Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol. No. 1 April 2024 e-ISSN : 2715-7687 P-ISSN : 2715-8748 Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Kesehatan Mental Remaja Silvy Noviyati Santos. Sarah Handayani Sekolah Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat UHAMKA silvynoviyatisantoso@gmail. Abstrak Coronavirus yang muncul di akhir tahun 2019 di Wuhan. China merupakan suatu wabah yang melanda di seluruh dunia. Dampak adanya wabah ini membuat banyak hambatan untuk melakukan interaksi sosial, sehingga upaya untuk tetap melakukan aktivitas dengan menjaga protokol kesehatan yaitu dengan melakukan kegiatan aktivitas secara online. Kegiatan sekolah formal pun dilakukan secara daring, dengan diberlakukannya pembelajaran daring membuat remaja sekolah kurangnya berinteraksi Kontribusi sosial menurun pada remaja sehingga berdampak pada psikologis, hal ini mengakibatkan banyaknya masalah kesehatan mental. Gejala yang dialami remaja seperti stress, cemas hingga marah yang tidak diketahui penyebabnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Literatur Review. Berdasarkan hasil review jurnal didapatkan sebanyak 7 Jurnal PNRI, dan 43 jurnal Pubmed bahwa adanya dampak kesehatan mental pada remaja dengan pandemi Covid-19 dimana banyak mengalami kecemasan, stress hingga keinginan untuk bunuh diri. Faktor yang mempengaruhi dimana kurangnya komunikasi antara orangtua dengan anak, kecemasan karna takut terpapar, pembatasan aktifitas seperti lockdown. Manfaat dari dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan informasi baru terkait kesehatan mental. Kata kunci : COVID-19, kesehatan mental, remaja. Abstract Coronanavirus it has been appeared on the end 2019 at Wuhan. China there is an epidemic who hit all of world. Effect an epidemic making many obstacles for doing social, which is effort for still keep doing activity is maintain of healthy protocol who all of activity doing via online. Activity like school must being do via online, with this program all of adolescent having decrease on social. Effect decrease on social is related with psicology adolescent, this effect is giving problematic on mental health. The symtomps such as stress, worry, and anger is the problem of mental health. This method is using Literature Review. Based on the results of a journal review, it was found that there was an impact on mental health in adolescents with the Covid-19 pandemic where many experienced anxiety, stress and even the desire to commit suicide. Factors that influence where the lack of communication between parents and children, anxiety because of fear of exposure, restrictions on activities such as lockdown. The benefits of this research are expected to be able to develop new information related to mental Keywords : COVID-19. Mental Health. Adolescent. http://ejournal. id/index. php/jukmas Article History : Submitted 24 Januari 2023. Accepted 29 April 2024. Published 30 April 2024 Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) perasaan seperti perasaan khawatir, tidak PENDAHULUAN Coronavirus tenang dan tidak aman . pertama kali yang baru muncul di akhir 2019 di Wuhan. Cina, dimana kemunculan Covid-19 Indonesia National Adolescent Mental ini menyebabkan pandemi hampir seluruh Health Survey . , survei kesehatan mental Virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan akut yang ditunjukkan dengan demam, batuk, dan sesak napas . mengukur gangguan jiwa pada remaja usia Dalam upaya pemerintah untuk menjaga 10-17 tahun di Indonesia, menemukan bahwa norma kesehatan melalui penggunaan masker dalam 1 tahun terakhir terdapat 1 dari 3 dan menjaga jarak aman. Dampak dari remaja mempunyai masalah