Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 1-7 PEMBERIAN PELATIHAN SENAM REMATIK SEBAGAI BENTUK PENANGANAN KURATIF DAN REHABILITATIF PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI DI DESA POJOK KOTA KEDIRI Eva Dwi Ramayanti1. Erik Irham Lutfi2. Endang Mei Yunalia3. Susmiati4 1,2,3,4 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Email: rama. yanti71@yahoo. Abstrak Lansia merupakan individu yang berada dalam tahapan dewasa akhir. Salah satunya penyakit osteoartritis atau rematik. Tingginya kejadian rematik namun belum ada penanganan yang berarti untuk mengurangi nyeri pada lansia di komunitas. Dibutuhkan suatu penanngan untuk mengurangi nyeri pada pansia di komunitas menggunakan terapi komplementer. salah satunya adalah terapi senam rematik. Memberikan pelatihan terapi komplemnter pada lansia dengan riwayat rematik. Pelaksanaan baksos ini dilakukan dengan memberikan pelatihan berupa senam rematik dengan menggunakan metode edukasi dan demontrasi. Dalam pelaksanaanna warga dibagi dalam beberpa kelompok kecil dan di beriskan sesi latihan secara langsung dalam beberapa tatap muka. Dari pelaksanaan baksos ini hasil didapatkan warga yang mengikuti pelatihan ini mengalami peningktan pengetahuan dan ketrampilan terkait senam rematik. Edukasi dan pelatihan selesai diberikan sesuai dengan sesi dan tahapanya. Warga yang mengikuti pelatihan bisa melakukan senam rematik sesuai yang diajarkan. Didapatkan hasil setelah pelatihan 100% lansia terampil mempraktekan senam rematik Dari pelaksanaan kegiatan ini warga mendapat edukasi dan pelatihan tentang senam rematik sehingga mampu menerapkana sehari-hari di rumah. Kata Kunci: Pelatihan senam rematik. Rematik. Lansia Abstract The elderly are individuals who are in the late adult stage. One of them is osteoarthritis or The high incidence of rheumatism but there is no significant treatment to reduce pain in the elderly in the community. A treatment is needed to reduce pain in the elderly in the community using complementary therapies, one of which is rheumatic exercise therapy. To provide complementary therapy training for the elderly with a history of rheumatism. The implementation of this social service is carried out by providing training in the form of rheumatic gymnastics using education and demonstration methods. In the implementation, the residents were divided into several small groups and were given direct training sessions in several face-to-face meetings. From the implementation of this social service, it was found that residents who participated in this training experienced an increase in knowledge and skills related to rheumatic gymnastics. Completed education and training are given in accordance with the sessions and stages. Residents who take part in the training can do rheumatic gymnastics according to what is taught. The results obtained after training 100% of the elderly are skilled at practicing rheumatic From the implementation of this activity, residents received education and training about rheumatic gymnastics so that they were able to apply it everyday at home. Keys Word: Rematik Exercise. Rematoid artritis. Elderl Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. PENDAHULUAN Usia lanjut adalah sekelompok orang yang akan mengalami proses perubahan secara bertahap dalam jangka waktu beberapa dekade. Usia lanjut atau kemudian dikenal sebagai lansia merupakan individu yang berada dalam tahapan usia dewasa akhir dengan usia di atas 60 tahun (Widyanto, 2. Lansia cenderung memiliki masalah kesehatan seperti masalah fisik, biologis, maupun psikososial. Lansia juga membutuhkan perhatian khusus karena mempunyai masalah yang kompleks, penurunan kemandirian, dan membutuhkan bantuan orang lain dalam perawatan (Watso, 2003 dalam Jafar. Wiarsih, & Permatasari, 2. Lansia cenderung mengalami gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, makan tinggi lemak dan kalori, serta konsumsi alkohol yang di duga merupakan faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) salah satunya yaitu penyakit Osteoarthitis (Rahajeng & Tuminah, 2. Osteoarthritis atau rematik merupakan penyebab utama kecacatan dan nyeri pada orang usia lanjut terutama dalam hubunganya dengan fungsi penyangga berat badan. Pada umumnya osteoarthritis mengenai sendi penyangga berat badan seperti veterbra, sendi panggul, lutut, dan pergelangan Osteoarthritis merupakan tipe paling umum dari arthritis, dan dijumpai khususnya pada orang usia Kadang kondisi ini disebut juga penyakit sendi degeneratife atau (NIAMS. Osteoarthritis adalah suatu sindrom klinis akibat perubahan sruktur rawan sendi dan jaringan sekitarnya yang ditandai dengan menipisnya kartilago secara progresif yang disertai dengan Halaman 1-7 trabekula subkondral dan terbentuknya tulang baru pada tepi sendi . (Rasjad. Chairudin , 2. Data osteoarthritis research . menunjukkan bahwa 2 juta penderita osteoarthritis berobat ke dokter umum atau rumah sakit. Pada tahun 2012 menurut WHO prevalensi osteoarthritis didunia mencapai 1514 juta jiwa dan 274 juta jiwa di Asia Tenggara. Menurut Riskerdas tahun 2013 prevalensi osteoarthritis di Indonesia mencapai . ,8%) pada usia > 75 tahun dan penderita wanita lebih banyak . ,5%) dibandingkan dengan pria . ,8%). Menurut laporan tahunan dinas kesehatan kota Jatim pada tahun 2012 penderita artrisis umur 45-54 tahun sebanyak 2070 jiwa. Umur 55-59 tahun sebanyak 1132 jiwa. Umur 60-69 tahun sebanyak 1122 jiwa, umur lebih dari 70 thn 624 jiwa. Tahun 2013 penderita artrisis umur 45-54 tahun sebanyak 2424 jiwa pada pria dan 21478 pada Berdasarkan dilakukan peneliti di Kelurahan Badar Lor Kota Kediri Tahun 2017 dari 10 lansia yang mengalami osteoarthritis di dapatkan data bahwa 3. %) lansia mengalami nyeri ringan 2. %) mengalami nyeri sedang dan 5. %) mengalami nyeri berat. Hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya angka kejadian nyeri osteoarthritis di Kelurahan Badar Lor Kota Kediri Tahun 2017. Osteoarthritis terjadi karena perubahan degeneratif pada kartilago sehingga menyebabkan fraktur pada ligamen atau adanya perubahan metabolisme sendi yang pada akhirnya mengalami erosi dan kehancuran, ditandai dengan menipisnya kartilago Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. secara progresif yang disertai dengan trabekula subkondral dan terbentuknya tulang baru pada tepi sendi . Faktor resiko osteoarthritis yaitu usia ,jenis kelamin, suku bangsa, genetik, obesitas dan penyakit metabolik, riwayat trauma sebelumnya, pekerjaan, kelainan pertumbuhan (Soeparman. Dampak nyeri osteoarthritis yang ditimbulkan adalah secara mikro yaitu gangguan immobilitas fisik pada Secara makro osteoarthritis dapat menimbulkan kaku bahu dan kecacatan pada Lansia sehingga meningkatkan angka kesakitan pada Lansia (Soeroso, 2. Proses degeratif diyakini penyebab utama terjadinya RA pada lansia. Perubahan umur membuat Kojdisi ini menyebabkan cairan sendi dan elasitas akan berkurang sehingga menyebabkan munculnya keluhan nyeri pada lansia (Corwin. Salah mengurangi nyeri yang dianggap efektif adalah dengan terapi senam rematik. Gerakan-gerakan aktif dalam senam rematik bertujuan untuk meningkatkan stabilitas sendi dan kekuatan otot-otot sekitar lutut yaitu Quadriceps terutama pada otot vastus medialis karena gerakan ini berguna untuk mengurangi iritasi yang terjadi pada permukaan kartilago artikularis patella, memelihara dan meningkatkan stabilitas aktif pada sendi lutut juga dapat memelihara nutrisi pada synovial menjadi lebih Dengan gerakan yang berulang pada senam rematik ini akan terjadi peningkatan kerja otot-otot sekitar sendi sehingga mempercepat aliran darah sehingga metabolisme juga ikut meningkat sehingga sisa metabolisme Halaman 1-7 akan ikut terbawa aliran darah sehingga nyeri berkurang. (Kushariyadi, 2. METODE PELAKSANAAN Pengabdian masarakat dilaksanakan dengan memberikan pelatihan tentang senam rematik kepada warga dalam katagori lansia dengan riwayat RA rematoid artritis/remati. Dilaksanakan tanggal 8-14 Januari 2019. Bertempat di Posandu lansia Mekar RT 22 RW 1 di Kelurahan Pojok Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri. Kegiatan baksos ditujukan pada lansia dan diikuti pula oleh keluarga serta kader psoyansu Lansia setempat. Kegiatan baksos dilakukan sebagai bentuk penanganan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif pada lansia dengan riwayat rematoid artritis. Baksos diberikan dengan melakukan edukasi dan pelatihan senam rematik. 