Volume 2 Issue 1 . Pages 42-56 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah E-ISSN: 3063-1181 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Dewi Niswatul Fithriyah, 2Zumrotun Nisa, 3Fiki Dzakiyyatul Aula Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri, 2MI Ulul Albab, 3STIT Muhammadiyah Bojonegoro E-mail : dewiniswatul@unugiri. id1, zumrotunnisa29@gmail. com2, fiki@stitmubo. Abstrak Pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan merupakan serangkaian kegiatan pendidikan. Evaluasi terjadi setelah proses pembelajaran selesai atau selesai. Evaluasi digunakan untuk mengetahui mutu kegiatan pendidikan. Ketika mengevaluasi hasil pendidikan, kualitas diutamakan. Mutu suatu sekolah atau lembaga pendidikan dapat ditentukan oleh parameternya dalam hal hasil pendidikan. Hasil kegiatan pelatihan dapat berupa nilai yang tertulis pada rapor, rapor atau sertifikat. Hasil proses pembelajaran berupa soft skill dan hard skill, dengan penjelasan bahwa penilaian dapat dinilai dalam berbagai ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Keterampilan siswa setelah memperoleh 'kemampuan belajar'. Bisa berupa membaca, menulis, berbicara, dan memahami konsep-konsep ilmiah dari materi yang diajarkan kepada siswa oleh guru. Metode evaluasi dapat berupa tes dan evaluasi. Pengukuran dilakukan untuk menentukan kualitas secara kuantitas tanpa definisi, sedangkan evaluasi dilakukan untuk menentukan kualitas dengan bantuan definisi sehingga pengukuran dilakukan secara bermakna. Kata kunci: Devinisi evaluasi pembelajaran. Tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran, prinsip evaluasi pembelajaran. Prosedur evaluasi pembelajaran. Manfaat evaluasi pembelajaran. Macam-macam evaluasi pembelajaran. Teknik dan bentuk evaluasi pembelajaran. Abstract Measurement and evaluation in education is a series of educational activities. Evaluation occurs after the learning process is complete or completed. Evaluation is used to find out about educational When producing educational outcomes, quality comes first. The quality of a school or educational institution can be determined by its parameters in terms of educational outcomes. The results of training activities can be in the form of grades written on report cards, report cards or The results of the learning process are in the form of soft skills and hard skills, with the explanation that assessments can be assessed in various domains: cognitive, affective and psychomotor. Students' skills after acquiring 'learning ability'. This can include reading, writing, speaking, and understanding scientific concepts from the material taught to students by the teacher. Evaluation methods can include tests and evaluations. Measurements are carried out to determine quality in quantity without definition, while evaluations are carried out to determine quality with the help of definitions so that measurements are carried out meaningfully. Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Keywords: Definition of learning evaluation, objectives and functions of learning evaluation, principles of learning evaluation, learning evaluation procedures, benefits of learning evaluation, various types of learning evaluation, techniques and forms of learning evaluation. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan investasi penting bagi setiap negara, terutama bagi negara berkembang dan negara berkembang. Kemajuan hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang seperti khalifah dunia, siap belajar untuk mencapai tujuan kemanusiaan. Kemajuan pembelajaran tidak lepas dari peran guru, bagaimana guru menyesuaikan pengetahuan dan bahan ajar yang ada, serta memperhatikan metode pengajaran yang mudah diterima siswa sehingga tujuan tercapai sesuai harapan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus melakukan suatu kegiatan yang disebut evaluasi selama proses pembelajaran. Ujian merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan. Evaluasi dalam proses pendidikan mempunyai arti yang penting karena evaluasi merupakan alat ukur atau cara untuk mengetahui tingkatan siswa. Penilaian terhadap tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan bahan ajar atau materi yang diberikan secara jelas dan Penilaian sebagai