Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. IMPULSE BUYING ANTARA DIGITAL MARKETING DAN STORE ATMOSPHERE IMPULSE BUYING BETWEEN DIGITAL MARKETING AND STORE ATMOSPHERE Hendi Eka Sumarga1 Iwan Setiawan Rofiq2 Raji Munandar3 1,2,. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang Email : rajimunandar5@gmail. Diterima 05-10-2024 Direvisi 21-12-2024 Disetujui 31-01-2025 Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengenalisis hubungan antara Digial marketing. Store Atmophere terhadap Impulse buying studi kasus super indo teras kota. Penelitian ini menggunkan metode kuantitafi dan penelitian survei dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen super indo teras kota . Sampel yang diambil sebanyak 96 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Statistik Deskriptif. Uji validitas. Uji Reabilitas. Regresi Linear Sederhana. Regresi Linear Berganda. Kolerasi Sederhana. Koefisien Determinasi. Uji t dan Uji F dengan bantuan Sofware IBM SPSS Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel Gaya Digital Marketing (X. ,Store Atmophere (X. , secara simultan berpengaruh positif dan signifikan Kinerja Impulse Buying (Y) dengan Fhitung lebih besar dari Ftabel . 305>3,. dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Kata Kunci : Digital Marketing. Store atmophere. Impulse Buying Abstract Ae This study aims to analyze the relationship between Digial marketing. Store Atmophere and Impulse buying, a case study of super indo teras kota. This study uses quantitative methods and survey research by distributing questionnaires to urban super consumers. Samples were taken from 96 respondents using the purposive sampling technique. The analysis methods used are Descriptive Statistical Analysis. Validity Test. Reliability Test. Simple Linear Regression. Multiple Linear Regression. Simple Correlation. Determination Coefficient, t-test, and f-test with the help of IBM SPSS V. 26 Software. The results showed that the Digital Marketing Style (X. Store Atmophere (X. , simultaneously had a positive and significant influence on Impulse Buying Performance (Y) with Fcal greater than Ftable . ,305>3,. with a significance value of 00 < 0. Keywords : Digital Marketing. Atmophere Store. Impulse Purchase Copyright A 2024 Digital Business Journal (DIGIBIS) This work is Licensed Under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. PENDAHULUAN Perkembangan usaha saat ini telah diwarnai berbagai macam persaingan disegala Salah satunya persaingan bisnis didunia ritel yang semakin kompetitif yang mengakibatkan perubahan perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Melihat kondisi tersebut pembisnis semakin dituntut untuk mempuyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan (Wahyuni, 2008 ). Dengan demikian perusahaan harus memahami perilaku konsumen dengan pembelian yang tidak terencana atau impulse Sering kali konsumen berbelanja di ritel modern membeli barang yang diluar rencana. Meski sudah membuat perencanaan untuk membeli barang yang akan di beli tetapi pasti membeli barang yang yang tidak di rencanakan. Hal ini harus dipahami mengenai impulse buying dapat memberikan gambaran bagi pengusaha dalam mengembangkan strategi dalam menaikan peluang dalam daya beli konsumen. Super Indo dipilih sebagai obyek penelitian ini karena telah berkembang pesat dan memiliki banyak cabang dipulau jawa dan sumatra bagian selatan. Super Indo merupakan salah satu perusahaan ritel yang mempunyai jaringan luas di Indonesia. Kegiatan usaha yang dilakukan Super Indo juga terstruktur di semua gerai yang ada di Indonesia. Super Indo merupakan compact supermarket dan community store yaitu selalu berusaha menyediakan produk, kualitas, dan pelayanan yang sama di semua gerai. Hasli kunjungan yang di lakukan peneliti di Super Indo Mall Teras Kota Kota Tangerang berkaitan dengan store atmosohere yaitu masih terdapat kurangnya penyejuk udara sehingga ruangan terasa panas, pengaturan ruangan yang kurang nyaman kerena susunan produk Ae produknya kurang rapih sehingga menyulitkan konsumen untuk mencari produk yang mereka butuhkan. Hal tersebut membuat kosumen tidak betah berlama Ae lama. Sehingga menyebabkan keputusan konsumen dalam membeli produk yang ada di Super Indo Teras Kota menurun. Digital marketing