Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. 9 No. 2 Hal 386-398 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola OPTIMALISASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DALAM PEMBIASAAN IBADAH PESERTA DIDIK 1Ahyar, 2Muhaemin, 3Bustanul Iman RN Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Palopo E-mail: ahyar1721@gmail. Abstract Optimization of the Islamic Personal Development Program is a policy implemented to shape the personality of students. This study aims to analyze the implementation of worship habits and analyze the effectiveness of the implementation of BPI habits as well as what are the supporting and inhibiting factors and what efforts schools make in optimizing the implementation of worship habits through the Islamic Personal Development program. The type of research used is descriptive qualitative research. The results of the study show that the Islamic Personal Development program is a superior curriculum at SDIT Insan Madani Palopo which was adopted from the Integrated Islamic School Network (JSIT) program. Programs that focus on character development and students' habits of worship such as the habit of praying dhuha, reading the Quran, dhikr al-matsurat and alms which are directly guided by the homeroom teacher as a coach in the BPI program, the application of worship habituation is carried out in class response activities with the liqoat group method before entering general The effectiveness of the implementation of worship habits through the Islamic Personal Development program at SDIT Insan Madani Palopo is considered effective with adequate facilities with the provision of tiered books, then the procurement of control books called mutaba'ah books which are used as a control for students' daily practices which contain aspects of worship, independence and social of students, and mutaba'ah books are used as alternative teachers with parents as the main companions when returning from school Equipped with parental captions. The obstacles faced in the habituation of student worship are the large number of students and the awareness of parents in memorizing the student control Then on internal and external factors. The way to optimize the BPI Program is to make rules for the dedication of the teacher profession who do not continue their studies or work in other agencies, then the school holds activities such as workshops, collaboration with the Central JSIT, cooperation with students' parents through seminars/parenting. and activate school social media. Keywords: Optimization. BPI. Worship Habits Abstrak Optimalisasi Program Bina Pribadi Islam merupakan kebijakan yang diterapkan untuk membentuk pribadi peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembiasaan ibadah dan menganalisis efektivitas penerapan pembiasaan BPI serta apa faktor pendukung dan penghambatnya dan upaya apa yang dilakukan sekolah dalam mengoptimalisasikan penerapan pembiasaan ibadah melalui program Bina Pribadi Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Bina Pribadi Islam merupakan kurikulum unggulan di SDIT Insan Madani Palopo yang di adopsi dari program jaringan sekolah Islam Terpadu (JSIT). Program yang berfokus pada pembinaan karakter dan pembiasaan Ibadah siswa seperti pembiasaan salat dhuha, baca al-Quran, dzikir al-matsurat dan sedekah yang dibimbing langsung wali kelas sebagai pembina dalam program BPI, penerapan pembiasaan ibadah dilakukan pada kegiatan respon kelas dengan metode kelompok liqoat sebelum memasuki pembelajaran umum. Efektifitas penerapan pembiasaan ibadah melalui program Bina Vol 9. No. Oktober 2024 Optimalisasi Program. Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo dinilai efektif dengan adanya fasilitas yang memadai dengan adanya penyediaan buku yang berjenjang, kemudian pengadaan buku kontrol yang diberi istilah buku mutabaAoah yang dijadikan pemgontrolan amalan keseharian siswa yang termuat aspek ibadah, kemandirian dan sosial siswa, dan buku mutabaAoah dijadikan alternative guru dengan orang tua sebagai pendampng utama saat pulang sekolah yang dilengkapi dengan paraf orang tua. Adapun hambatan yang dihadapi dalam pembiasaan Ibadah siswa ialah banyaknya jumlah siswa dan kesadaran orang tua dalam memaraf buku control siswa. Kemudian pada faktor internal dan external. Adapun cara mengoptimalisasikan Program BPI ialah membuat aturan dedikasi profesi guru yang tidak merangkap lanjut studi maupun bekerja di instansi lain, kemudian sekolah mengadakan kegiatan seperti Workshop, kerja sama dengan JSIT Pusat, kerjasama dengan orang tua siswa melalui seminar/parenting. dan mengaktifkan sosmed sekolah. Kata Kunci: Optimalisasi. BPI. Pembiasaan Ibadah PENDAHULUAN Pembinaan pembiasaan ibadah pada jenjang sekolah dasar perlu dilakukan untuk membentuk kepribadian yang baik dalam bentuk keperibadian berdasarkan pengalaman yang didapatkan dalam kebiasaan sehari-hari, kebiasaan yang diajarkan bertujuan membentuk perilaku yang baik yang senangtiasa menjiwainya sampai dewasa, hal yang paling urgen harus dibiasakan adalah perilaku senang beribadah melalui pembiasaan salat yang dilaksanakan di sekolah, karena pembiasaan salat akan berpengaruh terhadap semangat dalam beribadah, tertanam kecintaan untuk mengamalkan ibadah sehari-hari, dan terampil dalam melakukan praktek salat yang merupakan kewajiban utama dalam Islam. Menanamkan kebiasaan karakter yang baik tentu dibutuhkan keteladanan seorang pendidik yang mampu menjadi figur bagi anak untuk melihat karakter yang diajarkannya, dengan kata lain pendidik yang mampu menyelaraskan antara perkataan dengan perbuatan. 2 Pembinaan karakter siswa harus dilakukan melalui proses pembiasaan dan pengalaman yang terus menerus sehingga menjadi pola hidup yang melekat pada diri siswa, dengan sendirinya siswa akan berbuat sesuatu dengan penuh kesadaran karena menjadi kebiasaannya. Hasil observasi pertama peneliti di SDIT Insan Madani Palopo menemukan bahwa keruntuhan moral sangat mengkhawatirkan di lingkungan sekolah saat ini, selain jumlah siswa yang sangat banyak, kerap kali tenaga pendidik menjumpai siswa tidak memahami bacaan salat, mencuri dalam salat, bermain-main dalam salat, kurang disiplin dan berbicara dengan mengikuti tren zaman yang semakin hari kurang mendidik, dengan banyaknya siswa didapati berkata Anjay, bahkan mnegacungkan tangan dengan simbol fucek, dan kebiasaan negatif lainnya kebiasaan tersebut tidak memandang latar belakang dari keluarga peserta didik, hal 1Saryadi. Saryadi, et al. "Pembiasaan Salat Dhuha Berjamaah Terhadap Pendidikan Karakter Siswa Di SMP Muhammadiyah 4 SAMBI. " Buletin Literasi Budaya Sekolah 2. : h. 2Armani Arief. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta : Ciputat Press, 2. , h. Vol. No. Oktober 2024 388 | Ahyar dkk. tersebut menjadi bahan perhatian di Sekolah SDIT Insan Madani Palopo sehingga mengadakan terobosan mengadopsi program dari jaringan islam terpadu sebagai alternatif untuk mengantisipasi perbuatan buruk bagi siswa. Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Madani Palopo melakukan program Bina Pribadi Islam diberi istilah program BPI yang dijadikan program unggulan dalam mengontrol perilaku setiap siswa, kemudian mengontrol dalam pembinan praktek salat, aktivitas tersebut diadakan setiap hari jumat dan beberapa aktifitas lainya, seperti pembiasaan siswa mengucap salam saat bertemu guru, salat dhuha di pagi hari dengan berjamaah, dirangkaikan dengan dzikir al-matsurat, tadarus al-Quran satu lembar sebelum masuk kelas, membiasakan bersedekah pada hari jumat, menceritakan kisah-kisah islami yang penuh dengan inspiratif bagi siswa. Tujuan umum dari program ini adalah mendampingi dan mengarahkan peserta didik dalam mengkaji dan mengaplikasikan nilai-nilai keislaman dalam dirinya sehingga memiliki budi pekerti yang baik, dan karakter mulia yang ditunjang dengan penguasaan ilmu dengan baik yang kemudian mampu mengamalkan ilmunya dengan tetap dilandasi oleh iman yang benar. Tentu hal ini menjadi menunjang keberhasilan apabila dimaksimalkan dalam proses pembinaan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, karena didalam program Bina Pribadi Islam terdapat buku pengontrolan