EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 E-ISSN 2746-8011 Website: https://ejurnal. id/edukasitematik DOI: https://doi. org/10. 59632/edukasitematik. Peran Guru Kelas dalam Menumbuhkan Disiplin Belajar Sejak Dini pada Siswa SDN Kebonagung 1 Porong The Role of Class Teachers in Cultivating Early Learning Discipline in Students of SDN Kebonagung 1 Porong Khoirun Nadifah1. Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Terbuka1 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Universitas Sunan Giri Surabaya2 Email Korespondensi: khoirunnadifah@outlook. comuO Histori Artikel Masuk: 23-05-2025 | Diterima: 28-07-2025 | Diterbitkan: 31-07-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disiplin belajar sejak dini dan menganalisis peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong. Disiplin belajar merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa, yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan akademik Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara terhadap tiga guru kelas rendah dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan evaluator dalam membentuk kebiasaan belajar yang disiplin. Strategi yang digunakan mencakup pemberian tugas rutin, keteladanan, penguatan positif, serta evaluasi yang Indikator disiplin belajar yang teridentifikasi antara lain keteraturan kehadiran, tanggung jawab terhadap tugas, keterlibatan dalam pembelajaran, dan kebiasaan mengulang pelajaran di rumah. Penelitian ini memperkuat pentingnya peran aktif guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter disiplin sejak usia dini. Hasil temuan ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam menanamkan nilai kedisiplinan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Disiplin Belajar. Peran Guru. Pembentukan Karakter. Pendidikan Dasar. Pembiasaan Positif Abstract This study aims to analyze early learning discipline and examine the role of classroom teachers in fostering such discipline among students at Kebonagung 1 Porong Public Elementary School. Learning discipline is a crucial part of character development and significantly influences students' academic success. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques included observation and interviews with three lower-grade classroom teachers and ten students. The results indicate that teachers play a strategic role as educators, mentors, trainers, and evaluators in shaping disciplined learning habits. Strategies used include assigning regular tasks, modeling behavior, providing positive reinforcement, and conducting continuous evaluations. Identified indicators of learning discipline include regular attendance, responsibility for assignments, active participation in learning, and the habit of reviewing lessons at This study reinforces the importance of teachersAo active involvement in creating a learning environment that supports the development of discipline from an early age. The findings are expected to serve as practical guidance for teachers, schools, and parents in instilling the value of discipline in a sustainable manner. Keywords: Learning Discipline. TeacherAos Role. Student Character. Primary Education. Positive Hebituation This is an open acacess article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Pembentukan karakter di tingkat sekolah dasar merupakan aspek yang sangat krusial dalam dunia pendidikan. Sekolah diharapkan dapat menanamkan budaya karakter melalui berbagai kegiatan yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Guru memiliki peran penting dalam proses ini antara lain dengan memberikan dorongan semangat, menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang adil, serta menjadi teladan bagi siswa (Nurhayati & Handayani, 2. Salah satu nilai karakter yang perlu dibentuk sejak dini adalah disiplin dalam belajar, karena disiplin merupakan pondasi penting untuk membentuk kebiasaan belajar yang konsisten dan bertanggung jawab. Disiplin merupakan bentuk kesadaran dan kemauan seorang anak dalam menaati berbagai peraturan dan norma sosial yang ada CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 (Setyaningrum et al. , 2. Disiplin belajar merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan keberhasilan akademik siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar. Pada usia ini, siswa masih berada dalam tahap perkembangan yang memerlukan pembentukan kebiasaan positif sejak dini. Namun, di Indonesia masih banyak dijumpai permasalahan terkait rendahnya kedisiplinan siswa dalam belajar. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang belum memiliki keteraturan dalam mengerjakan tugas, sering terlambat datang ke sekolah, kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, hingga kurangnya minat belajar secara mandiri di rumah. Permasalahan ini diperparah dengan masih kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter, baik di lingkungan keluarga maupun Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada rendahnya kualitas hasil belajar dan pembentukan sikap tanggung jawab siswa. Oleh sebab itu, peran guru kelas menjadi sangat strategis dalam membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak dini kepada siswa. Dalam lingkungan sekolah, kepatuhan terhadap tata tertib sangat penting untuk menciptakan suasana yang tertib dan teratur sehingga pendidikan dapat tercapai secara optimal (Fathnin, 2. Fenomena rendahnya disiplin ini sering kali dijumpai di sekolah dasar, dimana siswa masih berada pada tahap perkembangan awal yang membutuhkan bimbingan dan pembiasaan yang Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki latar belakang siswa yang beragam dari segi kemampuan karakter dan lingkungan keluarga. Dalam kegiatan belajar mengajar guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku siswa, terutama dalam menanamkan sikap disiplin belajar. Menurut (Fathnin, 2. , guru memiliki berbagai peran, diantaranya sebagai pengoreksi, pemberi inspirasi, penyampai informasi, penyelenggara kegiatan, pemberi motivasi, penggagas ide, penyedia fasilitas, pembimbing, petunjuk cara, pengelola suasana kelas, penengah, pengawas, dan penilai. Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong menjadi contoh yang tepat dalam mengkaji sejauh mana pengaruh guru dalam pembentukan disiplin belajar siswa sejak dini. Upaya guru dalam menerapkan pembiasaan, memberikan teladan dan menegakkan aturan secara adil mampu mendorong tumbuhnya kesadaran disiplin dalam diri siswa. Hal ini terlihat dari kepatuhan siswanya terhadap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, disiplin dalam waktu, serta keteraturan dalam mengikuti kegiatan sekolah. Karena keberhasilan seorang siswa tidak hanya dinilai dari prestasinya saja melainkan pengembangan karakter, berpikir kritis, serta keterampilan hidup siswa (Rafiuddin et , 2. Disiplin belajar dapat dimaknai sebagai suatu kondisi yang menunjukkan keteraturan dan ketertiban, dimana setiap individu yang terlibat dalam suatu sistem pendidikan mematuhi berbagai peraturan dan tata tertib yang berlaku. Kepatuhan ini tidak bersifat paksaan, melainkan dilakukan dengan kesadaran dan kemauan sendiri (Ansel & Pawe, 2. Kesediaan siswa untuk mematuhi aturan dan kebiasaan dalam proses belajar, seperti mengerjakan tugas tepat waktu, memperhatikan pelajaran, hadir secara teratur, serta menunjukkan tanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Disiplin belajar berfungsi sebagai acuan untuk menilai sejauh mana siswa mampu mengikuti proses Menurut (Safrudin et al. , 2. indikator disiplin belajar antara lain, menaati peraturan yang berlaku di sekolah, menjalankan prosedur pembelajaran dengan baik, menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru dan membiasakan diri mengulang pelajaran di rumah. Menanamkan disiplin belajar sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan hingga jenjang pendidikan selanjutnya, karena kurangnya disiplin belajar pada tingkat sekolah dasar dapat berdampak pada menurunnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Dalam dunia pendidikan peran guru sangatlah penting, khususnya dalam membangun lingkungan belajar yang efektif dan mendorong tercapainya tujuan pembelajaran. Guru bukan CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 sekedar sebagai penyampai materi, tetapi juga menjalankan berbagai peran penting lainnya seperti pengelola, pemimpin, fasilitator, demonstrator, mediator, dan evaluator. Seluruh kontribusi ini secara langsung berdampak pada keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan melalui proses pembelajaran (Jannah, 2. Peran guru kelas menjadi faktor penting dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini, karena guru memiliki posisi strategis dalam membimbing dan mengarahkan siswa untuk membentuk kebiasaan belajar yang positif. Menurut (Rianti & Mustika, 2. indikator dari peran guru antara lain, guru sebagai pendidik, guru sebagai pembimbing, guru sebagai pelatih dan guru sebagai evaluator. Peran guru dimulai dari kesadaran akan pentingnya disiplin belajar sejak dini. Dengan memahami perkembangan anak, guru dapat merancang pembelajaran yang tepat sekaligus membentuk karakter siswa sehingga menumbuhkan disiplin dalam diri siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis disiplin belajar sejak dini dan menganalisis peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat secara teoritis dalam memperluas wawasan mengenai pengembangan karakter disiplin di tingkat sekolah dasar, serta secara praktis dapat dijadikan pedoman oleh guru, pihak sekolah, dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak. Mengingat pentingnya disiplin belajar sebagai pondasi utama keberhasilan pendidikan, maka peran guru dalam membentuk kebiasaan belajar yang teratur, bertanggung jawab, dan sadar aturan menjadi sangat strategis. Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong merupakan contoh nyata bagaimana peran aktif guru melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan yang tepat dapat menciptakan suasana belajar yang tertib dan mendukung pencapaian hasil belajar siswa secara optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini pada siswa sekolah dasar. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti memahami makna di balik perilaku dan pengalaman guru serta siswa secara alami sesuai dengan konteks kehidupan belajar mereka (Safrudin et al. , 2. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1. Kecamatan Porong. Kabupaten Sidoarjo, pada bulan Mei 2025. Sekolah ini dipilih secara purposif karena memiliki latar belakang siswa yang beragam dan menerapkan budaya disiplin belajar yang konsisten di bawah bimbingan guru kelas. Subjek penelitian terdiri atas tiga guru kelas rendah . elas IAe. dan sepuluh siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan pertimbangan bahwa mereka terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran dan penerapan kedisiplinan belajar di kelas. Data penelitian diperoleh dari dua sumber utama, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah seperti tata tertib, jadwal kegiatan belajar mengajar, dan laporan hasil evaluasi kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi partisipatif. Wawancara dilakukan secara langsung oleh peneliti kepada guru dan siswa menggunakan pedoman wawancara yang berisi sejumlah pertanyaan tentang bentuk peran guru sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan evaluator serta strategi yang digunakan dalam menumbuhkan disiplin Wawancara dilaksanakan di lingkungan sekolah pada waktu yang telah disepakati, dan seluruh percakapan direkam dengan izin responden untuk kemudian ditranskrip secara verbatim. Sementara itu, observasi dilakukan secara partisipatif dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran di kelas untuk melihat pola interaksi antara guru dan siswa, penerapan keteladanan, serta perilaku disiplin siswa seperti kehadiran tepat waktu, keteraturan dalam mengikuti kegiatan. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Hasil pengamatan dicatat secara rinci dalam catatan lapangan untuk memberikan gambaran kontekstual mengenai praktik kedisiplinan belajar yang terjadi di sekolah. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama . ey instrumen. yang secara langsung terlibat dalam proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Kehadiran peneliti di lapangan tidak hanya sebagai pengamat pasif, tetapi juga sebagai penggali informasi yang membangun hubungan interpersonal dengan partisipan agar data yang diperoleh mencerminkan kondisi sebenarnya. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles. Huberman, dan Saldaya . yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi dan memfokuskan informasi penting dari hasil wawancara dan observasi yang relevan dengan fokus penelitian. Selanjutnya, pada tahap penyajian data, hasil analisis disusun dalam bentuk narasi tematik untuk menampilkan hubungan antara peran guru dan pembentukan disiplin belajar siswa. Tahap terakhir dilakukan dengan menarik kesimpulan sementara yang terus diverifikasi hingga ditemukan pola yang konsisten dan representatif terhadap fenomena yang diteliti. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari guru, siswa, dan dokumen sekolah, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan mencocokkan hasil wawancara dan observasi. Selain itu, peneliti juga melakukan member check kepada guru dan siswa untuk memastikan bahwa interpretasi dan temuan yang dihasilkan sesuai dengan pengalaman nyata partisipan. Melalui rangkaian prosedur tersebut, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan deskripsi yang akurat dan mendalam mengenai bagaimana guru kelas menumbuhkan disiplin belajar sejak dini melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengelolaan pembelajaran yang konsisten di SDN Kebonagung 1 Porong. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap tiga guru kelas rendah dan sepuluh siswa di SDN Kebonagung 1 Porong, ditemukan bahwa peran guru sangat signifikan dalam menumbuhkan disiplin belajar siswa sejak dini. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa indikator-indikator disiplin sejak dini dan peran guru mulai tumbuh dan berkembang dengan baik, sebagai berikut. Menaati Peraturan Sekolah Hasil observasi menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam menerapkan dan menegakkan tata tertib di kelas, seperti memastikan kehadiran siswa tepat waktu, mengenakan seragam lengkap, serta menjaga ketertiban selama proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara, siswa mengungkapkan bahwa mereka terbiasa mengikuti aturan karena guru secara konsisten memberikan contoh perilaku disiplin dan membentuk kebiasaan tersebut sejak awal tahun ajaran. Selain itu, keterlibatan siswa dalam menyusun aturan kelas turut mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab terhadap peraturan. Disiplin siswa dalam menaati tata tertib sekolah terbentuk melalui proses pembiasaan dan keteladanan yang diberikan oleh guru, sehingga peran guru sangat menentukan dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Menjalankan Prosedur Pembelajaran dengan Baik Berdasarkan hasil observasi, guru melaksanakan pembelajaran secara terstruktur dengan memulai dan mengakhiri sesuai jadwal, memberikan instruksi yang jelas, serta menyusun kegiatan belajar dalam urutan yang sistematis. Siswa terlihat mengikuti prosedur pembelajaran dengan baik, seperti mendengarkan penjelasan guru dan menjalankan tugas sesuai alur yang ditetapkan. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara yang menunjukkan bahwa guru memberikan arahan yang mudah dipahami dan secara konsisten membiasakan siswa untuk menjalani proses belajar secara tertib. Dengan demikian, disiplin siswa dalam mengikuti prosedur pembelajaran terbentuk melalui pengelolaan kelas yang konsisten serta arahan yang jelas dan terarah dari guru. Menunjukkan Tanggung Jawab dengan Baik Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu serta berupaya menyelesaikannya secara mandiri. Guru secara konsisten memberikan tugas harian, melakukan evaluasi, serta memberikan koreksi terhadap hasil kerja siswa. Dari wawancara terungkap bahwa siswa merasa termotivasi untuk bertanggung jawab karena adanya pemberian pujian bagi yang menyelesaikan tugas dengan baik dan sanksi edukatif bagi yang belum melaksanakan kewajibannya. Dengan demikian, tanggung jawab siswa terhadap tugas tumbuh melalui sistem evaluasi yang konsisten serta pendekatan motivatif yang adil dari guru. Membiasakan diri menggulang pelajaran di Rumah Hasil wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa mulai terbiasa mengulang materi pelajaran di rumah, meskipun belum dilakukan secara konsisten oleh seluruh siswa. Guru mendukung kebiasaan ini dengan memberikan tugas tindak lanjut dan mengingatkan pentingnya belajar mandiri. Observasi terhadap hasil kerja siswa menunjukkan bahwa mereka mampu mengingat dan memahami materi yang telah dipelajari sebelumnya, yang menandakan adanya pengulangan belajar di rumah. Dengan demikian, hal ini mencerminkan pentingnya peran guru dalam mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan mengulang materi di rumah guna meningkatkan pemahaman mereka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SDN Kebonagung 1 Porong dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terhadap tiga guru kelas rendah serta sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran yang sangat penting dalam menumbuhkan disiplin belajar siswa sejak dini. Guru sebagai Pendidik Guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui pembelajaran yang mengutamakan pembentukan karakter. Dalam hal ini, guru menunjukkan contoh nyata dengan menaati peraturan, seperti hadir tepat waktu dan bersikap tertib. Wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa mereka meniru perilaku guru dalam mematuhi tata tertib, seperti berpakaian rapi dan menjaga ketertiban di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan yang diberikan guru efektif dalam membentuk kesadaran siswa untuk menaati peraturan sekolah. Guru sebagai Pembimbing Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan arahan baik secara personal maupun kelompok, baik dalam hal teknis . engerjakan tuga. maupun moral . esadaran akan pentingnya Berdasarkan observasi, guru memberikan arahan pembelajaran yang terstruktur dan konsisten, sementara siswa mengikuti prosedur dengan mendengarkan instruksi dan menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan. Wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa mereka CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 merasa lebih terarah karena guru membimbing mereka melalui langkah-langkah belajar dengan jelas. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru sebagai pembimbing memudahkan siswa untuk memahami dan menjalankan prosedur pembelajaran dengan tertib. Guru sebagai Pelatih Guru berperan sebagai pelatih dengan melatih siswa melalui rutinitas dan pembiasaan, seperti memberikan tugas rutin serta memperkuat sikap tanggung jawab. Berdasarkan observasi, siswa terbiasa menyelesaikan tugas tepat waktu karena guru membiasakan mereka bekerja secara mandiri dan menghargai setiap usaha. Wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa mereka merasa termotivasi untuk menyelesaikan tugas karena adanya jadwal, pujian, dan koreksi dari guru. Kesimpulan menunjukkan bahwa dengan perannya sebagai pelatih, guru berhasil melatih tanggung jawab siswa terhadap tugas melalui pengulangan dan penguatan perilaku positif. Guru sebagai Evaluator Guru berperan sebagai evaluator dengan menilai disiplin siswa melalui pengamatan harian, koreksi tugas, dan refleksi terhadap proses pembelajaran. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa mulai terbiasa mengulang pelajaran di rumah karena adanya tugas lanjutan dan pengawasan dari guru. Observasi juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi yang telah diajarkan. Dengan demikian, evaluasi yang terus-menerus dari guru mendorong siswa untuk membiasakan diri belajar mandiri di rumah dan memperkuat disiplin belajar mereka secara keseluruhan. Pembahasan Hasil penelitian ini menguatkan bahwa peran guru kelas sangat menentukan dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini pada siswa sekolah dasar, sebagaimana dinyatakan oleh (Rianti & Mustika, 2. bahwa guru memiliki fungsi sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan Di Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong, guru tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi figur panutan yang membentuk disiplin siswa melalui keteladanan dan Disiplin Belajar Sejak Dini Disiplin belajar yang terbentuk dari intervensi guru menunjukkan bahwa pendekatan yang konsisten dan mendidik dapat menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa untuk belajar secara mandiri, bertanggung jawab, dan taat aturan. Hal ini sejalan dengan pendapat (Setyaningrum et al. bahwa disiplin adalah hasil dari kesadaran dan kemauan pribadi, bukan paksaan. Pembentukan kesadaran ini terjadi melalui lingkungan belajar yang tertib dan interaktif yang dikelola oleh guru. Ada beberapa perilaku disiplin belajar yang perlu disadari dan dimiliki oleh seorang peserta didik yaitu menaati peraturan sekolah, menjalankan prosedur pembelajaran dengan baik, menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas, dan membiasakan diri mengulang pelajaran di rumah. Pertama, menaati peraturan sekolah. Guru di Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong secara aktif menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dengan memberikan teladan nyata, seperti datang tepat waktu dan bersikap konsisten dalam menjalankan aturan kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa memahami pentingnya mematuhi tata tertib sekolah karena adanya pembiasaan dan bimbingan yang diberikan guru. Selain itu, keterlibatan siswa dalam penyusunan aturan kelas membantu meningkatkan rasa memiliki terhadap aturan tersebut. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengaruh kontrol sosial dari guru memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kedisiplinan siswa SMA dalam mematuhi tata tertib sekolah (Bahari & Manditya, 2. Selain itu penelitian ini juga konsisten dengan penelitian CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 sebelumnya yang menyatakan bahwa guru PPKn berperan dalam membangun kesadaran diri siswa terhadap tata tertib sekolah di tingkat SMP (Fathnin, 2. Guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan disiplin siswa untuk menaati peraturan sekolah melalui keteladanan, pembiasaan, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembentukan aturan. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pengaruh sosial dan pendekatan guru secara langsung mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya tata tertib di lingkungan sekolah. Kedua, menjalankan prosedur pembelajaran dengan baik. Guru berperan sebagai pengelola suasana kelas, memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan tertib. Strategi yang diterapkan antara lain membuat jadwal belajar yang terstruktur dengan memberi instruksi yang Dengan demikian, siswa belajar mengikuti prosedur yang ditetapkan secara konsisten. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran guru berperan dalam mengembangkan berbagai metode pengajaran yang sesuai dengan kompetensi siswa serta tujuan yang ingin dicapai (Bararah, 2. Pada penelitian lain juga menunjukan bahwa seorang guru sebaiknya memiliki sikap yang hangat dan antusias dalam pembelajaran di kelas, sebagai wujud kesiapan guru untuk mengajar serta menjalankan prosedur pembelajaran dengan baik (Rizki Nur Yahya, 2. Secara keseluruhan, peran guru sangat penting dalam mewujudkan pembelajaran yang tertib dan sistematis melalui pengelolaan kelas yang baik, penggunaan metode yang tepat, serta penerapan sikap profesional selama proses mengajar. Kemampuan guru dalam merancang jadwal, menyampaikan arahan dengan jelas, dan menunjukkan semangat dalam mengajar menjadi faktor utama yang mendorong siswa untuk mengikuti prosedur pembelajaran secara konsisten. Ketiga, menunjukkan tanggung jawab terhadap tugas. Penerapan tugas rutin dan evaluasi harian mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas pekerjaan mereka. Guru juga memberikan umpan balik yang membangun serta motivasi dalam bentuk pujian atau sanksi edukatif, sehingga siswa terdorong untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa peran pendidik sebagai pengelola pembelajaran memiliki pengaruh terhadap perkembangan nilai karakter tanggung jawab (Farcha et al. , 2. Adapun penelitian lain yang menyatakan bahwa pentingnya memperhatikan pembelajaran karakter tanggung jawab pada siswa (Farid, 2. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tugas secara konsisten, disertai evaluasi dan umpan balik yang bersifat membangun, berkontribusi dalam mengembangkan rasa tanggung jawab siswa terhadap kewajiban belajarnya. Hal ini membuktikan bahwa peran guru dalam mengelola proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter tanggung jawab pada peserta didik sejak usia dini. Keempat, membiasakan pengulangan pembelajaran di rumah. Dari hasil wawancara, terlihat bahwa sebagian besar siswa mulai terbiasa mengulang pelajaran dirumah, walaupun beberapa masih perlu dorongan lebih. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari peran guru sebagai pembimbing dan motivator, yang menekankan pentingnya belajar mandiri di luar sekolah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang mengatakan bahwa pengulangan materi pelajaran merupakan suatu cara untuk mengatasi lupa dengan mengulang kembali materi yang telah diajarkan (Badawi et al. , 2. Adapun penelitian yang lain di SDN Antar Baru 1 Marabahan, diterapkan strategi pembelajaran berbasis pengulangan materi, di mana guru kelas biasanya memberikan tugas rumah kepada siswa berkebutuhan khusus (ABK) sebagai sarana untuk meninjau kembali pelajaran yang telah dipelajari di kelas (Devy Wahyu Cindy Mulyani, 2. Peran guru sangatlah penting dalam membimbing dan memotivasi siswa turut mendorong terbentuknya kebiasaan mengulang pelajaran di rumah. Meskipun belum seluruh siswa melaksanakannya secara konsisten, kebiasaan ini menunjukkan arah positif terhadap peningkatan kemandirian belajar dan membantu siswa dalam mengingat kembali materi yang telah dipelajari di sekolah. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 Peran Guru Kelas Penelitian ini menguatkan bahwa peran guru kelas di SDN Kebonagung 1 Porong sangat penting dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini. Guru bertindak sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan evaluator yang bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendukung terciptanya disiplin belajar pada siswa. Guru tidak hanya mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga membimbing siswa untuk menjalankan rutinitas dan prosedur belajar yang disiplin. Pertama, guru sebagai pendidik. Guru secara aktif menanamkan nilai-nilai karakter, termasuk disiplin sejak dini. Mereka menyadari pentingnya membentuk kebiasaan belajar yang baik agar siswa terbiasa dengan tanggung jawab dan aturan sejak dini. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa peran guru sebagai pendidik sangat penting dalam membentuk karakter disiplin siswa di tingkat sekolah dasar (Zahra & Fathoni, 2. Penelitian lain juga menyatakan bahwa peran guru sebagai pendidik, pengajar, maupun pembimbing yang diwujudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan karakter di berbagai aspek (Fauziah, 2. Peran guru sebagai pendidik sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini. Melalui pembentukan kebiasaan belajar yang baik dan pemahaman terhadap tanggung jawab, guru turut membentuk karakter siswa secara menyeluruh, sebagaimana didukung oleh berbagai penelitian Kedua, guru sebagai pembimbing. Dalam proses pembelajaran, guru terus membimbing siswa secara personal dan kelompok. Bimbingan diberikan baik dalam bentuk pengarahan teknis . eperti cara menyelesaikan tuga. maupun moral . emahami pentingnya aturan dan kedisiplina. Penelitian ini sependapat dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai moral Pancasila mampu memberikan perubahan perilaku atau karakter yang sangat baik dalam diri peserta didik (Dianti Yunia Sari et al. , 2. Adapun penelitian lain yang mengatakan bahwa guru sebagai pembimbing dan sebagai contoh pembiasaan (Dhuha Rohmawan, 2. Guru sebagai pembimbing sangat berperan dalam membentuk perilaku dan karakter siswa melalui bimbingan teknis maupun moral. Pendekatan ini tidak hanya membantu siswa dalam proses belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan etika, sebagaimana didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Ketiga, guru sebagai pelatih. Guru menerapkan pembiasaan melalui praktik harian seperti pemberian tugas terjadwal dan kebiasaan masuk kelas tepat waktu. Hal ini melatih siswa dalam mengatur waktu dan mengikuti rutinitas pembelajaran. Pada penelitian sebelumnya mengatakan bahwa guru bertindak sebagai pelatih untuk mengembangkan keterampilan siswa (Arsini et al. Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa guru bertindak sebgai pelatih untuk mengembagkan keterampilan (Sakinah, 2. Guru menjalankan peran sebagai pelatih dengan membentuk rutinitas belajar yang terstruktur, seperti pemberian tugas secara terjadwal dan pembiasaan hadir tepat waktu, sehingga siswa terbiasa disiplin dan mampu mengatur waktu secara mandiri dalam kegiatan belajar. Keempat, guru sebagai evaluator. Evaluasi harian menjadi strategi penting yang dilakukan Melalui penilaian tugas, pengamatan sikap, dan refleksi terhadap proses belajar siswa, guru dapat mengetahui sejauh mana kedisiplinan sudah tumbuh dan mana yang masih perlu dibina. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, yang mengatakan bahwa guru sebagai evaluator memiliki tujuan untuk melakukan penilaian terhadap siswa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa evaluasi membantu mengidentifikasi kekurangan pembelajaran agar dapat diperbaiki untuk hasil yang lebih baik kedepannya (Sakinah dan el-Yunusi. Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berperan sebagai evaluator dengan melakukan penilaian pembelajaran secara berkelanjutan untuk memantau pencapaian belajar siswa serta mendorong peningkatan kedisiplinan CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 dalam proses belajar (Amilina Laia, 2. Secara keseluruhan, fungsi guru sebagai evaluator memiliki peran krusial dalam menilai perkembangan disiplin belajar siswa melalui evaluasi rutin, seperti penugasan dan pemantauan perilaku. Evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan memungkinkan guru untuk mengidentifikasi kemajuan maupun kekurangan siswa, serta memberikan dorongan agar sikap disiplin dalam belajar terus berkembang. Dengan demikian, guru di SD Negeri Kebonagung 1 Porong telah menunjukkan praktik yang efektif dalam menumbuhkan disiplin belajar, yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pembiasaan yang dilakukan sejak dini ini berpotensi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter disiplin yang berkelanjutan hingga jenjang pendidikan PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar sejak dini memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, khususnya di SDN Kebonagung 1 Porong. Disiplin belajar menjadi pondasi utama bagi tumbuhnya sikap tanggung jawab, keteraturan, dan kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. Penanaman disiplin sejak usia dini berdampak positif terhadap pencapaian akademik sekaligus pembentukan kebiasaan belajar yang konsisten, yang tercermin dari perilaku siswa dalam menaati peraturan kelas, menjalankan prosedur pembelajaran dengan tertib, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta membiasakan diri mengulang pelajaran di rumah. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa peran guru kelas sangat berpengaruh dalam menumbuhkan disiplin belajar siswa. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga bertindak sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan evaluator yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai disiplin melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan positif, dan pengelolaan kelas yang terarah. Melalui peran yang aktif dan reflektif tersebut, guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuhnya kesadaran disiplin dalam diri siswa sejak dini. Dengan demikian, peran guru yang peduli, konsisten, dan memahami kebutuhan perkembangan anak menjadi kunci utama dalam membentuk karakter disiplin belajar di lingkungan sekolah dasar. Meskipun penelitian ini memberikan gambaran mendalam mengenai peran guru dalam menumbuhkan disiplin belajar, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu sekolah dengan jumlah partisipan yang terbatas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk konteks sekolah dasar lainnya. Selain itu, waktu pengumpulan data yang relatif singkat membatasi peneliti dalam mengamati perubahan perilaku siswa secara Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk dilakukan pada konteks sekolah yang lebih beragam dengan durasi pengamatan yang lebih panjang agar dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pembentukan disiplin belajar siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pihak sekolah dalam merancang program pembiasaan disiplin yang berkelanjutan, melibatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua, serta memperkuat pelatihan guru dalam pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, upaya menumbuhkan disiplin belajar sejak dini tidak hanya menjadi tanggung jawab individu guru, tetapi merupakan bagian integral dari budaya sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkarakter kuat. CopyrightA 2025 | EDUKASI TEMATIK: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar | Volume 6. Nomor 2. Juli 2025 DAFTAR PUSTAKA