JURNAL VOICE OF MIDWIFERY Artikel Penelitian Volume 13 Nomor 2. September 2023 Halaman 93 - 100 IMPLIKASI KONSELING BEHAVIOUR (PERILAKU) TERHADAP PENINGKATAN ASUPAN MAKRONUTRIEN PADA BALITA STUNTING Implications Of Behavioral Counseling On Increasing Macronutrient Intake In Stunting Toddlers Andi Kasrida Dahlan1. Andi Sitti Umrah2. Reski Juliani3. 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Palopo E-mail: andikasridadahlan@gmail. com, andisittiumrah@gmail. ABSTRACT Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the First 1,000 Days of Life (HPK). Nutritional intake is a substance of food that the body needs for a healthy life, such as carbohydrates, proteins, fats, vitamins and minerals. In handling stunting through specific nutrition interventions, it is necessary to increase access and quality of nutrition and health services to increase public awareness. One of the health development problems that until now is still a priority problem in a country, both at the international, national and local levels, because it has an impact on the generation of Human Resources (HR) that will be produced, including in the city of Palopo. Type of pre-experimental research with one group pretest-postest approach. The intervention model provided is counseling with a behavioral Purposive sampling technique. Data analysis using the Wilcoxon test. Based on the results of statistical tests using the Wilcoxon test, a value of A = 0. 000 < a value of = 0. This means that counseling through a behavioral approach has implications for increasing macronutrient intake in stunted toddlers. The application of behavioral counseling macronutrient intake . nergy, carbohydrates, protein, fa. in stunted toddlers in Palopo City (A < Keywords: Behavioral Counseling. Macronutrient Intake. Toddlers. Stunting. ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Asupan gizi merupakan subtansi makanan yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Dalam penanganan stunting melalui intervensi gizi spesifik diperlukan peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu permasalahan pembangunan kesehatan yang sampai saat ini masih merupakan prioritas permasalahan disuatu negara, baik di tingkat internasional, nasional dan lokal, karena berdampak pada generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang kelak dihasilkan, termasuk di kota palopo. Jenis penelitian pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest. Model intervensi yang diberikan adalah konseling dengan pendekatan behavior. Teknik penarikan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Berdasarkan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai A = 0,000 < nilai = 0,05. Hal ini berarti konseling melalui pendekatan behaviour memiliki implikasi terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita Ada Penerapan konseling behavior . memiliki implikasi yang positif terhadap peningkatan asupan gizi makro . nergi, karbohidrat, protein, lema. pada balita stunting di Kota Palopo (A < 0,. Kata kunciAiKonseling Behaviour. Asupan Makronutrien. Balita. Stunting 93 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 PENDAHULUAN Stunting 2,29 kali daripada kelompok asupan fosfor tumbuh pada anak balita akibat kekurangan cukup (Ayuningtyas et al. , 2018. Sari et al. gizi kronis terutama pada 1. 