2 jenis kegiatan utama yang diberikan pada Yang pertama adalah edukasi. Pada kegiatan ini lansia diberikan penyuluhan kesehatan tentang penyakit rematoid artritis di komunitas. Edukasi bertujuan untuk memberikan tambahan pengetauhan tentang penyakit dan memberikan motivasi pada warga khususnya lansia untuk mau dan mampu menanginya. Kegiatan kedua dengan memberikan pelatihan tentang nyeripada lansia dengan eklihan sendi. Metode yang digunakan adalah demosntrasi pelaksanaan latihan senam Media yang digunakan berupa leaflet, pengeras suara, lembar balik. Dimana kedua jenis kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan SAP pelatihan. Kegiatan meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan senam rematik. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 1-7 Kegiatan dokumentasi dilakukan dengan memberikan absensi kegiatan ditiap sesi. Dokumentasi kegaitan juga dilakukan dari pengambilan foto. Selain itu dilakukan kegiatan yang bertujuan Dimana kegiatan ini dilakukan dengan melakukan evaluasi dari Ketrampilan BWE menggunakan lembar observasi. Monitoring kegiatan dilakukan dengan pengecekan asbensi kehadiran peserta, observasi langsung pelaksanaan latihan serta melihat interaksi antara pemateri dengan peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masarakat dilakukan pada warga di Posyandu Mekar dengan jumlah responden sebanyak 36 warga. Dengan riwayat hipertensi ringan dan sedang. Hasil dari kegiatan pengabdian masarakat berupa pemberian latihan senam rematik. Indikator dalam pelatihan ini adalah pengetahuan lansia tentang penyakit rematoid artrtis dan penangananya di selain itu indikatr keberhasilan pelatihan ini adalah ketrampilan lansia dalam melakukan senam rematik. Hasil pelatihan yang telah diberikan pada lanisa di Desa Pojok Kota kediri disampaikan dengan Tabel 1. Ketrampilan senam rematik sebelum diberikan pelatihan Kategori Tidak terampil Kurang terampil Cukup terampil Terampil Sangat terampil Total Keterampilan sebelum pelatihan Dari data diatas diketahui bahwa hampir seluruh . %) dari peserta baksos mempunyai Skill senam rematik dalam katagori tidak terampil. Kondisi ini disebabkan hampir semua warga mengatakan belum pernah mendapatkan pelatihan tentang senam rematik Sedikit dari mereka pernah mendengar dan melihatna dari media sosial namun untuk mendapat pelatihan langsung meraka belum ada yang pernah memperoleh. padahal sebagain besar dari warga disana mempunai riwaat hipertensi terutama ringan dan sedang dengan faktor resiko yang memperberat usia lansia diatas 5 tahun dengan jenis kelamin laki laki. Tabel 2. Ketrampilan senam rematik sesudah diberikan pelatihan Kategori Tidak terampil Kurang terampil Cukup terampil Terampil Sangat terampil Total Keterampilan sesudah pelatihan Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 1-7 Dari tabel diatas diketahui bahwa hampir seluruh . %) dari peserta dengan katagori terampil. Kemampuan mengalami peningkatan yang sangat Peserta pelatihan mengikuti tiap sesi sesuai dengan SAP dan jadwal yang sudah disepakati. Pendidikan mereka yang sebagian besar menengah keatas (SMA) sedikit banyak memberi kemudahan dan kelancaran pelatihan. Sebagian besar dari peserta yang sudah mempunyai waktu yang luang sehingga bisa mengikuti setiap sesi dengan baik. Tabel 3. pengetahuan senam rematik sebelum diberikan edukasi Kategori Tidak tahu Kurang tahu Cukup Tahu Pengetahuan baik Pengetahuan sangat baik Total Keterampilan sebelum pelatihan Dari tabel diatas diketahui bahwa sebagian besar . %) dari responden sebelum diberikan edukasi mempunyai tingkat pengetahuan sangat kurang atau dalam katagori tidak tahu. Kurangnya pemahaman lansia tentang penyakit dimungkinkan minimnya pemberian penuyuluahn tentang penyakit dan