bagian dari proses pembelajaran perlu ditingkatkan karena penilaian tidak hanya didasarkan pada penilaian hasil pembelajaran saja, tetapi masukan, proses dan keluaran juga perlu dinilai. Salah satu aspek terpenting dalam proses pembelajaran adalah evaluasi baik proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran. Evaluasi adalah proses pengumpulan informasi tentang program untuk mengetahui ada tidaknya perubahan pada diri siswa dan sejauh mana perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan siswa. Assessment dapat mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam pembelajaran berkelanjutan dan juga dapat memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong pimpinan pendidikan untuk meningkatkan materi dan kualitas pembelajaran siswa. Dalam kaitan ini, pemilihan sistem evaluasi mempunyai dua arti: Pertama, sistem evaluasilah yang memberikan informasi terbaik. Yang kedua adalah manfaat evaluasi. Manfaat utama penilaianadalah meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program pembelajaran selalu tercermin pada hasil pembelajaran yang dicapai. Di sisi lain, evaluasi program pembelajaran memerlukan informasi tentang pelaksanaan proses pembelajaran dan tingkat pencapaian tujuan Situasi ini tidak hanya terjadi di sekolah menengah, namun juga di sekolah dasar dan menengah. Meskipun keberhasilan suatu program pembelajaran selalu diukur dari hasil pembelajaran, namun pelaksanaan program pembelajaran di kelas atau kualitas pengalaman belajar jarang dipengaruhi oleh proses evaluasi. Oleh karena itu, evaluasi sangat diperlukan 44 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran dalam berbagai kegiatan kehidupan sehari-hari, karena disadari atau tidak, sering kali evaluasi dilakukan baik terhadap diri sendiri maupun terhadap kegiatan sosial lainnya. Hal ini terlihat dari pakaiannya, apakah wajahnya normal atau tidak normal setelah berpakaian di depan cermin, hingga hal-hal besar dalam kehidupan masyarakat. Misalnya, ketika seorang pejabat menyelesaikan masa jabatannya, makaorang di sekitarnya akan menilai atau mengevaluasi kinerjanya selama masa kepemimpinannya. Apakah kepemimpinannya berhasil atau tidak. Demikian pula dunia pendidikan tidak terlepas dari proses evaluasi itu sendiri. Mereka mengatakan bahwa karena penilaian merupakan elemen mendasar dari program pendidikan, maka penilaian harus dilakukan secara sistematis dan dirancang sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum. METODE PENELITIAN dalam Penulisan kajian ini menggunakan metode kepustakaan, atau biasa disebut dengan literature review yang didasarkan oleh buku-buku, hasil penelitian, jurnal, dan artikel yang terkait dengan evaluasi pendidikan dan pembelajaran. Pencarian di database dilakukan mulai dari bulan Nopember 2021. Jurnal yang digunakan dan dikaji berbasis bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan rentang publikasi sejak 5 tahun terakhir. Dengan penelitian kepustakaan ini, data yang dihimpun mengandalkan pada teori-teori dari beberapa literature dan penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Pencarian jurnal dilakukan pada database elektronik pada OJS yang terpercaya dan beberapa laporan penelitian lain di database Spinger. WoS. Scopus dan Garuda. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal adalah AuevaluationAy. Auevaluation in educationAy. Auteacher competenceAy. AulearningAy. Aufreedom of learningAy. Kriteria jurnal yang digunakan penelitian ini adalah: Membahas mengenai evaluasi pembelajaran Membahas mengenai kompetensi guru dalam evaluasi Terdapat hasil yang dicantumkan di jurnal. Memiliki sitasi yang bagus Jurnal yang sudah dicari pada database mesin pencarian kemudian diunduh dan disaring. Penyaringan dilakukan dengan membaca abstraknya terlebih dahulu. Abstrak yang tidak memenuhi kriteria dieliminasi. Selanjutnya, jurnal yang memenuhi kriteria dibaca secara menyeluruh untuk menentukan apakah jurnal tersebut tetap layak digunakan atau tidak. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 45 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan cara mempelajari berbagai sumber referensi dari beberapa hasil penelitian, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional yang Peneliti menyimpulkan terkait topik- topik yang relevan dengan judul peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pengukuran Dan Penilaian Dalam Pendidikan Pengukuran (Measuremen. Sutrisno Hadi mengartikan pengukuran sebagai penentuan besarnya Menurut Suharsimi . , pengukuran adalah proses membandingkan sesuatu dengan ukuran dan besaran tertentu. Pengukuran bersifat kuantitatif, artinya menentukan atau menentukan luas, dimensi, ukuran, dan kapasitas suatu benda atau benda. Terlepas dari pengertian dan definisi jumlah pengetahuan yang dimilikinya, proses pengukuran berhenti sampai kita mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa. Hasil pengukuran dapat berupa angka atau menggambarkan ketelitian suatu benda, yang menggambarkan tingkat mutu, kuantitas dan kualitas benda yang akan diukur. Hasil suatu pengukuran dapat menggambarkan sesuatu apabila didefinisikan dengan cara membandingkannya dengan suatu standar, patokan, atau standar. Dalam proses belajar mengajar dilakukan pengukuran untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku siswa setelah mengikuti suatu program belajar mengajar. Dalam mengukur hasil belajar, tes pada umumnya digunakan sebagai alat ukur. Penilaian (Evaluatio. Menurut Schwartz, evaluasi adalah proses merefleksikan dan mendefinisikan makna atau nilai suatu pengalaman. Ini tentang pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran. Pengalaman ini paling baik tercermin dalam perubahan perilaku atau kepribadian anak. Penilaian, kemudian, merupakan upaya untuk menentukan sejauh mana anak membuat kemajuan akademis atau mencapai tujuan pembelajaran. Dalam menilai hasil penelitian, evaluasi adalah proses menguraikan hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan tinggi, rendah, baik atau buruknya suatu hal yang dinilai. Menurut Suharsimi . , evaluasi adalah memutuskan baik atau buruknya suatu hal melalui evaluasi Hasil pengujian tidak ada gunanya kecuali jika dievaluasi berdasarkan Oleh karena itu, segala upaya untuk membandingkan hasil tes dan 46 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran peralatan dibandingkan dalam bentuk standar atau standar yang dikenal dengan Fungsi Dan Tujuan Pengukuran dan Penilaian Dalam Pendidikan Penilaian dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Penilaian formatif mengevaluasi apa yang diketahui dan dapat dilakukan siswa sebelum atau selama Melalui penilaian berkelanjutan, kita dapat menentukan apa yang sudah diketahui dan diyakini siswa tentang suatu percakapan. Mereka memerlukan lebih banyak pelatihan mengenai keterampilan khusus dan sejenisnya, dan kita dapat mengembangkan atau meningkatkan rencana implementasi pengajaran RPP. Dalam kasus lain, akan ada penilaian sumatif, dimana penilaian dilakukan setelah instruksi untuk membuat keputusan akhir tentang kinerja siswa. Penilaian sumatif mengevaluasi apakah siswa sudah menguasai isi suatu mata kuliah atau unit, berapa nilai akhir yang harus diberikan, siswa yang layak naik pangkat, dan lain-lain. Berdasarkan dua tipe dasar penilaian ini, penilaian dapat digunakan untuk . meningkatkan pembelajaran, . memandu pengambilan keputusan instruksional, . menilai masalah pembelajaran dan kinerja, . meningkatkan manajemen, atau . meningkatkan Keputusan yang diambil oleh siswa yang berpendidikan tinggi. Detailnya adalah sebagai berikut: Meningkatkan Pembelajaran Assesment dapat memotivasi siswa untuk belajar Assesment dapat mempengaruhi proses-proses kognitif tertentu di dalamnya siswa terlibat Assesment dapat berperan sebagai pengalaman belajar dalam dan dari dirinya sendiri Assesment dapat memberi siswa umpan balik yang berharga tentang apa yang telah dan belum mereka kuasai Memandu Pembuatan Keputusan Pengajaran Mendiagnosa Masalah Pembelajaran dan Performa Meningkatkan Pengaturan Diri . elf regulatio. Memutuskan Apa yang Akhirnya Telah Dipelajari Siswa. Prinsip Evaluasi Pembelajaran Agar evaluasi pendidikan dapat mencapai tujuannya dalam menilai perilaku yang dimaksudkan, maka harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinyu Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 47 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Evaluasi harus berkesinambungan. Artinya evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Hal