000 Hari Berdasarkan data dari World Health Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal Organization (WHO) kejadian stunting tumbuh pada anak balita disebabkan oleh benua Asia sekitar 87 juta anak, benua kurangnya asupan gizi dalam waktu lama Afrika sekitar 59 juta jiwa, benua Amerika serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua sekiatr 6 juta jiwa anak. Sedangkan faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola menurut UNICEF sekitar 149 juta anak asuh yang tidak memadai terutama dalam 000 HPK (Kementerian PPN/ Bappenas. WHO, 2. Sedangkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Asupan (UNICEF, pada tahun pada tahun 2017 sekitar 29,6%, makanan yang dibutuhkan tubuh untuk pada tahun 2018 trend balita stunting masih hidup sehat, seperti karbohidrat, protein, tetap pada 29,6%, sementara indonesia lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi dalam memiliki cakupan target pada tahun 2024 tubuh berfungsi sebagai sumber energi adalah 14% (Kementerian Kesehatan RI, . erutama karbohidrat dan lemak, sumber zat pembangunan . , pertumbuhan. Stunting di kota Palopo pada tahun 2021 pertahanan dan perbaikan jaringan tubuh. sebanyak 28,5% dan menurun menjadi Asupan energi, zat gizi makro dan zink 23,8% tahun 2022. Kota Palopo telah menetapkan 8 wilayah kecamatan dan 21 terhadap kejadian stunting pada balita. kelurahan sebagai lokasi khusus (Loku. Sedangkan, asupan protein, kalsium dan untuk penanganan percepatan stunting. Hal fosfor signifikan lebih rendah pada anak ini dasari oleh banyaknya keluarga sasaran stunting dibandingkan anak tidak stunting. yang berisiko stunting yaitu 4. 296 keluarga. Prevalensi stunting pada kelompok asupan Salah satu wilayah yang menjadi lokus protein rendah, lebih besar 1,87 kali adalah Kecamatan Bara, dengan angka daripada kelompok asupan protein cukup. keluarga sasaran berisiko stunting tertinggi Begitu pula pada asupan kalsium dan fosfor, prevalensi stunting pada kelompok Berdasarkan survey awal yang dilakukan asupan kalsium rendah, lebih besar 3,625 peneliti, menemukan bahwa asupan nutrisi kali daripada kelompok asupan kalsium kebutuhan nutrisi harian. Orang tua tidak kelompok asupan fosfor rendah, lebih besar memperhatikan angka kecukupan nutrisi 94 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 Palopo persajian porsi makanan yang diberikan, membantu konseli dalam memepelajari sehingga balita tidak dapat memenuhi tingkah laku baru untuk memecahkan kebutuhannya setiap hari. Oleh karena itu Melalui konseling behavioral perlu penanganan gizi spesifik pada balita ternyata mampu menghasilkan perubahan sikap yang positif pada seseorang (Poole. WHO pemberian konseling yang efektif untuk Proses konseling akan berjalan efektif peningkatan asupan energi dan protein pada jika seorang konselor memahami dan balita stunting dan ibu hamil (WHO, 2. Dalam Penerapan konseling dengan pendekatan behavior memiliki kontribusi gizi dan kesehatan untuk meningkatkan pikiran, perasaan dan perilaku (Kadek (Atikah. Konseling merupakan salah satu bentuk komunikasi yang menjadi pilar utama yang peningkatan akses dan kualitas pelayanan Sunarta dkk. Berdasarkan penelitian terdahulu oleh dapat mendukung keberhasilan program (Alfarizi, pencegahan dan intervensi stunting baik KIE/konseling kepada individu, kelompok dan masyarakat didalam sebuah tim medis pada institusi (Judiono et al. , 2. Konseling adalah bentuk sarana untuk layanan kesehatan Rumah Sakit. Sama memberi dukungan pada ibu agar mampu halnya dengan penelitian oleh (Sartika, mengembangkan rasa percaya diri mereka dilakukan kegiatan KIE/konseling Tujuan konseling adalah mendorong ibu pengetahuan dan perilaku siswa terhadap kebiasaan sarapan pagi . ilai p < 0,. Media menyedikan menu makanan pada anaknya. rata-rata dengan tehnik pemecahan masalah (Suriati bergambar, kartu kuartet, ular tangga, tebak & Yusnidar, 2. Dalam penerapan gambar, teka teki silang (TTS), leaflet, poster, dan lomba cerdas cermat. Salah satunya adalah konseling Sejalan dengan penelitian oleh (Dinihari dengan pendekatan behavioral . et al. , 2. tentang pemberdayaan kader yaitu berlandaskan pada teori belajar yang berfokus pada tingkah laku seseorang untuk koseling gizi dan komunikasi efektif pada 