Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari dari Memori Silek Pak Guru Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi Program Studi Seni Tari. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Sumatera Barat Jalan Bahder Johan. Guguk Malintang Padang Panjang Timur 27118 Sumatera Barat Email: sukridancetheatre@gmail. ABSTRACT Silat activities, apart from being a practice to increase physical endurance, are also a provision when facing how hard the world is, especially when they are overseas. This can be seen in the ancient Minangkabau people who thought that silat was like a dress or personal identity that must be carried wherever they go. The creation of this work leads to the approach of the traditional Minangkabau term, namely Kiek Kieh. The term Kiek Kieh consists of two words, namely kiek and kieh. Kiek is a AowayAo or AomethodAo, or it can also be called a AotipAo, while Kieh can be interpreted as AokiasAo or Aoeg. The definition of figurative language . igure of speec. is the choice of certain words in accordance with the intent of the author or speaker in order to obtain aspects of beauty. This work of binding sitaralak was born in order to see the development of silat learning in Minangkabau which at this time has begun to be abandoned by the younger generation. For that there needs to be a work of art that shows that silat is still an area that needs to be developed and Keywords: Silek, dance, kiek-kieh, binding the sitaralak ABSTRAK Aktifitas silat, selain sebagai praktik untuk meningkatkan ketahanan fisik, juga menjadi bekal ketika menghadapi betapa kerasnya dunia terutama ketika berada di rantau. Hal ini bisa dilihat pada masyarakat Minangkabau zaman dahulu yang menganggap bahwa silat ibarat sebuah pakaian atau identitas diri yang wajib dibawa ke manapun pergi. Penciptaan karya ini mengarah pada pendekatan istilah tradisional Minangkabau, yaitu Kiek Kieh. Istilah Kiek Kieh terdiri atas dua kata yaitu kiek dan kieh. Kiek adalah AocaraAo atau AometodeAo, atau bisa juga disebut AokiatAo, sedangkan Kieh bisa diartikan AokiasAo atau AoumpamaAo. Pengertian bahasa kias . igure of speec. adalah pilihan kata tertentu sesuai dengan maksud penulis atau pembicara dalam rangka memperoleh aspek keindahan. Karya menjilid sitaralak ini lahir dalam rangka melihat perkembangan pembelajaran silat di Minangkabau yang pada saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Untuk itu, perlu ada karya seni yang memperlihatkan bahwa silat masih menjadi wilayah yang perlu dikembangkan dan dilestarikan. Kata kunci: Silek, tari, kiek-kieh, menjilid sitaralak PENDAHULUAN yang berasal dari budaya Minangkabau. Secara konsepsi, silek atau silat di Silat Minangkabau tidak hanya digunakan Minangkabau sangat berkaitan erat dengan untuk berkelahi namun idealnya digunakan etnis, adat istiadat, nilai etika, nilai estetika, untuk membela diri, menjalin hubungan keseluruhan budi pekerti, serta normaAenorma silaturrahmi, serta mempertahankan diri. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek Pak Guru Silek Minangkabau menjadi sumber gerak Pengertian Pak Guru adalah seorang dalam proses penciptaan karya tari ini sebagai bapak yang mengabdikan dirinya di dunia Tugas Akhir Program Doktor Penciptaan Tari Nasihat Bapak agar mencari guru lain di ISI Surakarta Eksplorasi bakat gerak yang adalah untuk memperluas cakrawala, tak dilakukan merupakan gerak corporal acrobatic hanya ilmu, jurus, atau teknik silat tetapi yaitu gerakan hebat dan yang mengagumkan bagaimana memahami nilai silat dalam corporal impulses yaitu gerakan atas desakan Termasuk teknik gerak yang luar biasa, dan improvisatif Minangkabau