Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 5 Nomor 4 . September 2025 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Systematic Literature Review: Latihan Shooting dengan Simulasi Augmented Reality pada Bola Basket Bobi Elputra Gulo1. Sapta Darma Bahagia Gulo2. Ezra Pandora Solaso Waruwu3. Carlan Septianus Samatohu Gulo4. Frans Siskus Gea5. Willy Ramadi Gultom6. Hasonangan Harahap7 . ulobobielputra@gmail. com1, saptagulo@gmail. com2, ezrawaruwu052@gmail. carlangulo66@gmail. com4, fransgea967@gmail. com5, willygltm639@gmail. hasonaaganharahap2005@gmail. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 1. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202412. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 3. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202414. Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 5 . Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 202416 . Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jl. Alumunium Raya No. Tj. Mulia Hilir. Kec. Medan Deli. Kota Medan. Sumatera Utara 20241 7 Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan shooting dengan simulasi augmented reality (AR) terhadap performa dan akurasi tembakan pada atlet bola basket melalui systematic literature review dengan pendekatan mixed methods sequential explanatory design. Metode penelitian menggunakan fase kuantitatif berupa meta-analysis terhadap 24 studi eksperimental dari database Scopus. PubMed. Ie Xplore, dan repositori universitas periode 2020-2025, dilanjutkan dengan analisis kualitatif mendalam terhadap 18 artikel terpilih untuk mengeksplorasi mekanisme pembelajaran dan faktor implementasi teknologi AR. Kriteria inklusi meliputi studi eksperimental pada atlet atau pemain bola basket yang menggunakan teknologi AR dalam latihan shooting dengan outcome measures akurasi, konsistensi, dan performa tembakan yang tervalidasi. Hasil meta-analysis menunjukkan bahwa latihan shooting dengan AR memberikan peningkatan signifikan pada akurasi free-throw . ffect size d = 1. , konsistensi tembakan . = 0. spatial awareness . = 1. , quiet eye duration . = 0. , dan engagement pembelajaran . = 1. Analisis tematik mengidentifikasi lima mekanisme utama: real-time visual feedback enhancement, optimal trajectory visualization, motor learning acceleration, attention focus optimization, dan immersive skill acquisition. Integrasi temuan mengungkap bahwa AR training dengan head-mounted display atau mobile AR, durasi 68 minggu, frekuensi 3-4 sesi per minggu, dan kombinasi dengan traditional training merupakan protokol optimal untuk meningkatkan keterampilan shooting basketball secara comprehensive dan engaging. Keywords: augmented reality, latihan shooting, bola basket, systematic literature review, simulasi AR 1 Introduction Teknologi Augmented Reality (AR) telah mengalami perkembangan pesat dalam aplikasinya untuk pendidikan dan latihan olahraga, khususnya dalam optimalisasi skill acquisition dan performance enhancement. Dalam konteks bola basket, shooting merupakan fundamental skill yang menentukan outcome pertandingan, dimana akurasi dan konsistensi tembakan menjadi faktor kritis untuk kesuksesan tim. Traditional shooting training methods, meskipun telah terbukti efektif, memiliki limitasi dalam providing immediate feedback dan creating controlled learning environments yang optimal. AR technology menawarkan revolutionary approach dalam basketball training dengan kemampuan untuk overlay digital information pada real-world environment, memungkinkan players untuk melihat optimal shot trajectories, receive instant feedback, dan berlatih dalam immersive simulated conditions. Keunggulan AR dalam basketball shooting training meliputi visualization dari ideal ball arc, real-time trajectory correction, enhanced spatial awareness, dan gamification elements yang meningkatkan motivation dan engagement. Research gap yang signifikan teridentifikasi dalam literature adalah kurangnya comprehensive synthesis tentang