Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI SD N 1 CEMPAGA Ni Wayan Sri Darmayanti1. Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali. Bangli. Indonesia Sekolah Dasar Negeri 1 Cempaga wyndarmayanti@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPA Kelas V di SD N 1 Cempaga. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 orang yang merupakan siswa kelas V. Instrumen yang digunakan yaitu berupa Angket. Wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data pada penelitian ini menggunakan skala Likert, kemudian data akan dijumlahkan dan total skor yang diperoleh dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran IPA Kelas V Di SD N 1 Cempaga pada indikator pedagogik dapat dikategorikan sangat baik dengan responden tertinggi adalah 16 dan terendah adalah 2 responden, sedangkan pada indikator professional mencapai 15 kategori responden tertinggi dalam kategori sangat baik. Peneliti ini membuktikan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran IPA Kelas V di SD N 1 Cempaga dapat dikategorikan sangat baik. Kata kunci : Analisis Pelaksanaan Pembelajaran IPA Abstract This study aims to determine the implementation of class V science learning in 1 Cempaga Junior high school. This type of research is descriptive quantitative. subject in this study were 26 students grade V. The instrument used are in the form of quiries, interviews and documentation and the technical analysis of this study was the likert scale. The data will be counted and total scores obtained will be converted into qualitative data with five scale. The results of this study indicates that the implementation of class V learning at SD N 1 Cempaga in pedagogik indicators could be categorized very well with the highest respondents is 16 and the lowest are 2 respondents, while in professional indicators reached 15 highest category of respondents in a very good category. This research proves that the implementation of class V learning in SD N 1 Cempaga can be categorized very well. Key words : Analysis Implementation Of Science Learning PENDAHULUAN Kemajuan dan perkembangan zaman yang begitu pesat khususnya terjadi dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Pada perkembangan zaman di era saat ini dunia pendidikan juga harus melakukan suatu perubahan sistem pendidikan menuju ke arah yang lebih baik. Titik berat pembangun pendidikan di zaman yang terus berkembang ini dapat dilihat dari peningkatan kualitas dalam berbagai jenjang pendidikan termasuk sekolah dasar (SD) (Nisa et al. , 2. Sekolah dasar merupakan tahap awal pembentukan karakter siswa untuk kedepannya jadi pada tahap sekarang ini guru ditugaskan untuk menanamkan nilai Ae nilai positif bagi siswa yang akan berguna bagi kehidupannya dan juga pada tahap ini anak pertama kali Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 mendapatkan ilmu pengetahuan. sebaiknya siswa diberikan sebuah materi pelajaran yang sesuai dengan tingkatan usianya. Proses pembelajaran di SD sebagian besar lebih berpusat pada guru, namun seiring dengan perkembangan dan perubahan kurikulum, saat ini pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik, di mana peserta didik diminta untuk lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dengan mencari tahu di berbagai sumber dan siswa harus mampu memecahkan masalah serta diarahkan untuk berfikir analisis. (Nisa et al. , 2. Di SD banyak mata pelajaran yang diajarkan. Salah satunya adalah mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Ala. IPA termasuk mata pelajaran yang sudah diajarkan dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar yang dapat membuat siswa untuk berfikir lebih analisis, di mana IPA merupakan ilmu yang mengenalkan tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, melewati berbagai cara yaitu mengobservasi, mengamati, dan menyampaikan hasil pengamatan yang telah (Eliyana, 2. Jadi IPA bukan hanya menguasai sekumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau bahkan hanya prinsip saja, melainkan juga tentang proses Pendidikan IPA berorientasi pada penelitian dan pembelajaran IPA memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami secara ilmiah tentang alam di sekitar sehingga tercapainya keterampilan berfikir kognitif, psikomotor, dan sosial pada siswa (Handayani & Jumadi, 2. Pelaksanaan pembelajaran IPA jika tidak dipersiapkan dengan baik di lapangan, maka akan terjadi suatu permasalahan, suatu permasalahan yang muncul akan menjadi kesulitan bagi guru dalam menguasai teori secara menyeluruh, alokasi waktu pembelajaran yang tidak sesuai dengan pelaksanaan di ruang kelas, sedikitnya sarana dan prasarana yang mendukung pemelajaran IPA, dan penggunaan metode dalam pelaksanaan pembelajaran IPA, tidak sedikit guru ada yang menggunakan metode yang sesuai dengam pembelajaran dan juga masih ada guru yang menggunakan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan (Juwita, 2. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP) adalah pedoman bagi seorang pendidik pada saat melaksanakan aktivitas pembelajaran di kelas, jadi setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban untuk menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Sesuai dengan hasil penelitian relevan dapat simpulkan pelaksanaan pembelajaran IPA idealnya harus berdasarkan empat standar, diantaranya adalah standar isi akan membentuk speserta didik yang memiliki bekal ilmu pengetahuan, standar proses akan membentuk siswa yang memiliki keterampilan ilmiah, keterampilan berfikir dan strategi berfikir, standar inkuiri ilmiah akan membentuk siswa berfikir kritis dan kreatif, dan yang terakhir adalah standar asesmen yang digunakan untuk mengevaluasi siswa (Febriyanti et al. Pada penelitiannya (Faradita et al. , 2. mengatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan sebuah media berupa video dapat membangkitkan motivasi siswa sehingga materi yang diberikan guru menjadi lebih mudah untuk dipahami. akan tetapi dalam proses pembelajaran IPA guru masih memiliki banyak kendala salah satunya adalah tidak semua siswa yang memiliki gaya belajar yang sama dan juga penayangan sebuah video pembelajaran membuhtuhkan waktu yang sangat lama. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi di SD N 1 cempaga pada kelas V, masih dominan siswa mengalami kesulitan untuk memahami atau mengerti materi yag sedang dipelajari, sehingga guru mengalami kesulitan mengajak siswa agar perperan aktif dalam proses pembelajaransehingga kelas dapat dikatakan kurang kondusif. Selain hal tersebut, dalam proses pembelajaran khususnya IPA. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 kurangnya media pembelajaran dan alat peraktik lainnya. Sehingga peneliti melihat dalam pelaksanaan pembelajaran IPA kelas V masih kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin meneliti lebih lanjut terkait pelaksanaan pembelajaran IPA dengan judul AuAnalisis Pelaksanaan Pembelajaran IPA Di kelas 5 Di SDN 1 CempagaAy Dengan harapan dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA di Kelas tersebut. METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuatitatif. Dimana metode deskriptif kuantitatif lebih memfokuskan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang terkait dengan pertanyaan siapa, apa, dimana dan bagaimana suatu peristiwa atau pengalaman terjadi hingga akhirnya dikaji secara mendalam untuk menemukan pola yang muncul dalam peristiwa tersebut (Nurmalasari & Erdiantoro, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Angket ini bertujuan agar dapat mengetahui Proses Pelaksanaan Pembelajaran IPA Di SD N 1 Cempaga selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian angket menggunakan alat/instrument berupa lembar angket dengan daftar ( chek list ) pada jawaban yang sesuai dipilih oleh responden. Subjek dalam penelitian ini adalah guru IPA dan siswa kelas 5 SD N 1 Cempaga Yang terdiri dari 26 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus sampai November tahun 2022. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket. Angket validasi produk menggunakan skala likert. Menurut Kriyantono (Kriyantono, 2006:. skala Likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial(Suharjanti, 2. Menurut Koyan . , skala likert adalah skala yang memiliki gradulasi penilaian, yaitu sangat baik (SB), baik (B), cukup baik (CB). Kurang baik (KB) dan sangat tidak baik (STB). Data didapatkan dari penilaian ahli media, ahli materi, guru dan siswa kemudian akan dijumlahkan dan total skor yang diperoleh dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala Tabel. 