Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . PROBLEM BASED LEARNING DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DI SMAN 3 PALANGKARAYA (Problem Based Learning By Active Learning Strategies At SMAN - 3 Palangkaray. ENDANG SRI SUYATI Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Jl. RTA Milono Km. 1,5 Palangka Raya. Kalimantan Tengah 73111 e-mail :endang. sriuyati@yahoo. ABSTRACT This study aims to: . To determine the increased activity of learners during the learning process Economic using Active Learning Strategies Type of Problem Based Learning (Problem Based Learning / PBL) Class X7 SMAN 3 Palangkaraya in academic year 2015/2016. To determine the learning outcome of Economics after using the Active Learning Strategies Type of Problem Based Learning (Problem Based Learning/PBL) Class X7 SMAN 3 Palangkaraya Academic Year 2015/2016. Subjects in this study were all students of class X7 SMAN3 Palangkaraya totaling 37 learners. The method used is using Action Research (PTK). Data collection techniques are observation, documentation, and testing. While the analysis of the data using the percentage of classical completeness. From the results showed that: . Activities of learners are more active during the learning process Economic using Active Learning Strategies Type of Problem Based Learning (Problem Based Learning / PBL) Class X7 SMAN 3 Palangkaraya Academic Year 2015/2016, which is indicated by the acquisition observation score above 3, . There is an increasing use of learning outcomes Economic Active learning Strategies type of problem Based learning . roblem Based learning / PBL) Class X7 SMAN 3 Palangkaraya in academic year 2015/2016. It is seen from the data is the study of students, the first cycle mastery learning outcomes of students that are klasikalnya is 64. and the second cycle increased to 91. As for the minimum standards prescribed completeness school for Economics lesson is 75. Keywords: Problem Based Learning. Active Learning Strategies ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui peningkatan aktivitas belajar peserta didik saat proses pembelajaran Ekonomi menggunakan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) Kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016 . mengetahui peningkatan hasil belajar Ekonomi setelah mengunakan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) Kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016 Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X7 SMAN3 Palangkaraya yang berjumlah 37 orang peserta didik. Metode yang digunakan adalah menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan persentase ketuntasan klasikal. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: . Aktifitas belajar peserta didik lebih aktif pada saat proses pembelajaran Ekonomi menggunakan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) Kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016, yang ditunjukkan dengan perolehan skor pengamatan diatas 3, . Ada peningkatan hasil belajar Ekonomi menggunakan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) Kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini telihat dari data hasil belajar peserta didik, pada siklus I ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu secara klasikalnya yaitu 64,28% dan pada siklus II meningkat menjadi 91,89%. Adapun standar ketuntasan minimum yang ditentukan sekolah untuk pelajaran Ekonomi yaitu 75. Kata Kunci: Problem Based Learning. Strategi Pembelajaran Aktif Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya PENDAHULUAN Berdasarkan Peran guru dalam kegiatan pembelajaran dilakukan peneliti pada peserta didik kelas X-7 SMA Negeri 3 Palangka raya, fenomena yang program pendidikan, serta menunjang tercapainya dapat dijumpai di sekolah menunjukkan bahwa keberhasilan belajar Adapun kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien ditemukan kurangnya partisipasi dan keaktifan akan tercapai dan tercipta apabila guru mampu metode-metode Sehingga menyebabkan rendahnya perolehan hasil belajar Ekonomi peserta didik. Hal ini terlihat dari hasil pembelajaran kepada peserta didik. Oleh sebab belajar Ekonomi pada peserta didik kelas X-7 itu peserta didik diharapkan dapat berpartisipasi SMA Negeri 3 Palangka raya yang masih belum mencapai nilai standar. Sedangkan nilai Kriteria dalam kegiatan belajar Ketuntasan Minimum (KKM) 75. Jumlah dari mengajar dapat mencapai tujuan hasil belajar peserta didik kelas X-7 SMA Negeri 3 Palangka yang diinginkan. raya 37 orang peserta didik, 20 orang peserta Tujuan didik tidak memenuhi ketuntasan belajar dengan mengajukan permasalahan dan nilai 75 kebawah, hanya 17 orang peserta juga menyelesaikan masalah yang lebih rumit didik yang memenuhi ketuntasan belajar dengan dari sebelumnya, dapat meningkatkan keaktifan nilai 75 keatas. PBL peserta didik dalam mengemukakan pendapatnya. Oleh karena itu, guru harus mampu menggalang kerjasama dan kekompakan