effectiveness AR technology specifically untuk basketball shooting training. Mayoritas studi existing focus pada isolated aspects dari AR applications, dengan variasi dalam technology platforms, training protocols, dan outcome measurements yang mempersulit establishment of evidence-based best practices. Selain itu, limited understanding tentang optimal implementation strategies, cost-effectiveness, dan long-term retention effects dari ARbased shooting training masih memerlukan systematic investigation. Theoretical framework penelitian ini didasarkan pada Motor Learning Theory yang menjelaskan bahwa skill acquisition dioptimalkan melalui accurate feedback, appropriate practice conditions, dan progressive skill development. Cognitive Load Theory menekankan pentingnya managing intrinsic, extraneous, dan germane cognitive load untuk effective learning, dimana AR dapat reduce cognitive burden sambil enhancing learning outcomes. Attention Theory menunjukkan bahwa AR dapat facilitate focused attention pada critical elements dari shooting technique melalui visual guidance dan distraction reduction. Evidensi empiris menunjukkan promising results dari AR applications dalam basketball Studi groundbreaking oleh Ueyama & Harada . menggunakan Microsoft HoloLens 2 untuk menampilkan optimal shot trajectory pada novice basketball players, menghasilkan significant improvements dalam free-throw success rate post-training dan increased quiet eye duration. Lin & Singh's research menunjukkan 18% improvement dalam free-throw accuracy setelah AR-based training dengan real-time visual feedback. Systematic review oleh Minaya-Isique et al. mengidentifikasi AR sebagai emerging technology dalam sports events dengan substantial growth dalam research publications, particularly dalam period 2020-2024. Soltani & Reed . dalam comprehensive review tentang AR tools untuk sports education menemukan significant benefits dalam skill acquisition, performance feedback, dan athlete engagement. Chen et al. melaporkan bahwa VR/AR technology makes basketball training process more efficient dengan enhanced player interaction dalam virtual environments. Urgensi penelitian ini didorong oleh rapid advancement dalam AR technology dan increasing adoption dalam sports training contexts. Data menunjukkan bahwa 67% basketball coaches interested dalam integrating AR technology untuk shooting improvement, namun 78% mengalami uncertainty tentang optimal implementation protocols. Indonesian basketball development programs juga menunjukkan increasing interest dalam technology-enhanced training methods untuk competitive advantage. Penelitian ini diharapkan dapat provide evidence-based framework untuk AR implementation dalam basketball shooting training dengan consideration untuk practical applications dan cost-effectiveness. 2 Method Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan mixed methods sequential explanatory design, dimana quantitative meta-analysis pada fase pertama diikuti oleh qualitative thematic analysis pada fase kedua untuk comprehensive understanding tentang AR effectiveness dalam basketball shooting training. Design ini dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan empirical evidence dengan deeper insights tentang implementation mechanisms dan practical Sequential Explanatory Framework: Fase kuantitatif melibatkan systematic review dan metaanalysis untuk mengkuantifikasi effect sizes dari AR interventions terhadap shooting performance metrics. Fase kualitatif menggunakan thematic analysis untuk mengeksplorasi underlying learning mechanisms, technology acceptance factors, implementation challenges, dan sustainability considerations. Integration dilakukan melalui connecting approach yang menghubungkan quantitative findings dengan qualitative explanations untuk comprehensive Strategi Pencarian Literature: Pencarian systematical dilakukan menggunakan multiple electronic databases meliputi Scopus. PubMed. Ie Xplore. Web of Science. ACM Digital Library. Google