Minangkabau. mengandung unsur silek. Sepanjang hidupnya. Bapak mengabdi terlatih mampu mengendalikan ruang dan sebagai seorang guru sekolah dan pernah waktu (Rustiyanti. Listiani, 2017, hlm. menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri 24 Salah satu jenis silek yang dikenal di Kecamatan Sungai Limau. Kabupaten Padang daerah Minangkabau (Baca: Sumatera Bara. Pariaman, sebelum pensiun pada bulan Mei adalah Silek Sitalarak. Silek ini menurut asal- Maka tak heran, masyarakat usulnya berasal dari daerah Pasisie, sebuah sekitar tempat tinggal menyebutnya dengan kawasan sebelah barat Pulau Sumatera, sapaan Pak Guru. kemudian dikembangkan oleh seorang tokoh Selain sebagai guru sekolah. Bapak bernama Haji Abdul MuAoin di Maninjau. juga menjadi guru silek (Silek Sitalara. yang Pengembangan mengajarkan kepada para pemuda. Tujuan diteruskan oleh Afrizal Can Sutan Rajo Mudo mengajarkan silat kepada para pemuda bukan yang hingga hari ini berhasil memunculkan untuk menjadikan mereka sebagai pendekar mengajarkan silek ke berbagai wilayah di tetapi memberi bekal untuk menjaga diri pemuda-pemuda Sumatera Barat. (Buya Zuari Abdullah, 2019. Latihan silek ini juga menjadi ajang silaturahmi 208-. antar pemuda beda kampung dan sekaligus Dilihat dari jenisnya, masing-masing menjaga kampungnya agar aman. wilayah di Minangkabau memiliki gerak Berpredikat sebagai guru silek, namun silat tersendiri yang masing-masing memiliki Bapak bukanlah pendekar karena profesi perbedaan mendasar. Silek Kumango berbeda sebenarnya adalah guru sekolah. Bapak pernah dengan Silek Sitaralak Piaman. Silek Tuo, atau belajar silek dengan tokoh silek bernama Sutan Silek Sunua. Perkembangan silek begitu cepat Doani di Jawi-Jawi Pilubang dan secara aktif, dan melahirkan banyak aliran. Menurut sejak tahun 1980-an, dipercaya masyarakat catatan Abdullah, terdapat 109 aliran silek menjadi guru silat di kampungnya dan yang tersebar di wilayah Pulau Sumatera memiliki banyak murid. Bapak tidak dikenal Bagian Barat (Buya Zuari Abdullah, 2019, hlm. sebagai pandeka . Bapak melakoni 190-. sebagai guru silat dilakukan secara ikhlas dan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi sukarela di sela-sela kesibukan mengajar di sekolah dan bertani. yang menempatkan tubuh-tubuh silek dalam kontek sosial maupun budaya masyarakat Minangkabau. Narasi tubuh memberikan kontribusi METODE dalam menciptakan peristiwa budaya yang pemajasan adalah bahasa yang tidak merujuk bisa dikisahkan atau diceritakan. Tubuh bisa makna secara langsung, melainkan melalui menjadi metafora yaitu sebagai majas yang pelukisan sesuatu atau pengkiasan (Ratna, mengandung perbandingan dengan realitas 2009, hlm. Pengertian tersebut diadopsi budaya yang tersirat, menyamakan hal yang untuk mengungkapkan bahasa tidak langsung satu dengan hal yang lain. Secara dari tubuh manusia . ahasa nonverba. Tubuh juga bisa menjadi personifikasi Gerak tubuh adalah juga bahasa yang yaitu bahasa kiasan yang menggambarkan bersifat langsung dan tidak langsung. Bahasa benda-benda mati atau barang-barang yang langsung dalam gerak tubuh adalah ketika tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat- menggunakan simbol yang konvensional dari sifat kemanusiaan. Pokok yang digambarkan manusia, sedangkan bahasa tidak langsung itu seolah-olah berwujud manusia baik dalam dari tubuh manusia adalah narasi tubuh tindak-tanduk, perasaan, dan perwatakan yang puitik . ersifat puis. Bahasa tubuh Tubuh Juga bersifat hiperbola, suatu adalah gestur yang mempunyai makna untuk penyataan yang berlebihan. mengungkapkan ekspresi dari seorang penari Metode penciptaan karya ini lebih (Rustiyanti dkk, 2020, hlm. Jadi Kiek Kieh menekankan pada