peserta memilih atau menggunakan metode pembelajaran serta mencari cara lain untuk menyampaikan materi pelajaran agar mempermudah peserta mengembangkan kemampuan pola analisis dan didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dapat membantu peserta didik mengembangkan menghindari terjadinya kejenuhan yang dialami proses nalarnya. Pengajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berpikir tingkat khususnya mata pelajaran Ekonomi. Maka salah satu upaya yang harus dilakukan guru untuk belajar bagaiman belajar. Pengajaran berbasis masalah tidak dapat dilaksanakan jika Ekonomi menggunakan metode pembelajaran. guru tidak mengembangkan lingkungan kelas Berdasarkan hal di atas, untuk mengatasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide masalah hasil belajar Ekonomi pada peserta didik secara terbuka. Intinya, peserta didik dihadapkan kelas X-7 SMA Negeri 3 Palangka raya adalah pada situasi masalah yang otentik dan bermakna dengan menggunakan Strategi pembelajaran Aktif yang dapat menantang peserta didik untuk dengan Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based learning/PBL). Adapun masalah Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 dalam penelitian ini adalah: . bagaimanakah Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran manusia, yang awalnya belum tahu menjadi tahu Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) dan yang awalnya tidak bisa menjadi bisa. Ekonomi ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . kelas X-7 SMA 3 Palangka raya tahun pelajaran Dengan 2015/2016? dan . apakah ada peningkatan hasil belajar kita akan lebih mudah dan lebih cepat belajar Ekonomi setelah menggunakan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis (Sugiyono, 2010:. , adapun salah satu prinsip Masalah (Problem Based Learning/PBL) Kelas X- belajar tersebut adalah AuBelajar harus pada 7 SMA 3 Palangka raya Tahun Pelajaran tujuan yang jelasAy. Dengan menetapkan suatu 2015/2016? tujuan yang jelas, setiap peserta didik akan Menurut Suryabrata Belajar pada hakikatnya merupakan suatu dapat menentukan arah dan juga tahap-tahap aktivitas untuk memperoleh perubahan tingkah belajar yang harus dilalui dalam mencapai tujuan laku pada dirinya baik potensial maupun aktual, belajar tersebut. Selain itu, dengan adanya tujuan yaitu perubahan belajar yang jelas, keberhasilan belajar peserta Beberapa didik dapat dilihat dan sejauh mana ia mampu mencapai tujuan belajarnya itu. berbeda-beda untuk mendefinisikan pengertian Sedangkan Dimyati Namun perbedaan itu hanya sebatas Mudjiono (Dalam Rinati, 2013:. AuHasil belajar variasi dalam mengungkapkan gagasan serta merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar hasil dari pengamatan saja. Oleh sebab itu, akan dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi belajar. menurut para ahli pendidikan. Menurut Sugiyono, berakhirnya pelajaran dari puncak proses belajarAy. Aubelajar adalah suatu proses usaha yang Berdasarkan beberapa pendapat di atas dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar perubahan tingkah laku yang melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri dalam interaksi dengan lingkunganAy. merupakan suatu proses dari seseorang yang Sementara Slameto Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan (Dalam Abdillah (Dalam Annurrahman, 2008:. AuBelajar adalah suatu perubahan perilaku yang relatif menetap. usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam Menurut teori Gastalt (Sujiyono, 2010: perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan Artinya bahwa secara kodrati jiwa memperoleh tujuan tertentuAy. aspek-aspek Perkembangan sendiri memerlukan sesuatu baik Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya yang berasal dari peserta didik sendiri maupun pengaruh dari lingkungannya. Berdasarkan teori dipengaruhi oleh lingkunganAy. ini hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh dua hal, peserta didik Berdasarkan pendapat di atas dapat Pertama, mempengaruh hasil belajar ada dua yaitu faktor dalam arti kemampuan berpikir atau tingkah laku internal dan faktor eksternal yang sangat erat intelektual, motivasi, minat, dan persiapan peserta hubungannya dengan peserta didik. didik, baik jasmani maupun rohani. Kedua, faktor-faktor Menurut Soemarsno (Sanjaya 2011: . sebagai berikut: Ekonomi merupakan ilmu tentang kompetensi guru, kreatifitas guru, sumber-sumber perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang banyak, bervariasi, dan serta dukungan lingkungan, keluarga, dan lingkungan. berkembang dengan sumber daya yang ada Menurut Wasliman (Susanto, 2013:. , konsumsi, atau distribusi. Menurut Soemarsono merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor (Sanjaya 2011: 8-. menjelaskan fungsi dan yang mempengaruhi, baik faktor internal maupun tujuan ekonomi sebagai berikut: Fungsi eksternalAy. Menurut Slameto (Sanjaya, 2011:. faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar kemampuan