PENGARUH SELEBGRAM ENDORSEMENT TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF REMAJA UNTUK MELAKUKAN PEMBELIAN PRODUK EMINA DI KOTA MATARAM Dwi Putra Buana Sakti. Edy Herman Mulyono. Dwinda Suci Brigita Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mataram Email : dsucibrigita846@gmail,com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Selebgram Endorsement terhadap Perilaku Konsumtif Remaja untuk melakukan pembelian produk Emina di Kota Mataram. Jenis penelitian yang dipakai ialah penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dipakai ialah metode survey dengan memakai data primer yang dihimpun langsung dari responden menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 60 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Selebgram Endorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Selebgram Endrosement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan Perilaku Konsumtif tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Dari hasil pembahasan yang penulis paparkan pada BAB IV dapat ditarik kesimpulan bahwa kekuatan yang dimiliki Selebgram Endorsement mampu mempengaruhi konsumen untuk membeli produk Emina. Sehingga, diharapkan perusahaan mampu mempertahankan merek Emina dengan cara memberikan penghargaan dan diskon kepada member dari produk Emina. Kata Kunci : Selebgram Endorsement. Perilaku Konsumtif Remaja. Keputusan Pembelian ABSTRACT This study aims to determine the effect of Celebrity Endorsement on the Consumptive Behavior of Adolescents to purchase Emina products in Mataram City. The type of research used is causal associative research with a quantitative approach. The data collection method used is a survey method using primary data collected directly from respondents using a questionnaire with a sample of 60 people. The results of the analysis show that Celebrity Endorsement has a positive and significant effect on consumptive behavior. Celebrity Endorsement has a positive and significant effect on purchasing decisions and Consumptive Behavior has no positive and significant effect on purchasing decisions. From the results of the discussion that the author described in CHAPTER IV it can be concluded that the power possessed by Selebgram Endorsement is able to influence consumers to buy Emina Thus, it is hoped that the company will be able to maintain the Emina brand by giving awards and discounts to members of Emina products. Keywords: Celebrity Endorsement, adolescent consumptive behavior, purchasing decisions PENDAHULUAN Perkembangan industri kosmetik saat ini amat pesat, hal ini menimbulkan rivalitas antar brand makin kompetitif seiring dengan munculnya beragam merek kosmetik baru, baik produk lokal maupun produk luar negeri. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, kosmetika yang tergolong pada sektor industri kimia, farmasi serta obat tradisional naik 9,61% pada tahun lalu. BPOM juga mencatat lonjakan total perusahaan industri kosmetik sejumlah 20,6% dibanding 2021 sebesar 819 industri jadi 913 industri sampai juli 2022. Lonjakan tersebut dikuasai oleh UKM . %). Ada banyak sekali brand-brand kosmetik lokal yang bersaing di Indonesia, salah satu brand kosmetik lokal yang terlaris adalah brand MS Glow, brand yang lahir di tahun 2013 ini mampu menduduki tempat pertama dengan jumlah penjualan sejumlah Rp. 38,5 Miliar pada kurun waktu 1-18 Februari 2021 silam. Selain itu, brand kosmetik yang banyak disukai wanita Indonesia yaitu Emina, dengan total penjualan Rp 2,1 Miliar dalam kurun waktu 1-18 Februari 2021 silam. Emina termasuk produk yang dirilis oleh PT. Paragon Technology & Innovation pada mei 2015 . PT. Paragon Technology & Innovation ialah suatu perusahaan yang berkecimpung pada bidang produksi kosmetika serta sudah memperoleh sertifikat CPKB dari BPOM. Emina dirilis khusus bagi remaja, karena di Indonesia sedikit brand yang merilis kosmetik bagi remaja. Produk emina disesuaikan dengan tekstur serta jenis kulit remaja, tidak hanya itu emina juga memiliki bungkus yang memikat serta terlihat muda. Dikarenakan sekarang remaja sangat membutuhkan produk kosmetik yang aman serta tidak menimbulkan iritasi. Adapun masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak