JIGE 6 . 2726 - 2747 JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini Pada Tayo The Little Bus Movie Siti Rahmawati1*. Sofa Muthohar1. Nilal Muna Fatmawati2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Indonesia Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Indonesia *Corresponding author email: 2203106055@student. Article Info Article history: ABSTRACT Received Augustus 28, 2025 Approved November 20, 2025 Keywords: Character Education. Early Childhood. Tayo The Little Bus Movie The purpose of this study is to analyze in depth the content of character education values, especially concern for the environment contained in the animated cartoon series "Tayo The Little Bus" and its relevance as a learning medium for early This research is a library research with a qualitative descriptive method that applies content analysis. The research data comes from five episodes of the animated cartoon "Tayo The Little Bus" which were specifically selected to raise the theme of cleanliness and the environment. Data collection was carried out through documentation techniques with observation methods of listening and taking notes on the elements of analysis in the form of dialogue, narration, scene engineering, and character actions contained in the five episodes. The collected data were analyzed and interpreted by referring to the theory of cognitive and moral development of early childhood and the basis of character education. The results of the analysis show that in terms of cognitive aspects, this animation successfully presents the concept of introducing waste and environmental cleanliness responsibilities into concrete images through character visualization in its five episodes based on children's thinking stages. The Tayo The Little Bus cartoon animation presents a strong behavioral model through musical scenes in the episodes "Cleaning Song" and "I Like Clean Mountains" which are arranged to stimulate positive psychomotor skills in children, and the form of the story in these episodes consistently builds an understanding of the real impact of actions to protect and from actions to ignore the environment. In conclusion, as a learning through media, "Tayo The Little Bus" has strong feasibility to be used as a supporting medium in environmental care character education at the Early Childhood Education level. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara mendalam isi nilai-nilai pendidikan karakter, khususnya kepedulian terhadap lingkungan yang terdapat dalam serial animasi kartun "Tayo The Little Bus" dan relevansinya sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan metode deskriptif kualitatif yang menerapkan analisis isi . ontent analysi. Adapun data penelitian bersumber dari lima episode dari animasi kartun "Tayo The Little Bus" yang dipilih secara khusus mengangkat tema kebersihan dan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan metode observasi simak dan catat terhadap unsur-unsur analisis berupa dialog, narasi, rekayasa adegan, dan tindakan karakter yang terdapat pada kelima episode Data yang terkumpul dianalisis dan diinterpretasikan dengan mengacu pada teori perkembangan kognitif dan moral anak usia dini serta dasar pendidikan Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2726 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Hasil analisis menunjukkan bahwa secara aspek kognitif, animasi ini berhasil menyajikan konsep pengenalan mengenai sampah dan tanggung jawab kebersihan lingkungan menjadi gambaran konkret melalui visualisasi karakter di kelima episodenya berdasarkan tahapan berpikir anak. Animasi kartun Tayo The Little Bus menyajikan model perilaku yang kuat melalui adegan musikal pada episode "Lagu Bersih-Bersih" dan AuAku Suka Pegunungan BersihAy yang disusun untuk menstimulasi psikomotorik positif pada anak, dan bentuk cerita pada episode-episode tersebut secara konsisten membangun pemahaman tentang dampak nyata dari tindakan menjaga dan dari tindakan mengabaikan lingkungan. Kesimpulannya, sebagai sebuah pembelajaran melalui media, "Tayo The Little Bus" memiliki kelayakan yang kuat untuk digunakan sebagai media pendukung dalam pendidikan karakter peduli lingkungan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Rahmawati. Muthohar. , & Fatmawati. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini Pada Tayo The Little Bus Movie. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 2726Ae2747. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Pendidikan karakter ialah fondasi mendasar dalam pembentukan generasi bangsa yang baik untuk Indonesia. Karakter penting untuk membangun kepribadian seseorang (Ariyani et al. , n. Nilai-nilai pendidikan karakter idealnya ditanamkan sejak dini, yaitu mulai usia pra sekolah hingga memasuki jenjang pendidikan formal. Penanaman nilai pendidikan karakter diperlukan supaya dapat melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga berbudi pekerti luhur lewat pemberian teladan serta pembiasaan. (Sukmawati, 2. Untuk menciptakan generasi bermutu, anak harus dikenalkan tentang pendidikan karakter sedini mungkin (Isnain, 2. Sikap tersebut wajib dibentuk supaya anak dapat memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik (Rahmawati & Suwando, 2. Kepribadian suatu individu dan sebuah bangsa dibentuk lewat karakter. Lembaga pendidikan serta keluarga berperan utama dalam memberikan pemahaman serta penanaman dalam mencetak karakter anak melalui sikap keteladanan (Iswatiningtyas, 2. Penanaman perilaku yang berorientasi pada aspek ketuhanan, kemanusiaan, individual, dan lingkungan menjadi bentuk pendidikan karakter yang di lakukan pada anak usia dini (Hasanah, 2. Kepribadian seseorang akan terbentuk lewat nilai-nilai yang diterima dan ditanamkan kepadanya. Karakter seseorang biasanya karena tingkah laku yang sering di terapkan (Fatriyah, 2. Menurut kutipan Sumarno dari buku Shimon Philips, karakter dapat dipahami melalui sekumpulan tata nilai yang merujuk kepada sebuah sistem yang menjadi dasar bersikap, berperilaku, serta berpikir yang tampak dalam diri setiap individu (Sumarno, 2. Karakter peduli lingkungan ialah satu di antara berbagai nilai karakter yang wajib dimiliki anak, di mana menjadi salah satu aspek yang mendorong untuk diperhatikan di tengah isu lingkungan saat ini. Definisi karakter menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. , ialah budi pekerti atau sifat kejiwaan yang menyebabkan suatu individu berbeda dengan individu yang lainnya (Nasional. Kamus Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2727 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Besar Bahasa Indonesia, 2. Dalam konteks ini, karakter peduli lingkungan diuraikan sebagai upaya untuk menanggulangi terjadinya bencana alam serta memperbaiki kerusakan yang tercipta (Permatasari, 2. Oleh sebab itu, pada setiap jenjang pendidikan seharusnya telah menanamkan karakter peduli lingkungan (Halek, 2. Karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan kepada anak semenjak kecil supaya anak memiliki kepekaan terhadap kebersihan, seperti contohnya kebiasaan memelihara kelestarian alam sekitarnya serta membuang sampah di tempat sampah atau di tempat seharusnya (Ismail, 2. , sehingga anak dapat terbiasa mengimplementasikan hal tersebut dalam kehidupannya (Syakhirul Alim et al. , n. Implementasi program peduli lingkungan yang dilakukan melalui praktik pemilahan limbah bertujuan memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran anak terhadap isu kebersihan (Kurniati, 2. Untuk membangun generasi yang sadar lingkungan, penanaman nilai-nilai kelestarian harus dimulai dari bangku pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk pola pikir dan perilaku menjaga alam (Marjohan & Afniyanti, 2. Jika tidak ditanamkan sejak dini, ketidakpedulian terhadap lingkungan akan menjadi kebiasaan buruk yang sulit diubah dan dapat berdampak negatif pada keberlangsungan hidup (Sari, 2. Karakter dalam diri suatu individu yang senantiasa aktif dalam merawat dan menjaga kelestarian alam, akan terbentuk lewat pembiasaan perilaku peduli lingkungan yang diselenggarakan secara rutin (Dendy, n. Namun, penguasaan nilai peduli lingkungan pada anak-anak memerlukan penerapan teknik yang sejalan dengan tahap perkembangan mereka. Metode lama yang bersifat ceramah seringkali kurang efektif dibandingkan dengan media visual yang memberikan kesan menarik. Bukan hanya dapat ditanamkan atau dibentuk lewat sekolah, keluarga, serta lingkungan, namun nilai-nilai karakter dapat dikenalkan serta diajarkan juga lewat media (Nur Hidayah et al. , 2. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, animasi kartun menjadi media edukasi yang strategis karena mampu menyampaikan pesan moral melalui visual yang memikat dan cerita yang dekat dengan dunia anak. Salah satu animasi kartun yang populer dan memiliki muatan edukasi yang kuat adalah Tayo The Little Bus. Pemilihan animasi Tayo The Little Bus sebagai objek kajian dalam penelitian ini didasarkan atas beberapa alasan signifikan. Pertama, animasi ini tidak hanya sekedar hiburan yang disukai oleh anak-anak, tetapi secara khusus mengangkat tema transportasi publik dan kehidupan perkotaan yang sangat dekat kaitannya dengan tata tertib dan kebersihan fasilitas umum (Malinda. Kedua. Tayo menghadirkan representasi kehidupan sehari-hari yang konkret, sehingga nilai kebersihan dan disiplin terhadap lingkungan yang ditampilkan lebih mudah diimajinasikan dan ditiru oleh anak dalam kehidupan nyata. Melalui narasi ceritanya yang mudah namun bermakna, animasi ini berpotensi menjadi alat alternatif yang efektif dalam menstimulasi perkembangan karakter peduli lingkungan (Yusuf. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2728 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan mendalami lebih dalam mengenai muatan yang terkandung dalam animasi kartun tersebut. Penelitian ini akan memfokuskan analisis pada representasi kebersihan dan kepedulian lingkungan yang divisualisasikan pada animasi kartun Tayo The Little Bus, guna memahami bagaimana media ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan fondasi karakter peduli lingkungan bagi anak usia dini yang di jelaskan pada jurnal berjudul AuImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini Pada Tayo The Little Bus MovieAy METODE Penelitian kualitatif menjadi jenis studi ini dengan pendekatan deskriptif. Metode tersebut dipilih guna menghasilkan deskripsi yang akurat dan pengolaan data dilakukan melalui content analysis atau pendekatan analisis. Studi kepustakaan . ibrary researc. menjadi Teknik yang diterapkan guna mengumpulkan data pada studi ini yakni berupa rangkaian aktivitas berkaitan dengan cara mengumpulkan data pustaka yang relevan dengan objek penelitian (Nazir, 1. Kumpulan data hasil studi berbentuk gambar, kalimat, atau kata-kata yang mempunyai makna sehingga sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif (Assyakurrohim, 2. Animasi kartun Tayo The Litle Bus Movie menjadi sumber data yang dipakai pada studi ini di mana dapat diakses melalui saluran YouTube, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat umum, khususnya anak-anak. Langkah pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Peneliti menyimak tayangan film secara saksama, kemudian mencatat segala informasi yang berhubungan dengan indikator nilai karakter peduli lingkungan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh dalam animasi tersebut. Sebagai bukti pendukung, dokumentasi berupa tangkapan layar . pada cuplikan adegan film digunakan untuk memperkuat analisis data dalam artikel ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Satu di antara karakter yang harus dikenalkan oleh sekolah khususnya sejak jenjang pendidikan anak usia dini ialah karakter peduli lingkungan. Seluruh warga yang ada di sekolah maupun di keluarga wajib mempunyai sikap peduli pada lingkungan di mana dapat ditunjukkan dengan cara meningkatkan kesadaran dalam membuang sampah ketempatnya atau memilah-milih sampah sesuai jenisnya, serta memiliki inisiatif untuk mencegah kerusakan lingkungan (Anggraeni, 2. Pendidikan karakter bagi anak bertujuan untuk membangun kesadaran dalam melindungi alam dari kerusakan. Salah satu tindakan yang sangat berpengaruh bagi masa depan anak ialah pemberian edukasi peduli lingkungan semenjak dini (Siskayanti & Chastanti, 2. Sebab pendidikan karakter ialah tahap terpenting guna mengembangkan jati diri bangsa (Ngamanken, 2. Melalui penanaman rasa tanggung jawab dan empati terhadap lingkungan, harapannya anak dapat menjadi sosok teladan yang konsisten menjaga kelestarian bumi sepanjang hayatnya (Purwanti, 2. Penanaman karakter peduli lingkungan sejak kecil akan menciptakan pribadi peka dan bertanggung jawab serta akan selalu tertanam pada diri seseorang. (Khoirunnisa, 2. Tujuan pembentukan karakter Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2729 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . peduli lingkungan semenjak dini ialah guna memberikan wawasan serta keterampilan pada anak supaya