Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Hal : 76-83 E-ISSN : 3110-4665 DETERMINAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY MATERNAL DAN PATERNAL KEHAMILAN HINGGA ENAM BULAN POSTPARTUM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Siti Rohani1*,Sri Achadi Nugraheni2. Dwi Maryanti3. Yogi Andhi Lestari4 . Yuni Sulistiawati5 1,2,3,4,5 Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro Semarang *Email : sitirohani@student. ABSTRAK Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) merupakan salah satu faktor psikologis utama yang menentukan keberhasilan ibu dalam memulai, mempertahankan, dan menyelesaikan praktik ASI eksklusif. Meskipun jumlah penelitian mengenai BSE maternal meningkat, pada tataran praktik masih banyak ibu dan ayah yang berhadapan dengan hambatan yang sebenarnya dapat dimodifikasi, sehingga kepercayaan diri mereka menurun dan cakupan ASI eksklusif hingga enam bulan tetap belum optimal. Telaah sistematis ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor individual, interpersonal, serta sistem pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan peningkatan maupun penurunan BSE maternal dan paternal sejak masa kehamilan hingga enam bulan postpartum. Proses telaah mengikuti alur PRISMA, dengan perumusan pertanyaan penelitian menggunakan kerangka PECO (Population. Exposure. Comparator. Outcom. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus. PubMed, dan Science Direct menggunakan kata kunci terstruktur. Artikel yang disertakan merupakan penelitian asli berbahasa Inggris, akses terbuka penuh, dan terbit pada periode 2021Ae2025, dengan seleksi bertahap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa dukungan suami dan kualitas relasi suami istri merupakan determinan yang sangat kuat bagi penguatan BSE, baik pada ibu maupun ayah. Selain itu, faktor system seperti mutu konseling laktasi, pelaksanaan kelas antenatal dan postnatal, serta intervensi yang secara eksplisit melibatkan ayah, juga terbukti berkontribusi terhadap peningkatan BSE. Temuan ini menegaskan bahwa BSE maternal dan paternal merupakan konstruk yang dapat dimodifikasi melalui penguatan sumber daya individu, dinamika pasangan, dan dukungan sistem pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Breastfeeding Self-Efficacy. Maternal. Paternal. Determinan. Kehamilan. Pospartum ABSTRACT Breastfeeding Self-Efficacy (BSE) is a key psychological factor determining a mother's success in initiating, maintaining, and completing exclusive breastfeeding practices. Despite the increasing number of studies on maternal BSE, many mothers and fathers still face modifiable barriers in practice, resulting in decreased self-confidence and suboptimal exclusive breastfeeding coverage for six months. This systematic review aims to identify and synthesize individual, interpersonal, and healthcare system factors associated with increased or decreased maternal and paternal BSE from pregnancy to six months postpartum. The review process followed the PRISMA process, with research questions formulated using the PECO (Population. Exposure. Comparator. Outcom. A literature search was conducted in Scopus. PubMed, and Science Direct databases using structured keywords. Included articles were original English-language studies, fully open access, and published between 2021 and 2025, with a step-by-step selection process based on established inclusion and exclusion criteria. The study results indicate that husband support and the quality of the husband-wife relationship are very strong determinants of BSE strengthening, both in mothers and fathers. Furthermore, system factors such as the quality of lactation counseling, the implementation of antenatal and postnatal classes, and interventions that explicitly involve fathers have also been shown to contribute to BSE These findings confirm that maternal and paternal BSE are modifiable constructs through strengthening individual resources, couple dynamics, and support from the health care system. Keywords: Breastfeeding Self-Efficacy. Maternal. Paternal. Determinants. Pregnancy. Postpartum Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 PENDAHULUAN Breastfeeding self-efficacy (BSE) telah lama diakui sebagai determinan psikologis kunci yang memengaruhi inisiasi, durasi, dan eksklusivitas menyusui (Dennis, 1. , bukti empiris yang ada masih menyisakan kesenjangan penting. Pertama, sebagian besar studi cenderung memusatkan perhatian pada BSE breastfeeding self-efficacy (PBSE) yakni mendukung menyusui melalui