untuk memasuki masa Dikatakan remaja saat adanya perubahan fisik yang cepat dan mengalami perkembangan semua aspek ataupun fungsi untuk memasuki Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri dan individu yang merambah peranan yang lebih luas, salah satunya dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah suatu proses yang menghasilkan sejumlah tindakan atau keyakinan dari beberapa kemungkinan. Tindakan yang dihadapi oleh remaja yaitu mereka dihadapkan dengan pilihan yang menuntutnya untuk dapat mengambil keputusan sendiri. Salah satunya yaitu pengambilan keputusan dengan melangsungkan pembelian sebuah produk atau jasa. Menurut Kotler dan Keller . keputusan pembelian dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi. Konsumen yang memiliki minat terhadap suatu produk dan akhirnya melakukan pembelian, hal ini merupakan terjadinya perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan. Proses pembelian suatu barang atau jasa tentunya berpengaruh terhadap perilaku konsumtif remaja. Perilaku konsumtif yakni perilaku seseorang yang mengarah pada keinginan mempunyai barangbarang serta berlebihan dalam mengonsumsi atau membeli barang yang tidak penting dan jarang Perilaku tersebut merupakan sesuatu yang tidak rasional karena membeli barang atau jasa yang tidak terlalu penting dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Sehingga, secara ekonomis menimbulkan pemborosan biaya. Kata konsumtif memiliki makna boros, yang mengkonsumsi barang dan jasa secara berlebih (Gumulya & Widiastuti. Perilaku konsumtif pada remaja juga terjadi karena hanya untuk mencari kesenangan yang dilatar belakangi oleh sifat remaja yang cenderung ingin memakai barang yang dapat membuatnya Selain itu media massa juga ikut serta mempengaruhi remaja dalam berperilaku konsumtif dengan beragan iklan yang memikat serta memicu konsumen membeli sebuah barang. Salah satunya pemasaran yang dilakukan melalui media sosial. Media sosial digunakan dalam pemasaran karena di era modern sekarang, pemilik usaha sudah tidak perlu lagi mempromosikan atau menawarkan produknya secara langsung kepada konsumennya. Salah satu media pemasaran online yang terbesar saat ini yaitu pemasaran online lewat media sosial, seperti instagram. Instagram merupakan sosial media yang menampilkan foto dan video secara online. Instagram juga digunakan sebagai mempromosikan berbagai produk dengan cara memposting dalam bentuk foto maupun video. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJ. terdapat 210,03 juta pengguna internet di Perkembangan pengguna internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia, mendorong pemasar untuk memanfaatkan teknologi sebagai suatu wadah untuk menawarkan dan menjual produknya. Salah satu cara pemasaran menggunakan Instagram yaitu menggunakan jasa Endorsement. Endorsement merupakan bentuk promosi sebuah barang atau jasa yang dijalankan produsen supaya produknya laku dibeli konsumen. Promosi memakai endorsement bisa berbayar atau tidak berbayar dengan persetujuan brand dan promoter. Menurut Economic Times, endorsement ialah suatu format iklan yang dilakukan oleh selebriti, publik figur atau tokoh yang terkenal, memperoleh kepercayaan, yang dihormati atau yang berpengaruh bagi masyarakat. Promosi yang dilakukan menggunakan endorsement merupakan salah satu strategi pemasaran yang benar-benar dipilih dengan matang agar mampu menembus pasar yang saat ini memang tingkat persaingannya tinggi. Adapun selebgram endorsement yang ada pada penelitian ini yaitu Marsha Aruan. Marsha Elizabeth Aruan atau biasa di kenal dengan Marsha Aruan ini merupakan seleb muda, model, penyanyi sekaligus aktris muda kelahiran Jakarta, 24 Oktober 1996 yang di tunjuk sebagai seleb yang mempromosikan Emina dengan cara endorsement dan juga sekaligus sebagai brand ambassador produk Emina. Marsha Aruan dipilih sebagai selebgram endorsement karena memiliki wajah yang cantik, mempunyai reputasi yang baik, dan dianggap mewakili semangat positif generasi muda sehingga cocok dijadikan sebagai selebgram endorsement produk Emina kosmetik. Dari uraian latar belakang tersebut, maka ada ketertarikan untuk meneliti bagaimana AuPengaruh Selebgram Endorsement