Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Meningkatkan Keharmonisan Keluarga melalui Seminar Membangun Rumah Tangga Bahagia sesuai Tuntunan Islam pada Ibu-Ibu Muslimat Desa Pehserut Kecamatan Sukomoro Nganjuk Ahmad Mustakim. Abd. Basit Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Nganjuk E-mail: am4572316@gmail. abdbasitfitri@gmail. Abstract: The family is the primary foundation for building a harmonious and peaceful social life. This can be achieved if every family member lives in harmony and happiness. Peace and harmony in society depend on the prevailing family atmosphere. There is an undeniable relationship between family harmony and the harmony and peace within the Therefore, the human resources (HR) of the family must be qualified to maintain and build a harmonious family life. Therefore, sufficient skills and knowledge are needed to realize this. Furthermore, the daily busyness of families, especially mothers, with their daily pursuit of income, results in them lacking knowledge and understanding of how to create a harmonious family. The activities in this program utilize a service learning method, in which the Research Team provides guidance to community actors on how to share knowledge. Knowledge sharing is a step in knowledge management used to provide opportunities for members of a group, organization, institution, or company to share previously unknown knowledge, in this context the congregation of Muslim women in Pehserut Village. The results of this program are that the community, especially Muslim mothers in Dorogeneng Hamlet. Pehserut Village. Sukomoro District. Nganjuk, can have a progressive impact on the social development of the Pehserut Village community, especially for the families of the Muslim mothers who are the target subjects of this program. They understanding of the keys to a happy or harmonious family. This will enhance the human resource capabilities within the family and have an impact on the atmosphere of their family life, making them continue to be happy because they are equipped with knowledge about a happy family. The success of this program is also evident in their enthusiasm and passion for the program's implementation and the community's response after the program's activities. Many of the Muslim mothers want this program to continue even though the KPM (Family Family Progra. has ended. Keywords: Improving. Family Harmony. Islamic Teachings. Muslim Mothers PENDAHULUAN Membangun keluarga yang bahagia memang menjadi keinginan setiap keluarga, akan tetapi untuk mencapainya tidak begitu mudah sebab dibutuhkan persiapan berbagai hal, terutama dalam hal pengetahuan ilmu Segala konflik dalam kehidupan harus bisa dibenahi bersama agar tidak Keluarga bahagia bukan berarti kehidupan keluarga yang bebas dari berbagai konflik. Justru keluarga yang bahagia adalah kehidupan keluarga yang bisa menyikapi segala konflik dengan 38 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 bijaksana sehingga tidak mengarah terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan. Konflik berkepanjangan seringkali muncul ketika anggota keluarga tidak mengetahui cara menyikapi konflik yang terjadi dalam keluarga tersebut. 2 Hal lain terjadi karena kurangnya pengetahuan keluarga tentang bagaimana suatu problem yang terjadi didalam keluarga tersebut diselesaikan. Selanjutnya yaitu tentang keluarga yang tidak mempunyai pedoman bagaimana keluarga bisa bahagia sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Seringkali pengetahuan tentang kunci bahagia dalam ajaran Islam diabaikan oleh kebanyakan masyarakat kita, hal tersebut karena mereka lebih focus pada kebutuhan ekonomi kelurga dan mengabaikan pedoman yang ada dalam ajaran Islam. Akhirnya yang terjadi walaupun kebutuhan ekonomi keluarga sudah tercukupi masih ada saja masalah yang terjadi dalam Hal ini yang akan menjadi fokus peneliti guna untuk menyelesaikan problem kebanyakan keluarga karena kurangnya Suud Sarim Karimullah. AuKonsep Keluarga Smart (Bahagi. Perspektif Khoiruddin Nasution,Ay Tafhim Al-AoIlmi 13, no. : 75Ae88. Moch Azis Qoharuddin. AuPemilu Dan Konflik Dalam Keluarga: Menjaga Harmoni Dalam Perbedaan Pendapat,Ay Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences 3, no. : 379Ae Syamsul MaAoArif. Konsep Al-QurAoan Tentang Keluarga Bahagia, 