dukungan pengambilan keputusan bersamaAimasih relatif kurang disintesis secara komprehensif (Dehshiri. M, et al. Temuan determinan BSE/PBSE kerap tidak konsisten antar-setting karena perbedaan konteks sosial-budaya, norma pemberian makan bayi, serta variasi instrumen pengukuran . isalnya BSES-SF untuk ibu dan skala PBSE/dukungan ayah yang beraga. , sehingga menyulitkan penarikan kesimpulan determinan mana yang paling kuat dan AuactionableAy untuk intervensi lintas konteks (Kritkirat P, et al. Kontribusi faktor sistem kesehatan kualitas kesehatan, kebijakan tempat kerja, dan akses BSE/PBSE masih kurang digali, terutama pada konteks budaya non-Barat (Krikitrat et , 2. Karena itu, diperlukan tinjauan sistematis yang secara khusus mengintegrasikan determinan BSE dan PBSE pada rentang antenatal hingga enam bulan postpartum agar dapat memetakan determinan dominan, mengidentifikasi celah bukti . opulasi, konteks, dan kualitas stud. , dan merumuskan agenda riset yang lebih presisi (Krikitrat et al. Konsep breastfeeding self-efficacy (BSE), yang pertama kali diperkenalkan oleh Dennis . , menggambarkan keyakinan ibu terhadap kemampuannya untuk berhasil Konsep ini kemudian diperluas menjadi paternal breastfeeding self-efficacy (PBSE), yakni keyakinan ayah dalam mendukung keberhasilan menyusui pasangan (Dennis et al. , 2018. Krikitrat et al. , 2. Sejumlah studi menunjukkan bahwa BSE dan PBSE memiliki hubungan kuat dengan keberhasilan dan durasi menyusui (Aghababaei et al. , 2022. Mulatu Abageda et al. ,2. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada ibu, sementara kontribusi ayah dan faktor sistem kesehatan belum banyak digali, terutama di konteks budaya non-Barat (Krikitrat et al. , 2. Oleh karena itu, tinjauan sistematis ini bertujuan mengidentifikasi determinan utama BSE dan PBSE pada periode antenatal hingga enam bulan postpartum, serta menyoroti implikasinya terhadap intervensi berbasis keluarga dan kebijakan kesehatan Urgensi tinjauan ini menguat karena menyusui merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang sangat efektif untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi, namun cakupan ASI eksklusif masih belum mencapai target global (Kiyaeimolasaraei et , 2022. Krikitrat et al. , 2. Ketertinggalan ini menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat strategi berbasis bukti yang tidak hanya berfokus pada ibu, tetapi juga melibatkan ayah dan lingkungan layanan kesehatan sebagai satu ekosistem dukungan. Dengan demikian. BSE/PBSE pada periode kritis awal kehidupan akan memberikan dasar ilmiah untuk merancang intervensi berbasis keluarga, memperbaiki paket dukungan laktasi di fasilitas kesehatan, serta masyarakat agar lebih responsif terhadap hambatan psikososial dan struktural yang nyata di lapangan (Dennis et al. , 2018. Krikitrat et al. , 2. Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 METODE Kajian Systematic Literature Review (SLR) yang disusun mengikuti pedoman PRISMA. Desain Kajian dan Pedoman Pelaporan Kajian ini merupakan Systematic Literature Review yang disusun dan dilaporkan mengikuti PRISMA 2020 . ermasuk alur seleksi studi/flow diagra. Protokol dan Registrasi Sebelum penelusuran, penulis menyusun protokol . PECO, kriteria inklusiAe eksklusi, strategi pencarian, rencana sintesi. dan mendaftarkannya secara prospektif pada PROSPERO. Rumusan menggunakan kerangka PECO (Population. Exposure. Comparison. Outcom. Yaitu : Population : pasangan hamil dan postpartum hingga enam bulan Exposure : faktor individu, interpersonal, dan sistem Kesehatan Comparison . Outcome : Tingkat self-efficacy menyusui ibu dan ayah Strategi Penelusuran Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed. Scopus, dan ScienceDirect ("breastfeeding" OR "lactation") AND ("self-efficacy" OR "self efficacy") AND . aternal OR paternal OR parent*) AND . regnan* OR postpartum OR antenatal OR six month. Mengumpumpulan referensidi lakukan dari tahun 2021 hingga tahun 2025. Gambar 1. Kata Kunci Penelusuran Studi Selection Proses seleksi dan penyaringan studi dilakukan menggunakan perangkat lunak Mendeley Desktop. Studi yang tidak relevan dan artikel duplikasi dikeluarkan. Artikel yang lolos penyaringan kemudian diidentifikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Inclusion and Exclusion Criteria Artikel kriteria inklusi: penelitian asli, periode 2021Ae2025, bahasa Inggris, akses terbuka penuh, serta meneliti BSE atau PBSE pada periode kehamilan hingga enam bulan Proses seleksi menghasilkan 15 artikel yang memenuhi syarat, terdiri