Terhadap Perilaku Konsumtif Remaja Untuk Melakukan Pembelian Produk Emina di Kota MataramAy. RUMUSAN MASALAH Kerangka Konseptual Apakah selebgram endorsement berpengaruh terhadap perilaku konsumtif remaja? Apakah selebgram endorsement berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Emina? Apakah perilaku konsumtif remaja berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Emina? KAJIAN PUSTAKA Keputusan Pembelian Menurut kotler . , keputusan pembelian ialah sebuah fase dimana konsumen telah mempunyai alternatif serta siap melaksanakan belanja antara uang serta janji untuk menunaikan dengan hak kepemilikan atau pemakaian sebuah barang atau jasa. Kotler . juga menerangkan, keputusan pembelian ialah sebuah proses penanganan masalah yang terdiri dari analisa atau mengenali kebutuhan serta keinginan sampai sikap pasca pembelian. Adapun indicator-indikator keptusan pembelian yaitu sebagai berikut: Informasi produk Harga (Pric. Promosi Kebutuhan Selebgram Endorsement Endorsement yakni orang atau karakter yang tampak dalam iklan demi menjelaskan produk perusahaan baik selebritis, tokoh masyarakat, publik figure atau bahkan orang biasa yang mampu menguasai pikiran konsumen sebagai preferensi (Drewniany & Jewler, 2. Menurut (Royan, 2014: . Indikator Celebrity Endorsment terdapat 4 unsur yakni : Visibility (Kepopulera. Credibility Attractiveness (Daya Tari. Power Perilaku Konsumtif Perilaku konsumtif sering kali di definisikan sebagai suatu keinginan untuk memiliki barangbarang secara berlebihan dan tidak wajar dalam membeli atau mengonsumsi. Perilaku konsumtif yang kerap berlangsung pada remaja putri umumnya hanya sebatas keinginan terhadap suatu barang serta belum tentu sesuai dengan kebutuhan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsumtif yakni ragam konsumsi yang sifatnya foya-foya, pemborosan mengarah pada pemakaian serta tidak memproduksi sendiri serta bersandar pada hasil produksi tertentu. Perilaku konsumtif datang ketika individu tidak dapat menahan diri untuk mengkonsumsi barang yang pada dasarnya tidak dibutuhkan secara berlebih demi memperoleh kepuasan maksimal. Adapun yang menjadi indikator perilaku konsumtif ada 4, yaitu sebagai berikut : Impulsive Buying Konformitas Simbol Status . Mencari Kesenangan (Hedonism. Hipotesis H1 : Selebgram endorsment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Gambar 1 Kerangka Konseptual H2 : Semakin tinggi perilaku konsumtif maka semakin tinggi pula keputusann pembelian. H3 : Selebgram endorsement berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif asosiatif yaitu penelitian bertujuan untuk mencari hubungan atau pengaruh dari satu variabel ke variabel lainnya Sugiyono . Penelitian dilakukan di kota Mataram yang terdiri daro 60 orang responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, alat pengumpulan datanya dengan menggunakan kuesioner dan skala pengukurannya menggunakan skaa likert. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden berjumlah 60 orang, responden penelitian berdasarkan usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, serta pengeluaran untuk memebeli produk Analisis Data Teknik pengolahan data dengan memakai metode SEM berbasis Partial Least Square (PLS) membutuhkan 2 langkah demi menilai Fit Model dari suatu model riset, langkah tersebut ialah : Evaluasi Measurement (Oute. Model Model pengukuran demi uji validitas serta reabilitas, koefisien determinasi model serta koefisien jalur demi model persamaan, bisa ditinjau pada gambar di bawah ini yang telah di reestimasi yakni : Gambar 2 Hasil PLS Alogarithm Sumber : Output PLS 2022 Convergent Validity Convergent validity bermaksud demi melihat validitas setiap relasi antara indikator dengan konstruk atau variabel latennya. Convergent validity ini juga berkaitan dengan prinsip bahwa indikator dari sebuah konstruk harusnya berkolerasi tinggi. Tes convergent validity bisa dievaluasi dalam tiga langkah yakni lewat outer loadings, composite realibility, serta average variance extracted (AVE). Composite Reliability. Maka dari itu ketika hasil outer loading antara > 0,40 dan < 0,70 boleh dilakukan penghapusan indikator. Selain itu, bisa juga tidak melakukan penghapusan indikator