Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 6 No. ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Implementasi Sistem RFID Long Range untuk Manajemen Inventaris Tools dalam Mendukung Budaya 5S di PLTA Sutami Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Program Studi Teknik Otomasi. Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya mfaiz@student. id, 2endrasmono@ppns. id, 3muhammad. irsyad@ppns. id, 4llksubiyanto@ppns. anggarjunapuncak@ppns. id, 6mustikakurnia@ppns. Abstract The problem faced by Sutami Hydroelectric Power Plant in managing and recording tools is that the process is still done manually, as well as irregularities in returning tools due to user negligence. This research aims to develop an automated tools inventory management system based on long range RFID technology to support the implementation of the 5S culture (Seiri. Seiton. Seiso. Seiketsu. Shitsuk. in the work environment. The research uses the Waterfall method which includes the stages of needs analysis, system design, implementation, and The test results show that the system successfully identifies tools and users automatically with a high RFID tag reading rate up to a distance of 150 cm under ideal conditions. In addition, the system is able to reduce the risk of losing tools and improve employee work discipline. The implications of this research show that the integration of RFID technology in inventory management systems can improve operational efficiency and support an orderly and productive work culture. Keywords: 5S Culture. Management Tools. Long range RFID. Sutami Hydroelectric Power Plant. Abstrak Permasalahan yang dihadapi PLTA Sutami dalam pengelolaan dan pendataan tools adalah proses yang masih dilakukan secara manual, serta ketidakteraturan dalam pengembalian alat akibat kelalaian pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen inventaris tools otomatis berbasis teknologi RFID long range guna mendukung penerapan budaya 5S (Seiri. Seiton. Seiso. Seiketsu. Shitsuk. di lingkungan kerja. Penelitian menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengidentifikasi alat dan pengguna secara otomatis dengan tingkat pembacaan tag RFID yang tinggi hingga jarak 150 cm dalam kondisi Selain itu, sistem mampu mengurangi risiko kehilangan alat dan meningkatkan disiplin kerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi RFID dalam sistem manajemen inventaris dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung budaya kerja yang tertib dan produktif. Kata kunci: Budaya 5S. Management Tools. Long range RFID. PLTA Sutami Diterima Redaksi : 01-05-2025 | Selesai Revisi : 28-06-2025 | Diterbitkan Online : 30-06-2025 Pendahuluan Teknologi RFID (Radio Frequency Identificatio. kini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Teknologi ini banyak digunakan sebagai alat bantu dalam pengelolaan data alat dan untuk mengidentifikasi objek dalam suatu perusahaan. RFID memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh teknologi sebelumnya, seperti barcode. Dengan kemampuan long range. RFID dapat membaca data objek tanpa perlu kontak langsung dan tidak harus sejajar dengan objek tersebut. Mayoritas instansi yang ada di Indonesia belum menerapkan RFID untuk mengelola pendataan tools sehingga masih menggunakan cara manual . Salah satu instansi tersebut adalah PLTA Sutami. Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Permasalahan yang dihadapi PLTA Sutami dalam pengelolaan dan pendataan tools adalah masih dilakukan secara manual, serta beberapa tools tidak kembali pada tempatnya karena kelalaian dalam Hal ini menjadi hambatan dalam mendukung tercapainya budaya kerja 5S (Seiri. Seiton. Seiso. Seiketsu. Shitsuk. yang menuntut keteraturan, kedisiplinan, dan efisiensi kerja. Beberapa memanfaatkan RFID dalam manajemen barang, namun sebagian besar masih menggunakan low frequency RFID dengan jangkauan pendek, yang mengharuskan pengguna melakukan tapping secara langsung ke RFID reader. Kondisi ini berpotensi menyebabkan proses peminjaman tidak tercatat bila alat tidak disentuh ke pembaca. Penelitian ini mencoba mengatasi keterbatasan tersebut dengan RFID memungkinkan proses identifikasi otomatis tanpa kontak langsung. Untuk penelitian ini bertujuan untuk merancang dan input-output inventaris tools berbasis long range RFID di PLTA Sutami. Sistem ini dirancang agar mampu mengidentifikasi identitas alat dan pengguna secara otomatis menggunakan sistem multi-gate yang mendukung keakuratan pencatatan. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan inventarisasi, meningkatkan produktivitas kerja, dan memperkuat budaya 5S di lingkungan kerja teknis . Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen inventaris alat berbasis teknologi long range RFID di PLTA Sutami. Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode pencatatan manual yang selama ini digunakan, dengan tujuan utama meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pencatatan aktivitas peminjaman dan pengembalian Dengan tercapainya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas operasional di PLTA Sutami dan menjadi model sistem manajemen inventaris berbasis IoT yang dapat diadopsi oleh industri lainnya. Metode Penelitian 1 Sistem Input Output Inventaris Tools Sistem input output inventaris tools adalah suatu sistem untuk memanajemen keluarmasuknya tools pada ruang tools lantai B2 PLTA Sutami. Sistem ini juga dapat mengidentifikasi identitas karyawan yang mengakses tools. Sistem ini menerapkan multi gate sehingga dapat memastikan bahwa data berupa tools dan karyawan yang didapatkan bisa terorganisir dengan baik. Sistem ini juga dapat membantu karyawan dalam meningkatkan nilai kedisplinan dan penerapan budaya 5S di PLTA Sutami. 2 Metode Waterfall Penelitian ini menggunakan model rekayasa perangkat lunak Waterfall, yang merupakan model pengembangan sistem linear dan berurutan . Waterfall dipilih karena cocok untuk proyek yang memiliki ruang lingkup jelas, kebutuhan yang dapat dirumuskan sejak awal, serta pengembangan sistem yang melibatkan integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak secara sistematis . Model ini memberikan alur kerja yang runtut dari tahap perencanaan hingga pengujian, yang sangat penting untuk menjamin sistem RFID berfungsi sesuai harapan di lingkungan kerja nyata seperti PLTA Sutami . Model Waterfall terdiri dari beberapa tahapan inti: analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian . Pada pengumpulan data dari kondisi aktual di PLTA Sutami, termasuk identifikasi masalah dalam pengelolaan alat dan hambatan terhadap penerapan budaya 5S. Tahap ini menghasilkan kebutuhan sistem yang spesifik dan terukur. Tahap perancangan sistem menghasilkan spesifikasi teknis berupa arsitektur sistem, logika alur kerja, pemilihan komponen teknis (ESP32. RFID reader, dan tag RFID), serta desain konfigurasi multi-gate untuk mendukung pembacaan otomatis di pintu masuk dan keluar. Tahap pembangunan sistem secara fisik dan digital, yaitu perakitan perangkat keras, pemrograman mikrokontroler, serta integrasi perangkat lunak yang mengelola identifikasi dan pencatatan data RFID ke dalam basis data. Tahap akhir, yaitu pengujian sistem, dilakukan untuk memverifikasi performa sistem dalam berbagai kondisi operasional nyata. Ini mencakup pengujian pembacaan tag RFID dalam variasi jarak, posisi, dan kondisi lingkungan . isalnya alat dalam box logam atau saku penggun. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Model Waterfall dipandang paling tepat dalam konteks ini karena kebutuhan sistem dapat didefinisikan dengan baik sejak awal, serta pengembangan sistem dilakukan dalam urutan yang tidak menuntut banyak perubahan atau iterasi dinamis selama proses berjalan . Pemilihan model ini menjamin bahwa pengujian dapat dilakukan secara menyeluruh setelah implementasi selesai, sehingga validitas sistem sebagai solusi teknis terhadap masalah nyata dapat diuji dengan jelas. Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh . , terdapat 4 tahapan dari Waterfall model, diantaranya sebagai berikut : Gambar 1. Diagram Metode Waterfall Gambar 1 menampilkan alur tahapan metode yang digunakan dalam perancangan sistem, dimulai dari analisis kebutuhan hingga tahap pengujian sebagai berikut : C Requirement Analysis Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi terkait kebutuhan sistem melalui studi literatur dan observasi langsung di lapangan, khususnya terhadap alur kerja pengelolaan alat di ruang inventaris PLTA Sutami . Analisis permasalahan utama, yaitu belum adanya sistem otomatis dalam pencatatan alat dan identifikasi pengguna, serta potensi kehilangan alat akibat kelalaian atau tidak tercatatnya peminjaman. Dari analisis ini dihasilkan daftar kebutuhan sistem, baik fungsional seperti pembacaan otomatis tag RFID dan pencatatan aktivitas, maupun non-fungsional seperti kemudahan integrasi, kecepatan pembacaan, dan keandalan dalam lingkungan industri. C System Design Tahap ini berfokus pada penyusunan rancangan sistem secara menyeluruh . Perancangan mencakup blok diagram sistem yang mengGambarkan alur data dari tag RFID hingga penyimpanan ke basis data, serta pembuatan diagram alir untuk logika kerja sistem input-output. Pemilihan komponen teknis juga dilakukan, termasuk mikrokontroler ESP32. RFID reader tipe HW-VX6330, card UHF tag untuk identifikasi karyawan, dan metal UHF tag Desain mempertimbangkan konfigurasi multi-gate, yang memungkinkan pencatatan otomatis baik saat alat keluar maupun kembali, dengan memisahkan jalur pembacaan masuk dan keluar. C Implementation Setelah desain disetujui, dilakukan perakitan dan pengkodean sistem. Modul ESP32 diprogram menggunakan Arduino IDE untuk menangani pembacaan RFID dan komunikasi data melalui jaringan WiFi. RFID reader dihubungkan dengan mikrokontroler dan diuji Pada tahap ini juga dilakukan proses penulisan . data ID ke dalam RFID tag, baik untuk alat maupun karyawan, agar sistem dapat mengenali setiap entitas secara Implementasi ini menghasilkan sistem yang dapat dijalankan secara mandiri dan C Testing Pengujian memastikan setiap komponen bekerja sesuai Pengujian meliputi pembacaan tag RFID pada berbagai jarak . cm, 100 cm, 150 c. dan dalam berbagai kondisi orientasi . enghadap, membelakangi, dan menyamping terhadap reade. Selain itu, diuji juga kondisi penempatan tag, seperti tag dalam saku, dompet, atau alat yang disimpan di dalam toolbox dan box logam. Evaluasi dilakukan untuk mengukur keberhasilan pembacaan dan kestabilan sistem dalam kondisi riil di lingkungan kerja PLTA Sutami. Hasil pengujian ini menjadi dasar validasi bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengatasi permasalahan awal dan memenuhi kebutuhan yang telah dianalisis. 3 Perangkat Keras 1 ESP32 ESP32 adalah modul mikrokontroler yang menawarkan fitur ganda, yaitu WiFi dan Bluetooth, yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengembangkan berbagai sistem aplikasi dan proyek berbasis Internet of Things (IoT) . Chip ini dilengkapi dengan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 konektivitas WiFi 2,4 GHz dan Bluetooth, serta dirancang menggunakan teknologi 40 nm untuk memberikan efisiensi daya dan kinerja radio yang optimal. Keunggulan ini menjadikan ESP32 memiliki ketahanan, keserbagunaan, dan keandalan yang tinggi dalam berbagai aplikasi dan skenario penggunaan . Bentuk fisik dari ESP32 dapat dilihat Pada Gambar 2. Gambar 2. Modul Mikrokontroller ESP32 Karyawan menggunakan RFID card tag sebagai identitas, sedangkan metal tag UHF dipasang pada perangkat yang akan diidentifikasi. Setiap RFID tag memiliki nomor identifikasi (ID numbe. yang unik, sehingga ID tersebut tidak akan sama antara satu tag dengan tag lainnya Radio Frequency Identification (RFID) Reader RFID reader terdiri dari berbagai . ransmitter dan receive. , unit kontrol, serta elemen penghubung untuk transponder. Fungsi utama dari RFID reader adalah untuk membaca data, meskipun dapat bervariasi tergantung pada teknologi yang diterapkan. Secara umum. RFID reader berperan sebagai penerima gelombang radio . Pada Gambar 3 adalah alat yang digunakan untuk membaca tag RFID dalam sistem otomatisasi Gambar 2 menunjukkan perangkat utama yang digunakan dalam sistem, berfungsi sebagai pusat kendali data RFID dan konektivitas Berikut spesifikasi lain dari ESP32 : Bluetooth Low Energy (BLE) Bluetooth 4. Frequency Clock dari 80 MHz sampai 240 MHz Kapasitas Memori Flash sebesar 4 Kapasitas SRAM (Static Random Acces Memor. sebesar 520 Kb Mikroprosesor Xtensa Dual-Core 32 Bit LX6 Tegangan kerja 2. 0 V 3. Integrated Crystal 40MHZ Crystal 38 Pin GPIO . Pin Channel ADC, 32 Pin PWM, 2 Pin Channel DAC). 2 Radio Frequency Identification (RFID) Radio Frequency Identification (RFID) merupakan salah satu teknologi yang termasuk dalam kategori Automatic Identification (AUTOID). AUTO-ID adalah metode identifikasi yang memungkinkan pengambilan data secara otomatis, yang dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan dalam proses input data . RFID mampu mengidentifikasi objek dengan menggunakan gelombang radio . Proses memanfaatkan kombinasi antara RFID reader dan RFID transponder (RFID ta. Gambar 3. UHF RFID Reader HW-VX6330 Card UHF RFID Tag Tag RFID terdiri dari antena dan chip silikon yang dilapisi dengan plastik atau mika, di dalamnya terdapat sejumlah Terdapat beberapa jenis tag RFID, yaitu Read Only (RO). Write Once Read Many (WROM), dan Read-Write (RW). Tag RFID tipe RO telah diprogram dengan serangkaian nomor seri yang unik. Sementara itu, tag WROM juga telah penambahan informasi. Untuk tag RW, pengguna dapat memperbarui informasi kapan pun diperlukan . Card UHF RFID Tag seperti pada Gambar 4. yang digunakan sebagai identitas karyawan untuk keperluan akses dan pencatatan peminjaman alat. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Gambar 4. Card UHF RFID Tag Gambar 7. Proses Write UHF RFID Tag Metal UHF RFID Tag Frekuensi RFID tersedia dalam berbagai jenis, dimulai dari frekuensi rendah yang berkisar antara 9 hingga 135 kHz, lalu frekuensi tinggi yang berada dalam rentang 13,553 MHz hingga 15,567 MHz. Selain itu, terdapat juga band radio amatir yang beroperasi pada frekuensi 430 hingga 440 MHz, serta ultra-high frequency (UHF) yang mencakup 860 hingga 930 MHz . Pada penelitian ini menggunakan Metal UHF RFID tag jenis Impinj Monza R6-P seperti pada Gambar 5. yang digunakan untuk identifikasi alat kerja seperti kunci pas, tang, cutter, dan alat ukur lainnya. Gambar 6 dan Gambar 7 menunjukkan tahapan write data unik ke masing-masing tag menggunakan perangkat encoder dan aplikasi Tabel 1 berikut menyajikan daftar alat beserta ID tag RFID untuk keperluan Tabel 1. ID Tag Tools ID Metal Tag Nama 7368699EF480EDF65591921C Kunci Pas 14 