dapat memupuk perasaan untuk bertanggung jawab serta peduli pada lingkungan yang harus di jaga kelestariannya. Dengan adanya proses dari tujuan pembentukan karakter peduli lingkungan tersebut, maka pembentukan karakter-karakter dapat dijadikan sebagai bagian utuh dalam kehidupan setiap manusia (Intishar, 2. Film Tayo The Little Bus diproduksi oleh Iconix Entertainment serta dirilis di Korea Selatan. Animasi Tayo The Little Bus menceritakan tentang kelima minibus yang bekerja di jalan raya setiap hari. Tayo adalah karakter utama dalam film tersebut, dan empat teman utamanya adalah Rogi. Rubby. Lani, dan Gani. Selain kelima minibus, ada juga karakter-karakter lainnya yang menyerupai mobil dan manusia (Listrianti, 2. Karakter-karakter dalam film ini menunjukkan kepedulian dan kolaborasi. Mereka menemukan bahwa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan ada pada setiap orang. Pesan moral tersebut dapat tersampaikan kepada anak dengan sangat menyenangkan, sehingga mereka dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut tanpa merasa terbebani. Dengan visual gambar serta warna yang cerah dan alur cerita yang menghibur, "Tayo The Little Bus Movie" berhasil menyampaikan pesan penting tentang kesadaran lingkungan. Sebagai media yang menghibur sekaligus memberikan edukasi, tayangan ini dapat membangun kepedulian lingkungan bagi anak. Melalui karakter dan alur cerita, anak-anak diajak untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keindahan Nama Gambar Karakter Tayo Tayo adalah karakter utama di animasi kartun Tayo The Little Bus Movie. Semua teman-temannya berusia lebih muda daripada Tayo. Bus Tayo sebagai bus ceria dengan nomor bus 120. Gani Gani menunjukkan karakter Bus berwarna merah. Gani memiliki sifat mudah berbaur dengan teman. Bus Gani Lani Di antara teman-teman bus lainnya. Lani digambarkan sebagai bus wanita paling muda yang memiliki warna kuning dan bernomor 02. Lani bersifat baik hati, manis. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2730 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . lucu, pemalu, dan ceria. Rogi Bus dengan warna hijau dengan nomor 1000 bernama Rogi. Rogi digambarkan suka menimbun dan mengoleksi sampah atau barang-barang bekas. Rubby Rubby menjadi pembersih. Rubby sangat senang dalam hal kebersihan lingkungan seperti membersihkan sampah dan debu kotor di jalanan kota. Hana Hana adalah seorang wanita yang bekerja dibengkel bus pada animasi kartun Tayo The Little Bus. Hana seorang mekanik bus yang baik hati, selalu membantu Tayo dan teman-teman bus lainnya. Beberapa episode di animasi kartun "Tayo the Little Bus Movie" mengangkat tema tentang peduli lingkungan di kemas secara menarik dan menyenangkan sehingga pesan moralnya tersampaikan dengan baik. Dalam film ini, karakter utama Tayo dan temantemannya menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti polusi dan sampah. Melalui petualangan mereka, anak-anak diajarkan tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan untuk kelestarian alam. Tayo dan teman-temannya melakukan berbagai aksi, seperti membersihkan taman, kota, dan mengurangi tindakan buruk seperti membuang sampah secara sembarangan yang menunjukkan bahwa tindakan kecil dapat memberikan dampak besar (Nurhayati, 2. Berikut ini adalah hasil analisis yang dapat di implementasikan dari nilai-nilai pendidikan karakter peduli lingkungan pada animasi kartun Tayo The Little Bus pada lima episode, yaitu AuHari Membersihkan RogiAy, episode AuRogi Si PembersihAy, episode AuTamu Spesial RogiAy, episode AuLagu Bersih-BersihAy, episode AuLagu Aku Suka Pegunungan BersihAy. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2731 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Episode Hari Membersihkan Rogi Durasi ke 0:57 Gambar. 1 Tayo bertemu Rogi Saat bertemu dengan Rogi. Tayo menyadari sahabatnya itu tampak gelisah dan merasa tidak nyaman. Rasa penasaran Tayo terjawab ketika aroma tak sedap terhirup oleh indra Rupanya, bau menyengat itu berasal dari Rogi yang belum mandi selama satu minggu. Tak tega melihat Rogi yang mulai merasa gatal-gatal. Tayo pun segera mengajak sahabatnya itu ke tempat pencucian mobil untuk membersihkan diri. Durasi 01:35 Gambar. 2 Tayo dan Rogi bertemu Krande Ditengah perjalanan menuju tempat pencucian mobil. Tayo dan Rogi bertemu teman baru berupa mobil putih di jalan bernama Krande yang juga mengatakan bahwa Rogi harus segera dibersihkan karena baunya yang sangat menyengat. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2732 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 03:16 Gambar. 3 Pertemuan Tayo. Rogi, mobil putih dan Hana Menyadari ketakutan Rogi untuk masuk ke tempat pencucian mobil. Hana berinisiatif menghiburnya dengan menawarkan untuk mencuci kendaraan mereka secara bersamaan. Durasi 03:51 Gambar. 4 Hana berhasil membersihkan Tayo. Rogi, dan Krande Setelah mandi busa dengan air yang menyegarkan, proses pencucian akhirnya selesai. Tayo. Rogi, dan si mobil putih kini tampil penuh percaya diri. Mereka merasa jauh lebih tampan dan kembali berkilau bersih. Dalam episode "Hari Membersihkan Rogi" dari film "Tayo The Little Bus", mengajarkan bahwa membiarkan tubuh kotor bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah publik. Dalam konteks lingkungan, bau tidak sedap dari bus Rogi adalah analogi sederhana dari polusi udara atau pencemaran yang mengganggu ekosistem dan kenyamanan makhluk hidup lain di sekitarnya. Karakter peduli lingkungan dimulai dari kesadaran bahwa ketidakbersihan kita berdampak negatif pada orang lain. Tindakan mencuci bus adalah simbol dari upaya pembersihan limbah atau polusi. Ini mengajarkan anak bahwa ketika lingkungan atau diri sendiri sebagai bagian dari lingkungan telah kotor, langkah yang harus diambil adalah membersihkannya, bukan membiarkannya. Ini menanamkan pola pikir pada bahwa lingkungan yang bersih memiliki nilai estetika Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2733 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Karakter peduli lingkungan tumbuh ketika seseorang bisa mengapresiasi keindahan alam/kota yang bersih dan memahami bahwa kebersihan adalah syarat mutlak untuk kesehatan masyarakat. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Seringkali, masalah lingkungan terlalu besar untuk diselesaikan sendiri. Sikap Tayo yang proaktif membantu Rogi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan seringkali membutuhkan kerjasama dan saling mengingatkan antar anggota masyarakat. Hubungan utamanya terletak pada konsep tanggung jawab. Episode ini mengubah konsep abstrak "peduli lingkungan" menjadi tindakan konkret yang bisa dipahami anak-anak bahwa menjaga kebersihan diri yang digambarkan oleh karakter Rogi adalah langkah awal dan paling sederhana dari menjaga kebersihan lingkungan secara keseluruhan. Selama proses ini, anak-anak belajar rasa kerja sama dan saling membantu di antara karakter-karakter tersebut untuk menyampaikan pesan moral yang kuat tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, mendorong anak dalam merawat kebersihan, karena bersih itu sehat. Episode Rogi Si Pembersih Durasi 0:21 Gambar. 1 Ruby si Best Cleaning Car melihat timbunan sampah Ruby sebagai bus pembersih sampah terkejut saat melihat timbunan sampah di Hal ini membuat Ruby merasa tidak nyaman karena timbunan sampah juga dapat membahayakan lingkungan sekitar dengan berkata berkata: AuApa itu? Siapa yang menimbun sampah seperti itu. Aku harus segera membersihkannyaAy. Durasi 0:51 Gambar. 2 Rogi mencoba menghalangi Ruby Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2734 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Rogi datang menghampiri Ruby dengan merasa sangat tidak terima ketika mendengar Ruby menyebut istana Rogi sebagai sampah. AuIni bukan sampah, ini istana yang akan aku buatAy. Perdebatan antara Rogi dan Ruby pun terjadi. Ruby mengatakan: AuTapi walau begitu, bahaya untuk menimbun sampah seperti ini. Jadi sebaiknya aku singkirkanAy. Sebagai bentuk perlawanan. Rogi tetap bersikeras menolak menyingkirkan tumpukan barang tersebut ketika Ruby akan membersihkannya. Durasi 0:52 Gambar. 3 Teman-teman Bus yang lain datang menghampiri Ruby dan Rogi Melihat keributan yang terjadi antara Ruby dan Rogi. Bus Gani. Tayo, dan Lani datang menghampiri mereka dan bertanya hal apa yang sedang terjadi. Dengan nada kesal. Rogi menjelaskan bahwa Ruby telah menghina istana kebanggaannya sebagai sampah. Namun, di tengah pembelaannya itu. Rogi tak sengaja memundurkan kendaraan hingga menabrak tumpukan barang di belakangnya dan seketika membuat istana tersebut runtuh Durasi 1:12 Gambar. 