OPEN ACCESS Indonesian Journal of Spatial Planning P-ISSN: and E-ISSN: 2723-0619 http://journals. id/index. php/ijsp Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 ANALISIS TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA DENGAN MEMANFAATKAN INFORMASI SPASIAL BERBASIS SIG Rizky J. Sianturia. Meisha Nabillaa. Tiara Andika Fadilaa. Nandi Haerudina. Rahmi Mulyasaria aJurusan Teknik Geofisika. Universitas Lampung. Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung. Lampung. mulyasari@eng. Info Artikel: a Artikel Masuk: 2024/08/24 a Artikel diterima: 2025/05/16 a Tersedia Online: 2025/05/30 ABSTRAK Longsor merupakan gerakan massa batuan ataupun tanah pada suatu lereng akibat adanya pengaruh gaya Ancaman longsor dapat terjadi di daerah yang mempunyai kondisi geologi relatif labil, yang ditinjau dari komposisi batuan penyusun hingga dekatnya area tersebut dengan zona sesar serta kawasan yang vegetasi alaminya terganggu. Kabupaten Lampung Utara adalah salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang cukup rawan terkena bencana tanah longsor. Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara dengan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data dan informasi, melakukan scoring dan pembobotan pada setiap parameter, melakukan overlay, penentuan total skor dan interval kelas, serta menganalisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Lampung Utara merupakan daerah yang cukup rawan akan bencana tanah longsor. Dengan kelas kerentanan tidak rawan sebesar 7,58% dengan luas daerah 206,6 km 2. Untuk kelas kerentanan cukup rawan sebesar 74,48% dengan luas daerah 2030,05 km2. Dan untuk kelas kerentanan rawan sebesar 17,94% dengan luas daerah 488,98 km 2. Kata Kunci : lampung utara. tanah longsor. SIG ABSTRACT Landslide is the movement of rock or soil masses on a slope due to the influence of gravity. The threat of landslides can occur in areas that have relatively unstable geological conditions, in terms of the composition of the constituent rocks to the proximity of the area to the fault zone and areas where natural vegetation is disturbed. North Lampung Regency is one of the areas in Lampung Province which is quite prone to landslides. So, to anticipate the occurrence of more victims and losses, it is necessary to conduct a study to identify areas prone to landslides in North Lampung Regency. This study aims to analyze and gain a better understanding of landslideprone areas in North Lampung District using the Geographic Information System method. The stages in this study include collecting data and information, scoring and weighting each parameter, overlaying, determining the total score and class intervals, and analyzing the level of vulnerability to landslides. The results showed that the North Lampung region is an area that is quite prone to landslides. With a non-prone vulnerability class of 7. 58% with an area of 206. 6 km2. For the vulnerability class, it is quite vulnerable at 74. 48% with an area of 2030. 05 km 2. And for the vulnerable class, it is 17. 94% with an area of 488. 98 km2. Keyword: north lampung. GIS PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng besar dunia, yaitu lempeng Eurasia. IndoAustralia dan Pasifik. Sistem tiga lempeng Sianturi. Nabilla. Fadila. Haerudin. Mulyasari Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 mosfostruktural berupa busur pulau yang dikelilingi oleh cekungan laut dalam dan palung. Situasi ini akan membentuk wilayah Indonesia menjadi jalur gunungapi tektovulkanik yang aktif dengan ditandai oleh banyaknya gempa bumi serta aktivitas vulkanik (Tjandra, 2. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang masuk kedalam tingkatan cukup rawan akan bencana. Hal ini disebabkan karena pada sebagian besar Provinsi Lampung terdiri dari material vulkanik muda dan daerah sesar aktif. Salah satunya wilayah yang rawan akan bencana longsor yaitu Kabupaten Lampung Utara. Potensi longsor di wilayah ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta kemiringan lereng yang curam hingga terjal serta kondisi geologinya, mengakibatkan meningkatnya bencana longsor (Prawiradisastra, 2. Kabupaten Lampung Utara sebagian besar adalah dataran rendah dengan ketinggian dari 15 hingga 339 meter diatas permukaan laut. Daerah rawan longsor tingkat rendah di Lampung Utara memiliki luas sekitar 1718. kmA yang mencakup 4. 86% dari luas provinsi Lampung, sedangkan daerah rawan longsor tingkat menengah di Kabupaten Lampung Utara memiliki luas 1088. 78 kmA yang mencakup 40% dari luas provinsi Lampung, untuk daerah rawan longsor dengan tingkat tinggi di Lampung Utara memiliki luas 30. 53 kmA yang mencakup Lampung (Prawiradisastra, 2. Pada Buku Indeks Rawan Bencana Indonesia . di tahun 2015 hingga tahun 2019 Lampung utara memiliki indeks resiko 20 dengan kelas resiko yang sedang. Faktor penyebabnya adalah adanya interaksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di Lampung, yang menghasilkan jalur subduksi dan patahan Sumatera yang terbentuk sepanjang jalur tersebut. Lampung Utara juga berbukit-bukit, sehingga mengakibatkan terjadinya tanah Longsor merupakan pergerakan massa batuan atau tanah di lereng yang disebabkan oleh gaya gravitasi. Pergerakan ini terjadi ketika keseimbangan antara gaya penahan . hear strengt. dan gaya peluncur . hear stres. Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh gaya eksternal yang mempengaruhi lereng, sehingga gaya peluncur menjadi lebih besar daripada gaya penahan pada lereng tersebut (Karnawati, 2. Daerah yang memiliki kondisi geologi yang cenderung tidak stabil, baik karena komposisi batuan yang mudah terpecah atau karena menghadapi risiko longsor yang tinggi. Faktorfaktor lain yang berkontribusi terhadap tingginya risiko longsor meliputi kemiringan lereng yang melebihi 25%, curah hujan yang tinggi melebihi 1000 mm, serta gangguan terhadap vegetasi alami di kawasan tersebut (Harp dkk. , 2. Menurut Buku Indeks Rawan Bencana Indonesia tahun 2019, terjadi peningkatan frekuensi peristiwa tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara yang juga menyebabkan kerugian dan korban yang signifikan. Dampak pembangunan dan memberikan kerugian baik kepada masyarakat maupun pemerintah. Menurut Tribun Lampung dalam salah satu artikelnya bencana tanah longsor terakhir di Lampung Utara terjadi pada tanggal 09 Maret 2023 tepatnya di Desa Dwikora. Bukit Kemuning. Lampung Utara. Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Barat tepatnya di perbatasan Desa Dwi Kora dan Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning terputus. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya korban dan kerugian yang lebih banyak, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi bencana tanah longsor di daerah tersebut. Untuk penelitian pemetaan longsor berbasis SIG di Provinsi Lampung sudah dilakukan. Namun, untuk Kabupaten Lampung Utara belum dilakukan penelitian pemetaan longsor berbasis SIG, untuk itu perlu dilakukannya penelitian diwilayah Kabupaten Lampung Utara tersebut. DATA DAN METODE Data dan Lokasi Sumber data yang dipakai pada penelitian ini yaitu diambil dari website Indonesia geospasial, website lintas bumi dan juga website tanah air Indonesia yang digunakan sebagai data acuan dan pembuatan peta. Secara astronomis. Kabupaten Lampung Utara terletak di antara 104Ae40' sampai 105Ae08' Bujur Timur dan 4Ae34' sampai 5Ae06' Lintang Selatan. Berdasarkan posisi geografisnya. Sianturi. Nabilla. Fadila. Haerudin. Mulyasari Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 Kabupaten Lampung Utara berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan di utara. Kabupaten Lampung Tengah di selatan. Kabupaten Lampung Barat di barat, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat di timur. Berdasarkan Perda No. 08 Tahun 2006, pada tahun 2006 wilayah Kabupaten Lampung Utara dibagi menjadi 23 kecamatan dan 247 desa/kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Lampung Utara adalah 563 Ha, dan