KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM PARENT TEACHING Alifia Shirley Rosa1. Chilmi Farkhan Mabruri2 1,2Institut Al Azhar Menganti Gresik e-mail: *1irsairr19@gmail. com, 2farhanmabruri31@gmail. Abstrak. Mc Curdy Courtney dalam penelitiannya berdasarkan tinjauan terkini, perlu untuk mengidentifikasi dan menerapkan strategi yang mendukung keterlibatan orang tua dengan pendidik dalam hubungan positif melalui peran orang tua pada pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran melalui program parent teaching di TK Islam Babussalam. Fokus utama penelitian ini meliputi: . implementasi program parent teaching di sekolah, . faktor pendukung dan penghambat keterlibatan orang tua dalam program tersebut, dan . perspektif orang tua terhadap pelaksanaan program parent Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program parent teaching telah diimplementasikan dengan cukup baik melalui perencanaan kegiatan, pelibatan orang tua, serta evaluasi bersama. Faktor pendukung keterlibatan orang tua meliputi adanya komunikasi yang baik antara pendidik dan orang tua, waktu yang fleksibel, serta motivasi orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurang percaya diri, dan kurangnya pemahaman metode pembelajaran anak usia Sementara itu, perspektif orang tua terhadap program parent teaching cenderung positif. karena mereka merasa dihargai, lebih memahami proses belajar anak, dan mampu membangun kerja sama yang lebih baik dengan pendidik. Kesimpulannya, keterlibatan orang tua melalui parent teaching menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak di PAUD. Kata kunci: keterlibatan orang tua, proses pembelajaran, parent teaching Abstrak. Mc Curdy Courtney in his research based on the latest review, it is necessary to identify and implement strategies that support parental involvement with educators in a positive relationship through the role of parents in education, especially early childhood education. The purpose of this study is to determine parental involvement in the learning process through the parent teaching program at Babussalam Islamic Kindergarten. The main focus of this study includes: . the implementation of the parent teaching program in schools, . supporting and inhibiting factors for parental involvement in the program, and . parental Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri perspectives on the implementation of the parent teaching program. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the parent teaching program has been implemented quite well through activity planning, parental involvement, and joint Supporting factors for parental involvement include good communication between educators and parents, flexible time, and parental motivation to accompany children's growth and development. Inhibiting factors include limited time, lack of confidence, and lack of understanding of early childhood learning methods. Meanwhile, parental perspectives on the parent teaching program tend to be positive. because they feel valued, better understand their child's learning process, and are able to build better partnerships with In conclusion, parental involvement through parent teaching is an effective strategy for improving the quality of children's learning in early childhood education. Keywords: parental involvement, learning process, parent teaching Pendahuluan Keluarga memiliki peran utama dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam membentuk karakter dan perilaku sebelum anak berinteraksi dengan lingkungan sekolah maupun masyarakat. Namun, peran satuan pendidikan juga tidak kalah penting, khususnya PAUD yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan formal, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang positif serta melibatkan orang tua sebagai mitra. Dengan demikian, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan satuan PAUD. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak secara aktif menjadi solusi penting dalam pembelajaran anak, karena dapat mendukung guru dalam proses belajar mengajar, menjaga kesinambungan antara satuan PAUD dan keluarga, serta berperan sebagai mitra yang memberikan dukungan dan masukan bagi satuan PAUD. Menurut penelitian Mc Curdy Courtney (Zulauf-McCurdy et al. dalam karyanya berjudul AuA Systematic Review of Interventions to Promote Parent-Teacher Relationships in Early Care and Education: Exploring the Social Process Between Parents and TeachersAy, tinjauan terbaru menekankan pentingnya Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri mengidentifikasi keterlibatan orang tua bersama pendidik. Hal ini bertujuan untuk membangun hubungan positif, khususnya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan sejalan dengan berbagai kebijakan di sejumlah negara. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat kebijakan AuNo Child Left BehindAy yang mendorong terjalinnya kemitraan antara orang tua dan sekolah. Sementara itu, di Inggris diterapkan kebijakan AuChildrenAos PlanAy yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak. Di Selandia Baru, kebijakan AuSchooling StrategyAy menempatkan peningkatan keterlibatan orang tua dan keluarga sebagai salah satu dari tiga bidang prioritas, disertai dengan peningkatan mutu pengajaran serta praktik berbasis bukti (Garry, 2. Selaras dengan hal tersebut, studi pendahuluan di TK Islam Babussalam pada 11 September 2024 menunjukkan bahwa kepala sekolah menginisiasi program keterlibatan orang tua pada tahun ajaran 2024/2025 melalui kegiatan Auparent teachingAy. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada ibu Ima selaku kepala sekolah, beliau menuturkan bahwa kegiatan parent teaching ini diadakan karena nilai hasil Survey Lingkungan Belajar (SULINGJAR) oleh kemendikbudristek masih dinilai AuKurangAy untuk efektifitas peningkatan keterlibatan orang tua secara aktif dalam mendukung perkembangan anak di lingkungan sekoah. Oleh karena itu. Ibu Ima membuat kebijakan dan merancang bersama tenaga pendidik untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Keterlibatan orang tua memberikan kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi secara aktif dan berkontribusi nyata terhadap perkembangan anak. Partisipasi ini menuntut adanya komunikasi yang baik antara orang tua, pendidik, anak, serta sekolah. Tujuan utamanya adalah mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak melalui hubungan yang terjalin antara guru dan orang tua. Seorang guru memiliki peran penting menurut (Izzan, 2012. dalam proses pendidikan yaitu Sebagai demonstrator, guru harus menguasai materi pelajaran, memahami kurikulum, dan mampu menyampaikannya dengan metode serta Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri media yang tepat. Sebagai pengelola kelas, guru berperan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, kondusif, sekaligus mendorong siswa untuk aktif. Selanjutnya, menggunakan media pembelajaran, menjadi perantara komunikasi antarsiswa, serta menyediakan berbagai sumber belajar yang bermanfaat. Terakhir, sebagai evaluator, guru harus menilai proses dan hasil belajar siswa secara objektif, menggunakan alat evaluasi yang sesuai, serta menindaklanjuti hasil penilaian demi peningkatan kualitas pembelajaran. Selain guru, dalam buku (Savitri et al. , 2. Epstein mengemukakan enam bentuk keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Pertama, parenting, yaitu peran orang tua dalam pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kedua, communication, berupa komunikasi efektif antara sekolah dan rumah. Ketiga, volunteer, yakni keterlibatan sukarela orang tua dalam kegiatan sekolah. Keempat, learning at home, yaitu dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak di rumah. Kelima, decision making, yakni pelibatan orang tua dalam pengambilan keputusan sekolah. Keenam, collaborating with community, yaitu kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung program penelitian (Adriana & Zirmansyah, 2. menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi penting dalam masa tumbuh kembang anak, karena pada hakikatnya orang tua adalah pendidik utama bagi anak. Dengan demikian berdasarkan hasil wawancara dengan pihak satuan TK Islam Babussalam maka, peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul AuKeterlibatan Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Melalui Kegiatan Program Parent Teaching di TK Islam Babussalam Benowo SurabayaAy. Rumusan masalah yang akan dikaji pada pemelitian ini adalah . bagaimana impelementasi keterlibatan orang tua melalui program parent teaching?, . apa saja faktor pendukung dan factor penghambat keterlibatan orang tua melalui program parent teaching?, . bagaimana perspektif orang tua dalam keterlibatan orang tua melalui program parent teaching?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi. Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri faktor pendukung dan penghambat, serta perspektif orang tua terhadap program parent teaching di TK Islam Babussalam Surabaya. Metode Penelitian ini menggunkaan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini digunakan karena mampu menkaji secara mendalam fenomena parent teaching di satuan Pendidikan yang berkaitan langsung dengan dua lingkungan yang berbeda. Penelitian kualitatif menurut Cresswell (Umrati & Wijaya, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menggali serta memahami makna yang diyakini oleh individu maupun kelompok terkait dengan suatu permasalahan sosial atau kemanusiaan. Menurut Robert K. Yin, (Umrati & Wijaya, 2. studi kasus