siswa untuk berekonomi, dengan . Faktor Internal, yaitu Jasmani meliputi cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa kesehatan dan cacat tubuh. Psikologi ekonomi, memahami konsep dan teori serta AuHasil kematangan, . Faktor Eksternal, yaitu keluarga yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tujuan peserta didik sejumlah konsep ekonomi untuk keluarga, keadan anggota keluarga. Sekolah, mengetahui dan mengerti peristiwa dan masalah meliputi metode mengajar, relasi guru dengan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari, terutama peserta didik, kurikulum, relasi peserta didik yang terjadi di lingkungan setingkat individu, dengan teman sebaya, sekolah, tugas rumah. Sekolah Menengah Atas adalah: . membekali berlatih dalam memecahkan masalah ekonomi yang meliputi cara orang tua mendidik, susanana pilihan-pilihan sekolah, alat membekali peserta didik sejumlah konsep standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu dan metode belajar. Masyarakat yang meliputi ekonomi pada jenjang selanjutnya, . membekali kegiatan peserta didik dalam masyarakat, media peserta didik nilai-nilai serta masa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan meningkatkan kemampuan berkompetensi dan Menurut Clark (SariAoat, 2013: . AuHasil belajar peserta didik disekolah 70% dipengaruhi Jiwa etika ekonomi bekerjasama dalam masyarakat yang majemuk, maupun skala Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 menurut kedua ahli tersebut pembelajaran aktif Menurut Soemarsono . alam Sanjaya ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . mengacu kepada pembelajaran berbasis siswa (Studen-Centered Learnin. Dalam pembelajaran ekonomi sebagai berikut: Ruang Teaching Universary of Michigan, memberikan dimulai dan SMA masalah- masalah ekonomi yang Centre Research on Learning and terjadi di lingkungan kehidupannya yang terdekat pembelajaran aktif. Menurut Lembaga tersebut, hingga pada lingkungan yang terjauh. Adapun pembelajaran aktif adalah suatu proses yang ruang lingkup pelajaran ekonomi di SMA adalah memberikan kesempatan kepada para siswa perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang secara terlibat dalam tugas-tugas pemikiran. rinci mencakup aspek-aspek sebagai berikut: . Dalam berekonomi, . ketergantungan, . spesialisasi dan pembagian kerja, . perkoperasian, dan . mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran. Berdasarkan pendapat diatas mengenai Jumlah peserta didik dalam pembelajaran aktif ekonomi, peneliti membatasi pengertian ekonomi bersifat bebas, boleh perorangan atau kelompok dalam hal ini sebagai suatu mata pelajaran yang belajar, yang terpenting peserta didik harus aktif. harus dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik Terkait pembelajaran aktif, ada satu hal yang menengah kejuruan yang berhubungan dengan dikembangkan oleh L. Dee Fink. Menurut Fink materi sesuai yang tercantum dalam kurikulum (Warsono& Hariyanto, 2012:. pembelajaran yang digunakan masing-masing sekolah. aktif terdiri dari dua komponen utama, yakni Strategi Pembelajaran Aktif adalah segala pembelajaran,baik (Experienc. Lebih pengalaman terdiri dari pengalaman melakukan (Doin. dan pengalaman mengamati (Observin. interaksi antar peserta didik ataupun peserta Sedangkan komponen dialog terdiri dari dialog didik dengan guru dalam proses pembelajaran dengan diri sendiri (Dialogue with sel. , dan (Warsono & Hariyanto, 2012: . Pembelajaran dialog dengan orang lain (Dialogue with Other. aktif mengkondisikan agar peserta didik selalu Dalam komponen melakukan Komponen didik benar-benar melakukan sesuatu secara nyata oleh dirinya sendiri. Dan dalam komponen apa yang dapat dilakukannya. Menurut Bonwell dan Eison (Warsono & Hariyanto, 2012:. melihat dan mendengarkan. seluruh bentuk pengajaran yang berfokus kepada (Observin. Menurut Bonwell (Warsono& Hariyanto, 2012:. , pembelajaran aktif memiliki beberapa pembelajaran adalah pembelajaran aktif. Jadi, karakteristik sebagai berikut: . menekankan (Doin. , peserta Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya pada proses pembelajaran, . peserta didik di rangsang aktif dalam proses pembelajaran, . penekanan pada eksplorasi nilai dan sikap mendefenisikan masalahnya, mengembangkan, tanggapan, . peserta mengumpulkan dan menganalisis informasi dan berpikir kritis, menganalisis dan mengevaluasi menarik simpulan yang tentu saja bergantung dari proses pembelajaran, dan . adanya umpan balik dari proses pembelajaran yang terjadi. Terkait . alam kesimpulan dan hasil pelaporan, dan . adanya Warsono& Hariyanto, 2012:. mengemukakan Implementasi PBl ditadai oleh adanya dimensi implementasi pembelajaran siswa aktif kerja sama antar peserta didik satu sama lain. Keachie sifat-sifat Para dalam pasangan peserta didik atau menentukan tujuan kegiatan pembelajaran, . kelompok kecil. Bekerja sama akan memberikan motivasi untuk terlibat berkelanjutan dalam tugas- tugas komplek, meningkatkan kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan mengembangkan terutama yang berbentuk interaksi antar murid, . mengembangkan kecakapan sosial. PBI atau PBL baru dapat berkembang jika terbangun suaatu situasi kelas yang efektif. pembelajaran, dan . keeratan hubungan kelas. Combs . alam Amir Taufiq. M, 2009:. seperti Dalam hal ini Arends mengutip hasil penelitian yang di ungkap oleh Nort Central Educational para ahli Library . menyatakan bahwa minimal ada antara lain Vanderbilt. Krajcik Czerniak Slavin (Amir Taufiq. M, 2009: . menyimpulkan ada lima gambaran yang umum terbangun situasi kelas yang efektif dalam PBL, yaitu sebagai berikut: . yang harus dipenuhi agar masalah, yaitu: . dikembangkan PBL Dimana situasi kelas harus mampu menyediakan p ara kesempatan bagi mereka untuk terlibat, pertanyaam atau masalah yang penting, yang berinteraksi dan sosialisasi, . para peserta didik baik secara sosial maupun personal bermakna bagi peserta didik. Pendekatan ini mengaitkan pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata, . pengalamannya selama proses pencarian makna, m akna agar dapat diinvestigasi, . penyelidikan otentik. penemuan secara personal. Hal ini selalu dikaitkan dengan masalah yang Berkaitan timbul di kehidupan nyata, yang langsung dapat berkembanglah apa yang disebut Problem Based Dan dari masalah yang timbul juga harus Learning. Problem Based Learning (Pembelajaran Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 Berbasis Masala. atau sering juga disebut PBI ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . pada tabel 1. (Problem Based Instructio. merupakan suatu Pada intinya problem based learning tipe pengelolaan kelas yang diperlukan untuk mendukung pendekatan konstruktivisme dalam menggunakan masalah dunia nyata disajikan di pengajaran dan belajar. Dalam sumber yang sama. Savoie dan Hughes (Amir Taufiq. tersebut diselidiki untuk diketahui solusi dari 2009: . mengungkap perlunya suatu proses Problem pembelajaran berbasis Kemudian masalah tersebut oleh siswa. untuk membantu guru untuk menyampaikan informasi dalam jumlah yang besar kepada diperlukan dalam menunjang proses tersebut. Problem based learning benar-benar yaitu sebagai berikut: . Identifikasikan suatu dirancang untuk masalah yang cocok bagi para peserta didik, . Kaitkan bagi peserta didik. Kegiatan-kegiatan dunia peserta didik sehingga mereka dapat keterampilan intelektualnya untuk mempelajari peran orang dewasa melalui berbagai situasi riil o rganisasikan pokok bahasan kepada suatu atau situasi yang disimulasikan sehingga siswa Berilah para peserta didik tanggung akan menjadi pelajar yang mandiri dan otonom. METODOLOGI PENELITIAN perencanaan dalam penyelesaian masalah, . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan berikan dukungan kepada semua peserta didik Februari hasil-hasil Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 pembelajaran mereka misalnya dalam bentuk Palangka raya yang terletak di Jalan George suatu karya atau kinerja tertentu. Obos Kota Palangka Raya pada kelas X-7. PBM kemampuan berpikir. Juni 2016. Pemilihan tempat penelitian ini didasarkan pada keterkaitan sekolah dengan judul penelitian yang diajukan oleh peneliti dan fenomena yang terlihat keterampilan, intelektual, belajar berbagai peran di sekolah terkait dengan pembelajaran Ekonomi. orang dewasa dengan melibatkan mereka dalam Metode pengalaman nyata atau simulasi . alam Warsono penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas & Hariyanto, 2012:. Sebagaimana pendekatan (Classroom Action Researc. Menurut Sugiyono pembelajaran yang lain, problem based learning . menyatakan bahwa AuSecara umum juga mempunyai tahapan atau sintaks dalam metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah Sintaks untuk problem untuk mendapatkan data yang valid dengan Taufiq. tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan 2009:. terdiri dari lima fase. D a p a t d i l i h a t dibuktikan, sesuai pengetahuan tertentu sehingga Arends (Amir Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya Peneliti memahami, memecahkan, dan mengantisipasi utama dalam penelitian yaitu peneliti merupakan masalah dalam bidang pendidikanAy. Sedangkan pemberi tindakan yaitu sebagai praktisi membuat menurut Kunandar . menyatakan bahwa dan menyajikan bahan pembelajaran, motivator. AuPTK dan fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. dengan tujuan memperbaiki mutu Peranan peneliti selama pemberian tindakan kelasAy. Sedangkan menurut ( dalam Mulyasa, 2011:. menyatakan pembelajaran (RPP), . bahwa AuPTK dapat diartikan sebagai penelitian pembelajaran, . pengamatan kegiatan belajar tindakan . ction researc. yang dilakukan dengan peserta didik, dan . Disamping tujuan untuk memperbaiki kualitas proses dan penelitian ini selain peneliti personil lain yang hasil belajar sekelompok peserta didikAy. Menurut terlibat adalah peserta didik, guru mata pelajaran model Kemis & Mc Taggart . alam Harawati, yang menjadi