ini untuk memastikan bahwa ulasan tersebut dapat diandalkan atau konsisten dalam pemeringkatannya. Mengingat kapan, di mana dan untuk tujuan apa evaluasi akan dilaksanakan dalam seluruh kegiatan pendidikan, maka evaluasi meliputi hal-hal sebagai berikut: Evaluasi formatif merupakan evaluasi yang berlangsung selama pengembangan dan pelaksanaan pelatihan. Oleh karena itu, evaluasi formatif disebut juga evaluasi fungsional. Tujuan evaluasi proyek adalah untuk memperbaiki suatu proses pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana secara akurat dan cepat. Evaluasi sumatif merupakan evaluasi pasca pelatihan. Evaluasi ini disebut evaluasi hasil pendidikan yang disampaikan siswa atau evaluasi produk. Evaluasi harus dilaksanakan secara komprehensif Penilaian yang diharapkan dapat memahami seluruh aspek perilaku ditinjau dari tujuan pendidikan, dan inilah definisi penilaian komprehensif. Untuk melakukan penilaian yang komprehensif, setiap tujuan pelatihan harus didefinisikan sejelas mungkin untuk memberikan panduan saat melakukan Kriteria di sini harus mencerminkan tujuan pendidikan yang terdefinisi dengan baik. Evaluasi harus dilaksanakan secara obyektif Pelaksanaan evaluasi harus objektif. Artinya, proses evaluasi hanya mencerminkan apa yang dievaluasi berdasarkan kasus per kasus. Oleh karena itu, ketika mengevaluasi hasil pendidikan, evaluator tidak boleh mempertimbangkan faktor subjektif ketika mengevaluasi siswa. Dengan kata lain, jika penilai sedang menilai sesuatu yang mempunyai makna tunggal, maka penilaiannya bersifat Dalam melaksanakan evaluasi harus menggunakan alat pengukur yang baik. Data atau bahan yang obyektif diperlukan untuk melaksanakan evaluasi secara obyektif. Peralatan ukur atau peralatan yang dapat dihitung atau memenuhi syarat diperlukan untuk memperoleh informasi atau peralatan yang relevan. Alat ukur yang baik adalah yang memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan validitas Prosedur Evaluasi Pembelajaran 48 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Tujuan utama pendidikan adalah agar peserta didik dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbagai bidang, antara lain rohani, jasmani, intelektual, dan Penyelenggaraan pendidikan formal terutama dicapai melalui pembelajaran di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pendidikan khususnya pembelajaran maka harus dilakukan evaluasi program ataukegiatan yang harus dievaluasi. Pencapaian tujuan tidak hanya dapat diukur, tetapi juga harus dievaluasi dengan menggunakan metode dan pengukuran yang valid dan reliabel berdasarkan hasil pembelajaran. Tujuannya agar hasil evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dijelaskan secara utuh. Saat mengevaluasi, perlu dilakukan pengukuran. Dari skala tersebut dapat diperoleh hasil tes yang dapat dianalisis untuk menentukan apakah tujuan dapat tercapai atau pembelajaran telah berhasil. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada tiga langkah yang harus diikuti saat melakukan ini termasuk: Mengidentifikasi dan merumuskan atribut atau kualita yang akan diukur Menentukan seperangkat operasi yang dapat digunakan untuk mengukur atribut tersebut Menetapkan seperangkat prosedur atau definisi untuk menerjemahkan hasil pengukuran ke dalam pernyataan atau data kuantitatif. Bagaimanapun juga dalam pengukuran, penguantitatifan informasi adalah penting untuk membuat ketetapan hati atau kebulatan tekad atau membedakan suatu atribut sehingga kesimpulan yang diambil tidak subjektif. Langkah-langkah dalam melakukan pengukuran ini sangat penting untuk keberhasilan proses pengukuran. Ada keterampilan yang perlu diukur, misalnya dalam pembelajaran, dimulai dengan mengidentifikasi dan merencanakan ciri-ciri yang akan diukur. Temukan alat pengukur yang tepat Jenis, metode dan bahan yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan kemampuan dan standar penelitian. Danadalah yang terakhir yang menetapkan cara untuk menentukan parameter. Pada langkah ini, hasil pengukuran biasanya diubah menjadi bilangan bulat untuk memudahkan dalam menentukan hasilnya. Hal ini dikarenakan bilangan mutlak merupakan penyelesaian mutlak atau mutlak atau tidak berhubungan lagi. Hal ini juga memudahkan analisis dan perbandingan dengan