atas studi kuantitatif . , eksperimental . , dan kualitatif . Data dari setiap studi diekstraksi mencakup: nama penulis, tahun publikasi, desain penelitian, lokasi, populasi, konteks, intervensi, outcome, temuan utama, dan keterbatasan. Publikasi dalam bentuk penelitian asli. Data sintesis mengidentifikasi pola tematik berdasarkan kategori faktor individu, interpersonal, dan sistem kesehatan. Artikel dieksklusi bila merupakan editorial, review, protokol tanpa data hasil, atau studi yang hanya menilai praktik menyusui tanpa mengukur self-efficacy. Bila terdapat publikasi ganda dari studi yang sama, artikel dengan Ekstraksi Data Menelaah melakukan ekstraksi data menggunakan formulir terstruktur yang memuat nama penulis pertama dan tahun, desain dan lokasi penelitian, karakteristik populasi, jenis intervensi atau paparan, instrumen pengukuran BSE, outcome utama, serta temuan kunci dan keterbatasan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Penilain Kualitas Evaluasi menggunakan kriteria yang disesuaikan dengan desain studi pedoman pelaporan studi quasi-eksperimental, dan kriteria validitas internal untuk studi potong lintang dan HASIL Proses seleksi studi mengikuti pedoman PRISMA sebagaimana ditampilkan pada Gambar 5. Hasil penelusuran artikel melalui basis data dengan menggunakan kata kunci yang relevan dan rentang tahun publikasi 654 artikel. Pada tahap akhir seleksi, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis Gambar 5. PRISMA Secara studi-studi teridentifikasi dilakukan di beberapa negara Dari 15 studi tersebut, yang relevan tentang maternal dan paternal breastfeeding self-efficacy (BSE) pada masa kehamilan hingga 6 bulan pascapersalinan, dengan desain penelitian yang bervariasi . ross-sectional, uji acak terkontrol, quasieksperimen, studi pengembangan aplikasi, dan studi kualitati. , 9 merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, 2 menggunakan metode campuran . ixed- method. , dan 4 merupakan penelitian Karakteristik masing-masing studi diklasifikasikan dalam Tabel 1. Interpretasi temuan review ini menegaskan bahwa BSE maternal dan paternal bukanlah konstruksi statis, tetapi dipengaruhi oleh interpersonal, dan dukungan sistem kesehatan. Intervensi yang mengintegrasikan edukasi menyusui dengan dukungan emosional dan praktis yang jelas kepada pasangan laki-laki secara konsisten menunjukkan peningkatan BSE maternal yang lebih besar dibanding perawatan rutin, bahkan pada konteks yang menantang seperti komunitas pedesaan di Ethiopia dan keluarga dengan keterbatasan akses informasi. Namun, bukti dari Turki menunjukkan bahwa sekadar menambah sesi pelatihan bagi ayah belum tentu menambah efek terhadap BSE bila tidak disertai perubahan menerapkan dukungan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. PEMBAHASAN Faktor Individu (BSE Pada Tingkat Individ. Penelitian pengetahuan, usia, pengalaman menyusui, serta literasi kesehatan berhubungan signifikan dengan BSE dan PBSE. Misalnya, studi di Iran merupakan prediktor kuat bagi BSE ibu (Salarvand et al. , 2. sementara di Thailand, pengetahuan dan sikap ayah tentang ASI berpengaruh positif terhadap PBSE (Krikitrat et , 2. Dukungan emosional dan kesiapan psikologis juga berperan penting Dalam uji quasi-eksperimental di Turki, ibu yang menerima pelatihan menyusui terstruktur menunjukkan peningkatan skor BSE yang bermakna enam bulan setelah persalinan dibandingkan kelompok kontrol, terlepas dari variasi usia dan paritas, yang mengisyaratkan bahwa self-efficacy dapat dimodifikasi melalui intervensi pendidikan yang tepat (Awaliyah et , 2019. Kiyaeimolasaraei et al. , 2. Kesehatan mental pascapersalinan muncul sebagai determinan penting BSE maternal. Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Studi yang mengukur gejala depresi postpartum menemukan hubungan terbalik antara skor depresi dan BSE, sehingga ibu dengan gejala kepercayaan diri keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh faktor ibu, melainkan juga peran aktif ayah serta dukungan sistem kesehatan yang inklusif. Sejalan dengan teori social cognitive Bandura, self-efficacy terbentuk melalui pengalaman langsung, pembelajaran sosial, persuasi verbal, dan respon emosional (Dennis, 1. Oleh karena itu, intervensi efektif perlu emosional, dan kebijakan struktural untuk memperkuat keyakinan kedua orang tua. Temuan ini memperluas pemahaman yang selama ini berfokus pada ibu, dengan menekankan pentingnya pendekatan dyadik dalam promosi menyusui. Di masa mendatang, longitudinal dan evaluasi intervensi berbasis