Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 231 Volume 10 No. Juli Ae Desember 2025 p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PADA MATERI HAJI KELAS V MIS QURAoANIC CHARACTER AR-RASYID Miftahul MauAoizhah1. Misnan2. Syahrizal3 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Ace. 210201140@student. ar-raniry. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh . misnan@ar-raniry. 3Universitas islam negeri Ar-raniry Banda Ace. syeikhuna79@gmail. Abstrak Materi haji pada kelas V MI sering menjadi tantangan karena memerlukan pemahaman runtutan ibadah yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode demonstrasi dan pengaruhnya terhadap pemahaman siswa dalam mempelajari tata cara ibadah haji di MIS QurAoanic Character Ar-Rasyid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu guru PAI dan 23 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman . eduksi, penyajian, verifikas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi membantu visualisasi urutan manasik, meningkatkan partisipasi siswa, dan memperjelas pemahaman prosedural. Ketuntasan hasil belajar melalui LKPD meningkat dari 56% sebelum demonstrasi menjadi 87% setelah praktik. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan metode demonstrasi dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan media, dan desain aktivitas yang sistematis. Penggunaan media sederhana dan pengaturan waktu yang lebih optimal direkomendasikan agar demonstrasi berjalan lebih efektif. Kata Kunci: Metode Demonstrasi. Materi Haji. Kelas V Mis. Madrasah Ibtidaiyah. Belajar Fiqh Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 232 APPLICATION OF DEMONSTRATION METHOD ON HAJJ MATERIAL CLASS V MIS QURAoANIC CHARACTER AR-RASYID Abstract Hajj material in Grade V of Madrasah Ibtidaiyah is often challenging because it requires students to understand a series of ritual procedures that must be performed in sequence. This study aims to analyze the implementation of the demonstration method and its influence on studentsAo understanding of the Hajj rituals at MIS QurAoanic Character Ar-Rasyid. Using a qualitative case study design, the research involved one Islamic Education teacher and twenty-three Grade V students. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and HubermanAos interactive model . ata reduction, display, and The findings show that the demonstration method enhances studentsAo visualization of the Hajj sequence, increases participation, and improves procedural Student mastery based on the worksheet assessment increased from 56% before the demonstration to 87% after the practice session. The study concludes that the success of the demonstration method is influenced by teacher readiness, the availability of learning media, and systematic activity design. The research recommends the use of simple instructional media and more optimized time allocation to ensure more effective demonstrations Keywords: Demonstration Method. Hajj Material. Elementry Learning. Madrasah Ibtidaiyah. Fiqh Learning PENDAHULUAN endidikan memiliki peran membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan keseimbangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (Mulyasa, 2. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), materi ibadah haji menjadi salah satu materi yang penting namun menantang. Selain berisi nilai-nilai spiritual, sosial, dan historis, materi ini juga menuntut pemahaman yang runtut terhadap tahapan ibadah, seperti thawaf, saAoi, wukuf, melempar jumrah, hingga tahallul (Hasbullah, 2. Tantangan utamanya adalah sifat materi yang kompleks, sehingga siswa sering kesulitan memahami urutannya jika disampaikan hanya melalui metode Metode ceramah yang dominan digunakan guru cenderung membuat pembelajaran menjadi pasif dan kurang memberikan ruang untuk eksplorasi Yuliana . menegaskan bahwa pembelajaran praktik ibadah tidak efektif jika hanya disampaikan secara verbal. Hal yang sama ditegaskan Arends . , bahwa pembelajaran pemahaman konseptual siswa. Dalam Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 233 konteks materi haji, minimnya visualisasi dan pengalaman langsung mengingat urutan dan makna tiap tahapan ibadah. Sebagai demonstrasi menjadi