1 Konversi Data Kuantitatif Ke Kualitatif Dengan Skala Lima Interval (M 1,50. < X Kriteria Skor Sangat baik (M 0,50. < X O (M 1,50. Baik (M Ae 0,50. < X O (M 0,50. Cukup baik (M Ae 1,50. < X O (M Ae 0,50. Kurang baik Tidak baik X O (M Ae 1,50. ( Monika n. ) (Azwar, 2. Keterangan: X = Total skor responden M = Mean ideal. A . kor maksimal ideal skor minimal idea. s = Simpangan baku ideal, 1/6 . kor maksimal ideal-skor minimal idea. HASIL DAN PEMBAHASAN Angket penelitian mengenai Pelaksanaan Pembelajaran IPA di Kelas V di SDN 1 Cempaga terdiri dari 2 aspek kompetensi yaitu aspek kompetensi pedagogik dan aspek Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 kompetensi professional. Lalu dibagi menjadi 7 indikator pada 10 pernyataan yang sudah diuji dan reliabilitasnya dari lampiran Permendiknas No. 16 Tahun 2007. Pernyataan pada angket ini dikategorikan menjadi pernyataan positif dengan lima alternatif jawaban, yaitu (SB) Sangat Baik, (B) Baik, (CB) Cukup Baik, (KB) Kurang Baik, (STB) Sangat Tidak Baik. Setiap alternatif jawaban memiliki skor yang dinyatakan pada tabel di bawah ini : Tabel. 2 Konversi Data Kuantitatif Ke Kualitatif Dengan Skala Lima Kriteria Skor Interval < X Sangat baik . ,3. < X O . Baik . ,6. < X O . Cukup baik . < X O . Kurang baik Sangat Tidak baik X O . Angket yang diberikan kepada responden ini berisikan sebuah pernyataan yang disusun berdasarkan dua aspek kompetensi inti yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional yaitu dilengkapi 7 indikator dan 10 pernyataan yang sudah valid. Setelah itu setiap indikator dihitung persentasenya dari setiap item pernyataan yang telah diisi oleh seluruh responden. Kemudian hasil yang didapatkan dari perhitungan setiap pertanyaan positif berdasarkan indikatornya setelah itu dihitung dan diinterpretasikan dengan kategori yang telah dijelaskan. Dari hasil konversi data kuantitatif ke kualitatif dengan skala lima didapatkan hasil bahwa dari 26 responden, 17 orang dikategorikan sangat baik dan 9 orang dikategorikan baik. Rekapitulasi keseluruhan indikator dari angket serta wawancara Pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas V di SD N 1 Cempaga dapat dilihat pada table dibawah ini : Tabel. 3 Rekapitulasi Rata Ae Rata Hasil Angket Per Indikator Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran IPA di Kelas V di SD N 1 Cempaga Aspek Indikator Pernyataan Angket Kompetensi Pedagogik STB Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik dikelas, di laboratorium. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Kompetensi Profesional memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan. Melakukan Refleksi terhadap Memanfaatkan teknologi informasi pembelajaran yang diampu Memahami Tujuan pembelajaran yang diampu Mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat peserta didik Mengikuti Kemajuan dengan belajar berbagai sumber berdasarkan tabel di atas, maka dari itu selanjutnya dapat dilihat hasil analisis deskriptif pada setiap item pernyataan perindikatornya sebagai berikut: Kompetensi Pedagogik Pada Indikator 1 yaitu Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang Dari hasil analisis pada idikator pertama yaitu menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Bisa dilihat pada tabel. 3, item pernyataan pertama Guru dalam menjelaskan materi pelajaran diiringi dengan suara lantang, memiliki hasil yang dapat dikategorikan sangat baik dan baik, dimana sebanyak 13 orang menjawab sangat baik, dan 13 orang siswa menjawab baik dari 26 jumlah keseluruhan responden. Pada item pernyataan kedua Guru saat mengajar melakukan metode pembelajaran yang bervariasi seperti diskusi kelompok. Tanya jawab dll, dari 26 jumlah responden, mendapatkan jawaban sebanyak 13 orang siswa dengan kategori sangat baik, dan 13 orang siswa menjawab dengan kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa guru menerapkan berbagai pendekatan strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu. Pada Indikator 2 yaitu melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang Hasil analisis deskriptif pada setiap item pernyataan pada indikator kedua juga termasuk pada aspek kompetensi pedagogik. Pada pernyataan ketiga Guru melaksanakan pembelajaran di laboratorium hasil jawaban yang didapatkan dari 26 jumlah responden yaitu, 2 orang menjawab dengan kategori sangat baik, 10 orang menjawab dengan kategori baik, 12 orang menjawab kategori kurang baik dan 2 Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 orang menjawab dengan kategori sangat tidak baik. Pada pernyataan keempat Guru melaksanakan pembelajaran di kelas, mendapatkan jawaban sebanyak 16 orang dengan kategori sangat baik dan 10 orang menjawab dengan kategori baik. Untuk mengetahui hasil yang diberikan oleh responden dapat dilihat pada tabel. Pada Indikator 3 yaitu Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah Agar dapat mengetahui hasil analisis deskriptif pada setiap masing- masing item pernyataan pada indikator ketiga ini yang termasuk kedalam aspek kompetensi pedagogik memiliki kategori lebih dominan sangat baik pada pernyataan kelima dan dominan baik pada pernyataan keenam. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Terlihat pada pernyataan kelima guru memberikan kesempatan kepada siswa bertanya sebelum mengakhiri pelajaran dari 26 jumlah keseluruhan responden, sebanyak 16 orang menjawab dengan kategori sangat baik, 9 orang menjawab dengan kategori baik, dan 1 orang menjawab dengan kategori kurang baik. Pada item pernyataan keenam setelah pembelajaran guru meminta siswa menuliskan apa yang sudah dipelajari/dipahami terkait materi yang dibahas mendapatkan hasil jawaban, 8 orang siswa menjawab dengan kategori sangat baik, 14 siswa menjawab dengan kategori baik, 3 orang menjawab dengan kategori kurang baik dan 1 orang siswa menjawab dengan kategori sangat tidak baik. Pada Indikator 4 yaitu memanfaatkan teknologi iformasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu Hasil analisis deskriptif pada setiap item pernyataan pada indikator keempat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu termasuk juga kedalam aspek kompetensi pedagogik yang terdiri dari satu item Pada pernyataan ketujuh guru saat mengajar menggunakan media pembelajaran bervariasi contohnya power point, video pembelajaran, dan alat peraga, sebanyak 14 orang siswa menjawab dengan kategori sangat baik, 10 orang menjawab dengan kategori baik, dan 2 orang siswa menjawab dalam kategori kurang baik, hal ini dapat dilihat pada tabel. Selain menggunakan angket, pada kompetensi pedagogik, agar mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPA Kelas V di SD N 1 Cempaga juga dilaksanakannya wawancara terhadap guru IPA. Untuk mengetahui hasil wawancara dapat dilihat pada tabel dibawah Pertanyaan Kendala yang dihadapi pembelajaran IPA ? Jawaban Guru proses Kendala yang dialami pada saat proses pembelajaran IPA yaitu kurangnya media pembelajaran dan juga pada saat diskusi kelompok anak Ae anak belum bisa mengeluarkan pendapatnya. Bahan ajar yang diperlukan dalam Bahan ajar yang belum ada di sekolah tetapi pembelajaran IPA, yang belum ada di jangat diperlukan adalah media KIT IPA, namun hal itu dapat diatasi dengan sekolah tetapi sangat diperlukan? memanfaatkan teknologi dan internet yang Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Kompetensi professional Pada Indikator 5 yaitu memahami tujuan pembelajaran yang diampu Hasil analisis deskriptif pada setiap item pernyataan pada indikator kelima ini termasuk ke dalam aspek kompetensi professional. Item pernyataan yang termasuk ke dalam indikator kelima ini adalah pernyataan pada nomor delapan, yaitu Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, pada pernyataan ini mendapatkan responden sebanyak 12 orang siswa dengan kategori sangat baik dan 14 orang siswa menjawab dengan kategori baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel. Pada Indikator 6 yaitu mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat peserta didik Hasil analisis deskriptif pada indikator keenam yang termasuk pada aspek kompetensi professional tentang mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat peserta didik dengan pernyataan kesembilan yaitu guru melatih pemahaman siswa dengan mengerjakan soal latihan mendapat jawaban dengan mengarah kategori sangat baik, hal ini dapat dilihat pada tabel. Dimana sebanyak 15 orang siswa menjawab dengan kategori sangat baik dan 11 orang siswa menjawab dengan kategori baik. Hal ini dapat dinyatakan bahwa guru sudah mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat peserta Pada Indikator 7 yaitu mengikuti kemajuan zaman dengan belajar berbagai Hasil analisis deskriptif pada indikator keenam yang termasuk pada aspek professional mengikuti kemajuan zaman dengan belajar berbagai sumber dari item pernyataan kesepuluh guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekitar, mendapat jawaban sebanyak 13 orang siswa menjawab dengan kategori sangat baik, 11 orang siswa menjawab dengan kategori baik, 1 orang siswa menjawab dengan kategori kurang baik dan 1 orang siswa menjawab dengan kategori sangat tidak baik, hal ini dapat dilihat pada tabel. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui tingkat ketercapaian pelaksanaan pembelajaran IPA di Kelas V di SD N 1 Cempaga. Penelitian ini berdasarkan pada indikator Permendiknas No 16 Tahun 2007 yang telah dibatasi pada dua aspek kompetensi inti yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi professional di mana terdiri dari 7 indikator. Kemudian Indikator tersebut dibagi menjadi 10 pernyataan yang telah tervalidasi dan disusun dalam sebuah angket penelitian. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru pada saat melaksanakan setiap kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. (Muhammadiyah & Utara, 2. sedangakan kompetensi professional yang dikatakan (Mulyasa, 2. dalam penelitiannya (Putri & Syofyan, 2. merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam menguasai pengetahuan secara luas dan mendalam yang bertujuan membimbing siswa agar mencapai standar kompetensi yang ditetapkan pada standar nasional pendidikan. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan peneliti kepada siswa dan guru di kelas V di SD N 1 Cempaga dalam pembelajaran IPA dapat dikategorikan sangat baik. Dari hasil konversi data kuantitatif ke kualitatif dengan skala lima didapatkan hasil bahwa dari 26 responden, 17 orang dikategorikan sangat baik dan 9 orang dikategorikan baik. Hal ini karena jika hasil skor yang dijumlahkan mendapatkan hasil 40 atau lebih maka dapat dikategorikan sangat baik, jika hasil yang dijumlahkan adalah 30 atau kurang dari 40 dapat dikategorikan baik, dan seterunya sesuai Tabel. Kemudian dari hasil analisis data yang diperoleh per- Indikator didapatkan bahwa tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas V di SD N 1 Cempaga pada aspek kompetensi pedagogik indikator pertama menerapkan berbagai pendekatan. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran sudah berada pada kategori sangat baik. Pada saat proses pembelajaran memang benar guru selalu menjelaskan materi pelajaran diiringi dengan suara lantang dan dapat didengar sangat jelas oleh seluruh siswa kelas V, selain itu guru menggunakan metode pembelajaran yang sangat bervariasi salah satunya adalah diskusi kelompok. Hal tersebut membuat siswa yang memiliki kemampuan sedang akan dapat berdiskusi atau bekerja sama dengan siswa yang berkemampuan tinggi. Pada indikator kedua yaitu Melaksanakan pembelajaran yang mendidik dikelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang Dari hasil analisis data dilihat pada item pernyataan ketiga guru melaksanakan pembelajaran di laboratorum, siswa lebih dominan memberi tanggapan kurang baik, hal tersebut terjadi karena pada SD N 1 Cempaga belum memiliki ruangan Laboratorium, pada dasarnya untuk anak yang masih berada di SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak yang usianya lebih muda, dimana mereka lebih senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung (Fitri, 2. Sedangkan pada indikator kedua dengan item pernyataan keempat, siswa lebih dominan memberikan tanggapakan sangat baik. Yaitu guru melaksanakan pembelajaran di kelas, hal tersebut memang benar adanya, guru selalu memanfaatkan kelas untuk melakukan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar yang ada. Kemudian pada indikator ketiga Melakukan Refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan berdasarkan hasil data yang diperoleh bahwa tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA kelas V SD N 1 Cempaga dapat dikategorikan sangat baik, dari hasil jawaban siswa disana dinyatakan bahwa dalam pembelajaran guru sudah melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, berdasarkan hasil observasi peneliti pada saat proses pembelajaran guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang pelajaran yang telah dilakukan sebelum mengakhiri pembelajaran. Bertanya merupakan sesuatu yang dapat mendukung tercapainya pengetahuan peserta didik pada tingkat yang lebih tinggi. Pada saat belajar mengajar jika guru hanya menjelaskan materi pelajaran dengan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, maka proses pembelajaran akan sangat membosankan (Kalsum et al. , 2. Berdasarkan dari hasil analisis data dan observasi yang dilakukan peneliti bahwa setiap item pernyataan pada indikator ketiga yaitu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan sudah dikategorikan terlaksana dengan baik. Kemudian pada indikator keempat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu, berdasarkan analisis data dan observasi bahwa tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA rata Ae rata adalah sangat baik. Berdasarkan hasil wawancara dilaksanakan kepada guru IPA kelas V bahwa pada saat pembelajaran guru sering menggunakan media pembelajaran yang menarik seperti power point, video pembelajaran dan media lainnya secara bervariasi agar menarik dan siswa termotivasi untuk belajar. Hal ini didukung oleh penelitian (Pebriani, 2. yang dibuktikan bahwa pada saat guru memberikan media berupa video pada proses pembelajaran khususnya IPA membuat motivasi belajar dan hasil belajar kognitif siswa meningkat, hal ini dikarenakan siswa akan lebih bersemangat dalam proses belajarnya karena terdapat inovasi baru yang diberikan guru. Memanfaatkan teknologi yang semakin canggih dalam pembelajaran memberikan solusi terbaik dalam mengkonversi pembelajaran yang awalnya kurang menyenangkan menjadi pembelajaran yang kooperatif, interaktif dan inovasi dengan memberikan berbagai media teknologi yang sangat canggih pada saat ini. (Karom, 2. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Ni Wayan Sri Darmayanti1 ,Ni Kadek Tina Saputri2. Dwi Prabayanthi3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Kemudian, berdasarkan setiap item pernyataan pada indikator kelima dalam aspek kompetensi professional, kompetensi professional merupakan kompetensi yang berhubungan dengan tugas profesionalnya sebagai seorang guru (Maimunah, 2. Indikator pada aspek professional yang pertama yaitu memahami tujuan pembelajaran yang diampu jika dilihat dari hasil analisis data yang diisi oleh siswa sudah berdapa paa kategori sangat baik namun lebih dominan jawaban siswa termasuk kedalam kategori baik. Menurut Sadirman ( 2012: dalam penelitian (Marairy, 2. menyatakan bahwa sebelum memulai pelajaran, sangat penting bagi guru unruk merumuskan tujuan yang akan dicapa. Tujuan pembelajaran ini sangat penting karena dapat dijadikan pedoman praktis tentang sejauh mana kegiatan pembelajaran harus dibawa. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti, pada saat pembelajaran di kelas V SD N 1 Cempaga memang benar adanya pada saat pembelajaran akan dimulai, guru selalu menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada hasil analisis deskriptif indikator keenam yang terdapat pada aspek professional tentang mengolah materi pelajaran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dari satu item pernyataan yang diberikan siswa lebih dominan menjawab ke dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil wawancara yang diberikan kepada guru IPA kelas V di SD N 1 Cempaga guru memberikan soal latihan untuk pemahaman siswa agar siswa lebih memahami serta melatih pada materi yang diajarkan. Guru dituntut untuk mencari tahu secara menyeluruh bagaimana seharusnya siswa itu belajar agar tercapainya tujuan pembelajaran, apabila terdapat kegagalan pada siswa, maka peran guru disini menemukan penyebabnya dan mencari solusinya. (Bagou & Suking, 2. Sedangkan hasil analisis pada indikator ke tujuh mengikuti kemajuan zaman dengan belajar berbagai sumber yang juga termasuk ke dalam aspek kompetensi professional, pada item pernyataan ke sepuluh siswa lebih dominan memberikan jawaban pada kategori sangat Berdasarkan hasil penelitian pengolahan data yang telah dilakukan, maka dapat dinyatakan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran IPA di Kelas V di SD N 1 Cempaga sudah termasuk pada kategori sangat baik, hanya saja belum menggunakan laboratorium sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil dan pembahasan secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran IPA di SD N 1 Cempaga untuk kelas V sudah baik. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian (Febriyanti et al. , 2. yang menujukkan bahwa proses pembelajaran IPA terpadu dalam pelaksanaan kurikulum 2013 di SMP kecamatan Sumur secara keseluruhan sudah dilaksanakan dengan baik. Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik jika guru telah menggunakan Pendekatan. Strategi. Metode dan Teknik pembelajaran yang baik dan benar sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan. Disamping itu, pembelajaran akan lebih efektif jika menggunakan media pembelajaran yang bervariasi agar menarik perhatian siswa dan mnambah motivasi belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dari analisis data yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran IPA Di Kelas V Di SD N 1 Cempaga pada indikator pedagogik dapat dikategorikan sangat baik dengan responden tertinggi adalah 16 dan terendah adalah 2 responden, sedangkan pada indikator professional mencapai 15 kategori responden tertinggi dalam kategori sangat baik. Peneliti ini membuktikan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran IPA di Kelas V di SD N 1 Cempaga dapat dikategorikan sangat UCAPAN TERIMAKASIH