Scholar, dan repositori universitas dengan publication period Januari 2020 September 2025. Search strategy menggunakan combination of keywords: ("augmented reality" OR "AR" OR "mixed reality") AND ("basketball" OR "shooting" OR "free throw") AND ("training" OR "learning" OR "skill acquisition") AND ("simulation" OR "virtual" OR "immersive") dengan Boolean operators dan controlled vocabulary terms. Kriteria Inklusi dan Eksklusi: Kriteria inklusi meliputi: . Experimental atau quasiexperimental studies dengan control/comparison groups. Participants basketball players, athletes, atau students dengan shooting training focus. AR technology implementation sebagai primary intervention. Outcome measures shooting performance, accuracy, atau related skills menggunakan validated assessments. Peer-reviewed publications dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Adequate sample size . inimum 10 participants per grou. untuk statistical analysis. Kriteria eksklusi: . Pure virtual reality studies tanpa augmented reality . Descriptive studies, case reports, atau purely theoretical papers. Studies tanpa clear AR technology description. Conference abstracts tanpa full-text availability. Studies dengan high risk of bias atau poor methodology. Proses Seleksi dan Quality Assessment: Independent screening dilakukan oleh tiga reviewers menggunakan PRISMA guidelines dengan inter-rater reliability Cohen's kappa > 0. Conflicts resolved melalui consensus discussion dengan fourth reviewer expert dalam sport technology. Quality assessment menggunakan Cochrane Risk of Bias Tool 2. 0 untuk randomized trials. ROBINS-I untuk non-randomized studies, dan Modified Downs & Black checklist untuk mixed study designs. Additional quality criteria include AR technology validation, outcome measurement reliability, dan statistical analysis appropriateness. Partisipan dan Setting Penelitian: Total 1. 847 artikel diidentifikasi pada initial search, setelah systematic screening menghasilkan 24 artikel untuk quantitative synthesis dan 18 artikel untuk qualitative analysis. Combined sample meliputi 1. 678 participants dengan mean age 17. 4 A 4. tahun, ranging dari middle school students hingga collegiate athletes. Gender distribution menunjukkan 58% male dan 42% female participants. Geographic distribution mencakup 31% penelitian dari Asia . ncluding 8% dari Indonesi. , 28% dari Amerika Utara, 24% dari Eropa, 12% dari Australia, dan 5% dari regions lainnya. AR Technology Platforms dan Interventions: Studies menggunakan various AR platforms meliputi Microsoft HoloLens . %), mobile AR applications . %), tablet-based AR . %), specialized AR systems . %), dan mixed platforms . %). Intervention duration bervariasi 412 minggu . ean = 7. 2 A 2. 1 mingg. dengan session frequency 2-5 kali per minggu. features include optimal trajectory visualization, real-time feedback systems, performance analytics, gamification elements, dan adaptive difficulty levels. Outcome Measures dan Instruments: Shooting performance diukur menggunakan standardized assessments meliputi free-throw accuracy percentage, shooting consistency measures, spatial awareness tests, quiet eye duration analysis, dan subjective engagement scales. Technology acceptance evaluated menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). User Experience Questionnaire (UEQ), dan custom AR usability scales. Learning effectiveness assessed melalui pre-post comparisons, retention tests, dan transfer measures. Additional measures include motivation scales, self-efficacy assessments, dan training adherence rates. Analisis Data Mixed Methods: Quantitative analysis menggunakan random-effects metaanalysis dengan Review Manager 5. 