selama hasilnya diantara > 0,40 dan < 0,70. Namun, apabila hasil outer loading negatif maka dilakukan penghapusan indikator secara bertahap. Tabel 1 Composite Realibility dan Cronbach Alpha Tabel Outer Loadings Sumber : Output PLS Sumber : Output PLS 2022 Dari tabel 4. dapat dilihat bahwa sejumlah angka validitas bagi setiap indikator dari setiap variabel laten yang baik karena mempunyai loading factor lebih dari 0,50. Namun, berdasarkan nilai dari sub-sub indikator dari indikator impulsive buying, gengsi dan hedonisme tidak terlalu berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Gambar 3 Hasil PLS Outer Loading Dari table di atas dapat dilihat bahwa construct . elebgram endorsement, perilaku konsumtif, dan keputusan pembelia. memiliki nilai yang baik karena memiliki composite realibility lebih dari 0,70. Composite Realibility Composite Realibility merupakan bagian yang dipakai demi mengetes reliabilitas indikator pada sebuah variabel. Sebuah variabel bisa dinyatakan mempunyai angka composite reliability > 0. Berikut ialah angka composite reliability dari setiap variabel yang dipakai dalam riset ini : Gambar 4 Composite Realibility Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Sumber : Output PLS 2022 Berdasarkan gambar di atas dijelaskan bahwa gambar tersebut merupakan single item indikator yang memang mewakili hasil real dari perhitungan yang sudah dilakukan. Dimana sebelumnya sudah dilakukan penghapusan dari beberapa indikator pada variabel perilaku konsumtif yaitu impulsive buying, gengsi, dan hedonisme yang tidak terlalu berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Selain itu juga, penghapusan terhadap indikator pada variabel keputusan pembelian yaitu indikator promosi yang tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan Adapun yang menjadi landasan dalam penghapusan indikator secara bertahap sesuai dengan teori dan buku dari Hair . mengenai smart PLS tentang Assessing PLS-SEM Results yaitu ketika melakukan Outer Loading Test terdapat kriteria yang sebenarnya diberikan sesuai dengan standarisasi yaitu < 0,40 sampai dengan antara > 0,70. Apabila outer loading dibawah 0,40 berarti terjadi penghapusan indikator reflektif tetapi dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap validitas kontennya yang berpengaruh langsung terhadap Average Variance Extracted (AVE) dan Tabel 2 Composite Realibility Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Dari tabel di atas dapat dipaparkan bahwa seluruh data yang diperoleh mempunyai data yang reliabel, artinya seluruh instrumen pengukuran mempunyai ketepatan dengan angka di atas 0,7. mana angka tertinggi ialah 1,000 pada variabel perilaku konsumtif serta nilai terendah ialah 0,937 pada variabel keputusan pembelian. CronbachAos Alpha Uji realibilitas lewat composite realibility di atas bisa diperkuat dengan memakai angka Cronbach alpha. Suatu variabel data disebut reliabel atau mencukupi Cronbach alpha apabila mempunyai angka Cronbach alpha >0,6. Berikut ini ialah angka Cronbach alpha dari setiap variabel Gambar 5 CronbachAos Alpha Tabel 5 Cross Loading Indikator Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Tabel 3 CronbachAos Alpha Variabel CronbachAos Alpha Perilaku Konsumtif 1,000 Selebgram 0,917 Endorsement Keputusan 0,900 Pembelian Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Dari tabel di atas bisa dipaparkan bahwa angka CronbachAos Alpha mempunyai angak reliabel yakni di atas 0,6. Sehingga instrumen pengukuran mempunyai ketepatan. Dimana angka tertinggi ialah 1,000 pada variabel perilaku konsumtif, serta nilai terendah ialah 0,900 pada variabel keputusan pembelian. Tabel 4 Average Variance Extracted Nama Variabel Average Variance Extracted (AVE) Selebgram 0,802 Endorsement Keputusan 0,832 Pembelian Perilaku Konsumtif 1,000 Sumber : Output PLS Dari table di atas dapat dilihat bahwa variabel selebgram endorsement, perilaku konsumtif, dan keputusan pembelian mempunyai nilai yang baik dikarenakan sesuai dengan nilai AVE yang diinginkan yakni lebih dari 0,50. Selebgr Endors Perilak Konsu Keputu Pembel Credibility 0,933 0,682 0,658 Visibility 0,928 0,732 0,523 Daya Tarik 0,808 0,467 0,582 Konformitas 0,734 1,000 0,451 Harga 0,590 