95 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 kader posyandu Kelurhan Pademangan yang diberikan adalah konseling dengan Barat Jakarta Utara menyatakan bahwa pendekatan behavior. Model ini berfokus terjadi peningkatan pengetahuan para kader pada model belajar melalui tingkah lalu posyandu tentang program kadarzi, tentang upaya pembinaan keluarga untuk mencapai Penelitian ini dilakukan di wilayah kota peringkat kadarzi, dalam mengidentifikasi Palopo karakteristik keluarga serta keadaan gizi Populasi dan sampel adalah balita stunting keluargabinaan, keterampilan para kader usia 18-24 bulan sebanyak 20 orang. posyandu dalam melakukan konseling gizi Tehnik penarikan sampel menggunakan dan komunikasi efektif pada keluarga purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Alat bantu Berdasarkan permasalahan diatas, bahwa (Blonna Watter. April-Juli dalam penerapan konseling adalah media yang sampai saat ini masih merupakan permasalahan, pencegahan dan penanganan prioritas permasalahan disuatu negara, baik Selain itu, untuk mempermudah di tingkat internasional, nasional dan lokal, akses komunikasi dengan individu dapat karena berdampak pada generasi Sumber Daya Pengumpulan data dilakukan melalui data Manusia (SDM) dihasilkan, termasuk di kota palopo. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian tentang menggunakan uji wilcoxon. Analisis upaya pencegahan dan penanganan stunting konseling melalui pendekatan behaviour HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut hasil penelitian. Tabel 1. Karakteristik responden terhadap peningkatan asupan makronutrien Karakteristik Responden pada balita stunting di Kota Palopo Usia Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber. data primer METODE PENELITIAN Desain eksperimen dengan pendekatan one group pretest-postest yaitu peneliti melakukan . re-tes. diberikan perlakuan sehingga peneliti dapat Frekuensi (F) Persentase (%) menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan. Model intervensi Berdasarkan tabel 1. menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia 96 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 terbanyak pada usia 20 bulan yaitu 7 orang sebanyak 30 gram dan setelah diberikan . %). Karakteristik berdasarkan jenis intervensi sebanyak 46 gram, dengan peningkatan sebanyak 14 gram. sebanyak 11 orang . %). Berdasarkan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai Tabel 2. Implikasi konseling pendekatan behaviour terhadap peningkatan asupan makronutrien pada balita stunting Asupan Median Energi Sebelum 900 kkal Sesudah 1211 kkal Karbohidrat Sebelum 134,8 gr Sesudah 170 gr Protein Sebelum . Sesudah . Lemak 28 gr Selisih 30 gr Nilai memiliki implikasi terhadap peningkatan 760-1239kkal 0,00 asupan makronutrien pada balita stunting di Kota Palopo tahun 2023. 90-181 gr 20-47 gr 0,017 24-57 gr 14 gr 18-57 gr 0,00 sebelum dan setelah diberikan intervensi . sebagai berikut. asupan energi sebelum diberikan intervensi sebanyak 900 dan setelah diberikan intervensi sebanyak 1211 kkal, dengan peningkatan sebanyak 779 kkal. Asupan karbohidrat sebelum diberikan intervensi sebanyak 134,8 gram dan setelah diberikan intervensi sebanyak 170 gram, dengan peningkatan Asupan sebelum diberikan intervensi sebanyak 28 gram dan setelah diberikan intervensi sebanyak 38,5 gram, dengan peningkatan sebanyak 9,5 gram. Sedangkan asupan menganggap bahwa anak-anak akan makan Mereka menerapkan waktu yang tepat untuk pola bahwa rerata selisih asupan makronutrien bahwa tidak mengetahui tentang kebutuhan 36-79 gr Berdasarkan tabel 1. asupan gizi anak perhari. Mereka masih Sumber. data primer . ji wilcoxo. sebelum diberikan intervensi menyatakan 9,5 gr 46 gr Hal 0,00 146-217 gr 38,5 gr Sebelum . Sesudah . konseling melalui pendekatan behaviour