evaluasi yang Manfaat Evaluasi Pembelajaran Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 49 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu : Memahami sesuatu : entry behavior, motivasi, dll, sarana dan keputusan : kelanjutan program, penanganan AumasalahAy, dll prasarana, dan kondisi peserta didik dan guru Membuat Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM Sedangkan evaluasi terutama akan menguntungkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran, seperti siswa, guru, dan pengelola sekolah. Bagi siswa, mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai dan menarik atau tidak. Bagi guru, pertama-tama, penting untuk memahami siswa yang mengetahui dan tidak mengetahui tujuan: memelihara, mengoreksi atau memperkaya. kedua, keakuratan materi yang diberikan: jenisnya, misalnya tingkat kesulitan, dll. Ketiga, integritas metode yang digunakan. Di sekolah, pertama, hasil pembelajaran yang mengungkapkan mutu sekolah, kedua, desain program sekolah, dan ketiga, standar mutu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa evaluasi sangat diperlukan/berguna dan mutlak diperlukan untuk perbaikan, oleh karena itu mempunyai arti penting bagi semua pihak. Jika ada hubungan antara hasil pembelajaran dan metode pengajaran yang efektif, maka masih ada ruang untuk perbaikan. Sebelum mengevaluasi potensi metode baru bagisiswa, kita harus ingat bahwa proses pembelajaran bersifat dinamis. Selalu ada perubahan antara guru dan siswa selama proses berlangsung. Selain hasil belajar yang diharapkan guru, mungkin juga ada hasil positif atau negatif. Misalnya saja siswa memahami materi yang disampaikan namun juga merasa senang atau sedih terhadap kelakuan gurunya. Macam-Macam Evaluasi Pembelajaran Tes Standar Tes standar melibatkan sistem penilaian dan administrasi yang sama. Tes terstandar dapat membandingkan kemampuan seorang siswa dengan kemampuan siswa lain pada usia atau tingkat kelas yang sama, dan perbandingan ini sering kali dilakukan di tingkat nasional. Pertanyaan yang disiapkan oleh guru sering kali berfokus pada tujuan pembelajaran suatu topik tertentu. Sementara itu, tes terstandar sering kali mencakup berbagai topik yang diajarkan di lebih dari satu kelas (Airasian. Chatterji, 2. Perbedaan lain antara tes terstandar dan tes yang dilakukan guru adalah bahwa sebagian besar tes terstandar memiliki aturan umum dan banyak di antaranya telah dievaluasi valid dan dapat diandalkan. Tujuan tes standar, tes standar biasanya bertujuan untuk : Memberikan informasi tentang kemajuan murid 50 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Mendiagnosis kekuatan dan kelamahan murid Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khusus Memberi informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksi Membantu administrator mengevaluasi program Memberikan akuntabilitas Tes Kecakapan dan Prestasi Ada dua jenis tes standar utama: tes bakat dan tes prestasi. Tes keterampilan dirancang untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mempelajari suatu keterampilan, menguasai suatu keterampilan, atau mengetahui sesuatu dengan pendidikan dan pelatihan lebih lanjut. Tes kognitif tersebut meliputi tes kemampuan mental seperti tes kognitif (Stanford-Binet. Wechsler Scales, dl. Tes prestasi bertujuan untuk mengukur apa yang telah dipelajari siswa (Andrews. Sakloske, & Janzen, 2001. Haladyna, 2002. Smith, 2. Namun terkadang perbedaan antara tes kinerja dan tes pengetahuan jelas. Kedua jenis tes ini mengevaluasi kinerja siswa, pertanyaan yang digunakan cukup mirip, dan sering kali hasil dari kedua jenis tes tersebut sangat berkorelas Jenis Tes Prestasi Terstandar Ada banyak jenis tes prestasi terstandar. Cara yang umum untuk melaksanakan hal ini adalah melalui serangkaian survei, tes standar, atau tes penilaian (Payne, 1. Baterai survei adalah sekelompok item tes yang dirancang untuk tingkat siswa tertentu. Baterai penelitian adalah tes yang paling banyak digunakan di negara ini (McMillan, 2. Tes khusus yang dirancang untuk menilai keterampilan dibidang, seperti membaca atau Karena tes ini berfokus pada bidang tertentu, tes ini sering kali mengevaluasi keterampilan secara lebih rinci dan komprehensif dibandingkan serangkaian tes. Tes penilaian adalah bagian