Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 278 Ae 288 PENGARUH PERAN KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG (PUPR) KARAWANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Oleh : Luthfi Nur Ahmal. Fakultas Ekonomi. Universitas Singaperbangsa Karawang Email : luthfinur110@gmail. Eman Sulaeman. Fakultas Ekonomi. Universitas Singaperbangsa Karawang Email : eman. sulaeman@staff. Abstract Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 This study aims to determine, explain, and analyze the partial or simultaneous influence of the role of leadership and organizational culture on employee performance at the Public Works and Spatial Planning Service (PUPR). This type of research is quantitative using descriptive verification method. The population in the study were employees at the Department of Public Works and Spatial Planning (PUPR) totaling 124 people. The sample to be tested in this study amounted to 124 people using the Nonprobability Sampling technique with the Saturated Sampling method. The data analysis technique uses scale range analysis and path analysis and the analytical tool used is SPSS 24 software for windows. Based on the results of the research conducted, it shows that the leadership role gets an average score of 525. 2 with good criteria, organizational culture gets an average score of 518. 6 with good criteria, employee performance gets an average score of 529. 5 with criteria good. The correlation coefficient between the variables of leadership role and organizational culture of 0. 734 has a strong, positive and significant correlation level. The partial influence of the leadership role on employee performance is 13. 6% while organizational culture on employee performance has a greater influence and contribution, which is 29. 5%, simultaneously the total influence of leadership role and organizational culture on employee performance is 72. 7% and 27 . 3% is another influence that is not Keywords : Leadership Role. Organizational Culture. Employee Performance PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan komponen utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan pelaku aktif dalam Mereka mempunyai pikiran, perasaan, keinginan, status dan latar belakang pendidikan, usia, jenis kelamin yang heterogen yang dibawa kedalam suatu organisasi sehingga tidak seperti mesin, uang dan material, yang sifatnya pasif dan dapat dikuasai dan diatur sepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Lembaga pemerintah harus mampu beradaptasi dengan era yang dinamis karena persaingan semakin ketat dan lingkungan kerja yang berubah sering waktu berjalan. Bila organisasi tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, maka organisasi akan kehilangan keunggulannya dengan pesaing. Kinerja merupakan alat yang mampu mengukur sebuah keberlanjutan dari organisasi instansi pemerintah. Hasil kinerja pegawai yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan pengukuran sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Sesuai perpres . eraturan preside. nomor 29 tahun 2014 tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan. Kriteria penilaian terdiri atas faktor generik dan spesifik. Penilaian kinerja generik secara keseluruhan meliputi kepemimpinan, jaringan sosial, komunikasi, kontrol emosional, pengelolaan administrasi, kreativitas, dan Sedangkan penilaian kinerja spesifik mencakup sesuai dengan kesesuaian dengan tugas, fungsi, maupun tanggung Penilaian kinerja dilakukan setiap mengoptimalkan kinerja para pegawai di dinas PUPR penilaian kinerja dilakukan 1 bulan sekali. Penilaian prestasi kerja pegawai tidak bisa dipisahkan dari penilaian perilaku Cara penilaian perilaku kerja dilakukan melalui observasi terhadap staf yang dinilai oleh Pejabat Penilai (PP). Penilaian perilaku kerja dapat memperhatikan pendapat pejabat Iain yang setingkat di unit kerjanya masingmasing. Bedasarkan data yang diperoleh pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang menunjukan bahwa adanya penurunan hasil kinerja pada tahun Hal ini berimbas kepada hasil kinerja yang kurang optimal dan juga penyebaran virus covid-19 di kabupaten Karawang. Jadi apat disimpulkan bahwa kuantitas dan kualitas di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum sepenuh nya maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalahnya secara Bekerja sama sehingga mengakibatkan kinerja yang kurang Tidak terlepas dari laporan kinerja (LAPKIN) di atas pemimpin harus memperhatikan presensi di setiap para pegawainya dan pemimpin harus mengambil peran dalam mengawasi, dan memberikan semangat untuk para pegawainya untuk lebih rajin dalam kehadiran. Sehingga diperoleh data presensi yang menunjukan adanya penurunan presensi pada 3 . bulan yaitu mei 73%, juni 74%, juli 75% hal ini tidak terlepas pada disiplin nya para pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berdampak dari pandemi virus covid-19 di Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, dapat menunjukan bahwa pada kedisplianan tidak sepenuhnya optimal dan ditambahnya Dapat disimpulkan bahwa Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak dapat memaksimalkan kehadirannya di saat pandemi virus covid-19 di Kabupaten Karawang. Minimnya rasa kedisiplinan yang di tunjukan oleh para pegawai tidak terlepas pada peran kepemimpinan di Dinas (PUPR). Keberhasilan suatu organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai tidak lepas dari upaya aktifnya dalam mencapai tujuan organisasi, jadi untuk mencapai tujuan organisasi maka diperlukan seorang individu untuk memimpin agar menarik hubungan antara bawahan dan pekerjanya, dengan kata lain seseorang harus memimpin organisasi Untuk memperdalam data maka diperlukannya penelitian pra survey dengan menggunakan dimensi menurut Henry Mintzberg dalam (Sulaeman, 2. Berdasarkan pra survey yang dilakukan oleh peneliti mengenai peran kepemimpinan kepada 60 responden pegawai dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karawang menunjukan respon terendah pada dimensi ke 1 . dengan nilai 32% hal ini karena dampak dari pandemi virus covid-19 di Karawang dan pemimpin masih belum maksimal dalam memberikan motivasinya atau arahan untuk mencapai tujuan Bersama organisasi, sehingga saat mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan pegawai kurang bersemangat dan pimpinan kurang mencurahkan waktunya untuk organisasi. Agar pekerjaannya dan mengabdikan diri pada organisasi, maka harus memperhatikan budaya organisasi yang dianut di dalam Budaya organisasi merupakan salah satu factor terpenting dalam sebuah Keberhasilan pengembangan penerapan budaya organisasi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Untuk memperdalam data maka dilakukan penelitian pra suvey dengan menggunakan dimensi menurut (Edison. Berdasarkan pra survey yang dilakukan oleh peneliti mengenai budaya organisasi terhadap 60 resonden di Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang menunjukan respon terendah pada dimensi ke 2 . dengan nilai 20% dan dimensi ke 4 . dengan nilai 20% dan pada dimensi ke 5 . dengan nilai 12% hal ini dampak dari pandemi virus covid-19 di Karawang dan menunjukan bahwa anggota tidak mempunyai kesadaran untuk menyelesaikan pekerjaanya, selain itu kurangnya hubungan antar individu berkaitan untuk meraih tujuan organisasi Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menjadi masalah apalagi banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa kinerja organisasi pemerintah menjadi sumber kelambanan, pemerasan, dan inefiensi. Kepemimpinan dan budaya organisasi merupakan cara untuk meningkatkan kinerja Tanpa kepemimpinan pegawai tidak ingin memiliki hubungan antar individu di organisasi, sehingga tidak akan ada keselarasan antar sesama anggota organisasi yang tidak akan menyelesaikan tugasnya masing-masing lalu menganggap pekerjaan merupakan sebuah beban layaknya budaya organisasi yang merupakan keyakinan dan sikap utama yang diimplementasikan di dalam organisasi, oleh sebab itu sangat mempengaruhi kinerja pegawai dalam KAJIAN PUSTAKA Kepemimpinan Menurut Stoner 3:4-. mendefinisikan bahwa Kepemimpinan adalah sebuah proses untuk mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang memiliki hubungan dengan tugas dari anggota Menurut Henry Mintzberg dalam Eman Sulaeman . terdapat 3 dimensi, yaitu : Interpersonal Role. Informational role. Decisional role Budaya Organisasi Menurut Robbins S. budaya organisasi adalah nilai, prinsip, tradisi, bagaimana bertindak bersama untuk mempengaruhi anggotanya agar organisasi mengambil tindakan dan membedakannya dari orang lain. Menurut (Edison, 2. Budaya organisasi memiliki beberapa dimensi, yaitu : Kesadaran diri. Keagresifan. Kepribadian. Performa dan Orientasi tim. Kinerja Pegawai Menurut Widodo mengatakan bahwa Kinerja merupakan sebuah fungsi dari motivasi dan kemampuan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang sepatutnya dan memiliki sebuah derajat kejedian dan tingkatan dalam kemampuan Menurut (Negeri. , 2. terdapat 4 . dimensi dari kinerja, yaitu: Orientasi pelayanan. Komitmen. Inisiatif kerja dan Kerja sama. Hipotesis Penelitian Korelasi antara Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Ho : rX1X2 = 0 Tidak terdapat antara Peran Kepemimpinanan Budaya Organisasi Ha : rX1X2 O 0 Terdapat korelasi antara Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Pengaruh Parsial Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai H0: yx1, yx2 = 0 Tidak terdapat pengaruh parsial peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. H1: yx1, yx2 O 0 Terdapat pengaruh parsial peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Simultan Peran Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai H0: yx1, yx2, yx2x1=0 Tidak terdapat pengaruh simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. H1: yx1, yx2, yx2x1 O 0 Terdapat pengaruh simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan menggunakan alat bantu Spps 24. Variabel Peran Kepemimpinan (X. dan Budaya Organisasi (X. sebagai variable independent dan Kinerja Pegawai (Y) sebagai variabel dependent. Jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Sampel penelitian sebanyak 124 pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang dengan menggunakan sampling jenuh karena jumlah populasi yang relatif kecil. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisi Deskriptif Tabel 1 Rekapitulasi Variabel Peran Kepemimpinan (X. Indikator Total Skor Panutan (Figurehea. Pimpinan (Leade. Penghubung (Liaso. Pengawas (Monito. Penyebar (Disseminato. Juru (Spokesperso. Pelopor . Penanganan kendala (Disturbance Handle. Pengalokasi sumberdaya (Resource Allocato. Perunding (Negotiatio. Total Rata-rata Sumber : Data yang diolah peneliti, 2021 Berdasarkan memperoleh total skor sebesar 525,2 berada pada kriteria sangat setuju. Artinya peran kepemimpinan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah sangat baik, hal ini sudah sesuai harapan pegawai dilingkungan Dinas. Tabel 2 Rekapitulasi Variabel Budaya Organisasi (X. Indikator Anggota kepuasan atas pekerjaannya. Anggota seIaIu berusaha untuk mengembangkan diri dan kemampuannya. Anggota menaati aturanaturan yang ada. Anggota penuh inisiatif dan tidak seIaIu bergantung pada petunjuk pemimpin Anggota rencana dan berusaha untuk menyelesaikan dengan baik. Setiap menghormati pada saat Anggota kelompok saling Masing-masing saIing menghargai perbedaan Total Skor Keterangan Sangat Sangat Setuju Setuju Setuju Sangat Setuju Setuju NO Indikator Anggota mengutamakan kualitas saat Anggota selalu mencari halhal baru dan berguna dalam inovasi kerja Setiap seIaIu berusaha untuk bekerja secara efektif dan efisien. Setiap tugas-tugas dilakukan dengan diskusi dan Setiap ada permasalahan dalam tim kerja selalu diselesaikan secara baik. Total Rata-rata Total Skor Keterangan Sangat Anggota melakukan usaha-usaha untuk memberikan layanan terbaik kepada Masyarakat . nternal dan eskterna. puas atas kualitas yang Masyarakat . nternal dan eskterna. puas atas waktu Fokus pada pencapaian target Kualitas sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan Pekerjaan selesai tepat waktu. Memiliki prosedur tentang pencapaian Memiliki kemauan untuk meningkatkan Memiliki kemampuan Tanggung jawab Pengerahan Kemampuan Total Rata-rata Sangat Setuju Sumber : Data yang diolah peneliti, 2021 Sangat Sangat Sangat Berdasarkan kepemimpinan berada pada kriteria setuju. Artinya peran kepemimpinan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menunjukan kriteria baik. Analisis Verifikatif Tabel 5 Hubungan antara Peran Kepemimpinan (X. dengan Budaya Organisasi (X. Sangat Berdasarkan data diatas menunjukkan jawaban responden memperoleh total skor sebesar 518,6 berada pada kriteria setuju. Artinya budaya organisasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah baik, hal ini sudah sesuai harapan pegawai dilingkungan Dinas. Tabel 3 Rekapitulasi Variabel Kinerja Pegawai (Y) Indikator Sangat Sangat Sumber : Data yang diolah peneliti, 2021 Saling berkontribusi Total Skor Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Peran Pearson Correlation Sig. -taile. Budaya Keterangan Sangat Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. Peran Budaya **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 24 ,diolah peneliti, 2021 Berdasarkan menggunakan SPSS 24 hasil