FB9AFBDB7E395DB08501921C Kunci Pas 12 363C8C5B006040D082C1921C Kunci Pas 10 6FC5D2095F5845601F91921C Tang Kombinasi A3DE856D961E7A314F51921C Meteran 8479D72E2D167AF87BA1921C Tang Potong 93984A9DC2AFCABAB6F1921C Cutter Tabel 2. ID Tag Karyawan Gambar 5. Metal UHF RFID Tag 4 Write Data Tag Melakukan write data untuk card UHF RFID tag dan metal UHF RFID tag bertujuan untuk manajemen data karyawan dan data tools supaya dapat dikenali oleh reader. Pada penelitian ini menggunakan 7 card UHF RFID tag dan beberapa metal UHF RFID tag untuk pengujian. ID Card Tag Nama Mfaiz Solikin Purwanto Muthohari Nuris Arie Tabel 2 menampilkan daftar nama karyawan beserta ID card RFID yang digunakan dalam Hasil dan Pembahasan Gambar 6. Proses Write UHF RFID Tag Sistem RFID long range yang dirancang diuji dalam berbagai kondisi operasional untuk mengevaluasi efektivitas pembacaan tag RFID pada alat dan pengguna. Pengujian dilakukan terhadap dua jenis tag, yaitu card tag . ntuk identifikasi Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 karyawa. dan metal tag . ntuk identifikasi tool. , dalam beberapa skenario: posisi tubuh pengguna, jarak pembacaan, dan lokasi penempatan tag. 1 Hasil Identifikasi Card Tag Pengujian card tag dilakukan dalam tiga kondisi: digantung menggunakan lanyard, diletakkan dalam saku, dan diletakkan dalam Tujuan pengujian ini adalah untuk berdasarkan posisi dan jarak terhadap RFID Reader Membelakangi Reader Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Menghadap Terbaca Terbaca Terbaca Menghadap Kanan Terbaca Terbaca Terbaca Gambar 8. Pengujian Tag Diletakkan Dalam Saku Gambar 7. Pengujian Tag Digantung Menggunakan Lanyard Pada Gambar 7, ditampilkan kondisi pengujian card tag saat digantung menggunakan Hasilnya ditunjukkan dalam Tabel 3, di mana tag dapat terbaca dengan baik pada posisi menghadap reader dan sisi samping hingga jarak 150 cm. Namun, tag tidak terbaca saat pengguna membelakangi reader. Hal ini menghalangi sinyal RFID. Tabel 3. Hasil Pengujian Card Tag Digantung Menggunakan Lanyard Digantung Lanyard Menghadap Terbaca Terbaca Terbaca Gambar 8 menunjukkan pengujian tag yang diletakkan dalam saku, dengan hasil yang tersaji pada Tabel 4. Dalam kondisi ini, pembacaan tetap efektif pada posisi menghadap dan menyamping, tetapi tidak terbaca jika membelakangi reader atau saat tag tertutup sepenuhnya oleh tubuh. Tabel 4. Hasil Pengujian Card Tag Diletakkan di Dalam Saku Diletakkan dalam saku Menghadap Reader Terbaca Terbaca Terbaca Membelakangi Reader Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Menghadap kiri Terbaca Terbaca Terbaca Menghadap Kanan Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca 2 Hasil Identifikasi Metal Tag Metal tag ditempelkan pada tools untuk menguji pembacaan RFID dalam kondisi logam yang umumnya memantulkan sinyal. Pengujian dilakukan dalam tiga kondisi: dibawa di tangan (Gambar . , diletakkan dalam toolbox (Gambar . , dan diletakkan dalam box logam (Gambar . Gambar 9. Pengujian Tag Diletakkan Dalam Saku Pada Gambar 9, ditampilkan kondisi tag yang diletakkan dalam dompet. Berdasarkan Tabel 5, pembacaan tag dalam dompet cenderung gagal dalam hampir semua posisi dan jarak, kemungkinan disebabkan oleh lapisan bahan dompet yang melemahkan sinyal RFID. Tabel 5. Hasil Pengujian Card Tag Diletakkan di Dalam Dompet Diletakkan dalam dompet Menghadap Reader Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Membelakangi Reader Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Menghadap kiri Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Menghadap Kanan Tidak Terbaca Tidak Terbaca Tidak Terbaca Gambar 10. Pengujian Metal Tag Dibawa di Tangan Dalam pengujian metal tag yang