PENELITIAN ASLI ANALISA PEMELIHARAAN PREVENTIF PADA ALAT HEMODIALISA (FRESENIUS) DI UPTD RS DATU BERU TAKENGON Sri Ulina1. Fajar Istara1. Hotromasari Dabukke1. Mhd. Aldi Primasyukra1 Fakultas Vokasi. Universitas Sari Mutiara Indonesia . Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar belakang: Hemodialisa adalah proses pembersihan darah Tanggal Dikirim: 17 Juli 2025 dari zat-zat terlarut yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia Tanggal Diterima: 25 Juli 2025 atau toksin melalui proses penyaringan di luar tubuh manusia Tanggal Dipublish: 25 Juli 2025 yang sisebabkan karena filtrasi pada ginjal yang tidak berfungsi. Pemeliharaan preventif merupakan langkah strategis untuk Kata kunci: Hemodialisa, memastikan keandalan dan performa mesin hemodialisa dalam Pemeliharaan Preventif. Mesin jangka panjang. Hemodialisa (Freseniu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan prosedur pemeliharaan preventif pada Penulis Korespondensi: mesin hemodialisa . Sri Ulina Email: siagiansri1994@gmail. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan preventif secara berkala dapat mengurangi resiko kerusakan mendadak hingga 30% dan meningkatkan umur operasional mesin hingga 20%. Simpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pemeliharaan preventif untuk menjamin keselamatan pasien, efisiensi operasional, dan penghematan biaya perawatan jangka panjang. Jurnal Mutiara Elektromedik ISSN: 2614-7963 Vol. 9 No. 1 Juni 2025 (Hal 29-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Elektromedik/issue/archive DOI: https://doi. org/10. 51544/elektromedik. Cara Mengutip: Ulina. Sri. Fajar Istara. Hotromasari Dabukke, and Mhd. Aldi Primasyukra. AuAnalisa Pemeliharaan Preventif Pada Alat Hemodialisa (Freseniu. Di UPTD RS Datu Beru Takengon. Ay Jurnal Mutiara Elektromedik 9 . : 29Ae39. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/elektromedik. Hak Cipta A 2025 oleh Penulis. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Elektromedik. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah Lisensi CC BY-SA 4. 0 (Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. Pendahuluan Peralatan medis merupakan investasi yang besar di dalam fasilitas pelayanan kesehatan, peralatan medis memerlukan perhatian berkala untuk memastikan agar tetap beroperasi dengan baik dan aman, oleh sebab itu penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan memiliki program pemeliharaan terencana untuk menjaga peralatan medis agar aman, bermutu dan layak pakai. Pemeliharaan peralatan medis yang baik dan terfokus serta dijalankan secara terencana, terorganisir, dan teraktualisasi secara sistematis sesuai dengan prosedur yang dibuat oleh rumah sakit maupun standar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, dapat mengurangi resiko terhambatnya pelayanan di rumah sakit akibat ketidaksiapan sarana dan prasarana yang dipergunakan. Prinsip dari hemodialysis adalah dengan mengalirkan darah pasien ke dalam mesin Dializer secara difusi dan juga ultrafilrasi, yang kemudian darah kembali lagi ke dalam Berdasarkan estimasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), secara global lebih dari 500 juta orang mengalami penyakit gagal ginjal kronik. Sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hidup bergantung pada cuci darah. Sementara itu, kasus gagal ginjal di Indonesia setiap tahunnya masih terbilang tinggi, pasalnya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak menjaga pola makannya dan kesehatan tubuhnya. Menurut data dari Yayasan Pedulu Ginjal, saat ini di Indonesia terdapat 40. 000 penderita gagal ginjal kronik (GGK). Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 15. 000 penderita yang bisa menikmati pelayanan cuci darah atau hemodialysis. Sisanya hanya bisa pasrah menjalani hidup (Makmur et al. , 2. Kegiatan pemeliharaan peralatan kesehatan terdiri dari pemeliharaan terencana yang meliputi pemeliharaan preventif serta pemeliharaan korektif, dan pemeliharaan tidak Pemeliharaan secara korektif dilakukan secara berulang atau pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian . ermasuk penyetelan dan reparas. yang telah terhenti untuk memenuhi suatu kondisi yang bias diterima. Salah satu faktor terpenting dalam penjaminan mutu peralatan elektromedik adalah pemeliharaan dalam sisi pengguna Peralatan elektromedik harus selalu dalam kondisi fit dan siap pakai sehingga keberlangsungan pelayanan dan keselamatan pasien dapat dijaminkan. Selain menjaga keselamatan pasien, kegiatan pemeliharaan terhadap Mesin Hemodialisa juga sangat penting dilakukan karena mengingat Mesin Hemodialisa berperan penting dalam meningkatkan efesiensi terapi hemodialysis. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin Mesin Hemodialisa dapat berfungsi dengan baik dan untuk mencapai keberhasilan pelayanan kesehatan. Kurang baiknya pemeliharaan akan menyebabkan menurunnya kualitas Mesin Hemodialisa yang akan membahayakan pasien. Jadi. Mesin Hemodialisa bukanlah sekedar detail teknis yang dihiraukan, selain menjaga kualitas mesin dengan baik, harus dimulai dengan dengan melakukan pemeliharaan dari luar dengan baik. Mesin hemodialisa adalah pondasi penting untuk memberikan terapi yang maksimal bagi para pasien ginjal yang mengandalkan terapi ini. Keberhasilan terapi hemodialisa dimulai dari pemeliharaan pada mesin hemodialisa. Kualitas mesin yang baik, kualitas hidup yang lebih baik, itulah yang bisa diperoleh melalui Mesin Hemodialisa (HD). Sesuai dengan uraian pada latar belakang diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemeliharaan preventif pada Mesin Hemodialisa Metode Metode harus disusun sebagai berikut: 1 Desain penelitian Desain penelitian menggunakan metode observasi untuk mendapatkan data dengan menggunakan pengamatan secara langsung pada objek penelitian dengan tujuan menggambarkan pemeliharaan preventif pada alat Hemodialisa (Freseniu. 2 Bahan yang Digunakan Untuk melakukan pemeliharaan preventif pada Mesin Hemodialisa, beberapa bahan dan peralatan yang diperlukan antara lain : Pembersih dan Disenfektan. Alat Pembersih. Pelumas Atau Cairan Pelindung. Filter dan Catridge. Baterai Cadangan. Alat Ukur dan Kalibrator. Pelindung O-Ring dan Seal. Manual dan Panduan Servis Mesin dan Alat Tes dan Detector. 2 Prosedur Mesin Hemodialisa Mesin Hemodialisa ini termasuk alat kesehatan yang wajib diuji/dikalibrasi seta pemeliharaan sesuai Permenkes 363 Tahun 1998, tentang pengujian dan kalibrasi serta pemeliharaan alat kesehatan, yang dalam penelitian ini meliputi prosedur pengoperasian alat, prosedur pemeliharaan alat, dan kalibrasi serta penempatan alat pada pasien. Hasil Hasil yang di dapatkan dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Datu Beru Takengon terhadap Pemeliharaan Preventif Pada Alat Hemodialisa (Freseniu. adalah sebagai berikut. Tabel 1 Pelaksanaan Pemeliharaan Pemeriksaan keseluruhan pada alat harus Pemeriksaan dilakukan setiap 24 bulan. - Pemeriksaan/Pemeliharaan terhadap Mesin Hemodialisa harus dilakukan oleh layanan teknisi Fresenius Medical Care (Pihak ke . atau orang yang diberi wewenang oleh . ihak ke . Kualifikasi Penguji/Teknisi - Pemeriksaan/Pemeliharaan hanya boleh dilakukan oleh orang yang terlatih dan berkualifikasi sesuai dengan latar belakang pendidikan, pelatihan, pengetahuan dan pengalaman nya. Spesifikasi Perhatikan informasi pada spesifikasinya. - Laporan/Analisa data hasil pemeriksaan/pemeliharaan dapat dierikan . ika Dokumentasi - Pelaksanaan pemeriksaan/pemeliharaan alat harus dicatat dalam daftar alat kesehatan. Catatan : Ketika perangkat di oprasikan kembali, periksa apakah tekanan pasokan air sesuai dengan tekanan minimum yang ditentukan. Pemeliharaan ini termasuk kedalam pemeliharaan harian untuk menjaga performa Mesin Hemodialisa. Rinse Citric Acid Rinse Citric Acid menggunakan Citric Acid yang dicampur dengan Air RO dengan perbandingan 1 Kg Citric Acid : 2 liter Air Ro atau 1 Kg Citric Acid : 1 liter Air RO yang disesuaikan dengan settingan teknisi Mesin Hemodialisa. Rinse jenis ini berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa Kerak/Kristal dari cairan dialysate pada selang Mesin Hemodialisa, sekaligus juga sebagai disenfectan jalur selang. Rinse ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. Gambar 1 Rinse Citric Acid Rinse Disinfectan Rinse Disinfectan menggunakan Sodium Hypochlorite 5. 25%, fungsi rinse ini sebagai disinfektan selang pada Mesin Hemodialisa setelah Mesin Hemodialisa digunakan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit silang antar pasien. Rinse ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat. Gambar 2 Rinse Disinfectan Analisa Pemeliharaan Membersihkan Mesin Hemodialisa Setelah Mesin Hemodialisa digunakan perlu untuk di bersihkan bagian luar dari Mesin Hemodialisa tersebut, dari body mesin sampai ke display Mesin Hemodialisa menggunakan air bersih yang dilakukan oleh user, sehingga akan menambah kenyamanan bagi pasien hemodialisa yang melakukan treatment cuci darah. Gambar 3 Membersihkan Mesin Hemodialisa Pembersihan Jalur Inlet Mengecek kondisi fisik dari filter air pada Mesin Hemodialisa untuk memastikan kelancaran supply Air RO ke Mesin Hemodialisa. Membersihkan sumbatan/kotoran pada filter Air RO. Gambar 4 Pembersihan Jalur Inlet Gambar 5 Pembersihan Filter Pada Jalur Pemeliharaan Electrical Parts Mengecek kondisi fisik filter udara yang ada di Mesin Hemodialisa untuk memastikan proses pendinginan dari Elektrik Part berlangsung dengan baik. Membersihkan filter udara untuk menjaga terjadinya kerusakan pada Electrical Part pada Mesin Hemodialisa. Gambar 6 Pemeliharaan Electrical Parts Hidrolik Mengecek kondisi selang, valve, pompa sensor yang ada di Mesin Hemodialisa, dan memastikan tidak ada kebocoran pada jalur tersebut, sehingga kerusakan bisa kita deteksi lebih awal supaya tidak mengganggu berlangsungnya proses hemodialisa yang bisa menyebabkan kerugian pada pasien hemodialisa tersebut. Gambar 7 Hidrolik Pemeliharaan Performa Mesin Melakukan pengecekan nilai parameter di Mesin Hemodialisa seperti Conductivity. Temperature. A/V Pressur. Dialysate Pressure untuk memastikan Mesin Hemodialisa dalam kondisi prima dalam proses hemodialisa. Dan meng-Adjusment jika terjadi perubahan nilai yang diluar range pengaturan. Gambar 8 Pemeliharaan Performa Mesin Pemeliharaan Jalur Rinse Mengecek cairan rinse sangat penting untuk dilakukan setiap hari, memastikan bahwa cairan rinse tersedia dan tidak habis, jika adanya sumbatan akibat kotoran pada jalur rinse menyebabkan cairan rinse tidak bisa ditarik kedalam Mesin Hemodialisa. Menjaga cairan rinse dan membersihkan saluran cairan untuk meminimalisir kerusakan pada Mesin Gambar 9 Pemeliharaan Jalur Rinse Pemeliharaan Battery Backup Battery Backup juga harus mendapat pemeliharaan yang berkala, ketika Mesin Hemodialisa tidak digunakan untuk melayani pasien hemodialisa makan gunakan Battery Backup untuk operasional