https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 DASAR-DASAR SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS PENDIDIKAN Wulan Suhariati1*. Binti Maunah2 AATadris Ilmu Pengetahuan Sosial. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung E-mail: suhariatiwulan@gmail. Abstrak Pendidikan merupakan sebuah fenomena kompleks yang tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan memiliki beberapa dasar-dasar yang dapat dijadikan untuk mencapai suatu tujuan dari pendidikan. Karena tanpa adanya dasar-dasar pendidikan maka tujuan dari pendidikan akan sulit dicapai yang dapat menyebabkan pendidikan memiliki arah tujuan yang tidak jelas. Salah satu dasar-dasar dari pendidikan yaitu sosiologis dan antropologis. Dasardasar sosiologis dan antropologis penting untuk dipahami karena dapat digunakan untuk memahami bagaimana pendidikan bekerja dalam masyarakat dan bagaimana pendidikan dapat digunakan untuk mencapai tujuan sosial dan budaya. Dan untuk mencapai tujuan pendidikan perlu dilakukan proses sosialisasi dan enkulturasi. Selain itu juga memerlukan pemahaman berbagai fenomena yang terjadi di dunia pendidikan seperti ketimpangan pendidikan, diskriminasi, dan budaya belajar. Kata Kunci: Pendidikan. Antropologis. Sosiologis Abstract Education is a complex phenomenon that cannot be separated from the context of society and culture. Education has several basics that can be used as examples to achieve an educational goal. Because without the basics of education, the goals of education will be difficult to achieve, which can cause education to have unclear One of the basics of education used is sociological and anthropological. Sociological and anthropological foundations are important to understand because they can be used to understand how education works in society and how education can be used to achieve social and cultural goals. And to achieve educational goals, a process of socialization and enculturation needs to be carried out. Apart from that, the educational environment is also needed to support all these processes in formal, informal and non-formal educational environments. Keywords: Educational. Antropological. Sosilogical https://journal. id/widyadidaktika PENDAHULUAN Pendidikan adalah upaya yang dilakukan oleh negara secara terencana melalui pembimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan baik di dalam maupun di luar sekolah sepanjang hidup, untuk menyiapkan peserta didik agar mampu adaptif di berbagai konteks di masa (Binti Maunah, 2022: . Selain itu, pendidikan juga membantu meningkatkan keterampilan sosial dan berpikir kritis. Oleh karenanya, dalam pendidikan juga akan dipelajari tentang sosiologis dan antropologis Sosiologi adalah bidang studi yang mempelajari interaksi manusia dalam berbagai kelompok dan sistem sosial. (Binti Maunah, 2022: . Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu sosial. Ilmu sosial meliputi semua disiplin ilmu yang berhubungan dengan manusia, yang mempunyai unsur pembentuk kehidupan sosial dan budaya. (Bagja Waluya, 2022: . Antropologi adalah cabang ilmu yang mempelajari mengenai manusia dalam berbagai aspek seperti budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain-lain. (Jonar T. H Situmorang, 2023: . Antropologi adalah kajian tentang makhluk anthropos atau manusia, yang melibatkan gabungan beberapa disiplin ilmu yang masingmasing mempelajari berbagai masalah kompleks yang berkaitan dengan manusia. (Ida Bagus made astawa, 2017:. METODE PENELITIAN Metode yang dipakai dalam penulisan ini ialah penelitian kepustakaan atau library Data didapatkan dari buku-buku dan jurnal-jurnal terbaru. Kajian ini dilakukan pada bulan Februari s. d Juni 2024 dengan mengumpulkan berbagai buku dan jurnal baik yang berbentuk fisik maupun yang dari web Kemudian data yang telah diperoleh disusun dalam bentuk naskah teks. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan sebagai Enkulturasi dan Sosialisasi Pendidikan pengembangan individu melalui pembelajaran JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 dan pengalaman yang diperoleh melalui Dalam konteks enkulturasi dan sosialisasi, pendidikan berperan penting dalam membentuk individu yang dapat menjadi bagian dari masyarakat dan memahami dan menjaga budaya dan nilai-nilai yang diperlukan. Pendidikan sebagai sosialisasi dan enkulturasi dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang bertujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, keahlian, dan kepribadian yang diperlukan untuk hidup dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Pendidikan merupakan proses enkulturasi dan sosialisasi yang membantu individu mengadaptasi ke dalam masyarakat dan Pendidikan sebagai enkulturasi lingkungan, masyarakat, dan lingkungan yang lebih luas. Pendidikan sebagai enkulturasi dan sosialisasi mempengaruhi individu yang siap bertanggung jawab, berwirausaha, dan berpikir Pendidikan sebagai proses enkulturasi tidak terbatas pada penanaman budaya, khususnya aspek kognitif dan evaluatif pikiran, tetapi juga mengacu pada cara praktik atau ekspresi eksternal dalam bentuk perilaku sosial. Dalam konteks ini, seseorang yang berwatak dewasa mempunyai sifat-sifat spiritual yang harus diimbangi dengan kemampuan bertindak yang adil dan benar dalam kehidupannya Ini tidak bisa dihindari karena mengingat manusia bukan hanya merupakan makhluk individu tetapi juga merupakan bagian dari suatu komunitas atau makhluk sosial. Berdasarkan pemikiran tersebut, pendidikan dapat digambarkan tidak hanya sebagai proses inkulturasi dan kebudayaan, tetapi juga sebagai proses sosialisasi. Dengan berpegang pada gagasan ini, maka kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pendidikan, artinya masyarakat yang dibesarkan dalam kebudayaan akan belajar sesuai dengan apa yang dituntut oleh budayanya. (Yulia Siska, 2017: . Pendidikan sebagai enkulturasi dan sosialisasi dapat diartikan sebagai proses https://journal. id/widyadidaktika pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk individu yang dapat menjadi bagian dari masyarakat dan memahami dan menjaga budaya dan nilai-nilai yang diperlukan. Pendidikan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pendidikan formal dan pendidikan informal (Pendidikan sehari-hari, contohnya di rumah, di desa, dan di Dari sudut pandang sosial, sosialisasi dan enkulturasi merupakan fungsi masyarakat yang memperkenalkan seluruh individu terutama generasi muda ke dalam kehidupan sosial Namun jika dilihat dari sisi individu, maka di dalam proses sosialisasi dan akulturasi, individu-individu mempelajari berbagai peran dalam konteks budaya masyarakat tersebut agar dapat hidup dalam masyarakat dan budaya (Waini Rasyidin, dkk, 2023: . Pendidikan sebagai enkulturasi dan sosialisasi merupakan upaya untuk menjamin kelangsungan hidup suatu masyarakat dan Proses enkulturasi terjadi dalam interaksi sosial yang secara intensif dilakukan antara anak dan Pendidikan harus membantu siswa hidup dalam masyarakat dan budaya. Jika dilihat dari sisi sosiologi, pendidikan tidak jauh berbeda dengan sosialisasi, dan jika dilihat dari sisi antropologis tidak jauh berbeda pula dengan Pendidikan pada dasarnya berkaitan dengan sosialisasi dan enkulturasi, karena dalam sosialisasi terdapat enkulturasi. Pendidikan. Masyarakat, dan Kebudayaan Pendidikan, kebudayaan merupakan tiga elemen yang saling terikat erat dan tak terpisahkan. Ketiganya saling menopang dan memperkuat satu sama lain. Pendidikan juga proses untuk memanusiakan manusia berbudaya Indonesia yang interaktif berkesinambungan serta yang berusaha untuk menyatukan kebudayaan nasional kita. Artinya akar kebudayaan nasional bertujuan untuk membawa manusia dan masyarakat Indonesia JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 menjadi masyarakat sipil Indonesia memasuki masyarakat terbuka negara-negara di dunia. Proses humanisasi manusia meliputi suatu proses pendidikan yang berlangsung dalam interaksi antar masyarakat masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku. Proses antarbudaya yang menyatukan berbagai suku dan budaya, termasuk budaya lokal, budaya nasional, dan budaya internasional atau global serta berujung pada terciptanya masyarakat sipil global, merupakan proses humanisasi. (W. Septiarti, dkk, 2017: . Pendidikan sebagai enkulturasi dan sosialisasi adalah upaya yang digunakan untuk mempertahankan kelangsungan dari suatu keberadaan masyarakat dan budayanya. Proses sosialisasi dan enkulturasi berlangsung dalam kerangka interaksi sosial dan temporal yang intens antara anak dan keluarganya. Pendidikan ditujukan bagi supaya bisa hidup bermasyarakat dan berbudaya. Pendidikan tidak jauh berbeda dengan sosialisasi dari sisi sosiologi dan tidak jauh berbeda pula dengan enkulturasi dari sisi Karena dalam proses sosialisasi terjadi juga proses enkulturasi, pendidikan pada Pendidikan berperan penting dalam melestarikan dan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi. Melalui pendidikan, nilainilai budaya perlu di tumbuhkan pada generasi muda, supaya mereka bisa mengerti dan mengamalkannya di kehidupan sehari- hari. Pendidikan juga menjadi sarana untuk melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif dalam mengekspresikan budayanya. Masyarakatlah yang menjadi wadah bagi pendidikan dan kebudayaan untuk Masyarakat yang mendukung pendidikan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses belajar mengajar. Masyarakat yang menghargai kebudayaan akan mendorong pelestarian dan pengembangan Kebudayaan, di sisi lain, memberikan landasan bagi pendidikan dan identitas bagi https://journal. id/widyadidaktika Kebudayaan menentukan nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan dan menjadi Kebudayaan yang kaya dan beragam akan memperkaya pendidikan dan memperkuat identitas masyarakat. Sosiologi pendidikan dan antropologi memandang fenomena ini secara utuh dan memahami keseluruhan pembentukan negara Indonesia. Penelitian sosiologis dan antropologis berkontribusi pada pengembangan kebijakan, program strategis, dan intervensi pendidikan yang disesuaikan untuk orang tua, pendidik, dan pemimpin pendidikan. (W. Septiarti, dkk, 2017: Hubungan erat antara pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan menjadi kunci untuk membangun bangsa yang maju dan Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cerdas dan berbudaya. Masyarakat yang mendukung pendidikan dan kebudayaan akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan bangsa. Kebudayaan yang kaya dan beragam akan menjadi identitas dan kekuatan bangsa. Lingkungan Pendidikan Pendidikan lingkungan adalah sistem yang terdiri dari sejumlah besar faktor dan variabel penting, seperti budaya sekolah, kebijakan sekolah, politik, kurikulum, dan format mata pelajaran. Jika ada perubahan dalam hal ini, maka akan tercipta lingkungan sekolah dimana seluruh warga lingkungan sekolah yang berbeda suku, budaya, agama, dan latar belakang hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati dalam solidaritas yang efektif dan memelihara. Memungkinkan semua siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang multikultural (W. Septiarti, dkk, 2017:. Tampaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada perlu diubah secara radikal JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 agar pendidikan multikultural dapat diterapkan. Selain mewakili keragaman etnis dan budaya, guru atau pengajar mempunyai sikap positif terhadap berbagai tipe siswa dan menggunakan strategi perilaku yang konstruktivis, individual, memberdayakan dan memperkaya perspektif yang lebih baik. Menyajikan bahan ajar yang mempertimbangkan beragam perspektif ras, etnis, dan budaya terhadap peristiwa, konsep, dan tema secara partisipatif. (W. Septiarti, dkk, 2017: . Pendidikan adalah faktor vital yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan manusia. Indonesia membagi pendidikan menjadi tiga macam, yaitu: Lingkungan Pendidikan Formal Lingkungan pendidikan formal merupakan lembaga sosial yang memiliki kewajiban khusus untuk melaksanakan suatu aktivitas kegiatan proses pembelajaran dalam sebuah satuan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan bahwa pendidikan formal melibatkan aliran pendidikan dengan struktur hierarki yang terdiri dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Lingkungan pendidikan formal memiliki pengaruh terhadap lingkungan pendidikan, seperti halnya lingkungan sekolah. Sekolah merupakan salah satu bentuk pendidikan di masyarakat. Sekolah merupakan tempat yang diperlukan untuk mengajarkan siswa pengetahuan yang dapat digunakan untuk membantu mereka bertahan dalam lingkungan (Affa Azmi dkk, 2021: . Dalam suatu sekolah terdapat budaya sekolah yang mengacu pada tingkat kualitas lingkungan dan suasana sekolah. Pendidikan sekolah merupakan subsistem dari sistem pendidikan nasional. Dalam subsistem tersebut, beberapa komponen sekolah terdapat dalam gambar 1 meliputi: https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 luasnya, kini dipahami sebagai semua orang yang mempunyai hubungan kekerabatan dalam beberapa keluarga inti. Menurut Kementerian Sosial RI, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2022, terdapat delapan fungsi keluarga yang perlu diselenggarakan. Diantaranya yaitu dapat dilihat Tabel 1: Tabel 1. Delapan fungsi keluarga dalam beberapa aspek Gambar 1. Komponen Sekolah Sebagai lembaga pendidikan resmi, sekolah merupakan suatu unit dengan kegiatan pembelajarannya disusun dan diatur secara terencana oleh para petugas sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Acara sekolah juga dimasukkan dalam kurikulum. Bentuk sekolah muncul dari individu-individu yang menjadi anggotanya dan dari suatu sistem nilai dan norma yang sepenuhnya formal. Kita harus memahami bahwa formalitas ini tertanam dalam kurikulum dan metode pengajaran. Lingkungan Pendidikan Informal Pendidikan informal adalah suatu proses yang terjadi sepanjang hidup seseorang untuk memastikan setiap individu memperoleh nilai positif, sikap, keterampilan, dan pengetahuan dari pengalaman hidup, pengaruh lingkungan, serta interaksi dengan keluarga, tetangga, lingkungan kerja, dan lingkungan sosial lainnya seperti pasar, perpustakaan, dan media massa. C Pendidikan Informal Dalam Keluarga Keluarga adalah satuan terkecil yang ada di dalam struktur masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak, termasuk agama, psikologi, dan makanan (Indani, dkk, 2022: . Keluarga bersifat universal, unit sosial terkecil yang ada dimanamana. Keluarga dalam arti sempit adalah kerabat sedarah yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, yang disebut keluarga inti. Keluarga, dalam arti Fungsi Keluarga dalam Berbagai Aspek Fungsi Agama Keluarga adalah tempat pertama yang mengajarkan nilainilai agama Fungsi Reproduksi Keluarga merupakan wadah pendidikan seks bagi anak untuk hubungan seks yang sehat dan Fungsi Sosial Budaya Keluarga model perilaku dalam hubungan dengan orang lain . Fungsi Pendidikan Keluarga adalah tempat dimana seorang anak belajar mengenai nilainilai kehidupan Fungsi Cinta Kasih Keluarga adalah tempat tumbuhnya rasa cinta dan kasih Fungsi Ekonomi Merupakan sarana yang baik untuk bertugas esensial anak dalam keluarga Fungsi Perlindungan Keluarga adalah tempat bagi mereka yang sedang Fungsi Lingkungan Adalah tempat seseorang belajar cara berinteraksi dan https://journal. id/widyadidaktika Sebagai orang yang menjadi pelaksana pendidikan, orang tua memiliki peran yang sangatlah penting sebagai pendidik utama bagi anaknya di lingkungan keluarga. Seseorang yang tinggal dekat dengan anak juga harus ikut dalam mendidiknya. Oleh karena itu, pendidikan di dalam lingkungan keluarga tidak selalu tergantung sepenuhnya pada orang tua. Tambahannya, pembelajaran di lingkungan keluarga adalah persiapan penting bagi anakanak untuk menjalani kehidupan bersosialisasi. Pembelajaran yang diterima dari lingkungan keluarga umumnya mencakup pengetahuan dasar tentang sikap, nilai dan norma baik agama maupun masyarkat, serta keterampilan tertentu. Hal itu memiliki tujuan supaya anak menjadi seseorang yang memiliki moral dan menjadi anggota masyarakat yang baik. Pendidikan Masyarakat Informal Dalam UU pasal 27 merupakan UU yang membahas mengenai pendidikan informal. Pendidikan informal di dalam masyarakat dapat berbentuk seperti melalui kebiasaan, adat istiadat, interaksi teman sebaya, ritual adat, interaksi kerja, permainan, bahkan percakapan sehari-hari. Dalam hal ini, pembentukan ahli waris sosial membantu menjaga nilai-nilai budaya masyarakat. (Sugianto, 2021: . Pendidikan di tengah masyarakat mengandung informasi, nilai, aturan, sikap, keahlian, dan lainnya yang diberikan langsung oleh masyarakat kepada generasi muda seharihari. Oleh karena itu, pembelajaran tradisional digunakan untuk menjaga warisan budaya Lingkungan Formal Pendidikan Non Pendidikan pendidikan yang pelaksanaannya secara terstruktur dan berjenjang dan berada diluar pendidikan formal. Pendidikan non formal memiliki fungsi yaitu untuk pengembangan kemampuan yang dimiliki oleh seorang pelajar JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 dengan fokus pada penggunaan pengetahuan dan keterampilan yang praktis serta pertumbuhan sikap, tingkah laku, dan karakter profesional (Farid Wajdi, 2022: 58-. Dalam konteks pendidikan formal, pendidikan nonformal diberikan kepada mereka yang membutuhkan layanan pendidikan yang melengkapi pendidikan formal untuk menunjang pembelajaran sepanjang hayat. Pendidikan nonformal mencakup berbagai program seperti kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, keterampilan, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan potensi peserta didik. Satuan pendidikan informal meliputi pusat kegiatan belajar masyarakat, tempat kursus, pelatihan, kelompok belajar, pertemuan taklim, serta satuan pendidikan lainnya. Pendidikan nonformal dianggap setara dengan pendidikan formal setelah dinilai oleh badan pemerintah yang mengikuti standar nasional Pola-pola Kegiatan Sosial Pendidikan Tujuan pendidikan adalah untuk mentransfer pengetahuan dari satu generasi ke Pengetahuan dimaksud mencakup pengetahuan ilmiah, warisan budaya, dan nilai-nilai tradisional, yang umumnya disampaikan melalui pengalaman dan pembelajaran turun-temurun dalam masyarakat. Mereka adalah individu-individu yang memiliki impian untuk membentuk generasi yang lebih baik dan beradab. (Daryono, dkk, 2021:. Secara umum, dalam pendidikan terdapat tiga pola kegiatan sosial, yaitu: C Pola Nomothetis. Yaitu Suatu pola interaksi sosial yang menekankan pada aspek perilaku normatif atau Dalam pola ini, pendidikan lebih mengutamakan kebutuhan kelembagaan, peran yang diberikan, harapan dan cita-cita sosial daripada kebutuhan individu, individualitas, dan kebutuhan individu. Dalam pola ini, pendidikan https://journal. id/widyadidaktika dipandang sebagai sesuatu yang mengarah pada upaya mewariskan aset-aset sosial kepada muda seiring berkembangnya masyarakat, dan pendidikan dipandang sebagai . osialisasi kepribadia. dan saling pengertian dalam Bila dikaji dengan kaitannya terhadap kurikulum pendidikan saat ini, pola nomothetis ini sangat relevan sekali dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang antara lain tampak dalam penilaian sikap spiritual. Selain relevansi pola ini dengan kurikulum pendidikan Indonesia adalah selain penilaian sikap mental, juga terdapat aspek dalam penilaian sikap sosial antara lain dalam aspek kemampuan siswa dalam hal tanggungjawab, kepedulian, sikap kesantunan sosial, kepercayaan diri dan C Pola Idiografis Pola idiografis yaitu pola interaksi sosial yang lebih menekankan dimensi tingkah laku manusia yang bersifat tuntutan individu, kepribadian dan Pendidikan dipandang sebagai sebuah urusan membantu seseorang secara pribadi, agar dia dapat mengembangkan kepribadiannya seoptimal mungkin menjadi pribadi yang sehat, cakap, dan adaptif dalam menyikapi perubahan zaman. Pendidikan adalah personalisasi peranan . ersonalization of rol. Pola ini dalam pelaksanaannya tercermin dari pemberian pelayanan yang ramah kepada setiap peserta didik dan pembedaan yang adil dalam pemenuhan hak atas pendidikan. C Pola Transaksional Pola transaksional merupakan pola interaksi sosial yang berupaya menjembatani pola yang berbeda dan konvensional. Artinya pola ini dimaksudkan untuk menjadi jembatan antara kebutuhan sosial, harapan, peran dan kebutuhan, kebutuhan, dan individu. Pola perdagangan melihat pendidikan sebagai sistem sosial yang memiliki ciri-ciri yaitu setiap orang mengetahui maksud sistem, yang juga merupakan keperluan mereka. Setiap individu yakin bahwa mereka akan dianggap memenuhi JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Juni 2024. PP 77-84 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 harapan sosial asalkan harapan itu tercapai. Dan setiap orang merasa tergabung dalam suatu kelompok dengan suasana yang dimilikinya. (Edy Siswanto, 2021: 150-. SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa: Pendidikan sebagai enkulturasi dan sosialisasi membantu individu beradaptasi dengan masyarakat dan budaya melalui proses Pendidikan formal dan informal juga berperan dalam enkulturasi dan sosialisasi yang dapat membantu individu memahami nilai- nilai budaya dan norma sosial. Hubungan pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan yaitu saling terkait dan tak Pendidikan berperan dalam melestarikan dan mengembangkan budaya, dan juga masyarakat yang mendukung pendidikan dan budaya akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan bangsa. Lingkungan pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal, dan informal. Masing- masing jenis pendidikan memiliki peran dan fungsinya sendiri. Keluarga, sekolah, dan masyarakat berperan penting dalam Pola-pola kegiatan sosial pendidikan terdiri dari tiga jenis pola yaitu, nomothetis, ideografis, dan transaksional. Masing-masing pola memiliki fokus dan tujuan yang berbeda. Membangun individu yang bermoral dan mampu menjadi anggota masyarakat yang baik merupakan tujuan dari pendidikan. DAFTAR PUSTAKA