guru pamong serta pengawas. Adapun rancangan dalam penelitian ini mencapai empat langkah, yaitu: . terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat observasi . , dan . komponen tersebut dipandang sebagai suatu . , . , . p elaksanaan kegiatan refleksi . Adapun siklus sebagai berikut: Pada refleksi awal hal-hal yang dilakukan adalah: . peneliti mengumpulkan Berdasarkan tahapan-tahapan data-data yang di gambarkan di atas, selanjutnya dapat di berupa dokumentasi kondisional yang meliputi: kembangkan lagi menjadi pelaksanaan penelitian Jumlah peserta didik, nama peserta didik dan tindakan kelas ini yang secara rinci yang dapat nilai ekonomi peserta didik pada kelas X 7 dijabarkan per siklus sebagai berikut: SMA Perencanaan Negeri Palangkaraya 2015/2016, . peneliti Pada tahap ini peneliti mengidentifikasi menanyakan guru bagaimana menerapkan Strategi Pembelajaran mata pelajaran ekonomi kelas X 7 SMA Negeri 3 Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah ( Palangkaraya, . mengidentifikasi masalah, yaitu Problem Based Learning/PBL ). Persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan penelitian tindakan ekonomi, dan . peneliti dan guru kelas, yaitu: . peneliti kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar tindakan yang paling mungkin dilakukan untuk yang akan disampaikan kepada peserta didik, . menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pembelajaran berbasis masalah (Problem Based (RPP), . mempersiapkan Strategi Pembelajaran Learnin. Disini peneliti berkomfirmasi dengan Aktif tipe Pembelajaran Berbasis Masalah guru mata pelajaran ekonomi menyusun jadwal Problem pelaksanaan tindakan kelas. digunakan atau dipakai dalam pembelajaran, . Based Learning/PBL Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), gambar maupun elektronik. Pada penelitian ini dan . dokumen yang dipergunakan adalah dokumen m enyusun instrumen yang digunakan dalam pembelajaran. tertulis berupa data prestasi belajar atau hasil Pelaksanaan Tindakan . Pendahuluan, guru mengkondisikan kelas Observasi pengamatan yang digunakan peneliti sebagai Guru menjelaskan dan memperkenalkan metode pembelajaran Strategi melalui pengamatan langsung dilapangan yang Pembelajaran Aktif Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL ) peserta didik. Observasi dilakukan oleh 2 orang guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin observer yaitu 1 orang mahasiswa dan 1 orang Kegiatan inti Guru menyampaikan guru dengan mengisi lembar pengamatan yang materi yang akan disajikan serta memperlihatkan tersedia, dan . Tes hasil belajar. Tes dalam penelitian ini menggunakan pretest dan postest. pembelajaran, guru satu cara untuk mengumpulkan data difokuskan kepada Dimana pretest . emampuan demonstrasi yang akan dilakukan oleh guru dan mengenai materi pelajaran sebelum pembelajaran Sedangkan pos test . es hasil belajar tentang materi Ekonom. untuk menilai kemampuan peserta didik dipersilahkan untuk mengenai penguasaan materi pelajaran setelah pembelajaran dilaksanakan. Pos test dilakukan didik untuk menjawab soal atau latihan yang ada siklus I dan siklus II. Dikutip dari Alfy ( dalam pada lembar kerja. Penutup, guru merangkum Nana Syaodih Sukmadinata, 2013. dalam materi pelajaran, guru memberikan motivasi, contoh instrument penilaian: Au Instrumen yang evaluasi berupa pemecahan masalah terhadap digunakan untuk menukur minat peserta didik yang tidak dipahami peserta didik dan melalui pengklasifikasian data dengan cara di beri memecahkan masalah tersebut, meminta peserta Pemberian bobot terendahnya adalah 1 dan didik untuk berdoAoa skor tertinggi adalah 4. Dari penelitian di atas yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X-7 SMA Negeri 3 Palangka Raya sebanyak 37 pserta didik. Untuk dengan menghimpun dokumen-dokumen, data-data Dokumentasi, 0,0 - 1,0 1,1 Ae 2,0 2,1 Ae 3,0 3,1 Ae 4,0 = Kurang = Cukup = Baik = Sangat baik Tes Hasil Belajar Klasifikasi penilaian: Tes sehingga diketahui belajar peserta didik, apabila ada peningkatan hasil belajar atau belum. Adapun instrumen yang Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya LKPD/butir soal untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Agar instrumen penelitian terarah dan mewakili materi pelajaran maska dibuatlah kisi-kisi soal tes hasil belajar seperti pada tabel di yaitu sebagai berikut: 80% - 100 % 70% - 79% 50% - 69% 0% - 49% = Sangat Tercapai. = Tercapai = Cukup Tercapai. = Sangat Kurang Tercapai. bawah ini: Menganalisis data Untuk atau presentase keberhasilan peserta keberhasilan penelitian sebagai berikut: dilakukan dengan cara memberikan belajar-mengajar Peningkatan aktivitas belajar peserta didik evaluasi berupa soal tes pada setiap akhir Berdasarkan ketepatan kemendiknas hasil observasi selama pembelajaran. pada kurikulum KTSP peserta didik telah tuntas Apabila rata-rata skor: 0Ae1 = Kurang aktif 1,1 Ae 2 = Cukup Aktif 2,1 Ae 3 = Aktif 3,1 Ae 4 = Sangat Aktif. Penelitian ini dikatakan berhasil belajar bila telah mencapai skor 75 pada mata Ekonomi pembelajaran mencapai 85%. Untuk menganalisis ketercapaian proses pembelajaran setiap siklus rata-rata sebagai berikut: dapat ditentukan dari didik mencapai nilai Ou terdapat 85% peserta didik yang memperoleh nilai Ou 75. HASIL dan PEMBAHASAN Dengan: = Nilai rata-rata OcX = Jumlah semua nilai peserta didik OcN = Jumlah peserta didik Berdasarkan tes uji kompetensi pada materi keuangan dan perbankan, dimana proses pembelajarannya dilaksanakan ternyata hasilnya Menghitung peserta didik dengan rumus sebagai berikut: kurang memuaskan, padahal peneliti sudah berupaya semaksimal mungkin menanamkan konsep pada materi tersebut. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada Pre Test ini dari 17 peserta didik yang memperoleh nilai 75 ke Keterangan: Ocs Ou 65% = Jumlah peserta didik yang mendapatkan nilai lebih besar dari atau sama = Banyak peserta didik 100% = Bilangan pengali tetap = ketentutasan belajar sumber: Suhardi R (Rinati,2013:. Tingkat ketercapaian (TK) pembelajaran dapat digunakan kriteria ketuntasan belajar, atas hanya peserta didik, sedangkan yang memperoleh nilai di bawah 75 sebanyak 20 peserta didik. Berdasarkan hasil pre-test di ata, maka dapat terlihat bahwa nilai hasil belajar peserta didik kelas X-7 SMAN 3 Palangkaraya dengan ketuntasan secara klasikal sebesar 45,95% termasuk dalam kriteria sangat tidak tercapai. Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 Jadi. ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . jelas, . mengadakan tanya jawab terhadap keberhasilan pembelajaran belum memenuhi materi yang akan dibahas masih sangat kurang, syarat ketuntasan belajar secara klasikal. Pada data siklus I yang terdiri dari: pendalaman materi didik, . data hasil belajar, dan . Indikator ketuntasan hasil belajar, . data refleksi siklus I. Perhitungan permasalahan sebagai contoh untuk . data aktivitas guru dan aktivitas peserta Data Berdasarkan uraian di atas yang perlu diperbaiki dalam siklus II yaitu: . peneliti harus dengan menggunakan rumus persentase. Dari dua orang observer di atas dapat diketahui memperbanyak tanya jawab jumlah skor aktivitas guru dari skor total 2,95. Perhitungan hasil observasi aktivitas peserta harus lebih jelas lagi mengarahkan diskusi yang didik dengan menggunakan rumus persentase. dilakukan peserta didik agar dapat berjalan Dari dua orang observer di atas dapat diketahui jumlah skor penilaian aktivitas peserta didik kekurangan dalam siklus I akan diperbaiki adalah 2,46. Data hasil belajar diperoleh dari tes yang dilakukan setelah selesai pelaksanaan melanjutkan ke siklus II. proses pembelajaran, . siklus II dan Semua kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) siklus I. Deskripsi data siklus II hampir sama Soal yang diberikan pada post-test ini sama dengan siklus I. Data siklus II terdiri dari data dengan soal pre-test yang diberikan yang diperoleh dari: . data aktivitas guru dan kegiatan sebelum tindakan, yaitu berjumlah 20 peserta didik, . data hasil belajar, . Indikator butir soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil post ketuntasan hasil belajar, dan . data refleksi. test siklus I terlihat hasil belajar peserta Data tersebut disajikan sebagai berikut: SMAN 3 Palangkaraya dengan Data ketuntasan secara klasikal 64,86% termasuk dalam kriteria kurang tercapai. Sehingga hasil mengajar . ktivitas peserta didi. pada saat post-test penelitian tindakan kelas berlangsung. Data ketuntasan belajar secara klasikal dan sebagian tersebut diperoleh dari hasil observasi yang diisi besar belum mencapai ketuntasan belajar yang oleh observer pada lembar observasi. Data ditetapkan untuk mata pelajaran Ekonomi yaitu tersebut di sajikan dalam tabel yaitu sebagai Berdasarkan dari hasil diskusi peneliti Perhitungan dengan 2 observer, maka dapat Dari dua orang observer di atas kekurangan dalam hal: . penyampaian bahasa dapat diketahui jumlah skor penilaian aktivitas materi yang dilakukan peneliti masih kurang peserta didik adalah 3,3. Data hasil belajar Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya diperoleh dari tes yang dilakukan setelah selesai tidak langsung juga meningkatkan hasil belajar Ekonomi. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar kelas siklus II. Soal yang diberikan pada tes ini peserta didik pada tabel 2 . sama dengan soal yang diberikan pada siklus I Berdasarkan hasil penelitian tindakan yaitu berjumlah 20 soal pilihan ganda. Data kelas yang dipaparkan di atas maka untuk tersebut disajikan pada tabel berikut ini: Berdasarkan hasil post test siklus II tahapan penelitian yang telah hasil belajar peserta didik kelas X7 Tahapan SMAN pre-test, . penelitian tindakan kelas siklus I. Palangkaraya secara klasikal 91,89 % termasuk dalam kriteria penelitian tindakan kelas siklus II. Sangat Tercapai. Sehingga hasil post-test siklus Hasil penelitian pre-test dilakukan untuk II memenuhi syarat ketuntasan belajar secara