Vol 2 No. 3 Mei 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 26 - 37 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/6ytmyq47 Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia Agustin Azizatuz Zahro a*. Arina Pramudita b. Aziza Karunia Azhari c. Muhammad Fahmi Nazari d. Muhammad Aldi Maulana e. Robi Pramana Putra f. Sinta Ayu Purnama Sari g a Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, agustinazizah17@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, arinapramuditta@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung c Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, azizahazharikarunia@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung d Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, fahminazari12@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung e Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, maualanaaldi1608@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung f Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, robipramana157@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung g Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, sinta. ayu0309@gmail. Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung. Bandar Lampung. Daerah Lampung Korespondensi ABSTRACT The aim of this research is to evaluate the influence of macroeconomic factors such as interest rates, inflation and exchange rates on the movement of Bank Rakyat Indonesia (BBRI) share prices in the period 2020 to 2024. The analysis used is a quantitative method taking a multiple linear regression approach. The data used is secondary, obtained from other sources, namely the Indonesian Stock Exchange (BEI) and Bank Indonesia (BI). The analysis was carried out using multiple linear regression using EViews 12 The findings from the analysis show that the three independent variables do not have a significant impact on BBRI share price fluctuations, both in simultaneous and partial analysis. From the results of the analysis, it can be concluded that there is a relationship where interest rates and exchange rates have a significant positive influence on stock prices, while inflation shows a negative impact on share prices. Keywords: stock prices, interest rates, inflation, rupiah exchange rate. Abstrak Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh faktor-faktor ekonomi makro seperti suku bunga, inflasi, serta nilai tukar terhadap pergerakan harga saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam rentang waktu 2020 sampai 2024. Analisis yang digunakan yaitu metode kuantitatif mengambil pendekatan regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah sekunder, yang diperoleh dari sumber lain, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI). Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak EViews 12. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tidak berdampak signifikan pada fluktuasi harga saham BBRI, baik dalam analisis simultan maupun parsial. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan di mana suku bunga dan nilai tukar memiliki pengaruh positif yang berarti terhadap harga saham, sedangkan inflasi menunjukkan dampak negatif terhadap harga saham. Kata Kunci: harga saham, suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah Received April 1, 2025. Revised April 22, 2025. Accepted Mei 30, 2025. Published Mei 31, 2025 Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 PENDAHULUAN Pertumbuhan investasi di pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pengembangan yang begitu tinggi. Dengan hal tersebut dapat dilihat organisasi dalam bersaing untuk mendirikan usaha yang jauh lebih maju, serta meningkatnya kegiatan berinvestasi secara keseluruhan. Tujuannya para investor dalam berinvestasi adalah untuk memperoleh imbal hasil . yang optimal. Namun demikian, potensi keuntungan yang tinggi biasanya juga diiringi oleh tingkat risiko yang besar, sehingga diperlukan kemampuan manajemen risiko yang baik dari setiap investor. Harga saham sering dijadikan sebagai indikator utama dalam mencerminkan kondisi pasar modal. Ketika harga saham meningkat, ini menandakan pasar sedang berada dalam fase optimis atau bullish. Sebaliknya, ketika harga saham mengalami penurunan, maka pasar berada dalam kondisi pesimis atau bearish. Salah satu cara untuk menganalisis pergerakan harga saham adalah dengan memperhatikan indikator-indikator ekonomi makro. Menurut Samsul . , berbagai faktor makroekonomi seperti suku bunga umum, inflasi, kebijakan pajak, putusan pemerintah, nilai tukar mata uang, tingkat bunga pinjaman internasional, keadaan ekonomi global, fase siklus ekonomi, pandangan ekonomi, serta jumlah peredaran uang dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja saham maupun perusahaan. Berdasarkan pengamatan, sudah jelas bahwa faktor-faktor makroekonomi memengaruhi perkembangan investasi di banyak negara. Tandelilin . menemukan beberapa elemen penting yang berperan dalam pengambilan keputusan investasi, seperti laju pertumbuhan PDB, tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar Harga saham BBRI juga sangat dipengaruhi oleh elemen-elemen ini, terutama ketika suku bunga acuan berubah dan situasi makroekonomi secara keseluruhan. Ketika suku bunga acuan meningkat, harga saham BBRI biasanya mengalami tekanan, sedangkan pada harga kurs pada mata uang AS tinggi, umumnya ada dampak positif pada nilai saham tersebut. PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk, yang dikenal dengan simbol saham BBRI, merupakan salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar paling besar di BEI. Pada akhir tahun 2022. BRI tercatat memiliki 449 kantor cabang dan 13. 863 unit ATM yang melayani masyarakat dari berbagai wilayah. Fokus utama BRI berada di sektor mikro, menjadikan perannya sangat strategis untuk mendorong perkembangan ekonomi negara, oleh sebab itu pergerakan harga saham BBRI sering dijadikan indikator oleh investor untuk menilai kesehatan sektor perbankan nasional. Saham BBRI termasuk instrumen investasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sebagai bank milik pemerintah, saham BRI banyak diminati oleh banyak investor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Saham ini sering kali menjadi pilihan utama bagi orang yang ingin berinvestasi. Namun, investasi di bursa saham tetap membawa risiko yang tinggi, termasuk aspek ekonomi dan nonekonomi. Sesuai dengan prinsip "risiko tinggi, imbal hasil tinggi", potensi keuntungan yang besar juga membawa risiko yang signifikan. (Abi & Muklis, 2. Pada pertengahan tahun 2020, harga saham BBRI mengalami penurunan hingga mencapai sekitar Rp 2. per lembar, terutama disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian nasional. Namun, seiring membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya optimisme investor, harga saham BBRI menunjukkan tren kenaikan. Puncaknya terjadi pada tahun 2024, ketika harga saham mencapai sekitar Rp 900 per lembar. Dalam periode 2020 hingga 2024, saham BBRI mencatat pertumbuhan signifikan sebesar sekitar 87,2%. Dalam studi sebelumnya. Wina dan Tri . ditemukan bahwa nilai saham terkena dampak negatif dari inflasi dengan dampak yang cukup signifikan. Suku bunga juga berdampak negatif, meskipun pengaruhnya tidak signifikan, sementara krus berpengaruh. Sebaliknya, penelitian Raharjo . menunjukkan bawasanya inflasi dapat memberikan dampak signifikan pada nilai saham, sebaliknya suku bunga dan krus memberikan dampak tidak signifikan. Secara keseluruhan, ketiga variabel - inflasi, krus, dan suku bunga SBI - mempengaruhi pergerakan nilai saham secara negatif. Oleh karena itu dipengaruhi oleh ketidakstabilan yang ada selama periode pengamatan yang dapat mempengaruhi faktor eksternal, seperti perubahan politik, dan fluktuasi tingkat inflasi. Berdasarkan masalah yang telah diuraikan, pertanyaan penelitian dalam studi antara lain: apakah suku bunga mempengaruhi harga saham Bank BRI selama tahun 2020Ae2024, apakah inflasi mempengaruhi harga saham Bank BRI selama tahun 2020Ae2024, dan apakah nilai tukar Rupiah mempengaruhi harga saham Bank BRI selama tahun 2020Ae2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi seberapa besar Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia (Agustin Azizatuz Zahr. Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 suku bunga mempengaruhi harga saham Bank BRI pada tahun 2020Ae2024, untuk melihat bagaimana inflasi mempengaruhi harga saham Bank BRI pada tahun 2020Ae2024, dan untuk mengetahui bagaimana kurs Rupiah mempengaruhi harga saham Bank BRI pada tahun 2020Ae2024. TINJAUAN PUSTAKA Nilai Saham Saham merupakan bukti bahwa seseorang memiliki sebagian atau kepemilikan dalam suatu perusahaan atau entitas bisnis, yang menunjukkan bahwa individu atau organisasi tersebut telah menanamkan investasinya di perusahaan itu. Dengan memiliki saham, mereka berhak atas keuntungan . , hak atas aset perusahaan, serta berpartisipasi pada RUPS. Di capital market, nilai saham menjadi salah satu ukuran penting yang perlu diperhatikan oleh para investor karena mencerminkan harga dari industri itu sendiri. Makin meningkat nilai saham, makin besar harga bisnis tersebut, begitu juga dengan cara berlawanan. (Tandelilin & Wardiyah, 2. Dalam dunia pasar modal, harga saham ditentukan melalui proses yang dipengaruhi oleh permintaan dan Karena perdagangan saham berlangsung setiap hari dan sangat aktif, perubahan harga saham menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Ketika permintaan untuk saham naik, harganya cenderung akan Sebaliknya, jika jumlah saham yang tersedia jauh lebih besar daripada permintaannya, maka harga saham akan menurun. Menurut teori pasar modal modern, nilai saham menggambarkan total data yang terdapat di capital market, baik yang bersifat publik ada pun yang bersifat rahasia, seperti yang diungkapkan dalam konsep efisiensi pasar. Oleh karena itu, berbagai informasi seperti laporan keuangan, perubahan kebijakan pemerintah, serta kondisi ekonomi makro dapat secara langsung memengaruhi pergerakan harga saham. Selain mencerminkan respons pasar terhadap informasi, fluktuasi harga saham juga menggambarkan tingkat risiko yang melekat pada instrumen investasi tersebut. Semakin besar volatilitas harga saham, jadi bertambah tinggi juga risiko yang harus ditanggung investor. Karena hal tersebut, kemampuan untuk menganalisis dan memahami pola pergerakan harga saham hal ini menjadi sangat krusial dalam merumuskan strategi investasi yang efektif. Faktor Makroekonomi Makroekonomi merupakan bidang ilmu pengetahuan perekonomian yang mengkaji aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Disiplin ini mengeksplorasi transformasi ekonomi yang memberi dampak berbagai aktor, termasuk komunitas, industri, dan market. Fokus utama dalam konsep ekonomi makro mencakup output . roduksi nasiona. , tingkat pengangguran, serta inflasi. Di luar konteks teori, ketiga aspek tersebut juga menjadi perhatian penting bagi semua pelaku ekonomi seperti pekerja, konsumen, dan produsen. Makroekonomi dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan merancang strategi dalam mencapai tujuantujuan kebijakan ekonomi, antara lain Pertumbuhan ekonomi yang konsisten, kestabilan harga, dan penciptaan peluang kerja, serta keseimbangan neraca yang sehat. Bagi investor, pemahaman yang mendalam serta kemampuan dalam memprediksi arah pergerakan indikator-indikator makroekonomi sangat krusial dalam menyusun keputusan investasi yang tepat dan menguntungkan. Berikut beberapa indikator makroekonomi yang penting untuk diperhatikan: Suku Bunga Suku bunga berfungsi sebagai indikator penting yang memengaruhi pilihan individu untuk menabung atau berinvestasi (Sri Mulyani, 2. Dalam konteks konsep ekonomi, peningkatan tingkat bunga biasanya dapat meningkatkan nilai saham di sektor perbankan tradisional. Sebaliknya, jika suku bunga menurun, nilai saham di perbankan bisa berkurang. Hal ini terjadi karena tingkat bunga yang meningkat mendukung komunitas untuk lebih mengarah menabung dana di lembaga keuangan, dibandingkan melakukan investasi di sektor produksi atau industri yang berisiko lebih tinggi (Wicaksono, 2. Ketika suku bunga mengalami kenaikan, para investor saham cenderung melepaskan sebagian atau seluruh kepemilikan nya dapat dipindahkan ke instrumen investasi lain lebih dianggap menguntungkan dan minim Situasi semacam ini umumnya berdampak pada turunnya nilai indeks pasar saham. Dan apabila suku bunga menurun, maka dana masyarakat cenderung beralih ke pasar saham yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi, sehingga mendorong naiknya indeks saham. Dengan demikian, perubahan suku bunga menunjukkan hubungan negatif dengan perubahan indeks saham. Saat suku bunga tinggi, pergerakan indeks saham biasanya tertekan dan sering dianggap sebagai sinyal negatif untuk harga saham, karena lebih JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Mei 2025, pp. 26 - 37 Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 banyak investor memilih menempatkan uang mereka di instrumen simpanan seperti deposito atau tabungan yang dianggap memiliki risiko rendah. Inflasi Inflasi merujuk pada kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus, yang biasanya terjadi akibat jumlah uang yang beredar melebihi jumlah produk dan jasa yang tersedia (Firdaus, 2. Kenaikan harga bisa berdampak nyata atau tidak nyata terhadap pasar saham, dikondisikan oleh tingkat kenaikan harga tersebut. Kenaikan harta itu terlalu tinggi berpotensi menekan perekonomian dan memicu kebangkrutan perusahaan, sehingga menyebabkan penurunan harga saham (Samsul, 2. Sebaliknya, inflasi yang sangat turun dapat menghambat perkembangan ekonomi dan membuat nilai saham Nilai Tukar (Kru. Krus adalah harga khusus jenis dana lokal dibandingkan sama jenis dana asing (Firdaus, 2. Otoritas moneter akan mengambil kebijakan untuk menjaga nilai pasar agar tetap stabil demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Intervensi ini dapat berbentuk regulasi langsung, imbauan, maupun pendekatan moral . oral suasio. Perubahan nilai pasar umumnya berdasarkan pada interaksi pada penawaran atau permintaan matket valuta asing (Winardi, 2. Apabila permintaan terhadap kurs meningkat dan penawarannya menurun, maka kurs dapat mengalami apresiasi. Sebaliknya, penurunan permintaan atau peningkatan penawaran akan menyebabkan depresiasi rupiah. Di samping itu, nilai tukar mata uang asing, khususnya dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat, menunjukkan variasi sepanjang waktu, yang dapat memengaruhi pasar modal. Jika kurs asing mengalami penguatan, jadi investor berpotensi menarik dananya dari pasar saham untuk dialihkan ke mata uang asing sebagai bentuk penanaman modal, yang terakhir bisa menekan pergerakan nilai saham (Pujadi, 2. Sebaliknya, ketika mata uang asing melemah, investor cenderung menukarkan valas ke mata uang lokal dan mengalihkan investasinya ke saham, yang menyebabkan harga saham cenderung meningkat. Nilai tukar atau kurs memiliki dampak langsung terhadap nilai barang ekspor atau impor (Adnyana, 2020. Rismawati & Azib, 2. Teori Makroekonomi Makroekonomi adalah salah satu bidang penting dalam ilmu ekonomi yang berfokus pada analisis kejadian ekonomi secara keseluruhan. Ruang lingkup studinya mencakup berbagai aspek makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan produk domestik. Dengan pendekatan yang komprehensif, makroekonomi bertujuan untuk memahami perilaku dan hubungan antar elemen ekonomi secara menyeluruh, sehingga dapat digunakan untuk merancang kebijakan ekonomi yang efektif dalam mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di suatu negara (NiAomatush & Aniek, 2. Teori Pasar Modal Berdasarkan peraturan yang ada pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan penjelasan dari OJK, capital market dipahami sebagai aktivitas itu melibatkan penawaran umum dan perdagangan efek. Kegiatan ini berhubungan dengan perusahaan terbuka yang menerbitkan surat berharga, bersama dengan berbagai lembaga dan profesional yang memiliki peran dalam menjalankan fungsi sebagai perantara keuangan di sektor tersebut (Widoatmodjo, 2. Pasar modal dapat dilihat sebagai suatu tempat atau sistem yang menghubungkan sebagian orang tersebut mempunyai lebih banyak uang dari pada orng lain itu memerlukan uang, melalui kegiatan jual beli berbagai instrumen keuangan seperti sekuritas (Tandelilin, 2. Pasar modal adalah salah satu komponen dalam sistem keuangan yang mencakup berbagai sektor seperti pasar uang, pasar saham, dan pilihan pendanaan lainnya seperti leasing, kartu kredit, anjak piutang, serta modal ventura. Dengan posisinya, pasar saham menjadi bagian yang lebih khusus dalam ekosistem Berbeda dengan pasar uang yang lebih fokus pada transaksi dengan jangka waktu pendek, pasar saham berfungsi seperti tempat tentang memperdagangkan surat berharga masa depan tersebut biasanya ditawarkan kepada masyarakat melalui proses penawaran umum. Heading pada level ketiga mengikut style dari heading level kedua. Hindari penggunaan heading lebih dari tiga level. Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia (Agustin Azizatuz Zahr. Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 Penulisan Referensi Cara penulisan referensi dapat dilihat pada bagian Daftar Pustaka. Tipe referensi yang diizinkan terdiri dari buku, jurnal, prosiding, dan laporan penelitian dalam rentang waktu 5 . tahun terakhir kecuali buku rentang waktu 10 (Sepulu. tahun terakhir Penulisan rujukan dilakukan dengan menuliskan nomor referensi dalam kurung . Penulisan referensi diawal kalimat juga sama. Jurnal ini sangat menyarankan untuk memakai aplikasi bantu referensi seperti Mendeley atau EndNote. Mendeley lebih disukai karena tidak memerlukan biaya tambahan untuk lisensi METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Studi yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif, yang menyajikan informasi dalam bentuk angka yang dapat dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis (Sugiyono, 2. Jenis data kuantitatif dalam studi ini mencakup informasi yang berhubungan dengan faktor-faktor makro ekonomi dan perubahan nilai saham di Bank BRI. Analisis yang digunakan tergabung pada kategori analisis kepustakaan, yakni jenis analisis tersebut mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur dan referensi yang relevan dengan mengandalkan berbagai sumber seperti buku, catatan, dokumen resmi, referensi dari peneliti lain, serta penelitian sebelumnya yang membahas masalah terkait faktor makro ekonomi dan pergerakan saham. Populasi dan Sampel Populasi Objek penelitian merujuk kepada kumpulan semua subjek atau objek yang menjadi perhatian dalam penelitian dan memiliki sifat-sifat tertentu yang berkaitan dengan tema yang diteliti, sesuai dengan definisi peneliti (Diki, 2. Populasi tidak hanya terdiri dari individu, tetapi juga bisa mencakup objek atau data yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Dalam analisis ini, populasi yang dimaksud meliputi semua informasi yang berhubungan dengan kinerja keuangan serta pergerakan nilai saham lembaga keuangan BRI yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 - 2024. Pemilihan rentang waktu ini didasarkan pada perubahan kondisi ekonomi dan pasar modal setelah pandemi COVID-19, yang dinilai berpotensi memengaruhi performa saham dan kinerja sektor perbankan, khususnya Bank BRI. Sampel Sampel merupakan segmen untuk objek penelitian tersebut diambil untuk dianalisis atau dipandang sebagai perwakilan dari keseluruhan populasi (Sugiyono, 2. Dalam analisis ini, cara pengutipan sampel tersebut yang dipakai yaitu cara sampling jenuh itu melibatkan keseluruhan komponen sebagai objek Mengingat jumlah tahun observasi yang terbatas, yaitu hanya lima tahun, maka seluruh data tahunan dari 2020 hingga 2024 dijadikan sampel penelitian. Pendekatan ini dipilih agar analisis yang dilakukan lebih menyeluruh dan mampu memberikan gambaran yang representatif mengenai kondisi Bank BRI selama periode tertentu. Jenis Data Analisis tersebut menggunakan tipe bukti yang didapat melewati bukti tertulis itu merujuk pada catatan dari peristiwa masa lalu, berupa arsip yang memberikan informasi tentang keadaan saat melakukan transaksi dan pihak-pihak yang terkait (Sugiyono, 2. Dalam analisis ini juga, bahan yang dikumpulkan mencakup nilai saham, tingkat inflasi, nilai tukar, serta suku bunga dari tahun 2020 hingga 2024. Seluruh data tersebut didapatkan oleh instansi resmi yaitu BEI dan BI. Sumber Data Dalam penelitian ini, data sekunder yang dipakai merupakan data deret waktu, yaitu informasi yang dikumpulkan selama lebih dari satu tahun untuk objek yang sama, dan menunjukkan perkembangan informasi dari waktu ke waktu. Informasi yang digunakan diperoleh melalui data sekunder, yakni bukti ini tidak dikumpulkan dengan cara otomatis dari peneliti, melainkan melewati perantara seperti dokumen atau pihak lain (Sugiyono, 2. Dalam analisis tersebut memakai bukti yang berawal dari analisis linear tersebut ada sebelumnya serta dokumen resmi dari BEI atau BI. Bukti sekunder biasanya meliputi dokumentasi, tulisan, atau keterangan tersebut memiliki sifat historis, baik yang telah dipublikasikan maupun yang masih bersifat internal atau JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Mei 2025, pp. 26 - 37 Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 belum dipublikasikan. Dengan ini, fakta diambil dari pemberitahuan bulanan Bank Indonesia yang diakses melalui situs resminya. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk analisis ini dikumpulkan berawal dari memanfaatkan dokumen-dokumen yang telah diterbitkan untuk umum. Metode dokumentasi berasal dari istilah "dokumen" yang merujuk pada segala bentuk tulisan atau catatan tertulis (Hamni, 2. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh informasi berupa arsip, catatan, serta sumber dokumen lain yang memiliki keterkaitan dengan Dalam hal itu, peneliti ini melakukan pencatatan dan mengunduh data melalui situs resmi BEI dan BI sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Variabel dan Definisi Variabel Definisi operasional merujuk pada penjelasan atau deskripsi detail mengenai suatu variabel melalui serangkaian langkah atau prosedur yang dilakukan untuk secara nyata mengukur variabel tersebut. Suku Bunga Tingkat bungan yaitu beberapa tanda ekonomi tersebut sangat berarti dalam sistem finansial. Perubahannya dapat memengaruhi tingkat keuntungan dari instrumen keuangan yang sudah jatuh tempo. Inflasi Inflasi adalah situasi di mana terjadi peningkatan harga secara garis besar atau berkelanjutan pada waktu yang sama menunjukkan penurunan daya beli uang. Nilai Tukar Kurs adalah proporsi menukarkan pada dua jenis uang yang beragam , yang menunjukkan nilai satu valuta terhadap yang lain dalam kegiatan ekonomi internasional. Harga Saham Nilai saham yaitu nilai tersebut muncul pada interaksi antara penawaran atau permintaan di capital market. Telah diamati yang diterapkan dalam kajian yaitu bukti nilai penutupan investasi selama rentang waktu observasi, karena harga ini dianggap mewakili kondisi pasar dan sering menjadi acuan investor dalam mengambil keputusan. Metode Analisis Data Pada studi tersebut, cara yang dipakai adalah multiple linear regression agar bisa mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai efek dari setiap variabel terhadap nilai saham, dengan bantuan perangkat lunak EViewsTahapan dalam menganalisis data dilakukan melalui beberapa langkah berikut: Regresi Linear Berganda Analisis tersebut bertujuan agar bisa melihat keterkaitan pada tingkat bunga, kenaikan harga, dan krus menjadi variabilitas X dan nilai saham menjadi variabilitas Y. Secara umum, bentuk dasar dari model regresi linier berganda dapat dituliskan antara lain: SHM = yca b1BNG yca2INF yca3KURS e Keterangan: SHM = variabel yang menggambarkan nilai saham = konstanta yang merujuk pada nilai Y yca1. yca3 = koefisien regresi variabel bebas SKBNG = variabel tingkat bunga INFSI = variabilitas kenaikan harga NITR = variabilitas krus = erorr Uji Goodness of Fit (Uji F) Uji F digunakan dalam menilai sejauh mana persamaan regresi secara keseluruhan layak dilakukan untuk suatu analisis. Pengujian ini dikerjakan dengan membedakan level relavan nilai F ( = 0,. yang ada dalam ruang signifikansi pada output susunan, menurut antara lain: . Apabila signifikansi F lebih dari 0,05, oleh karena itu persamaan regresi dianggap bukan memenuhi syarat untuk analisis. Sebaliknya, apabila signifikansi F kurang dari 0,05, oleh karena itu persamaan regresi dinyatakan sesuai dan bisa dilakukan untuk analisis. Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia (Agustin Azizatuz Zahr. Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 Koefisien Determinasi (R. Memahami seberapa besar pengaruh variabilitas independen pada variabilitas dependen, kita bisa melihat nilai koefisien determinasi (R squar. Nilai ycIA terletak di sekitar 0 dan 1 . < ycIA < . , dan penjelasannya yaitu: . Ketika nilai ycIA hampir mencapai . , itu menunjukkan bahwa variabilitas independen sangat berpengaruh terhadap variabel dependen, dengan kontribusi nyaris 100%. Dan begitu juga, apabila nilai ycIA hampir 0, jadi pengaruh variabilitas X pada variabilitas Y menjadi lebih lemah. Dengan kata lain, nilai ycIA yang tinggi mengindikasikan ikatan yang erat pada variabilitas X atau variabilitas Y. Sebaliknya, nilai koefisien determinasi yang rendah menandakan adanya hubungan tersebut lebih lemah. Uji Hipotesis (Uji T) Uji t dilakukan dalam mengevaluasi dampak secara individual dari tingkat bunga, inflasi, dan krus terhadap harga saham. Pengujian hipotesis (H. Apabila nilai signifikansi dari uji t . ang ada di kolom Sig. ) > 0,05, maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hal ini menunjukkan bahwa suku bunga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Namun, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05, maka tidak ada pengaruh yang signifikan. Pengujian hipotesis (H. Jika nilai signifikansi dari uji t . ang tertera pada kolom Sig. ) kurang dari 0,05, maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05, maka efeknya tidak signifikan. Pengujian hipotesis (H. Apabila nilai signifikan dari uji t yang ada di kolom Sig. lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis nol (H. akan ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki dampak signifikan terhadap harga saham. Namun, jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05, maka pengaruh tersebut dianggap tidak signifikan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas dalam model regresi adalah untuk mengevaluasi apakah nilai residual yang diperoleh dari regresi mengikuti distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2. Ada dua metode yang dapat digunakan untuk melakukan uji normalitas, yaitu: Analisis Statistik Metode yang dipakai adalah uji non parametrik Kolmogorov-Smirnov, yang melibatkan pengukuran standar kurtosis dan skewness dari residual. Dalam penelitian ini, penentuan tentang apakah sisa-sisa terdistribusi standar atau tidak didasarkan dengan: . Jika nilai signifikansi lebih dari 0,05, maka residual dianggap mengikuti distribusi normal. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka residual dianggap tidak mengikuti distribusi normal. Analisis Grafik Pendekatan ini meliputi pemetaan penyebaran data ke dalam bentuk grafik, dengan memobservasi titiktitik yang ada pada sumbu diagonal dari grafik atau histogram. Apabila data mengikuti distribusi normal, maka titik-titik tersebut akan membentuk sebuah garis lurus di sepanjang diagonal, serta pola sebaran data akan dianalisis berbanding dengan garis itu. Uji Multikolinearitas Dalam regresi linier berganda, penting untuk menghindari multikolinearitas, yang terjadi saat ada hubungan linier yang kuat di antara variabel-variabel independen. Untuk mengetahui adanya masalah ini, dapat digunakan pengukuran seperti Variance Inflation Factor (VIF) atau nilai tolerance. Pengujian ini dilakukan dengan cara berikut: Ketika nilai VIF berada di bawah 10 dan nilai Tolerance di atas 0,1 serta Tolerance tidak melebihi 1, maka tidak ada masalah multikolinieritas. Apabila nilai VIF melebihi 10 dan nilai Tolerance di bawah 0,1 serta Tolerance sama dengan atau lebih dari 1, maka ada tanda-tanda terjadinya multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas Menguji asumsi bahwa heteroskedastisitas ada bertujuan untuk menemukan apakah terdapat perbedaan dalam varians residual di antara berbagai pengamatan dalam model regresi. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas, kita bisa melihat hubungan antara nilai prediktif dari variabel dependen (ZPRED) dan JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Mei 2025, pp. 26 - 37 Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 Sebuah model regresi dianggap baik jika tidak menunjukkan tanda-tanda adanya Hal ini dapat dianalisis dengan cara: Apabila terlihat pola yang teratur, seperti titik-titik yang membentuk suatu bentuk yang konsisten, hal ini menunjukkan bahwa heteroskedastisitas mungkin terjadi. Sebaliknya, jika titik-titik terlihat tersebar secara acak dan tidak teratur, dan juga tersebar di atas serta di bawah garis nol pada sumbu Y, maka model bisa dikatakan tidak menunjukkan adanya HASIL DAN PEMBAHASAN Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda digunakan untuk mempelajari keterkaitan antara suku bunga (BNG), inflasi (INF), dan kurs rupiah (KURS) sebagai variabel independen, serta harga saham (SHM) yang berfungsi sebagai variabel dependen. Tabel 1 Hasil Regresi Linear Berganda Variable Coefficient SUBGA INFLASI NITUKAR Std. Error t-Statistic Prob. Dari data diatas dapat di hasil kan persamaan regresi linier berganda yaitu: SHM = -13. 067360SUBNG - 0. 240366INF 3. 364548 KURS e Dari persamaan regresi tersebut, penjelasan yang lebih detail adalah sebagai berikut: Konstanta Konstanta yang bernilai -13. 05 mengindikasikan bahwa ketika suku bunga (BNG), inflasi (INF), dan kurs rupiah (KURS) bernilai 0, harga saham akan mengalami perubahan sebanyak -13. Suku Bunga Hasil b1 yang bernilai 0. 067 menunjukkan adanya hubungan positif antara suku bunga dan harga saham. Artinya, jika suku bunga meningkat, harga saham juga akan naik, dengan syarat variabel lainnya tetap tidak Inflasi Hasil b2 yang bernilai -0. 240 menunjukkan hubungan negatif antara inflasi dan harga saham. Ini berarti bahwa jika inflasi meningkat, harga saham cenderung menurun, dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap tidak berubah. Nilai Tukar (Kru. Koefisien b3 sebesar 3. 364 menunjukkan hubungan positif atau searah antara kurs rupiah dengan harga Dengan kata lain, jika kurs rupiah menguat, harga saham juga akan mengalami kenaikan, dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan. Uji F Uji F pada dasarnya dikerjakan dalam menilai kelayakan model dalam suatu analisis. Dalam studi ini, metode uji F dikerjakan dalam menilai adakah variabilitas yang tidak bergantung dapat diterima dalam model yang telah ditentukan. Tabel 2 Uji F F-statistic Prob(F-statisti. Dengan nilai F-statistik sebesar 392899 dan Prob(F-statisti. 7911, terlihat bahwa secara keseluruhan, variabel yang tidak bergantung dalam model . ingkat bunga, kenaikan harga dan kru. tidak memberikan dampak berarti kepada variabel yang bergantung. Angka probabilitas yang jauh lebih Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia (Agustin Azizatuz Zahr. Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 besar daripada 0,05 memperlihatkan adanya persamaan regresi tidak berdampak secara keseluruhan, ketiga variabel yang bukan bergantung tersebut tidak bisa memaparkan variabilitas yang bergantung agar teratur. Koefisien Determinasi (R. Untuk memahami sebanyak apa dampak variabilitas X pada variabilitas Y, kita bisa melihat nilai R square (RA). Koefisien RA berfungsi untuk menilai seberapa dapat cara untuk memaparkan macam dalam variabilitas terikat. Nilai ini memperlihatkan bagian dari macam-macam pada variabilitas Y yang bisa dipaparkan dari perubahan variabilitas X. Umumnya. R square sekitar pada 0 hingga 1, karena jumlah kuadrat penjelas (SSE) dan jumlah kuadrat kesalahan (SSR) tidak akan melebihi jumlah kuadrat total (SST). Tabel 3 Koefesien Determinasi R-squared Adjusted R-squared Berdasarkan analisis regresi linear, nilai R-squared yang mencapai 0,5410 menunjukkan bahwa sekitar 54,10% variasi pada variabilitas Y bisa dipaparkan dari variabilitas Y pada contoh tersebut. Namun demikian, hasil Adjusted R-squared yang bernilai negatif, yaitu -0,8359, mengisyaratkan bahwa setelah mempertimbangkan jumlah variabel dalam model, kemampuan model dalam menjelaskan variasi data menjadi sangat lemah. Uji Hipotesis Uji t dapat digunakan dalam menilai seberapa signifikan pengaruh masing-masing variabilitas X: tingkat bunga, kenaikan harga, dan krus pada variabilitas Y yaitu nilai saham. Dalam proses pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi dari uji t kurang dari atau sama dengan 0,05, jadi hipotesis dapat disetujui, bermakna ada dampak positif dari masing-masing variabilitas tersebut pada nilai saham. Begitu juga nilai signifikansi > 0,05, jadi dugaan tidak diterima, yang menampilkan bahwa tidak ada dampak positif pada tingkat bunga, kenaikan harga, maupun krus pada nilai saham. Tabel 4 Uji Hipotesis Variable SUKU_BUNGA INFLASI NILAI_TUKAR Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Dari hasil analisis regresi linear, terlihat bahwa variabel tingkat bunga. Inflasi, dan krus tidak menunjukkan dampak positif pada variabilitas Y, karena semua nilai probabilitas (Prob. ) melebihi 0,05. Nilai koefisien menunjukkan arah hubungan: Suku Bung dan Nilai Tukar berhubungan positif, sementara Inflasi berhubungan negatif dengan variabel dependen. Ketiga variabel memiliki nilai t-statistik yang rendah dan nilai probabilitas . ) tinggi, bawasannya, bisa disajikan secara statistik tidak ada cukup bukti untuk mendukung adanya variabilitas X tersebut mempunyai dampak yang positif pada variabilitas Y dalam cara yang diteliti. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pengujian normalitas di dalam persamaan regresi bertujuan dalam menentukan apa benar sisa yang didapatkan tersebut proses mengikuti distribusi umum. Ghozali . menyatakan bahwa persamaan regresi ini ideal merupakan sisa yang mempunyai yang tersebar secara umum. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. Mei 2025, pp. 26 - 37 Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 Series: Residuals Sample 2020 2024 Observations 5 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Gambar 1 Uji Normalitas Normalitas distribusi residual dapat ditentukan secara sederhana dengan melakukan perbandingan terhadap nilai probabilitas hasil dari uji Jarque-Bera serta tingkat alpa 0,05 . %), kita dapat memahami distribusi Apabila nilai probabilitas Jarque-Bera berada di atas 0,05, sisa dapat dipandang ikut penyebaran Pengujian ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas ini > dari 0,05, dengan demikian bisa dirangkum adanya data sisa mengikuti distribusi umum. Uji Multikolineritas Tabel 5 Uji Multikolineritas Variable SUKU_BUNGA INFLASI NILAI_TUKAR Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF Berdasarkan nilai Centered Variance Inflation Factor (VIF), tidak ditemukan gangguan multikolinearitas dalam model. Nilai VIF untuk variabel Suku Bungan . Inflasi . , dan Nilai Tukar . berada di bawah ambang batas kritis (VIF < . , oleh karena itu memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan linier antara variabilitas X, yang mengindikasikan bahwa cara tersebut terbebas dari masalah Uji Heterokedastisitas Uji asumsi heteroskedastisitas dikerjakan menganalisis apakah benar terdapat perbedaan di dalam residual antara satu observasi dan observasi lainnya pada model regresi. Sebuah model regresi dianggap baik jika gejala heteroskedastisitas tidak terdeteksi. Tabel 6 Uji Heterokedastisitas F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Kami dapat mengambil ringkasan sebenarnya model tidak mengalami permasalahan heteroskedastisitas. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa data bebas dari heteroskedastisitas merupakan hasil Probabilitas Chi-Square pada ObsR-squared yang melebihi angka 0,05. Dalam pengujian ini, nilai Prob. Chi-Square pada ObsR-squared tercatat nilainya adalah 0,2440, yang menunjukkan bahwa nilai tersebut > dari 0,05. Namun, data yang digunakan bukan menunjukkan tanda-tanda heteroskedastisitas. Pembahasan Pengaruh Suku Bunga Terhadap Nilai Saham Dari analisis statistik menunjukkan adanya tingkat bunga mempunyai dampak signifikan dan positif pada nilai saham, ditunjukkan oleh nilai koefisien sekitar 0. 067 serta signifikansi sekitar 0. Namun, hipotesis pertama yang menyatakan adanya tingkat bunga berdampak positif pada nilai saham dapat Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Naik Turunya Nilai Saham Studi Pada Bank Rakyat Indonesia (Agustin Azizatuz Zahr. Agustin Azizatuz Zahro dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 26 Ae 37 Temuan tersebut sejalan dengan hasil analisis yang dikerjakan dari Mardiyati dan Rosalina . menentukan adanya kenaikan tingkat bunga mempunyai dampak positif pada perubahan nilai saham. Pengaruh Inflasi Terhadap Nilai Saham Berdasarkan penelitian statistik yang sudah dikerjakan, ditemukan adanya inflasi berdampak negatif pada harga saham, meskipun dampaknya tidak berpengaruh. Mengenai hal tersebut terlihat dari nilai koefisienya 240 dan tingkat signifikansi 0. Oleh karena itu, hipotesis kedua yang menyebutkan inflasi terdapat dampak positif pada nilai saham di sektor perbankan tidak layak. Temuan tersebut sejalan dengan pandangan Tandelilin . , yang menjelaskan bahwa ikatan tidak signifikan pada kenaikan harga dan nilai saham. Data ini juga sejalan dengan penelitian dari Ginting dan Topowijono . , menunjukkan adanya kenaikan harga berdampak tidak signifikan pada nilai saham di bank. Oleh sebab itu, temuan ini tidak sama dengan hasil yang diperoleh oleh Raharjo . , justru memperlihatkan adanya ikatan signifikan pada kenaikan harga dan nilai saham. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Nilai Saham Analisis angka mengungkapkan adanya ikatan yang signifikan pada krus dan nilai saham. Dengan koefisien regresi sebesar 3. 364 dan tingkat signifikansi 0. 5497, dapat dilihat bahwa meskipun hubungan antara krus dan nilai saham cenderung signifikanAidimana kenaikan krus dapat mengakibatkan peningkatan harga saham Bank BRI jika variabel lain tetap samaAinamun hubungan ini tidak signifikan secara statistik. Oleh sebab itu, hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa nilai tukar rupiah memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham Bank BRI tidak dapat diterima. Temuan ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Tandelilin . , yang menyatakan hubungan positif antara nilai tukar dan fluktuasi harga saham. Penelitian ini juga mendukung hasil yang ditemukan oleh Ginting dan Topowijono . , yang menunjukkan bahwa berdampak signifikan antara krus dan nilai saham. Akan tetapi, penemuan ini berbeda hasil dari Mardiyati dan Rosalina . , mengungkapkan adanya krus berdampak tidak signifikan pada nilai saham. KESIMPULAN DAN SARAN Menunjukan pada data yang telah dikumpulkan, mampu dihasilkan bahwasanya selama periode 2020 hingga 2024, variabel tingkat bunga, kenaikan harga, dan kurs menunjukkan dampak positif pada variasi nilai saham Bank BRI. Kurs . ilai tuka. rupiah dan suku bunga memiliki kecenderungan untuk berkorelasi positif dengan harga saham, sementara inflasi menunjukkan korelasi negatif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor makroekonomi tetap menjadi aspek penting yang dipertimbangkan oleh para investor ketika mengambil keputusan investasi, terutama pada saham di sektor perbankan. Oleh sebab itu, penting untuk secara teratur memantau perubahan kondisi makroekonomi karena ini dapat mempengaruhi kinerja saham perusahaan besar seperti Bank BRI. Penelitian ini menyarankan agar investor tidak hanya bergantung terhadap standar makroekonomi semacam tingkat bunga, dan krus terhadap analisis pergerakan harga saham, khususnya saham BBRI. Sebaiknya, investor juga mempertimbangkan faktor-faktor fundamental perusahaan, kondisi industri perbankan, serta dinamika politik dan global yang dapat memengaruhi pasar modal secara signifikan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan data, baik dari segi periode waktu yang lebih panjang maupun dengan menambahkan variabel lain, agar dapat menghasilkan analisis yang lebih komprehensif. DAFTAR PUSTAKA