adalah metode penelitian yang digunakan untuk menyelidiki suatu peristiwa atau masalah dalam kehidupan Metode ini dipakai ketika batas antara peristiwa dan lingkungannya sulit dibedakan, sehingga diperlukan berbagai sumber informasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap. Sumber data pada penelitian ini adalah orang tua dengan jumlah 6 responden dan 3 tenaga pendidik yang diambil dengan teknik purposive sampling(Campbell et al. , 2. agar sesuai dengan kriteia dan tujuan penelitian, orang tua yang terlibat langsung dengan program parent teaching, orang tua yang berkenan dan tenaga pendidik sebagai pendukung informasi penelitian. Teknik pengumpulan data pada penilitan ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyederhanakan data yang telah dipilah, kemudian disajikan dalam bentuk uraian dan penarikan Kesimpulan. Dalam menganalisis data penilitian digunakan Teknik analisis data Miles Huberman (Abdussamad, 2. yaitu data reduction , data display dan conclusion drawing atau verification. Uji Keabsahan data yang digunakan untuk pengecekan pada penelitian ini yaitu dengan cara (Sidik & Choiri, 2. triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi teori. Data yang telah didapatkan dari informan dibandingkan dengan Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri informan lain dan dokumentasi agar mendapat informasi yang relevan dan melakukan pengecekkan dengan beberapa persepektif ilmiah untuk menganalisis fenomena yang serupa. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bersama orang tua kelompok A dan Kelompok B serta tenaga pendidik dalam mengimplementasikan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran melalui program parent teaching TK Islam Babussalam Surabaya dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Penelitian Keterlibatan Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Melalui Program Parent Teaching di TK Islam Babussalam Teori Indikator Penelitian Informasi Hasil Wawancara Penelitian Kepala sekolah membuat program parent teaching yang dilaksanakan sebanyak 2x dalam satu semester pada setiap kelompok A dan B. Guru membuat pilihan materi kepada orang tua tentang materi yang akan diberikan Guru sebagai demonstrator, koordinasi grub WhatsApp sebagai pengelola kelas. Kelas. Ahmad Izzan guru sebagai mediator dan (Izzan, 2. fasilitator, guru sebagai Guru membantu orang tua dalam merancang modul ajar dan RPPH, serta menyiapkan keperluan mengajar yang dibutuhkan orang tua. Epstein Parenting. Communication . Volunter Guru membantu mengkondisikan kelas kepada orang tua selama mengajar. Komuni kasi yang terbuka antara pihak satuan dengan Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri (Savitri et al. (Sukarelawa. Learning at Home. Decision Making (Pengambilan Keputusa. Collaborating with community jadwal, menanamkan rasa percaya kepada orang tua. Orang memilih materi yang sesuai dengan kemampuan mereka. Guru dan orang tua saling bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran anak. Dalam orang tua yang mengikuti peran, ada yang menjelaskan, mengkondisikan siswa, dan mendemonstrasikan materi. Hornby (Garry, 2. Model kerja sama. Model permintaan pendapat. Model pembagian peran. Model berbagi pengetahuan Program ini memiliki factor melaksanakannya yaitu bagi guru, ada keterbatasan pada fasilitas yang mendukung. Bagi orang tua, salah satu penghambat utamanya yaitu bersamaan dengan jam kerja. AuSaya merasa program ini sangat baik sekali karena baru dan sekarang saya menjadi lebih percaya diri mendampingi anak dirumahAy responden orang tua. Selain itu juga, para orang tua dapat saling berbagi pengetahuan dalam perkembangan anak. Meskipun Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri dilaksanakan program ini para orang tua merasa kurang percaya diri saat menjelaskan di depan kelas Bersama anak Berdasarkan pembelajaran melalui program parent teaching di TK Islam Babussalam Surabaya Bersama orang tua dan tenaga pendidik diatas, maka temuan penelitian pada penelitiian adalah sebagai berikut: Guru sebagai pengelola kelas Perencanaan program Parent Teaching di TK Islam Babussaalam telah berjalan dengan baik melalui koordinasi grup WhatsApp serta penyusunan Rencana Proses Pembelajaran (RPP) dan modul ajar oleh tenaga pendidik. Namun, masih diperlukan beberapa catatan tambahan, seperti adanya pertemuan awal dan pengisian formulir ide kegiatan dari orang tua. Pendekatan yang terstruktur ini penting karena membantu memberikan arah tindakan yang jelas dan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan program. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian (Budio, 2. yang menyatakan bahwa pengelolaan sekolah yang baik merupakan suatu proses untuk menentukan apa yang diinginkan organisasi di masa depan dan bagaimana usaha mencapainya, melalui penjelasan sasaran-sasaran yang ingin diraih. Guru sebagai mediator dan fasilitator Program Parent Teaching di TK Islam Babussaalam dilaksanakan secara konsisten sebanyak empat kali dalam satu tahun ajaran 2024Ae2025 dan mendapat antusias tinggi dari orang tua. Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak lepas dari dukungan guru dan sekolah dalam mempersiapkan materi, jadwal, serta pendampingan kegiatan. Hal ini menegaskan peran guru (Haryani et al. , 2. bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang memberikan arahan, dukungan, dan motivasi, sebagaimana Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri dijelaskan oleh Samsudin bahwa guru profesional berfungsi memfasilitasi kebutuhan akademik dan proses belajar mengajar. Communication (Komunikas. Komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program Parent Teaching. Penelitian (Isparwoto, 2. menegaskan bahwa manajemen komunikasi yang baik mampu memperlancar pelaksanaan program serta meminimalkan konflik. TK Islam Babussalam, strategi komunikasi dilakukan melalui grup WhatsApp kelas dan briefing sebelum kegiatan, sehingga orang tua memperoleh informasi lengkap terkait teknis pelaksanaan, sekaligus mengurangi kebingungan dan ketidakpastian. Decision Making (Pengambilan Keputusa. Program Parent Teaching di TK Islam Babussaalam juga menunjukkan fleksibilitas dengan memberikan kebebasan kepada orang tua untuk memilih materi sesuai kemampuan dan minat, sekaligus tetap selaras dengan Menurut Bronfenbrenner (Rymond, n. ) pendekatan ini penting agar keterlibatan orang tua relevan, tidak memberatkan, dan mampu mendorong partisipasi yang lebih luas. Model kerja sama Dalam program Parent Teaching di TK Islam Babussalam Benowo Surabaya, dukungan terbuka dari sekolah menjadi faktor kunci yang mendorong partisipasi aktif orang tua. Sikap apresiatif guru dan kepala sekolah menciptakan suasana nyaman, sehingga orang tua merasa dihargai dan termotivasi. Selain itu, pendampingan guru sejak persiapan hingga pelaksanaan kegiatan membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri orang tua. Hal ini sejalan dengan pandangan Hornby (Garry, 2. Orang tua dan guru sama-sama berperan penuh dalam membantu perkembangan anak. Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri Model pembagian peran Meskipun awalnya ada rasa canggung dan kurang percaya diri, dukungan dari guru dan suasana yang ramah membantu orang tua mengatasi hambatan tersebut. Hoover-Dempsey dan Sandler (Bray & Kehle, 2. meningkatkan kesiapan dan partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Program ini memberikan arahan, pendampingan, dan dukungan yang memudahkan orang tua dalam menjalankan peran barunya sehingga mereka dapat tampil dengan percaya diri. Model berbagi pengetahuan Peran program parent teaching tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga mengubah persepsi orang tua terhadap peran mereka dalam pendidikan. Seperti yang diungkapkan oleh wali murid bahwa keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran membuat orang tua merasa lebih dihargai dan berkontribusi nyata. Hal ini sejalan dengan teori Bronfenbrenner (Rymond, ) yang menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam lingkungan microsystem anak Kesimpulan Program parent teaching di TK Islam Babussalam dilaksanakan dua kali setiap semester dengan tema beragam, melibatkan orang tua secara langsung dalam proses belajar anak. Kegiatan ini didukung komunikasi yang baik, antusiasme orang tua, waktu fleksibel, serta dukungan sekolah, meski awal program berjalan terdapat kendala seperti, kurangnya rasa percaya diri orang tua dan keterbatasan fasilitas. Hasil evaluasi menunjukkan keterlibatan orang tua meningkat, anak lebih semangat dan percaya diri, serta hubungan antara sekolah, anak, dan keluarga semakin harmonis. Orang tua menilai program ini positif, bermanfaat, dan layak terus dikembangkan dengan variasi kegiatan yang lebih Alifia shirley Rosa dan Chilmi Farkhan Mabruri Untuk memperkaya hasil penelitian ini, studi lanjutan dapat dilakukan dengan tenaga pendidik terus melibatkan orang tua tidak hanya dalam program parent teaching tetapi juga dalam pembelajaran di rumah. Satuan TK Islam Babussalam diharapkan menjadikan program keterlibatan orang tua sebagai kegiatan rutin bulanan sehingga semua orang tua berkesempatan mengikuti. Orang tua juga penting untuk lebih aktif bekerja sama dengan guru dan memberikan dukungan penuh pada proses belajar anak baik di sekolah maupun di rumah. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dikembangkan dengan meninjau keterlibatan orang tua pada aspek lain, seperti nilai agama, moral, sosial emosional, dan bidang perkembangan anak usia dini lainnya. Daftar Pustaka