Mesin Hemodialisa sampai Battery Backup tersebut Karena setiap Mesin Hemodialisa digunakan untuk pelayanan hemodialisa secara otomatis akan mengisi Battery Backup, kalau Battery Backup tidak pernah digunakan dan hanya di isi maka akan terjadi kerusakan pada Battery Backup. Fungsional Mesin Melakukan pengecekan fungsi yang ada di Mesin Hemodialisa seperti Blood Pump. Sensor Darah. Sensor Bubble. Venous Clamp Sensor A/V. Kecepatan Penarikan cairan, dengan melakukan uji coba pada Mesin Hemodialisa. Melakukan adjustment untuk menyesuaikan fungsi pada Mesin Hemodialisa. Gambar 10 Venous Clamp Sensor Venous Clamp Sensor adalah perangkat vital dalam Mesin Hemodialisa untuk memastikan keamanan pasien selama prosedur dialisis. Dengan pemantauan udara, tekanan, dan aliran darah, sensor ini berfungsi melindungi pasien dari komplikasi seperti emboli udara atau tekanan darah abnormal. Pemeliharaan rutin dan pemeriksan fungsional sangat penting untuk menjaga kinerja sensor ini tetap optimal. Gambar 11 Bubble Sensor Bubble Sensor adalah fitur vital dalam Mesin Hemdialisa untuk menjaga keamanan Pemantauan dan pemeliharaan yang baik sangat diperlukan agar sensor ini dapat mendeteksi udara dengan akurat dan menjalankan fungsi perlindungan otomatis dengan efektif. Gambar 4. 12 Blood Pump Sensor Blood Pump Sensor adalah elemen penting dalam Mesin Hemodialisa yang memastikan aliran darah berjalan sesuai dengan kebutuhan terapi pasien. Dengan pemeliharaan yang tepat dan pengoprasian yang hati-hati, sensor ini membantu memberikan terapi dialisis yang aman dan efektif. Gambar 4. 13 Heparin Heparin pada Mesin Hemodialisa adalah obat antikoagulan yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah selama prosedur dialisis. Karena darah pasien dipompa keluar keluar dari tubuh dan bersikulasi melalui sistem tubung dan dialyzer, ada resiko tinggi terjadinya pembekuan darah. Penggunaan heparin membantu menjaga aliran darah tetap lancer dan mencegah komplikasi yang dapat mengganggu proses Diskusi Pemeliharaan Mesin Hemodialisa sangat penting untuk memastikan bahwa mesin berfungsi dengan baik, aman, dan efektif dalam menjalankan proses dialisis untuk pasien. Pemeliharaan yang baik membantu mencegah kerusakan mesin, memastikan hasil dialisis yang optimal, dan melindungi pasien dari resiko infeksi atau komplikasi lainnya. Dengan melakukan pemeliharaan yang tepat dan rutin, mesin hemodialisa dapat berfungsi secara optimal, memberikan terapi yang efektif, dan menjaga keselamatan pasien selama proses Simpulan Dengan melakukan pemeliharaan preventif secara rutin memastikan Mesin Hemodialisa tetap berfungsi optimal, sehingga mengurangi resiko gangguan selama terpi dianalisis. Inspelsi dan perawatan berkala membantu mendeteksi komponen yang mulai aus atau rusak sebelum terjadi kerusakan total. Dengan menjaga performa mesin, pemeliharaan preventif mengurangi resiko malfungsi yang dapat membahayakan pasien, seperti kesalahan aliran darah, kebocoran cairan, atau suhu cairan yang tidak sesuai. Perawatan mesin yang teratur dan sesuai standar membantu memperpanjang masa pakai mesin, sehingga menghemat biaya penggantian alat. Mesin yang terjaga dengan baik memberikan hasil terapi yang konsisten dan optimal, seperti kontrol cairan dan elektrolit yang akurat. Pemeliharaan preventif memastikan mesin memenuhi persyaratan teknis dan regulasi medis, baik nasional maupun internasional. Dengan mencegah kerusakan besar, biaya oprasional yang diperlukan untuk perbaikan darurat atau penggantian komponen menjadi lebih rendah Ucapan terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelesaian penelitian ini Referensi