kecamatan-kecamatan di dalamnya meliputi Bukit Kemuning. Abung Tinggi. Tanjung Raja. Abung Barat. Abung Tengah. Abung Kunang. Abung Pekurun. Kotabumi. Kotabumi Utara. Kotabumi Selatan. Abung Selatan. Abung Semuli. Blambangan Pagar. Abung Timur. Abung Surakarta. Sungkai Selatan. Muara Sungkai. Bunga Mayang. Sungkai Barat. Sungkai Jaya. Sungkai Utara. Hulu Sungkai, dan Sungkai Tengah. Metodologi Tahapan pada penelitian ini terdiri dari : . mengumpulkan data dan informasi, . melakukan scoring dan pembobotan pada setiap parameter, . melakukan overlay. penentuan total skor dan interval kelas, . menganalisis tingkat kerawanan bencana tanah Seperti yang telah di sebutkan, sumber data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu diambil dari website Indonesia geospasial dan juga website lintas bumi yang digunakan sebagai data acuan dan pembuatan peta. Sedangkan informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel ilmiah, buku, jurnal, dokumen, dan sumber data terkait lainnya yang relevan dengan mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara. Data spasial dan non-spasial yang relevan dikumpulkan dari sumber yang dapat dipercaya, seperti lembaga pemerintah, penelitian terkait, dan sumber data Berikut beberapa parameter yang menyebabkan bencana tanah longsor, seperti Peta Geologi. Peta Jenis Tanah. Peta Kemiringan Lereng. Peta Curah Hujan, dan Peta Tutupan Lahan. Setelah didapatkan parameter-parameter tanah longsor sehingga dapat dilakukan pemberian skor pada masing-masing kelas dan bobot pada tiap parameter. Nilai skor dapat disesuaikan dengan kondisi dan pengaruh parameter terhadap tanah longsor. Overlay dilakukan untuk menghasilkan peta kerawanan tanah longsor. Overlay dilakukan dengan melibatkan unsur spasial yang berupa peta dari masing-masing Penentuan total skor dilakukan untuk mendapatkan total dari parameter yang telah dioverlay. Penetapan tingkat kerawanan bencana tanah longsor didaerah penelitian didasarkan oleh model pendugaan kawasan rawan bencana tanah longsor oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG . Skor = . % y faktor kelas curah huja. % y factor kelas jenis tana. % y tutupan laha. % y faktor kelas Data yang diproses kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan tren yang berkaitan dengan bencana longsor di daerah Analisis dapat meliputi pemodelan spasial, overlay lapisan peta, dan analisis statistik untuk memahami faktor-faktor yang Berdasarkan hasil analisis, sistem informasi geografis dikembangkan untuk memberikan pemetaan visual dan pemodelan risiko longsor di daerah Lampung Utara. HASIL DAN PEMBAHASAN Geologi Gambar 1. Peta Geologi Lampung Utara Berdasarkan informasi pada peta geologi Lampung Utara, struktur geologi wilayah Lampung Utara terdiri dari beberapa formasi dan jenis batuan. Terdapat alluvium (Q. , formasi air Sianturi. Nabilla. Fadila. Haerudin. Mulyasari Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 benakat (Tm. , formasi gumai (Tm. , formasi kasai (QT. , formasi kikim (Tpo. , formasi muara enim (Tmpm. , formasi talangakar (Tom. , formasi terbanggi (Qpt. , granit kapur (Kgr. , dan gunungapi sekincau (Qhv. Kabupaten Lampung Utara sebagian besar adalah dataran rendah dengan ketinggian antara 15 mdpl hingga 339 mdpl. Penggunaan Lahan Berdasarkan peta tutupan lahan Lampung Utara, daerah penelitian didominasi oleh pertanian lahan kering campur dan pertanian lahan kering yang berarti bahwa penggunaan lahan di Lampung Utara didominasi oleh lahan untuk pertanian yang tersebar hampir di seluruh daerah di Lampung Utara, dibagian barat dan timur terdapat perkebunan dan hutan lahan kering sekunder. Sedangkan dibagian selatan sedikit di dominasi oleh belukar dan belukar Serta terdapat sawah, tanah terbuka dan pemukiman yang masih minim. Berikut adalah peta tutupan lahan di Kabupaten Lampung Utara: Gambar 2. Peta Tutupan Lahan Lampung Utara Jenis Tanah Dari peta jenis tanah Kabupaten Lampung Utara, didapatkan 6 jenis tanah di daerah penelitian yaitu