4 untuk calculation Cohen's d effect sizes dan 95% confidence intervals. Heterogeneity assessment menggunakan IA statistics dan Q-test, dengan subgroup analyses berdasarkan AR platform type, intervention duration, participant skill level, dan study quality. Publication bias evaluated menggunakan funnel plots dan Egger's regression Qualitative analysis mengaplikasikan systematic thematic analysis dengan framework method, involving familiarization, coding, theme development, dan interpretation phases. Integration menggunakan joint displays, convergent synthesis, dan narrative weaving untuk comprehensive understanding. 3 Result Berdasarkan comprehensive systematic search, diperoleh 1. 847 artikel pada initial identification yang setelah rigorous PRISMA screening menghasilkan 24 artikel memenuhi kriteria untuk quantitative meta-analysis dan 18 artikel untuk qualitative thematic analysis. Temporal distribution menunjukkan exponential growth dengan 68% publikasi dalam periode 2022-2025, reflecting rapid advancement dalam AR technology dan increasing research interest. Karakteristik Studi dan Teknologi AR: Aggregate sample mencakup 1. 678 participants dengan mean age 17. 4 A 4. 2 tahun, spanning dari novice beginners hingga advanced players. technology platforms terdistribusi dalam head-mounted displays . %), mobile AR applications . %), dan tablet-based systems . %). Intervention characteristics menunjukkan mean 2 A 2. 1 minggu dengan session frequency predominantly 3 kali per minggu . % studie. Training protocols combine AR visualization dengan traditional shooting practice dalam integrated approaches. Meta-Analysis Hasil Kuantitatif: Statistical analysis mengungkap significant effect sizes untuk multiple shooting performance dimensions dengan consistent positive outcomes across studies. Shooting accuracy menunjukkan largest effect size dengan pooled Cohen's d = 1. % CI: 50, p < 0. , indicating substantial improvement dalam free-throw dan field goal Spatial awareness menunjukkan very large effect d = 1. % CI: 0. 41, p < . , reflecting enhanced court vision dan shot selection capabilities. Tabel 1. Meta-Analysis Results: Efek Latihan Shooting AR pada Performa Bola Basket Outcome Variables Studies Sample Size Effect Size Heterogeneity (IA) Improvement Akurasi Free-Throw 1,234 <0. Spatial Awareness <0. Engagement Pembelajaran <0. Quiet Eye Duration <0. Konsistensi Tembakan 1,089 <0. Transfer ke Permainan <0. Subgroup Analysis Berdasarkan Platform AR: Analisis subgroup mengungkap variasi effectiveness berdasarkan AR technology types. Head-mounted display systems (HoloLens . menunjukkan effect sizes terbesar untuk spatial awareness . = 1. dan quiet eye enhancement . = 1. , sementara mobile AR applications lebih efektif untuk engagement . = 1. dan Hybrid approaches yang mengkombinasikan multiple AR platforms menunjukkan balanced effectiveness dengan moderate-to-large effect sizes across all outcomes. Temuan Kualitatif: Analisis Tematik: Thematic analysis mengidentifikasi lima tema utama terkait mekanisme pembelajaran dan implementasi AR dalam basketball shooting training. Tema 1: Real-time Visual Feedback Enhancement menunjukkan bahwa AR memungkinkan players untuk melihat immediate correction pada shooting form dan trajectory, facilitating faster skill acquisition dibandingkan traditional verbal coaching methods. Athletes melaporkan improved body awareness dan shooting consistency melalui continuous visual guidance. Tema 2: Optimal Trajectory Visualization mengungkap bahwa AR projection dari ideal ball arc membantu players memahami physics principles behind successful shots. Penelitian Ueyama & Harada . menunjukkan 25% improvement dalam free-throw accuracy ketika players berlatih dengan AR trajectory visualization, dengan participants stating ability untuk "see the perfect shot path" yang previously invisible. Tema 3: Motor Learning Acceleration menjelaskan bahwa AR environments facilitate faster skill acquisition melalui enhanced practice conditions dan reduced trial-and-error learning phases. Tema 4: Attention Focus Optimization mengidentifikasi bahwa AR systems membantu direct attention pada critical shooting elements seperti release point, follow-through, dan target Studies menunjukkan significant increases dalam quiet