EDUSCOPE. Juli, 2023. Vol. 09 No. 01 p-ISSN :2460Ae4844 e-ISSN : 2502 Ae 3985 Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis Terhadap Pemahaman Siswa Kelas Bawah dan Kelas Atas Pada Mata Pelajaran PAI di SD Negeri Kedungdowo Jombang Achmad Reza Faishal Amin . Ospa Pea Yuanita Meishanti Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah e-mail korespondensi: achmadrezafaishal18@gmail. ABSTRACT This research aims to analyze critical thinking skills in the understanding of lower and upper grade students in Islamic Education (PAI) at SD Negeri Kedungdowo Jombang. The research method used was qualitative descriptive involving PAI teachers and students as the research subjects. Data were collected through critical thinking tests, interviews with teachers, and classroom observations. The results indicate that the skill of making inferences is the most challenging area for students, whereas basic support skills and advanced clarification are more easily mastered. Recommendations are provided to teachers to focus on developing inference skills through more intensive exercises and more effective group discussions. KEYWORDS:Critical Thinking. Student Understanding. Islamic Religious Education. SDN Kedungdowo. Qualitative Analysis. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan berpikir kritis dalam pemahaman siswa di SD Negeri Kedungdowo Jombang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru PAI dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis, wawancara dengan guru, dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi kesulitan terbesar dalam keterampilan menyimpulkan . , sementara keterampilan membangun dasar . asic suppor. dan penjelasan lanjut . dvanced clarificatio. cenderung lebih mudah dikuasai. Rekomendasi disarankan kepada guru untuk memfokuskan pengembangan keterampilan menyimpulkan melalui latihan intensif dan diskusi kelompok yang lebih efektif. KATA KUNCI: Berpikir Kritis. Pemahaman Siswa. Pendidikan Agama Islam. SDN Kedungdowo. Analisis Kualitatif. Article History Received: 6 Maret 2023 Revised: 13 April 2023 Accepted: 14 Juni 2023 PENDAHULUAN Pendidikan Islam memiliki warisan yang kaya yang berfungsi sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut di bidang ini. Ini melibatkan pemahaman tentang sifat, tujuan, dan metode pendidikan Islam, yang penting untuk mengembangkan konsep117 118 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang konsep yang relevan dengan konteks pluralistik dan . asca-) sekuler saat ini. Tantangannya adalah mempertahankan hubungan dengan ajaran tradisional sambil juga mengintegrasikan pendekatan inovatif yang mencerminkan realitas saat ini. Fokus ganda ini memungkinkan pendidikan Islam untuk berkontribusi secara efektif pada masyarakat yang beragam secara budaya dan agama dengan mempromosikan toleransi, keberlanjutan, dan keadilan gender. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang berkembang sambil tetap memegang teguh nilai-nilai intinya. (Hasan et al. , 2. Pendekatan pembelajaran yang efektif untuk pengembangan keterampilan mencakup pemahaman tentang literasi informasi dan keterampilan belajar mandiri. Literasi informasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenali kebutuhan informasi, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang tepat dalam lingkungan pembelajaran formal dan informal. Penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi dapat memprediksi keterlibatan belajar siswa, di mana keterampilan TIK yang lebih kuat berkaitan dengan keterlibatan yang lebih besar dalam pembelajaran berbasis teknologi. Studi juga menemukan bahwa keterampilan belajar mandiri yang lebih baik cenderung mengarah pada perencanaan dan pemantauan yang lebih baik dalam sistem pembelajaran aktif yang berorientasi pada tujuan. (Li & Zhu, 2. Keterampilan berpikir kritis siswa adalah elemen penting dalam pendidikan yang membantu mereka dalam membuat keputusan yang tepat dan menilai informasi secara hati-hati. Menurut studi, keterampilan berpikir kritis melibatkan evaluasi argumen, validitas klaim ilmiah, dan interpretasi bukti. Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada argumentasi, terutama yang memanfaatkan teknologi seperti augmented reality (AR), dapat meningkatkan keterampilan ini dengan menyediakan representasi visual yang kaya dan interaktif, sehingga memfasilitasi siswa dalam membangun argumen yang lebih kuat Pemahaman menunjukkan bahwa siswa kelas 1-3 cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih terbatas dibandingkan dengan siswa kelas 4-6. Siswa kelas 1-3 lebih banyak bergantung pada pembelajaran konkret dan kontekstual, serta membutuhkan dukungan visual dan manipulatif lebih banyak untuk memahami konsep-konsep dasar. Di sisi lain, siswa kelas 4-6 lebih mampu memahami konsep abstrak dan dapat mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Mereka EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 119 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang juga menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dan dapat berpikir lebih kritis dibandingkan dengan siswa kelas 1-3. Perbedaan ini menyoroti pentingnya pendekatan pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka. Pemahaman menunjukkan bahwa siswa kelas 1-3 cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih terbatas dibandingkan dengan siswa kelas 4-6. Siswa kelas 1-3 lebih banyak bergantung pada pembelajaran konkret dan kontekstual, serta membutuhkan dukungan visual dan manipulatif lebih banyak untuk memahami konsep-konsep dasar. Di sisi lain, siswa kelas 4-6 lebih mampu memahami konsep abstrak dan dapat mengintegrasikan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Mereka juga menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dan dapat berpikir lebih kritis dibandingkan dengan siswa kelas 1-3. Perbedaan ini menyoroti pentingnya pendekatan pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa untuk meningkatkan pemahaman (Masitoh & Prabawanto, 2. Dalam konteks sistem pendidikan sekolah, terdapat perbedaan antara pendidikan dan pengajaran. Praktisi pendidikan cenderung lebih fokus pada pengajaran daripada pendidikan. Dalam konteks visi dan misi pendidikan agama Islam di sekolah, untuk membentuk kepribadian murid yang utuh, pendidikan agama diperlukan lebih dari sekadar pengajaran agama. Namun, dalam praktiknya di lapangan, baik di tingkat SD. SMP. SMA, maupun perguruan tinggi, seringkali terjadi penekanan pada pengajaran agama, bukan pendidikan agama. Fenomena ini dapat menjadi penyebab kemunduran akhlak, terutama di kalangan siswa, mahasiswa, dan generasi muda secara umum. (Aladdiin, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori menyatakan bahwa metode kualitatif adalah prosedur penelitian berdasarkan filosofi pasca-prinsip yang digunakan untuk mempelajari kondisi alami suatu objek, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Metode ini melibatkan analisis informasi secara induktif atau kualitatif, di mana temuan lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian kualitatif berfokus pada pengungkapan makna atau realitas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti akan menggambarkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa di SDN Kedungdowo. Alasan memilih jenis penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara akurat fenomena dan peristiwa yang EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 120 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang terjadi di lingkungan tersebut(Rachmadiansyah, 2. Adapun Langkah- langkah prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis android adalah sebagai berikut: Instrument yang digunakan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati kemampuan berpikir kritis siswa siswi. Wawancara bertujuan untuk mengetahui seberapa penting berpikir kritis dalam pembelajaran PAI, yang dapat membantu siswa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Robinson, 2. Penggunaan angket pada penelitian kualitatif ini sangat penting untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dan mendalam, sehingga pertanyaanpertanyaan yang digunakan harus dirancang untuk menggali informasi yang kaya dan kontekstual dari responden. Teknik pengumpulan data dalam mengolah data kualitatif terkait kemampuan berpikir kritis siswa deskripsi pemahaman konseptual, peneliti menganalisis data berdasarkan konsep, teori, dan prosedur pelaksanaan. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan menurut metode berikut yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman dalam skripsi Siti Munira: pengumpulan data, reduksi data, display data, penarikan/validasi kesimpulan (Munira, 2. Tahapan pengumpulan peneliti pengamati secara menyuluruh terhadap aspek yang sedang diteliti guna untuk mendapatkan data yang lengkap. Pada penelitian ini terdapat tahapan reduksi data dari hasil tes tulis dan wawancara dengan mengklarifikasi, mengarahkan, dan mereduksi data yang mungkin diperlukan dan membuang data yang tidak perlu. Kemudian hasil tes ini dikelompokkan berdasarkan kemampuan masing-masing individu yang diperoleh. Untuk pengelompokkan tersebut berdasarkan yang digunakan oleh Masrurotullaily Hobri dan Suharto dalam Siti Munira yaitu 3 tingkat berupa (Munira, 2. Tabel 3. 1 Rentang Nilai Keriteria Kemampuan Berpikir Kritis Rentang nilai Kriteria berkemampuan kritis 85% - 100% Sangat Baik (A) 70% - 84% Baik (B) 55% - 69% Cukup (C) 40% - 54% Kurang (D) < 40% Sangat Kurang (E) Tahap terakhir dalam proses pengumpulan data yaitu menrik sebuah Peneliti mencoba menarik kesimpulan berdasarkan pokok bahasan guna EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 121 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang menentukan makna dari data yang diperoleh. Kesimpulan diambil berdasarkan temuan dari ujian tertulis dan wawancara yang dilakukan. Informasi yang diperoleh dibahas secara deskriptif kualitatif. Dengan cara ini, semua hasil penelitian yang diperoleh dapat dideskripsikan, dideskripsikan, atau disajikan dalam bentuk teks atau penelitian ilmiah. Hal ini dilakukan untuk menangkap fakta yang sebenarnya terjadi dan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan berpikir kritis siswa dan pemahaman konsep pembelajaran saintifik. HASIL DAN PEMBAHASAN Berpikir kritis dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar sangat penting untuk membentuk pemahaman yang mendalam dan aplikatif mengenai ajaran agama. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal ayatayat dan hadis, tetapi juga diajak untuk merenungkan makna dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam pembelajaran tentang nilai-nilai kejujuran, siswa diajak untuk menganalisis situasi di mana kejujuran diuji dan bagaimana mereka seharusnya bersikap. Selain itu, melalui diskusi dan tanya jawab, siswa didorong untuk mempertanyakan dan mencari pemahaman lebih lanjut tentang konsep-konsep agama, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan moral dan etika di masa Dalam penelitian ini, data nilai kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa diperoleh melalui ujian tertulis yang terdiri dari lima soal deskriptif dan wawancara dengan guru mata pelajaran PAI. Ujian tertulis ini ditujukan untuk kelas atas di SDN Kedungdowo. Tabel 1 Hasil tes angket siswa Indikator Kelas 4 Kelas 5 Kelas 6 Kesimpulan Rata-rata Per Indikator: Indikator satu (Mengapa kita harus selalu berkata juju. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 122 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang Semua kelas mendapatkan rata-rata skor yang sama yaitu 5. 0, menunjukkan pemahaman yang baik dan konsisten tentang pentingnya kejujuran di semua tingkatan kelas. Indikator dua (Cara menunjukkan rasa syukur kepada Alla. Kelas 4 memiliki rata-rata skor tertinggi . , diikuti oleh Kelas 5 . , dan Kelas 6 . Ini menunjukkan bahwa siswa di Kelas 4 cenderung lebih baik dalam memahami dan mengekspresikan rasa syukur dibandingkan kelas lainnya. Indikator tiga (Apa yang dilakukan jika teman kesulitan dalam memahami pelajaran PAI): Kelas 5 memiliki rata-rata skor tertinggi . , menunjukkan bahwa siswa di kelas ini lebih proaktif dalam membantu teman mereka dibandingkan dengan Kelas 4 . dan Kelas 6 . Indikator empat (Pentingnya menghormati orang tua dan guru dalam Isla. Semua kelas memiliki rata-rata skor yang sama yaitu 4. 0, menunjukkan pemahaman yang konsisten mengenai pentingnya menghormati orang tua dan guru dalam Islam di semua tingkatan kelas. Indikator lima (Bagaimana Islam mengajarkan berperilaku adil kepada semua Kelas 5 memiliki rata-rata skor tertinggi . , sedikit lebih tinggi dibandingkan Kelas 4 . dan Kelas 6 . Ini menunjukkan bahwa siswa di Kelas 5 memiliki pemahaman yang sedikit lebih baik tentang perilaku adil dibandingkan kelas Dan selanjutnya adalah hasil dari wawancara dengan guru mata pelajaran pendidikan agama islam. Pertanyaan Peneliti dan Jawaban Narasumber Pertanyaan: Apa pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran PAI menurut Anda? Jawaban: Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam mata pelajaran PAI karena membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kritis memungkinkan siswa untuk menganalisis informasi, membuat keputusan yang bijak, dan menghadapi tantangan moral dan etika dengan lebih baik. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Bagaimana Anda mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dalam pengajaran PAI di kelas? EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 123 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang Jawaban: Saya mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dengan memberikan soalsoal analitis, studi kasus, dan diskusi kelompok. Saya juga mengajarkan siswa untuk mempertanyakan informasi yang mereka terima dan mencari berbagai sumber untuk memperkaya pemahaman mereka. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Dari indikator-indikator berpikir kritis yang Anda gunakan, mana yang menurut Anda paling sulit dikuasai oleh siswa? Jawaban: Berdasarkan pengamatan saya, indikator menyimpulkan . adalah yang paling sulit dikuasai oleh siswa. Mereka sering mengalami kesulitan dalam menghubungkan informasi yang berbeda dan menarik kesimpulan yang logis dari data yang diberikan. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Apakah ada metode atau strategi khusus yang Anda gunakan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan menyimpulkan? Jawaban: Saya menggunakan metode scaffolding, di mana saya memberikan bantuan bertahap kepada siswa dalam membuat kesimpulan. Saya juga mengajak mereka untuk berdiskusi dan berbagi pemikiran mereka dalam kelompok kecil sebelum menarik kesimpulan secara individu. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Bagaimana Anda menilai kemajuan siswa dalam kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran PAI? Jawaban: Saya menilai kemajuan siswa melalui berbagai metode, seperti tes tertulis, proyek, dan presentasi. Saya juga mengamati partisipasi mereka dalam diskusi kelas dan kemampuan mereka dalam mengajukan pertanyaan yang relevan dan kritis. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam mengajarkan berpikir kritis pada mata pelajaran PAI? Jawaban: Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa semua siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang memadai. Setiap siswa memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, sehingga saya harus menyesuaikan pendekatan saya agar sesuai dengan kebutuhan individu mereka. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Berdasarkan analisis Anda, bagaimana siswa Anda menampilkan kemampuan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari? Jawaban: Banyak siswa saya yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih reflektif dan bijaksana dalam mengambil keputusan. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 124 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang Mereka juga lebih mampu mengidentifikasi masalah etika dan moral serta mencari solusi yang adil dan tepat. (Guru Mata pelajaran PAI. ) Pertanyaan: Apa langkah-langkah yang Anda rencanakan untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran PAI? Jawaban: Saya berencana untuk terus memberikan tantangan yang lebih kompleks dan relevan dalam soal dan tugas. Saya juga akan mengadakan lebih banyak diskusi kelompok dan debat untuk mendorong siswa berpikir lebih dalam dan kritis. Selain itu, saya akan terus belajar dan mengadopsi strategi pengajaran baru yang dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka lebih lanjut. (Guru Mata pelajaran PAI. ) KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian data dan analisis data yang telah dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa hasil observasi di kelas bawah terhadap pemahaman berfikir kritis masih belum mampu. Dan secara keseluruhan hasil tes berpikir kritis di kelas atas menunjukkan bahwa siswa di kelas 5 memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diujikan dibandingkan dengan kelas 4 dan kelas 6. Siswa di Kelas 4 menunjukkan pemahaman yang baik namun sedikit di bawah Kelas 5, sementara siswa di Kelas 6 menunjukkan pemahaman yang paling rendah secara keseluruhan. Ini bisa menjadi indikasi bahwa pemahaman siswa terhadap materi mungkin menurun seiring dengan meningkatnya tingkatan kelas, atau ada faktor lain yang mempengaruhi hasil ini. Namun berpikir kritis sangat penting dalam pembelajaran PAI untuk membantu siswa menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Guru menghadapitantangan dalam memenuhi kebutuhan belajar yang beragam di kelas dan menggunakan berbagai strategi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti scaffolding dan diskusi kelompok. Guru berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan ini melalui metode pengajaran yang inovatif. Strategi yang digunakan oleh guru, seperti scaffolding dan diskusi kelompok, penting untuk membantu siswa mengatasi kesulitan ini. Hasil ini menegaskan perlunya fokus lebih besar pada pengembangan keterampilan menyimpulkan dalam pengajaran PAI untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikasi nilai-nilai kritis dalam kehidupan sehari-hari. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 125 Achmad. Ospa : Analisis Ketrampilan Berpikir Kritis A di SD Negeri Kedungdowo Jombang DAFTAR RUJUKAN Aladdiin. Peran Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah dalam Membentuk Karakter Kebangsaan. Jurnal: Penelitian Medan Agama, 10. , 153. http://jurnal. id/index. php/medag/article/view/6417/3050 Hasan. Ali. Nasution. Ibrahimy. Islam. Sumatera. , & Makassar. Menggagas Pendidikan Islam Holistik melalui Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas. , 81Ae89. Li. , & Zhu. The influence factors of studentsAo transferable skills development in Blended-Project-Based Learning environment: a new 3P model. In Education and Information Technologies (Vol. Issue Springer US. https://doi. org/10. 1007/s10639-023-11892-5 Masitoh. , & Prabawanto. Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri. 4, 1Ae11. Munira. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA KELAS IV. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA KELAS IV, 53. , 1689Ae1699. Robinson. Probing in qualitative research interviews: Theory and practice. Qualitative Research Psychology, 20. , 382Ae397. https://doi. org/10. 1080/14780887. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023