JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 ISSN : 2985-4768 PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT ANDALAN DUTA EKA NUSANTARA TANGERANG SELATAN Reza Fikri Maulana1. Fatimah2 Email : rezafikrimaulana@gmail. Email : dosen01790@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Dan lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang selatan, baik secara parsial maupun Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode asosiatif, pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu: uji validitas data, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil yang didapat pada penelitian berdasarkan uji t pada variabel Motivasi t hitung . ,522 > 1. didukung dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,001 < 0,. artinya bahwa Motivasi (X. secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) dan variabel lingkungan kerja (X. 006 > 1. dan didukung dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,001< 0,. artinya bahwa Lingkungan kerja (X. secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Sementara berdasarkan hasil uji F didapatkan bahwa nilai Fhitung 40,391 > Ftabel 3,095 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. Dengan nilai koefisien determinasi 48. 1%, sedangkan sisanya sebesar . 48,1%) = 51. 9% dipengaruhi faktor lain Kata Kunci:Motivasi. Lingkungan Kerja, dan Kinerja Karyawan ABSTRACT The purpose of this study is to determine the Influence of Motivation and Work Environment on Employee Performance at PT Andalan Duta Eka Nusantara South Tangerang, both partially and This research method uses a quantitative method with an associative method, data collection used is a questionnaire with a sample of 90 respondents. Data analysis techniques used are: data validity test, reliability test, classical assumption test, simple linear regression test, multiple linear regression test, and hypothesis test. The results obtained in the study based on the t-test on the Motivation variable t count . 522> 1. are supported by the A value 1. and is supported by the A value F table 3. 095 with a significance level of 0. 001 <0. 05, so it can be concluded that Motivation (X. and Work Environment (X. simultaneously have a significant effect on Employee https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 ISSN : 2985-4768 Performance (Y) at PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. With a determination coefficient value of 48. 1%, while the remainder of . 1%) = 51. 9% is influenced by other factors Keywords: Motivation. Work Environment, and Employee Performance PENDAHULUAN Pada era globalisasi yang makin berkembang saat ini, ditengah kemajuan teknologi yang semakin mengalami kemajuan pesat dan ketatnya persaingan usaha, kebersihan menjadi salah satu fokus Untuk menghindari kemungkinan adanya kurang perhatian terhadap tingkat kebersihan yang ada dilingkungan kerja, pilar sumber daya manusia yang ditugaskan menjaga kebersihan tersebut dikenal petugas cleaning. Menurut Ahli. Cleaning /Operational Staff adalah jasa yang diberikan oleh agen untuk bertugas membersihkan ruangan kantor, apartemen, atau tempat Ae tempat umum. Seseorang yang telah memberikan jasa tersebut telah terlatih dan handal dalam membersihkannya. Mereka terikat pada suatu perusahaan, sehingga jasa yang mereka berikan membawa nama baik Saat ini dalam memenuhi kebutuhan perusahaan akan pengamanan, banyak dibentuk perusahaan yang fokus untuk menyediakan jasa cleaning service professional bagi berbagai jenis perusahaan yang ada. Tentunya dengan adanya vendor penyedia jasa keamanan ini dapat mengefisiensikan biaya perekrutan tenaga keamanan oleh pihak instansi pengguna yang bersangkutan. Andalan Duta Eka Nusantara merupakan satu dari sekian vendor penyedia jasa layanan cleaning di Indonesia. PT Andalan Duta Eka Nusantara sudah memiliki cabang yang luas diberbagai wilayah di Indonesia, dan ada projek yang bekerja sama dengan british school Jakarta dalam hal cleaning,serta ada beberapa perusahaan yang juga ikut bekerja sama dengan PT Andalan Duta Eka Nusantara diantaranya https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index adalah beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan yaitu rumah sakit, tidak mudah bagi PT Andalan Duta Eka Nusantara Indonesia untuk dapat selalu dalam lingkup stabilitas. Banyaknya perusahaan penyedia jasa cleaning lainnya menjadi daya saing yang besar bagi PT Andalan Duta Eka Nusantara untuk dapat memberikan kepuasan bagi pengguna jasa mereka termasuk bagi British school Jakarta. Demi memenuhi target perusahaan dalam pelayanan cleaning service yang ada, hal yang menjadi fokus PT Andalan Duta Eka Nusantara terhadap anggotanya yang bertugas di perusahaan adalah perihal Kinerja Karyawan. Penelitian Mengungakapkan AuKinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dapat dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanyaAy. Kinerja karyawan menjadi poros utama bagi satuan pengamanan dalam membantu perusahaan mencapai Berdasarkan tabel 1. 1 hasil kinerja karyawan dari tahun 2022-2024 belum mencapai target yang ditentukan disetiap tanggung jawabnya. Di mana presentase pencapaian ditahun 2022 hanya sebesar 86% dan ditahun 2023 JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 mengalami penurunan dengan presentase 81% lalu ditahun 2024 kembali mengalami kenaikan dengan presentase 85% namun kenaikan tersebut tidak lebih tinggi dari tahun 2022. Rata-rata pencapaian per tahunnya hanya mencapai 84% dari total yang ditargetkan setiap tahunnya. Artinya tidak semua target dapat dilaksanakan dengan maksimal. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berdampak menurunnya hasil kinerja perusahaan hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan karena dapat menurunkan kinerja perusahaan. Perusahaan juga harus memikirkan bagaimana menangani karyawan yang memiliki penilaian kinerja rendah dengan cara tunjukkan perhatian perusahaan terhadap setiap karyawannya, salah satu contohnya dengan memberikan reward untuk karyawan. Penelitian AyKinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikanAy. Oleh karena itu perusahaan membutuhkan kinerja karyawan yang optimal untuk dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Berdasarkan identifikasi masalah dan teori yang ada maka batasan umum terkait permasalahan kinerja yaitu kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, tanggung jawab, pelaksanaan tugas, reward dan kompensasi dengan yang diharapkan dengan yang diharapkan karyawan. Pemberian motivasi merupakan hal yang harus diperhatikan perusahaan jika memberikan hasil kerja yang optimal terhadap target yang diberikan oleh perusahaan. Adapun data motivasi yang didapat dari presurvey terhadap 45 . mpat puluh lim. karyawan PT Andalan duta eka nusantara sebagai berikut: https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan tabel 1. 2 di atas survei awal yang dilakukan oleh peneliti kepada 45 responden menyatakan bahwa data mengenai motivasi kerja, peneliti memberikan 5 . pernyataan dan responden menjawab dengan cara memilih salah satu jawaban yaitu (YA) dan (TIDAK). Dari hasil survei data pada tabel 1,2 menunjukan bahwa motivasi kerja yang diberikan oleh PT Andalan Duta Eka Nusantara kepada karyawannya tidak cukup Karena dari ke 5 . pernyataan tersebut ada 4 . memiliki jawaban TIDAK yang lebih banyak. Rata-rata responden memberikan jawaban belum puas terhadap motivasi yang diberikan PT Andalan Duta Eka Nusatara kepada karyawannya. Diantaranya, dari penyataan nomor 2 . dengan presentase jawaban 77,8% dari pernyataan perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan kerja Lalu dari pernyataan nomor 3 . dengan presentase jawaban 89% dari kompensasi pada saat bekerja diluar jam kerja Lalu dari pernyataan nomor 4 . dengan presentase jawaban 77,8% dari pernyataan perusahaan memberikan reward JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 pada karyawan yang memiliki prestasi kerja yang lebih baik. Dan terakhir dari pernyataan nomor 5 . dengan presentase jawaban 89% dari pernyataan perusahaan memberikan kemampuan serta memberi peluang untuk mendapatkan posisi yang seharusnya. Berarti motivasi pada PT Andalan Duta Eka Nusantara belum baik dan masih kurang dengan apa yang karyawan harapkan. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan menimbulkan dampak negatif bagi karyawan maupun perusahaan. Akan banyak karyawan yang bekerja tidak optimal karena motivasi kerjanya tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Beberapa pendapat menjelaskan Aumotivasi merupakan dorongan yang membuat anggota organisasi bersedia dan rela mengerahkan kemampuan mereka, baik berupa keahlian, keterampilan, tenaga, maupun waktu, untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawabnya demi mencapai tujuan serta sasaran organisasi yang telah ditetapkan Ay. Motivasi kerja menjadi bagian yang sangat penting peranannya karena kinerja karyawan dapat didorong dengan motivasi yang diberikan perusahaan. Apabila motivasi yang diberikan perusahaan baik, maka secara tidak langsung karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan sehingga karyawan akan bekerja dengan optimal. Berdasarkan teori yang ada maka penulis memberikan batasan terkait motivasi yaitu reward, kompensasi, jenjang karir, peralatan dan perlengakapan Menurut Sunyoto AuLingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankannyaAy. Lingkungan kerja yang baik akan menciptakan SDM yang berkualitas sebaliknya jika lingkungan kerja tidak baik atau membuat karyawan merasa tidak nyaman akan menyebabkan kualitas kerja menurut dan akan berdampak pada target perusahaan yang ingin dicapai. Berdasarkan identifikasi masalah dan teori yang ada maka https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Sebagai perusahaan yang berfokus pada pelayanan. PT Andalan Duta Eka Nusantara haruslah memberikan motivasi yang baik kepada karyawannya agar kinerja karyawannya meningkat. Motivasi yang sesuai akan berdampak positif juga terkait hasil atau tercapainya target yang sudah dirancang oleh Lingkungan kerjapun juga harus sesuai dengan keadaan jumlah karyawan agar karyawan merasa difasilitasi dengan layak dan meningkatkan kinerjanya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Menurut Sugiyono . menjelaskan bahwa AuPenelitian kuantitatif merupakan positivistic . ata konkri. , data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Ay Menurut Sugiyono . Aupenelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara dua variabel atau lebih. Ay Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengolahan data atau angka-angka, data tersebut didapatkan melalui penyebaran kuesioner konsumen secara langsung. Dalam penelitian ini dilakukan penyebaran kuisioner dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek dan hasil penelitian. Menurut Sugiyono . , menjelaskan bahwa AuPendekatan deskriptif berfungsi mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis yang memuat kesimpulan yang berlaku umum. Ay Deskriptif dalam penelitian ini berupa pengolahan data statistik dari hasil penyebaran kuisioner untuk mencari tahu apakah terdapat pengaruh JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 ISSN : 2985-4768 motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ketepatan data, atau keberartian hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen sehingga hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan lebih akurat, efisien, dan terhindar dari kelemahan-kelemahan yang terjadi karena masih adanya gejala- gejala asumsi klasik atau layak atau tidak data yang dipakai dilanjutkan sebagai data penelitian. Uji asumsi klasik yang akan digunakan dalam regresi linear dengan pendekatan Ordinary Least Squared (OLS) meliputi Uji Normalitas. Uji Multikolinieritas. Uji Autokorelasi dan Uji Heteroskedastisitas. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software Statistical Package for Social Science (SPSS) for window Versi 30. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran titik pada sumbu diagonal dari Jika titik menyebar disekitar dan mengikuti garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi distribusi Berikut adalah hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menggunakan program software Statistical Package for Social Science (SPSS) for windows versi 30 https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan hasil uji normalitas data, diperoleh nilai Asymp. Sig. 47 di mana nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikasi sebesar 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas dilakukan untuk meyakini bahwa antar variabel bebas tidak memiliki multikolinearitas atau tidak memiliki hubungan korelasi antara variabel Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Uji ini dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance Value dan Variance Inflation Factor (VIF). JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 ISSN : 2985-4768 Adapun sebagai prasyarat adalah sebagai Jika nilai VIF > 10 dan nilai tolerance value < 0. 10 maka terjadi gejala Jika nilai VIF < 10 dan nilai tolerance value > 0. 10 maka tidak terjadi gejala Berdasarkan gambar di atas, dapat terlihat titik yang menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 . pada sumbu Y, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Berdasarkan tabel di atas nilai Coefficients pada bagian Collinearity Statistics diketahui variabel motivasi . dan lingkungan kerja . diperoleh nilai Tolerance sebesar 0. 547 > 0. 10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) 1. 00 artinya bahwa model regresi Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel didalam model persamaan regresi memiliki varian yang sama . atau tidak. Jika mempunyai varian yang sama berarti tidak terjadi heteroskedastisitas, sedangkan jika tidak mempunyai varian yang sama maka terjadi heteroskedastisitas. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Analisis Regresi Linear Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi . lingkungan kerja . terhadap kinerja karyawan (Y) baik secara parsial maupun secara simultan. Berikut hasil pengolahan regresi menggunakan program software SPSS for windows versi 30 Analisis Regresi Linear Sederhana Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel 4. 17 di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y= 25. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai konstanta bernilai positif . dapat diartikan bahwa nilai murni variabel kinerja karyawan tanpa dipengaruhi oleh variabel babas. Artinya jika seluruh variabel bebas bernilai 0, atau tanpa pengaruh variabel JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 bebas, besarnya variabel kinerja karyawan adalah sebesar 25. 288 atau rata-rata kontribusi variabel lain diluar model memberikan dampak positif terhadap kinerja karyawan. Nilai regresi () sebesar 0,319 adalah kontribusi variabel motivasi terhadap kinerja karyawan yang artinya bila variabel motivasi meningkat 1 . satuan, maka akan berpengaruh terhadap perubahan variabel kinerja karyawan 0,319 Berdasarkan hasil perhitungan regresi pada tabel 4. 18 di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi Y= 16. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Variabel kinerja karyawan tanpa dipengaruhi oleh variabel babas. jika seluruh variabel bebas bernilai 0, atau tanpa pengaruh variabel bebas, besarnya variabel kinerja karyawan adalah sebesar 16. Nilai regresi () sebesar 0,567 adalah kontribusi variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan yang artinya meningkat 1 . satuan, maka akan variabel kinerja karyawan 0,567 Analisis Regresi Linear Berganda https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan tabel 4. 19 di atas telah diperoleh hasil dari koefisien regesi linear berganda, maka dapat dibuat suatu persamaan regresi sebagai berikut : Y = 16. 043 ycU1 0. 600 ycU2 Dari persamaan regresi linier berganda dapat diartikan berikut : Nilai konstanta bernilai positif . dapat diartikan bahwa nilai murni variabel kinerja karyawan tanpa dipengaruhi oleh variabel bebas. jika seluruh variabel bebas bernilai 0, atau tanpa pengaruh variabel bebas, besarnya variabel kinerja karyawan adalah sebesar 16. 606 atau rata-rata kontribusi variabel lain diluar model memberikan dampak positif terhadap kinerja karyawan. Nilai regresi . sebesar 0,043 adalah kontribusi variabel motivasi terhadap kinerja karyawan. artinya bila variabel motivasi meningkat 1 . satuan, maka akan berpengaruh terhadap perubahan variabel kinerja karyawan sebesar 0,043. nilai regresi . sebesar 0,600 adalah kontribusi variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, artinya apabila variabel lingkungan kerja meningkat 1 . satuan, maka akan variabel kinerja karyawan sebesar 0,600. Nilai koefisien regresi semua variabel penelitian positif. hal ini dapat diartikan bahwa penerapan sistem motivasi dan lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 ISSN : 2985-4768 Analisis Uji Hipotesis Pengujian hipotesis ini bertujuan untuk menentukan apakah suatu hipotesis diterima atau ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian hipotesis ini diartikan sebagai sebuah jawaban sementara terhadap suatu masalah penelitian, sampai bisa dibuktikan melalui data dan diuji secara Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan melalui : Uji Koefisien Korelasi Analisis dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan antar variabel. Adapun hasil pengolahan data dengan program SPSS versi 30, yang disajikan pada tabel di bawah Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4. 20 di atas diperoleh koefisien korelasi . nya sebesar 0. Artinya variabel motivasi memiliki hubungan yang Cukup Kuat terhadap kinerja karyawan sesuai dengan pedoman interpretasi koefisien korelasi pada tabel 4. 21 untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan maka menggunakan koefisien determinasi. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4. 22 di atas diperoleh koefisien korelasi . nya sebesar 0. Artinya variabel lingkungan kerja hubungan yang Kuat terhadap kinerja dengan pedoman interpretasi koefisien korelasi pada tabel 23 untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan maka menggunakan koefisien Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4. 24 di atas diperoleh koefisien korelasi . nya sebesar 0. Artinya variabel motivasi dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang Kuat terhadap kinerja karyawan sesuai dengan pedoman interpretasi koefisien korelasi pada tabel 25 untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi terhadap kinerja karyawan maka menggunakan koefisien Uji Koefisien Determinasi (R. Uji dimaksudkan untuk mengetahui persentase JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 kekuatan hubungan antar variabel. Determinasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus : KD = R2 x 100%. Berikut perhitungan yang diolah dengan program SPSS versi 30, disajikan pada tabel di bawah ini: Berdasarkan tabel 4. 26 di atas dapat diketahui bahwa besarnya R square Hal ini menunjukan bahwa motivasi . berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 18. 9%, sedangkan sisanya sebesar . -18,. = 81,1% dipengaruhi faktor lain. ISSN : 2985-4768 berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 48. 1%, sedangkan sisanya sebesar . - 48,1%) = 51. dipengaruhi faktor lain Hasil Uji t (Parsia. Menurut Ghozali . Aupengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan uji t bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel motivasi . dan lingkungan kerja . terhadap kinerja karyawan (Y) dilakukan dengan uji t . ji secara parsia. Dalam penelitian ini digunakan kriteria signifikansi 0. 05 dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel yaitu sebagai berikut : Jika t hitung < t tabel , maka yaycu diterima dan ya1 ditolak. Jika t hitung Ou t tabel , maka yaycu ditolak dan ya1 Untuk menentukan nilai t hitung, maka dihitung dengan rumus : thitung A Berdasarkan table 4. 27 di atas dapat diketahui bahwa besarnya R square Hal ini menunjukan bahwa lingkungan kerja . terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 0%, sedangkan sisanya sebesar . = 52,0% dipengaruhi faktor lain. Berdasarkan tabel 4. 28 di atas, model summary pada kolom R Square hasil output perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 30 diketahui nilai koefisien determinasi (R. Hal ini menunjukkan bahwa variable motivasi . dan lingkungan kerja . , https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Untuk menentukan besarnya nilai t tabel maka dihitung dengan rumus berikut ini : t tabel = t. df (Taraf Alpha x Degree of Freedo. = taraf nyata 5%, df = . -2-. , maka diperoleh . -2-. = 87 t tabel = 1. Rumus mencari t tabel t tabel = df = n-k - 1 = 90-2-1 = 87, di peroleh nilai t tabel sebesar = 1. erlampir uji . JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 Berdasarkan tabel 4. 