4 Peralatan bersih-bersih Ruby rusak akibat tumpukan barang Rogi yang jatuh berserakan telah mengenainya Akibat tumpukan barang Rogi yang berserakan dan mengenai teman-teman bus lainnya, peralatan bersih-bersih Ruby menjadi rusak. Mengalami hal tersebut. Ruby mencoba mendatangi Hana, si manusia yang suka membantu permasalahan teman-teman bus di kota itu. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2735 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 1:28 Gambar. 5 Ruby di bengkel Hana Ruby merasa sedih ketika Hana mengatakan bahwa peralatan bersih-bersih di bus Ruby sangat rusak. Hana mencoba menenangkan Ruby dan berkata bahwa peralatan bersihbersih Ruby yang baru akan datang setidaknya dalam waktu 2 hari. Mendegar hal tersebut. Ruby merasa khawatir dan tidak tenang karena siapa nantinya yang akan membersihkan lingkungan kota. Durasi 2:21 Gambar. 6 Hana memasangkan alat pembersih pada Rogi Setelah Tayo. Gani, dan Lani menyalahkan Rogi atas kerusakan peralatan bersihbersihnya Ruby. Hana mencoba memasangkan peralatan lamanya yang dia pastikan muat di bus Rogi. Sebagai bentuk tanggung jawab, akhirnya Rogi mengambil alih tanggung jawab Ruby untuk membersihkan kota dan Rogi percaya bahwa dirinya bisa melakukan tanggung jawabnya tersebut dengan baik seraya berkata: Autidak ada yang tidak bisa Rogi atasiAy. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2736 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 5:17 Gambar. 7 Rogi sedang membersihkan jalanan kota yang kotor Hari pertama Rogi bertugas merasa kebingungan dengan berbagai kejadian tak terduga. Namun. Rogi berusaha menunjukkan rasa tanggung jawab dan tetap menyelesaikan tugasnya meski Rogi sudah merasa sangat lelah. Durasi 1:28 Gambar. 8 Rogi menyadari kerja keras Ruby Pengalaman ini akhirnya membuat Rogi berpikir bahwa menjadi bus pembersih seperti Ruby bukanlah hal yang mudah. Rogi kini mengerti bahwa dibutuhkan kerja keras untuk menjadikan lingkungan kota yang bersih dan indah. AuRuby pasti selalu bekerja keras seperti iniAy. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2737 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 10:30 Gambar. 9 Rogi dan Ruby saling mengerti satu sama lain Setelah tanggung jawab Rogi menggantikan tugas Ruby sebagai bus pembersih kota selesai. Rogi dan Rubi saling meminta maaf dan memahami satu sama lain daripada sebelumnya, dan membuat Rogi mengerti dari giatnya Ruby bekerja. Dalam episode "Rogi Si Pembersih" dari film "Tayo The Little Bus", mengajarkan bahwa karakter peduli lingkungan tidak hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga menghormati orang-orang yang bekerja mengelola sampah kita seperti petugas kebersihan atau penyapu jalan. Anak diajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah pekerjaan mulia dan mereka tidak boleh memandang rendah tugas tersebut karena menjadi tugas kebersihan tidaklah buruk. Setiap individu mempunyai potensi untuk merusak atau merawat lingkungan. Karakter peduli lingkungan akan terbentuk ketika seseorang sadar untuk berhenti menjadi beban bagi lingkungan seperti menimbun sampah, membuang sampah sembarangan, membuat polusi, dan mulai berkontribusi aktif untuk memperbaikinya. Selain itu episode ini mengajarkan anak bahwa kota yang indah bukan terjadi secara tibatiba, tetapi karena adanya upaya keras seperti usaha gambaran dari karakter bus Rubby. Pesan moralnya adalah kepedulian terhadap lingkungan dimulai dengan menghargai jerih payah mereka yang membersihkannya, dan meneladani kerja keras mereka dengan tidak menambah kotoran di sekitar lingkungan Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2738 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Episode Tamu Spesial Rogi Durasi 0:40 Gambar. 1 Rogi menunjukkan timbunan barang bekasnya di garasi pada Gani. Tayo dan Lani Rogi mengajak Gani. Tayo dan Lani untuk melihat isi garasinya. Dengan bangga Rogi memperlihatkan kumpulan timbunan barang-barangnya yang selalu Rogi anggap bukanlah sampah. Gani. Tayo dan Lani yang terkejut melihat sikap Rogi tersebut bertanya-tanya darimana Rogi mendapatkan semua barang kotor itu. Durasi 1:06 Gambar. 2 Gani dan Lani menolak pemberian timbunan barangnya Rogi Lani menolak pemberian hadiah dari Rogi berupa selimut bekas karena bau dengan berkata: AuUh, bau! Aku tidak mauAy seraya menjauh dari Rogi. Tetapi Rogi salah mengartikannya sebagai ketidaksukaan Lani pada barang tersebut. Saat Rogi hendak memberikan barangnya yang lain kepada Tayo dan Gani. Tayo segera menolak karena melihat tumpukan barang Rogi sudah dikerubungi lalat. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2739 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 1:32 Gambar. 3 Tayo. Gani, dan Lani kesal dengan kebiasaan Rogi Koleksi barang Rogi membuat Tayo. Gani, dan Lani merasa kesal. Tayo bertanya pada Rogi AuKenapa kamu mengumpulkan semua sampah ini?Ay. Sementara Lani dengan luapan ekspresi marahnya mengatakan AuRogi, aku tidak tahan bau sampah ini!Ay. Akhirnya ketiga bus itu memutuskan untuk meninggalkan dari Rogi dan membiarkan Rogi bersama barang-barangnya yang berantakan. Durasi 1:46 Gambar. 4 Rogi merasa sedih karena Tayo. Gani, dan Lani marah kepadanya Melihat reaksi amarah ketiga teman-temannya. Rogi merasa bingung dan sedih. Sayangnya Rogi belum menyadari bahwa sikap mereka tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebiasaan buruknya. Rogi tidak paham bahwa hobinya menimbun barang-barang bekas yang biasa Rogi lakukan justru memicu kekhawatiran temantemannya akan bau tidak sedap dan dapat memicu kerusakan lingkungan yang bersih. Karakter peduli lingkungan harus memiliki literasi lingkungan. Anak diajarkan untuk membedakan mana barang yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali, dan mana sampah bekas yang harus segera dibuang atau dimusnahkan. Menumpuk sampah organik atau kotoran di rlingkungan tempat tinggal bukanlah tindakan kelestarian alam, melainkan tindakan yang membahayakan bagi kesehatan lingkungan. Kepedulian lingkungan membutuhkan keberanian untuk saling mengingatkan satu sama lain. Teman-teman Rogi bertindak sebagai kontrol sosial. Jika kita melihat seseorang Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2740 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . melakukan tindakan yang mencemari lingkungan seperti menumpuk sampah busuk yang mengganggu lingkungan sekitar, sikap peduli lingkungan yang benar adalah tidak mendiamkannya, melainkan menegur bahkan mengingatkan demi kebaikan bersama. Bau busuk adalah indikator adanya pembusukan dan polusi udara tingkat lokal. Peduli lingkungan berarti menjaga agar area sekitar kita bebas dari polusi bau yang mengganggu kenyamanan orang lain. Rogi harus belajar bahwa kebiasaan dia dalam mengoleksi sesuatu wajib berhenti ketika hal itu mulai mengganggu udara yang dihirup orang lain. Tumpukan sampah kotor adalah sarang sumbernya penyakit seperti lalat, bahkan tikus dan bakteri. Menjaga lingkungan berarti memutus rantai penyebaran penyakit dengan cara tidak membiarkan sampah menumpuk di tempat tinggal agar lingkungan tetap sehat. Episode ini mengajarkan batasan dalam menyimpan benda-benda di sekitar Pesan utamanya bagi pembentukan karakter adalah mencintai lingkungan berarti menempatkan sampah pada tempatnya di tempat pembuangan atau pengolahan, bukan menyimpannya di tempat tinggal. Tindakan Rogi adalah contoh kebiasaan buruk dan bisa membuat kekacauan/yang justru merusak lingkungan dan sikap teman-temannya mengajarkan standar kebersihan yang benar. Episode Lagu Bersih-Bersih (Bersihkan Sampa. Durasi 0:43 Gambar. 1 Hana dan Tayo mengambil botol sampah lalu memilahnya Durasi 0:20 Gambar. 2 Mengenal tempat sampah sesuai jenisnya Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2741 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 2. Gambar. 3 Ruby mengumpulkan sampah Durasi 2:15 Gambar. 4 Mendaur ulang sampah pada tempatnya Episode Lagu Aku Suka Pegunungan Bersih Durasi 0:37 Gambar. 1 Terdapat imbunan sampah di area pegunungan Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2742 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Durasi 0:53 Gambar. 2 Tayo. Rogi. Lani, dan Gani membersihkan sampah bersama Durasi 1:21 Gambar. 