af . crisols ferrique. ditandai dengan warna kuning, bh . ambisols humique. ditandai dengan warna hijau muda, nd . itosols dystrique. di tandai dengan warna hijau tua dan th . ndosols humique. ditandai dengan warna Jenis tanah di daerah penelitian cukup rawan terhadap bencana tanah longsor. Berikut adalah peta jenis tanah di Kabupaten Lampung Utara: Gambar 3. Peta Jenis Tanah Lampung Utara Curah Hujan Gambar 4. Peta Curah Hujan Lampung Utara Data curah hujan didapatkan dari Badan Meteorologi. Klimatologi dan Geofisika Klas i Kotabumi yang ditulis dalam Lampung Utara dalam angka. Curah hujan tertingi terjadi pada bulan Februari yang mencapai 451,5 mm dan terendah pada bulan Agustus . ,5m. dengan hari hujan hanya 8 hari. Data di kelompokkan berdasarkan bulan di Kabupaten Lampung Utara, 2018 yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Pengelompokan Cuaca Curah Hujan Tahun 2018 Lampung Utara Bulan Januari Februari Maret April Curah Hujan Hari Hujan Sianturi. Nabilla. Fadila. Haerudin. Mulyasari Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Kelerangan Kelerengan pada daerah Lampung Utara dan dikelompokkan atas 5 kelas yang terdiri dari datar, landai, agak curam, curam dan sangat curam. Dari peta kemiringan lereng Lampung Utara, daerah penelitian di dominasi dengan lereng yang datar dan landau. Dibagian selatan Lampung Utara terdapat daerah dengan kemiringan lereng yang agak curam hingga sangat curam. Berikut adalah peta kemiringan lereng di Kabupaten Lampung Utara: lapisan tanah pelapukan yang ada di atasnya akan bergeser mengikuti lereng dan meluncur keluar dari lereng. Longsor adalah fenomena alam yang akan terjadi ketika lapisan tanah atau batuan pada lereng bergeser atau terpecah, sehingga akan mengakibatkan pergerakan material menuruni Material-material yang bergerak tersebut dapat berupa tanah, batu, lumpur, atau material Longsor dapat terjadi dikarenakan berbagai faktor, seperti kelembaban tanah, curah hujan yang tinggi, kondisi topografi yang curam, ataupun aktivitas manusia yang Longsor seringkali menimbulkan kerusakan dan bahaya bagi lingkungan sekitarnya, termasuk rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, serta dapat menimbulkan korban jiwa. Pada daerah Lampung Utara risiko terjadinya longsor itu sangat tinggi karena dipengaruhi beberapa hal seperti kemiringan lereng, jenis tanah, kondisi geologi, curah hujan, ataupun kondisi tutupan lahan yang ada di Lampung Utara. Tabel 2. Tingkat Kerawanan Tanah Longsor di Lampung Utara Gambar 5. Peta Kemiringan Lereng Lampung Utara Potensi Longsor Tanah pergeseran material yang membentuk lereng, termasuk batuan, tanah, atau campuran material lainnya, yang bergerak ke bawah atau keluar dari lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat dijelaskan sebagai berikut: ketika air meresap ke dalam tanah, berat tanah akan Jika air tersebut menembus lapisan tanah yang tidak dapat menyerap air . apisan kedap ai. yang bertindak sebagai bidang pergeseran, maka tanah akan menjadi licin dan No. Tingkat Potensi Tanah Longsor Persentase Luas Daerah Tidak Rawan 7,58% 206,6 km2 Cukup Rawan 74,48% 2030,05 Rawan 17,94% 488,98 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa daerah Lampung Utara didominasi oleh tingkat kerawanan longsor yang Cukup Rawan yaitu sekitar 74,48% dari total luas daerah Kabupaten Lampung Utara atau setara 2030,05 Kemudian, daerah tingkat kerawanan tinggi yaitu sekitar 17,94% atau setara dengan 488,98 Terakhir, dengan potensi yang rendah atau tidak rawan, dengan luasan paling kecil yaitu sekitar 7,58% atau sekitar 206,6% dari luas Kabupaten Lampung Utara. Daerah Kabupaten Lampung Utara sendiri saat ini memiliki luas Sianturi. Nabilla. Fadila. Haerudin. Mulyasari Indonesian Journal of Spatial Planning. Vol 6. No 1, tahun 2025, pp 1-7 725,63 km2, atau 7,72 % dari luas Provinsi Lampung . 28h8,35 Berikut peta rawan bencana tanah longsor di Kabupaten Lampung Utara: SIMPULAN Gambar 6. Peta Kerawanan Longsor Lampung Utara REFERENSI