mengetahui tingkat kemampuan pemahaman klasikal dan sebagian besar peserta didik belum peserta didik sebelum melakukan tindakan pada mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan mata pelajaran Ekonomi, yaitu Konsep mata pelajaran Ekonomi yaitu Permintaan pada materi Penawaran Uang Sehingga penelitian ini tidak perlu dilanjutkan sebelum menggunakan Starategi Pembelajaran ke siklus i. Data refleksi dilakukan setelah Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis kegiatan pembelajaran siklus II selesai. Saat (Problem SMAN 3 Palangkaraya, hal ini dapat dilihat dari observer berdiskusi untuk membahas kegiatan hasil belajar peserta didik. Hasil observasi yang belajar yang telah dilakukan berdasarkan hasil dilakukan pada tahap pre-test membuktikan Pada siklus II ini peneliti tetap menggunakan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe banyak peserta Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learnin. Masalah Based Learnin. dalam proses pembelajaran Ekonomi. Dari hasil diskusi tersebut peneliti mendapatkan saran dari pengamat, dimana Sebagian besar peserta didik belum mencapai penggunaan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe standar nilai yang sudah ditentukan, dan proses Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based pembelajaran cenderung lebih berpusat pada Learnin. sebaiknya Hal ini dapat proses pembelajaran terutama pada pelajaran Ekonomi materi pelajaran pada peserta didik. Karena sesama peserta didik, dan pada pembelajaran Starategi guru lah yang lebih sering aktif dari pada peserta Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Hasil tes pre-test bertujuan untuk Masalah (Problem Based Learning ) mampu mengetahui sejauh mana kemampuan awal meningkatkan keaktifan peserta didik secara peserta didik sebelum penelitian tindakan kelas Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . siklus I menggunakan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis Masalah Aktivitas Penilaian (Problem Based Learnin. Hasil tes sebagai berikut: Berdasarkan penilaian jumlah ini dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui skor aspek aktivitas proses pembelajaran secara klasikal mencapai Tes yang dilakukan dalam pre-test 2,4 dengan demikian aspek dapat dikategorikan terlihat bahwa hasil belajar peserta didik sangat Aktif. kurang tercapai. Hal ini dikarenakan jumlah skor Dari peserta didik selama ketuntasan secara klasikal mencapai 45,95% mencapai indikator penelitian yaitu 64,86% hasil skor yang diperoleh peserta didik masih jauh dari ini masih banyak yang belum mencapai kriteria indikator penelitian yakni Berarti dapat ketuntasan mengajar (KKM) untuk pelajaran disimpulkan bahwa tingkat pemahaman materi Ekonomi yaitu 75. Hasil belajar siklus I belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. ini dapat dibuktikan dari hasil belajar dalam pre-test. Berdasarkan Jadi hasil penelitian pada siklus I ini tercapai pre-test diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan belum secara klasikal atau pemahaman peserta didik agar hasil belajar Berdasarkan dari hasil diskusi peneliti Ekonomi peserta didik pada materi Konsep dengan 2 observer, maka dapat disimpulkan Permintaan Penawaran Uang Starategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran kekurangan dalam hal: . bahasa penyampaian Berbasis Masalah (Problem Based Learnin. materi yang dilakukan peneliti masih kurang dapat ditingkatkan. jelas, . mengadakan tanya jawab terhadap Hasil penelitian siklus I yang terdiri dari: materi yang akan dibahas masih sangat kurang, . aktivitas guru dan peserta didik, . hasil belajar, dan . refleksi siklus I. Hasil penelitian tersebut disajikan sebagai berikut: pendalaman materi Data permasalahan sebagai contoh untuk observasi yang dilakukan pada kegiatan siklus I. Berdasarkan uraian di atas yang perlu Hasil observasi yang dilakukan pada siklus I diperbaiki dalam siklus II yaitu: . peneliti harus tersebut sebagai berikut: Aktifitas Guru. Penilaian memperbanyak tanya jawab kepada peserta Berdasarkan didik dalam proses pembelajaran, dan . peneliti penilaian jumlah skor aspek aktivitas guru harus lebih jelas lagi mengarahkan diskusi yang selama proses pembelajaran secara klasikal dilakukan peserta didik agar dapat berjalan mencapai 2,9 dengan demikian aspek aktivitas sesuai dengan yang diharapkan. guru dapat dikategorikan cukup. Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya Penelitian Based Learnin. sebaiknya terus diterapkan meningkatkan hasil belajar, baik itu nilai, dan dalam proses peserta didik maupun sikap guru. Dimana terlihat maksimal, sehingga Ekonomi Hasil Ekonomi Konsep pemahaman belajar peserta didik. kemampuan pemahaman peserta didik pada . Permintaan dan Penawaran Uang tercapai, kegiatan belajar mengajar. terlihat dari hasil evaluasi dan pengamatan oleh Berdasarkan . Hasil penelitian tindakan kelas siklus II juga terdiri dari beberapa aspek antara lain: Starategi Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran . aktivitas guru dan aktifitas peserta didik. Berbasis Masalah ( Problem Based Learnin. hasil belajar, dan . Hasil Data pembelajaran dengan menerapkan Ekonomi dilakukan oleh peneliti di kelas X7 SMAN 3 belajar diperoleh dari hasil observasi yang Palangkaraya dilakukan pada siklus II. Hasil observasi pada siklus II sebagai berikut: peserta didik pada siklus I dan siklus II. Dari Aktivitas Guru. Penilaian Berdasarkan AuAda Ekonomi 2015/2016, menggunakan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe penilaian jumlah skor aspek aktivitas guru Pembelajaran selama proses pembelajaran secara klasikal Based Learnin. pada peserta didik kelas mencapai 3,3 dengan demikian aspek aktivitas 2015/2016Ay. Berdasarkan Sangat Baik. Berbasis Masalah (Problem SMAN 3 Palangkaraya Tahun Pelajaran Meningkatnya aktivitas peserta didik secara klasikal mencapai peserta didik kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya 3,3 dengan demikian aspek aktivitas peserta pada mata pelajaran Ekonomi, dikarenakan didik dapat dikategorikan Sangat Aktif. meningkatnya pemahaman materi pada peserta Berdasarkan data yang diperoleh, hasil Hal Starategi belajar peserta didik telah mencapai indikator Pembelajaran Aktif Tipe Pembelajaran Berbasis ketuntasan secara klasikal yaitu 91,89 %. Jadi Masalah hasil belajar Ekonomi peserta didik pada siklus II digunakan untuk mempermudah pemahaman ini telah tercapai. Berdasarkan (Problem Based Learnin. Berdasarkan data di atas, maka dapat penggunaan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe diketahui bahwa hasil belajar peserta didik dari Pembelajaran pre-test Berbasis Masalah (Problem Anterior Jurnal. Volume 16 Nomor 2. Juni 2017. Hal 104 Ae 119 45,95% ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Berdasarkan diperoleh maka dapat diketahui bahwa dengan menggunakan Starategi Pembelajaran Aktif Tipe kurang tercapai, siklus I persentase ketuntasan Pembelajaran klasikalnya mencapai Based Learnin. dalam pembelajaran Ekonomi 64,86% ketuntasan klasikalnya lebih meningkat hingga Berbasis Masalah (Problem dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. 91,89% dengan kategori tercapai. Tabel 1 . Sintaks Pelaksanaan Problem Based Learning. Tahap Tahap 1 Orientasi peserta kepada masalah Tahap 2 Mengorganisasi peserta didik untuk belajar. Tahap 3 Membantu mandiri dan kelompok. Tahap 4 Perilaku Guru Guru menjelaskan logistic yang dibutuhkan, mengajukan atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilihnya. Guru mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas- tugas belajar yang terkait dengan permasalahan tersebut. Guru mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari penjelasan dan solusi. Guru merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Mengembangkan Menyajikan hasil karya. Tahap 5 Guru membantu peserta didik untuk melakuakan Menganalisis dan refleksi terhadap nvestigasinya dan proses-proses yang proses mereka gunakan. pemecahan masalah. Tabel 2. Rekapitulasi Nilai Pengamatan Aktivitas Peserta Didik dalam Kegiatan Belajar Mengajar Siklus Siklus I Siklus II Observer Observer Persentase Skor Penilaian dari 2 observer Endang Sri Suyati. Problem Based Learning Dengan Strategi Pembelajaran Aktif di SMAN 3 Palangkaraya KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas maka dapat disimpulkan beberapa hal Anurrahman, ( 2. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Aktifitas belajar peserta didik aktif pada pembelajaran Ekonomi Pembelajaran Berbasis Aktif Tipe Masalah Starategi Pembelajaran (Problem Based Learnin. pada peserta didik kelas X7 SMAN 3 Palangka raya tahun pelajaran 2015/2016. Hal Harawati, . Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Bayumadia Publishing. Husain Umar. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Kunandar, persentasi skor rekapitulasi pengamatan dari dua observer, pada siklus I skor aktifitas peserta didik yaitu 2,4 dan pada siklus II skor aktifitas peserta didik yaitu 3,3. Ada peningkatan hasil belajar Ekonomi Pembelajaran Berbasis Aktif Tipe Masalah Starategi Pembelajaran (Problem Based Learnin. pada peserta didik kelas X7 SMAN 3 Palangkaraya tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini telihat dari data hasil belajar peserta didik, pada siklus I hasil Mulyasa. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nana . Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja grafindo Persada. Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Suharsimi PT. Remaja Rosdakarya Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Group. Sukmadinata Syaodih Nana. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Alfabeta. Warsono dan Hariyanto. Pembelajaran Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. secara klasikalnya yaitu 64,86% dan pada siklus II meningkat menjadi 27,03% dan 91,89%. Adapun standar ketuntasan minimum yang ditentukan sekolah untuk pelajaran Ekonomi DAFTAR PUSTAKA