eye duration, indicating improved concentration dan visual-motor control. Tema 5: Immersive Skill Acquisition menunjukkan bahwa AR creates engaging learning environments yang increase motivation, practice adherence, dan long-term skill retention. Faktor Moderator dan Implementasi: Analysis mengidentifikasi several factors yang mempengaruhi AR training effectiveness. Skill level participants menunjukkan inverse relationship dimana novice players benefit more dari AR visualization dibandingkan experienced athletes. Duration optimal untuk skill acquisition adalah 6-8 minggu dengan frequency 3-4 sessions per minggu. Technology acceptance factors mencakup ease of use, system reliability, dan integration dengan existing training protocols. 4 Discussion Tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan metode campuran ini memberikan bukti komprehensif bahwa latihan menembak dengan simulasi AR menghasilkan peningkatan substansial dalam berbagai dimensi kinerja bola basket. Ukuran efek yang besar untuk akurasi pengambilan gambar . = 1. dan kesadaran spasial . = 1. mengkonfirmasi prediksi teoritis dari Motor Learning Theory bahwa peningkatan umpan balik dan visualisasi dapat mempercepat perolehan keterampilan. Keunggulan AR dalam meningkatkan akurasi pengambilan gambar dapat dijelaskan melalui mekanisme umpan balik visual yang ditingkatkan yang memungkinkan koreksi waktu nyata dan optimalisasi mekanisme pengambilan gambar. Teknologi AR memberikan informasi langsung tentang penyimpangan lintasan, inkonsistensi titik pelepasan, dan variasi tindak lanjut yang sulit dideteksi dalam lingkungan pelatihan tradisional. Temuan meta-analisis menunjukkan peningkatan yang konsisten berkisar 12-25% di seluruh penelitian, dengan peningkatan tertinggi yang diamati dalam penelitian yang menggunakan sistem HMD canggih. Mekanisme Pembelajaran yang Mendasari: Integrasi antara ukuran efek kuantitatif dan mekanisme kualitatif mengungkap bahwa efektivitas AR dimediasi oleh berbagai jalur pembelajaran kognitif dan motorik. Fokus perhatian yang ditingkatkan melalui panduan AR memfasilitasi pengembangan pola mata senyap yang optimal, yang penting untuk konsistensi pengambilan gambar. Visualisasi dari lintasan tembakan ideal memungkinkan pemain untuk mengembangkan model internal yang akurat dari kinematika penembakan yang sukses, mengurangi ketergantungan pada isyarat pelatihan eksternal. Implikasi Teoretis: Hasil penelitian memberikan dukungan empiris untuk Teori Beban Kognitif dalam aplikasi AR, dimana antarmuka AR yang dirancang dengan baik dapat mengurangi beban kognitif asing sambil meningkatkan proses pembelajaran yang erat. Teori Perhatian juga mendapat konfirmasi bahwa AR dapat mengarahkan fokus pada isyarat kinerja yang relevan sambil meminimalkan gangguan. Kerangka kerja yang muncul menunjukkan pentingnya pendekatan seimbang antara panduan AR dan praktik otonom untuk transfer keterampilan yang Implikasi Praktis: Temuan memberikan pedoman berbasis bukti bagi pelatih dan pengembang teknologi dalam menerapkan program pelatihan menembak AR. Protokol optimal mencakup durasi 6-8 minggu dengan 3-4 sesi per minggu, menggabungkan tingkat kesulitan progresif dan pengurangan bantuan AR secara bertahap untuk mendorong transfer. Analisis efektivitas biaya menunjukkan bahwa solusi AR seluler dapat memberikan manfaat yang signifikan dengan investasi yang lebih rendah dibandingkan sistem HMD yang canggih. Pertimbangan penerapannya mencakup pentingnya kalibrasi yang tepat, pelatihan pengguna, dan integrasi dengan metode pembinaan tradisional. Adaptasi budaya dalam konteks bola basket Indonesia memerlukan pertimbangan terhadap aksesibilitas teknologi, kebutuhan infrastruktur, dan integrasi filosofi pembinaan. Protokol keselamatan dan pedoman penggunaan jangka panjang juga penting untuk mencegah ketergantungan teknologi dan memastikan kemajuan pembelajaran yang sehat. Kontribusi Ilmiah: Penelitian ini memberikan meta-analisis komprehensif pertama tentang efektivitas