pada kesehatan pelaksanaan protokol kesehatan ini salah jiwa dan 1 dari 20 diantaranya mengidap satunya adalah meniadakan aktivitas di gangguan jiwa. Menurut data Riskesdas . , sekolah fornal, sehingga adanya pergantian menemukan bahwa 6,1% orang Indonesia, atau 11 juta orang, pada usia 15 tahun atau lebih terdapat tanda-tanda memiliki penyakit pembelajaran daring . Remaja transisi untuk berkembang menjadi dewasa. merasakan depresi, dan adanya kecemasan Seorang remaja tidak lagi masuk dalam . Pada prevalensi yang memiliki gangguan pada mental emosional diantaranya orang transisi remaja ini belum dapat dikatakan dengan usia diatas 15 tahun, di Jakarta- dewasa karena belum cukup matang . Selatan didapatkan 7,22%, dan depresi 4,5%. Definisi remaja berdasarkan Undang-Undang dengan rentang usia 15-24 tahun. Kesehatan mental saat ini menjadi perhatian lebih maka seseorang yang memiliki rentang usia berkisar dari itu perlu dijaga baik secara lahir maupun sepuluh sampai delapan belas tahun . Fase pada remaja mengalami banyak perubahan, dewasa, remaja, atau yang mudah mengalami mulai dari perubahan fisik, mental, sosial dan gangguan mental dan depresi cukup berat . kekanak-kanakan. Perlindungan Anak Bentuk emosional pada remaja Kesehatan yang berkobar-kobar dan energi yang besar merupakan suatu perkembangan emosi yang Kesehatan mental yang tergolong belum dapat dikendalikan dengan sempurna, baik yaitu dapat mengendalikan tekanan sehingga menimbulkan banyak perubahan menjalani kehidupan secara produktif . Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Kegiatan seperti sekolah atau kuliah yang pandemi Covid-19 ini terhadap kesehatan mental remaja. Data yang di review berupa literatur berdampak pada psikologis dan gangguan atau artikel publikasi yang bersumber dari mental pada remaja. Gejala awal biasanya timbul rasa kebingungan, peningkatan rasa sebanyak 43 jurnal Pubmed dan 7 Jurnal Neliti kecemasan, hingga munculnya kemarahan dari PNRI. Tujuan Penelitian ini adalah untuk yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti . Pandemi Dampak Hal Nasional Intenasional COVID-19 Efek Kesehatan Mental Remaja. Kriteria usia pada penelitian dengan adanya wabah penyakit diantaranya ini adalah Remaja yang memiliki rentang usia adalah depresi, stress dan kecemasan, serta 15-18 tahun. gangguan stress pasca-trauma. Dampak dari Variabel dependen yaitu Kesehatan suatu bencana akan berhubungan dengan Mental, dan Variabel independen Pandemi Covid-19. Keyword yang digunakan kesehatan mental tersebut juga memberikan Mental efek pada anak-anak, dan remaja . Sebuah Kesehatan Mental. Pandemi. Remaja. Kriteria Filippinia 16,3% Health. Covid-19. Adolescent. Menggunakan responden mengalami gangguan psikologis sedang atau berat akibat pandemi. Penelitian Indonesia dan bahasa Inggris. Berdasarkan lain juga dilakukan di Amerika Serikat filter Pubmed adolescent termasuk subjek usia 13-18 tahun. Jurnal dengan kategori free full text. Tahun penelitian 3 Maret 2020-31 menyebabkan beban dan rasa memiliki di Desember 2021. Massa penggunaan jurnal 5 kalangan remaja . Penelitian ini bertujuan tahun, sedangkan untuk kriteria eksklusi : untuk memberikan informasi mengenai Efek Menggunakan metode penelitian literature Pandemi review, clinical trial. Menggunakan diluar COVID-19 Terhadap Kesehatan Mental Remaja. Menggunakan bahasa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jurnal yang tidak dapat diakses secara gratis. Massa METODE Metodologi penggunaan jurnal 5 tahun. Sampel berusia 18 tahun. penelitian ini adalah dengan menggunakan tehnik Literature Review. Pertanyaan dalam penelitian ini yaitu : apa saja efek dari Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Pencarian