Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan Volume 4 Nomor 1 April 2025 E-ISSN: 2829-2502. P-ISSN: 2829-260X. Hal 33-41 DOI: https://doi. org/10. 56910/jumbiwira. Available online at: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira/ Pengaruh Motivasi. Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Satya Mulya Mandiri Bogor Agung Rizki Awaludin 1*. Samsuri 2. Chandra Ayu Pramestidewi 3 Universitas Duanda Bogor. Indonesia Alamat: Jl. Tol Jagorawi No. Ciawi. Kec. Ciawi. Kabupaten Bogor. Jawa Barat 16720 Korespondensi penulis: agungrizkiawaludin@gmail. Abstract. This research aims to determine the influence of motivation, work environment and discipline on employee performance at PT. Satya Mulya Mandiri Bogor The subjects of the research were 52 employees. Sampling was carried out using saturated samples. The analytical tool used in this research is the IBM SPSS 25 software application. The form of this research is descriptive and verification with a quantitative approach. This research uses multiple linear regression analysis. This research found that motivation, work environment and work discipline partially and simultaneously influence employee performance. Keywords: Motivation, work environment, work discipline and employee performance Abstrak. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, lingkungan kerja dan disiplin terhadap kinerja karyawan pada PT. Satya Mulya Mandiri Bogor Subjek dari penelitian berjumlah 52 orang karyawan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu aplikasi software IBM SPSS 25. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa motivasi, lingkungan kerja dan disiplin kerja secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap kinerja Kata kunci: Motivasi. Lingkungan kerja, disiplin kerja dan kinerja karyawan LATAR BELAKANG Pentingnya sumber daya manusia dalam organisasi atau perusahaan yaitu untuk menentukan kesuksesan organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya, karena berhasil atau tidaknya perusahaan dalam mencapai tujuan sangat bergantung pada kemapuan sumber daya manusia atau karyawannya dalam menjalankan tugas yang Kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas-tugasnya dapat dilihat melalui kinerjanya, sehingga kinerja karyawan menjadi hal yang sangat penting bagi keberhasilan PT. Satya Mulia Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Penagihan, yang bertugas untuk melancarkan proses penagihan dan penarikan barang Ae barang kredit macet dan bermasalah dengan cepat dan tepat. PT. Satya Mulia Mandiri berkedudukan di Jalan Pucang Adi VII No. 18 RT. 05 RW. 26 Batursari. Mranggen Ae Demak. Dapat dilihat pada Tabel data pendapatan PT. Satya Mulia Mandiri tahun 2023 sebagai berikut: Received: Maret 16, 2024. Revised: Maret 28, 2025. Accepted: April 19, 2025. Published: April 23, 2025 Pengaruh Motivasi. Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Satya Mulya Mandiri Bogor Tabel 1. Data Pendapatan PT. Satya Mulia Mandiri Tahun 2023 Bulan Target Realisasi Peresentase( Keterangan Pendapat Januari Rp80. Rp80. Tercapai Februari Rp80. Rp50. Tidak Tercapai Maret Rp80. Rp50. Tidak Tercapai April Rp80. Rp60. Tidak Tercapai Mei Rp80. Rp80. Tercapai Juni Rp80. Rp70. Tidak Tercapai Juli Rp80. Rp60. Tidak Tercapai Agustus Rp80. Rp80. Tercapai September Rp80. Rp60. Tidak Tercapai Oktober Rp80. Rp80. Tercapai November Rp80. Rp80. Tercapai Desember Rp80. Rp70. Tidak Tercapai Total Rp960. Rp860. Tidak Tercapai Rata-rata Rp80. Rp71. Tidak Tercapai Sumber: PT. Satya Mulia Mandiri, 2023 Berdsasarkan Tabel 1 pada tahun 2023 penjualan berada pada angka 90% tidak tercapainya target perusahaan diduga oleh sebesar 53% kinerja karyawan di PT. Satya Mulia Mandiri masih rendah dimana karyawan kurang mampu menyelesaikan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab dengan hasil yang memuaskan. Selain itu rendahnya kinerja karyawan pada PT. Satya Mulia Mandiri yaitu sebesar 70% karyawan beranggapan kurang mampu dalam memanfaatkan waktu yang disediakan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu motivasi, motivasi adalah dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan perusahaan sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja karyawan. Mengenai motivasi kerja pada pemberian balas jasa yang diberikan oleh PT. Satya Mulia Mandiri kepada karyawannya dapat diketahui bahwa perusahaan hanya memberikan JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 1 APRIL 2025 E-ISSN: 2829-2502. P-ISSN: 2829-260X. Hal 33-41 tunjangan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan Tinggi dengan UU Nomor 24 Tahun 2011, tetapi PT. Satya Mulia Mandiri tidak memberikan tunjangan transportasi dan makan. Sehingga mempengaruhi motivasikerjanya. Lingkungan kerja pada PT. Satya Mulia Mandiri dinilai masih belum cukup baik orang karyawan menyatakan bahwa lingkungan kerja yang tidak tenang dan bebas dari suara bising di PT. Satya Mulia Mandiri. Salah satunya terkait produktivitas karyawan. Dalam bekerja, sebagian karyawan melakukan pekerjaan dengan santai tanpa memperhatikan target yang seharusnya dicapai. Sehingga sebagian karyawan lainnya terkena teguran oleh atasan. Fasilitas kerja belum sepenuhnya memadai, seperti pada bagian packing dan rata-rata mesin yang digunakan sudah usang, sering mengalami kerusakan dan perlu diganti dengan yang baru. Tidak hanya itu, terkait hubungan antar rekan kerja karyawan cenderung memiliki kelompoknya masing-masing dan tidak membaur dengan karyawan lainnya. Berdasarkan hal tersebut, jika terus dibiarkan akan mengakibatkan tingginya keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan dan akan sangat merugikan Selain motivasi dan lingkungan, faktor lain yang juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah disiplin kerja rata-rata ketidakhadiran karyawan perbulan yaitu sebesar 2,3%. Keterlambatan karyawan paling tinggi pada bulan Mei yaitu 3,3%. Hal tersebut karena dinilai bahwa kurangnya akan disiplin kerja yang diterapkan oleh karyawan pada PT. Satya Mulia Mandiri. Hal itu dilihat dari batas toleransi yang diberikan oleh perusahaan sebanyak 1%. Artinya masih ada karyawan yang tidak memenuhi peraturan atau tidak disiplin dalam bekerja yang memang tidak adanya toleransi bagi karyawan yang datang terlambat KAJIAN TEORITIS Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya Tinggi dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Kasmir, 2016:. Indikator kinerja adalah kualitas, kuantitas, waktu, penekanan biaya, hubungan antar karyawan (Kasmir, 2. Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan kemampuan dan keahlian, pengetahuan, rencana kerja, kepribadian atau karakter, motivasi kerja, kompetensi kerja, kepemimpinan dan pengawasan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, loyalitas, komitmen dan disiplin kerja (Kasmir, 2. Motivasi kerja merupakan dorongan untuk melakukan suatu pekerjaan. Menurut Hasibuan . Motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung Pengaruh Motivasi. Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Satya Mulya Mandiri Bogor perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Adapun indikator motivasi kerja adalah kebutuhan fisiologis . hysiological need. , kebutuhan keselamatan dan keamanan . ave and security need. , dan kebutuhan sosial . ffiliation or acceptance need. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan, sehingga dapat mempengaruhi dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya, misalnya: temperatur, ventilasi, kebersihan tempat kerja, adanya air conditioner (AC), penerangan yang memadai, dan sebagainya (Afandi, 2. Indikatornya yaitu pencahaan, warna, udaradan suara. Disiplin kerja adalah kemampuan kerja seseoranguntuk secara teratur, tekun secara terus menerus dan bekerja Tinggi dengan aturan aturan yang berlaku dengan tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan (Sinabela, 2. indikator disiplin kerja antara lain frekuensi kehadiran, tingkat kewaspadaan, ketaatan pada standar kerja, ketaatan pada peraturan kerja dan etika kerja (Sinabela, 2. Adapun hipotesis pada penelitian ini yaitu: H1: Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi, lingkungan kerja dandisiplin kerja terhadap kinerja karyawan. H2: Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja H3: Terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja H4: Terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel independent yaitu lingkungan kerja, motivasi dan disiplin kerja sedangkan variabel dependent yaitu kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Satya Mulia Mandiri sebanyak 52 orang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode nonprobability sampling, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu teknik pengumpulan sampel bila anggota populasi digunakan sebagai anggota sampel. Pengambilan sampel yaitu 52 pengambilan sampel tanpa pilih atau pandang bulu, yang berdasarkan prinsip matematis yang telah teruji dalam praktek. Teknik ini dipandang sebagai tekniksampling paling baik JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 1 APRIL 2025 E-ISSN: 2829-2502. P-ISSN: 2829-260X. Hal 33-41 dalam penelitian. Metode pengujian penelitian yang digunakan yaitu . uji validitas. asumsi klasik. Metode analisis merupakan analisis deskriptif dengan penggunaan analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, korelasi serta pengujian hipotesis pada uji T dan F. HASIL DAN PEMBAHASAN Mayoritas Responden PT. Satya Mulia Mandiri berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 25-34 tahun, dengantingkat pendidikan terakhir adalah SMA/SMK, serta masa kerjanya >1-3 tahun. Pada pengujian instrument yaitu validitas bahwa seluruh item dinyatakan valid. Pengujian reliabilitas seluruhnya dinyatakan reliabel dan pada pengujian uji asumsi klasik dinyatakan berdistribusi normal, tidak terjadi masalah pada multikolonieritas dan tidak terjadi heteroskedasitas dan layak dipakai untuk memprediksi setiap variabel dalam penelitian ini Hasil perhitungan bentuk hubungan fungsional menggunakan analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Tabel 2. Koefisien Regresi dan Uji Signifikan Coefficients Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 26,244 7,340 Motivasi kerja ,211 ,142 Lingkungan kerja ,253 ,159 Disiplin kerja ,153 ,150 Dependent Variable: Kinerja karyawan Standardized Coefficients Beta 3,575 ,211 2,077 ,244 2,594 ,160 2,021 Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF ,001 ,013 ,000 ,000 ,936 1,068 ,785 1,275 ,748 1,338 Berdasarkan persamaan regresi tersebut diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X. , variabel lingkungan kerja (X. , dan disiplin kerja (X. berpengaruh positif terhadap kinerja Bila terjadi perubahan pada lingkungan kerja, disiplin kerja dan motivasi kerja maka kinerja karyawan juga berubah. Hasil pengujian analisis korelasi dan determinasi sebagai berikut: Pengaruh Motivasi. Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Satya Mulya Mandiri Bogor Tabel 3. Hasil Koefisien Kolerasi dan Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Model R Square ,746 ,620 ,650 4,54975 Predictors: (Constan. Disiplin kerja. Motivasi kerja. Lingkungan kerja Dependent Variable: Kinerja karyawan Hasil pada PT. Satya Mulia Mandiri menunjukkan nilai R sebesar 0,746 yang berada pada rentang nilai . ,60 Ae 0,. termasuk dalam kategori kuat. Hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen memiliki hubungan yang kuat. Artinya, semakin lebih baik motivasi kerja, semakin baik lingkungan kerja dan semakin baik dalam disiplin kerja yang diberikan maka semakin tinggi kinerja. Hasil R Square sebesar 0,620 atau 62%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan sebesar 62% dan sisanya 38% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti seperti faktor kemampuan dan keahlian, pengetahuan, rencana kerja, keperibadian atau karakter, kepemimpinan dan pengawasan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, loyalitas dan komitmen (Kasmir, 2. Untuk membuktikan hipotesis statistik tersebut, maka hasil perhitungan uji F diperoleh melalui Tabel Analisis Varians (Anov. sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Terhadap Koefisien Regresi Secara Simultan ANOVAa Model Regression Sum of Squares 135,062 Residual 993,611 Total 1128,673 Dependent Variable: Kinerja karyawan Mean Square 45,021 21,17 Sig ,103 20,700 Predictors: (Constan. Disiplin kerja. Motivasi kerja. Lingkungan kerja Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 28,055 dan nilai Ftabel untuk = 0,05 dengan derajat kebebasan V1 = 4 Ae 1 = 3 dan V2 = 52 Ae 3- 1 = 48. Berdasarkan hasil dari derajat kebebasan maka didapatkan nilai Ftabel 2,798. Dapat dilihat bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 21,175 > 2,798 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel independen pada penelitian ini yaitu motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap JUMBIWIRA Ae VOLUME 4 NOMOR 1 APRIL 2025 E-ISSN: 2829-2502. P-ISSN: 2829-260X. Hal 33-41 kinerja karyawan pada PT. Satya Mulia Mandiri. Adapun rekapitulasi uji-t sebagai berikut: Tabel 5. Rekapitulasi Uji t Variabel ttabel thitu Sig. Keterang Independen Motivasi kerja 1,677 2,07 0,01 0,0 Berpengaruh positif dan Lingkungan kerja 1,677 2,59 0,00 0,0 Berpengaruh positif dan Disiplin kerja 1,677 2,02 0,00 0,0 Berpengaruh positif dan Hasil koefisien regresi secara parsial antara lingkungan kerja, disiplin kerja dan motivasi kerja masing- masing berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai thitung dari keseluruhan variabel tersebut lebih besar dari ttabel. Dengan ini, variabellingkungan kerja (X. merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan (Y) hal tersebut dibuktikan pada Tabel 4. 30 melalui besarnya Standardized Coeficients Beta untuk variabel motivasi kerja (X. yaitu sebesar 0,211 sedangkan dengan nilai Standardized Coeficients Beta untuk variabel lingkungan kerja (X. sebesar 0,244 dimana nilai tersebut nilai paling besar dibandingkan dengan nilai variabel lainnya, dan Standardized Coeficients Beta untuk variabel disiplin kerja (X. sebesar 0,160. Oleh sebab itu perusahaan perlu memperhatikan lingkungan kerja, disiplin kerja dan motivasi kerja pada PT. Satya Mulia Mandiri. KESIMPULAN DAN SARAN Maka kesimpulan yang didapatkan bahwa kondisi motivasi, lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki peranan penting terhadap kinerja karyawan, pada pengujian seluruhnya dapat dibuktikan berpengaruh positif dan signifikan. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan variabel dan indikator lebih banyak lagi yang tidak ada pada penelitian ini serta lebih banyak pada jumlah responden. UCAPAN TERIMA KASIH