yang menjadi teropong bagi pendidik, terkait berhasil tidaknya kebiasaan islami yang disampaikan kepada siswa di sekolah SDIT Insan Madani Palopo tergantung dari konsistensinya pihak guru dalam menjalankan program Apabila program Bina Pribadi Islam tidak dimaksimalkan maka akan berdampak pada karakter anak dengan arus zaman yang kian hari makin rusak dengan lingkungan sekolah dan lingkungan luar, dengan adanya program Bina Pribadi Islam di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Madani Palopo, mampu membangkitkan kesadaran guru, untuk membina peserta didik dengan baik, dalam membiasakan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Penerapan pembiasaan melalui pembinaan akhlakul karimah atau akhlak yang mulia. yakni upaya transformasi nilai-nilai QurAoani kepada anak yang lebih menekankan pada aspek afektif atau wujud nyata dalam amaliyah 3 Kebiasaan adalah suatu tindakan untuk membentuk manusia, termasuk dalam ruang lingkup muamalah. maka dari itu tindakan yang baik sangat penting untuk menentukan corak dan bentuk amal kehidupan manusia, adapun landasan kebiasaan harus sesuai dengan sumber Islam yakni dari dua sumber, yaitu al-QurAoan dan sunnah Nabi Muhammad Saw. Program Bina Pribadi Islam merupakan program unggulan yang ada di Sekolah Dasar Islam Terpadu program ini juga masuk dalam kurikulum di SDIT dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Kegiatan Bina Pribadi Islam pada tingkat Sekolah Dasar, berfokus pada program pembinaan kepribadian Islami melalui program pembinaan dan pembiasaan. 3Arifuddin. Arifuddin. "Konsep Pendidikan Profetik (Melacak Visi Kenabian Dalam Pendidika. " Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 9. : h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Optimalisasi Program. Pembiasaan yang dimaksud adalah pembiasaan kegiatan-kegiatan yang mengacu pada pendalaman pendidikan agama Islam. 4 Di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT) dalam rangka menguatkan pelaksanaan pembinaan peserta didik dalam membentuk peserta didik yang berakhlak berkarakter islami. Bina Pribadi Islam adalah suatu program yang terdapat pada satuan pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), yang dibawah naungan jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Penelitian tentang pembiasaan ibadah pada peserta didik telah banyak dilaksanakan. Siti Nuraisah mengungkapkan bahwa keberhasilan pelaksanaan pembiasaan ibadah di sekolah merupakan tanggung jawab setiap guru. 5 Siti Nurasisah menekankan pada aspek manajemen program sehingga dapat membuahkan hasil yang diinginkan. Wati Karmila juga mengungkapkan dalam penelitiannya bahwa program bina pribadi Islam memfokuskan pada penggunaan pendekatan yang tepat. Dalam penelitian ini mengungkapkan pendekatan yang digunakan yaitu pembinaan, keteladanan, dan juga nasehat yang diintegrasikan dalam setiap pembelajaran. Meskipun telah banyak penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu tentang pembinaan ibadah pada peserta didik, namun masih belum dikaji secara luas sehingga memberikan ruang kosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan itu. Di mana penelitian ini fokus pada objek yang memiliki kondisi sosial dan kondisi psikologis yang berbeda. Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan tambahan wawasan mengenai pembinaan pribadi muslim sehingga lebih kaya dan konprehensip bagi para Secara khusus penelitian ini akan menjawab. Pertama, bentukbentuk pembiasaan ibadah melalui program bina pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo. Kedua. Efektifitasnya. Ketiga, upaya optimalisasi program Bina Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, dengan pendekatan pendekatan kualitatif dilakukan agar dapat membangun informasi yang diperoleh melalui pemahaman fenomena pembiasaan Ibadah siswa melalui program Bina Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo. Subjek penelitian ini adalah pembiasaan Ibadah yang diteliti dalam program BPI di SDIT Insan Madani Palopo peneliti mengambil tahun ajaran 2023 sampai Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Adapun