dengan C Pubmed Neliti (PNRI) 50 Artikel ditemukan sesuai keyword 37 artikel dikeluarkan dengan kriteria eksklusi 13 Artikel terpilih Gambar 1: Diagram Prisma Flowchart Gambar 1. merupakan proses seleksi Artikel yang sama dengan tujuan akan Seleksi artikel dilakukan menggunakan dikumpulkan dan diringkas dalam table diagram Prisma, kemudian dianalisa secara Table sumary meliputi Judul. Nama. Tahun Penerbit, metode, dan hasil. Berikut Setelah dimasukkan dalam bentuk table sumary. Hasil hasil temuan yang telah dianalisis. Tabel 1. Literatur Review Tahun Penulis Metode Judul Hasil Anxiety COVID-19 pandemic: A mixed method study from western Nepal Udaya Bahadur B. Sunil Pokharel . dan kualitatif Depresi ringan 9,1% 16,1%. Depresi 3,4% kecemasan sedang 4,1%. Depresi berat 1,1 dan kecemasan berat 0,7% A study of community knowledge, attitudes, practices, and health in Pakistan during COVIDAa19 Muhammad Nadeem. Nayab Khaliq . Crosectional Studi bahwa 40,8% dan 36,2% virus Corona. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Judul Tahun Penulis Metode Hasil Examining impacts of the COVID-19 pandemic on family mental health in Canada: findings from a crosectional study Anne CrossGadermann. , sectional Kimberly C Thomson. , et al . kesehatan mental anak sejak awal COVID-19. 24,8% . % CI 21,4 kesehatan mental anak mereka memburuk. Acute psychological impact on COVID-19 patients in Hubei: a observational study Minghuan Wang. Caihong Hu Crosectional Pada usia < 17 tahun dengan gejala somatisasi nilai P 0,356, dan isomnia nilai P 0,001, persentase semua responden gejala somatisasi 66,09%, depresi 53,48%, pemikiran bunuh diri 23,26%, stress 14 %, kecemasan 46,3%, dan isomnia 42,01% Sociodemographic paediatric patients care hospital in the COVID-19 era Michela Gatta. Alessia Raffagnato Cohort signifikan dalam usia timbulnya NSSI dari pra-COVID-19 . sia rata-rata 12,2 tahu. hingga tahun COVID-19 . sia ratarata 13,8 tahu. statistik (X2 = 17,6, df = 8,p=0,. ditemukan hubungan neuroleptik obat-obatan lain . ari 44% sebelum COVID-19 menjadi 61% pada tahun COVID-. dan monoterapi . ari 2% menjadi 5,3%) Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Judul Tahun Penulis Metode Hasil Prevalence of Depression. Anxiety, and Stress among High School Students during the COVID-19 Pandemic: A Survey Study in Western Mexico Guillermo Alonso CervantesCardona. Gabino CervantesGuevara . Crosectional Kelompok usia 14-16 tahun p value depresi sebesar 0,081, kecemasan 0,057, dan stress sebesar 0,015 Increase in Referrals of Children and Adolescents to the Psychiatric Emergency Room Is Evident Only in the Second Year of the COVID-19 PandemicAi Evaluating 9156 Visits from 2010 through 2021 in a Single Psychiatric Emergency Room Chen Dror. Nimrod HertzPalmo. , et al Studi ekologis dan Ada tren positif yang signifikan dalam rujukan bulanan antara tahun 2010 dan 2021, peningkatan serupa dalam rujukan per bulan dibandingkan dengan bulan tersebut di tahun sebelumnya, dengan nilai p value <0,001 Patterns of adult and youth inpatient admissions before and after the COVID19 pandemic in a psychiatric ward: an observational study Carolina Alves Rodrigues. Nuno Rodrigues . Retrospektif Untuk pasien berusia antara 15 dan 25 tahun, signifikansi statistik ditemukan mengenai jumlah total yang wajib . 