0,404 0,941 Info P. 0,607 0,405 0,916 Kebutuhan 0,472 0,432 0,878 Power 0,909 0,733 0,442 Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa setiap indikator pada variabel riset mempunyai nilai cross loading tertinggi pada variabel yang dibentuknya dibanding nilai cross loading pada variabel lainnya. Dari hasil yang didapat, bahwa indikator yang dipakai dalam riset ini telah mempunyai discriminant validity yang baik dalam menyusun setiap variabelnya. Selain memeriksa nilai cross loading, discriminant validity juga bisa dilihat lewat metode lain yakni dengan memperhatikan nilai average variant extracted (AVE) untuk setiap indikator dapat disebut model baik apabila angka dari AVE > 0,5. Evaluasi Inner Model Inner model dalam PLS dievaluasi dengan memakai R-square (R. untuk variabel dependen serta angka koefisien path bagi variabel berlandaskan nilai t-statistic masing-masing path. Adapun inner model riset ini dapat ditinjau pada gambar berikut : Gambar 6 Hasil Bootsrapping Discriminant Validity Uji discriminant validity memakai nilai cross loading. Sebuah indikator disebut mencukupi discriminant validity apabila angka cross loading indikator pada variabelnya ialah yang tertinggi daripada variabel lainnya. Berikut ini ialah angka cross loading setiap indicator: Tabel 6 R Square Variabel R Square R Square Adjusted Keputusan 0,379 0,357 Pembelian Perilaku 0,538 0,530 Konsumtif Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Dari tabel di atas nilai R Square pada keputusan pembelian sejumlah 0,379, maknanya besarnya dampak antara variabel selebgram endorsement dan perilaku konsumtif menguasai keputusan pembelian (Y) sejumlah 37,9% dan sisanya sejumlah 0,621 . ,1%) dikuasai oleh variabel lain diluar riset ini, sedangkan nilai R square pada perilaku konsumtif sejumlah 0,538, maknanya besarnya dampak antara variabel selebgram endorsement dan perilaku konsumtif terhadap keputusan pembelian serta dampaknya pada perilaku konsumtif sebesar 53,8% dan sisanya sebesar 0,462 . ,2%) dikuasai oleh variabel lain diluar riset ini. R Square antara pada 0 sampai 1, makin kecil angka R Square memperlihatkan makin lemah korelasi antar variabel dan sebaliknya. Tabel 7 Nilai Q Ae Square Nama Variabel SSO SSE QA (=1SSE/SSO Selebgram Endorsement Keputusan 0,293 Pembelian Perilaku 0,523 Konsumtif Sumber : Output PLS Tabel di atas memperlihatkan bahwa nilai Q-square untuk variabel keputusan pembelian diperoleh sejumlah 0,293 dan untuk variabel perilaku konsumtif diperoleh sejumlah 0,523. Hal ini memperlihatkan bahwa model memiliki predictive relevance. Nilai Q-square keputusan pembelian ialah 0,293 dianggap sedang dan bagi sifat konsumtif ialah 0,523 dianggap besar. Pengujian Hipotesis Dasar yang dipakai dalam pengetesan hipotesis ialah angka yang ada pada output path Berikut tabel output estimasi bagi pengetesan inner model. Tabel 8 Path Coefficients Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer dengan Smart PLS . Berdasarkan tabel di atas dapat dipaparkan bahwa dari tiga hipotesis yang diajukan dalam riset ini, seluruh data yang didapat mempunyai nilai P-Values < 0,05. Sehingga dapat diasumsikan bahwa variabel selebgram endorsement terhadap perilaku konsumtif mempunyai dampak yang amat signifikan, dan selebgram endorsement terhadap keputusan pembelian mempunyai dampak yang amat signifikan dikarenakan memiliki P-Values >0,05. Adapun variabel perilaku konsumtif terhadap keputusan pembelian tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan P-Values > 0,05 karena probabilitas berdasarkan perhitungan data sampel . yang diperoleh hanya sebesar 9,95% atau 0,995 untuk dapat membuktikan bahwa H0 tidak dapat diterima atau ditolak. Hipotesis yang ditolak tersebut terjadi karena PValues penelitian memiliki nilai lebih dari 0,05. Hal tersebut menjelaskan bahwa dari 3 hipotesis yang diajukan, 2 hipotesis diterima dan 1 hipotesis Pengujian Hipotesis H1 Pengaruh Celebrity Endorsement (X. terhadap Perilaku Konsumtif (X. Menentukan H10 dan H1a : H0 : y. x1 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara celebrity endorsement terhadap perilaku konsumtif. Ha : y. x1 O 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara celebrity endorsment