penting dari tes standar. Penilaian diri terdiri dari pemeriksaan mendalam terhadap lingkungan belajar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan unik siswa sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi melalui pendidikan reguler atau kompensasi. Membaca dan matematika adalah dua bidang tes standar yang paling umum digunakan untuk mengukur (Berniger, et al. , 2. Ujian Negara Beresiko Tinggi . igh stake. Ujian negara memegang peranan penting setelah masyarakat dan pemerintah menuntut sekolah bertanggung jawab terhadap pendidikan anak bangsa (Hambleton, 2002. Olson, 2. Negara-negara telah lama mewajibkan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 51 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran tes atau ujian, namun penekanannya telah berubah akhir-akhir ini (Airasian. Sebelum tahun 1990an, konten tidak erat kaitannya dengan apa yang diajarkan dan diajarkan di sekolah. Tes negara bagian hanya memberikan gambaran umum tentang seberapa baik prestasi siswa di negara bagiandalam mata pelajaran tertentu, terutama membaca dan matematika. Upaya untuk menyelaraskan pengujian negara dengan tujuan pendidikan yang didukung negara dimulai pada tahun 1990an. Banyak negara bagian di Amerika Serikat sedang dalam proses menetapkan atau sedang dalam proses menetapkan tujuan pencapaian untuk setiap siswa di negara bagian tersebut. Tujuan-tujuan ini tidak hanya menjadi dasar ujian negara, tetapi juga memandu kegiatan seperti pelatihan guru dan desain kurikulum (Whitford dan Jones. Mengenai sifat tes situasional, tes yang dipersyaratkan oleh situasi tersebut secara struktural menggunakan format soal pilihan ganda yang salah. Saat ini, hanya tujuh provinsi yang menggunakan survei atau kuesioner standar (Good Counsel, 2. Ketika penilaian konstruktivis digunakan, pertanyaan jawaban singkat atau pertanyaan esai sering digunakan. Hanya sedikit negara bagian yang memasukkan portofolio dalam proses evaluasi. Sekitarnegara bagian menggunakan pengujian standar. Artinya nilai siswa dievaluasi sesuai standar yang telah ditetapkan. Di banyak negara, terdapat skor standar . isalnya 70% jawaban bena. yang harus dicapai siswa agar dapat lulus. Tes semacam itu memberikan nilai komparatif. Tes Distrik dan Nasional Ujian daerah . Di Spencerport. New York, distrik sekolah mengumpulkan data kinerja siswa pada tes berikut: Tes Prestasi Stanford dalam Membaca (Kelas 2-. dan Matematika (Kelas 1-. Tes Penilaian Siswa Negara Bagian New York dalam Membaca (Kelas 3-. Menulis (Kelas . , dan Matematika (Kelas 3-. Tes Penilaian Kurikulum Negara Bagian New York, yang mengevaluasi program akademik dan sosial. Tes Dasar New York . iberikan di semua tingkatan kela. , digunakan untuk memprediksi skor kinerja membaca, menulis, dan matematika. Tes Bakat Negara Bagian New York, yang mengevaluasi keterampilan dalam matematika, sains, studi dunia, dan sejarah dan pemerintahan Amerika . iberikan kepada siswa yang tidak mengikuti ujian Regents di sekolah menenga. Scholastic Assessment Test (SAT) dan American Collage Test (ACT), yang diberikan kepada siswa yang berencana 52 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran melanjutkan ke perguruan tinggi atau universitas, dan tes Penempatan Lanjutan dalam sejarah Amerika, biologi, kimia, sastra dan bahasa Inggris. Perancis. Spanyol dan matematika , tergantung pada tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa. teori musik, di mana mereka dapat mengambil kelas yang Pada tahun 1999. Spenceport juga mulai menilai kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan dan pemecahan masalah di berbagai bidang. Tes ejaan yang umum mungkin berbeda di setiap wilayah. Namun, jumlah totalnya lebih tinggi, begitu pula dengan Spencerport School District. Penilaian Nasional dan Standar Internasional. Pemerintah federal berpartisipasi dalam pengujian melalui Penilaian Nasional Kemajuan Pendidikan (NAEP). Negara bagian tidak diwajibkan untuk berpartisipasi dalam penilaian nasional, meskipun sebagian besar negara bagian berpartisipasi dalam penilaian nasional . isalnya, lebih dari 40 negara bagian saat ini mewajibkan siswanya untuk mengikuti te. NAEP adalah inventarisasi pengetahuan, keterampilan, pemahaman, dan perilaku pemuda Amerika (Bourque, 