44,pAcnilai=0,. , dan di semua kelompok diagnosis . emua dengan pAcnilai=0,. Efektivitas Penerapan Telemental Konseling terhadap Penurunan Kecemasan Remaja Akibat Paparan Informasi Covid 19 di Kota Padang Windy Freska. Rika Sarfika Experimental Terapi telemental pada kelompok memberikan dampak yang menguntungkan dalam mengurangi rasa kecemasan pada remaja di Kota Padang. Hasil uji statistik p-value = 0,000 . <0,. Pre dan post Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Judul Weight gain in Chinese youth 4-month COVID19 lockdown: a Tahun Comparison of Use Massachusetts Child Psychiatry Access Program Patient Characteristics Before vs During the COVID-19 Pandemic Emergency Department Encounters Among Youth With Suicidal Thoughts Behaviors During COVID-19 Pandemic Kesehatan Mental Anak Selama Pandemi COVID-19 Penulis Metode Hasil Yaoshan Observasional peserta berkisar antara 17 hingga 27 Dun. Jeffrey retrospektif tahun (M=19. SD=. dengan 80,2% Ripleydiidentifikasi sebagai perempuan. Gonzalez Rata-rata perubahan berat badan absolut dan relatif adalah 2,6 dan 4,2% untuk pria, dan 2,1 dan 4,2% 4,4%) Peningkatan individu yang kelebihan berat badan dan obesitas menurut poin batas Asia sebagai persentase demografis masing-masing sebesar 4,5% dan 2,7% dan 4,8% dan 3,4% pada pria dan wanita (P<0,. Pertambahan berat badan secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan waktu duduk dan peningkatan skor stres dan depresi terkait COVID-19. Yael Dvir. CrossPersentase peningkatan terbesar Clare Ryan. , sectional adalah pertemuan untuk gangguan et al . spektrum autisme . %), diikuti oleh kecemasan . %), depresi . %), . %), pemusatan perhatian/hiperaktivitas . %). Kathryn K. CrossRidout. Mubarika Alavi . kunjungan UGD terkait bunuh diri secara signifikan lebih rendah untuk anak yang memiliki rentang usia 5 sampai 12 tahun dan remaja dengan rentang usia 13 sampai 17 tahun selama perintah awal berlindung di tempat P < 0,001 Virly Isella. I Wawancara Kadek Suarca Gangguan kesehatan mental yang ditemukan selama masa pandemi yaitu perubahan emosi dan perilaku, depresi, ansietas, dan insomnia. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Diskusi Berdasarkan temuan sintesis artikel meningkat ini menuntut kesadaran para database, teridentifikasi tiga belas jurnal yang dokter dan pembuat kebijakan . Isolasi terdiri dari sebelas jurnal internasional dan terkait pandemi Covid-19 berpengaruh buruk dua jurnal nasional. Artikel ini kemudian terhadap kesehatan mental pada remaja, hal diperiksa untuk menghasilkan ringkasan yang ini dilihat dari proporsi kunjungan gawat sesuai dengan tujuan. darurat dimana adanya masalah kesehatan Pada awal gelombang Covid-19 adanya diberlakukannya isolasi sosial, penutupan mental remaja, termasuk upaya bunuh diri . Pada Nadeem sekolah hingga kehilangan pekerjaan sehingga ditemukan bahwa 40,8% dan 36,2% peserta akibat dari pandemi ini menimbulkan masalah merasakan kecemasan dan ketakutan akibat Prevalensi anak sebesar 24,8% virus Corona. Klasifikasi yang terjadi pada depresi ada 3 yakni Depresi ringan 9,1% dan memburuk mulai awal pandemi, hal ini kecemasan ringan 16,1%. Depresi sedang 3,4% dan kecemasan sedang 4,1%. Depresi gangguan pada kesehatan mental sehingga berat 1,1 dan kecemasan berat 0,7%. Hal ini berkurangnya interaksi anak. Permasalahan terjadi karena ancaman Covid dimana mereka kesehatan mental pada anak muncul sehingga yang takut akan terpapar, adanya berita menimbulkan stress, depresi hingga keinginan mengenai Covid membuat kesehatan mental untuk bunuh diri . Hal ini sejalan dengan Ridout et al. , dimana kelompok usia. Cervantes-Cardona . Kesehatan mental di kunjungan UGD terkait bunuh diri secara kalangan pelajar selama pandemi signifikan lebih rendah untuk anak dengan menjadi isu global yang nyata. Fokus di sini rentang usia mencapai 5- 12 tahun dan adalah pada efek remaja dengan rentang usia 13-17 tahun. COVID-19 pada siswa sekolah menengah. Tahun pertama pandemi COVID-19 tidak berbeda dengan peningkatan rujukan terus-menerus