terhadap perilaku Kriteria : H0 ditolak atau Ha diterima jika p-values < 0. atau t-statistics <1. H0 diterima atau Ha ditolak jika p-values Ou 0. atau t-statistics Ou1. Pengetesan pertama dilaksanakan demi mengetahui apakah celebrity endorsement secara langsung berdampak pada perilaku konsumtif. Dari tabel 8 di atas dapat ditinjau bahwa nilai t statistik 11,51 lebih besar dari 1,96. Dari hasil analisis celebrity endorsement pada perilaku konsumtif tersebut bisa ditarik garis besar bahwa signifikan pada sifat konsumtif . ipotesis pertama Pengujian Hipotesis H2 Pengaruh langsung Selebgram Endorsement (X. pada Keputusan Pembelian (Y). Menentukan H20 dan H2a : H0 : y. x2 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara selebgram endorsement terhadap keputusan pembelian. Ha : y. x2 O 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara selebgram endorsement terhadap keputusan Kriteria : H0 ditolak atau Ha diterima jika p-values <0. atau t-statistics < 1. H0 diterima atau Ha ditolak jika p-values Ou 0. atau t-statistics Ou 1. Pengetesan kedua dilaksanakan demi Hasil pengetesan dapat diamati dari table 8 di atas bahwa angka t statistics 3,85 lebih besar dari 1,96. Dari hasil analisis tersebut bisa ditarik garis besar bahwa selebgram endorsement berdampak langsung secara berarti terhadap keputusan pembelian . ipotesis kedua diterim. Pengujian Hipotesis H3 Pengaruh langsung Perilaku Konsumtif (X. terhadap Keputusan Pembelian (Y). Menentukan H30 dan H3a : H0 : y. x3 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Perilaku Konsumtif terhadap Keputusan Pembelian Ha : y. x3 O 0 Terdapat pengaruh yang signifikan antara Perilaku Konsumtif terhadap Keputusan Pembelian Kriteria : H0 ditolak atau Ha diterima jika p-values < 0. atau t-statistics < 1. H0 diterima atau Ha ditolak jika p-values Ou 0. atau t-statistics Ou 1. Pengetesan ketiga dilaksanakan untuk Perilaku Konsumtif Keputusan Pembelian. Hasil tes dapat diamati dari tabel 8 di atas bahwa angka t-statistik sejumlah 0,007 lebih kecil dari 1,96. Dari hasil analisis Perilaku Konsumtif terhadap Keputusan Pembelian tersebut dapat ditarik garis besar bahwa Perilaku Konsumtif tidak berdampak secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian . ipotesis ketiga Uji Sobel Untuk melihat dampak mediasi dari perilaku konsumtif, maka uji yang dipakai ialah uji Kriteria pemakaian uji sobel ialah dengan mengkomparasi angka t hitung dengan nilai t tabel. Apabila angka t hitung > t tabel maka dapat ditarik garis besar ada dampak mediasi. Adapun hipotesis yang dites ialah: : Perilaku Konsumtif tidak memediasi Selebgram Endorsement Keputusan Pembelian Emina. : Perilaku Konsumtif memediasi pengaruh Selebgram Endorsement terhadap Keputusan Pembelian Emina. Perhitungan dampak mediasi dapat dilaksanakan dengan memakai uji Sobel dengan memakai koefisien regresi yang ada pada tabel dibawah ini: Tabel 9 Hasil regresi Selebgram Endorsement terhadap perilaku konsumtif Variabel Dependen Variabel Independen Koefisien Std. Error Sig. Perilaku Selebgram Konsumtif Endorsment 0,723 0,064 (M) (X) Sumber : Data Primer diolah, tahun 2022 Tabel 10 Hasil regresi selebgram endorsement terhadap keputusan pembelian melalui perilaku konsumtif Variabel Dependen Variabel Independen Koefisien Std. Erro Selebgram 0,55 0,16 Endorsmen t (X) Perilaku 0,12 0,19 Konsumtif (M) Sumber : Data Primer diolah, tahun 2022 Keputusa Pembelia n (Y) Sig. 0,99 Sab = Oo Sab = Oo Sab = Oo Sab = 0,371 Untuk menghitung t statistic pengaruh mediasi adalah dengan rumus : = 0,241 Dari perhitungan tersebut diperoleh angka t hitung ialah 0,241, dimana angka tersebut lebih kecil daripada angka t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 yakni sebesar 1,96. Maka dapat ditarik garis besar bahwa tidak ada pengaruh mediasi dari variabel perilaku konsumtif pada selebgram endorsement serta keputusan pembelian. PEMBAHASAN Pengaruh terhadap perilaku konsumtif Dari hasil analisis hipotesis uji t yang memperlihatkan nilai sig 0,00 < 0,05 atau t statistic lebih besar daripada t table yaitu 11,51 > 1,96. Hasil analisis memperlihatkan bahwa variabel selebgram endorsement secara parsial memiliki pengaruh berarti terhadap perilaku konsumtif dengan