . bahwa pemberdayaan kewirausahaan komunitas yang efektif harus mencakup tiga aspek utama: peningkatan kapasitas personal, akses terhadap sumber daya usaha, dan penguatan kelembagaan lokal. Keterlibatan langsung pelaku usaha dalam setiap tahapan kegiatan juga mendorong rasa memiliki dan komitmen dalam menjalankan usaha secara lebih profesional. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai katalisator dalam pembangunan ekonomi lokal melalui pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil di IV. SARAN Berdasarkan hasil kegiatan dan temuan di lapangan, beberapa saran yang dapat disampaikan untuk mendukung keberlanjutan penguatan kewirausahaan komunitas di Desa Kota Pari adalah sebagai Perluasan dan Keberlanjutan Pendampingan. Diperlukan program pendampingan lanjutan secara berkala, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan platform digital, serta strategi pemasaran yang berkelanjutan agar UMKM dapat terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Penguatan Kelembagaan UMKM Lokal. Disarankan agar pelaku UMKM membentuk kelompok usaha atau koperasi berbasis komunitas yang dapat berfungsi sebagai wadah kolaborasi, promosi bersama, serta penguatan daya tawar dalam mengakses permodalan dan bahan baku. Sinergi dengan Pemerintah Desa dan Stakeholder. Pemerintah desa diharapkan dapat mendukung program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk menyediakan anggaran dana desa untuk pelatihan lanjutan, bantuan alat produksi, serta memfasilitasi sertifikasi produk UMKM. Peran Aktif Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi, khususnya Universitas Pembangunan Panca Budi, perlu terus terlibat dalam kegiatan pengabdian berbasis riset dan inovasi sosial untuk mendampingi masyarakat desa mengembangkan model bisnis yang berdaya saing. Peningkatan Literasi Digital dan Inklusi Keuangan. Perlu dilakukan pelatihan tambahan yang fokus pada literasi digital . eperti pembuatan konten pemasara. dan inklusi keuangan . eperti pemanfaatan e-wallet dan aplikasi pembukuan UMKM) guna memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi era digitalisasi ekonomi. DAFTAR PUSTAKA