dibawa di tangan (Tabel . , ketika jumlah alat hanya tiga, semua tag terbaca hingga 150 cm. Namun saat jumlah alat meningkat, tag yang terbaca menurun, menunjukkan adanya interferensi antar tag. Tabel 6. Hasil Pengujian Metal Tag Dibawa di Tangan Dibawa di 3 Tools Terbaca Semua Terbaca Semua 2 Tools Terbaca 6 Tools 4 Tools Terbaca 2 Tools Terbaca Tidak Terbaca Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Gambar 12. Pengujian Metal Tag Diletakkan dalam Box Metal Sementara itu, hasil pengujian pada box berbahan logam (Tabel . menunjukkan bahwa tag yang diletakkan dalam wadah logam memiliki performa terburuk dalam hal Meskipun pada jarak 50 cm masih ada tag yang terbaca, semakin jauh jaraknya semakin menurun jumlah tag yang terdeteksi, akibat efek perisai logam yang menghalangi gelombang radio. Gambar 11. Pengujian Metal Tag Diletakkan dalam Toolbox Tabel 7 menampilkan hasil pembacaan tag dalam toolbox. Jumlah tag yang terbaca menurun seiring bertambahnya jumlah alat dan meningkatnya jarak. Ini menunjukkan bahwa material toolbox dan posisi penumpukan alat mempengaruhi sinyal. Tabel 7. Hasil Pengujian Metal Tag Diletakkan dalam Toolbox Diletakkan Toolbox 3 Tools Terbaca Semua 2 Tools Terbaca 1 Tools Terbaca 6 Tools 4 Tools Terbaca 3 Tools Terbaca 2 Tools Terbaca Tabel 8. Hasil Pengujian Metal Tag Diletakkan dalam Box Metal Diletakkan dalam box 3 Tools Terbaca Semua 1 Tools Terbaca 1 Tools Terbaca 6 Tools 4 Tools Terbaca 3 Tools Terbaca 1 Tools Terbaca 3 Pembahasan Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem RFID long range yang dirancang mampu mengidentifikasi alat dan pengguna secara otomatis dengan tingkat keberhasilan tinggi dalam kondisi ideal, terutama ketika tag dalam posisi menghadap reader dan berada dalam jarak hingga 150 cm. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan RFID long range dapat mengatasi keterbatasan sistem manual dan sistem RFID dengan jangkauan pendek yang umum digunakan saat ini. Temuan ini mendukung dan memperluas hasil dari penelitian oleh Siregar et al. yang menunjukkan efektivitas RFID dalam sistem multiakses berbasis kartu, meskipun penelitian tersebut masih menggunakan RFID frekuensi rendah dan mengandalkan interaksi langsung . Berbeda dari penelitian sebelumnya, sistem yang dikembangkan dalam Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 studi ini mampu melakukan pembacaan tanpa . on-line-of-sigh. , memberikan efisiensi waktu dan mengurangi ketergantungan pada kedisiplinan pengguna dalam melakukan tapping. Sistem yang dirancang memanfaatkan metode pengembangan perangkat lunak model Waterfall dan mengintegrasikan perangkat keras seperti ESP32. RFID reader HW-VX6330, serta berbagai jenis tag RFID . ard dan meta. Selain itu, penelitian ini menambahkan dimensi baru dengan penerapan konfigurasi multi-gate yang memungkinkan pemisahan alur masuk dan keluar alat serta pencatatan simultan identitas pengguna dan barang. Ini menjadi nilai tambah dibandingkan studi seperti yang dilakukan oleh Qadri . , yang masih fokus pada pengembangan sistem RFID berbasis satu titik peminjaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pembacaan otomatis terhadap tag dalam kondisi ideal hingga jarak 150 cm, terutama saat tag menghadap langsung ke reader. Sistem juga mampu mencatat aktivitas peminjaman dan pengembalian alat secara simultan melalui konfigurasi multi-gate, yang terbukti efektif meningkatkan efisiensi dan keteraturan proses Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan RFID long range secara signifikan dapat meningkatkan produktivitas dan disiplin kerja, serta mengurangi risiko kehilangan alat akibat human Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, pembacaan