MinimalMaksimal 915-1757 kkal 35,2 gr A = 0,000 < nilai = 0,05. Hal ini berarti 97 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 makanan pada anak. Selain itu, sebagian besar ibu memberikan makanan tidak beragam dan memperhatikan unsur gizinya. Makanan yang diberikan berupa cemilan, atau buah dan kadang juga memberikan nasi tim namun porsi makanan tidak dihabiskan oleh anak, bahkan kadang hanya dicicipi saja. Namun setelah diberikan . responden mulai merubah pola pemberian Mereka mendisplikan waktu makan pada anak, mulai dari sarapan pagi, selingan, makan siang dan makan malam. Menu makanan gizinya, seperti nasi tim ayam, bubur ayam, buah-buahan, sayuran, telur, ikan, tempe, atau penguatan terhadap perilaku yang tahu, nasi putih, cemilan lokal seperti bermasalah, kemungkinan besar perilaku barongko, kue labu sebagai makanan tersebut akan terus muncul. Konselor selingan dan susu. Meskipun terkadang membantu klien untuk mengidentifikasi anak masih tidak menghabiskan porsi yang faktor-faktor lingkungan yang memperkuat Namun beberapa ibu cukup pola berpikir dan bertindak yang tidak merasa senang karena anak mulai disiplin dan teratur untuk makan. Hal ini sejalan dengan penelitian mendukung pola perilaku yang lebih positif terdahulu bahwa (Pitri & Ramadanti, 2. (Sommers-Flanagan & Sommers-Flanagan, konseling gizi bagi keluarga memegang peranan penting terhadap pola makan balita Rekomendasi dari WHO tentang di Kabupaten Pasaman Barat. Pemberian konseling ini mampu merubah perilaku ibu peningkatan asupan energi dan protein pada dalam menyiapkan menu makan bagi balita balita stunting dan ibu hamil (WHO, 2. dan porsi makan dapat dihabiskan oleh Dalam Sesuai pula dengan penelitian oleh (Darawati et al. , 2. menyatakan bahwa peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan untuk meningkatkan memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah asupan zat gizi berupa energi. Konseling merupakan pilar utama yang protein, karbohidrat, vitamin C, zat besi, dapat mendukung keberhasilan program kalsium, dan serat. intervensi baik kepada individu, kelompok Sama (Atikah, dan masyarakat (Judiono et al. , 2. (Rahmadiyah et al. , 2. menyatakan Asumsi peneliti dalam penelitian ini bahwa konseling yang berfokus pada memiliki implikasi yang psosit terhadap membangun hubungan saling percaya, perubahan perilaku ibu dalam mengasuh sehingga mampu merubah perilaku ibu dalam mengasuh balita stunting, gizi pemilihan bahan makanan, dan pola makan, terpenuhi dan anak menjadi lebih sehat. sehingga asupan gizi pada anak dapat Menurut teori konseling perilaku mengungkapkan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Ketika lingkungan memberikan dukungan 98 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 . SIMPULAN Berdasarkan pemasalahan, tujuan, dan hasil penerapan konseling behavior . memiliki implikasi yang positif terhadap peningkatan asupan gizi makro . nergi, karbohidrat, protein, lema. pada balita stunting di Kota Palopo (A < 0,. Saran Blonna. , & Watter. Health Counseling: A microskills approach. Jones and Bartlett Publishers. Darawati. Yunianto. Sulendri. , & Omdah. Stunting prevention through participative counselling on the implementation of balanced nutrition toward children by involving local puppeteers in Central Lombok Regency. West Nusa Tenggara. Systematic Reviews Pharmacy, 11. , 805Ae810. https://doi. org/10. 31838/srp. dalam penelitian ini adalah diperlukan melalui berbagai pendekatan bagi petugas kesehatan sehingga permasalahan yang dihadapi oleh klien mampu diatas dengan baik dan tepat. UCAPAN TERIMA KASIH/ ACKNOWLEDGEMENT Peneliti mengucapkan terima kasih pada Universitas Muhammadiyah Palopo atas bantuan dukungan dan morilnya kepada peneliti dan segenap jajaran pemerintah Kota Palopo. DAFTAR PUSTAKA