persentase 53,8%. Hal ini berarti kekuatan atau kemampuan yang dimiliki oleh selebgram endorsement dapat mempengaruhi orang lain atau konsumen untuk berbelanja terutama membeli Emina. Adapun beberapa hal yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja yaitu adanya pengaruh daya tarik, kepopuleran, keahlian serta power dari seorang selebgram endorsement. Daya tarik ialah sifat dari endorser yang memikat target konsumen . rora dan sahu, 2014 dalam Syafitri,2. Attractiveness . aya tari. seperti tampilan foto/video, setting tempat, dan caption . udul fot. akan memikat pemakai sosial media instagram. Paling penting ialah physical attractiveness yang kerap dianggap sebagai prediktor dari efektif tidaknya suatu iklan yang akan menguasai konsumen dalam melaksanakan belanja produk yang diiklankan . ill dan bluster 2000 dalam Syafitri, 2. memaparkan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan berdampak dalam menaikkan minat beli pemakai sosial media instagram. Selain itu. Penggunaan celebrity endoser menimbulkan kesan bahwa konsumen selektif dalam memilih dan meningkatkan status dengan memiliki apa yang digunakan oleh selebritiAy (Pradhan et al. , 2014, dalam Syafitri, 2. Hasil riset ini didukung oleh riset terdahulu yang dilaksanakan oleh Salsabila Noer Husna . AuPengaruh Selebgram Endorsement Terhadap Perilaku Konsumtif Dalam Pembelian Produk Skincare Pada Remaja Di Kota BandungAy. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, persepsi remaja di Kota Bandung pada Selebgram Endorsement masuk dalam kategori Remaja di Kota Bandung mempunyai reaksi yang positif terhadap sifat TEARS ( Trustworthiness . apat Expertise . Attractiviness . aya tarik fisi. Respect . ualitas diharga. , dan Similarity . esamaan dengan audienceyang dituj. yang dipunyai selebgram sebagai selebgram endorser yang maknanya sifat tersebut berarti bagi remaja di Kota Bandung, sehingga selebgram yang mempunyai pengetahuan lebih tentang produk skincare. Selain itu, selebgram endorsement cukup berdampak pada sifat konsumtif dalam belanja produk skincare pada remaja di Kota Bandung. Penelitian lainnya yang sejalan dengan hasil penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Hera wati . tentang AuPengaruh Selebgram sebagai Celebrity Endorsement terhadap Perilkau Konsumtif MahasiswiAy. Hasil dari riset ini memperlihatkan bahwa selebgram sebagai celebrity endorsement berpengaruh positif serta berarti sejumlah 15,70% terhadap perilaku konsumtif Pengaruh terhadap keputusan pembelian Dari hasil analisis hipotesis uji t yang memperlihatkan nilai sig 0,00 < 0,05 atau t statistic lebih besar dari t table yaitu 3,857 > 1,96. Artinya, hasil analisis memperlihatkan bahwa selebgram endorsement secara parsial berpengaruh dengan berarti terhadap keputusan pembelian dengan persentase pengaruh sebesar 37,9%. Keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen berada pada beberapa pilihan dan kemudian menetapkan untuk membeli produk yang ditawarkan serta dipengaruhi oleh strategi pemasaran, perbedaan individu, serta faktor lingkungan. Salah satu faktor yang dimiliki selebgram endorsement dalam mempengaruhi keputusan pembelian adalah Kepercayaan pelanggan terhadap penyedia dalam relasi mencukupi kewajiban transaksi yang cocok dengan keinginan . romadhoni,2. Celebrity endorser dalam menawarkan produk/jasa selain menampilkan promosi yang memikat juga harus bisa mewujudkan rasa percaya konsumen. Tetapi apabila seorang celebrity endorser tidak dapat menghadirkan rasa percaya konsumen maka tidak akan muncul Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diah . yaitu tentang AuPengaruh Testimoni Dan Selebgram Endorsment Terhadap Minat Pembelian Pada Online Shop Melalui Media Sosial Instagram Mahasiswa Fakultas Syariah Iain PonorogoAy. Dalam penelitiannya berdampak signifikan pada minat mahasiswa, yang diperlihatkan dengan nilai t hitung > t tabel . ,314 > 1,. serta nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari nilai sig 0,05. Namun, berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Gayatri Hutami Putri . yaitu tentang AuPengaruh Endorsement Selebriti Instagram terhadap Minat Beli Remaja PutriAy. Hasil menunjukkan Endorsement selebgram