Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 18 Ae 20 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pengeluaran ASI Pada Ibu Postpartum: Literatur Review Deswyta Try Sumarni*. Febi Ratnasari STIKes Yatsi Tangerang. Indonesia Corresponding author: Deswyta Try Sumarni . hesyananda@gmail. Received: January 1 2021. Accepted: February 18 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Kelancaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perawatan payudara, kecemasan, faktor isapan bayi dan nutrisi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktorfaktor yang dapat mempengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum dan mencari informasi mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum. Dari hasil literature review yang di peroleh yaitu: ada hubungan antara perawatan payudara dengan pengeluaran ASI, ada hubungan antara kecemasan dengan pengeluaran ASI, ada hubungan antara faktor isapan bayi dengan pengeluaran ASI, ada hubungan antara asupan nutrisi ibu dengan pengeluaran ASI. Disarankan untuk tenaga kesehatan sebaiknya lebih meningkatkan peran dalam melakukan penyuluhan tentang faktor yang dapat mempengaruhi pengeluaran ASI dan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Faktor Pengeluaran ASI. Ibu Postpartum. Perawatan Payudara This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita sangat ditentukan oleh jumlah air susu ibu (ASI) yang di peroleh, termasuk energy dan zat lainnya yang terkandung di dalam ASI. ASI merupakan makanan yang begizi sehingga tidak memerlukan tambahan komposisi. ASI mudah di cerna oleh bayi dan langsung di serap (Rey, 2. Berdasarkan data yang di dapat dari profil kesehatan Indonesia tahun 2017, cakupan prsentasi bayi yang di berkan ASI eksklusif di Indonesia yaitu sebesar 61,33% (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Pemerintah telah menargetkan pencapaian ASI eksklusif di Indonesia yaitu 80%, tetapi hal itu masih belum tercapai sampai saat ini. Upaya meningkatkan cakupan dengan memberikan informasi yang benar dan tepat mengenai berbagai manfaat ASI eksklusif bagi bayi maupun bagi ibu. Wanita Indonesia menyusui sekitar 96% tetapi hanya 42% bayi berusia 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. Pada bayi kurang dari 2 tahun hanya mendapatkan 55% bayi yang masih disusui (Novitasari et al. , 2. pada tahun 2010 kementrian Indonesia menjelaskan bahwa wanita yang memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama 15,3%, di Vietnam jumlah wanita yang memberikan ASI ekslusif 15,5% , timor leste 30,7% dan Filipina 33,7% (Thi et al. , 2. Menurut Profil kesehatan Indonesia pada tahun 2015 jumlah ASI eksklusif di Indonesia lebih dari tiga juta bayi yang ada di 34 provinsi di Indonesia, terdapat sekitar satu juta bayi Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi PengeluaranA. yang mendapat ASI eksklusif dengan prsentase 55,7%. Angka tersebut membuktikan bahwa target 80% cakupan ASI eksklusif masih sangat jauh dari kenyataan (Kemenkes, 2. Jumlah bayi yang diberikan ASI eksklusif di kota Tangerang pada tahun 2015 sebanyak 67,36%. Program ASI ekslusif merupakan salah satu bentuk pemerintah dalam hal pencapaian Sustainable Development Goals (SDGAo. pada tahun 2016-2030. Dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, cakupan ASI Ekslusif di Indonesia mencapai 42% dengan tahun 2025 cakupan ASI harus mencapai 50%. Cakupan ASI eksklusif di Afrika tengah hanya 25%, amerika latin dan Karibia 32%. Asia Timur 30%. Asia selatan 47% dan Negara berkembang 46% (Yuliawati , 2. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi, maka dari itu di anjurkan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan tetap melanjutkan menyusui sampai anak usia 2 tahun, jika tidak di berikan ASI eksklusif maka akan mempengaruhi tumbuh kembang anak dan bisa mengakibatkan stunting ada anak Pada tahun 2017 terdapat balita didunia mengalami stunting, dengan jumlah balita 22,2 % atau sekitar 150,8 juta balita. Di asia balita yang mengalami stunting berjumlah 55% , di afrika berjumlah 83,6 juta balita yang mengalami Yang mengalami stunting terbesar berasal dari asia selatan 58,7% dan yang mengalami stunting dalam jumlah terendah di asia tengah 0,9% sedangkan di Indonesia pada tahun 2017 balita yang mengalami stunting yaitu 9,8% keadaan ini meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 8,5% (Mikawati, 2. METODE PENELITIAN Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database google scholar dan scopus. Artikel yang digunakan sesuai dengan kata kunci yaitu Faktor pengeluaran ASI / air susu ibu, ibu postpartum / ibu setelah melahirkan. Terdapat 20 artikel/jurnal yang dianalisis melalui analisis tujuan, kesesuaian topik dan hasil dari setiap artikel. HASIL PENELITIAN Menurut Saraung. Rompas. Bataha. Y, 2017 melakukan penelitian melibatkan 30 responden ibu postpartum Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Ada hubungan bentuk dan kondisi putting susu, kecemasan ibu postpartum dan dukungan suami serta keluarga dengan produksi ASI di puskesmas. Menurut Subekti & Faidah, 2019 melakukan penelitian pada 30 responden ibu postpartum. menggunakan desain analitik korelasional dengan rancangan cross sectional. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distibusi frekuensi dan bivariat dengan uji statistik korelasi chi-square. Hasil Ada hubungan bahwa IMD, frekuensi menyusui dan frekuensi BAK bayi merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu Postpartum normal di Puskesmas Menurut Dewi. Ayu Devita Citra, 2019 melakukan penelitian pada 23 responden ibu produksi ASI. Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil ada hubungan antara ketenangan jiwa dengan kelancaran produksi ASI, ada hubungan antara nutrisi dengan kelancaran produksi ASI, ada hubungan antara istirahat dengan kelancaran produksi ASI, ada hubungan antara isapan bayi dengan kelancaran produksi ASI, ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kelancaran produksi ASI, ada hubungan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI. Dan diperoleh hasil multivariate atau faktor yang paling dominan mempengaruji produksi ASI yaitu Menurut Saputri. Tri Muliani Kadir. Arisna Ernawati. Ernawati, 2017 melakukan penelitian pada 49 responden ibu postpartum. Metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil ada pengaruh antara perawatan payudara dengan kelancaran ASI pada postpartum, terdapat pengaruh antara nutrisi dengan kelancaran ASI pada ibu postpartum. Journal for Quality in Women's Health Faktor-Faktor Yang Memengaruhi PengeluaranA. PEMBAHASAN Menurut Novitasari, 2019 Wanita Indonesia menyusui sekitar 96% tetapi hanya 42% bayi berusia 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. Pada bayi kurang dari 2 tahun hanya mendapatkan 55% bayi yang masih disusui. Produksi ASI adalah proses terjadinya pengeluaran ASI. Pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat kompleks antara rangsangan mekanik, saraf dan hormon. Idealnya satu jam setelah melahirkan pengeluaran ASI sudah mulai lancar sebab setelah bayi lahir akan terjadi peningkatan hormon prolaktin di dalam darah yang menstimulasi pembentukan ASI. Selain itu, gerakan reflex menghisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusia 20-30 menit. Jika bayi tidak segera disusui maka hormon prolactin akan turun sehingga ASI baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih (Rahmawati,2. Dari seluruh artikel yang dipublikasikan diatas didapatkan informasi bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum adalah : Perawatan payudara (Tyfani, 2. Kecemasan (Hardiani, 2. Asupan Nutrisi Ibu (Rey, 2. Faktor Isapan Bayi (Safitri, 2. KESIMPULAN Terdapat hubungan perawatan payudara dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat hubungan kecemasan dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat hubungan asupan nutrisi ibu dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. Terdapat faktor isapan bayi dengan pengeluaran ASI ibu postpartum. DAFTAR PUSTAKA