selama satu dekade ke UGD . psikologis dari Menurut Dimana usia 14-16 rentan akan depresi dan Perilaku bunuh diri dan menyakiti diri psikiatri anak-anak dan remaja. Sebaliknya, sendiri juga lebih tahun kedua menunjukkan kecenderungan kelompok COVID-19, dibandingkan tahun tambahan di luar Metode yang digunakan untuk kecenderungan umum. Kompleksitas dalam kebutuhan yang banyak terjadi pada mencoba bunuh diri telah banyak diubah, dengan prevalensi yang dicoba di dalam Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Perubahan terapi farmakologis juga diri, depresi, stress, kecemasan, sehingga terjadi, yang diperlukan untuk lebih dari 80% mereka yang datang untuk berkonsultasi pasien rawat inap selama tahun COVID, dengan penggunaan neuroleptik yang lebih menyelesaikan permasalahan . Selain itu, akibat dampak Covid- Gangguan 19 banyak remaja usia 15-25 tahun sangat ditemukan selama masa pandemi yaitu perubahan emosi dan perilaku, depresi. Ini . Hal beberapa bukti menunjukkan peningkatan meningkatkan pola hidup yang kurang sehat, dramatis dalam konsumsi alkohol berbahaya dimana pada penelitian Dun . dampak dari selama bulan-bulan pertama pandemi COVID- COVID-19 membuat bertambahnya berat 19, disertai dengan peningkatan keadaan badan, karena lebih banyak dirumah sehingga darurat terkait alkohol, termasuk penarikan kurangnya aktivitas fisik, merasakan insomnia membuat pola hidup tidak sehat. Secara keseluruhan dari artikel yang kendaraan bermotor hal ini dapat menganggu telah direview bahwa ada efek pandemi kesehatan mental seperti skizofrenia, bipolar, dengan kesehatan mental pada remaja. delusi, dan depresi . Akibat dari orang yang terpapar COVID-19 COVID-19 juga memiliki dampak pada juga memiliki dampak pada kesehatan mental. kesehatan mental terhadap orang yang terpapar COVID-19 dimana menunjukkan KESIMPULAN tingkat kecemasan, depresi, dan somatisasi Berdasarkan 13 jurnal yang telah di yang tinggi. Identifikasi dan intervensi dini terhadap masalah psikologis pasien COVID-19 kesehatan mental adanya upaya untuk bunuh harus diadopsi untuk menghindari kejadian diri, melukai diri sendiri, delusi, depresi, ekstrem seperti melukai diri sendiri atau cemas dan stress. Hal ini diperlukan untuk impulsif bunuh diri pasien, terutama bagi melakukan konsultasi mendalam kepada ahli mereka yang berpendidikan rendah . Dampak dari COVID-19 dimana banyaknya Faktor perubahan pola hidup gangguan kesehatan mental dapat dilakukan dimana banyak yang mengalami pertambahan pada berat badan. Pemberian konsultasi ini dapat menjadikan usaha dalam pencegahan melakukan bunuh Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Saran dan Rekomendasi Available https://ugm. id/en/news/23169burden-of-adolescent-mental-disordersin-indonesia-results-from-indonesia-sfirst-national-mental-health-survey Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat sebagai referensi untuk menambah pengetahuan baru. Riskesdas. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas Tahun 2. Jakarta: Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Rachmawati AA. Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja [Interne. EGSA UGM. ited 2023 Jan . Available https://egsa. id/2020/11/27/ darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/ Melina SA. Herbawani CK. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja Selama Pandemi Covid-19: Tinjauan Literatur. MKMI Media Kesehat Masy Indones [Interne. 2022 Aug 21. :286Ae91. Available https://ejournal. id/index. kmi/article/view/43142 Ucapan Terimakasih Penulis Dosen Pascasarjana Pembimbing Universitas Sekolah Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang telah membimbing penulisan jurnal ini. REFERENSI