pendekatan yang pemahaman siswa. Fadilah . memungkinkan siswa memperoleh pengamatan dan praktik, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam. Pendekatan ini sejalan dengan teori Piaget menekankan bahwa siswa membangun konkret (Santrock, 2. Teori menekankan pentingnya interaksi sosial membangun pemahaman siswa (Habsy et al. , 2. Dalam pembelajaran memberikan peluang bagi siswa untuk mempraktikkan tahapan haji secara Penelitian-penelitian sebelumnya memperkuat efektivitas metode demonstrasi. Lestari . menemukan bahwa siswa lebih termotivasi belajar jika pembelajaran bersifat aplikatif dan melibatkan mereka secara aktif. Rahmah & Sari . menekankan bahwa kualitas media visual sangat menentukan keberhasilan Sementara itu. Marlina . melaporkan peningkatan hasil belajar sebesar 30% pada siswa yang Penelitian Wahyuni . juga menegaskan bahwa demonstrasi psikomotorik dan afektif siswa. Di sisi lain. Uno . dan Hanafiah & Suhana . menekankan pentingnya strategi pembelajaran dan media yang tepat agar metode demonstrasi berjalan Untuk mendukung efektivitas metode ini, perencanaan pembelajaran yang matang sangat diperlukan (Nasution, 2. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan riset yang belum banyak diterapkan pada materi haji di tingkat MI, terutama yang menilai indikator pemahaman siswa terhadap urutan rukun haji, pengalaman praktik, dan efektivitas media peraga secara detail. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya mengukur hasil belajar, tetapi pendukung dan penghambat, serta guru-siswa terbentuk selama kegiatan praktik. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan riset yang belum banyak diterapkan pada materi haji di tingkat MI, terutama yang menilai indikator pemahaman siswa terhadap urutan rukun haji, pengalaman praktik, dan efektivitas media peraga secara detail. Sebagian besar penelitian sebelumnya Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 234 hanya mengukur hasil belajar, tetapi pendukung dan penghambat, serta guru-siswa terbentuk selama kegiatan praktik. Kondisi ini juga terlihat di MIS QurAoanic Character Ar-Rasyid. Berdasarkan observasi awal, guru masih sehingga siswa kesulitan mengingat urutan manasik haji dan kurang percaya diri ketika diminta menjelaskan kembali. Guru juga menyampaikan adanya keterbatasan media seperti miniatur KaAobah atau alat peraga lain yang mendukung simulasi haji. Padahal, dibutuhkan untuk memvisualisasikan materi yang bersifat prosedural dan Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk melihat bagaimana metode demonstrasi dapat diterapkan secara optimal serta pemahaman siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan untuk pembelajaran materi haji pada siswa kelas V MIS QurAoanic Character ArRasyid, termasuk menelaah faktorfaktor pendukung dan penghambat yang Penelitian mengidentifikasi sejauh mana metode demonstrasi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai rukun dan pelaksanaan ibadah haji. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang bertujuan menggambarkan penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran materi haji di kelas V MIS QurAoanic Character Ar-Rasyid. Pendekatan ini dipilih mengamati secara langsung proses pembelajaran, interaksi guruAesiswa, serta perubahan pemahaman setelah kegiatan demonstrasi dilakukan. Partisipan penelitian terdiri atas satu guru Pendidikan Agama Islam (G. dan dua puluh tiga siswa kelas V (S1Ae S. yang dipilih melalui teknik pembelajaran materi haji. Identitas seluruh partisipan dianonimkan guna menjaga kerahasiaan dan memenuhi etika penelitian. Pengumpulan data dilakukan pada MaretAeApril 2024, bertepatan dengan jadwal pembelajaran fiqih di madrasah. Data observasi kelas, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mencatat tahapan pembelajaran, serta tingkat keterlibatan Wawancara dilakukan kepada G1 dan enam siswa (S1AeS. untuk Pertanyaan wawancara berfokus pada pemahaman siswa setelah praktik. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 235 efektivitas media, bagian yang dianggap sulit, serta kendala selama demonstrasi. Dokumentasi meliputi foto kegiatan, media manasik, perangkat pembelajaran, serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) demonstrasi sebagai data pendukung peningkatan pemahaman. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap: . pemahaman siswa sebelum praktik. pengamatan langsung saat guru melaksanakan demonstrasi ibadah haji dan siswa melakukan praktik. dokumentasi untuk memverifikasi dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi, penyajian, serta Reduksi dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema seperti pelaksanaan demonstrasi, ketersediaan media, respons siswa, serta faktor pendukungAepenghambat. Data kemudian disajikan dalam bentuk narasi tematik dan matriks sederhana untuk melihat pola hubungan antarkategori. Verifikasi dilakukan melalui triangulasi sumber . uru, siswa, dokume. , . bservasi, member checking kepada G1 dan beberapa siswa. Penelitian dilaksanakan dengan mencakup persetujuan dari pihak sekolah, izin orang tua siswa, serta prinsip kerahasiaan identitas. Partisipasi seluruh subjek bersifat sukarela, dan HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode Demonstrasi dalam meningkatkan Pemahaman siswa kelas V MIS terhadap Materi Haji Tahapan pelaksanaan metode demonstrasi oleh guru Tabel 1. Kode Keterangan Penanaman Siswa Kode Partisipan Keterangan Putri Siswi perempuan kelas V, aktif dan cepat memahami demonstrasi Raihan Siswa laki-laki kelas V, sangat terbantu dengan media peraga Siska Siswi perempuan kelas V, mudah mengingat urutan setelah praktik Adinda Siswi perempuan kelas V, aktif saat praktik Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 236 Ridwan Siswa laki-laki kelas V, sangat antusias mengikuti Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi ibadah haji, guru menerapkan metode demonstrasi sebagai pendekatan Tahap awal dilakukan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan urutan praktik yang akan dilakukan. Guru kemudian menyiapkan media berupa miniatur KaAobah, kain ihram, dan batu kecil sebagai gambaran pelaksanaan ibadah haji. Guru memperagakan tahapan ibadah haji mulai dari ihram, tawaf, saAoi, wukuf, melempar jumrah, hingga tahallul. Demonstrasi ini memberikan pengalaman visual dan konkret bagi siswa sehingga materi tidak hanya diterima secara teoritis, tetapi juga divisualisasikan secara Setelah demonstrasi guru, siswa berlatih secara berkelompok. Mereka mempraktikkan tahapan ibadah haji secara bergiliran. S1 menyatakan membuatnya mudah mengingat urutan rukun haji dan memahami Media bantu yang digunakan juga membuat siswa merasa seolah-olah sedang berada di suasana pelaksanaan ibadah haji. Meski pembelajaran berjalan baik, terdapat kendala seperti ruang kelas yang sempit dan waktu praktik yang terbatas. Namun secara keseluruhan, metode demonstrasi terbukti membantu siswa memahami tahapan ibadah haji secara lebih Evaluasi melalui LKPD menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah kegiatan praktik. Kesesuaian media atau peraga Pemilihan media yang sesuai merupakan faktor penentu keberhasilan demonstrasi. Guru menggunakan miniatur KaAobah, kain ihram, dan batu kecil sebagai alat praktik utama. Media tersebut dipilih karena bersifat konkret dan sesuai dengan tahapan ibadah haji. Visualisasi miniatur KaAobah serta kain ihram memberikan gambaran nyata mengenai situasi ibadah haji di tempat khusus yang menyerupai area lempar jumrah membuat praktik kurang maksimal. Ruang kelas yang sempit juga membatasi gerak saat simulasi tawaf dan saAoi. Namun demikian, siswa juga Misalnya, tidak adanya Menurut S2, keberadaan media membuat proses belajar jauh lebih mudah dipahami. Ia mampu mengingat tahapan ibadah haji setelah melihat dan memegang langsung media peraga. Walaupun terdapat keterbatasan, secara keseluruhan media yang Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 237 digunakan telah relevan dan mampu memperkuat pemahaman siswa terhadap pelaksanaan ibadah haji. Respon dan keterlibatan siswa selama proses demonstrasi Respon siswa terhadap penerapan metode demonstrasi sangat positif. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap tahapan Menurut guru, metode ini menjadikan siswa tidak pasif, tetapi praktik langsung jauh lebih menarik Ia dapat mencoba setiap tahapan ibadah dan merasakan pengalaman belajar yang lebih Siswa memperhatikan demonstrasi guru tetapi juga saling berdiskusi ketika menemui kebingungan mengenai urutan tahapan. Mereka aktif bertanya dan mencoba memahami makna setiap gerakan. Hal ini menandakan bahwa demonstrasi mampu menciptakan suasana belajar yang hidup dan kolaboratif. Meski demikian, keterbatasan alat peraga dan waktu menyebabkan beberapa siswa harus menunggu giliran lebih lama. Namun hambatan antusiasme dan keterlibatan siswa. Peningkatan pemahaman siswa terhadap rukum dan tata cara ibadah haji Metode dampak yang signifikan terhadap Sebelum praktik, beberapa siswa sulit membedakan urutan rukun haji dan sering tertukar antara tawaf dan saAoi. Setelah pemahaman mereka meningkat secara S4 menjelaskan bahwa ia lebih mudah mengingat setiap tahapan setelah Pengalaman praktik membuat pemahaman tidak hanya tersimpan di ingatan jangka pendek, tetapi membekas secara Selain ibadah, siswa juga dapat menjelaskan kembali makna dari setiap tahapan. Hal ini menunjukkan bahwa kognitif, psikomotor, dan afektif siswa secara bersamaan. Evaluasi guru terhadap hasil Evaluasi melalui LKPD, observasi praktik. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menghafal dan menjelaskan urutan rukun haji. Siswa juga lebih percaya diri ketika diminta menyampaikan kembali proses ibadah. Guru mencatat bahwa siswa yang sebelumnya pasif mulai lebih aktif setelah mengikuti demonstrasi. Mereka lebih berani bertanya dan Evaluasi observasional juga memperlihatkan Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 238 bahwa sebagian besar siswa memahami prosedur dengan benar dan menunjukkan sikap serius selama pembelajaran berlangsung. Secara keseluruhan, evaluasi demonstrasi sangat efektif untuk materi yang bersifat praktik seperti ibadah haji. Tabel 2. Ringkasn Pelaksanaan Demonstrasi dan Dampaknya terhadap Pemahaman siswa Aspek Temuan Utama Bukti Pendukung Pelaksanaan Demonstrasi Guru memperagakan urutan haji, siswa Observasi kelas, praktik bergiliran kutipan S1 Media Pembelajaran Miniatur KaAobah, kain ihram, batu Wawancara S2 Respon Siswa Siswa antusias dan terlibat aktif Kutipan S3 Peningkatan Pemahaman Pemahaman naik dari 56% Ie 87% Data LKPD Faktor Pendukung dan Penghabat dalam penerapan Metode Demonstrasi Ketersediaan alat bantu atau Tingkat kesiapan guru dalam media pembelajaran menerapkan metode demonstrasi Alat peraga seperti Guru miniatur KaAobah, kain ihram, dan batu jumrah sangat mendukung pelaksanaan demonstrasi. Media penyediaan media, dan pengelolaan tersebut membantu siswa memahami Kesiapan ini memengaruhi konsep abstrak menjadi konkret. Namun, keterbatasan media tertentu dan ruang kelas yang sempit menjadi Tingkat partisipasi siswa selama kendala tersendiri. Dukungan dari sekolah (Fasilitas. Siswa terlibat secara Waktu, dan Kebijaka. aktif selama demonstrasi. Sekolah menyediakan fasilitas dasar yang diperlukan serta langsung lebih menyenangkan dan membuatnya semakin bersemangat penggunaan waktu dan ruang. Interaksi antarsiswa juga Meskipun meningkat melalui kerja kelompok. fasilitas tambahan seperti ruang Hambatan teknis atau non-teknis praktik yang lebih luas belum dalam proses pembelajaran Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 239 Hambatan sehingga guru harus mengatur keterbatasan media dan ruang kelas. suasana lebih intensif. Meskipun Dari sisi non-teknis, antusiasme siswa yang tinggi terkadang berjalan efektif. membuat kelas menjadi ramai Tabel 3. Faktor Pendukung. Penghambat, dan Solusi dalam Demonstrasi Kategori Temuan Solusi Guru Pendukung Ketersediaan media, kebijakan sekolah, kesiapan guru Optimalkan Penghambat Ruang sempit, media kurang lengkap, waktu terbatas Praktik bergilir, improvisasi media, percepatan penjelasan Dampak Siswa lebih paham, partisipasi Data LKPD, wawancara siswa PENUTUP Berdasarkan hasil penelitan, penerapan pembelajaran ibadah haji dilakukan secara berurutan mulai dari ihram, tawaf, saAoi, wukuf, melempar jumrah, hingga tahallul dengan memanfaatkan media miniatur KaAobah dan kain ihram, serta dilaksanakan melalui praktik kelompok yang dibimbing guru. Faktor pendukung keberhasilan metode ini adalah kesiapan guru, relevansi media, serta keterlibatan keterbatasan ruang kelas dan waktu Dampak penerapan metode ini terlihat jelas melalui peningkatan pemahaman siswa terhadap urutan rukun haji, hasil evaluasi LKPD yang lebih baik, serta meningkatnya rasa percaya diri siswa dalam menjelaskan kembali tahapan ibadah. Temuan ini mengisyaratkan perlunya penyusunan SOP penyediaan paket media peraga yang lebih lengkap, serta penjadwalan praktik yang lebih proporsional. Metode demonstrasi berpotensi untuk diadopsi pada materi fikih lainnya yang memiliki karakter serupa, khususnya materi yang menekankan aspek prosedur. DAFTAR PUSTAKA Amaliyah. , & Fauzi. Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran fikih di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6. , 45Ae56. https://doi. org/10. 31004/jpiau. Arends. Learning to teach. McGraw-Hill Education. Arikunto. Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 240 Bungin. Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana Prenada Media Group. Creswell. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications. Fadilah. Efektivitas metode demonstrasi dalam pembelajaran praktik Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 48Ae56. https://doi. org/10. 18860/jpi. Fauzan. , & Nurdin. Pengembangan media miniatur KaAobah untuk pembelajaran ibadah haji. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 4. , 98Ae108. https://doi. org/10. 21009/jtpi. Fitriani. Penguatan pemahaman siswa terhadap manasik haji melalui pendekatan demonstratif. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 13. , 25Ae https://doi. org/10. 17509/jpik. Flick. An introduction to qualitative research. Sage Publications. Habsy. Christian. , & Unaisah. Memahami teori pembelajaran kognitif dan konstruktivisme serta penerapannya. Jurnal TSAQOFAH, 4. , 308Ae325. Hanafiah. , & Suhana. Konsep strategi pembelajaran. Refika Aditama. Hasbullah. Dasar-dasar ilmu pendidikan. Rajawali Pers. Hidayat. Efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran praktik ibadah di MI. Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Pendidikan Islam, 11. , 33Ae41. https://doi. org/10. 15575/albayan. Hanifa. , & Wardani. Implementasi demonstrasi pada materi fikih di tingkat sekolah dasar. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 7. , 149Ae https://doi. org/10. 31604/muaddib. Lestari. Pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil belajar praktik Jurnal Edukasi Islami, 5. , 102Ae110. Maulida. , & Hasan. Praktik pembelajaran ibadah haji berbasis demonstrasi di MI: Analisis efektivitas. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 12. , 33Ae42. https://doi. org/10. 24042/jtik. Marlina. Analisis hasil belajar siswa melalui metode demonstrasi pada mata pelajaran fikih. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 3. , 56Ae62. Moleong. Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya. Mursyid. Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran praktik ibadah: Sebuah studi lapangan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8. , 57Ae66. https://doi. org/10. 51878/jipd. Nasution. Strategi pembelajaran efektif di sekolah dasar. Prenadamedia. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 241 Rahmah. , & Sari. Peran media visual dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Tarbiyah Jurnal Ilmiah, 11. , 89Ae https://doi. org/10. 18592/tarbiyah. Rahmi. , & Yusuf. Model demonstrasi dalam meningkatkan kemampuan praktik keagamaan siswa MI. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5. , 71Ae https://doi. org/10. 36768/jpii. Rohimah. Penggunaan media manasik haji untuk meningkatkan pemahaman ibadah siswa MI. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9. , 211Ae220. https://doi. org/10. 29407/jpdn. Santrock. Educational psychology. McGraw-Hill Education. Sari. , & Mulyadi. Pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil belajar fikih di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10. , 115Ae https://doi. org/10. 24127/jpai. Sugiyono. Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Alfabeta. Sundari. Optimalisasi penerapan Kurikulum Merdeka melalui pelatihan pembelajaran berbasis proyek bagi guru di SMP Negeri 1 Muara Enim. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 150Ae158. Suprijono. Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka