Prive. Volume 3. Nomor 1. Maret 2020 http://ejurnal. id/index. php/prive Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Hari Setiono1. Marisha Khanida2 Tatas Ridho Nugroho3 Universitas Islam Majapahit Mojokerto Email : setionohari171167@gmail. Abstract The company considers financial reporting important to key users, namely investors and creditors. In financial reporting, there are regulations that regulate it to be on time. Timeliness will have an important impact on the decision making of users of financial statements. However, many companies encountered financial reporting delays. This study uses a causal research design. The purpose of this study was to determine the influence of variables . Profitability. Public Ownership. Audit Opinion, and Company Size on (Y) Timeliness of Financial Reporting. The method in this study uses descriptive statistics with a quantitative approach. The data used is secondary data. The hypothesis testing used is binary logistic regression. Binary logistic regression is used because the dependent variable is a dummy which consists of categories 1 and 0. In this study shows that the variables of public ownership and audit opinion have a significant effect on the timeliness of corporate financial reporting, while the profitability and size of the company has no significant effect on the accuracy of financial reporting time. Keywords: Profitability. Public Ownership. Audit Opinion. Company Size. Timeliness. Abstrak Perusahaan menganggap penting pelaporan keuangan bagi pemakai utama yaitu investor dan kreditor. Dalam pelaporan keuangan ada peraturan yang mengaturnya agar tepat waktu. Ketepatan waktu akan memberikan dampak penting pada pengambilan keputusan pengguna laporan keuangan. Namun banyak dijumpai perusahaan dalam penyampaian pelaporan keuangan mengalami keterlambatan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari variabel . diantaranya : Kepemilikan Publik. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Opini Audit terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Y). Metode penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data Pengujian hipotesis yang digunakan yaitu regresi logistik biner. Variabel terikatnya berupa dummy yaitu terdiri dari kategori 0 dan 1 . Penelitian menunjukkan variabel opini audit dan kepemilikan publik signifikan sangatlah berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan, namun profitabilitas dan ukuran perusahaan secara signifikan tidak mempengaruhi terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan. Opini Audit. Timeliness, dan Kepemilikan Publik. Profitabilitas. PENDAHULUAN Sangat dibutuhkan laporan keuangan oleh pihak manajemen dengan pemegang saham karena sarana bagi manajemen perusahaan kinerjanya kepada berbagai pihak pemegang saham dalam pengukuran secara ekonomi mengenai sumber daya yang dimiliki dan menyampaikan berbagai informasi. Pelaporan keuangan perusahaan dianggap penting bagi pemakai utama yaitu investor dan kreditor sebagai kabar baik maupun kabar buruk. Dalam publikasi pelaporan keuangan terdapat ketepatan waktu karena batasan penting terjaminnya untuk informasi tersedianya. Dalam pelaporan keuangan terdapat peringkasan, akumulasi dan penyajian selanjutnya informasi tentang akuntansi harus dilakukan segera mungkin. Ketepatan waktu menyampaikan dalam perusahaan publik laporan keuangan di Indonesia telah diatur pada Peraturan Bapepam Nomor X. 2, dalam lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep- 36/PM/2003 menyatakan laporan keuangan tahunan bahwa harus dengan disertai laporan akuntan pendapat dengan lazim dan kepada Bapepam disampaikan selambat-lambatnya di akhir bulan ketiga . Mare. setelah tanggal laporan keuangan tahunan berakhir METODE Statistik Deskriptif Statistik ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memberikan gambaran tentang distribusi frekuensi variabel - variabel yang ada dalam penelitian ini, nilai minimum, nilai maksimum, ratarata . , dan standar deviasi dari setiap variabel. Uji Asumsi Klasik Menilai Kelayakan Model Regresi Dalam penelitian ini menilai Hosmer and LemeshowAos Goodness Of Fit Test menguji hipotesis nol bahwa data empiris cocok atau sesuai dengan model. Kelayakan model regresi menggunakan uji Hosmer and LemeshowAos Goodness Of Fit Test. Penilaian Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Dalam penilaian keseluruhan model, pertama dengan melihat dan angka -2 Log Likelihood pada block Number = 1 dan angka -2 Log Likelihood (LL) pada . lock Number = . , jika terjadi penurunan angka -2 Log Likelihood . lock Number = 0 Ae block Number = . maka menunjukkan model regresi kedua lebih baik daripada regresi model pertama(Ghozali, 2012:. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. Cox dan SnellAos R Square merupakan yang mencoba meniru ukuran R pada multiple regression yang berdasarkan pada teknik estimasi likehood dengan nilai maksimum yang kurang dari 1 sehingga sulit diinterpretasikan/ dijelaskan. Pengujian Multikolinearitas Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak terjadinya gejala korelasi yang kuat diantara variabel bebasnya. Dalam analisis regresi logistik . Multikolonieritas variabel independen saling korelasi. Pengujian ini menggunakan untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen matrik korelasi antar variabel bebas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi logistik biner . inary logistic regressio. , digunakan karena ada variabel terikatnya berupa dummy . Regresi logistik biner yaitu terdiri dari kategori 1 dan 0. Berikut rumus model regresi logistik biner yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ln (TL/1-TL) = 1ROA 2own 3opini 4size a Keterangan : Ln (TL/1-TL) = ketepatan waktu ( merupakan variabel dummy angka 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan angka 0 untuk perusahaan yang tidak tepat wakt. = konstanta 1ROA = profitabilitas (ROA) 2own = kepemilikan publik 3opini = opini auditor = ukuran perusahaan = error HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Sebagai tinjauan terhadap data penelitian, berikut ini akan disajikan ringkasan data-data dalam bentuk statistik deskriptif untuk masing-masing variabel. Ada sebanyak 120 data pengamatan dapat dilihat pada tabel 1 Tabel 1 Statistik Deskriptif Valid Missing 0 Mean Median Std. Deviation Minimum Maximum ,75 1,00 ,435 2784707241150,97 2069744486956,50 2830150564832,47 ,78 1,00 ,414 Sumber: data output SPSS 21 Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala rasio dan skala nominal. Variabel yang menggunakan Skala rasio dalam penelitian terdiri dari ROA, kepemilikan publik, dan ukuran Berdasarkan tabel 1, variabel profitabilitas yang diukur dengan menggunakan ROA dari seluruh sampel selama tahun penelitian menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0. 061246 dengan standar deviasi sebesar 0. 0496844, hal ini menunjukkan profitablitas dari perusahaan yang dijadikan sampel rata-rata memperoleh laba positif. Kepemilikan publik dari selama tahun penelitian menunjukkan rata-rata sebesar 0. 280998 dengan standar deviasi sebesar 0. 0496844, hal ini memiliki kepemilikan publik kurang dari 50% menunjukkan perusahaan yang dijadikan sampel Menunjukkan rata-rata sebesar 2784707241150,97 dengan standar deviasinya sebesar 2830150564832,473 Ukuran perusahaan dari seluruh perusahaan yang dijadikan sampel selama tahun penelitian, hal ini berarti ukuran perusahaan pada perusahaan yang dijadikan objek penelitian termasuk dalam perusahaan besar. Diketahui rata-rata sebesar 0,78 dengan 0,414 dari standar deviasinya ,Tepat waktu, dari semua perusahaan dikumpulkan sampel selama tahun penelitian. Diketahui rata-rata sebesar 0,75 dengan 0,435 dari standar deviasianya bahwa opini audit, dari semua perusahaan dikumpulkan sampel selama tahun penelitian. Untuk variabel tepat waktu dan opini audit digunakan skala nominal. Hasil Uji Asumsi Klasik Menilai kelayakan model regresi . oodness of fit tes. Langkah pertama Model fit dapat diuji dengan Hosmer and lemeshow Test yang dilakukan adalah menilai kelayakan model regresi. Hasil SPSS pada tabel 2 menunjukkan nilai statistic dengan nilai signifikansi yang lebih dari 0,05 Hosmer and Lemeshow sebesar 10,739 dengan profitabilitas signifikansi 0,217 maka tidak diperoleh adanya perbedan data estimasi regresi logistik dengan data Sehingga model regresi yang dipergunakan dalam penelitian ini layak dipakai untuk analisis selanjutnya. Tabel 2 Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. 10,739 Sumber: data output SPSS 21 ,217 Menilai keseluruhan model . verall model fit tes. Langkah selanjutnya menilai kelayakan model . verall model fi. Pada tabel 3 ditunjukkan uji kelayakan dengan memperhatikan angka pada awal -2 Log Likelihood (LL) block Number = 0, sebesar 125,438 dan angka pada -2 Log Likelihood (LL) block Number = 1, sebesar 107,027. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan nilai -2 Log Likelihood di block 0 dan block 1 sebesar 125,438 Ae 107,027 = 18,411 penurunan Likelihood ini menunjukkan bahwa model regresi yang lebih baik atau model yang dihipotesiskan fit dengan data. Tabel 3 Overall model fit test Block number = 0 -2 Log likelihood Block number = 1 -2 Log likelihood 125,438 107,027 Sumber: data output SPSS 21 Uji Nagelkerke ( R. Nilai Cox dan SnellAos R dan NagelkerkeAos. R juga digunakan untuk menilai model fit. Hasil SPSS 21 Pada tabel 4 menunjukkan bahwa memberikan nilai Cox dan SnellAos R sebesar 0,142 dan nilai Nagelkerke R2 sebesar 0,219 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen sebesar 22%. Nilai 78% atau sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Tabel 4 Model Summary Step -2 Log Cox & Snell R Nagelkerke R Square Square 107,027 ,142 ,219 Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than ,001. Sumber: data output SPSS 21 Pengujian Multikolinearitas Tabel 5 Correlation Matrix Constant X1 Constant 1,000 -,499 -,542 -,499 1,000 ,059 Step 1 X2 -,542 ,059 1,000 -,454 -,026 -,050 -,468 ,106 -,028 Sumber : hasil olah data SPSS 21 -,454 -,026 -,050 1,000 ,182 -,468 ,106 -,028 ,182 1,000 Tabel 5 menunjukkan variabel independen anatar korelasi di dalam penelitian ini. Dalam hasil tabel diatas menunjukkan bahwa tidak terjadi adanya gejala multikolinearitas yang serius antar variabel bebas. Dapat dijelaskan bahwa tidak terjadi adanya gejala multikolinieritas. Hasil uji koefisien regresi Dari pengujian persamaan regresi logistik tersebut, maka diperoleh model regresi logistik sebagai berikut: Ln (TL/1-TL) = 1ROA 2own 3opini 4size a = 0,475 4,063ROA (-2,. own 1,743opini size a Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Regresi Logistik Wald Sig. Exp(B) 95% C. for EXP(B) Lowe Upper 4,063 5,577 ,531 ,466 58,153 ,001 3246962,73 1,147 4,025 ,045 ,100 ,011 ,948 2,301 Step 1 1,743 ,503 11,991 ,001 5,714 2,131 15,324 ,000 ,000 ,282 ,595 1,000 1,000 1,000 Constant ,475 ,697 ,464 ,496 1,608 Variable. entered on step 1: X1. X2. X3. X4. Keterangan : atau constant menunjukkan nilai 0,475 yang dilihat dari tabel kolom B dan baris constant Rumus 1ROA menunjukkan nilai 4,063 yang dilihat dari tabel kolom B dan baris X1 sehingga ditulis 4,063ROA . Hasil menunjukkan positif maka variabel profitabilitas mengalami kenaikan. Rumus 2own menunjukkan -2,301 yang dilihat dari tabel kolom B dan baris X2 sehingga ditulis (-2,. Hasil menunjukkan negatif maka variabel kepemilikan publik mengalami penurunan. Rumus 3opini menunjukkan 1,743 yang dilihat dari tabel kolom B dan baris X3 sehingga ditulis 1,743opini . Hasil menunjukkan positif maka variabel opini audit mengalami Rumus 4size menunjukkan ,000 sehingga hanya ditulis size saja. Rumus a juga tetap ditulis sama. PEMBAHASAN PENELITIAN Pengaruh profitabilitas terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel profitabilitas perusahaan (ROA) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 4,063 dengan probabilitas variabel sebesar 0,466 diatas signifikansi 0,05 . ima perse. Hal ini mengandung arti bahwa Hipotesis 1 ditolak. ROA secara signifikan tidak berpengaruh dengan demikian terbukti bahwa profitabilitas yang diproksi dengan terhadap ketepatan waktu pelaporan Seorang manajemen untuk melaporkan kinerjanya membutuhkan pengukuran kinerja manajemen untuk mengetahui besar kecilnya tingkat profitabilitas . Sedangkan perusahaan yang mengalami tingkat profitabilitas yang tinggi maka pihak manajemen dalam menyampaikan laporan keuangan perusahaannya akan cenderung lebih tepat waktu Jika perusahaan mengalami tingkat profitabilitas yang rendah maka tidak tepat waktu dan maka pihak manajemen dalam menyampaikan laporan keuangan perusahaannya akan cenderung tidak tepat waktu. Pengaruh kepemilikan publik terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel kepemilikan publik (OWNER) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar -2,301 dengan probabilitas