3 Pesan dari Rogi Berdasarkan analisis terhadap ke lima episode di atas yang dapat diimplementasikan, teori nilai-nilai pendidikan karakter peduli lingkungan yang meliputi menjaga kebersihan, kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, bersih itu indah dan sehat, serta memperbaiki kerusakan, telah mencakup seluruh isi yang terkandung dalam ke lima episode Tayo The Little Bus Movie tersebut. Peneliti simpulkan bahwa serial animasi Tayo The Little Bus bukan hanya sekadar tontonan hiburan, melainkan media visual yang penuh akan muatan edukasi. Setelah menganalisis kandungan mengenai nilai-nilai pendidikan karakter peduli lingkungan dari animasi Tayo The Little Bus, peneliti menemukan beberapa cara yang dapat digunakan orang tua atau guru untuk mengimpelementasikan tentang nilai peduli lingkungan pada anak: Anak belajar melalui teori belajar sosial. Secara alamiah, anak belajar melalui sesuatu yang ia amati. Dalam animasi ini. Ruby dan Rogi bertindak sebagai contoh. Ketika anak melihat karakter tersebut membersihkan lingkungan, dan merasa bahagia, anak Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2743 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . akan meniru perilaku tersebut dalam kehidupan nyata. Karena anak meniru sesuai apa yang ia dengar dan lihat. Video animasi bertindak sebagai stimulus visual dan auditori yang menarik, yang diharapkan akan memicu respon anak berupa perilaku pada peduli lingkungan. Secara kognitif, melalui tontonan animasi kartun Tayo The Little Bus yang memuat edukasi lingkungan, maka anak akan berpikir tentang pentingnya kebersihan dengan menghindari hal-hal yang dapat merusak lingkungan. Contoh, belajar dari karakter Rogi, bahwa suka menimbun barang-barang kotor merupakan hal yang buruk. Selain merugikan orang disekitar, hal buruk tersebut juga dapat merugikan diri sendiri dan akan dijauhi teman. Orang tua atau guru dapat mengenalkan pada anak contoh nyata macam-macam sampah dan masing-masing tempat sesuai jenisnya. Setelah anak mulai mengerti jenis-jenis sampah, anak di ajak untuk mencoba mencari jenis-jenis sampah yang berbeda dan belajar memilahnya. Menceritakan anak tentang sebab akibat dari mengabaikan kebersihan lingkungan. Cara ini bisa dilakukan melalui buku cerita bergambar. Melatih psikomotorik anak dengan menerapkan kebersihan secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya. Contoh, belajar menyapu halaman rumah yang kotor untuk memberikan edukasi pada anak tentang polusi debu, mengumpulkan sampah berserakan yang ia lihat dimanapun itu dan memasukannya ke tempat sampah sesuai Melalui pemberian lagu-lagu yang menyenangkan dan membangun semangat, pembelajaran yang dikenalkan pada anak akan lebih mudah disukai dan tidak KESIMPULAN Hasil dari analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa dari kelima episode Tayo The Little Bus Movie yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter peduli lingkungan mengajarkan anak untuk selalu menjaga dan merawat lingkungan sekitar dengan upaya dan sikap yang baik untuk mencegah terjadinya kerusakan alam, mendorong kepribadian anak agar terbentuknya hubungan baik antar individu dalam bekerja sama mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Agar implementasi nilai ini maksimal, peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan untuk menjadikan tontonan sebagai tindakan nyata. Setelah menganalisis kandungan dari animasi kartun Tayo The Little Bus, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan nilai peduli lingkungan. Pertama, melalui stimulasi kognitif dengan memberikan pemahaman tentang sebab akibat. Kedua, penting untuk mengajarkan langsung pada anak melalui praktik memilah sampah dan kegiatan membersihkan lingkungan. Ketiga, memberikan metode yang menyenangkan seperti pembelajaran melalui lagu dan cerita untuk membangun kebiasaan anak tanpa merasa terbebani. Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini A - 2744 Rahmawati et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Kelima episode Tayo The Little Bus Movie tersebut mampu menunjukkan prinsip kebersihan dengan animasi tokoh yang menarik untuk anak usia dini dan efektif untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, tolong menolong, dan upaya untuk menjaga kebersihan. Kartun animasi Tayo The Little Bus Movie mengajarkan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan karakter peduli lingkungan pada anak yang dapat menciptakkan sikap menjaga dan merawat alam sebagai bentuk atau wujud dari kepribadian terhadap kepedulian lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis media visual yang memiliki edukasi seperti animasi kartun Tayo The Little Bus dengan pendampingan dari orang tua maupun orang dewasa dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun karakter peduli lingkungan khususnya pada anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA