Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Selada (Lactuca sativa L. The Effect of Liquid Organic Fertilizer to The Growth and Yield of Three Varieties of Lettuce Muhammad Yusuf N dan Muhamad Yusuf Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Muara Batu Lhokseumawe. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pupuk organik dan tanaman serta hasil selada. Penelitian dilakukan dari bulan September hingga November 2017 dengan ketinggian 6 meter di atas permukaan Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Pupuk organik cair (C) terdiri dari 4 taraf, yaitu: C0 = kontrol . anpa pupu. C1 = aplikasi pupuk organik cair 4 cc / liter air. C2 = aplikasi pupuk organik cair 8 cc / liter air. C3 = aplikasi pupuk organik cair 12 cc / liter air. Varietas selada (V) terdiri dari 3 taraf, yaitu: V1 = Varietas Grand Rapids. V2 = Varietas Selada. V3 = Varietas Karang Merah. Dengan demikian ada 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga ada 36 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pupuk organik cair memiliki efek yang sangat berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan ada interaksi yang sangat nyata. Kata kunci: Selada. Pupuk Organik Cair Abstract This study aims to find out organic fertilizers and crops and lettuce products. The study was conducted in Blang Dalam Village Geunteng Nisam District. North Aceh District, from September to November 2017 with a height of 6 meters above sea level. This research will use Randomized Block Design (RAK) Factorial pattern. There are two factors studied, namely: Liquid organic fertilizer (C) consists of 4 levels, namely: C0 = control . ithout fertilize. C1 = application of liquid organic fertilizer 4 cc / liter of water. C2 = application of liquid organic fertilizer 8 cc / liter of water. C3 = application of liquid organic fertilizer 12 cc / liter of water. Lettuce varieties (V) consists of 3 levels, namely: V1 = Grand Rapids Varieties. V2 = Lettuce Varieties. V3 = Red Coral Varieties. Thus there were 12 treatment combinations with 3 replications, so there were 36 experimental units. Based on the results of the study showed that: application of liquid organic fertilizer gives a very different effect on growth and yield of lettuce plants and there is a very real interaction. Keywords: Lettuce. Liquid Organic Fertilizer Pendahuluan Penggunaan pupuk organik alam yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian yaitu pupuk organik Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, juga dapat membantu meningkatkan produksi dan, kualitas produk tanaman. Selain itu juga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Permana, 2. Pupuk organik cair adalah pupuk yang kandungan bahan kimianya rendah maksimal 5%, dapat memberikan hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman pada tanah, karena bentuknya yang cair. Maka jika terjadi kelebihan kapasitas pupuk pada tanah maka dengan sendirinya tanaman akan mudah mengatur penyerapan komposisi pupuk yang dibutuhkan. Pupuk organik cair dalam pemupukan jelas lebih merata tidak akan terjadi penumpukan konsentrasi pupuk disatu tempat, hal ini disebabkan pupuk organik cair 100% larut. Pupuk organik cair ini mempunyai kelebihan dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dan tidak bermasalah dalam pencucian hara juga mampu menyediakan hara secara cepat (Taufika. Pemupukan teknologi yang perlu mendapatkan perhatian Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 khusus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui tanah maupun melalui daun. Pemupukan melalui tanah yaitu dengan memberikan bahan-bahan atau unsur-unsur melalui tanah, sedangkan melalui daun dengan cara menyemprotkan agar dapat langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Nugroho, 2. Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan yang kandungan unsur lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah mampu mengatasi defisiensi hara secara tepat. Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, pupuk organik cair tidak merusak tanah dan tanaman meskipun sudah digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman (Hadisuwito, 2. Hasil dari penelitian Ridwan . , menyatakan bahwa pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah pelepah, panjang pelepah tanaman seledri. Pertumbuhan dan hasil terbaik dijumpai pada pemberian pupuk organik cair sebanyak 4 cc/ liter air. Faktor lain yang sangat mempengaruhi produktivitas tanaman selain sistem pemupukan adalah penerapan penggunaan varietas. Hasil dari penelitian Nizar Safriadi . , perlakuan varietas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar dan panjang akar, dan varietas terbaik dijumpai pada varietas Grand rapids. Hasil penelitian Mahuttu et al . , menunjukkan bahwa penggunaan varietas grand rapids terhadap aplikasi pupuk hayati berpengaruh secara linier positif terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar akar, berat kering akar dan volume akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Bahan dan Metode Penelitian dilaksanakan di Desa Blang Dalam Geunteng Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara, dilaksanakan mulai bulan September - November 2017 dengan ketinggian tempat 6 meter di atas permukaan laut . Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih selada varietas Grand Rapids. Lettuce, dan Read Coral, pupuk organik cair (POC), pupuk bokashi. Polybag, kertas label, sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, hand sprayer, meteran, timbangan, kamera, alat tulis menulis dan alat lainnya yang mendukung penelitian ini. Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial. Ada dua faktor yang diteliti, yaitu: Pupuk organik cair (C) terdiri 4 taraf, yaitu: C0= kontrol . anpa pupu. C1= pemberian pupuk organik cair 4 cc/liter air. C2= pemberian pupuk organik cair 8 cc/liter air. C3= pemberian pupuk organik cair 12 cc/ liter air. Varietas selada (V) terdiri 3 taraf, yaitu: V1= Varietas Grand Rapids. V2= Varietas Lettuce. V3=Varietas Red Coral Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil dan Pembahasan Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa pupuk organik cair dan varietas berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 7,14 dan 21 HST dan tidak terjadi interaksi antara pupuk organik cair dan varietas terhadap tinggi tanaman selada pada umur 7 dan 14 HST tetapi pada umur 21 HST terjadi interaksi berbeda sangat nyata antara pupuk organik cair dan varietas terhadap tinggi tanaman selada. Rata-rata tinggi tanaman selada . akibat pupuk organik cair dan varietas dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rata-rata tinggi tanaman selada pada umur 7 dan 14 HST . akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Tinggi Tanaman . Pupuk organik cair (C) 7 HST 14 HST Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. Varietas (V) V1 (Grand rapid. V2 (Lettuc. V3 (Red cora. 5,27 d 5,06 c 6,60 b 7,11 a 6,78 d 7,71 c 8,61 b 9,60 a 7,09 a 6,68 b 5,01 c 9,80 a 8,69 b 6,04 c Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Tabel 1. menunjukkan bahwa secara statistik pemberian pupuk organik cair dan varietas berpengaruh berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, namun tinggi tanaman selada tertinggi dijumpai pada perlakuan pupuk organik cair C3 . cc/l ai. tinggi tanaman yang dihasilkan yaitu pada umur 7 HST yaitu 7,11 cm dan umur 14 HST 9,60 cm dan yang terendah pada perlakuan pupuk organik cair 0,00 cc/l air (C0=kontro. Pada umur 7 HST tinggi tanaman yang diperoleh yaitu 5,27 cm dan umur 14 HST 6,78 cm. Perlakuan varietas dilihat dari segi statistik berbeda sangat nyata, namun yang tertinggi dijumpai pada perlakuan V1 umur 7 HST tinggi tanaman yang dihasilkan 7,09 cm dan umur 14 HST 9,80 cm, sedangkan tinggi tanaman terendah dijumpai pada perlakuan V3 pada umur 7 HST 5,01 cm dan 14 HST 6,04 cm. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk oganik cair dan varietas memberikan interaksi yang berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 21 HST. Rata-rata tinggi tanaman selada pada umur 21 HST dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata tinggi tanaman selada pada umur 21 HST . akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Pupuk organik cair (C) Tinggi tanaman . pada umur 21 HST Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 10,72 ef 12,44 d 15,56 b 18,35 a 10,61 f 11,39 e 13,22 c 15,60 b 6,36 i 7,87 h 9,28 g 11,00 ef Keterangan : Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Jumlah Daun Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah daun tanaman selada diketahui pada perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata pada umur 7 HST, 14 HST dan 21 HST. Tidak terjadi interaksi akibat pupuk organik cair dan varietas terhadap jumlah daun tanaman selada pada umur 7 HST. Rata-rata jumlah daun tanaman selada pada umur 7 HST dapat dilihat pada Tabel 3 menunjukkan bahwa secara statistik perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 7 HST. Jumlah daun tanaman selada terbanyak dijumpai pada pupuk organik cair C3 . cc/ l ai. 4,00 helai dan yang terendah terdapat pada perlakuan pupuk organik cair C0 (Kontro. 3,11 helai. Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 Tabel 3. Rata-rata jumlah daun tanaman selada pada umur 7 HST akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Jumlah Daun . Pupuk organik cair (C) 7 HST C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. Varietas (V) V1 (Grand Rapid. V2 (Lettuc. V3 Red cora. 3,11 b 3,15 b 3,70 a 4,00 a 3,72 a 3,47 ab 3,28 b Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Perlakuan varietas dilihat dari segi statistik berbeda sangat nyata, namun jumlah daun pada umur 7 HST tertinggi dijumpai pada perlakuan V1 yaitu 3,72 helai, sedangkan jumlah daun terendah dijumpai pada perlakuan V3 yaitu 3,28 helai. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk oganik cair dan varietas memberikan interaksi yang berbeda sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman selada pada umur 14 HST dan 21 HST. Rata-rata jumlah daun tanaman selada pada umur 14HST dan 21 HST dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 14 HST dan 21 HST. Jumlah daun yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C3V1 . upuk organik cair 12 cc/l air dan varietas grand rapid. dengan rata-rata jumlah daun yang dicapai yaitu 14 HST 6,89 helai dan 21 HST 8,34 helai sedangkan Jumlah daun yang terendah dijumpai pada perlakuan C0V3 . anpa pupuk organik cair dan varietas red cora. dengan ratarata jumlah daun yang dicapai yaitu 5,00 helai. Meningkatnya jumlah daun akibat pupuk organik cair 12 cc/l air ini diduga pada konsentrasi tersebut unsure hara N. K yang dibutuhkan oleh tanaman selada tersedia dengan seimbang, sehingga dapat memicu jumlah daun. Tabel 4. Rata-rata jumlah daun tanaman selada pada umur 14 HST dan 21 HST . akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Pupuk organik cair (C) Jumlah Daun . pada umur 14 HST Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. Pupuk organik cair (C) 4,11 d 4,33 d 5,44 bc 6,89 a 4,22 d 4,22 d 5,00 c 5,78 b 4,00 d 4,00 d 4,44 d 5,44 bc Jumlah Daun . pada umur 21 HST Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. 5,33e 5,33e 6,78bc 5,22e 5,33e 6,00d 5,00e 5,00e 5,44e Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 C3 . cc/l ai. 8,34a 7,11b 6,44cd Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Lebar Daun Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa lebar daun tanaman selada diketahui pada perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata pada umur 7 HST, 14 HST dan 21 HST. Terjadi interaksi akibat pupuk organik cair dan varietas terhadap lebar daun tanaman selada pada umur 7 HST. Rata-rata lebar daun tanaman selada pada umur 7 HST dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap lebar daun pada umur 7 HST lebar daun yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C2V1 . upuk organik cair 8 cc/l air dan varietas grand rapid. dengan rata-rata jumlah daun yang dicapai yaitu 4,39 cm, sedangkan lebar daun yang terendah terdapat pada perlakuan C0V3 . anpa pupuk organik cair dan varietas red cora. dengan rata-rata lebar daun yang dicapai yaitu 2,83 cm. Tabel 5. Rata-rata lebar daun tanaman selada pada umur 7 HST akibat pupuk cair dan beberapa Lebar Daun . pada umur 7 HST Pupuk organik cair (C) Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 3,84ab 3,67abc 4,39a 3,33bcd 3,31bcd 3,11bcd 2,83cd 2,78d 2,83cd 3,26bcd 2,78bcd 3,44bcd Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk oganik cair dan varietas tidak terjadi interaksi terhadap lebar daun tanaman selada pada umur 14 HST. Ratarata lebar daun tanaman selada pada umur 14 HST dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Rata-rata lebar daun tanaman selada pada umur 14 HST . akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Pupuk organik cair (C) Lebar Daun . 14 HST C0 (Kontro. 4,52d C1 . cc/ l ai. 5,13c C2 . cc/ l ai. 5,57b C3 . cc/l ai. 6,48a Varietas (V) 5,82a 5,67a 4,78b Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 Tabel 6 menunjukkan bahwa secara statistik perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap lebar daun pada umur 14 HST. Lebar daun tanaman selada tertinggi dijumpai pada pupuk organik cair C3 . cc/ l ai. yaitu 6,48 cm dan yang terendah terdapat pada perlakuan pupuk organik cair C0 (Kontro. yaitu 4,52 cm. Perlakuan varietas dilihat dari segi statistik berbeda sangat nyata, namun lebar daun pada umur 14 HST tertinggi dijumpai pada perlakuan V1 yaitu 5,82 cm, sedangkan lebar daun terendah dijumpai pada perlakuan V3 yaitu 4,78 cm. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi pupuk oganik cair dan varietas memberikan interaksi yang berbeda sangat nyata terhadap lebar daun tanaman selada pada umur 21 HST. Rata-rata lebar daun tanaman selada pada umur 21 HST dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Rata-rata lebar daun tanaman selada pada umur 21 HST akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Lebar Daun . pada umur 21 HST Pupuk organik cair (C) Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 6,33f 7,5de 10,67a 6,39f 6,78f 7,94d 9,83b 4,72g 6,55f 6,93ef 8,06d Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Tabel 7 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap lebar daun pada umur 21 HST. Lebar daun yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C3V1 . upuk organik cair 12 cc/l air dan varietas grand rapid. dengan rata-rata lebar daun yang dicapai yaitu 10,67 cm dan lebar daun yang terendah dijumpai pada perlakuan C0V3 . anpa pupuk organik cair dan varietas red cora. dengan rata-rata lebar daun yang dicapai yaitu 4,72 cm. Jumlah Klorofil Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa jumlah klorofil tanaman selada diketahui pada perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda sangat Terjadi interaksi akibat pupuk organik cair dan varietas terhadap jumlah klorofil tanaman selada. Rata-rata jumlah klorofil tanaman selada dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap jumlah klorofil tanaman selada. Jumlah klorofil yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C3V3 . upuk organik cair 12 cc/l air dan varietas read cora. dengan rata-rata jumlah klorofil yang dicapai yaitu 6,64 dan jumlah klorofil terendah yang terendah dijumpai pada perlakuan C0V2 . anpa pupuk organik cair dan lettuc. dengan rata-rata lebar daun yang dicapai yaitu 3,5. Tabel 8. Rata-rata jumlah klorofil tanaman selada akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Pupuk organik cair (C) Jumlah klorofil Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 3,53cd 3,89cd 4,43bc 4,98b 3,5de 3,77cd 4,34bcd 4,81b 3,67cd 3,89cd 4,98b 6,64a Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Bobot Segar Pertanaman Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa bobot segar pertanaman selada diketahui pada perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Terjadi interaksi akibat pupuk organik cair dan varietas terhadap bobot segar pertanaman selada. Ratarata jumlah klorofil tanaman selada dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Rata-rata bobot segar tanaman selada akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas Bobot segar pertanaman . Pupuk organik cair (C) Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 16,74fg 27,50cde 36,80c 77,61a 14,14fg 24,48def 32,15cd 57,50b 8,46g 12,13g 18,07efg 23,63def Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Tabel 9 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap bobot segar pertanaman selada. Bobot segar pertanaman yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C3V1 . upuk organik cair 12 cc/l air dan varietas grend rapid. dengan rata-rata bobot segar pertanaman yang dicapai yaitu 77,61 gram dan bobot segar pertanaman terendah dijumpai pada perlakuan C0V3 . anpa pupuk organik cair dan read cora. dengan rata-rata bobot segar pertanaman yang dicapai yaitu 8,46 gram. Panjang Akar Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa panjang akar tanaman selada diketahui pada perlakuan pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Terjadi interaksi akibat pupuk organik cair dan varietas terhadap pnjang akar tanaman selada. Rata-rata panjang akar tanaman selada dapat dilihat pada Tabel 10. Rata-rata panjang akar tanaman selada akibat pupuk organik cair dan beberapa varietas. Panjang akar . m ) Pupuk organik cair (C) Varietas (V) C0 (Kontro. C1 . cc/ l ai. C2 . cc/ l ai. C3 . cc/l ai. 6,33f 7,50de 8,89c 10,67a 6,39f 6,78ef 7,94d 9,78b 4,72g 6,83ef 6,93ef 8,05d Keterangan: Angka pada baris dan kolom yang diikuti oeh huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji Duncan pada taraf 0,05 %. Jurnal Agrium 14. Oktober 2017. Hlm 37-44 ISSN 1829-9288 Tabel 10 menunjukkan bahwa pupuk organik cair dan varietas memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap panjang akar tanaman selada. Panjang akar yang tertinggi dijumpai pada perlakuan C3V1 . upuk organik cair 12 cc/l air dan varietas grend rapid. dengan rata-rata panjang akar yang dicapai yaitu 10,67 cm dan panjang akar terendah dijumpai pada perlakuan C0V3 . anpa pupuk organik cair dan read cora. dengan rata-rata bobot segar pertanaman yang dicapai yaitu 4,72 cm. Simpulan Aplikasi pupuk organik cair memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan terdapat interaksi yang sangat nyata. Daftar Pustaka