Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI MAKANAN DENGAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SINGALI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN HUTAIMBARU. KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2021 Tapi Endang. Sp. Nur Aliyah Rangkuti. SST. Program Studi Kebidanan Universitas Aufa Royhan e-mail: udauzi@yahoo. Abstrak Fase terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak ketika masa bayi dan balita, karena pada masa tersebut adalah masa paling penting bagi orang tua untuk membangun dasar tumbuh kembang anak. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional studi dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi makanan dengan pencegahan stunting balita di desa Singali kecamatan Hutaimbaru kota Padangsidimpuan, yang diamati pada periode waktu yang sama. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Mei tahun 2021. Berdasarkan hasil uji analisis pada Pengetahuan Makanan Ibu tentang Gizi Makanan dalam pencegahan stunting, diperoleh nilai person chi-square adalah 1. 149 dengan tingkat signifikansi 5% = 0. 050, df = 2 , nilai chi square tabel = 5. 99148, maka dapat disimpulkan pengetahuan ibu mempunyai pengaruh terhadap pencegahan stunting pada balita di desa singali kecamatan padangsidimpuan hutaimbaru. Kata Kunci: pengetahuan ibu tentang gizi makanan. Stunting Abstract The most important phase in the growth and development of children during infancy and toddlerhood, because this is the most important period for parents to build the basis for child The type of research used in this study is a quantitative study using a cross sectional study approach with the aim of knowing the relationship of Mother's Food Knowledge about Food Nutrition of stunting under five in Singali village. Hutaimbaru district. Padangsidimpuan city, which was observed in the same time period. The time of the study was carried out from January to Mei 2021. The results of the analysis test on Mother's Food Knowledge about Food Nutrition in stunting prevention, obtained the value of person chi-square is 1. 149 with a significance level of 5% = 0. 050, df = 2, chi-square table value = 99148, it can be concluded that mother's knowledge has an influence on prevention stunting in toddlers in Singali Village. Padangsidimpuan Hutaimbaru District. Keywords: Mother's Food Knowledge about Food Nutrition. Stunting Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal PENDAHULUAN Fase terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak ketika masa bayi dan balita, karena pada masa tersebut adalah masa paling penting bagi orang tua untuk membangun dasar tumbuh kembang Proses perkembangan pada masa bayi dan balita merupakan proses yang teramat penting dalam menentukan masa depan anak baik secara fisik, mental maupun perilaku (Sunartyo, 2. dan di fase ini memerlukan perhatian lebih terutama kecukupan gizinya (Kurniasih, 2. Gizi yang cukup pada balita akan berdampak pada keseimbangan perkembangan baik fisik dan mentalnya. Ketidakcukupan gizi yang ditandai dengan status gizi yang buruk akan berdampak pada menurunnya produksi antibodi dalam tubuh sehingga memungkinkan penyakit masuk ke dalam tubuh (Rambitan. Purba dan Kapantow. Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan yang buruk selama periode prenatal dan postnatal. Stunting adalah masalah kurang gizi disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Stunting dapat menghambat proses tumbuh kembang pada balita (Kementerian Kesehatan. Stunting Vol. 6 No. 2 Desember 2021 akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 Ae 59 Stunting menjadi masalah gagal tumbuh yang dialami oleh bayi di bawah lima tahun yang mengalami kurang gizi semenjak di dalam kandungan hingga awal bayi lahir, stunting sendiri akan mulai nampak ketika bayi berusia dua tahun (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, 2. Dalam prosesnya, stunting dapat mengganggu perkembangan anak dari tahap awal konsepsi sampai tahun keempat kehidupan sebagai penentu Anak yang mengalami stunting memiliki risiko 9 kali lebih besar memiliki nilai IQ di bawah rata-rata bila dibandingkan dengan anak yang tidak (Arfines Puspitasari, 2. Penyebab diantaranya adalah asupan makanan dan keadaan Kesehatan, sedangkan penyebab tidak langsung meliputi ketersediaan makanan dan pola kosumsi makan pada anak, pola pengasuhan anak, sanitasi lingkungan dan pemanfaatan pelayanan Kesehatan. Faktor-faktor ditentukan oleh sumber daya manusia, ekonomi dan organisasi melalui faktor Pendidikan. Pencegahan stunting akibat gizi yang kurang dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai, namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jalan yang paling tepat agar kebutuhan gizi dapat tercukupi dengan Stunting dikarenakan perkembangan fisik dan mental pada anak. Stunting akan menjadi faktor risiko kemampuan kognitif, dan rendahnya ketidakseimbangan fungsi-fungsi tubuh. Stunting juga berhubungan dengan kemampuan intelektual, produktivitas dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa yang akan datang. Permasalahan stunting dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam The United Nation Children Fund, mempengaruhi status gizi secara langsung adalah asupan gizi dan keadaan penyakit Apabila asupan gizi makin baik maka semakin baik juga status gizi serta imunitas akan semakin tinggi sehingga tidak mudah terkena penyakit. Pada konsep ini juga disebutkan bahwa status gizi juga dipengaruhi secara tidak langsung oleh berbagai faktor seperti ketersediaan pangan, pola asuh, sanitasi lingkungan dan pelayanan kesehatan. Ketersediaan pangan, sanitasi pelayanan kesehatan pada alurnya lebih dulu mempengaruhi asupan gizi dan penyakit infeksi sedangkan pola asuh selain melalui alur tersebut juga dapat secara vertikal langsung mempengaruhi status gizi. Sehingga pola asuh perlu untuk diperhatikan dan tidak dapat diabaikan dalam upaya peningkatan status gizi terutama pada balita Pada sosial budaya masyarakat padangsidimpuan, masih kental tehadap budaya-budaya tingginya angka stunting di kota Sosial budaya itu sendiri adalah segala hal yang dicipta oleh manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya untuk dan atau dalam kehidupan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Atau lebih singkatnya manusia membuat sesuatu berdasar budi dan pikirannya yang diperuntukkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan Makanan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. Pola asuh makan adalah cara makan seseorang atau sekelompok orang dalam memilih makanan dan memakannya sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi budaya dan sosial. Pengasuhan makanan anak fase enam bulan pertama adalah pemenuhan kebutuhan anak oleh ibu dalam bentuk pemberian ASI atau makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pada anak. Pengasuhan makanan dinyatakan cukup bila diberi ASI semata sejak lahir sampai usia 4-6 bulan dengan frekuensi kapan saja anak minta dan dinyatakan kurang bila tidak memenuhi kriteria tersebut. Pengasuhan makanan anak pada fase enam bulan kedua adalah pemenuhan kebutuhan makanan untuk bayi yang dilakukan ibu, dinyatakan cukup bila anak diberikan ASI plus makanan lumat . erupa bubur atau nasi bias. bersama ikan, daging atau putih telur . alam kombinasi atau tungga. diberi dalam frekuensi sama atau lebih 3 kali per hari, dan kurang bila tidak memenuhi kriteria Pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap dan bervariasi, mulai dari bentuk bubur, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat (Soekirman. Berdasarkan latar belakang tersebut, menurut penulis merupakan hal yang menarik untuk diteliti, apakah sosial budaya pada masyarakat desa yang ada di kecamatan Hutaimbaru dapat menjadi faktor tingginya angka stunting di daerah ini, terutama di Desa Singali Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosial budaya makan terhadap pencegahan stunting anak balita di Desa Singali Kecamatan Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan tahun 2021. METODE Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pendekatan cross sectional studi dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tent6ang gizi makanan terhadap pencegahan stunting balita di desa Singali kecamatan Hutaimbaru kota Padangsidimpuan, yang diamati pada periode waktu yang sama. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Mei tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berusia 24-59 bulan yang ada di Desa Singali Kecamatan Hutaimbaru Padangsidimpuan sebanyak 32. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita berusia 24-59 bulan dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampel (Exhaustic Samplin. sebanyak 32 Instrumen pengumpul data penelitian yang digunakan adalah timbangan, microtoice dan kuesioner. Pengisian kuesioner dilakukan dengan cara diisi langsung oleh subjek penelitian dalam hal ini adalah ibu, kemudian pengukuran status gizi dengan metode antropometri meliputi berat badan (BB) menggunakan timbangan digital dan tinggi badab (TB) Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Dalam melakukan analisis, data terlebih dahulu diolah menjadi informasi. Pengolahan data dengan tahapan pemeriksaan . , pengkodean . , memasukkan data . ntry dat. , merapikan data . elanning dat. , dan penilaian . Untuk hubungan faktor sosial budaya makan terhadap pencegahan stunting anak balita di Desa Singali Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan dilakukan uji bivariate. HASIL DAN PEMBAHASAN Responden pada Penelitian ini adalah Ibu yang memiliki balita yang berjumlah 32 orang di Desa Singali Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Berikut adalah tabel tentang data responden pada penelitian ini. Tabel 1. Daftar Distribusi Karakteristik Ibu Balita di Desa Singali Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Karakteristik Ibu Balita Umur . 