JUSTE Doi: Naskah diterima: 11 November2025 Journal of Science and Technology Naskah disetujui: 31 Januari 2026 Studi Hasil Tangkapan Ikan Demersal yang Tertangkap Nelayan Desa Kampung Baru. Banda Naira (Catch Characteristics of Demersal Fish Harvested by Fishermen in Kampung Baru Village. Banda Nair. Rosni Astuti Siahaya1,*. Tjameria La Ima2. Muhamad Iftitah3 1,2,3Universitas Banda Naira *Email korespondensi: rosniastutisiahaya88@yahoo. Abstract The sustainability of demersal fish resources is critically important, as they constitute one of the main catches of fishermen in Kampung Baru Village and possess high economic value. However, increasing fishing intensity without proper management may lead to declining fish populations and disrupt the balance of marine ecosystems. This study aimed to identify demersal fish species caught by local fishermen and to analyze catch volume and frequency. The findings are expected to provide a scientific basis for formulating sustainable, community-based fisheries management strategies. The methods employed in this study included field surveys, daily recording of fishermenAos catches, semistructured interviews, and species identification. Data were collected over five consecutive months to obtain a representative overview of catch dynamics. The results revealed ten dominant demersal fish species caught in Kampung Baru Village, namely yellow wakong . , lencam . , spotted grouper . era-mera lukes. , bigeye fish . aulang bender. , red grouper . era-mer. , red snapper . , red silver fish . Etelis boweni . Buton snapper . arak la. , and pelarabacked snapper . Variations in catch quantity were influenced by seasonal factors, weather conditions, fishing time, and the use of handline fishing gear. Overall, the findings indicate that demersal fisheries in Kampung Baru Village are still classified as small-scale fisheries and have strong potential to support the development of locally based sustainable fisheries management. Keywords: demersal fish. demersal fisheries case study. fishermenAos catch. kampung baru village. sustainable fisheries Abstrak Keberlanjutan sumber daya ikan demersal sangat penting karena merupakan salah satu hasil utama tangkapan nelayan di Desa Kampung Baru serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, intensitas penangkapan yang terus meningkat tanpa pengelolaan yang tepat berpotensi menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengancam keseimbangan ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan demersal yang tertangkap serta menganalisis volume dan frekuensi tangkapan. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pencatatan hasil tangkapan harian nelayan, wawancara semi-terstruktur, serta identifikasi jenis ikan. Pengambilan data dilakukan selama lima bulan berturut-turut untuk memperoleh gambaran yang representatif Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 mengenai dinamika tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis ikan demersal dominan yang tertangkap di Desa Kampung Baru, yaitu ikan lolosi/wakong kuning, ikan nauti/lencam, ikan kerapu macam/mera-mera lukese, ikan mata besar/waulang bendera, ikan kerapu merah/mera-mera, ikan moro/kakap merah, ikan perak merah/putak, ikan manutu/kakap bagong, ikan kakap buton/marak lao, serta ikan kakap punggung pelara/matkaul. Variasi jumlah tangkapan dipengaruhi oleh faktor musim, kondisi cuaca, waktu penangkapan, serta penggunaan alat tangkap pancing ulur. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan demersal di Desa Kampung Baru masih tergolong perikanan skala kecil dan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan berbasis lokal. Kata kunci: Hasil tangkapan nelayan. Ikan demersal. Studi Kasus Ikan Demersal. Nelayan Desa Kampung baru. Perikanan berkelanjutan Pendahuluan Sebagai negara yang memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar. Indonesia masih didominasi oleh aktivitas penangkapan ikan skala kecil. Lebih dari 90% nelayan di Indonesia tergolong nelayan kecil yang beroperasi di wilayah pesisir. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan dalam memperkuat sektor perikanan tangkap skala kecil agar dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan . Perikanan skala kecil berperan penting dalam menyediakan mata pencaharian serta mendukung ketahanan pangan bagi nelayan dan masyarakat pesisir yang sebagian besar bergantung pada sumber daya perikanan laut . Pada umumnya, nelayan kecil dan masyarakat pesisir yang terlibat dalam kegiatan perikanan skala kecil menerapkan pola pemanfaatan sumber daya perikanan berbasis sosial dan budaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Pendekatan ini dikenal sebagai kearifan lokal . ocal wisdo. Potensi sumber daya ikan di wilayah Laut Banda diyakini sangat besar. Berdasarkan laporan statistik perikanan Kabupaten Maluku Tengah, potensi sumber daya ikan di perairan Laut Banda diperkirakan mencapai 9. 562,7 ton/tahun, yang didominasi oleh ikan pelagis kecil sebesar 1. 485,90 ton/tahun, ikan pelagis besar sebesar 3. 000,35 ton/tahun, dan ikan demersal sebesar 351,24 ton/tahun, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan 934,93 ton/tahun . Namun, keterbatasan sarana dan prasarana perikanan tangkap di wilayah tersebut menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat nelayan, sehingga perkembangan usaha penangkapan ikan berjalan lambat bahkan cenderung Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 menjelaskan bahwa penangkapan ikan merupakan kegiatan memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam kondisi dibudidayakan dengan menggunakan alat atau cara apa pun, termasuk kegiatan menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan mengawetkan hasil tangkapan. Ikan merupakan salah satu sumber pangan berprotein yang penting bagi masyarakat serta menjadi bahan baku utama industri pengolahan hasil perikanan. Hasil tangkapan yang didaratkan di pangkalan pendaratan ikan juga berperan sebagai sumber pendapatan bagi pengelola tempat pelelangan ikan dan pemerintah daerah setempat. Salah satu komoditas perikanan dengan permintaan konsumen yang tinggi adalah ikan demersal. Sumber daya ikan demersal di perairan dangkal sering menjadi sasaran eksploitasi karena nilai jualnya yang relatif tinggi serta kemudahan akses ke daerah penangkapan . Aktivitas penangkapan ikan demersal oleh nelayan di Desa Kampung Baru masih bersifat open access . erbuka bagi semua nelaya. , sehingga berpotensi menimbulkan risiko Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 penangkapan berlebih . Kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya ikan demersal serta hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat mendukung upaya pengelolaan perikanan demersal secara berkelanjutan dan berbasis lokal. II. Metode Penelitian 1 Persiapan dan Penggalian Data Teknik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini meliputi wawancara dan Wawancara dilakukan secara mendalam antara peneliti dan narasumber untuk memperoleh informasi yang relevan dan mendukung tujuan penelitian. Teknik ini memungkinkan peneliti menggali data secara lebih komprehensif sesuai dengan pengalaman dan persepsi responden. Sementara itu, observasi dilakukan melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian guna memperoleh data faktual terkait aktivitas penangkapan ikan demersal. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian Pengumpulan data juga dilakukan menggunakan teknik kuesioner dan studi Kuesioner digunakan sebagai instrumen pengumpulan data melalui tanya jawab terstruktur kepada responden berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disusun oleh Jumlah responden yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang dari total 24 nelayan aktif penangkapan ikan demersal di Desa Kampung Baru. Penentuan jumlah responden didasarkan pada pendekatan penelitian kualitatif, di mana jumlah informan tidak ditentukan secara statistik, tetapi berdasarkan kedalaman informasi yang diperoleh serta tingkat kejenuhan data . Adapun teknik studi dokumentasi dilakukan dengan mempelajari berbagai sumber tertulis, seperti buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang relevan dengan topik penelitian. Tujuan studi dokumentasi ini adalah untuk memperkuat landasan teori sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif Metode ini digunakan untuk menginterpretasikan dan mendeskripsikan data yang Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 diperoleh dari hasil observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi secara sistematis dan mendalam . Penerapan analisis deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai aktivitas penangkapan ikan demersal oleh nelayan pancing ulur . and lin. di Desa Kampung Baru, mulai dari proses pendaratan hingga pembongkaran hasil tangkapan. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara naratif sehingga dapat menggambarkan kondisi aktual di lapangan. Selain itu, data hasil wawancara dianalisis untuk memperkuat temuan lapangan serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi hasil tangkapan ikan demersal. Pendekatan ini memungkinkan diperolehnya pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika perikanan demersal di lokasi penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Identifikasi Jenis Ikan Demersal Yang Tertangkap Oleh Nelayan Desa Kampung Baru Berdasarkan hasil wawancara, jenis ikan demersal yang dominan tertangkap oleh nelayan desa kampung baru antara lain : ikan lolosi/ikan wakong kuning (Paracaesio xantur. Ikan nauti/ ikan lencam (Lethrinus ornatu. , ikan kerapu macam/ ikan mera-mera lukese (Epinephelus areolatu. , ikan mata besar/ikan waulang bendera (Priacanthida. , ikan kerapu merah/ikan mera-mera (Cephalopholis sexmaculat. , ikan moro/ikan kakap merah (Etelis carbuncullu. , ikan perak merah/ikan putak (Etelis radiosu. , ikan manutu/kakap bagong (Etelis bowen. , ikan kakap buton/ikan marak lao (Lutjanus bouto. , ikan kakap punggung pelara/ikan matkaul (Paracaesio kusakar. Tabel. jenis ikan demersal yang tertangkap oleh nelayan desa kampung baru . No. Jenis Ikan Ikan lolosi / wakong kuning (Paracaesio xantura ) Deskripsi Ikan ekor kuning, yang memiliki nama ilmiah Paracaesio xantura dan dikenal dengan sebutan lokal ikan wakong kuning, umumnya menghuni wilayah terumbu karang dan sering ditemui di atas substrat berbatu pada kedalaman antara 20 hingga 150 meter. Dari segi morfologi, ikan ini memiliki bentuk tubuh yang pipih, mulut yang berada di ujung, serta ekor yang bercagak atau forket. Sirip punggungnya memiliki 10 duri dan 10 jari Warna tubuhnya berupa abu-abu kebiruan dengan garis punggung yang lebar berwarna kuning. Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 Ikan lencam/ikan (Lethrinus ornatu. Kerapu macan/ikan meramera lukese (Epinephelus Ikan (Priacanthida. Ikan nauti, yang juga dikenal sebagai Lethrinus ornatus dalam bahasa ilmiah, memiliki ciri-ciri: memiliki 9 jari pada sirip punggung, 8 jari pada sirip dubur, sisik pada dasar sirip dada, serta 5 atau 6 garis oranye di sisi Sisi belakang tutup insang dan bagian depan tutup insang ikan ini memiliki warna merah terang. Memiliki warna tubuh yang pucat, dengan 5 atau 6 garis oranye di sisi, tepi belakang ikan lencam atau nauti ini biasanya ditemukan di habitat pesisir dangkal serta terumbu karang pada kedalaman 5- 30 Seluruh tubuhnya tertutup dengan bintikbintik coklat agak kekuningan, bintik terbesar seukuran pupil. Ukuran bintik-bintik pada bagian kepala lebih kecil dibandingkan dengan bintikbintik yang ada pada bagian tutup insang. Memiliki garis tepian berwarna putih pada ekor dan sirip punggung yang lunak. Sirip dada berwarna agak pucat dengan bintik-bintikberwarna lebih gelap. Ikan mata besar atau yang dikenal sebagai ikan waulang bendera (Priacanthida. memiliki ciriciri di antaranya kepala, mata, dan tubuh yang berwarna kemerahan. Matanya sangat besar . ekita rsetengah dari panjang kepal. dan mulutnya menghadap besar/ikan Sirip dada . relative singkat. Posisi sirip perut lebih maju dibandingkan dengan sirip dada, dengan kedua sirip ini bersambung oleh selaput. Sirip lunak di punggung dan dubur cukup panjang, dengan ujungnya yang meruncing tidak terlalu tajam. Priacanthidae hidup di perairan dangkal dari kedalaman 5-400 m. Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 Ikan Kerapu merah/ikan mera-mera (Cephalopholis Ikan moro/kakap (Etelis carbunculu. Ikan perak merah/ikan putak (Etelis radiosu. Ikan kerapu merah atau yang dikenal sebagai ikan mrea-mera (Cephalopholis sexmaculat. memiliki karakteristik sebagaiberikut: di seluruh tubuh, terdapat bintik-bintik biru kecil. Pada bagian kepala, terdapat bintikbintik biru. Memiliki 4 garis pada bagian punggung dan 2 garis pada batang ekor. Warna sirip dada adalah oranye Memiliki 9 duri pada sirip punggung, dan sirip ekornya berbentuk bulat. Umumnya ditemukan hidup di terumbu karang dengan kedalaman antara 10 hingga 150 cm. Ikan moro, yang merupakan sebuta nuntuk ikan kakap merah, memilikiciri-ciri berikut: Bagian tengah tutup insang berbentuk Ujunung sirip ekor bagian atas tidak memiliki tanda hitam Sirip dada panjang, sekitar 80-90 % dari panjang kepala Bagian lunak dari sirip ekor memiliki ukuran yang pendek . ekitar 25-30% dari panjang standa. dibandingkan spesies Etelis yang lain. Ikan perak merah, yang secara lokal dikenal sebagai ikan putak, memilikiciri-ciri berikut: Sirip ekornya berbentuk melengkung seperti bulan sabit dengan lekukan kedalam di bagian tengahnya. Warna sirip dada adalah merah. Warna tubuh bagian atasnya adalah merah tua, sementara bagian bawahny amemiliki warna yang lebih terang. Rahang atasnya berakhir di ujung lingkaran mata, dan ikan ini biasanya ditemukan di habitat dasarberbatu pada kedalaman antara 90 hingga 400 meter. Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 Ciri- dari Ikan manutu/kakap bagong yaitu : Bagian tengah tutu insang berbentuk membulat . idak lanci. Ujung sirip ekor bagian atas memiliki tanda hitam Rahang atas berakhir pada bagian tengah Ikan manutu/kakap bagong (Etelis bowen. Ukuran kepala kecil, ukuran mata besar . ada ukuran anaka. Terdapat Ikan kakap buton /ikan marak lao (Lutjanus buto. Ikan kakap punggung pelana (Paracaesio kusakar. 8-12 garis-garis berwarna kuning pada tubuh Kepala berwarna kemerahan Tubuh bagian bawah berwarna kuning Sirip dada berwarna kuning transparan dengan bintik kecil berwarna coklat pada pangkal sirip dada. Rahang atas memiliki sisik Terdapat empat bar pada tubuh bagian atas . ar-bar pende. Sirip-siripnya berwarna keabu-abuan, keputihan atau kekuningan Dahi yang menonjol. Jumlah Tangkapan Ikan Demersal Dominan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 10 responden nelayan di Desa Kampung Baru, ditemukan sebanyak 10 jenis ikan demersal yang tergolong dominan, yaitu: lolosi/wakong kuning (Paracaesio xanthur. , nauti/lencam (Lethrinus ornatu. , kerapu macam/mera-mera lukese (Epinephelus areolatu. , mata besar/waulang bendera . amili Priacanthida. , kerapu merah/mera-mera (Cephalopholis sexmaculat. , moro/kakap merah (Etelis carbunculu. , perak merah/putak (Etelis radiosu. , manutu/kakap bagong (Etelis bowen. , kakap buton/marak lao (Lutjanus bouto. , serta kakap punggung pelara/matkaul (Paracaesio Hasil tangkapan masing-masing jenis ikan demersal menunjukkan variasi yang cukup Variasi ini dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, jarak daerah penangkapan, alat tangkap, serta biaya operasional. Nelayan Desa Kampung Baru umumnya menggunakan pancing ulur. Lama waktu melaut sangat bergantung pada biaya operasional yang tersedia, sehingga memengaruhi jumlah hasil tangkapan. Hasil tangkapan ikan demersal memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga nelayan. Kondisi ini mendorong nelayan menjadikan aktivitas penangkapan sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan. Harga jual ikan bervariasi tergantung jenis dan ukuran ikan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi 31 spesies ikan demersal dari 12 famili, dengan famili dominan Lutjanidae dan Lethrinidae . Ukuran Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 ikan yang didaratkan berkisar antara 15 cm hingga lebih dari 100 cm dan umumnya berada pada ukuran layak tangkap. Jenis ikan target mendominasi hasil tangkapan, sedangkan ikan indikator tidak ditemukan . Berdasarkan Tabel 2, jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah waulang bendera (Priacanthida. , moro/kakap merah (Etelis carbunculu. , dan kakap buton/marak lao (Lutjanus bouto. Tingginya hasil tangkapan dipengaruhi kondisi cuaca yang baik, minim gelombang, serta ketersediaan ikan pada musim timur. Tabel 2. Jumlah Tangkapan dan Harga Rata-Rata Ikan Demersal Yang Tertangkap Oleh Nelayan di Desa Kampung Baru. No. Jenis Ikan Demersal Jumlah Tangkapan/Trip . Wakong kuning Nauti Mera-mera Lukese Waulang Bendera Mera-mera Moro Mai Putak Manutu Marak Lao Matkaul Harga (Rp/Tali/Eko. Jika dibandingkan dengan penelitian di Perairan Pulau Ambon dan Kabupaten Kolaka, jumlah tangkapan per trip di Desa Kampung Baru tergolong rendah hingga sedang . Perbedaan ini dipengaruhi skala usaha penangkapan, jenis alat tangkap, serta karakteristik daerah penangkapan. Penggunaan pancing ulur mencerminkan skala usaha tradisional. Dominannya hasil tangkapan pada beberapa jenis bernilai ekonomi tinggi mengindikasikan adanya peningkatan tekanan eksploitasi. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ikan demersal di perairan Maluku mengalami tekanan eksploitasi akibat tingginya permintaan pasar . Selain jumlah tangkapan, ukuran ikan yang tertangkap menjadi indikator tekanan Tertangkapnya ikan berukuran relatif kecil menunjukkan potensi penangkapan sebelum matang gonad. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi menyebabkan recruitment overfishing. Jenis Alat Tangkap Ikan Demersal oleh Nelayan Pancing merupakan salah satu alat tangkap yang umum dikenal dan banyak digunakan oleh masyarakat, khususnya nelayan. Alat tangkap ini tergolong sederhana, mudah dioperasikan, serta dapat digunakan oleh nelayan skala kecil dengan modal relatif Pancing termasuk dalam kategori fishing with line yang dilengkapi dengan mata pancing . sebagai komponen utama . Penggunaan penggulung tali pancing yang umumnya terbuat dari kayu atau plastik bertujuan untuk mempermudah proses pengoperasian alat tangkap. Penggulung ini berfungsi agar tali tidak mudah kusut dan dapat digulung kembali setelah operasi penangkapan selesai. Komponen utama pancing ulur perairan dalam terdiri atas gulungan tali, tali pancing, mata pancing, pemberat, dan kili-kili . Untuk menarik perhatian ikan target, mata pancing biasanya diberi umpan hidup sehingga dapat bergerak mengikuti gerakan umpan tersebut dan meningkatkan peluang ikan untuk memakan umpan. Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 Berdasarkan laporan tertulis, nelayan di Desa Kampung Baru melakukan aktivitas penangkapan ikan sekitar 30 kali dalam satu bulan. Jumlah tangkapan mengacu pada total spesies ikan dan organisme perairan yang tertangkap selama operasi penangkapan. Hasil tangkapan dibedakan menjadi dua kategori, yaitu tangkapan utama dan tangkapan Tangkapan utama merupakan spesies target utama dalam operasi penangkapan, sedangkan tangkapan sampingan mencakup spesies yang tertangkap secara tidak sengaja dan berada di luar target utama . Meskipun demikian, hasil tangkapan ikan demersal memiliki nilai ekonomi yang cukup signifikan bagi kebutuhan keluarga nelayan di Desa Kampung Baru. Kondisi ini mendorong nelayan menjadikan aktivitas penangkapan ikan demersal sebagai sumber pendapatan utama maupun tambahan. Harga jual ikan demersal yang langsung dipasarkan di pangkalan pendaratan cenderung tinggi dan bervariasi sesuai dengan ukuran ikan yang Situasi ini menunjukkan potensi ekonomi yang penting dari sumber daya ikan Penggunaan alat tangkap pancing ulur yang bersifat selektif dan ramah lingkungan menjadi faktor yang relatif menekan laju eksploitasi berlebih. Pola penangkapan yang masih berskala kecil dan bergantung pada musim menunjukkan bahwa perikanan demersal di Desa Kampung Baru belum sepenuhnya berada pada kondisi overfishing, namun telah memperlihatkan gejala awal tekanan eksploitasi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya pengelolaan perikanan demersal secara berkelanjutan guna mencegah penurunan stok ikan akibat tekanan penangkapan jangka panjang . Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun kondisi ekologis sumber daya ikan demersal di Desa Kampung Baru masih relatif terjaga, diperlukan upaya pengelolaan yang lebih terarah untuk mengantisipasi risiko overfishing. Pengaturan ukuran tangkapan, pengendalian upaya penangkapan, serta perlindungan habitat dasar perairan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya ikan demersal di wilayah tersebut. Mayoritas nelayan di Desa Kampung Baru menggunakan alat tangkap pancing ulur dalam kegiatan penangkapan ikan demersal. Alat tangkap ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mudah dioperasikan sehingga meningkatkan efisiensi aktivitas penangkapan. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ikan yang tertangkap dengan pancing ulur yang didaratkan di PT. Damena Bolok terdiri atas 20 spesies, 13 genus, dan tergolong dalam lima Famili dengan jumlah tangkapan terbanyak adalah Lutjanidae, sedangkan yang terendah adalah Carangidae dan Glaucosomatidae . Dari total produksi tersebut, sekitar 85% dihasilkan oleh armada pancing ulur dengan GT < 10, sedangkan sisanya sebesar 15% berasal dari armada dengan GT > 10. Armada GT < 10 didominasi oleh tuna (Thunnus sp. ) dan cakalang (Katsuwonus pelami. , diikuti tenggiri (Scomberomorus sp. ), tongkol, kakap (Lutjanus sp. ), serta beberapa jenis ikan demersal Sementara itu, hasil tangkapan armada GT > 10 didominasi oleh kakap (Lutjanus ), anggoli (Pristipomoides multiden. , dan kerapu (Epinephelus sp. ) dengan persentase ketiganya lebih dari 70% . IV. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Identifikasi jenis ikan demersal menunjukkan terdapat sepuluh jenis ikan dominan yang tertangkap oleh nelayan di Desa Kampung Baru, yaitu Paracaesio xanthura. Lethrinus ornatus. Epinephelus areolatus, famili Priacanthidae. Journal of Science and Technology. Volume 6. , 2026. Halaman 89-99 Cephalopholis sexmaculata. Etelis carbunculus. Etelis radiosus. Etelis boweni. Lutjanus bouton, dan Paracaesio kusakari. Keberagaman jenis tersebut mengindikasikan bahwa perairan Desa Kampung Baru masih memiliki potensi sumber daya ikan demersal yang cukup baik. Jumlah tangkapan ikan demersal yang diperoleh nelayan bervariasi antar jenis, dengan kisaran 2Ae15 ekor per trip. Jenis ikan yang memiliki jumlah tangkapan tertinggi adalah waulang bendera . amili Priacanthida. , moro/kakap merah (Etelis carbunculu. , dan kakap buton (Lutjanus bouto. , sedangkan jumlah tangkapan terendah terdapat pada ikan manutu (Etelis bowen. Aktivitas penangkapan ikan demersal di Desa Kampung Baru didominasi oleh penggunaan alat tangkap pancing ulur . and lin. , yang bersifat selektif, ramah lingkungan, serta mudah dioperasikan. Karakteristik alat tangkap ini turut berperan dalam menentukan pola dan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh nelayan. Saran Disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai faktorfaktor yang memengaruhi hasil tangkapan ikan demersal di Desa Kampung Baru, seperti pengaruh musim, teknik penangkapan, kondisi oseanografi, serta variasi spesies yang Penelitian lanjutan ini penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif sebagai dasar pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan penguatan pengelolaan perikanan demersal berbasis kearifan lokal melalui pengaturan waktu dan daerah penangkapan secara partisipatif antara pemerintah desa dan nelayan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sumber daya ikan demersal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi perairan. Pemerintah daerah bersama masyarakat nelayan juga disarankan untuk melakukan pengendalian upaya penangkapan, khususnya pada musim-musim tertentu, serta menetapkan perlindungan terhadap habitat penting ikan demersal. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mendorong penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan mencegah penggunaan alat tangkap yang bersifat merusak ekosistem perairan. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan lokal, seperti peraturan desa atau kesepakatan bersama antar nelayan. Kebijakan tersebut perlu didukung dengan sistem pencatatan hasil tangkapan yang sederhana namun berkelanjutan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan perikanan demersal di Desa Kampung Baru. Daftar Pustaka