SOSFILKOM Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP EFIKASI DIRI MAHASISWA KAMPUS 3 UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA Afifah Rismayanti. Afita Nurmalasari. Zahida Khairunnisa Fathin. Naela Faza Fariha. Universitas Mercu Buana Yogyakarta afifahrismayanti14@gmail. , afitanurmalasari21@gmail. zhdakhairunnisa@gmail. , naela. f@mercubuana-yogya. Abstract Self-efficacy plays an important role for students to be able to live their academic life well. This is because selfefficacy is able to encourage students to achieve their academic goals and help deal with difficulties that occur during lectures. This self-efficacy can be formed or influenced by various factors, one of which is interpersonal For this reason, this study aims to determine the effect of interpersonal communication on selfefficacy in campus 3 students of Universitas Mercu Buana Yogyakarta. This study uses a descriptive quantitative research approach with 100 students as respondents. Data were collected through Google Forms by distributing questionnaires to campus 3 students of Universitas Mercu Buana Yogyakarta and then processed through the SPSS program to carry out instrumental tests such as validity tests and reliability tests as well as hypothesis testing in the form of normality tests, linearity tests, and regression tests. The results of this test produced valid, reliable, and normally distributed research data. Then for the linearity value sig. on the deviation from linearity produced a number of 0. 131> 0. 05 and the simple regression test results produced a coefficient value sig. 001 <0. 005 with an r square of 0. Thus it can be stated that interpersonal communication and self-efficacy have a significant relationship or linearity so that there is an effect of interpersonal communication on self-efficacy where the effect is 35. Keywords: Interpersonal Communication. Self-efficacy. Students. Academic Achievements Abstrak Efikasi diri berperan penting bagi mahasiswa untuk dapat menjalani kehidupan akademiknya dengan baik. Hal ini dikarenakan efikasi diri mampu mendorong mahasiswa untuk mencapai tujuan akademiknya serta membantu menghadapi kesulitan yang terjadi selama perkuliahan. Efikasi diri ini dapat terbentuk ataupun dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya komunikasi interpersonal. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap efikasi diri pada mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Forms dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan kemudian diolah melalui program SPSS untuk dilakukan uji instrumental seperti uji validitas dan uji reliabilitas serta uji hipotesis berupa uji normalitas, uji liniearitas, dan uji regresi. Hasil dari pengujian ini dihasilkan data penelitian yang valid, reliabel, serta berdistribusi normal. Kemudian untuk nilai linearitas sig. pada deviation from linearity dihasilkan angka sebesar 0,131 > 0,05 dan hasil uji regresi sederhana menghasilkan nilai koefisien sig. 0,001 < 0,005 dengan r square sebesar 0,353. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa komunikasi interpersonal dan efikasi diri memliki hubungan atau liniearitas yang signifikan sehingga terdapat pengaruh komunikasi interpersonal terhadap efikasi diri dimana besar pengaruhnya sebesar 35,3%. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal. Efikasi Diri. Mahasiswa. Capaian Akademik PENDAHULUAN Efikasi diri memiliki pengaruh pada diri mahasiswa dalam menjalankan kehidupan Itu dikarenakan efikasi diri yang rendah pada mahasiswa memungkinkan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas akademiknya ataupun mencapai tujuannya dengan cara alternatif yang merugikan seperti joki ataupun mencontek. Hal ini sejalan dengan penemuan yang ditemukan oleh Meydiansyah . berupa adanya suatu Diterbitkan oleh FISIP UMC hubungan negatif antara efikasi diri pelajar Hubungan tersebut berarti menunjukkan apabila efikasi diri pelajar tinggi maka perilaku menyontek dalam diri pelajar Begitu juga dari penemuan lain oleh Anitasari et al. yang menyatakan hasil yang sama bahwa efikasi diri berpengaruh Dalam temuannya ia menjelaskan bahwa efikasi diri yang rendah dapat membuat siswa merasa ragu . SOSFILKOM pada kemampuan dirinya dan membuat hilangnya rasa semangat dalam mengerjakan Mahasiswa juga bisa merasakan kecemasan tersendiri saat menyelesaikan sebuah tugas jika ia memiliki efikasi diri yang rendah (Saraswati et al. , 