17 Ae 25 6,25 26 Ae 35 36 Ae 45 43,75 Jumlah Pendidikan SMP SMA Sarjana Jumlah Pekerjaan IRT 93,75 PNS Karyawan 6,25 Normal/Baik Pendek Wiraswasta Jumlah Sangat pendek Jumlah Sumber data: Data Primer, 2021 Pendapatan Rp. 000 Ae 93,75 Rp. Rp. 000 Ae 6,25 Rp. >Rp. Jumlah Sumber data: Data Primer, 2021 Tabel 4. Daftar Distribusi Karakteristik Anak Balita di Desa Singali Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Karakteristik Anak Balita Jenis Kelamin Laki- laki Perempuan Jumlah Tabel 3. Hubungan antara pengetahuan ibu tentang Gizi Makanan dengan Pencegahan Stunting di Desa Singali Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Kota Padangsidimpuan Tahun 2021 Pengetah Makan Pencegahan Stunting Tidak Dilakuk Kurang 3,13 Baik Jumlah Juml PVal Sumber: Data Primer, 2021 Umur . 46,875 53,125 31,27 68,75 Jumlah Tinggi Badan . Jumlah 9,375 90,625 Jumlah Berat Badan (K. Status Gizi (TB/U) Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Dari tabel 3 yang merupakan hasil analisis chi square untuk hubungan pengetahuan dengan pencegahan stunting diperoleh bahwa terdapat 27 orang ibu yang memiliki pengetahuan tentang Gizi makanan dalam kategori baik akan tetapi hanya 22 orang yang melakukan pencegahan stunting dan 5 orang tidak Selanjutnya, terdapat 5 orang ibu yang memiliki pengetahuan tentang Gizi makanan dalam kategori kurang, akan tetapi ada 4 orang yang melakukan pencegahan stunting dan 1 orang tidak melakukan pencegahan stunting. Dari data diatas menunjukkan adanya variabel lain, selain pengetahuan gizi makanan yang dapat mempengaruhi ibu yang mempunyai pengetahuan gizi makanan melakukan pencegahan stunting. PEMBAHASAN Faktor pantangan makan yang merupakan budaya masyarakat yang sering dijumpai pada kalangan masyarakat pada ibu hamil juga dijadikan variabel pada penelitian ini. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi pantangan makan keseluruhan responden mengisi kuesioner dengan hasil 100% dalam kategori ada menerapkan pantangan, dimana terdapat 26 orang dalam kategori melakukan pantangan makan dalam pencegahan stunting dan 6 orang tidak melakukan pantangan makan dalam pencegahan stunting. Hasil dari analisis uji statistik ChiSquare didapatkan hasil karakterisitik pengetahuan ibu tentang gizi makanan dalam terdapat 27 orang ibu yang memiliki pengetahuan tentang Gizi makan dalam kategori baik akan tetapi hanya 22 orang yang melakukan pencegahan stunting dan 5 orang tidak melakukan pencegahan Selanjutnya, terdapat 5 orang ibu yang memiliki pengetahuan tentang Gizi dalam kategori kurang akan tetapi hanya 4 orang yang melakukan pencegahan stunting dan 1 orang tidak melakukan pencegahan stunting. Maka hasil dari analisis yang diperoleh nilai person chisquare adalah 1. 149 dimana pada analisis data penelitian ini digunakan tingkat signifikansi 5% = 0. 050 sehingga dengan df = 2 nilai chi square tabel adalah Maka sesuai dengan kaidah pengambilan keputusan berdasarkan nilai chi square. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 1,149 < 5,99148 dengan artian Ho diterima maka pengetahuan ibu pencegahan stunting pada balita di desa Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Berdasarkan hasil analisis kuesioner dan wawancara peneliti dengan responden dilapangan, peneliti berpendapat bahwa setiap ibu perlu belajar menyediakan makanan bergizi di rumah mulai dari jenis makanan yang beragam dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan untuk setiap individu dalam rumah tangga. Hal ini dapat dijadikan pola makan keluarga serta pola pengasuhan makan bagi keluarga terkhuusnya balita. Pola kosumsi balita yang tidak terkontrol seperti kebiasaan jajan yang berlebihan harus diwaspadai oleh orang tua khususnya ibu. Jadwal pemberian makan yang ideal adalah tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan yang bergizi untuk melengkapi komposisi gizi seimbang dalam sehari yang belum terpenuhi pada makanan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi makanan dengan pencegahan stunting balita di desa Singali kecamatan Hutaimbaru kota Padangsidimpuan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan ibu mempunyai pengaruh terhadap pencegahan stunting pada balita di desa singali kecamatan padangsidimpuan hutaimbaru. DAFTAR PUSTAKA