teknik 4Abdul Aziz Dahlan. Manajemen Pendidikan Karakter, jilid 1 (Cet. Jakarta: Ichtiar baru Van Hoeve, 2. , h. 5 Nuraisah. Siti. "Pembiasaan Ibadah Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Salsabila I Boarding School Sleman. " AL-MANAR: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam 12. : h. 6 Karmila. Wati, and Uci Tarmana. "Penanaman Nilai-Nilai Karakter Islami Melalui Program BPI (Bina Pribadi Isla. di SMPIT Al khoiriyah Garut. " Al-Hasanah: Jurnal Pendidikan Agama Islam 6. : h. Vol. No. Oktober 2024 390 | Ahyar dkk. pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman. HASIL PEMBIASAAN IBADAH MELALUI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DI SDIT INSAN MADANI PALOPO Pembiasaan Ibadah di Sekolah SDIT Insan Madani Palopo mengadopsi program tambahan yang diberi istilah Program BPI atau Bina Pribadi Islam, yang menjadi kurikulum tambahan dalam kegiatan proses pembelajaran di Sekolah yang dijadikan wadah dalam membiasakan siswa berkarakter Islami, adapun pembiasaan ibadah yang dimaksudkan ialah salat dhuha, baca alQuran dzikir al-matsurat dan sedekah Jumat di dalam BPI ada yang di PJ kan menjadi koordinator Ibadah yang fokus pada perkembangan perilaku pembiasaan siswa untuk menjadi bahan evaluasi dan menilai efektivitas dari program tersebut. BPI merupakan penguatan dalam bentuk pembiasaan dari materi keislamanan yang telah diajarkan oleh guru, sekolah yang berlatar belakang Islami sehingga pembiasaan Ibadah melalui program BPI perlu diterapkan. Kesesuaian kurikulum sekolah dengan kurikulum BPI sangat sesuai karena materi yang diajarkan sesuai dengan visi dan misi sekolah SDIT Insan Madani Palopo. Strategi guru dalam menumbuhkan pembiasaan ibadah pada siswa ialah terlebih dahulu memberikan pemahaman yang baik terkait ibadah wajib dan sunnah, membedakan perkara yang wajib, haram dan mubah. Guru juga menggunakan buku mutabaAoah sebagai tempat pengontrolan ibadah yang dilakukan oleh siswa baik di keluarga maupun di lingkungan sekolah. Strategi pembiasaan ibadah dengan dibuka pada saat respon kelas . ebelum pembelajaran dimula. terlebih dahulu siswa mengucap salam saat masuk di kelas, tilawah al-Quran dan dilanjutkan dzikir al-matsurat dan salat dhuha. Kegiatan rutinitas dalam program BPI terbagi menjadi tujuh item kegiatan yang memiliki tupoksi dalam membantu siswa dalam menanamkan pembiasaan ibadah diantaranya pembinaan yang dilakukan setiap hari jumat, kemping, mabit taklim, sedekah Jumat dan filtertip. Adapun materi pembiasaan Ibadah yang diajarkan dalam program Bina Pribadi Islam memuat pembiasaan sebagai berikut: Ikhlas dalam beramal Salat dengan baik Terbiasa dengan salat rawatib Pembiasaan berinfak Malu ketika melakukan larangannya Menepati janji Berbakti kepada orang tua Menghargai waktu ketika belajar Kisah-kisah sahabat Rasulullah Saw yang masuk surga Mari kelola uang saku Menghafal hadis arbain Kelola: Journal of Islamic Education Management Optimalisasi Program. Meneladani kisah Nabi Isa a. EFEKTIVITAS PENERAPAN IBADAH MELALUI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DI SDIT INSAN MADANI PALOPO Kegiatan penerapan pembiasaan ibadah melalui program BPI dinilai sangat efektif dengan adanya buku mutaba'ah buku pengontrolan yang dijadikan bahan evaluasi efektif tidaknya kegiatan pembiasaan Ibadah pada siswa yang termuat aktivitas aspek Ibadah sosial dan kemandirian siswa. Efektivitas pembiasaan Ibadah melalui program BPI ditunjukkan dengan kerja sama antara koordinator Ibadah dan kordinator kesiswaan. Faktor yang turut mempengaruhi efektivitas pembiasaan ibadah adalah pada buku control siswa yang diberi istilah buku mutabaAoah, melalui buku tersebut guru dapat berkolaborasi dengan orang tua sehingga lebih mudah mengidentifikasi siswa mana yang benar-benar berminat belajar dan mana yang tidak. Pemberian motivasi dijadikan kebiasaan oleh orang tua siswa di SDIT Insan Madani Palopo karena dinilai memberikan efek positif dalam membanguan kesadaran siswa untuk menerapkan pembiasaan Ibadah dilingkungan keluarga. Arifuddin mengunkapkan bahwa. kelauarga sangat dibutuhkan dalam membantu mendidik karakter peserta didik, karena keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang signifikan terhadap pembentukan pembiasaan seorang anak, dengan adanya kerja sama antar sekolah dan Lingkungan keluarga maka hal tersebut akan memicu dalam proses pembentukan pembiasaan Ibadah bagi anak. Pendapat tersebut Didukung dengan penjelasan Samsudar yang dibimbing oleh Hisban Thaha dan Sahraini M. Hum dalam penelitiannya dijelaskan bahwa: Memberikan motivasi kepada anak adalah investasi jangka panjang yang sangat penting. Dengan motivasi yang tepat, anak akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri, sukses, dan bahagia. Oleh karena Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Dengan memberikan contoh yang baik, berkomunikasi dengan efektif, orang tua dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt. Rapat evaluasi program BPI dengan melibatkan pembina dan bidang kesiswaan maupun koordinator Ibadah sangat dibutuhkan dalam monitoring di SDIT Insan Madani Palopo dapat menjadikan tujuan penerapan 7Basruddin. Guru BPI di SDIT Insan Madani Kota Palopo, wawancara. Pada Tanggal 09 Agustus 2024. 8Arifuddin. Arifuddin, and M. Ilham. "Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan. Kontribusi Lembaga Informal Terhadap Pembinaan Karakter Anak. " IQRO: Journal of Islamic Education 1 . : 31-44. 9Syamsidar. Syamsidar. Urgensi Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengamalan Ibadah Salat Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 182 Bulete Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Diss. IAIN Palopo, 2016. Vol. No. Oktober 2024 392 | Ahyar dkk. pembiasaan Ibadah menjadi efektif. Adanya bidang kurikulum menyusun program evaluasi kinerja dalam program yang telah disusun oleh BPI sehingga pembina dapat melihat efektifitas pembiasaan Ibadah yang telah diprogramkan pada siswa, rapat evaluasi merupakan kegiatan yang sangat krusial dalam sebuah program, termasuk program Bina Pribadi Islam (BPI). Hal tersebut dijelaskan Fauziah Adillatuhu yang disebutkan dalam jurnal research mate. Evaluasi berfungsi sebagai panduan untuk mengamati kemajuan program sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan dan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang memerlukan perbaikan. ringkasnya, ketika menentukan ambang batas keberhasilan suatu program proses evaluasi membantu menentukan apakah metode yang digunakan dalam program BPI efektif dalam meningkatkan kinerja siswa. Melalui evaluasi, kita dapat mengetahui tingkat partisipasi siswa dalam berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Untuk mengukur perubahan perilaku siswa sebelum dan sesuai mengikuti program BPI, rapat evaluasi membantu dalam mengukur pembiasaan ibadah. Adapun faktor pendukung dalam penerapan pembiasaan Ibadah melalui program BPI di SDIT Insan Madani Palopo ialah sarana prasarana yang memadai, kemudian menjalin komunikasi berbagai pihak yang terlibat dalam program BPI dan adanya buku control bagi setiap siswa yang menjadikan guru dapat monitoring siswa, dan adanya kerja sama antara guru dan orang tua yang saling berkoordinasi dengan baik, adapun faktor yang lain adalah kesdian Materi dari JSIT Pusat dengan kesedian materi yang disusun oleh JSIT sangat membantu peserta didik dalam mengaplikasikan pembiasaan islami di sekolah mau. n di rumah. Hal tersebut dikuatkan dengan ungkapan Agung Febri dalam sebuah jurnal risecah mate bahwa: Keberhasilan materi merupakan faktor penting yang secara signifikan mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Pembelajaran yang dirancang dengan baik, relevan, dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa akan menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari atau minat siswa akan membuat mereka lebih tertarik untuk belajar dan lebih termotivasi untuk melakukannya. Sebaliknya mata pelajaran yang sulit atau terlalu rumit akan memberikan siswa pengalaman berharga yang akan membantunya belajar dan tumbuh sebagai individu yang baik. Demikian juga yang diterapkan di SDIT Insan Madani palopo dengan dipadukan hadis hadits Arbain. Adapun faktor penghambat dalam penerapan pembiasaan Ibadah melalui program BPI di SDIT Insan Madani Kota Palopo ialah faktor Internal dan eksternal faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. 10Fauziyah. Adilatul. Manajemen Penanaman Nilai Karakter Islam Melalui Kegiatan Bpi (Bina Pribadi Isla. bagi Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Insan Madani Semarang. Diss. Universitas Islam Indonesia, 2023. 11Agung. Febri. Efektivitas Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan (Rohi. Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pai Pada Siswa Di Smp Wiyatama Bandar Lampung. Diss. IAIN Raden Intan Lampung, 2017. Kelola: Journal of Islamic Education Management Optimalisasi Program. Faktor eksternal dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah, dan lingkungan sebagaimana penjelasan sebagai . Faktor keluarga yang meliputi: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah yaitu metode belajar dalam menyelesaikan tugas di rumah. Faktor lingkungan, keadaan lingkungan masyarakat merupakan faktor yang . dapat mewarnai perkembangan dan pertumbuhan anak. Kebisingan bisa menjadi faktor penghambat siswa dalam belajar seperti yang terjadi di SDIT Insan Madani Palopo, dengan kebisingan siswa yang lain dapat menjadi faktor mengganggu fokus siswa yang sedang belajar disebabkan dengan jumlah siswa yang sangat banyak. Pendapat tersebut dikuatkan dengan penjelasan Bustanul Iman RN, dalam juralnya yang di kutip di goggle cendekia bahwa: Guru seharusnya dituntut untuk memiliki sifat kretaifitas dalam mengajar agar mampu menjadikan suasa belajar menjadi adem dan tidak terganggu dengan siswa yang lainya, seorang tenaga pendidik harus menguasai model pembelajaran yang diterapkan selama pembelajaran berlangsung agar mengetahui proses model pembelajaran mana yang cocok digunakan, dan pendidik perlu memberikan perhatian agar siswa aktif belajar dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, misalnya menguasai kelas dan mengontrol siswa dalam belajar agar benar-benar aktif. UPAYA OPTIMALISASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DI SDIT INSAN MADANI PALOPO optimalisasi program BPI dalam pembiasaan ibadah pada siswa peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa: beberapa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah diantaranya: pihak sekolah mengadakan rapat pertemuan antara semua guru/pembina yang dilakukan dalam satu kali Mengikuti kegiatan workshop yang diadakan JSIT Pusat, memanfaatkan sosmed sekolah dan menjalin komunikasi antara bidang kesis waan dan bidang Ibadah agar tercapainya evaluasi yang baik untuk kedepanya secara optimal. Komunikasi melalui buku kontrol dapat menjadi alat agar optimalnya kegiatan pembiasaan ibadah yang diprogramkan oleh BPI untuk kedepanya, adanya kegiatan pengajian yang dilakukan oleh sekolah bekerja sama dengan yayasan yang mewajibkan seluruh guru dapat 12Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipt. , 13Iman RN. Bustanul. "The Effect of Islamic Religious Education Learning Models in Increasing Students' Learning Activeness in Class Vi of SMP Muhammadiyah Parepare. " Journal of Namibian Studies. Vol. No. Oktober 2024 394 | Ahyar dkk. menjadikan optimal terlaksananya kegiatan BPI dalam pembiasaan Ibadah pada siswa, di dalam pengajian tersebut tersedia narasumber pilihan yang berkualifikasi sehingga guru/pembina dapat referensi baru dalam menambah materi BPI terkait pembinaan karakter bagi siswa Upaya lain dalam mengoptimalkan program BPI bid Kurikulum SDIT Insan Madani Palopo mengadakan peningkatan pembentukan lingkungan yang kondusif, peningkatan peran guru, kontinyu dalam evaluasi dan pengembangan, keterlibatan orang tua dan pemanfaatan sosial media Adapun kegiatan dalam mengoptimalkan program BPI dan mencapai tujuan pembiasaan ibadah siswa yang efektif dengan melakukan upaya-upaya sebagai berikut: dedikasi terhadap profesi guru tujuan dedikasi terhadap profesi guru adalah komitmen yang kuat dan pengorbanan yang tulus terhadap Dedikasi terhadap profesi suatu pekerjaan atau bidang keahlian. Ini berarti seseorang memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan semangat yang maksimal untuk mencapai kesuksesan dalam Dedikasi juga mencerminkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban14. Begitupun Aturan yang telah di terapkan di SDIT Insan Madani Palopo dengan memberikan dua pilihan pada guru apabila ingin mengabdi di sekolah, bahwa tidak menerima guru yang sedang lanjut studi maupun bekerja di instansi lain, hal tersebut dijadikan sebagai aturan yang tinggi agar dapat mencapai kesuksesan dan memberikan kontribusi positif sekolah, adapun tujuan sekolah melakukan peraturan agar guru memiliki semangatyang tinggi, loyalitas dan berkreatifitas sesui dengan bidangnya. Workshop Workshop merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pembina pada guru yang terlibat di program BPI. Melalui workshop pembina dapat memperoleh berbagai keuntungan, antara lain: referensi dan materi BPI, melalaui kegiatn workshop dapat memebrikan sumbangsi peningkatan pengetahuan dan pemahaman yang baru untuk guru BPI dalam meningkatkan kreativitas dalam pembiasaan Ibadah bagi siswa di SDIT Insan Madani Palopo, kegiatan tersebut dilakukan dengan bekerja sama oleh yayasan dan dapat diikuti oleh seluruh guru. tidak sekedar itu workshop juga membantu guru melalui penyampaian narasumber dalam memahami lebih dalam tentang gagasangagasan mendasar agama dan bagaimana cara mengaplikasikan kepada Kerja sama dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu Untuk mengoptimalisasikan penerapan pembiasaan ibadah siswa SDIT Insan Madani Palopo melakukan Kerja sama dengan JSIT sebagai pusat dalam meningkatkan kualitas penerapan pembiasaan ibadah siswa, hal demikian didukung dengan penjelasan erwanto yang terdapat dalam jurnal 14Anwar. Aep Saepul. "Pengembangan sikap profesionalisme guru melalui kinerja guru pada satuan pendidikan MTs Negeri 1 Serang. " Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam 2. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Optimalisasi Program. research mate mengungkapkan bahwa: Kerja sama JSIT dengan sekolah merupakan langkah strategis yang sangat penting. Berikut beberapa alasan mengapa kerja sama ini sangat krusial agar akses terhadap sumber daya yang lebih luas karena JSIT Pusat biasanya memiliki kurikulum yang telah teruji dan terstandarisasi, yang dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun program pembiasaan. Kemudian materi pelatihan JSIT Pusat seringkali menyelenggarakan pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya, sehingga dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam melaksanakan program pembiasaan. 15 Melalui kerja sama dengan JSIT Pusat sekolah SDIT Insan Madani Palopo sekolah dapat terhubung dengan sekolahsekolah lain yang memiliki program pembiasaan yang sukses, sehingga dapat saling belajar dan bertukar pengalaman, dan menjadikan referensi bagi Kerjasama Sekolah dengan Orang Tua peserta didik Dalam rangka mengoptimalkan program Ibadah di SDIT Insan Madani Palopo, pihak sekolah dan orang tua siswa saling bersinergi. Muhaemin dalam jurnalnya yang terdapat di google scholar juga menyatakan bahwa peran pertama dan terpenting dalam pelaku pendidikan pembiasaan Ibadah adalah orang tua dan guru. Orang tua dan guru memiliki perannya masingmasing dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak mereka. Namun peran ini dirasa belum optimal, oleh sebab itu perlu optimalisasi peran orang tua dan guru di dalam institusi keluarga dan sekolah. yang lebih penting dari itu adalah pemberian keteladanan kepada peserta didik. Tanpa adanya keteladanan, pendidikan karakter hanya terbatas sebagai slogan. Sebab bicara tentang pembiasaan Ibadah, sebenarnya kita bicara perubahan perilaku atau behavior modification yang terjadi melalui keteladanan siswa, hal tersebut menjadi penting melibatkan keluarga dalam membntuk pembiasaan Ibadah siswa. Pemanfaatan sosial media sekolah Di era digital seperti sekarang, sosial media telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan siswa. Oleh karena itu, pemanfaatan sosial media dalam program BPI memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan efektivitas dalam membiasakan Ibadah siswa. Salah satu alasan SDIT Insan Madani Palopo mengoptimalkan sosmed islah agar mendapatkan jangkauan yang lebih luas tidak sekedar pembina yang melihat keberhasilan karakter pembiasaan ibadah siswa di sekolah namun dapat dijadikan sebagai ajang promosi sekolah agar dikenal banyak orang. Kegiatan Seminar/Parenting untuk orang tua 15Erwanto. Erwanto. "Penerapan Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SMPIT Khoiru Ummah Rejang Lebong. " AlBahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 4. 16Muhaemin. Muhaemin, and Henri Henri. "Implementasi Pendidikan Karakter Terintegrasi Nilai Kearifan Lokal di Madrasah Aliyah. " IQRO: Journal of Islamic Education 5. : h. Vol. No. Oktober 2024 396 | Ahyar dkk. Kegiatan parenting dilakukan di SDIT Insan Madani Palopo karena melalui kegiatan parenting bertujuan untuk membangun kesadaran orang tua/wali akan pentingnya terlibat dalam pendidikan anak. Termasuk didalamnya adalah mengembangkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tujuan kegiatan parenting adalah. Mengingkatkan kesedaran, pengetahuan, dan kemampuan orang tua dalam mendidik/mengasuh anak Meningkatkan kualitas keterlibatan orang tua dalam mendidik anak sekolah di rumah Menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik di antara orang tua dalam mendidik anak Mewujudkan keselarasan dalam mendidik anak antara yang di lakukan di sekolah dan di rumah Menumbuhkan jiwa kebersamaan di antara orang tua KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat oleh peneliti, maka dalam hal ini peneliti berkesimpulan sebagai berikut: Pembiasaan ibadah melalui program Bina Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo merupakan kurikulum tambahan sekaligus program unggulan yang wajib dijalankan oleh sekolah Islam terpadu yang berada di bawah naungan jaringan sekolah Islam terpadu (JSIT), program BPI merupakan program pembinaan karakter dan wawasan islami bagi siswa, selain itu tujuan BPI menjadi penguatan pembelajaran agama dan praktek secara langsung di lingkungan sekolah maupun di lingkungan Pembiasaan ibadah yang diterapkan oleh siswa ialah pembiasaan salat dhuha, baca al-Quran, dzikir al matsurat dan pembiasaan sedekah. Strategi yang dilakukan oleh pembina dalam penerapan pembiasaan siswa adalah memberikan pemahaman dalam bentuk kelompok liqo, dan bentuk pengaplikasian dari materi yaitu pembiasaan Ibadah diperaktekkan dengan melakukan respon kelas yang memiliki beberapa aktivitas seperti pelaksanaan salat dhuha, baca alQuran, dzikir al-matsurat dan sedekah. Melalaui perkelompokan siswa yang langsung di bina oleh wali kelas sekaligus sebagai pembina dalam program Bina Pribadi Islam. Efektivitas penerapan pembiasaan ibadah melalui program Bina Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo dinilai efektif dengan adanya fasilitas yang sangat memadai. faktor pendukung dalam penerapan pembiasaan Ibadah melalui program BPI ini adalah faktor internal dan faktor Sedang faktor penghambatnya ialah kesibukan orang tua dan jumlah yang terlalu banyak dalam kelompok . sehinggah sulit diakomodir oleh guru. Upaya yang dijadikan optimalisasinya Program Bina Pribadi Islam di SDIT Insan Madani Palopo dalam pembiasaan Ibadah siswa adalah sekolah membuat aturan dedikasi terhadap profesi guru yang tidak merangkap lanjut studi ataupun bekerja di instansi lain agar guru lebih Kelola: Journal of Islamic Education Management Optimalisasi Program. focus dalam pengembangan program di sekolah agar berjalan sesuai dengan tujuan, kemudian mengadakan seminar/parenting untuk orang tua karena mencapai keberhasilan pembiasaan siswa maka harus ada peran orang tua didalamnya itulah sebabnya sekolah mengadakan seminar/parenting bagi orang tua siswa. Mengadakan workshop bagi guru dan kerja sama dengan JSIT Pusat agar mendapatkan berbagai referensi untuk kegiatan BPI kedepan, dan memanfaatkan sosial media sebagai wadah promosi sekolah dan dapat bersaing dengan sekolah unggulan yang telah berkemajuan. DAFTAR PUSTAKA