26 tersebut didapatkan nilai t-hitung>t-tabel atau . ,522 > 1. didukung dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,001 < 0,. Sehingga H1 penelitian diterima dan H0 ditolak, dan bisa disimpulkan bahwasanya ada pengaruh signifikan secara parsial antara Motivasi atas kinerja karyawan Karyawan pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan Berdasarkan hasil dari tabel diatas, didapatkan nilai t-hitung>t-tabel atau . 006 > 1. dan didukung dengan nilai A value < Sig. 0,05 atau . ,001 < 0,. maka H2 penelitian diterima dan H0 ditolak dan bisa disimpulkan bahwasanya ada pengaruh signifikan secara individual lingkungan kerja atas kinerja karyawan PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan Hasil Uji F (Simulta. Hasil pengolahan data terhadap uji hipotesis secara simultan dihasilkan nilai Fhitung sebesar 40,391 dimana Ftabel pada Distribusi F . 87 menunjukan sebesar 3,095. Dengan demikian 40,391 > 3,095 (Fhitung >Ftabe. maka (H. diterima, nilai (Sig. ) A= 0. 001 < = 0. karena probabilitas dibawah nilai alpha, maka variabel bebas motivasi (X. , dan lingkungan kerja (X. , secara simultan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Pembahasan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Pengaruh motivasi . terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan dari Hasil analisis ini, didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,434 sehingga kedua variabel tersebut mempunyai tingkat hubungan yang cukup kuat. Nilai determinasi berpengaruh sebesar 0,189 . ,9%) sementara sisanya yaitu 81,1% dipengaruhi faktor lainnya. Uji Hipotesis mendapatkan nilai thitung < ttabel . ,522 > . dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak atau ada pengaruh signifikan secara parsial antara Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT Andalan duta eka nusantara Tangerang selatan Pengaruh lingkungan kerja . terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan dari dari Hasil analisis ini, didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 693 sehingga kedua variabel tersebut mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Nilai determinasi berpengaruh sebesar 0. ,0%) sementara sisanya yaitu 52,0% dipengaruhi variabel lainnya. Pengujian Hipotesis mendapatkan nilai thitung < ttabel (. 006 > 1. dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05, sehingga H2 diterima dan H0 ditolak atau ada penaruh signifikan secara parsial antara lingkungan Kerja Atas Kinerja Karyawan pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Pengaruh . dan lingkungan kerja . terhadap kinerja karyawan (Y) Berdasarkan dari Hasil analisis ini, nilai koefisien hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu 0,694 atau mempunyai korelasi yang kuat. Nilai koefisien determinasi secara simultan yang diperoleh yaitu 0,481 atau 48,1% sementara 51,9% sisanya dipengaruhi variabel yang lain. Uji hipotesis mendapatkan skor Fhitung > Ftabel atau . ,391 > 3,. dengan tingkat signifikan 0,001< 0,05, sehingga H3 penelitian diterima dan H0 ditolak atau ada pengaruh signifikan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 187-198 secara simultan antara Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasasn penelitian mengenai AuPengaruh Motivasi dan lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. Maka penulis menyimpulkan sebagai berikut: Secara parsial variabel Motivasi (X. dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya yaitu variabel Motivasi (X. secara parsial terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. Hasil persamaan regresi Y = 25. 288 0,319 (X. , dengan nilai thitung > ttabel atau sebesar 4,522 > 987 dan dengan nilai signifikan 0. 0,05 Secara parsial variabel Lingkungan kerja (X. dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya yaitu variabel Lingkungan kerja (X. secara parsial terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan. Hasil persamaan regresi Y = 16. 179 0,567 (X. , dengan nilai thitung > ttabel atau 006 > 1. 987 dan dengan nilai 001 < 0,05 Secara simultan variabel Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) Andalan Duta Eka Nusantara Tangerang Selatan, karena H3 diterima dan H0 ditolak. Hasil persamaan regresi Y = 16,606 0,043X1 0,600X2, dengan nilai Fhitung > ttabel atau sebesar 40,391 > 3,095 dengan milai signifikan 000 < 0,05 DAFTAR PUSTAKA