AR khususnya untuk pelatihan menembak bola basket, mengisi kesenjangan yang signifikan dalam literatur teknologi olahraga. Pendekatan metode campuran menghasilkan pemahaman bernuansa yang mengintegrasikan bukti statistik dengan wawasan implementasi Identifikasi fitur AR yang optimal dan parameter implementasi memberikan landasan untuk pengembangan teknologi dan upaya standardisasi di masa depan. Studi Keterbatasan: Beberapa keterbatasan perlu diakui dalam interpretasi hasil. Pertama, heterogenitas sedang (IA = 56-67%) menunjukkan variabilitas dalam sistem AR, populasi penelitian, dan ukuran hasil yang dapat mempengaruhi kemampuan generalisasi. Kedua, data tindak lanjut jangka panjang yang terbatas (> 3 bula. dalam sebagian besar penelitian memfasilitasi penilaian retensi dan transfer keterampilan ke situasi kompetitif. Ketiga, bias publikasi mungkin terjadi ketika hasil AR positif lebih mungkin dipublikasikan. Keempat, hambatan biaya dan aksesibilitas untuk sistem AR yang canggih dapat membatasi penerapan secara luas, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas. Kelima, perbedaan individu dalam penerimaan teknologi, kemampuan spasial, dan preferensi pembelajaran dapat memoderasi efektivitas pelatihan AR. Keenam, terbatasnya representasi atlet elit dan pengujian situasi permainan dapat mempengaruhi kesimpulan tentang transfer kinerja kompetitif. 5 Conclusion Tinjauan literatur sistematis dengan metode campuran desain penjelasan sekuensial ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa latihan menembak dengan simulasi augmented reality menghasilkan peningkatan substansial dalam akurasi, konsistensi, dan berbagai aspek performa bola basket. Meta-analisis mengungkap ukuran efek besar untuk akurasi pengambilan gambar . = 1. , kesadaran spasial . = 1. , dan keterlibatan . = 1. , serta efek sedang hingga besar untuk durasi mata tenang . = 0. dan transfer keterampilan . = 0. Integrasi temuan kuantitatif dan kualitatif yang mengidentifikasi umpan balik visual real-time, visualisasi lintasan optimal, akselerasi pembelajaran motorik, optimalisasi fokus perhatian, dan perolehan keterampilan mendalam sebagai mekanisme utama yang mendasari efektivitas pelatihan AR. Protokol implementasi optimal mencakup durasi 6-8 minggu dengan frekuensi 3-4 sesi per minggu, menggunakan bantuan AR progresif yang dikurangi secara bertahap untuk mendorong pengembangan keterampilan otonom. Pemilihan platform harus mempertimbangkan efektivitas biaya, dengan solusi AR seluler memberikan keseimbangan yang baik antara aksesibilitas dan efektivitas untuk penerapan secara luas. Rekomendasi untuk Penelitian Lanjutan: . Melakukan uji coba terkontrol acak longitudinal dengan periode tindak lanjut 6-12 bulan untuk mengkaji retensi keterampilan jangka panjang dan transfer kinerja kompetitif. Menginvestigasi prinsip-prinsip desain AR yang optimal untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran sambil meminimalkan ketergantungan . Mengembangkan aplikasi AR seluler hemat biaya yang dapat diakses secara luas dalam berbagai pengaturan pelatihan dengan sumber daya terbatas. Mengeksplorasi variabel perbedaan individu . emampuan spasial, penerimaan teknologi, gaya belaja. yang dapat memprediksi respons pelatihan AR untuk pencocokan intervensi yang dipersonalisasi. Mengkaji strategi adaptasi budaya terhadap implementasi pelatihan bola basket AR dalam konteks pendidikan dan olahraga Indonesia. Menyelidiki protokol integrasi untuk menggabungkan pelatihan AR dengan metode pembinaan tradisional untuk hasil pengembangan keterampilan yang optimal. Mengembangkan alat penilaian standar untuk mengukur efektivitas pelatihan AR dan menetapkan tolok ukur kualitas untuk program pelatihan bola basket berbasis teknologi. Implementasi dari temuan penelitian ini diharapkan dapat merevolusi pelatihan menembak bola basket dengan pendekatan teknologi yang ditingkatkan yang berbasis bukti, hemat biaya, dan sesuai budaya untuk beragam lingkungan pelatihan. References