variabel sebesar 0,045. Nilai signifikansi yang berada dibawah 0,05 . ima perse. menunjukkan kepemilikan publik yang signifikan terhadap adanya pengaruh ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hal ini model regresi hipotesis 2 diterima . Temuan adanya pengaruh kepemilikan publik dalam penelitian ini mendukung logika teori yang menyatakan bahwa dalam menyajikan informasi secara tepat waktu diperlukan pemilik perusahaan dari pihak luar yang mempunyai kekuatan yang besar untuk menekan seorang manajemen, karena akan mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi dalam ketepatan waktu pelaporan keuangan. Adanya kepemilikan pihak luar konsentrasi yang semula berjalan sesuai keinginan perusahaan itu sendiri menjadi memiliki keterbatasan dalam pengambilan keputusan penyampaian pelaporan keuangan yang menimbulkan pengaruh dari pihak luar sehingga mengubah pengelolaan perusahaan. Pengaruh opini audit terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel opini audit (OPINION) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 1,743 dengan probabilitas sebesar 0,001 dibawah signifikansi 0,05 . ima perse. Hal ini mengandung arti bahwa adanya pengaruh signifikan dari opini audit terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hal ini berarti bahwa pada model regresi hipotesis 3 diterima. Perusahaan yang segera akan dipublikasikan laporan keuangan. Jika didapat unqualified opinion kepada calon investor untuk menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah dijalankan dengan sangat baik dan sangat cocok dijadikan tempat berinvestasi. Jika hasil yang didapatkan signifikan terjadi karena pendapat wajar tanpa pengecualian . nqualified opinio. merupakan berita bagus untuk meningkatkan nilai perusahaan. Pendapat wajar tanpa pengecualian . menyatakan secara wajar laporan keuangan yang disajikan, dalam semua hal yang arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia , bersifat material, posisi keuangan, dan hasil usaha. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,000 dengan probabilitas variabel sebesar 0,595. Nilai signifikansi yang berada diatas 0,05 . ima perse. menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan dari ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hal ini berarti bahwa pada model regresi hipotesis 4 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan kecil belum tentu menyampaikan laporan keuangannya tidak tepat waktu. Begitu juga sebaliknya perusahaan besar belum tentu menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu. Pada dasarnya ketepatan waktu dipengaruhi oleh seberapa besar rasa tanggung jawab suatu perusahaan dalam mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh BAPEPAM mengenai keterbukaan informasi dan seberapa besar tanggung jawab perusahaan dalam memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada masyarakat/pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil analisis dan pembahasan dengan menggunakan regresi logistik biner maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Variabel profitabilitas perusahaan (ROA) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 4,063 dengan probabilitas variabel sebesar 0,466 diatas signifikansi 0,05 . ima perse. Sehingga. Secara signifikan profitabilitas sangat tidak mempengaruhi ketepatan pada waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel kepemilikan publik (OWNER) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 2,301 dengan probabilitas variabel sebesar 0,045. Nilai signifikansi yang berada dibawah 0,05 . ima perse. Sehingga. Secara signifikan kepemilikan publik sangat mempengaruhi ketepatan pada waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel opini audit (OPINION) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 1,743 dengan probabilitas sebesar 0,001 dibawah signifikansi 0,05 . ima perse. Sehingga secara signifikan opini audit sangat mempengaruhi ketepatan pada waktu pelaporan keuangan perusahaan. Variabel ukuran perusahaan (SIZE) menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,000 dengan probabilitas variabel sebesar 0,595. Nilai signifikansi yang berada diatas 0,05 . ima perse. Sehingga. Secara signifikan ukuran perusahaan sama sekali tidak mempengaruhi ketepatan pada waktu pelaporan keuangan perusahaan. Saran