dari koefisien korelasi variabel peran kepemimpinan (X. dan budaya organisasi (X. sebesar 0,734, dengan berpedoman pada tabel di atas korelasi yang dimiliki antara peran kepemimpinan dengan budaya organisasi memiliki tingkat hubungan kuat. Setuju Sangat Tabel 5 Pengaruh Parsial Peran Kepemimpinan (X. Budaya Organisasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standar Coeffici Peran Budaya Dependent Variable: Kinerja pegawai Beta Sig. yc= 0,734 . Oo0,461 6,705 yc= 0,678 9,889 Nilai thitung yang di dapatkan yaitu sebesar 9,889 dan nilai ttabel dengan taraf kesalahan 5% df = n Ae 2 = 124 Ae 2 = 122, maka diperoleh ttabel sebesar 1,980. Dengan demikian diketahui thitung . > ttabel . maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat korelasi antara peran kepemimpinan dan budaya organisasi pada Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 24 ,diolah peneliti, 2021 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan Hipotesis Pengaruh Variabel Secara bahwa koefisien jalur untuk variabel peran Parsial kepemimpinan (X. terhadap kinerja pegawai (Y) Tabel 6 Pengaruh Parsial Komunikasi adalah 0,369 dan koefisien jalur untuk variabel (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) budaya organisasi (X. terhadap kinerja pegawai Coefficientsa (Y) adalah 0,544. Standar Tabel 6 Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Model (Constan. Unstandardized Coeffici Coefficients Std. Error Beta Peran Budaya Dependent Variable: Kinerja pegawai Predictors: (Constan. Budaya organisasi. Peran Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS 24 ,diolah peneliti, 2021 Berdasarkan tabel di atas bahwa koefisien determinasi (R. sebesar 0,727 atau 72,7%, maka variabel peran kepemimpinan (X. dan buadaya organisasi (X. memiliki kontribusi sebesar 72,7% sedangkan sisanya sebesar 27,3% merupakan kontribusi dari faktor lain yang tidak diteliti yang mempengaruhi kinerja pegawai. Hasil Uji Hipotesis Korelasi antara Peran Kepemimpinan (X. dan Budaya Organisasi (X. Diketahui : r = 0,734 n = 124 rOon Oe 2 yc= Oo1 Oe yc 2 0,734Oo124 Oe 2 yc= Oo1 Ae 0,7342 Sig. Sumber : Data yang diolah peneliti, 2021 Berdasarkan tabel output SPSS diatas dapat disimpulkan bahwa nilai thitung variabel peran kepemimpinan adalah 5,275. nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat signifikansi 5%, df= n Ae 2 = 124 Ae 2 = 122 diperoleh ttabel = 1,980. Dengan demikian diketahui nilai thitung . > ttabel . , maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak maka H1 diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan peran kepemimpinan terhadap Kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. Pengaruh Parsial Budaya Organisasi (X. Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan table 6 nilai thitung variabel budaya organisasi adalah 7,765. nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat signifikansi 5%, df= n Ae 2 = 124 Ae 2 = 122 diperoleh ttabel = 1,980. Dengan demikian diketahui nilai thitung . > ttabel . , maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak maka H1 diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap Kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. Hipotesis Simultan Pengaruh Variabel Secara ANOVAa Sum of Mean Squares Square Dependent Variable: Kinerja pegawai Model Regres Residu Total Sig. Predictors: (Constan. Budaya organisasi. Peran Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2021 Berdasarkan table 4. 57 output SPSS diatas diperoleh nilai fhitung = 160,920 sedangkan nilai ftabel = 3,071 berarti nilai fhitung > ftabel dan diketahui nilai signifikansi . = 0,000 < 0,05. Maka, sebagaimana pada kriteria dalam uji f bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap Kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 13,6%, hal ini dapat menunjukkan bahwa peran kepemimpinan memberikan kontribusi terhadap kinerja Sedangkan pengaruh parsial budaya organisasi terhadap kinerja pegawai yaitu sebesar 29,5%, hal tersebut dapat berarti bahwa budaya organisasi memberikan kontribusi terhadap kinerja karyawan. Dan budaya organisasi berkontribusi lebih terhadap kinerja pegawai dibandingkan peran Terdapat pengaruh simultan dari peran kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 72,7%, sedangkan sisanya sebesar 27,3% merupakan pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peran kepemimpinan dan budaya organisasi secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang. REFERENSI