keseahatn di wilayah tersebut. Selain itu minimnya akses informasi lansia terhadap informasi kesehatan. Beberapa diatara mereka mengatakan sedikit tahu tentang penyakit dari sesam lansia yang mempunyai keluhan yang sama. Tabel 4. Pengetahuan senam rematik setelah diberikan edukasi Kategori Tidak tahu Kurang tahu Cukup Tahu Pengetahuan baik Pengetahuan sangat baik Total Keterampilan sebelum pelatihan Pada tabel diatas menunjukan bahwa sebagian besar . %) lansia setelah diberikan edukasi mempunyai tingkat pengetahuan sangat baik. Terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia. Pengetahuan lansia berubah setelah diberikan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuand an moivasi pada lansia dan keluarga. PEMBAHASAN Dari pengabdian masarakat pada 36 peserta didapatkan hasil adanya peningkatan keterampilan sebelum dan sesudah keterampilan senam rematik pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Bujel Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri, sebelum di Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. berikan pelatihan senam rematik didapatkan hampir seluruhnya . %) dari responden tidak terampil, sedangkan sesudah diberikan pelatihan senam rematik hampir setengah . %) dari peserta mempunyai katagori Hal ini dipengaruhi oleh ketelatenan lansia dengan hipertensi dalam mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Waktu mereka yang luang memudahkan mereka untuk mengikuti sesi latihan sampai dengan selesai. Dengan pendidikan yang sebagian besar menengah ke atas (SMA) membantu peserta lebih mudah dalam memahami pelatihan. Selain faktor pendukung diatas, peningkatan ketrampilan pada peserta pelatihan karena sebelum sesi inti pelatihan yaitu demontrasi ketrampilan senam rematik peserta diberikan pengertian , manfaat dan metode dari senam rematik. Selama pelatiha keluarga memberikan dukungan dengan memberi semangat ekpada lansai untuk mengikuti sesi latihan sampai dengan Mengingatkan lansia bila lupa jadwal latihan. Selain kader posyandu lansia selain turut serta dalam pelatihan juga membantu lansia dalam mengikuti Dari hasil baksos juga diketahui adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang rematik dan penanganya di Dari yang awalanya hampir seluruhnya mempunyai penegtahuan sangat kurang namun setelah diberikan mempunyai pengetahuan yang baik. Banyak dianatar mereka setelah diberikan penyuluhan menajdi tahud an paham tenatang rematik. Pemberian informasi dilakukan dengan melakukan edukasi suportif dimana kegiatan pemberian informasi tdak hanya untuk Halaman 1-7 meningkatkan tingkat pengetahuan namun juga lebih dari itu untuk meberikan motivasi. Sehingga selaam pelatihan disesi kedua lansai bisa mengikuti dengan baik dan lancar. Lansia dan keluarga mengikuti kegiatan sampai dengan akhir ditiap sesi. Saat edukasi berlangsung beberapa lansia atau keluarga tampak ikut bertanya dan Sesekali kader posyandu juga turut berpartisipasid alam diskusi. Peserta pelatihan diberikan motivasi agar mengikuti sesi latihan dengan serius dan motivasi tinggi. Setiap sesi diikuti dengan baik sampai Dibuat dan dijelaskan kontrak setiap akan menjalani di tiap sesinya. Pelatihan akan berjalan dengan baik dengan pemberian motivasi dan akomodasi yang memadai. Lingkungan ang nyaman, dimana pelatihan ini dilakukan di Posandu Mekar dimana lingkunganya yang nyaman. KESIMPULAN Setelah melakukan senam rematik pada peserta Dari hampir seluruh . %) tidak terampil mingkat ketrampilanya menjadi terampil . %). Peningkatan ketrampilan peserta pelatihan diketahui dari lembar observasi yang menilai ketrampilan peserta pelatihan. Sebelum edukasi dan pelaitihan diberikan seluruh lansia menyatkan belum tahu tentang penyakit rematik dan penangannya. Namun setelah diberikan edukasi hampir seluruh . %) dari lansia menyatakan sudah tahu tentang penyakit rematik dan penanganya di Terjadi pengetahuan dan ketampilan terkait Rematoid artritis dan Senam rematik pad alansia di Posyandu Lansia Di Desa Pojok Kota Kediri. Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. DAFTAR PUSTAKA