2. Oleh karena itu efikasi diri sangat diperlukan dalam diri setiap mahasiswa karena efikasi menentukan pilihannya untuk bertindak dan berpikir ketika berusaha untuk maju ataupun mencapai tujuannya serta dapat membantu mahasiswa mengelola kecemasannya saat menghadapi kesulitan (Zagoto, 2. Sebagaimana (Bandura, mempengaruhi pilihan seseorang untuk memotivasi dirinya sendiri dan mampu mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah atau rintangan yang terjadi saat proses usaha terjadi. Semakin besar keyakinan pada diri seseorang maka ia akan semakin berusaha untuk terus berjuang untuk mencapai tujuannya. Sehingga ketika seorang mahasiswa memiliki efikasi diri yang baik, ia akan mampu berpikir dengan baik untuk memilih setiap tindakannya dalam proses mencapai tujuannya serta mampu menghadapi situasi yang sulit selama masa perkuliahannya. Hal tersebut selaras dengan penemuan yang Lubis . mengungkapkan bahwa adanya hubungan negatif signifikan antara efikasi diri mahasiswa dengan perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa yang berarti semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki seorang mahasiswa maka semakin rendah perilaku prokrastinasi akademik atau perilaku menunda penyelesaian tugas. Itu berarti ketika mahasiswa dihadapkan pada situasi yang menyulitkan mereka, maka efikasi diri dapat membuat mahasiswa menghadapi dan mengatasi kesulitan tersebut dengan pikiran serta tindakan yang positif. Selain itu, dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Avianti et . juga menunjukkan adanya hubungan yang linier secara signifikan antara stress akademik dengan efikasi diri. Sehingga ketika efikasi diri mahasiswa tinggi, memungkinkan mahasiswa terlepas dari kondisi stress Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 Efikasi mahasiswa karena adanya aspek-aspek seperti kemampuan berpikir intelektual yang tinggi, rasa bangga terhadap sebuah pengalaman, kondisi menafsirkan sesuatu secara positif, dan perasaan bahagia yang dimiliki oleh mahasiswa dengan keyakinan atau efikasi yang besar (Fatimah et al. , 2. Efikasi diri didefinisikan sebagai keyakinan dalam diri mahasiswa akan kemampuan diri mereka untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka atau mencapai tujuan yang diharapkan serta keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi kesulitan yang sedang Efikasi diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti cara seseorang mempersepsikan, mengingat, serta menyimpan keberhasilan ataupun kegagalannya dan adanya pengaruh dari lingkungan sekitar (Bandura, 1997. Bandura mengungkapkan bahwa terdapat empat hal yang menjadi sumber dari berkembangnya efeksi diri dalam diri seseorang yaitu pengalaman akan kesuksesan . astery experience. , pengalaman individu lain . arious experience. , persuasi sosial secara verbal . ocial persuasio. , dan keadaan fisiologis dan emosional individu . hysiological and emotional state. Pengalaman akan kesuksesan . astery seseorang menafsirkan suatu kesuksesan yang pernah dialaminya. Kemudian pengalaman individu lain . arious experience. yaitu ketika seseorang menilai kemampuan dirinya melalui pengalaman orang lain ataupun ketika termotivasi dari pengalaman orang lain. Sementara persuasi sosial . ocial persuasio. secara verbal berupa pujian atau dukungan dari orang lain terhadap kemampuan yang dimiliki indvidu tersebut dan yang terakhir keadaan . hysiological merupakan faktor yang dirasakan dan dapat dikontrol oleh individu itu sendiri yaitu (Bandura, 1997. Dari keempat faktor tersebut peneliti berfokus pada faktor yang bersumber dari lingkungan luar atau sekitar. Faktor yang dimaksud yaitu pengalaman individu lain . arious experience. SOSFILKOM persuasi sosial secara verbal . ocial mengamati pengalaman orang-orang di sekitarnya ataupun didapatkannya sebuah dorongan serta motivasi pada diri mahasiswa. Hal-hal tersebut bisa didapatkan melalui adanya interaksi atau komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Komunikasi tersebut terjadi pada mahasiswa di dalam lingkungan kampus ataupun luar kampus, baik komunikasi yang terjadi dengan sesama mahasiswa, dosen, ataupun dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Komunikasi itu sendiri bisa terjadi karena adanya suatu koneksi atau keterhubungan antara mahasiswa dengan orang lain sehingga keduanya dapat berbicara secara nyambung satu sama lainnya. Komunikasi itu kemudian bisa disebut sebagai komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi yang terjalin antara dua orang yang memiliki keterhubungan atau keterikatan antara satu sama lain bahkan menciptakan sebuah ketergantungan dimana dua orang yang berkomunikasi tersebut dapat memberikan dampak kepada satu sama lainnya (DeVito, 2. Dampak yang dihasilkan dari proses komunikasi dapat lahir karena adanya keterampilan yang baik dalam berkomunikasi. Keterampilan dalam berkomunikasi menurut DeVito . yaitu keterbukaan . , sikap mendukung . , empati . , sikap positif . , dan kesetaraan . Kelima hal tersebut merupakan keterampilan dalam berkomunikasi yang mampu menciptakan sebuah komunikasi interpersonal yang efektif. Keterbukaan sendiri mengacu pada kesediaan individu untuk membagikan hal-hal mengenai dirinya kepada orang lain. Lalu sikap mendukung berupa pemberian pesan-pesan dukungan kepada lawan bicara tanpa membuat lawan bicara merasa terintimidasi. Ketiga ada empati yaitu kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dari perspektif mereka dengan diekspresikan melalui tindakan Selanjutnya sikap positif berarti bersikap baik ataupun memberikan pesan yang berisikan kalimat-kalimat positif seperti kalimat pujian, dukungan, atau kalimat positif lainnya kepada lawan bicara. Terakhir, yang dimaksud dengan kesetaraan yaitu merujuk Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 pada pendekatan untuk memperlakukan lawan bicara sebagai seseorang yang memiliki kontributor yang sama pentingnya dalam komunikasi tersebut. Keterampilan-keterampilan tersebut perlu dimiliki oleh mahasiswa agar mereka mampu menjalin komunikasi yang baik sehingga dapat memberikan dampak yang baik pada kehidupan akademik mereka pula, termasuk memberikan dampak pada efikasi diri mereka. Beberapa penelitian menunjukkan adanya dampak atau pengaruh baik komunikasi interpersonal yang terjadi antara peserta didik dan pengajarnya seperti peningkatan motivasi belajar (Utomo & Probandari, 2. , peningkatan kepercayaan diri pada anak-anak (Aprianti, 2. , dan peningkatan prestasi akademik mahasiswa (Abubakar, 2. Dampak-dampak tersebut merupakan produk dari efikasi diri yang baik pada mahasiswa sehingga apabila komunikasi interpersonal memiliki pengaruh terhadap produk dari efikasi diri maka begitupun dengan efikasi diri itu sendiri. Berkenaan dengan hal itu, penelitian yang dilakukan oleh Andre Tadya Fahlevi Anne Maryani . menghasilkan keselarasan dengan pernyataan tersebut bahwa keterampilan komunikasi memiliki hubungan terhadap self-efficacy mahasiswa Fikom Unisba 2017. Ini berarti ketika mahasiswa memiliki keterampilan komunikasi yang baik, dalam artian mampu menciptakan sebuah komunikasi interpersonal yang baik maka akan berdampak pada pembentukan atau peningkatan efikasi diri Begitu juga penelitian lain yang dilakukan oleh Erozkan . dimana menyatakan bahwa efikasi sosial diri memperoleh hasil yang positif terkait dengan kemampuan berkomunikasi yang melibatkan aspek kognitif, afektif, serta perilaku. Maksudnya adalah ketika ketiga aspek komunikasi seperti kognitif, afektif, serta perilaku yang dimiliki mahasiswa meningkat, efikasi dirinya pun turut mengalami Berangkat dari penelitian-penelitian yang memiliki ketertarikan untuk melakukan penelitian pada topic Pengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Efikasi Diri . SOSFILKOM Mahasiswa. Melihat pada realita yang ada, peneliti melihat bahwa mahasiswa Kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta memiliki semangat akademik yang tinggi dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui apakah semangat tersebut terbentuk dari adanya komunikasi interpersonal yang baik di lingkungan kampusnya, maka dari itu peneliti melakukan AuPengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Efikasi Diri Mahasiswa Kampus 3 Universitas Mercu Buana YogyakartaAy. METODE PENELITIAN Data-data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis menggunaan metode kuantitatif Metode ini digunakan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh yang ada pada dua variabel dengan cara mengeksplor data dan variabel yang akan diteliti secara mendalam (Yusuf, 2. Oleh karena digunakannya metode kuantitatif yang mana berlandaskan asumsi bahwa gejala memiliki hubungan sebab-akibat . dan dapat diklasifikasikan, peneliti kemudian berfokus pada dua variabel saja yaitu variabel tetap dan variabel bebas. Variabel data tersebut berupa komunikasi interpersonal sebagai variabel tetap dan