Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Renaldi Prabudiman 1. Dian Wahyudin 2 1,2 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Jakarta. Indonesia prabudimanr@gmail. com 1, zahidah181011@gmail. * Corresponding author ARTICLE INFO Keywords Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan Kompensasi. Kinerja ABSTRACT Direktorat Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan merupakan suatu instansi vital yang mengelola prasarana dari sektor perkeretaapian agar transportasi darat berjalan dengan baik. Untuk dapat melakukan tugas tersebut dibutuhkan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja Dan Kompensasi bagi pegawainya sehingga pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. Namun demikian hasil observasi menunjukan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja Dan Kompensasi bagi pegawai belum optimal sehingga diduga mengakibatkan kinerja pegawai belum optimal. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja Dan Kompensasi baik parsial masing-masing variabel atau simultan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pendekatan penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat asosiatif. Maksud dari penelitian kuantitatif asosiatif adalah suatu penelitian yangmencari hubungan antara satu variable dengan variable yang lain. Penelitian ini dilakukan di Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Adapun Penelitian dan pengamatan dilakukan, dari bulan April 2024 hingga bulan Juli 2024. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan 59 responden, dan teknik analisis data menggunakan adalah teknik analisis regresi linier bergandadengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS version 25. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja Dan Kompensasi secara signifikan baik parsial masing-masing ataupun secara bersama sama mempengaruhi kinerja Kantor Pelayanan Pajak Madya Dua Jakarta Utara. This is an open access article under the BYAeNC-SA license. PENDAHULUAN Organisasi merupakan sistem dan kegiatan manusia yang bekerja sama. Sejalan dengan itu organisasi dikatakan sebagai suatu koordinasi kegiatan sejumlah orang yang rasional untuk mencapai Oleh sebab itu organisasi mengharapkan para pegawai dapat berprestasi dan mampu menciptakan keadaan yang kondusif. Sehingga pegawai tidak akan mengalami kejenuhan, kebosanan dan rasa malas bekerja yang mengakibatkan semangat kerja menurun. Jika semangat kerja menurun dapat mengakibatkan kinerja pegawai juga mengalami penurunan. Kinerja pegawai yang menurun dapat mengakibatkan kerugian dalam organisasi. Oleh karena itu upaya upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai merupakan tantangan manajemen yang paling serius karena keberhasilan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada didalamnya. Pengembangan sumber daya manusia merupakan keharusan mutlak baik untuk menghadapi tuntunan tugas sekarang maupun untuk menjawab tantangan masa depan. Upaya pengembangan dapat http://ojs. reformasijournal@gmail. com / reformasijournal@stiami. P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. dilakukan melalui organisasi itu sendiri maupun luar organisasi. Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara profesional, diharapkan pegawai dapat bekerja produktif dan memiliki kinerja yang tinggi. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia ini, maka haruslah dijadikan tolak ukur suatu organisasi ataupun kelangsungan hidup organisasi tersebut, karena faktor manusia adalah aset organisasi yang paling menentukan. Selain pengembangan SDM, kinerja pegawai juga dipengaruhi oleh kedisiplinan pegawai. Adapun upaya menciptakan suatu sikap disiplin kerja dalam suatu organisasi dapat di lakukan melalui tata tertib yang jelas, tata kerja yang sederhana yang dapat dengan mudah di ketahui pegawai. Seorang individu yang berdisiplin tinggi cenderung lebih tertatur dalam segala hal seperti masuk dan pulang tepat waktu, selalu taat pada tata tertib yang berlaku dan membina hubungan baik dengan sesama pegawai, merupakan modal utama lahirnya etos kerja dalam diriseorang yang berakibat pada tinggi rendahnya kinerja seseorang. Rendahnya disiplin pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dapat dilihat dari masih adanya pegawai yang datang dan pulang kerja tidak sesuai dengan aturan jam kerja, penggunaan pakaian dinas yang tidak sesuai denganketentuan yang Kenyatan yang terjadi bahwa kualitas sumber daya manusia khususnya pegawai di Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belummaksimal. Hal ini di tandai dengan kurangnya disiplin kerja, masih kurang tingkat pendidikan,dan terdapat pegawai yang latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan pekerjaan yangdi embannya. Setiap organisasi pasti menginginkan kinerja para karyawannya dapat meningkat. Menyadari betapa pentingnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan seperti pengembangan sumber daya manusia dalam individu setiap karyawan, kompensasi untuk semangat kerja, peneliti memutuskan untuk menjadikan Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil observasi di lapangan diketahui bahwa rendahnya kinerja Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, terutama disebabkan: Jabatan yang diduduki oleh pegawai tidak selamanya berdasarkan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki, misalnya fakta yang di temukan dilapangan bahwa ada lulusanteknik yang bekerja di bidang administrasi dan masih banyak pegawai yang kurang mampu menyelesaikan tugas yang diembannya dengan baik karena kurangnya pengetahuan danketerampilan yang dimiliki. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap kualitas kerja mereka karena dalam hal ini mereka tidak menguasai betul bidang pekerjaan yang digelutinya. Strategi organisasi dilihat dari indikator kualitas hasil kerja tidak sesuai dengan tujuan organisasi. Kurangnya mekanisme kerja antar pegawai pada masing-masing unit kerja yang ada pada lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pada masing masing bidang, seksi-seksi atau subbagian ini merupakan suatu rangkaian kerja yangtidak boleh terputus. Seperti yang terjadi antara subbagian perencanaan/program dengan subbagian keuangan yang melaksanakan penyusunan anggaran. Kualitas SDM yang rendah, hal ini terlihat dari masih terdapat pegawai dalam melaksanakan monitoring pelaksanaan perjalanan dinas, tidak melakukan kegiatan pemantauan terhadap Surat Perintah Tugas Perjalanan Dinas sehingga terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan perjalanan dinas pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian KementerianPerhubungan. Kondisi di atas menimbulkan permasalahan dalam pencapaian kinerja pegawai pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pencapaian kinerja pegawai yang belum optimal diduga dikarenakan kurangnya pengembangan SDM, disiplin kerja dan kompensasi pegawai. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini berpendekatan kuantitatif, berjenis deskriptif dan asosiatif. Dikatakan Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. pendekatan kuantitatif sebab pendekatan yang digunakan di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisa data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Dengan pendekatan penelitian kualitatif ini, peneliti akan membuat deskripsi tentang gambaran objek yag diteliti secara sistematis, baik itu mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta berbagai hal yang terkait dengan tema penelitian. Desain Penelitian, atau konsep pengukuran yang tergambar di atas dapat penulis jelaskan X1 adalah variabel bebas . ndependent variabl. Pengembangan SDM yang diposisikansebagai faktor antedent . ang mendahulu. atau faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. X2 adalah variabel bebas disiplin yang juga diposisikan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. X3 adalah variabel bebas kompensasi yang juga diposisikan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Y adalah variabel terikat . ependent variabl. kinerja pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang diposisikan sebagai konsekuensi. YX1 adalah parameter struktural yang akan menunjukan besarnya pengaruh faktor X1 terhadap faktor Y. YX2 adalah parameter struktural yang akan menunjukan besarnya pengaruh faktor X2 terhadap faktor Y. YX3 adalah parameter struktural yang akan menunjukan besarnya pengaruh faktor X3 terhadap faktor Y YX1X2X3 adalah parameter struktural yang akan menunjukan besarnya pengaruh faktor X1. X2 dan X3 secara bersama-sama terhadap faktor Y A (Epsilo. adalah faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi faktor Y namun tidak diteliti, karena di luar konsep pengukuran. Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. Berdasarkan desain tersebut, konsep pengukuran pengaruh antar variabel dalam penelitian ini terdiri atas empat arah pengukuran, yaitu tiga pengukuran tunggal (X1 terhadap Y. X2 terhadap Y dan X3 terhadap Y), dan satu pengukuran ganda (X1. X2 dan X3 secara bersama-sama terhadap Y). Operasionalisasi Variabel Definisi Operasionalisasi Variabel Variabel X1 adalah Pengembangan SDM Pengembangan SDM aparatur didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang diambil dan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur yang meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap dan perilaku aparatur agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Variabel X2 adalah Disiplin Disiplin adalah sikap yang menaati semua peraturan atau tata tertib kerja dan tidakmengelak untuk menerima sanksi apabila melakukan pelanggaran yang diukur melalui kepatuhan, ketaatan. Variabel X3 adalah Kompensasi Segala sesuatu yang diterima seorang pegawai sebagai bentuk balas jasa instansi atas seluruh kontribusi pegawai baik kontribusi jasa tenaga maupun jasa pikiran yang sudah diberikan kepada Variabel Y adalah Kinerja Kinerja adalah penilaian hasil kerja baik itu secara kualitas maupun kuantitas yangtelah dicapai pegawai, dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan organisasi, dan hasil kerjanya tersebut disesuaikan dengan hasil kerja yang diharapkan organisasi, melalui kriteria kriteria atau standar kinerja pegawai yang berlaku dalam organisasi, yaitu: kualitas pekerjaan, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Kisi Ae kisi Operasionalisasi variabel Penelitian Adapun kisi-kisi operasionalisasi variabel penelitian aalah sebagai berikut: Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. Pengumpulan Data Dokumentasi Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dandokumen baik yang berada di organisasi ataupun yang berada di luar organisasi, yang ada hubungannya dengan penelitian tersebut. Guba dan Lincoln . alam Moleong, 2017:. mengemukakan dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film. Dokumentasi dalam penelitian digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil kinerja pegawai Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Angket Angket merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menggunakan pertanyaan yang harus dikerjakan atau dijawab oleh orang yang meliputi sasaran angket tersebut. Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengumpulkan data tentang Pengembangan SDM. Disiplin. Kompensasi dan Kinerja. Teknik Sampling Populasi Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, agar data dan informasi tersebut digunakan untuk menjawab tujuan penelitianatau menjawab pertanyaan Data diperoleh dari sejumlah populasi dan sampelpenelitian. Sampel Sampel penelitian merupakan sebagaian dari jumlah populasi yang ditentukan dalam penelitian secara representative. Menurut Sugiyono . , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dilakukan karena keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian baik dari segi dana, waktu, tenaga, dan jumlah populasi yang sangat Oleh karena itu, sampel yang ambil harus betul betulrepresentative . apat mewakil. Teknik Analisis Uji Kualitas data Uji Validitas dan Realibilitas Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas . Uji Autokorelasi Uji Heteroskedastitas . Uji Multikolineritas Statistik Deskriptif Ststistik inferensial . Uji Hipotesis . Uji Koefisien Korelasi Perhitungan Koefisien Determinasi Analisis Regresi Uji Hipotesis dengan t-test dan f-test HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan http://ojs. reformasijournal@gmail. com / reformasijournal@stiami. Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan penelitian diatas maka dapat dijelaskan sebagai Pengaruh Pengembangan SDM terhadap Kinerja Pegawai Pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Berdasarkan hasil penelitian diketahui koefisien korelasi pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai sebesar 0,550. Dengan demikian dikatakan ada hubungan yang sedang antara pengembangan SDM terhadap kinerja pegawai. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi sehingga diperoleh R2= 0,302 yang berarti bahwa pengembangan SDM mempunyai pengaruh sebesar 30,2% terhadap kinerja pegawai dan 69,8% dipengaruhi variabel lain. Berdasarkan nilai signifikan variabel X1, pengembangan SDM secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari persamaan regresi tersebut tampak jika pengembangan SDM (X. meningkat sebesar 1 satuan maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,596. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa pengembangan SDM pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Pengembangan SDM yang berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai disebabkan oleh beberapa faktor dari Pengembangan SDM meliputi Pendidikan dan pelatihan formal seperti diklat struktural, diklat teknis dan diklat fungsional. Program pelatihan di tempat kerja dengan adanya rotasi jabatan dan penugasan tertentu, kemudian Program Pelatihan diluar tempat kerja dengan adanya tugas belajar, seminar- seminar dan lokakarya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Abiyyu Satrio Wibowo dan Kusmiyanti . yang menunjukan bahwa variable pengembangan sumber daya manusia memiliki pengaruh dengan kategori sedang terhadap kinerja pegawai pemasayarakatan Lapas Purwokerto. Selain itu. Olaosebikan. Timothy Wale . memperkuat dengan menulis dengan judul Impact of Human Resource Development on Employees Performance dimana studi ini menunjukkan bahwa hampir semua responden setuju bahwa sebagian besar praktik pengembangan sumber daya manusia jika diterapkan dengan benar dalam mengembangkan kekuatan personil akan sangat membantu dalam meningkatkan dampak positif pada kinerja karyawan. Pengaruh Disiplin terhadap Kinerja Pegawai Pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Berdasarkan hasil penelitian diketahui koefisien korelasi disiplin terhadap kinerja pegawai sebesar 0,507. Dengan demikian dikatakan ada hubungan yang sedang antara disiplin terhadap kinerja pegawai. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi sehingga diperoleh R2= 0,257 yang berarti bahwa disiplin mempunyai pengaruh sebesar 25,7% terhadap kinerja pegawai dan 74,3% dipengaruhi variabel lain. Berdasarkan nilai signifikan variabel disiplin (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini sejalan dengan studi yang dilakukan Selfi Ariesni dan Lise Asnur . yang menemukan disiplin kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Karya bersama Surajiyo. Suwarno. Indrawati Mara Kesuma. Tri Gustiherawati . dengan judul The Effect of Work Discipline on Employees Performance with Motivation as a Moderating Variables in the Inspectorate Office of Musi Rawas District. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), yang dibuktikan dengan nilai untuk variabel disiplin kerja lebih besar dari nilai. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Musi Rawas. Dari persamaan regresi tersebut tampak jika disiplin (X. meningkat sebesar 1 satuan maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,290. Dapat dibuktikan bahwa disiplin pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Disiplin yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai disebabkan oleh beberapa faktor meliputi ketaatan termasuk ketaatan jam masuk kerja dan pulang kerja, mengikuti upacara bendera, menggunakan pakaian dinas, kepatuhan seperti: kepatuhan terhadap peraturan dan kepatuhan terhadap perintah atasan, kesanggupan seperti: menghormati atasan dan rekan kerja. Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol. No. Maret 2025, pp. Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Berdasarkan hasil penelitian diketahui koefisien korelasi kompensasi terhadap kinerja pegawai sebesar 0,361. Dengan demikian dikatakan ada hubungan yang rendah antara kompensasi terhadap kinerja pegawai. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi sehingga diperoleh R2= 0,131 yang berarti bahwa kompensasi mempunyai pengaruh sebesar 13,1% terhadap kinerja pegawai dan 86,9% dipengaruhi variabel lain. Berdasarkan nilai signifikan variabel kompensasi (X. secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Heny Sulistyani dan Bambang Irawan di Direktorat Sereal Kementerian Pertanian . yang menunjukan tidak ada pengaruh positif dan signifikan Kompensasi Finansial terhadap Kinerja Pegawai di Direktorat Serealia. Berbeda dengan riset yang berjudul Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Global (PT. GM) karya Opan Arifudin . yang menyatakan bahwa Kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja. Hal yang sama ditunjukan oleh Moh. Sutoro. yang menulis studi dengan tajuk The Effect of Compensation on Employees Performance of Imperial Club Golf Tangerang District yang memperlihatkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Imperial Club Golf. Dari persamaan regresi tersebut tampak jika kompensasi (X. meningkat sebesar 1 satuan maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,304. Dapat dibuktikan bahwa kompensasi pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. kompensasi yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai disebabkan oleh beberapa faktor meliputi . produktivitas, . kemampuan untuk membayar, . kesediaan untuk membayar, . permintaan tenaga kerja, . organisasi karyawan, dan . berbagai peraturan dan perundang undangan. Pengaruh Pengembangan SDM. Disiplin dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Berdasarkan hasil penelitian diketahui koefisien korelasi pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi secara bersama sama terhadap kinerja pegawai sebesar 0,687. Dengan demikian dikatakan ada hubungan positif dan signifikan antara pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi terhadap kinerja pegawai. Kemudian dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi sehingga diperoleh r 2= 0,472 yang berarti bahwa pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi mempunyai pengaruh sebesar 47,2% terhadap kinerja pegawai dan 52,8% dipengaruhi variabel lain. Selanjutnya variabel pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi secara bersamasama berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Kemudian Fhitung digunakan untuk menguji apakah model persamaan Y=a b1X1 b2X2 b3X3 yang diajukan diterima atau tidak. Caranya dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel. Jika Fhitung > Ftabel maka model persamaan di atas dapat diterima. Fhitung adalah sebesar 16,363 dan Ftabel adalah sebesar 3,16 . ari Tabel F) maka model persamaan Y=a b1X1 b2X2 b3X3 yang digunakan dapat diterima atau dengan dengan melihat probabilitasnya adalah 0,00 <0,05 sehingga signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa model persamaan Y=a b1X1 b2X2 b3X3 yang digunakan dapat diterima. KESIMPULAN Sesuai dengan hasil penelitian yang telah penulis lakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Pengembangan SDM mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar 30,2% atau semakin baik pengembangan SDM, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Disiplin mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar 25,7% atau semakin baik disiplin, maka semakin Renaldi Prabudiman. Dian Wahyudin (Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia. Disiplin Kerja dan A) Jurnal Reformasi Administrasi : Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani P-ISSN 2355-309X . E-ISSN 2622-8696 Vol. No. Maret 2025, pp. meningkat pula kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kompensasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar 13,1% atau semakin baik kompensasi, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi secara simultan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar 47,2% atau semakin baik pengembangan SDM, disiplin dan kompensasi, maka semakin meningkat pula kinerja pegawai pada Direktorat Prasarana Direktorat Jenderal Perkeretaapian. DAFTAR PUSTAKA