pasangan untuk mengukur perubahan selfefficacy dari kehamilan hingga masa menyusui (Mulatu Abageda et al. , 2024. Aghababaei et , 2. yang rendah terhadap kemampuan menyusuinya dan berisiko lebih tinggi menghentikan menyusui eksklusif lebih awal. Faktor Interpersonal (BSE Peran ayah dan dukungan sosia. Hubungan pasangan dan dukungan sosial berperan sentral dalam meningkatkan selfefficacy. Aghababaei . melibatkan ayah secara aktif dapat meningkatkan sikap positif dan memperkuat BSE ibu. Studi di Ethiopia (Mulatu Abageda et al. , 2. membuktikan bahwa pendidikan menyusui bagi pasangan meningkatkan kepercayaan diri ibu sebesar 48% dibanding kelompok kontrol. Di Thailand, partisipasi ayah dalam kelas antenatal meningkatkan skor PBSE dan korelasi positif dengan kerja sama pralahir (Kiyaeimolasaraei et al. , 2. Peran ayah sebagai sumber dukungan emosional, praktis, dan informasional menjadi tema dominan dalam beberapa studi intervensi maupun observasional namun tidak semua menghasilkan peningkatan BSE maternal yang lebih besar dibanding intervensi yang hanya menargetkan ibu. Dalam studi Turki tersebut, pelibatan ayah dalam pelatihan tambahan tidak memberikan perbedaan signifikan skor BSE dibanding pelatihan untuk ibu saja. Faktor Sistem Pelayanan Kesehatan dan Intervensi Akses terhadap kelas antenatal, konseling laktasi, serta kebijakan cuti ayah terbukti berpengaruh terhadap self-efficacy. Studi di Thailand dan Iran menyoroti bahwa kurangnya inklusi ayah dalam edukasi menyusui menjadi hambatan utama dalam meningkatkan PBSE (Krikitrat et al. , 2023. Kiyaeimolasaraei et al. Temuan ini menunjukkan perlunya perbaikan kebijakan kesehatan reproduksi yang lebih ramah keluarga dan memperhatikan peran ayah. Beberapa intervensi sistematis yang terintegrasi ke dalam layanan kebidanan dan kesehatan anak menunjukkan efek positif pada BSE. Uji coba di Ethiopia yang memadukan Pendidikan kelompok antenatal, materi cetak untuk dibawa pulang, dan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan hingga enam bulan postpartum menunjukkan peningkatan bermakna BSE maternal, dengan efek relatif sekitar 48% lebih tinggi pada kelompok intervensi dibanding kontrol setelah penyesuaian faktor perancu. Pendekatan serupa yang memadukan model teoritik InformationAe MotivationAeBehavioural skills dan dukungan pasangan pada ibu. Mengembangkan menyusui untuk populasi berisiko menekankan bahwa desain konten yang sesuai budaya dan mudah dipahami merupakan prasyarat agar aplikasi dapat menguatkan self-efficacy, terutama pada kelompok dengan literasi rendah. Solusi mendatang yang ditunjukkan oleh temuan ini adalah perlunya kebijakan kerja ramah keluarga . amily-friendl. , termasuk perluasan cuti ayah berbayar, penyediaan ruang laktasi dan fleksibilitas jam kerja, agar sumber BSE . erutama performance accomplishment dan dukungan pasanga. dapat terbentuk secara optimal di rumah dan di tempat kerja. Vol. 1 No. 2 Januari 2026 Jurnal Ilmiah Citra Kebidanan Vol. 1 No. 2 Januari 2026 KESIMPULAN Telaah sistematis ini menunjukkan bahwa breastfeeding self-efficacy (BSE) maternal dan paternal pada periode kehamilan hingga enam bulan postpartum merupakan konstruk yang dinamis dan dapat dimodifikasi, karena dipengaruhi secara simultan oleh faktor individu, interpersonal, dan dukungan sistem pelayanan kesehatan. Determinannya yang paling konsisten dan kuat adalah dukungan suami serta kualitas relasi suamiAeistri, yang berperan penting dalam memperkuat keyakinan ibu maupun ayah untuk menjalankan dan mempertahankan praktik menyusui. Pada tingkat individu. BSE/PBSE berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman, literasi kesehatan, dan kondisi psikologis, termasuk kesehatan mental pascapersalinan yang dapat menurunkan kepercayaan diri menyusui bila tidak ditangani. Pada tingkat sistem, mutu konseling laktasi, keberlangsungan kelas antenatal postnatal, serta intervensi yang secara eksplisit melibatkan ayah berkontribusi terhadap peningkatan BSE namun pelibatan ayah akan lebih efektif bila disertai dukungan struktural yang memungkinkan praktik dukungan ayah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kebijakan ramah keluarga. Secara implikatif, penguatan BSE/PBSE memerlukan strategi terpadu yang menggabungkan pendekatan edukatif, dukungan emosional praktis berbasis pasangan, dan penguatan sistem layanan serta Saran dibutuhkan riset longitudinal dan evaluasi intervensi berbasis pasangan untuk memetakan perubahan self-efficacy dari masa kehamilan hingga masa menyusui secara lebih DAFTAR PUSTAKA