efikasi diri sebagai variabel bebas. Terdapat lima indikator pada variabel komunikasi interpersonal yaitu keterbukaan, sikap mendukung, empati, sikap positif, serta kesetaraan dan terdapat empat indikator pada variabel efikasi diri yang berupa pengalaman akan kesuksesan, pengalaman individu lain, persuasi sosial secara verbal, dan keadaan fisiologis dan psikologis individu. Indikatorindikator tersebut peneliti gunakan untuk menghasilkan sebuah data, baik data primer ataupun data sekunder. Data primer didapat melalui sumber utama yaitu jawaban responden dan data sekunder yang didapat melalui literature terdahulu ataupun buku rujukan yang berkaitan dengan variabel serta indikator tersebut. Sementara populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang berjumlah 5967 orang. Dari populasi tersebut kemudian digunakan rumus Slovin untuk menghasilkan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 jumlah sampel yang akan digunakan (Priyono, yaycycoycoycaEa ycEycuycyycycoycaycycn yaycycoycoycaEa ycIycaycoycyyceyco = 1 yaycycoycoycaEa ycEycuycyycycoycaycycn Oo yce 2 = = 98 OO 100 1 5967 Oo . 2 Maka hasil jumlah sampel yang akan digunakan pada penlitian ini berjumlah 100 Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria responden berupa mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Lalu teknik pengambilan datanya sendiri melalui Google Forms dengan menyebarkan barcode kuesioner secara langsung kepada responden. Pada kuesioner tersebut digunakan skala likert 1-5 dimana ketentuan pilihan jawabannya adalah sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju. Data yang diperoleh dari kuisioner tersebut lalu dilakukan analisis dan pengolahan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 26 dengan teknik analisis data berupa uji instrumental seperti uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui seberapa layak hasil dari kuesioner yang didapatkan serta dilakukan uji hipotesis melalui uji normalitas, uji linieritas, dan uji regresi guna mengetahui hubungan beserta pengaruh yang terdapat di antara variabel tetap X . omunikasi interpersona. dan variabel bebas Y . fikasi Adapun hipotesis pada penelitian ini H0 = ada pengaruh variabel x terhadap variabel Ha = tidak ada pengaruh variabel x terhadap HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Dari penyebaran kuesioner yang telah dilakukan melalui Google Forms kepada mahasiswa kampus 3 Universita Mercu Buana Yogyakarta didapatkan 100 responden dengan sebaran responden yaitu 70% mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia, 16% mahasiswa Fakultas Ekonomi, dan 14% mahasiswa Fakultas Psikologi. Uji Instrumen SOSFILKOM Setelah melakukan penyebaran kuesioner kepada responden, data dipindahkan ke dalam aplikasi SPSS untuk dilakukan uji instrument berupa uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana indikator variabel dapat mengukur sesuatu yang akan diukur. Uji validitas pada penelitian ini dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel dimana r tabelnya sebesar 0,195 dan tingkat signifikannya sebesar 5% dari degree of freedom . = n-2, n pada hal ini berupa jumlah sampel. Sehingga ketika didapatkan r hitung > r tabel, indikator-indikator yang diukur tersebut dapat dinyatakan valid. Hasil perhitungan validitas dengan SPSS dari masing-masing indikator pada variabel X dan variabel Y dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel r Variabel r 0,232 P25 0,613 0,448 P26 0,676 0,544 P27 0,645 0,612 P28 0,536 0,561 P29 0,559 0,723 P30 0,575 0,664 P31 0,687 0,323 P32 0,668 0,597 P33 0,529 P10 0,619 P34 0,600 P11 0,609 P35 0,468 P12 0,688 P36 0,349 P13 0,674 P37 0,511 P14 0,846 P38 0,472 P15 0,764 P39 0,482 P16 0,537 P17 0,686 P18 0,710 P19 0,508 P20 0,668 P21 0,631 P22 0,575 P23 0,639 P24 0,575 Dari tabel tersebut dapat dinyatakan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki nilai r hitung > r tabel sehingga dapat dinyatakan bahwa data kuesioner tersebut bernilai valid. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 Data yang telah valid tersebut dilanjutkan diuji Uji realibilitas ini bertujuan kuesioner yang disebar oleh peneliti. Pada pengujian ini peneliti menggunakan metode pengujian CronbachAos Alpha () dengan program SPSS yang mana jika menghasilkan nilai alpha >0,70 maka kuesioner dapat dinyatakan reliabel. Hasil uji realibelitas pada penelitian ini menunjukkan nilai CronbachAos Alpha () variabel x sebesar 0,917 dan pada variabel y sebesar 0,833. Ini berarti nilai CronbachAos Alpha () > 0,70 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel x . omunikasi interpersona. dan variabel y . fikasi dir. merupakan variabel yang reliabel dan Uji hipotesis Sebagai prasyarat uji regresi, terlebih dahulu diperlukan pengujian normalitas dan liniearitas pada data untuk mengetahui apakah distribusi persebaran data yang didapatkan dari hasil kuesioner tersebut berdistribusi normal dan adanya sebuah hubungan atau tidak. Data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila hasil asymp sig > 0,05. Uji normalitas ini dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dimana dihasilkan angka asymp sig sebesar 0,200. Maka dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa 0,200 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi secara Setelah mendapatkan data berdistribus normal, selanjutnya dilakukan uji linieritas. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel x . omunikasi interpersona. dengan variabel y . fikasi dir. Dua variabel dapat dikatan sebagai variabel yang linier ketika signifikasinya > 0,05. Hasil uji linieritas dalam penelitian ini menunjukkan nilai sig. pada deviation from linearity sebesar 0,131 > 0,05 sehingga terdapat hubungan yang . omunikasi interpersona. dan variabel y . fikasi dir. Data yang linier ini kemudian dapat dilanjutkan ke tahap uji regresi untuk melihat pengaruh pada variabel-variabel tersebut. Uji regresi dapat dilakukan setelah prasyarat telah terpenuhi, yaitu data berdistribusi normal dan memiliki linearitas. Uji regresi yang dilakukan peneliti menggunakan uji regresi SOSFILKOM sederhana yaitu pengujian data dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel, dalam penelitian ini berupa variabel x . omunikasi interpersona. terhadap variabel y . fikasi dir. Dari pengujian data regresi sederhana ini dihasilkan sebuah persamaan regresi berupa: y = 25. 108x 0,353 Hasil dari uji regresi sederhana yang telah dilakukan, dihasilkan pula nilai koefisien sig. 0,001 < 0,005 sehingga dapat dikatakan bahwa H0 diterima yang artinya ada pengaruh variabel x . omunikasi interpersona. terhadap variabel y . fikasi dir. Pada nilai r square dihasilkan angka sebesar 0,353 yang dapat diartikan bahwa variabel x . omunikasi interpersona. memiliki pengaruh terhadap variabel y . fikasi dir. sebesar 35,3% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Temuan Lain Selain diperoleh hasil berupa adanya pengaruh komunikasi interpersonal terhadap efikasi diri, dianalisis juga kategorisasi pada masingmasing indikator. Diperoleh hasil pada tabel sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Kategorisasi Masing-Masing Indikator Indikator Skor Kategori Keterbukaan (X. 1529 Tinggi Sikap Mendukung (X. 2023 Tinggi Empati (X. 2111 Tinggi Sikap Positif (X. 2160 Tinggi Kesetaraan (X. 2103 Tinggi Pengalaman terhadap 2067 Tinggi kesuksesan (Y. Pengalaman individu lain 1252 Tinggi (Y. Persuasi Sosial Verbal (Y. 1585 Tinggi Keadaan fisiologis dan 1321 Tinggi emosional (Y. Hasil pada tabel tersebut menunjukkan bahwa semua indikator pada variabel x dan y termasuk ke dalam kategori yang tinggi. Artinya tingkat keterampilan komunikasi interpersonal berupa keterbukaan, sikap mendukung, empati, sikap positif, dan kesetaraan dalam yang dilakukan oleh mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 02 Juli-Desember 2023 Buana Yogyakarta tergolong dalam kategori tingkat tinggi. Sama halnya dengan pengalaman terhadap kesuksesan, pengalaman individu lain, persuasi sosial verbal, dan keadaan fisiologis serta emosional yang dirasakan oleh mahasiswa sebagai sumber efikasi dirinya juga masuk pada kategori tingkat tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh bahwa efikasi diri yang baik berupa semangat akademik dalam mencapai tujuan yang dimiliki oleh mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta benar dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri. Hasil ini disimpulkan berdasarkan uji hipotesis pengaruh . dengan hasil bahwa pengaruh komunikasi interpersonal memiliki pengaruh terhadap efikasi diri dan sebesar 35,3% sedangkan 64,7% lainnya efikasi diri dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Selain itu semua interpersonal yang dimiliki oleh mahasiswa kampus 3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta dan sumber-sumber efikasi diri yang dirasakan mahasiswa juga berada pada kategori tingkat tinggi. DAFTAR PUSTAKA