1999. Payne, 1, 1. Mata pelajarannya meliputi membaca, menulis, sastra, matematika, sains. IPS, seni, kewarganegaraan, serta pengembangan karier dan Tidak ada siswa, sekolah, kota, atau negara bagian yang diidentifikasi dalam penelitian ini, meskipun negara bagian mungkin meminta nama mereka Setiap siswa yang mengikuti NAEP hanya menjawab sebagian dari keseluruhan penilaian. Temuan dari NAEP . menunjukkan trend sebagai berikut : Membaca. Tidak ada peningkatan dari tahun 1992 sampai 2000 untuk anak grade empat dan tidak ada perkembangan untuk anak grade delapan sampai dua belas dari 1992 sampai 1998. Matematika. Dari tahun 1990 sampai 2000 terdapat kenaikan nilai untuk anak grade empat dan grade delapan, tetpi menunjukkan penurunan pada tahun 2000 untuk anak grade 12. empat dan delapan, namun nilai anak grade dua belas menurun dalam rentang waktu tersebut Sains. Tidak ada perubahn nilai dari 1996 sampai 2000 untuk anak grade Teknik dan Bentuk Evaluasi Pembelajaran Dengan menggunakan teknik-teknik evaluasi, diharapkan dapat mengukur halhal sebagai berikut: Menyusun bahan-bahan evaluasi, jika evaluasi dibuat oleh guru. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2. 53 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran sambutan-sambutan dalam pengajaran seobjektif mungkin. Itulah sebabnya teknik-teknik evaluasi penting digunakan, dan untuk menggunakannya perlu diperhatian Memilih bahan-bahan evaluasi , jika evaluasi berasal dari tes-tes atau skala yang telah distandarisasi . Menelaah semua jenis metode-metode evaluasi yang dapat digunakan, dengan segala seluk-beluknya sampai sekecil-kecilnya sejumlah alat-alat serupa ini yang pada waktu sekarang dipakai. Dengan demikian hasil-hasil yang diperoleh dari penyelenggaraannya bernilai prktis dalam usaha pembangunan pendidikan modern di atas puing-puing yang lama. SIMPULAN Pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan merupakan serangkaian kegiatan pendidikan. Mengukur berarti proses membandingkan sesuatu dengan ukuran dan kuantitas tertentu. Sedangkan evaluasi adalah proses pengambilan keputusan berdasarkan kriteria baik dan buruk serta evaluasi kualitatif lainnya. Evaluasi atau assesment dapat digunakan untuk . meningkatkan pembelajaran, . memandu pembuatan keputusan pengajaran, . mendiagnosa masalah pembelajaran dan performa, . meningkatkan pengaturan diri . elf regulatio. , atau . memutuskan apa yang akhirnya telah dipelajari siswa. Agar penilaian pendidikan dapat mencapai sasarannya dalam mengevaluasi pola tingkah laku yang dimaksudkan, maka harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut : Evaluasi harus dilaksanakan secara kontinyu Evaluasi harus dilaksanakan secara komprehensif Evaluasi harus dilaksanakan secara obyektif Dalam melaksanakan evaluasi harus menggunakan alat pengukur yang baik Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu : Memahami sesuatu : entry behavior, motivasi, dll, sarana dan keputusan : kelanjutan program, penanganan AumasalahAy, dll prasarana, dan kondisi peserta didik dan guru Membuat Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM Macam-macam evaluasi ada 4 : 54 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 2. , 2024 Pengukuran dan Evaluasi dalam Pembelajaran Tes standar Tes kecakapan dan prestasi Ujian Negara beresiko tinggi Tes distrik dan nasional Dengan menggunakan teknik-teknik evaluasi, diharapkan dapat mengukur hal-hal sebagai berikut: Menyusun bahan-bahan evaluasi, jika evaluasi dibuat oleh guru. sambutan-sambutan dalam pengajaran seobjektif mungkin. Itulah sebabnya teknikteknik evaluasi penting digunakan, dan untuk menggunakannya perlu diperhatian Memilih bahan-bahan evaluasi , jika evaluasi berasal dari tes-tes atau skala yang telah Menelaah semua jenis metode-metode evaluasi yang dapat digunakan, dengan segala seluk-beluknya sampai sekecil-kecilnya sejumlah alat-alat serupa ini yang pada waktu sekarang dipakai UCAPAN TERIMAKASIH Kami berterimakasih kepada Ibu Dosen Pengampu mata kuliah psikologi pendidikan Ibu Dewi Niswatul Fithriyah. Pd. yang telah membimbing kami selama pembuatan makalah ini, dan tak lupa kami berterimakasih kepada teman-teman yang telah mendukung kami atas pembuatan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA