Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2024. Vol. No. Hal 194 -201 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola EVALUASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) SEKOLAH DASAR NEGERI MENGGUNAKAN MODEL CIPP 1Anjelina, 2Suwadi 1Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta E-mail: 123204091029@student. uin-suka. 2suwadi@uin-suka. Abstract This study describes the evaluation of the character education strengthening program at SD N 1 Maguwoharjo using the CIPP Model. Through a descriptive qualitative approach, this study evaluates the context, inputs, processes, and products of the program to assess its effectiveness in achieving the set goals. Data collection was carried out using interviews, observations and Data analysis in qualitative research is a systematic process to find and organize interview transcripts, field notes, and other materials. The results show that the context evaluation based on the school's vision, mission, and goals has been well implemented, forming a strong foundation for program implementation so it is important to continue Evaluation of inputs on human resources, facilities and infrastructure supports the success of the program. Evaluation The program implementation process involves various relevant activities, with strong support from stakeholders who are the supporting factors for the success of the program. The product evaluation showed positive changes in individual student behavior and school culture, reflecting the success of the program in forming positive characters that are in accordance with the noble values of the nation and religion. This research contributes significantly to the development of innovative practices to strengthen character education for better district/city education offices. Keywords: Program Evaluation. Strengthening Character Education (PPK). CIPP Model. Abstrak Penelitian ini menggambarkan evaluasi program penguatan pendidikan karakter di SD N 1 Maguwoharjo menggunakan Model CIPP. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi konteks, input, proses, dan produk program tersebut untuk menilai efektivitasnya dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif ialah proses sistematis guna mencari dan mengatur transkrip wawancara, catatan lapangan, serta materi-materi lain. Hasilnya menunjukkan bahwa evaluasi konteks berdasarkan visi, misi, dan tujuan sekolah telah diimplementasikan dengan baik, membentuk dasar kuat untuk pelaksanaan program sehingga penting untuk dilanjutkan secara inovatif. Evaluasi input pada sumber daya manusia, sarana dan prasarana mendukung keberhasilan Evaluasi Proses pelaksanaan program melibatkan berbagai kegiatan yang relevan, dengan dukungan kuat dari stakeholder yang menjadi factor pendukung keberhasilan Evaluasi produk menunjukkan perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dan budaya sekolah, mencerminkan keberhasilan program dalam membentuk karakter positif yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Penelitian ini berkontribusi Vol 9. No. Oktober 2024 Evaluasi Program . penting dalam pengembangan praktik inovatif penguatan pendidikan karakter bagi dinas Pendidikan kabupaten/kota yang lebih baik. Kata Kunci: Evaluasi Program. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Model CIPP. PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan usaha untuk menanamkan kebiasaan berbuat baik pada peserta didik agar peserta didik dapat memahami . spek kogniti. perbedaan antara hal yang baik dan buruk, merasakan . spek afekti. nilai-nilai yang baik, dan terbiasa untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari . spek perilak. 1 Menurut Pasal 3 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, tujuan utama pendidikan adalah menciptakan manusia yang cerdas dan berkarakter. Menurut Kemendikbud RI gerakan penguatan pendidikan karakter merupakan kelanjutan dan kesinambungan dari gerakan nasional pendidikan karakter bangsa tahun 2010. Dalam pendidikan, gerakan perubahan mental dan revolusi karakter akan mendorong seluruh staf untuk mengubah cara mereka berpikir, mengelola organisasi, dan paradigma. 3 Dalam proses penguatan Pendidikan karakter, nilai-nilai utama yang dikembangkan adalah nilai religius, disiplin, kepedulian sosial, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan tanggung jawab. Pemerintah memperkenalkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang bertujuan untuk membudayakan pendidikan karakter di sekolah. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari PPK adalah untuk mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas dan bermoral secara merata di seluruh negeri. Hal ini sesuai dengan prinsip PPK yang tercantum dalam Pasal 5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, yang menyatakan bahwa: . berfokus pada pengembangan potensi peserta didik secara keseluruhan dan terpadu, . menjadi contoh dalam penerapan pendidikan karakter di setiap lingkungan pendidikan, dan . terjadi sepanjang waktu dan melalui pembiasaan dalam Rahmat Rifai Lubis. AuIMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMAy 13, no. 2 Desy Nurlaida Khotimah. AuImplementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Melalui Kegiatan 5S di Sekolah Dasar,Ay INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan 2, no. (March 9, 2. , https://doi. org/10. 24176/jino. 3 Feri Hidayat Sahuri. AuPenguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Perguruan Islam ArRisalah Padang,Ay JPT: Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. 4 Dini Palupi Putri. AuPendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar Di Era Digital,Ay AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar https://doi. org/10. 29240/jpd. (July Vol 9. No. Oktober 2024 196 | Anjelina. Suwadi kehidupan sehari-hari. 5 Penguatan Pendidikan Karakter memiliki arti yang lebih mendalam dibandingkan dengan pembentukan moral. Hal ini karena PPK tidak hanya menyangkut aspek benar atau salah, tetapi juga bagaimana menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak atau peserta didik akan memiliki kesadaran dan pemahaman yang tinggi, serta kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu model evaluasi program yang digunakan adalah model Context. Input. Process. Product (CIPP). Model CIPP dipilih untuk meningkatkan kualitas sistem atau program yang dievaluasi. Model ini dibuat oleh Stufflebeam dan Shinkfield pada tahun 1985, dan terdapat pembaruan revisi sejak itu selanjutnya dilakukan perubahan model ini telah beberapa kali diubah. Konteks, input, proses, dan produk adalah empat bagian utama model ini. Komponen konteks berfokus pada situasi dan kondisi yang mempengaruhi program pendidikan. Input berfokus pada sumber daya yang digunakan dalam program. Sementara proses berfokus pada cara program Produk berfokus pada hasil yang diperoleh dari program. Dengan demikian penggunaan model CIPP dapat dilakukan secara bertahap atau bersamaan, tergantung pada kebutuhan dan tujuan evaluasi. Berangkat dari latar belakang di atas, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan antara lain: bagaimana melakukan evaluasi terhadap konteks, masukan, proses, dan produk dalam program Penguatan Pendidikan Karakter di SD N 1 Maguwoharjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi konteks, masukan, proses, dan produk dalam program pendidikan karakter di SD N 1 Maguwoharjo. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan data sesuai dengan fakta yang ada. 8 Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang semua fenomena atau kondisi yang diamati, dengan menggambarkan keadaan fenomena sebagaimana adanya pada saat 5 Atik Maisaro. Bambang Budi Wiyono, and Imron Arifin. AuMANAJEMEN PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR,Ay Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan (August 302Ae12, https://doi. org/10. 17977/um027v1i32018p302. 6 Nur Tri Atika. Husni Wakhuyudin, and Khusnul Fajriyah. AuPELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MEMBENTUK KARAKTER CINTA TANAH AIR,Ay Mimbar Ilmu 24, no. 1 (April 29, 2. : 105, https://doi. org/10. 23887/mi. 7 Alzet Rama et al. AuKonsep model evaluasi context, input, process dan product (CIPP) di sekolah menengah kejuruan,Ay JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesi. 8, no. 1 (June 28, 2. : 82, https://doi. org/10. 29210/30032976000. Nawawi and Martini. Penelitian Terapan. Cet. Ke-2 (Yogyakarta: Gajah University Press, 1. Kelola: Journal of Islamic Education Management Mada Evaluasi Program . penelitian dilakukan. Peneliti akan melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait, seperti guru, dan staf manajemen sekolah, di SD N 1 Maguwoharjo. Selain itu, observasi partisipatif di lingkungan sekolah juga dilakukan untuk memahami secara langsung bagaimana PPK dijalankan dalam praktiknya. Analisis data dalam penelitian kualitatif ialah proses sistematis guna mencari dan mengatur transkrip wawancara, catatan lapangan, serta materi-materi lain untuk menemukan apa yang penting dilaporkan kepada orang lain sebagai temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Konteks Visi. Misi, dan Tujuan Sekolah Penguatan Pendidikan Karakter di SD N 1 Maguwoharjo disatukan dengan visi, misi, dan tujuan sekolah. Pelaksanaannya bertujuan untuk membentuk peserta didik yang memiliki karakter positif. Visi merupakan pandangan ke depan tentang apa yang ingin dicapai. Misi adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh sekolah untuk mencapai visi tersebut. Tujuan adalah hasil yang dapat diukur dan merupakan implementasi dari visi, misi, serta nilai-nilai yang dianut oleh sekolah. Penguatan Pendidikan karakter dilakukan dengan mengimplementasikan visi, misi dan tujuan sekolah yang berada di lingkungan sekolah seperti membudayakan 5S (Senyum. Salam. Sapa. Sopan. Santau. , melaksanakan taAoziah, membiasakan prayaan Hari Besar Keagamaan. Upacara bendera. Menyanyikan lagu wajib Nasional. Gerakan Literasi Maguwoharjo 1. GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Seha. Menggunakan Busana Jawa. JumAoat bersih bugar. Pesantren Kilat. Latihan qurban. Senam kesegaran jasmani. Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dilakukan melalui kegiatan di dalam kelas yaitu dengan melalui budaya sekolah dan Kerjasama dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang lebih baik, disiplin serta dapat mempersiapkan generasi muda Indonesia yang siap menghadapi tantangan global. Evaluasi Input Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia yang terlibat dalam penerapan penguatan pendidikan karakter melibatkan seluruh sekolah dan disosialisasikan dengan cara melakukan interaksi kepada masing-masing SDM. Dengan keterlibatan sumber daya manusia ini, diharapkan pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dapat berjalan efektif dan nilai-nilai karakter dapat diterapkan dengan baik pada peserta didik. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sumber daya manusia mencakup semua individu yang berperan dalam implementasi program pendidikan karakter di lapangan, dengan 9 Mukhtar. Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif (Jakarta: GPPress Group, 2. Vol 9. No. Oktober 2024 198 | Anjelina. Suwadi masing-masing memiliki peran yang berbeda. 10 Temuan menunjukkan bahwa SD N 1 Maguwoharjo telah berhasil melibatkan semua pihak terkait, termasuk stakeholder sekolah, orang tua, dan masyarakat, dalam pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan elemen penting dalam mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 adalah peraturan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional untuk memastikan bahwa sarana dan prasarana di sekolah-sekolah Indonesia memadai dengan standar yang telah ditetapkan. Peraturan ini mencakup standar sarana dan prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan serta kualitas sarana dan prasarana di sekolah-sekolah dengan mempertimbangkan ketentuan SNP yang berlaku. 12 Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur sekolah, serta kemampuan guru dalam memanfaatkannya secara maksimal, sangat menentukan keberhasilan berbagai program pendidikan yang dijalankan di lingkungan sekolah. SDN 1 Maguwoharjo memiliki beragam sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik. Termasuk di antaranya adalah ruang kelas, masjid, perpustakaan, toilet, peralatan kebersihan, kata-kata yang menginspirasi di sekitar sekolah, tempat sampah, dan lingkungan sekolah itu sendiri. Ruang kelas dan masjid yang digunakan untuk program pendidikan karakter dalam kondisi yang baik. Ruang kelas disusun dengan rapi dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Selain itu, hiasan dinding yang dipasang di setiap kelas juga mendukung proses pembelajaran peserta didik. Peserta didik diajari untuk membersihkan ruang kelas secara sukarela sebagai bentuk kesadaran diri. Masjid di SD N 1 Maguwoharjo juga terjaga kebersihannya dan nyaman digunakan. Masjid ini menjadi tempat untuk pelaksanaan salat zuhur bagi peserta didik. Sumber Dana Sumber dana merupakan faktor penting yang mendukung pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter dan menjadi kunci Tanpa adanya sumber dana yang memadai, program 10 Andhi Rizandhi. AuImplementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas di SDN Telaga Baru Kecamatan Taliwang,Ay 2024. Jalan Jenderal Sudirman. AuKEMENTERIAN PENDIDIKAN. KEBUDAYAAN RISET. DAN TEKNOLOGI,Ay 2023. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, AuSTANDAR SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH (SD/MI),Ay N0 24 Tahun 2007. 13 Barnawi and Arifin. Manajemen Sarana Dan Prasarana Sekolah (Yogyakarta. Kelola: Journal of Islamic Education Management Evaluasi Program . tersebut tidak dapat berjalan dengan lancar. Salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan program adalah pembiayaan kegiatan terkait. SDN 1 Maguwoharjo memperoleh sumber dana dari pemerintah, seperti dana BOS dan BOSDA, yang kemudian diuraikan dalam Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS). Selain itu. SDN 1 Maguwoharjo juga menggunakan dana dari komite sekolah yang diperoleh dari uang SPP peserta didik. Berdasarkan penelitian. SDN 1 Maguwoharjo telah mendapatkan sumber dana dari pemerintah, yaitu melalui dana BOS dan BOSDA, serta dari komite Hal ini memastikan pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter dapat berjalan dengan lancar. Evaluasi Proses Evaluasi proses di SDN 1 Maguwoharjo menggambarkan kesinambungan dan efektivitas implementasi program penguatan pendidikan karakter. Langkah-langkah yang diambil dalam melaksanakan program ini meliputi penggunaan kurikulum yang relevan dan metode pengajaran yang sesuai dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan dalam kelas dirancang dengan cermat untuk mencapai tujuan pendidikan karakter. Partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut menjadi fokus, dengan evaluasi yang dilakukan untuk memastikan tingkat keterlibatan yang optimal. Selain itu, keterlibatan aktif dari stakeholder ini menjadi pendorong utama dalam keberhasilan program ini. Melalui monitoring dan evaluasi internal yang terus-menerus. SDN 1 Maguwoharjo secara sistematis mengevaluasi efektivitas implementasi program, mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter di sekolah tersebut. Evaluasi Produk Evaluasi produk merupakan penilaian atas hasil yang dicapai dari suatu program, serta menentukan langkah selanjutnya apakah program tersebut akan dilanjutkan atau tidak. Evaluasi ini mencakup dua komponen utama, yaitu perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dan perubahan positif dalam budaya sekolah. Perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dapat terlihat dari berbagai aspek, misalnya dari sikap peserta didik yang semula tidak peduli terhadap sampah menjadi lebih peduli, atau dari sikap peserta didik yang semula cenderung mencontek dalam mengerjakan tugas menjadi lebih mandiri, sehingga nilai-nilai karakter seperti kejujuran dapat terwujud. Menurut pendapat Putri. Pendidikan karakter bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif kepada peserta didik sehingga mereka dapat memahami perbedaan antara yang benar dan salah, serta mampu menginternalisasi nilai-nilai baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 14 Berdasarkan hasil penelitian di SDN 1 Maguwoharjo perubahan 14 Putri. AuPendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar Di Era Digital. Ay Vol 9. No. Oktober 2024 200 | Anjelina. Suwadi positif dalam budaya sekolah terlihat dari implementasi berbagai kebiasaan atau tradisi yang ada di lingkungan sekolah, seperti makan dan minum dengan duduk, mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menerapkan prinsip 5S, dan sebagainya. Sedangkan perubahan positif dalam perilaku individu dan budaya sekolah dapat dilihat dari kesadaran peserta didik dalam menjalankan ibadah, melaksanakan kegiatan rutin dan kreatif dengan semangat nasionalisme, berinisiatif secara mandiri dalam aktivitas, memupuk semangat gotong royong baik di dalam maupun di luar sekolah, serta patuh terhadap norma dan peraturan yang mengembangkan nilai-nilai PENUTUP Evaluasi program penguatan pendidikan karakter di SDN 1 Maguwoharjo menunjukkan bahwa Evaluasi konteks berdasarkan visi, misi, dan tujuan sekolah telah diimplementasikan dengan baik, membentuk dasar kuat untuk pelaksanaan program. Sedangkan untuk evaluasi input pada sumber daya manusia, sarana dan prasarana mendukung keberhasilan program, meski evaluasi keberhasilan program perlu disusun lebih Evaluasi Proses pelaksanaan program melibatkan berbagai kegiatan yang relevan, dengan dukungan kuat dari stakeholder yang menjadi actor pendukung keberhasilan program. Evaluasi produk menunjukkan perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dan budaya sekolah, meski perlu ada indikator yang lebih terukur untuk menilai hasil program secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA