Cara Mengutip (Gaya APA): Yoga Muthohar Zuhad Mahya, dan Sandra Bayu Kurniawan. Hubungan Keterampilan Metakognitif dengan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 582-590. https://doi. org/10. 20961/ddi. Hubungan Keterampilan Metakognitif dengan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar se-Gugus i Kecamatan Banjarsari Yoga Muthohar Zuhad Mahya1,dan Sandra Bayu Kurniawan2 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: *yogamuthohar_zm@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak Metacognitive skills are a focus in mathematics learning in elementary This study aims to determine the relationship between metacognitive skills and understanding of the concept of arithmetic operations of grade IV elementary school students in Cluster i. Banjarsari District. This study uses a quantitative research type with a correlation research design. The population in this study involved grade IV elementary school students in Cluster i. Banjarsari District. The sample was collected employing a probability sampling method with a simple random sampling approach. Methods for gathering data via tests related to metacognitive abilities and understanding of the concept of arithmetic operations. The data analysis technique uses the product moment correlation formula to determine whether there is a relationship between two variables. The results of the study showed a significant and positive correlation between metacognitive abilities and comprehension of arithmetic operations, as evidenced by the Sig. The correlation coefficient value obtained was 0. 459, which indicates that the correlation relationship is in the moderate category. This finding indicates that an increase in students' metacognitive skills contributes to an increase in understanding of the concept of arithmetic Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Matematika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang penting diajarkan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dan berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut karena matematika sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari manusia khususnya peserta didik di sekolah dasar (Galuh et al. , 2. Tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar mencakup pemahaman konsep, penggunaan penalaran, pemecahan masalah, penyampaian ide, serta menumbuhkan sikap menghargai manfaat matematika (Rival & Abdul, 2. Pemahaman konsep merupakan cara berpikir siswa yang membuatnya mampu menjelaskan kembali suatu gagasan, mengelompokkan objek, membedakan contoh dan non-contoh, menyajikan konsep dalam berbagai representasi, serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah (Amalia et al. , 2. Salah satu bentuk pemahaman konsep yang perlu dimiliki peserta didik adalah pemahaman terhadap operasi hitung yang mencakup penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian (Hill & Ball, 2008. Anditiasari, 2. Pemahaman konsep pada matematika memiliki keterkaitan dengan keterampilan metakognitif, yaitu kemampuan individu untuk menyadari dan mengendalikan proses belajarnyaAimeliputi merencanakan, memantau, mengevaluasi, dan menilai efektivitas strategi yang digunakan (Nurishlah et al. , 2. Masalah Penelitian Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa guru belum sepenuhnya mendukung perkembangan keterampilan metakognitif, disebabkan kemandirian belajar peserta didik yang kurang atau proses pembelajaran yang tidak efektif (Tarwiyani et al. , 2. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman peserta didik terhadap operasi hitung bilangan masih terbatas, terutama disebabkan kesulitan dalam menyelesaikan operasi bilangan bertanda berbeda dan kesalahan mengartikan soal (Yuniati & Sari, 2. Data dari SDN Praon Surakarta menunjukkan 41% peserta didik kelas IV masih mendapatkan nilai di bawah KKM pada materi operasi bilangan. Keadaan Terkini Penelitian Penelitian terdahulu menjelaskan adanya hubungan yang kuat antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep matematika (Atmaja, 2. Peningkatan pemahaman konsep peserta didik merupakan dampak dari berkembangnya keterampilan metakognitif serta kemampuan berpikir mereka (Anindita et al. , 2. Peserta didik dengan keterampilan metakognitif yang baik mampu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi diri serta mengontrol proses berpikirnya sendiri, yang secara langsung berdampak pada kemampuan memahami konsep materi (Pintrich, 2004. Kusuma & Baskara, 2. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Belum banyak studi yang secara spesifik meneliti hubungan keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep operasi hitung bilangan di lingkungan pendidikan dasar. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan mengkaji hubungan antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik kelas IV SD Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Hasil penelitian Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang mengembangkan keterampilan metakognitif sekaligus meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian korelasi. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV sekolah dasar Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling dan didapat sampel dalam penelitian berjumlah 83 peserta didik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengukur kedua variabel, yaitu keterampilan metakognitif (X) dan pemahaman konsep operasi hitung bilangan (Y) peserta didik. Validasi instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan uji validitas melalui teknik Gregory. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji linearitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji korelasi sederhana dengan rumus korelasi product moment. HASIL Berdasarkan data yang diperoleh peserta didik kelas IV sekolah dasar SeGugus i Kecamatan Banjarsari yang berjumlah 83 responden, menghasilkan informasi mengenai tingkat keterampilan metakognitif peserta didik, tingkat pemahaman konsep operasi hitung bilangan, serta hubungan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep tersebut. Data keterampilan metakognitif adalah data yang didapatkan dari proses pengambilan data menggunakan instrumen tes berupa tiga soal uraian. Diperoleh nilai mean sebesar 60,36. standar deviasi 15,807. nilai tertinggi 90. dan nilai terendah 30. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik kelas IV SD Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari memiliki keterampilan metakognitif sedang. Ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 60,36 dan 46,99% peserta didik yang masuk dalam kategori sedang. Data pemahaman konsep operasi hitung bilangan merupakan data yang didapatkan dari proses pengambilan data menggunakan instrumen tes berupa tujuh soal uraian. Data pemahaman konsep operasi hitung bilangan memiliki mean sebesar 63,96. standar deviasi 14,941. varian 223,230, nilai dan nilai terendah 29. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik kelas IV SD Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari memiliki pemahaman konsep operasi hitung bilangan tinggi. Ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 63,96 dan 46,99% peserta didik yang masuk dalam kategori tinggi. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov menggunakan bantuan SPSS 27 dengan ambang signifikansi 5% atau 0,005. Tujuan uji normalitas untuk mengetahui normal tidaknya data. Apabila tingkat signifikansinya Ou 0. 05 maka data berdistribusi normal. Berikut merupakan hasil uji normalitas yang disajikan pada tabel 1, berikut: Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Table 1. Hasil Uji Normalitas (Sumber: Data Primer yang Diolah, 2. Berdasarkan Gambar 1. diketahui bahwa nilai Sig. sebesar 0,200. Karena nilai Sig. yang didapatkan lebih besar dari nilai taraf signifikan . ,200 > 0,. , dapat disimpulkan bahwa data mengenai keterampilan metakognitif dan pemahaman operasi hitung bilangan berdistribusi normal. Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan rumus ANOVA Table berbantuan SPSS versi 27 dan taraf signifikansinya sebesar 5% atau 0,05. Dalam penelitian ini, uji linearitas dilakukan dengan syarat data menunjukkan hubungan linear apabila nilai simpangan linearitasnya melebihi 0,05 (> 0,. Berikut merupakan hasil uji linearitas yang disajikan pada tabel 2, berikut: Table 2. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares Square Sig. Y*X2 Between (Combine. Groups Linearity 925 <. Deviation from Linearity Within Groups Total (Sumber: Data Primer yang Diolah, 2. Berdasarkan Gambar 2. terdapat hubungan linear positif antara kedua variabel karena nilai deviasi linearitasnya adalah 0,797, yang lebih tinggi dari tingkat signifikansi 0,05. Tahap selanjutnya, yaitu uji hipotesis yang dapat dimulai setelah uji prasyarat selesai. Uji hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahui apakah antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep operasi hitung bilangan saling berhubungan atau tidak. Perhitungan dilakukan dengan bantuan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi SPSS 27. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Berikut merupakan hasil uji linearitas yang disajikan pada Gambar 3. Table 3. Hasil Uji Hipotesis Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . (Sumber: Data Primer yang Diolah, 2. PEMBAHASAN Sebagian besar peserta didik mampu memproses ide-ide mereka sendiri, namun mereka masih mengembangkan keterampilan secara konsisten dalam hal memecahkan masalah yang melibatkan operasi matematika. Hal tersebut dikarenakan peserta didik dengan keterampilan metakognitif yang belum terlatih akan kesulitan untuk melaksanakan evaluasi terhadap proses pembelajarannya sendiri (Andini, 2. Menggunakan model pembelajaran yang dapat terintegrasi dengan indikator keterampilan metakognitif menjadi salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan metakognitif (Balcikanli, 2. Sehingga peserta didik akan mengalami peningkatan keterampilan metakognitif yang akan mampu memanfaatkan keterampilan tersebut secara maksimal untuk mengatasi masalah yang dihadapi (Balcikanli, 2. Secara keseluruhan, keterampilan metakognitif peserta didik kelas IV sekolah dasar Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari menunjukkan potensi yang baik, namun masih memerlukan penguatan agar mereka dapat mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran Peserta didik yang memiliki keterampilan metakognitif yang kuat dapat berkembang menjadi pembelajar mandiri yang sadar akan proses berpikir mereka Peserta didik agar mampu mempelajari materi yang diberikan, pemahaman konsep menjadi sangatlah penting karena membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna (Alin & Pujiastuti, 2. Penelitian ini menitikberatkan pada pemahaman konsep yang dimaksud yang berpusat pada proses hitung yang meliputi empat operasi dasar yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik yang memiliki pemahaman konsep matematika yang kuat akan mampu mengingat materi yang telah dipelajari dalam waktu lama serta mengembangkan proses berpikir yang kritis (Febriyanto et al. , 2. Kesalahan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi yang muncul pada peserta didik saat mengerjakan adalah masih kebingungan menentukan operasi yang tepat untuk menyelesaikan soal. Diperlukan strategi pembelajaran yang memberi pengalaman bermakna, menyenangkan, mudah diingat, serta mendorong peserta didik aktif membangun pemahaman secara mandiri sesuai karakteristik mereka (Ery & Pratiwi, 2. Dengan pemahaman yang kuat terhadap operasi hitung bilangan membuat peserta didik lebih siap menyelesaikan soal dan menghadapi materi yang lebih kompleks di jenjang selanjutnya (Salma et al. , 2. Kemampuan ini juga menjadi dasar penting dalam pengembangan logika dan pemecahan masalah di berbagai situasi. Hasil uji korelasi pada Gambar 3. dapat diinterpretasikan berdasarkan pedoman pengambilan keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,005, menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau hipotesis terbukti. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,459 diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik dan dalam kategori hubungan sedang. Dengan demikian, dapat diketahui jika pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik meningkat seiring dengan semakin tinggi tingkat keterampilan metakognitifnya. Peserta didik dengan keterampilan metakognitif yang baik mampu secara efektif merencanakan, memantau, dan mengevaluasi diri, serta mengontrol proses berpikirnya sendiri, yang secara langsung berdampak pada kemampuan mereka dalam memahami konsep materi yang dipelajari (Anindita et al. Meskipun hubungan ini tergolong dalam kategori sedang, signifikansi yang tinggi menunjukkan bahwa keterampilan metakognitif tetap berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik. Peserta didik akan lebih mampu dalam mengolah informasi pembelajaran, membantu mengatasi miskonsepsi serta kesalahan dalam proses belajar, dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar jika mereka memiliki keterampilan metakognitif dan pengetahuan konsep yang kuat (Taufik & Lalu, 2. Peserta didik dengan keterampilan metakognitif yang baik lebih mampu merencanakan strategi untuk menyelesaikan soal, memantau proses berpikirnya, serta mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan. Dengan ini akan membuat pemahaman mereka terhadap konsep-konsep matematika menjadi lebih mendalam. Berbagai penelitian telah secara objektif menunjukkan adanya hubungan antara keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep operasi hitung bilangan. Penelitian oleh Saputri et al. , . , dimana terdapat hubungan dalam kategori sangat baik antara pengetahuan konsep dengan keterampilan metakognitif. Hal ini sesuai dengan penelitian Kusuma & Baskara, . , yang mengungkapkan adanya korelasi antara pengetahuan konsep mahasiswa pada saat pembelajaran dengan keterampilan metakognitif, dengan nilai koefisien korelasi . sebesar 0,864. Peningkatan keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep mampu menjadikan proses pembelajaran matematika menjadi aktif, reflektif, dan adaptif. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Atmaja, . , menunjukkan bahwa hubungan antara pemahaman konsep matematika dengan keterampilan metakognitif mempunyai koneksi yang dapat dipetakan dan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi digunakan sebagai acuan dalam proses pembelajaran matematika. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Suwono et al . mengemukakan bahwa keterampilan metakognitif dalam pembelajaran matematika berperan dalam membangun pemahaman konsep pada diri peserta didik. Hakikatnya keterampilan metakognitif memainkan peran penting dalam mengatur dan mengelola pemikiran dan proses pembelajaran peserta didik, sedangkan pengetahuan konsep pada dasarnya merupakan hasil integrasi beberapa proses kognitif (Suwono et al. , 2. Penelitian yang dilakukan Tarwiyani et al . , menjelaskan penerapan strategi pembelajaran yang efektif dapat mendorong peserta didik mengembangkan keterampilan metakognitif, sehingga diharapkan pemahaman konseptual mereka terhadap materi juga meningkat karena mereka menjadi lebih aktif dalam berpikir saat menemukan konsep baru. Dengan demikian, keterampilan metakognitif dan pemahaman konsep operasi hitung bilangan memiliki hubungan yang erat dan saling memperkuat. Keduanya perlu dikembangkan secara bersama-sama agar proses pembelajaran menjadi bermakna dan menghasilkan peserta didik yang berpikir kritis serta memiliki pemahaman yang kokoh. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara keterampilan metakognitif dengan pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik kelas IV SD Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,005 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar variabel tersebut. Koefisien korelasi berada dalam kategori sedang dengan nilai rxy sebesar 0,413 yang menunjukkan bahwa semakin tinggi keterampilan metakognitif, maka semakin tinggi pula pemahaman konsep operasi hitung bilangan peserta didik. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat teori bahwa keterampilan metakognitif berperan penting dalam mendukung pemahaman konsep-konsep dasar, khususnya dalam operasi hitung bilangan. Penelitian ini dapat memberikan implikasi praktis bagi guru untuk menerapkan dan mengakomodasi strategi pembelajaran yang mengembangkan keterampilan metakognitif dan meningkatkan pemahaman peserta didik terkait konsep operasi hitung bilangan. DAFTAR PUSTAKA