pendekatan etik, emik, dimaknai sebagai cara atau metode untuk eksperimen, perenungan, dan pembentukan mengungkapkan bahasa kiasan dalam tubuh manusia . on verba. yang bersifat tidak Narasi tubuh yang puitik akan beberapa teknik yang dilakukan dengan cara mengungkapkan makna secara budaya dan sebagai berikut: bersifat universal. Salah satu bahasa tubuh Pendekatan Etik Adapun Pendekatan etik pada proses penciptaan yang puitik secara budaya adalah gerak tubuh karya ini dilakukan dengan cara menggali pesilat di Minangkabau. Pendekatan kiek kieh ini diterapkan untuk beberapa literatur yang berkaitan dengan membaca figur Pak Guru dalam lingkup Silek Sitaralak, sebagai manusia individual maupun sosial. Selain itu, tentu untuk membaca Silek Sitalarak langkahampek, dan tangkok mati. Data tersebut masa lalu dan masa kini sekaligus fenomena dianalisis berdasarkan acuan yang dijelaskan silat secara general. Proses pembacaan ini oleh Buya Zuari Abdullah. Pada analisis akan menghasilkan sebuah narasi secara etik ini pengkarya menafsirkan berdasarkan makna konotatif di setiap gerak maknawi Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek Pak Guru Kemudian secara terstruktur adalah AomembacaAo Pak Guru. AomembacaAo silek sitalarak, dan AomembacaAo medium yang dipakai pengkarya, dan proses tubuh silat dalam konteks sosial dan budaya Minagkabau. Pendekatan Emik Membaca Pak Guru strategi pengkarya Pendekatan emik pada proses penciptaan mengarah pada perjalanan Pak Guru masa karya ini dilakukan dengan diskusi dengan kecil, tujuan belajar silat, pilihan hidup untuk Bapak, kita selalu bersama dari pengkarya tidak merantau dan bercita-cita menjadi kecil sampai dewasa. Pengkarya merupakan guru, ditahbiskan menjadi guru silat oleh saksi hidup perjalanan bapak dari guru masyarakat, hingga kegelisahannya terhadap sekolah dasar sampai menjadi guru silat. perkembangan silat di masa tuanya. Waktu senggang digunakan untuk bertani Membaca Silek Sitalarak ditempuh oleh dan berladang, tidak itu aja bapak juga pengkarya dengan cara melihat keberadaan penjual kelapa. Mengenai informasi Silek silek masa lalu dan kini, belajar kembali silek Sitaralak pengkarya dapatkan dengandiskusi secara langsung kepada Pak Guru, mengulik berbagai aliran silat yang ada di Minangkabau, melebihi dari pendekatan emik yang perkarya wawancara kepada nara sumber, membaca Pengkarya dapat menggali sejumlah buku dan artikel tentang silek hingga mampu informasi terkait sejarah, gerak silat, filosofis, menyimpulkan silek menjadi tafsir baru serta pengetahuan lokal genius masyarakat bagi pengkarya dan yang terakhir, menelaah pelaku Silek Sitaralak di Minangkabau. Hal kontribusi silek terhadap kehidupan sosial yang tidak kalah penting adalah pengkarya budaya masyarakat Minangkabau masa kini mengetahui dengan detail keseharian dan dan masa depan. Dalam sekaligus kebiasaan bapak setiap harinya. Sehingga ini akan mempermudah pengkarya untuk menerjemahkan konsep dan gagasan HASIL DAN PEMBAHASAN dalam menunjang kekaryaan AuMenjilid Sitarak: Perkembangan Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek telekomunikasi yang melanda kota Padang Pak GuruAy yang disusun oleh pengkarya. Pariaman dan kota-kota lain di Indonesia Tahap Pembentukan Karya mulai mengikis semangat dan keinginan Tahap para pemuda untuk belajar silat. Masuknya tahapan proses yang dimulai sejak pengkarya listrik di kampung halaman dan kemudian memiliki niat untuk menciptakan karya susul menyusul, mulai dari televisi, telepon, hingga karya tersebut layak dipresentasikan dihadapan publik, baik terbatas maupun para pemuda dengan silek. Eksistensi silek, secara luas. utamanya Silek Sitalarak semakin bergeser Tahapan yang penting dalam proses pembentukan karya ini dapat diuraikan Minangkabau menanggalkan jati dirinya. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi Dalam sebuah kesempatan Bapak pernah Kini Bapak berusia 85 tahun, raga sudah menyatakan kegelisahannya, yaitu tentang tidak mampu untuk berkegiatan, bahkan silek akan sirna di kampung ini kalau tidak ada untuk berdiri saja kadang-kadang harus generasi penerusnya. Apalagi menurunnya Namun demikian, semangat Bapak minat belajar silek terjadi tak hanya pada tiba-tiba muncul manakala berbicara tentang pemuda di kampungnya saja tetapi juga pada masyarakat Minangkabau pada umumnya (Abuzanar, wawancara 14 Februari 2. Pada Pada suatu kesempatan bertemu dengan Bapak, pengkarya merasa bahwa Bapak tidak mungkin lagi bisa memberikan contoh Minangkabau cenderung menganggap bahwa beberapa gerakan atau jurus-jurus tertentu. pergi merantau tanpa bekal keterampilan Dalam usia mendekati sembilan puluhan, bersilat adalah hal wajar, karena mereka tetap secara fisik sudah mulai melemah. Kegiatan bisa bertahan hidup dengan keterampilan Bapak sehari-hari banyak dihabiskan ditempat yang lain. Pengkarya tak menyangka, ketika Hal yang sangat berbeda ketika Bapak membicangkan tentang Aulangkah tigoAy. Aulangkah di masa belia memutuskan untuk belajar silat. ampekAy, dan Autangkok matiAy (Jurus dalam silat Seperti panggilan alam, bahwa anak yang Minangkabau dengan aliran Silek Sitarala. , terlahir sebagai laki-laki di Minangkabau seketika Bapak bangkit dari duduknya dan harus menguasai bela diri atau sebuah langsung memperagakan gerakan silek. keterampilan teknis untuk menjaga diri dari Silek Minangkabau menurut Abdullah, gangguan keamanan. Ajaran para orang tua ini kemudian dijalankan Bapak untuk belajar keseimbangan dan ketenangan melahirkan silek keluar dari kampung halamannya. gerak keteraturan yang menjadi prinsip dasar Bapak bersama teman-teman sebaya gerak langkah silat Minangkabau. Setiap menempuh jarak 30 kilometer dengan berjalan gerak langkah berawal dan berakhir dengan kaki menuju tempat latihan silat, pada saat itu keseimbangan sehingga melahirkan gerak jarak antar-rumah dengan tetangga sekitar 4 keteraturan yang seirama dalam satu tubuh Km. Kegiatan Bapak ini didukung sepenuhnya antara jiwa dan raga. Pergerakan yang terlepas oleh kedua orang tuanya, termasuk para dari keteraturan adalah pergerakan yang orang tua teman-teman sebayanya karena pincang sehingga mudah untuk dilumpuhkan selain belajar silat mereka juga sekaligus (Buya Zuari Abdullah, 2019a, hlm. belajar mengaji. Bapak selama beberapa tahun Maksud dari keteraturan adalah di menekuni silek untuk memenuhi kebutuhan mana segala sesuatu telah ditetapkan namun rohani dan jasmani. Belajar silek sejatinya ditentukan oleh cara memahami sehingga memiliki unsur rohani mendekatkan diri pada dapat mengenali isyarat-isyarat alam. Inti silat Tuhan, sekaligus menjaga diri dan fisiknya menurut Abdullah adalah pada langkah tigo dari gangguan keamanan dan yang lebih dan langkah ampek. Langkah tigo dan langkah penting adalah tumbuhnya rasa percaya diri. ampek adalah sejenis jurus dalam ilmu bela Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek Pak Guru diri silat di Minangkabau. Hal ini menjadi itu berupa Aulangkah tigoAy. Aulangkah ampekAy, dasar untuk memahami silat Minangkabau dan Autangkok matiAy yang mencerminkan (Buya Zuari Abdullah, 2020, hlm. kereligiusan hidup masyarakat Minangkabau Adapun Minangkabau dengan persentuhan konsep berketuhanan menurut ajaran agama Islam. pengetahuan sehingga memiliki keteraturan Gerak-gerak Silek Sitalarak juga memiliki yang diatur dari titik keseimbangan. Kalau arti filosofi, misalnya pada gerak Aulangkah tigoAy terbagi menjadi tiga bagian, yakni ibu suatu rumus dan teori dalam mencari dan yang dimaknai sebagai tanah, langit sebagai menetapkan suatu pergerakan. Seperti gerak bapak, dan cahaya sebagai sinar atau AuNur Auula lalokAy . lar tidu. , yang berarti bahwa MuhammadAy. gerak ular yang sedang tidur yang bisa saja ampekAy termanifestasikan dengan pengucapan tanpa terduga akan menyerang sasarannya. kalimat syarah, yakni laa illaaha illallah. Secara Begitu juga dengan gerak Autangkok salendangAy pelafalan, kalimat syarah terbagai menjadi . angkap selendan. yang menitik beratkan empat suku kata bermakna laa kulit, laa daging, pada cara tangkap yang mematikan. laa urat, laa tulang (Razali Chan, wawancara AuUla lalokAy dan Autangkok salendangAy merupakan dua sifat yang kuat terkandung Sedangkan Aulangkah 12 September 2. Sejalan dalam konsep Silek Sitaralak. Sementara Abdullah menambahkan bahwa di dalam itu terdapat dua unsur gerak lain, seperti silek Minangkabau umumnya terdapat garak nan sabana garak . erak kesempurnaa. yang dan pandang kabau jalang . andangan kerbau merupakan kehendak Tuhan dan kehendak geni. yang secara bentuk lebih terlihat Hal itu pula yang dimaksud dengan seperti kehati-hatian dalam cara pertahanan. silek sempurna atau silek tak bagarak . ilat tak Perpaduan gerak tersebut memiliki arti bahwa Silek ini merupakan manifestasi keteraturan adalah rumus untuk memecahkan sikap penyerahan diri kepada Tuhan. Orang suatu persoalan yang harus diperhitungkan Minangkabau dengan tepat sehingga mendapat hasil yang kejadian yang terjadi merupakan kehendak Tuhan (Buya Zuari Abdullah 2019, hlm. Aupandang harimauAy . andangan Silek bagi masyarakat Minangkabau Menurut Bapak belajar silek dapat tidak hanya berbicara tentang ketangkasan dan kelincahan tubuh, tidak pula hanya tentang pohon. Akar, batang, daun, dan sekedar berbicara soal jurus untuk pertahanan bunga adalah satu kesatuan. Masing-masing Lebih memiliki fungsi dan peran untuk menjadi pohon itu hidup, menghasilkan buah, serta memahami persoalan dan cara menyelesaikan wawancara 14 Februari 2. Gerakan (Abuzanar. Bapak dan silek bagi pengkarya ibarat Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi pohon yang sudah mulai menua. Tanpa ada gerak keteraturan merupakan prinsip dasar yang berkunjung untuk sekedar mengetahui, dalam gerak langkah silat Minangkabau. memberikan sentuhan untuk merawatnya. Setiap garak langkah berawal dan berakhir dan menyuntik semangat untuk menjaganya, dengan keseimbangan sehingga melahirkan tentu sebentar lagi akan layu, mengering, dan gerak keteraturan yang seirama dalam satu akhirnya rapuh serta hilang ditelan zaman. tubuh antara jiwa dan raga. Pergerakan yang Pada kesempatan untuk menyelesaiakan terlepas dari keteraturan adalah pergerakan studi pada jenjang tertinggi pada dunia akademik ini pengkarya akan mengangkat eksistensi Abuzanar atau Pak Guru sebagai Adapun satu di antara saksi hidup perjalanan silek Minangkabau sitalarak di Minangkabau menjadi sebuah pengetahuan sehingga memiliki keteraturan karya koreografi perjalanan kehidupan Pak yang diatur dari titik keseimbangan. Kalau Guru dan tubuh-tubuh sosialnya berkaitan dengan silek sitalarak. suatu rumus dan teori dalam mencari dan Silat merupakan seni beladiri tertua menetapkan suatu pergerakan. Seperti gerak di Minangkabau. Masing-masing wilayah ula lalok yang berarti bahwa gerak ular yang sedang tidur yang bisa saja tanpa terduga tersendiri yang masing-masingnya memiliki akan menyerang sasarannya, gerak tangkok perbedaan-perbedaan yang mendasar. Silek salendang yang menitik beratkan pada tangkap sitaralak yang berangkat dari Silek Tuo atau yang mematikan . Minangkabau silat sunua adalah apa yang terdapat dalam Maksud dari keteraturan adalah dimana Al-QurAoan dan Hadist yang diproyeksikan menjadi gerak yang dinamis. Dalam Al- ditentukan oleh cara memahami sehingga QurAoan dan Hadist terdapat empat perkara dapat mengenali isyarat-isyarat alam. Inti silat yaitu larangan, suruhan, sabar, dan perintah. menurut (Buya Zuari Abdullah 2020, hlm. Dari keempat perkara inilah terbentuk gerak adalah pada langkah tigo dan langkah ampek. beladiri, sehingga setiap gerak berisi larangan. Hal ini menjadi dasar untuk memahami silat suruhan, sabar atau perintah. Minangkabau. Sifat yang kuat dalam silek sitaralak dimulai dari huruf alif, ba, ta, dan seterusnya, adalah menyerang seperti gerak ula lalok kata sampai kalimat. Biasanya guru mengaji dan gerak tangkok salendang yang membuat harus bisa bersilat. Untuk itu perkembangan lawan tidak berkutik. Sementara dalam gerak silat selalu dimulai dari surau, tempat orang pandang harimau dan pandang kabau jalang lebih mempelajari Al-QurAoan dan Hadist. terlihat seperti kehati-hatian dalam bertahan. Istilah Menurut (Buya Zuari Abdullah 2019. Perpaduan gerak tersebut memiliki arti bahwa . bahwa dalam silat Minangkabau, keteraturan adalah rumus untuk memecahkan keseimbangan, ketenangan yang melahirkan suatu persoalan yang harus diperhitungkan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek Pak Guru dengan tepat sehingga mendapat hasil yang konsep yang mencerminkan konsep pribadi, yang memandang kehidupan lewat perilaku Menurut Shapie . 6, hlm. silat Perilaku itu banyak dicerminkan adalah karya seni masa lalu yang menjadi oleh penari. Ini memberikan asumsi bahwa Silat karya AuPak Guru: Silek SitaralakAy punya merupakan jiwa kepahlawanan yang dimiliki dimensi yang sangat dalam dari sikap dan seseorang dalam menata kehidupan untuk perilaku kehidupan. Manusia memiliki sifat sebagai Bagian struktur pertama adalah tema, penyerang dan bertahan, untuk itu perlu ada Soemanto . 1, hlm. menyebutnya premis. pengetahuan dan keterampilan bersilat. Premis adalah rumusan intisari karya sebagai Silat menurut pengkarya adalah garak landasan ideal dalam menentukan arah tujuan garik pandang kutiko . erak gerik dan pandang Dalam bahasa Indonesia, premis dapat ada saatny. dalam bayangan kepribadian diartikan sebagai ide pemikiran karya. Tema Minangkabau sangat erat hubungannya dengan nilai-nilai jiwa dari peradaban, roh dari kebudayaan. dance theatre yang lain, agar bisa ditemukan Silat makna yang lengkap dalam karya. Peneliti kehidupan masyarakat warisan leluhur yang menggunakan teknik pernafasan, ketahanan, implikasi daya tariknya dan nuansa-nuansa keseimbangan, dan kelenturan sehingga yang terbangun dalam dance theatre. Tema memberikan kelancaran dalam aliran darah dapat ditemukan dalam dialog dan diperjelas dalam pementasan (Kernodle, 1978, hlm. penciptaan kekaryaan . berbagai teknik Tiap adegan memiliki kesatuan erat yang di atas dalam dikonstruksi ulang dengan cara saling berhubungan untuk melengkapi dan stylisasi dan atau gerak-gerak simbolik. menyempurnakan tema. Gerak Dalam Tema utama karya ini adalah eksistensi mengolah gerak silat tradisi menjadi gerak pak guru dalam mengajarkan silat kepada yang lebih modern dan kontemporer untuk generasi muda sehingga persoalan menjadi kepentingan tontonan yang bersifat universal. komplek menuju perkembangan silat secara Gerak tangkok salendang menjadi kunci Persoalan-persoalan tersebut menyatu utama dalam membangun gerak simbolik dalam ruang yang sangat rapi. Karya ini yang dihadirkan di panggung pertunjukan. Karya . eraturan nilai-nilai dihadirkan yang memanfaatkan silat dengan . Berbicara tentang budaya, gerak ampek dan gerak tigo dengan konsep di Minangkabau tidak akan bisa lepas dari Dalam metodologi penciptaan membicarakan adat, syarak dan seni. Pada idiom silat dihadirkan dalam bentuk yang lebih kata adat mengandung kearifan, terkait Menurut Kartika . 6, hlm. bahwa karya interpretasi dibangun dengan yang menata hidup dan kehidupan suatu Adat Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi masyarakat dalam bingkai humanisasi atau dialog atau percakapan, tetapi sebuah interaksi Adat menjadikan masyarakat . 8, hlm. Tiap peristiwa dari masing- yang memiliki landasan dan pijakan dalam masing karakter menuntut reaksi dari karakter mengeksisitensikan diri di tengah kehidupan Penghayat tari menjadi tertarik untuk Hal ini tergambar dalam karya mengikuti peristiwa. Mereka ingin sekali menjilid sitaralak yang mempersoalkan adat melihat sesuatu yang akan terjadi selanjutnya. yang dikaitkan dengan eksistensi guru dalam Bagian pembukanya adalah eksposisi. Tahapan pembelajaran silat. ini menjelaskan kepada penikmat tari tentang Action kejadian yang telah terjadi dan yang sedang peristiwa yang terjadi, sedangkan karakter Penikmat tari tidak merasa a-historis bercerita tentang alasan peristiwa terjadi tentang cerita yang sedang disajikan. Bagian (Kernodle, 1978, hlm. Menggerakkan selanjutnya adalah komplikasi. Pada bagian peristiwa adalah karakter. Karakter melakukan ini, awal mula ketegangan dihadirkan. Setelah tindakan berdasarkan motivasi yang ada itu, ketegangan akan menaik, lambat laun dalam dirinya dan dari motivasi tersebut, menjadi keras menuju klimaks minor. Setelah dapat diketahui dimensi psikologis karakter. itu, ada dua pilihan, yaitu memperlambat Plot adalah ringkasan kisah atau lakon. ketegangan atau melanjutkan ketegangan Plot berbeda dengan cerita, karena caranya menuju ke ketegangan yang lebih besar. menyajikan hubungan urutan cerita dan Konfrontasi di dalamnya semakin menguat Plot merupakan urutan peristiwa sehingga timbul kemelut. Setelah mencapai yang berhubungan secara kausalitas. tahapan ini, ketegangan sudah tidak dapat lagi Plot bagi tari terutama memperhatikan mereda, tetapi terus memuncak. Pertarungan tentang kejadian yang terjadi. Segala sesuatu tiba di krisis mayor yang mungkin menjadi yang terjadi di dalam tari dibahas di dalam Sebuah tari terdiri dari sebuah rangkaian dengan klimaks mayor. Setelah itu, muncul kesimpulan atau denaounment, istilah bahasa satu sama lain menurut rencana pencipta. Prancis untuk menyebut sebagai pelepasan setiap kejadian dihubungkanAiselalu dalam Pada bagian ini, semuanya menjadi jelas sebuah jalur yang tidak terlihatAikepada . kejadian-kejadian yang mengikuti. Struktur Plot pementasan menjilid sitaralak adalah plot menunjuk pada seluruh organisasi tari. unsur-unsurnya cukup penting. Plot menjilid Analisis plot lebih menyeluruh daripada sitaralak dimulai dengan peristiwa tokoh struktur plot. Analisis plot lebih tertuju pada tergeletak dalam lingkar cahaya. Keheningan segala sesuatu yang terjadi di tari. Analisis panggung pada adegan pertama pementasan plot menganalisis tentang segala jenis insiden yang melibatkan konflik di dalam tari. diam belum tentu apatis. Diam merupakan Kernodle menjelaskan bahwa sebuah sikap waspada pada sesuatu yang datang seni pertunjukan bukan narasi, tidak hanya Dalam silat di Minangkabau. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari Dari Memori Silek Pak Guru posisi diam merupakan petanda bahwa ia dan perubahan secara terus-menerus. Rasa dalam kondisi siap untuk diserang. Alur dan periksa mengarah pada pertimbangan atau plot menjilid sitaralak sangat linear yaitu terhadap sebuah kondisi. Oleh karena itu, bergerak maju. setiap manusia harus mampu menyesuaikan Tokoh dalam menjilid sitaralak adalah dirinya dengan alam dan lingkungan hidup tokoh kelompok dan tokoh individu. Tokoh dan sesamanya sesuai dengan akal yang kelompok terdiri dari kelompok masyarakat merupakan bagian alam. Pertimbangan logika . ialah menyesuaikan diri dengan keadaan individu hanya terdiri dari pak guru dan yang lebih baik seperti pepatah malawan dunia seorang murid. Tokoh kelompok hanya bisa Pepatah lain yang mengatakan nan dilihat dari profesi mereka saja, walaupun gadang jan malendan, nan cadiak jan manjua. Sementara individu-individu. Raso jo pareso juga mengarah pada sikap Karakter tokoh dalam satu kelompok dalam mempertahankan atau memagar diri dan menjilid sitaralak mengarah pada aksi bersama lingkungan, pola babiliak ketek babiliak gadang. anyak muri. Aksi sosial berkaitan dengan Selanjutnya, sasaran dalam mempertahankan interaksi dengan perorangan atau kelompok masyarakat, terlihat dari adanya aksi dan tingkatannya yang bersifat aktif ialah melawan reaksi serta mengandung rangsangan dan dunia orang agar kedudukan mereka atau respons (Soekanto, 1975, hlm. Aksi kedudukan seseorang dari mereka sama sosial merupakan bagian dari pekerjaan sosial dengan yang lain. Posisi memagar, sifatnya yang memiliki komitmen untuk menjadi berjaga-jaga agar mereka tidak merasa atau agen atau sumber bagi mereka yang berjuang menjadi lebih rendah dari yang lain. Bentuk sikap mempertahankan dan memagari ini keperluan berbagai kebutuhan hidup. Pementasan menjilid sitaralak semua pemain memiliki kepentingan yang sama. batas-batas menuntut kebersamaan yang total, sehingga tidak seorang pun yang tidak berpartisipasi, sesuai dengan gadang kayu, gadang bahannyo. Kalau kehidupan harmonis maka hendaknya Suasana tergantung pada banyak unsur kepentingan tersebut harus dihargai, kalau tidak maka timbul konflik. Ketika ada peristiwa pembelajaran silat oleh pak guru dirasakan melalui bahasa tubuh dan spectacle. kepada murid maka kepentingan masing- Suasana terutama dikomunikasikan secara Akibatnya langsung kepada penghayat tari melalui ritme, timbul pemberontakan yang menyebabkan gerak, dialog, dan perubahan-perubahan mereka saling berbenturan. Benturan ini intensitas pencahayaan (Kernodle, 1978, hlm. tentu saja akan merugikan seluruh pihak. Dalam Kernodle, rhythm atau ritme Falsafah alam Minangkabau tentang raso jo sebagai urutan perubahan yang bervariasi. pareso menafsirkan kehidupan sebagai suatu Ia menyatakan bahwa ketika aliran seragam, tanpa intensitas variasi atau kecepatan, tidak Suasana Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Ali Sukri. Nanik Sri Prihatini. Eko Supriyanto. Silvister Pamardi ikon budaya Minangkabau yang saat ini sudah asing bagi generasi muda. Untuk itu karya ini menggambarkan seorang guru yang tidak lelah dalam mengajarkan silek sitaralak kepada anaknya dan juga murid-murinya yang lain. Karya menjilid sitaralak adalah karya yang bisa menjadi tuntunan . isamping tontona. untuk generasi muda. *** Gambar 1. Latihan tari Menjilid Sitaralak (Sumber: Ali Sukri, 2. ada ritme. Perubahan ritme merupakan terjadinya teror yang berbeda dengan harapan pada pemulihan. Setiap peristiwa yang sedang sebelumnya dan mengantar ke hubungan peristiwa selanjutnya di dalam teks. Ritme juga memasukan musik sebagai bagiannya dan masuk dalam kategori suasana. Unsur menjilid sitaralak adalah persoalan kebudayaan terutama budaya Minangkabau yaitu sistem pembelajaran silat. SIMPULAN Silek merupakan seni beladiri yang harus menjadi perhatian untuk dikembangkan dan kenalkan pada generasi muda. Silek menjadi Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 DAFTAR PUSTAKA