yang di lakukan oleh Super Indo dengan menggunakan berbagai sosial media seperti website, instagram, email, facebook. Selain itu juga Super Indo mempunyai member yang berbasis aplikasi yaitu my super indo. My super indo adalah aplikasi yang dikhususkan bagi para member Super Indo agar dapat mengakses semua keuntungan member Super Indo. Aplikasi membership ini bertujuan agar dapat memberikan manfaat yang lebih hemat bagi para konsumen. Lewat berbagai macam penawaran dan promosi menarik. Aktan tetapi masih terbatasnya promo dalam aplikasi my super indo hanya produk tentu saja. Minimnya variasi promo dan belum adanya point dalam menggunakan member yang bisa ditukarkan dengan bonus tertentu menjadi kurangnya ketertarikan konsumen untuk mengunakan member my super indo. Penelitian Ae penelitian terdahulu menemukan hasil yang bebeda Ae beda terkait impulse buying di antaranya hasil penelitian (Prihadi et al. , 2. digital marketing, sistem paylater dan diskon Harbolnas berpengaruh pada motivasi hedonis. Diskon Harbolnas dan motivasi hedonis berpengaruh pada impulse buying sedangkan digital marketing dan sistem paylater tidak berpengaruh pada impulse buying. Motivasi hedonis mampu memediasi pengaruh sistem paylater dan diskon Harbolnas namun tidak mampu memediasi pengaruh digital marketing pada impulse buying. Penelitian (Suhendi & Sari, 2. price discount terhadap impulse buying behavior memiliki hubungan yang sedang. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara digital marketing terhadap impulse buying behavior pada konsumen Eiger Adventure Store Ciamis. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara price discount dan digital marketing secara simultan terhadap impulse buying behavior pada konsumen Eiger Adventure Store Ciamis. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Beripijak dari problematika di atas maka penulis akan lebih spesifik meneliti tentang AuPengaruh Digital marketing dan Store Atmosphere Terhadap Impulse BuyingAy. KAJIAN PUSTAKA Impulse Buying Impulse buying merupakan kegiatan belanja yang dilakukan secara spontan dan dipikirkan secara cepat oleh konsumen karena adanya keinginan yang kuat untuk melakukan pembeliann (Heridiansyah & Susetyarsi, 2. Keputusan pembelian konsumen didasarkan pada faktor individu konsumen yang cenderung aktif. Daya tarik ini berkaitan dengan penataan atau tampilan barang yang menarik sehingga konsumen dapat melakukan niat untuk melakukan pembelian. Menurut (Utami, 2. Impulse buying adalah pembelian di toko yang tidak direncanakan . nplanned buyin. , kegiatan ini pada saat konsumen memasuki toko terdapat pembelian produk yang berbeda dengan rencana awal atau sebelum memasuki toko. Indikator Impulse Buying Menurut (Soesono 2. dalam (Diah & Sukmawati, 2. mengemukakan indikator Impulse Buying yaitu : Pembelian tanpa direncanakan sebelumnya Pembelian tanpa berfikir akibatnya Pembelian dipengaruhi keadaan emosional Pembelian dipengaruhi penawaran menarik Digital Marketing Digital marketing adalah proses pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan mempertahankan nilai bagi pelanggan dengan cara yang relevan, personal, dan konsisten. (Kotler et al. , 2. Sedangkan Menurut Anil kumar . dalam (Arohman, 2. AuDigital Marketing berbeda dari pemasaran tradisional yang memungkinkan sebuah organisasi menganalisis promosi pemasaran dan mengikuti tindakan seperti analisis penjualan. Indikator Digital Marketing Terdapat indikator pengukuran dari digital marketing menurut (Kotler et al. , 2. Informasi Produk Antusiasme konsumen Informasi up to date Store Atmosphere Menurut (Berman & Evan 2. Store Atmosphere dapat diartikan bahwa bagi sebuah toko penting untuk menonjolkan tampilan fisik, suasana toko berguna untuk membangun citra dan menarik minat Menurut (Levy and Weitz, 2. dalam (Tantowi & Pratomo, 2. Store atmosphere adalah desain lingkungan seperti komunikasi visual, pencahayaan, warna, musik, dan aroma untuk mensimulasikan respon persepsi dan emosi pelanggan dan akhirnya mempengaruhi perilaku pemb. Indikator Disiplin Kerja Menurut ( Utami 2017 ) terdapat beberapa indikator store atmosphere yang dapat diukur, antara lain : Kondisi fisik toko Penataan produk Musik Aroma Disain interior http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan ini adalah jenis penelitian deskiptif. Penelitian deskriptif merupakan suatu metode penelitian yang menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono . penelitian kuantitatif adalah sebuah penyelidikan tentang suatu masalah berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabe- variabel dan diukur dengan statistik. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini mengambil objek penelitian custumor yang berbelanja di Super Indo Mall Teras Kota Kota Tangerang Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian diambil kesimpulan. Berdasarkan uraian tersebut, maka populasi dari penelitian ini adalah konsumen Super Indo Teras Kota Tangerang Selatan. Perhitungan sampel dengan pendekatan rumus Lemeshow dapat digunakan untuk menghitung jumlah sampel dengan total populasi yang tidak diketahui secara pasti. Dalam perhitungan ini, peneliti menetapkan maksimal estimasi 50% dan nilai kesalahan 10%. Dari hasil perhitungan penentuan sampel di atas maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden. Adapun teknik untuk pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Menurut Sugiyono . teknik purposive sampling maksudnya teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dan memiliki kriteria untuk diteliti. Berikut adalah kriteria teknik purposive sampling dalam penelitian ini, yaitu: Survei dilakukan pada konsumen yang berbekanja menggunakan aplikasi member my super indo Survei dilakukan pada konsumen yang berbelanja sudah lebih dari 1 kali Jenis Sumber Data Untuk memperoleh data yang digunakan menurut peneliti pada penelitian ini menggunakan pengumpulan sumberdata primer dan sumber data skunder. Metode Pengumpulan Data Menggunakan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Analisis Data Uji Validitas Validitas menurut Sugiyono . dalam Atik dan Humairoh . menunjukkan derajat ketetapan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item, kita mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Syarat minimum untuk dianggap suatu butir instrument valid adalah nilai indeks valid adalah nilai indeks validitasnya > 0,3 (Sugiyono 2016:. Uji Reabilitas Sugiyono . 9: . , adalah instrumen yang secara konsisten memberikan hasil yang sama ketika digunakan untuk mengukur hal yang sama beberapa kali. Dalam penelitian ini, rumus yang digunakan untuk analisis reliabilitas. Menggunakan Cronbach's alpha dari SPSS. Jika nilai alpha lebih dari 0,6, hasilnya dapat dipercaya. jika tidak, maka harus Analisis Regresi Linear Sederhana http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Model regresi linear sederhana menurut Suyono . adalah model probabilistik yang menyatakan hubungan linear antara dua variabel di mana salah satu variabel dianggap memengaruhi variabel yang lain Analisis Regresi Berganda Metode analisis yang digunakan pada metode ini adalah regresi linier berganda. Metode ini digunakan untuk mengukur antara lebih dari satu variabel terhadap variabel terikat guna mengetahui hubungan antar variabel apakah masing-masing variabel berhubungan positif tau negative. Analisis Korelasi Sederhana Teknik korelasi product moment digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel atau lebih bila data kedua variabel atau lebih berbentuk interval atau rasio dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama. Atik dan Humairoh . Analisis Korelasi Berganda Korelasi ganda . ultiple correlatio. merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel secara bersama-sama atau lebih dengan variabel yang lain. Atik dan Humairoh . Nilai R berkisar antara 0 hingga 1. Jika mendekati 1, hubungan makin erat, tetapi jika mendekati 0 hubungan semakin lemah Analisis Koefisien Determinasi Kekuatan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dihitung dengan menggunakan koefisien determinasi . Uji Hipotesis Uji t (Uji Persia. Uji t, seperti yang didefinisikan oleh Ghozali dan Ratmono . , menunjukkan sejauh mana pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen lainnya, dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tidak mengalami perubahan. Uji f (Uji Simulta. Uji F mengevaluasi seberapa baik fungsi regresi sampel mendekati nilai Jika nilai F kurang dari 0,05, maka variabel independen dapat diprediksi oleh model regresi. Uji F juga mempertimbangkan apakah