tidak berdampak pada minat belanja pada remaja putri. Hal ini diperlihatkan dengan hasil uji beda skor minat belanja pada kelompok eksperimen serta kelompok kontrol yang tidak mempunyai perbedaan secara berarti. Pengaruh perilaku konsumtif terhadap keputusan pembelian Dari hasil analisis regresi dan uji t yang memperlihatkan nilai sig 0,995 > 0,05 dan nilai t statistic lebih kecil daripada t table ( 0,007 < 1,. Dapat diketahui bahwa perilaku konsumtif secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemebelian. Artinya, variabel perilaku konsumtif ini memang tidak memiliki dorongan yang begitu kuat terhadap konsumen untuk melakukan pembelian produk Emina. Karena jika dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat satu indikator yang dapat mempengaruhi konsumen terhadap Maksudnya, kecenderungan individu untuk mengubah persepsi, opini dan perilaku mereka dalam membeli produk tidak berpengaruh secara signifikan dan tidak sejalan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Verona . , dalam penelitiannya mempunyai nilai signifikansi 0,524 dan lebih besar dari nilai taraf kesalahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,05 atau 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumtif secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Namun, penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Eka Fitriah Mukaromah . dengan judul penelitian AuPengaruh Fanatisme Suporter. Brand Love. Dan Perilaku Konsumtif Terhadap Keputusan Pembelian Merchandise Di Kota MalangAy. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu didapat angka t hitung sejumlah 4,285 dengan t tabel sejumlah 1,982 sehingga variabel Perilaku Konsumtif mempunyai dampak yang signifikan pada Keputusan Pembelian. Jika ditinjau dari nilai signifikansi t sejumlah 0,000 lebih kecil dari alpha yang digunakan yakni 0,000 < 0,05. Sehingga bisa ditarik garis besar Perilaku Konsumtif memiliki dampak yang berarti pada Keputusan Pembelian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil riset yang telah dilaksanakan tentang pengaruh Selebgram Endorsement terhadap perilaku konsumtif remaja untuk melakukan pembelian produk emina di kota mataram dengan sampel 60 responden. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Selebgram endorsement berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Artinya, kekuatan yang dimiliki oleh selebgram endorsement mampu mempengaruhi orang lain atau konsumen untuk berbelanja terutama membeli Emina. Adapun beberapa hal yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja yaitu karena aura yang dimiliki oleh selebgram mampu menarik konsumen untuk membeli Emina, pengetahuan yang dimiliki selebgram tentang produk yang ditawarkan. Dilihat dari hasil penelitian terhadap variabel selebgram endorsement, salah satu indikator Credibility, dimana kredibilitas yang dimiliki selebriti ialah bisa dipercaya serta keunggulan selebriti dalam menjelaskan sebuah produk dengan daya tariknya ialah alasan utama penggunaan selebriti sebagai pendukung Selebgram signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya, dorongan yang diberikan selebgram terhadap konsumen mampu mempengaruhi konsumen untuk membeli produk Emina. Misalnya, dengan cara mempromosikan produk dengan video yang menarik dan berdasarkan pengalaman dari selebgram yang sudah pernah memakai produk tersebut sehingga konsumen berminat untuk membeli Selain itu, jenis kulit yang dimiliki oleh selebgram sama dengan jenis kulit yang dimiliki konsumen. Sehingga produk yang ditawarkan pun sesuai dengan keluhan yang dimiliki oleh konsumen, misalnya jenis kulit yang berjerawat, kering, dan mudah Perilaku konsumtif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya, variabel perilaku konsumtif ini memang tidak memiliki dorongan yang begitu kuat terhadap konsumen untuk melakukan pembelian produk Emina. Karena jika dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat satu indikator yang dapat mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pembelian, yaitu konformitas. Maksudnya, kecenderungan individu untuk mengubah persepsi, opini dan perilaku mereka dalam membeli produk tidak berpengaruh secara signifikan dan tidak sejalan. DAFTAR PUSTAKA