RFID tag masih terpengaruh oleh orientasi dan hambatan fisik, seperti tubuh manusia atau logam dalam dompet dan box. Kedua, interferensi antara tag saat jumlah alat banyak atau ditumpuk secara tidak teratur juga mengurangi keakuratan pembacaan. Ketiga, sistem ini belum terhubung secara penuh dengan sistem informasi manajemen perusahaan, sehingga pencatatan masih bersifat lokal dan belum mendukung manajemen inventaris secara Dari sisi implikasi, penerapan sistem RFID long range dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kedisiplinan kerja di lingkungan industri, terutama dalam mendukung budaya 5S. Sistem ini berpotensi untuk diintegrasikan lebih lanjut dengan teknologi cloud, dashboard real-time, dan pelaporan otomatis, sehingga dapat diadopsi secara luas di sektor energi, manufaktur, dan Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi optimasi penempatan tag dan reader agar dapat mengurangi interferensi serta integrasi sistem dengan infrastruktur digital perusahaan yang lebih kompleks. Selain itu, implementasi RFID dalam jangka panjang juga dapat menjadi fokus kajian lanjutan untuk mengukur manfaat implementasi sistem ini secara lebih menyeluruh. Kesimpulan Namun demikian, sistem masih memiliki keterbatasan, antara lain sensitivitas terhadap posisi dan penghalang fisik, serta performa yang menurun saat tag berada dalam wadah logam atau saat alat ditumpuk secara rapat. Oleh karena itu, perlu mengoptimalkan posisi dan metode pemasangan tag RFID, serta mengembangkan sistem agar dapat diintegrasikan dengan manajemen aset perusahaan secara digital dan terpusat. Penelitian di masa mendatang disarankan untuk mengkaji efektivitas sistem ini dalam skala implementasi yang lebih luas, serta melakukan evaluasi jangka panjang terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan penggunaan teknologi RFID dalam sistem manajemen inventaris industri. Integrasi dengan cloud computing, dashboard real-time, dan modul notifikasi otomatis juga dapat menjadi arah pengembangan berikutnya untuk meningkatkan skalabilitas dan nilai tambah sistem ini. Daftar Rujukan . Andika. Sumarno. Gunawan. Tambunan, dan Damanik. AuRancang Bangun Alat Pembuka Kunci Otomatis pada Komputer Windows Menggunakan RFID Berbasis Arduino,Ay Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika, vol. 2, no. 2, hlm. 137Ae144. Jun 2022, doi: 54082/jiki. Yusuf. Srisulistiowati. Bhayangkara, dan J. Raya. AuAPLIKASI SISTEM PARKIR KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS KARTU RFID. Siregar. Simanullang. Hamni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Rezeki. Aqil, dan F. Jeriko. AuPemanfaatan Radio sistem manajemen inventaris alat berbasis teknologi Frequency Identification (RFID) Pada Sistem Multi Akses RFID long range sebagai solusi terhadap Mahasiswa,Ay Online, 2023. permasalahan pencatatan manual di PLTA Sutami, serta untuk mendukung penerapan budaya kerja 5S. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Muhammad FaAoiz1. Joko Endrasmono2. Sholahuddin Muhammad Irsyad3. Lilik Subiyanto4. Anggar Juna Puncak Pujiputra5. Mustika Kurnia Mayangsari6 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 38 Ae 47 Ardiansyah Rizal. AuPENERAPAN BUDAYA KERJA 5S (SEIRI,Ay 2024. Dwi Syahputra dan A. Susano. AuPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA REKAM MEDIS PADA KLINIK KHARISMA BERBASIS JAVA,Ay 2021. Abdul Wahid Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Sumedang. AuAnalisis Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem Informasi,Ay 2020. [Darin. Tersedia https://w. net/publication/346397070 . Kamal Muzni. AuMEMBANGUN SISTEM PENGELOLAAN DATA TRANSAKSI DAN KEUANGAN UINAR TRAVEL BERBASIS WEBSITE PADA PUSAT PENGEMBANGAN BISNIS UIN ARRANIRY BANDA ACEH,Ay 2025. Dillah. Nama. Budiyanto, dan M. Muhammad. AuRANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING OPERASI P2TL PENGUKURAN TIDAK LANGSUNG 2 PHASA DI PT. PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN (UP. METRO,Ay Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, vol. 12, no. Agu 2024, doi: 23960/jitet. Sihotang dan H. Yutanto. AuTata Kelola Organisasi Mahasiswa Melalui Pengembangan Sistem Informasi,Ay MATRIK : Jurnal Manajemen. Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer, vol. 21, no. 1, hlm. 99Ae110. Nov 2021, doi: 10. 30812/matrik. Wahyu Kusuma. Gilang Lukito. Made Suraharta, dan P. Keselamatan Transportasi Jalan. Au586 Chandra Wahyu Kusuma 1 . Dawang Gilang Lukito 2 . I Made Perancangan Sistem ETLE Berbasis Web dengan Metode SDLC (System Development Life Cycl. Waterfall (Studi Kasus: Kota Tega. Perancangan Sistem ETLE Berbasis Web dengan Metode SDLC (System Development Life Cycl. Waterfall (Studi Kasus: Kota Tega. ,Ay 2024. Pujiady. Prasetia, dan A. Andria. AuRancang Bangun Sistem Informasi Arsip Digital Catatan Sipil Kabupaten Magetan Berbasis Website Menggunakan Metode Waterfall,Ay Hello World Jurnal Ilmu Komputer, 4, no. 1, hlm. 25Ae48. Apr 2025, doi: 56211/helloworld. Prialam dan D. Wardhani. AuRANCANG BANGUN APLIKASI KENDARAAN MOBIL OPERASIONAL BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE WATERFALL PADA PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO),Ay 2025. Telogowiyah Diah. AuPENGEMBANGAN MEDIA KOMIK (NYAK CEGHDAS) BERTEMA KEMATANGAN KARIR BAGI PESERTA DIDIK SMK ISLAM YPI 2 WAY JEPARA LAMPUNG TIMUR,Ay . Qadri. AuSistem Peminjaman Barang Berbasis RFID RFID-Based Items Borrowing System,Ay 14, 2024, doi: 10. 34010/jati. Suherni. AuAplikasi Sistem Informasi Transaksi Pelayanan Obat Di Apotek Menggunakan Metode Waterfall,Ay 2021. Titania Pricillia dan Zulfachmi. Au. 153Article Text-461-1-10-20210506,Ay 2021. Bagus Nurcahya. Hunaini, dan D. Siswanto. AuJASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering Monitoring Dan Controlling Sinkronisasi Pada Mixer Beton Poros Ganda Berbasis Wifi,Ay JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering, vol. 5, no. 2, hlm. 26Ae39, 2024, doi: 10. 31328/jasee. Taufik Hidayat dan D. Notosudjono. AuProgram Studi Teknik Elektro Universitas Pakuan PROTOTIPE SISTEM INSPEKSI OTOMATIS PENCEGAH BALOK METAL TIDAK SESUAI UKURAN DALAM INDUSTRI DENGAN ACUAN PARAMETER DIMENSI BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT),Ay 2024. Sapriyanto Yuli Nurullah. AuSISTEM KONTROL DAN MONITORING DAYA LISTRIK RUMAH,Ay 2020. Ihsania. Yudha Adhitya. Khumaidi. Hasin, dan I. Sutrisno. AuAnalisis Waktu Performa Pengiriman Pada Sistem Peminjaman Inventaris Laboratorium berbasis IOT,Ay Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri, vol. 10, no. 2, hlm. 226Ae233. Jul 2023, doi: 10. 33795/elkolind. Nadya Ramadhani. Au. rudiazra, 02. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDI DIKAN - Copy - Copy - Copy,Ay 2023. Sari. Hazidar. Basri. Ramadhani, dan A. Manurung. AuPenerapan Palang Pintu Otomatis Jarak Jauh Berbasis RFID di Perumahan,Ay Blend Sains Jurnal Teknik, vol. 2, no. 1, hlm. 16Ae25. Mei 2023, doi: 10. 56211/blendsains. Yusuf. Srisulistiowati. Bhayangkara, dan J. Raya. AuAPLIKASI SISTEM PARKIR KENDARAAN BERMOTOR BERBASIS KARTU RFID,Ay 2021. Mulyono. AuPEMANFAATAN TEKNOLOGI UHF RFID UNTUK PENDATAAN OBJEK TUGAS AKHIR,Ay 2023. Dhani. AuACCURACY AND PRECISION OF AN INDOOR AUTONOMOUS MOBILE ROBOT LOCALIZATION UTILIZING A RFID READER MFRC522 INFORMASI ARTIKEL,Ay hlm. 1Ae6, 2023. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)