semua variabel independen dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujujian Validitas Uji valididtas dilakukan untu menguji setiap butir pertanyaan pada tiap-tiap pernyataan pada Tabel 1 Hasil Uji Validitas Butir Variabel Keterangan Pertanyaan Hitung Tabel 0,683 0,1986 Valid 0,813 0,1986 Valid 0,780 0,1986 Valid Digital Markting 0,796 0,1986 Valid 0,848 0,1986 Valid 0,769 0,1986 Valid 0,824 0,1986 Valid Store Atmosphere 0,828 0,1986 Valid 0,773 0,1986 Valid http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 Variabel Impulse Buying E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Butir Pertanyaan Hitung 0,581 0,766 0,838 0,875 0,821 0,823 0,847 0,834 0,828 0,643 0,763 0,828 Keterangan Tabel 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid 0,1986 Valid Hasil Uji Reabilitas Uji reabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel, yang diukur menggunkan rumus Cronbachalpha (>0,. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Digital Marketing (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas hasil uji menggunakan SPSS menunjukkan hasil uji Cronbach/s Alpha sebesar 0,929. Angka tersebut melebihi dari nilai signifikan 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Digital Marketing (X. dinyatakan reliabel. Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Store Atmophere (X. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas hasil uji menggunakan SPSS menunjukkan hasil uji Cronbach/s Alpha sebesar 0,955. Angka tersebut melebihi dari nilai signifikan 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Store Atmophere (X. dinyatakan reliabel. Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Impulse Buying (Y) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Berdasarkan tabel di atas hasil uji menggunakan SPSS menunjukkan hasil uji Cronbach/s Alpha sebesar 0,930. Angka tersebut melebihi dari nilai signifikan 0,60. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Impulse Buying (Y) dinyatakan reliabel. Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antara satu variabel bebas dengan variabel terikat. Berikut adalah hasil uji analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 26. Tabel 5 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Digital marketing (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Model Sig. 1 (Constan. Digital Dependent Variable: Impulse Buying Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan analisis regresi linear sederhana sebagai berikut: Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa: Konstanta sebesar 3,098 artinya jika Digital Marketing (X. nilainya 0 . idak ad. maka, tingkat Impulse Buying (Y) sebesar 3,098 Koefisien regresi Digital Marketing (X. sebesar 0,869 artinya, bila Digital Marketing (X. mengalami kenaikan satuan maka Impulse Buying akan mengalami kenaikan sebesar 0,869 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bernilai Tabel 6 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana Store atmosphere (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Store atmosphere Dependent Variable: Impulse Buying Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan analisis regresi linear sederhana sebagai berikut: Y= 1,786 0,604 X2 Dari persamaan tersebut dapat diketahui bahwa: Konstanta sebesar 1,786 artinya jika Store atmosphere (X. nilainya 0 . idak ad. maka, tingkat Impulse Buying (Y) sebesar 1,786 http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Koefisien regresi Store atmosphere (X. sebesar 0,604 artinya, bila Store atmosphere (X. mengalami kenaikan satuan maka Impulse Buying akan mengalami kenaikan sebesar 0,604 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bernilai tetap. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antara dua variabel bebas dengan variabel terikat. Tabel 7 Hasil Uji Analisis Regresi Linear berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Digital Store Dependent Variable: Impulse Buying Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh persamaan analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Y= 0,823 0,387 X1 0,374 X2 Konstanta sebesar 0,823 artinya jika Digital marketing nilainya 0 . idak ad. , maka tingkat Impulse Buying nilainya senesar 0,823 Koefisien regresi variabel Digital marketing nilainya sebesar 0,387 artinya jika Digital marketing mengalami kenaikan satuan maka : Impulse Buying akan mengalami kenaikan sebesar 0,387 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bernilai tetap. Koefisien regresi variabel Store atmosphere nilainya sebesar 0,374 artinya jika Store atmosphere mengalami kenaikan satuan maka tingkat : Impulse Buying akan mengalami kenaikan sebesar 0,374 satuan dengan asumsi variabel bebas lainnya yang bernilai tetap. Analisis Korelasi Sederhana Analisis korelasi sederhana adalah suatu alat ukur untuk mengetahui kuatnya hubungan satu variabel bebas terhadap variabel terikat. Tabel 8 Hasil Uji Korelasi Sederhana Digital marketing (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Correlations Digital Impulse Buying Pearson Correlation Digital marketing Sig. -taile. Pearson Impulse Buying Correlation http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Correlations Digital Impulse Buying Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel maka diketahui bahwa hubungan antara Digital marketing terhadap Impulse Buying berkorelasi karena nilai signifikan 0,000 kurang dari 0,05 dan mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat karena pearson correlation bernilai 0,885. Tabel 9 Hasil Uji Korelasi Sederhana Store atmosphere (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Correlations Store Impulse Buying Store Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Impulse Sig. -taile. Buying **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Berdasarkan tabel maka diketahui bahwa hubungan antara Store atmosphere terhadap Impulse Buying berkorelasi karena nilai signifikan 0,000 kurang dari 0,05 dan mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat karena pearson correlation bernilai 0,906. Analisis Korelasi Berganda Analisis korelasi berganda digunakan untuk menetahui pengaruh hubungan dari variabel bebas Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. terhadap variabel terikat yaitu Impulse buying (Y). Tabel 10 Hasil Uji Korelasi Berganda Model Summary Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sig. Change Predictors: (Constan. Store atmosphere. Digital marketing Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai Sig. F Change bernilai 0,000 kurang dari 0,05 yang menyatakan bahwa Digital marketing dan Store atmosphere sebagai variabel bebas dengan Impulse buying sebagai variabel terikat berkorelasi. Nilai R pada tabel tersebut adalah 0,857 yang menyatakan bahwa Digital marketing (X. dan Store atmosphere http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. (X. secara bersama Ae sama . memiliki tingkat hubungan sempurna terhadap Impulse buying (Y). Analisis Koefisien Determinasi (KD) Uji koefisien determinasi (KD) digunakan untuk mengetahui seberapa jauh variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat, maka perlu diketahui nilai koefisien Berikut hasil perhitungan data koefisien determinasi menggunakan program SPSS 26. Tabel 11 Hasil Uji analisis Koefisien Determinasi Digital marketing (X. Terhadap Impulse buying (Y) Model Summary Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Digital marketing Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Tabel menunjukan nilai R Square dapat diketahui nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,783 atau 78,3 %. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Digital marketing (X. berkontribusi terhadap Impulse buying (Y) sebesar 78,3% dan sisanya 21,7 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini Tabel 12 Hasil Uji Analisis Koefisien Determinasi Store atmosphere (X. Terhadap Impulse buying (Y) Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. Store atmosphere Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Tabel menunjukan nilai R Square dapat diketahui nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,821 atau 82,1%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Store atmosphere (X. berpengaruh terhadap Impulse buying (Y) sebesar 82,1 % dan sisanya 17,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini Tabel 13 Hasil Uji Analisis Koefisien Determinasi Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. Terhadap Impulse buying (Y) Model Summary Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Predictors: (Constan. Store atmosphere. Digital marketing Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Tabel menunjukan nilai R Square dapat diketahi nilai koefisien determinasi yaitu sebesar 0,857 atau 85,7 %. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. berpengaruh terhadap Impulse buying (Y) sebesar 85,7% dan sisanya 14,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini Uji Hipotesis t Uji t dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen secara sendiri-sendiri terhadap variabel dependen, dalam penelitian ini perhitungan dilakukan dengan program SPSS 26 dengan hasil sebagai berikut: Tabel 14 Hasil Uji Hipotesis t Digital marketing (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Model Sig. 1 (Constan. Digital Dependent Variable: Impulse Buying Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Dari tabel diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dan thitung sebesar Dengan taraf signifikan 5%, uji 2 sisi dan df = n-2 atau df = 96-2 = 94, sehingga didapat ttabel sebesar 1,986. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05 . ,000<0,. dan thitung lebih besar dari ttabel . 432 >1,. Berarti Ha1 diterima dan Ho1 ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan Digital marketing (X. terhadap Impulse Buying (Y). Tabel 15 Hasil Uji Hipotesis t Store atmosphere (X. Terhadap Impulse Buying (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. Store atmosphere Dependent Variable: Impulse Buying Sumber: hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Dari tabel diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 dan thitung sebesar Dengan taraf signifikan 5%, uji 2 sisi dan df = n-2 atau df = 96-2 = 94, sehingga didapat ttabel sebesar 1,986. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05 . ,000<0,. dan thitung lebih besar dari ttabel . 741 >1,. Berarti Ha2 diterima dan Ho2 ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan Store atmosphere (X. terhadap Impulse Buying (Y). Uji Hipotesis F Uji F dilakukan untuk mengetahui hasil hipotesis atau pengaruh yang diberikan variabel Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. terhadap variabel Impulse buying (Y), dalam penelitian ini perhitungan dilakukan menggunakan program SPSS 26 dengan hasil sebagai berikut. http://jurnal. id/index. php/digibis Digital Business Journal (DIGIBIS) Volume 3 No. Hal: 92 - 105 E-ISSN 2963-8585 DOI: 10. 31000/digibis. Tabel 16 Hasil Uji Hipotesis F Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. Terhadap Impulse buying (Y) ANOVAa Mean Model Sum of Squares Sig. Square Regression Residual Total Dependent Variable: Impulse Buying Predictors: (Constan. Store atmosphere. Digital marketing Sumber : hasil olah data penelitian menggunakan SPSS 26 Dari tabel diketahui bilai signifikansi 0,000 dan nilai F hitung sebesar 279. Dengan taraf signifikan 5%, df 1 = k-1 . -1=. dan df 2 = n-k . -3=. diperoleh Ftabel sebesar 3,094. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi kurang dari 0,05 . ,000<0,. dan Fhitung lebih besar dari Ftabel . 305>3,. Berarti Ha3 diterima dan Ho3 ditolak, yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan Digital marketing (X. dan Store atmosphere (X. terhadap Impulse Buying (Y). SIMPULAN Penelitian ini menguji apakah Digital marketing dan Store atmophere berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse buying Pada Lion Super Indo Teras Kota dengan menggunakan sampel sebanyak 96 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan beserta hasil data yang telah diteliti, maka kesimpulan yang dapat diambil yaitu: . Digitl marketing berpengaruh postif dan signifikan terhadap Impulse buying pada Lion Super Indo Teras Kota. Hal ini di buktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel . >1,. dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05 . Store atmosphere berpengaruh postif dan signifikan terhadap Impulse buying pada Lion Super Indo Teras Kota. Hal ini di buktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel . 741 >1,. dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05. Digitl marketing dan Store atmosphere signifikan terhadap Impulse buying pada Lion Super Indo Teras Kota. Hal ini di buktikan dengan nilai fhitung sebesar 305 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05 REFERENSI