2010. ,11. pengetahuan tentang kunci bahagia yang diajarkan dalam Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk membakali pengetahuan masyarakat tentang kunci membanguan kelurga yang harmonis sesuai dengan pedoman dalam ajaran agama Islam. Hal ini dilakukan guna untuk merespon keadaan masyarakat Dusun Dorogeneng. Desa Pehserut Kecamatan Sukomoro yang kehidupan keseharian dalam keluraga disibukan dengan pekerjaan untuk mencari Dengan kesibukan yang begitu padat ini banyak masyarakat mengabaikan pengetahun tentang membentuk keluarga yang bahagia yang sesuai yang diajarkan dalam Islam, yang akhirnya ketika masalah lain itu muncul . elain permaslahan ekonom. mereka sering merasa bingung bagaiana permasalahan tersebut diselesaikan. Hal tersebut tak jarang mengakibatkan konflik yang berkepanjangan terjadi dalam keluraga. Alasan memilih subyek dampingan ibu-ibu muda Desa Pehserut tersebut dikarenakan kesibukan mereka dalam kehidupan sehari-hari yang kebanyakan bekerja mencari tambahan penghasilan Hal tersebut mengakibatkan mereka jarang berkomunikasi dengan anggota keluarga lain yang sama-sama bekerja yang dalam hal ini adalah suam, istri dan anak. Nailun Nuril Firdausirrochim. AuKonsep Keluarga Bahagia Dalam AlQuran Dan Kontekstualisasinya Perspektif Misbah Musthofa Dan Quraish Shihab,Ay Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018. 39 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Keadan tersebut mengakibatkan rawan terjadi konflik dalam keluarga tanpa bisa diselesaikan dengan segera dan bisa mengakibatkan perpecahan keluraga kalau tidak dicarikan solusinya. Output program ini adalah diharapkan pengetahuan warga tentang hukum keluarga dan ibadah meningkat, rumah tangga menjadi lebih harmonis, dan anak-anak termotivasi melanjutkan pendidikan agama. Sedangkan Outcome Terwujudnya keluarga-keluarga harmonis dan berlandaskan ajaran Islam, di mana orang tua memahami peran serta kewajiban mereka, dan generasi muda termotivasi untuk terus belajar agama. Dengan Pengabdian kepada Masyarakat ini bisa membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang mereka alami selama ini. Setidaknya bisa membekali mereka dengan pengetahuan tentang pedoman menciptakan keluarga bahagia yang sesuai dengan ajaran Islam. METODE PENDAMPINGAN Bentuk program Bentuk program yang dilaksanakan AuSeminar Membangun Keluarga Bahagia Sesuai Tuntunan IslamAy Strategi program Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Developmen. dengan memanfaatkan aset sosial yang sudah ada di masyarakat, yaitu pertemuan rutin ibu-ibu Muslimat, sebagai media penyampaian materi. Akibat lemahnya pendidikan, ekonomi dan segala masyarakat secara umum tidak dapat diharapkan dapat mengorganisir diri mereka tanpa bantuan dari luar. Hal yang sangat esensial dari partisipasi dan mobilisasi sosial ini adalah membangun kesadaran akan pentingnya mereka menjadi agen perubahan sosial. Keberadaan perguruan tinggi menjadi penting untuk meneguhkan peran sebagai pihak luar yang akan mengorganisir masyarakat agar terlibat aktif dalam kegiatan yang dirancang bersama tim Metode Program dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat PkM menggunakan metode Service learning, 5 Tim Peneliti pembinaan terhadap pelaku di masyarakat untuk dapat melakukan knowledge Knowledge sharing adalah salah pengetahuan yang digunakan untuk memberikan kesempatan kepada anggota suatu kelompok, organisasi, instansi atau Peter Felten and Patti H Clayton. AuServiceAalearning,Ay New Directions for Teaching and Learning 2011, no. : 75Ae84. 40 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 pengetahuan,6 yang pahami yang dalam hal ini pengetahuan tentang pedoman keluarga agama pada ibuibu muslimat Desa Pehserut Sukumoro Nganjuk Penyusunan Rencana/Program Merujuk sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Tim melaksanakan beberapa gebrakan untuk melaksanakan Seminar Keluarga Bahagia Sesuai tuntunan Islam. Tim kemudian menyusun proposal kegiatan seminar yang ditujukan kepada lembaga terkait, yaitu panitia KPM dan LP3M STAI Darussalam Krempyang. Berdasarkan diskusi dengan pihak terkait serta masukan tim reviewer, maka pada akhirnya tersusun sebuah proposal Seminar yang disetujui dan disahkan oleh Ketua LP3M. Setelah proposal tersebut disetujui dan disahkan oleh LP3M, maka langkah proposal kegiatan tersebut kepada pihak calon Mitra dampingan, yaitu JamAoiyyah Muslimat Dusun Dorogeneng serta pihakpihak yang terkait. Pengkordinasian Dalam Upaya untuk mempersiapkan implementasi program, tim melaksanakan koordiansi dengan Ibu Khotimah, selaku ketua Muslimat Dusun Dorogenen. Hal ini dilaksanakan berdasarkan hasil dari Penggalian Data/analisis Sosial Dalam proses pelaksanaannya, tim bersama Ibu Khotimah menemui beberapa Muslimat menambah informasi dan menggali lebih dalam kebutuhan dalam pelaksanaan Dari sini dihasilkan sebuah kesepakatan terkait dengan bentuk kegiatan, metode, waktu, serta segala kebutuhan seperti konsumsi dan lain-lain untuk pelaksanaan kegiatan seminar Pengimplementasian Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yakni Moh. Isa Al-Muhajir, dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar AuMembangun Rumah Tangga Bahagia Sesuai Tuntunan IslamAy oleh Bapak H. Qomaruddin. Ag. MPd. Setelah materi, ada sesi tanya jawab. Sebagai tambahan, sesuai permintaan Bapak Tasmo TabiAoin yakni TaAomir Musholla Nurul Huda, kegiatan diteruskan dengan pembacaan Maulid al-Barzanji dan Mahalul Qiyam yang diiringi oleh peserta KP, yang menambah kekhidmatan acara. Kemudian acara ditutup dengan DoAoa yang di pimpin Bapak Tasmo TabiAoin, kemudian dilanjutkan foto Bersama, dan selanjutnya acara Mushofahah beserta pengambilan kupon hadiah dan pengambilan hadiah dan Omar Dani Sopandi and Udin Syaefuddin SaAoud. AuImplementasi Knowledge Management Pada Perguruan Tinggi,Ay Jurnal Administrasi Pendidikan 13, 2 . 41 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Pengendalian Setelah seminar selesai, tim langsung melakukan pengendalian secara langsung untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai tujuan. Tim bersama Ketua Muslimat Dusun Dorogeneng Desa Pehserut segera meninjau jalannya acara dari awal hingga akhir, termasuk penggunaan sound system, kerapian tempat duduk, serta ketersediaan perlengkapan Selain melibatkan pemantauan terhadap peran anggota Muslimat yang membantu kelancaran acara, mulai dari pembagian konsumsi hingga kupon hadiah. Tim dan mitra melakukan diskusi singkat di lokasi, membahas apa yang berjalan lancar dan apa yang perlu diperbaiki, sehingga setiap kendala yang muncul dapat dicatat dan menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan Dengan cara ini, pengendalian dilakukan secara real-time dan praktis, menyesuaikan kondisi di lapangan. HASIL DAN DAMPAK PENDAMPINGAN Seminar mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Peserta, ibu-ibu Muslimat, mengikuti dengan antusias dan aktif Setelah acara, konsumsi yang dibawa warga dinikmati bersama. Suasana semakin meriah dengan pembagian kupon hadiah berupa makanan ringan. Ditutup dengan pembacaan Barzanji dan Mahalul Qiyam, acara terasa lebih hidup sekaligus Materi seminar berangkat dari hadis Nabi A Atentang empat kebahagiaan seorang hamba, yaitu memiliki istri shalihah, anak yang berbakti, teman yang shalih, dan mencari rezeki di negerinya sendiri. Pemateri menekankan pentingnya menikah secara sah baik menurut agama maupun negara untuk memperoleh pasangan shalihah, mendidik sebagaimana pesan dalam syiAoir Tombo Ati. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya mencari rezeki di negeri sendiri agar kehidupan keluarga tetap harmonis. Walaupun tidak ada sesi tanya jawab, peserta mengikuti acara dengan penuh perhatian karena materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi masyarakat sehari-hari. Pelaksanaan Program Pelaksanaan program dilaksanakan oleh tim pengabdian bekerjasama dengan Muslimat Desa Pehserut yang diketuai oleh Ibu Khotimah. Ahmad Muchlishoddin dan Zainal Musthofa merupakan penanggung jawab program dengan dibantu semua anggota tim pengabdian di Musholla Nurul Huda Dusun Dorogeneng Desa Pehserut. 42 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 . Narasumber Narasumber dari program ini berasal dari Dusun Dorogeneng sendiri yaitu Bapak H. Qomaruddin. Ag. Pd. penunjukkan beliau sebagai narasumber dikarenakan pada setiap hari Selasa baAoda Maghrib beliau mengisi pengajian di Musholla Nurul Huda. Selain itu beliau juga merupakan Penghulu di KUA Sukomoro. Peserta Kegiatan Program ini diikuti oleh 42 Ibu-Ibu Muda 10 Ibu-Ibu Golongan Tua. Mitra Kegiatan Mitra dalam program ini adalah seluruh Ibu-Ibu Muda Ibu-Ibu Golongan Tua, dimana mitra tersebut, sangat memberikan dukungan dalam pelaksanaan program ini. Partisipasi Mitra Partisipasi mitra program ini sangat luar biasa, hal ini dapat dilihat dari dukungan dan partisipasi mitra berupa penggunaan tempat acara, sound sistem, lampu listrik, meja, karpet, konsumsi dan untuk pelaksanaan program. Hasil Program Hasil pelaksanaan program ini dibagi menjadi 2 . kelompok besar sebagai . Hasil Kuantitatif Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencapai kurang lebih 50 Peserta utama adalah ibu-ibu Muslimat NU Dusun Dorogeneng, terdiri dari sekitar 42 orang ibu-ibu golongan tua dan 10 orang ibu-ibu Seorang narasumber, dua tamu undangan, serta beberapa anak-anak yang mendampingi orang tua mereka. Kehadiran yang cukup banyak ini menunjukkan bahwa program mendapat sambutan luas dari masyarakat. Hasil Kualitatif Dari sisi kualitas, program ini memberikan dampak yang positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Peserta mengikuti acara dengan penuh perhatian, terbukti dari keseriusan Walaupun tidak dibuka sesi tanya jawab, banyak peserta menyatakan puas karena isi materi sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, membangun rumah tangga bahagia sesuai tuntunan Islam. Dukungan masyarakat juga terlihat dari partisipasi mereka dalam menyediakan konsumsi secara swadaya serta memanfaatkan aset yang ada di musholla. Suasana semakin khidmat dan hangat dengan adanya pembacaan Maulid al-Barzanji dan Mahalul Qiyam, kemudian ditutup dengan pembagian kupon hadiah berupa makanan ringan yang menambah keceriaan acara. Dampak lain pada kegiatan ini yaitu memberikan hal positif bagi ibuibu Muslimat yang menjadi peserta. Hal 43 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti jalannya seminar dan keseriusan menyimak materi yang Walaupun tidak ada sesi tanya jawab, materi yang dibawakan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah diterima. samping itu, ditemukan pula adanya semangat kebersamaan yang tinggi, ditunjukkan dengan partisipasi aktif ibuibu Muslimat dalam menyediakan konsumsi, tempat, serta fasilitas Suasana kekeluargaan pembacaan Maulid al-Barzanji dan Mahalul Qiyam yang menambah nilai religius dalam kegiatan. Sisi lain, semangat belajar dan pemahaman agama, khususnya terkait rumah tangga Islam, sangat terlihat dalam diri para peserta. Hal ini menjadi modal penting untuk terus mendampingi masyarakat dalam kegiatan keagamaan maupun sosial di masa mendatang. Evaluasi seminar sudah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa Antara lain, keterbatasan fasilitas seperti sound system dan penataan perlengkapan acara yang belum maksimal. Selain itu, karena durasi acara cukup singkat, kesempatan peserta untuk berdialog secara langsung dengan narasumber menjadi terbatas. Solusi yang dapat dilakukan adalah ke depannya tim perlu mempersiapkan kebutuhan teknis secara lebih matang, baik dari segi fasilitas, administrasi, maupun penyusunan agenda agar sesi interaktif dapat berjalan dengan lebih optimal dan bermanfaat. DISKUSI KEILMUAN Kajian Islam dan sosiologi hukum, konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah menjadi fondasi ideal dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Adopsi nilai-nilai ini dalam seminar seperti penekanan pada cinta kasih, ketenangan batin, dan harmonisasi hubungan keluargasesuai dengan upaya membumikan prinsip hukum keluarga Islam dalam konteks masyarakat Permasalahan keluarga yang dapat menimbulkan keretakan rumah tangga, tidaklah terlepas dari peran suami-istri . elasi antar pasanga. Jika suami-istri dapat memecahkan setiap masalah yang muncul dalam kehidupan rumah tangganya, akan menjadikan dirinya berfikir secara terbuka dalam menanggapi suatu masalah. Dan itu justru akan terbentuknya pondasi Achmad Thorik and Fauzi Rahmat Pamula. AuKeluarga Sakinah Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam,Ay Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) 7, no. : 68Ae85. 44 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 yang kuat Dalam konteks rumah tangga. Keluarga bahagia adalah sebuah bangunan rumah tangga yang dibuat oleh seorang pasangan suami isteri yang menunjukkan pengertian satu sama lain atau kepuasannya di dalam hubungan pernikahan. 9 Salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik dalam setiap anggota keluarga. Menjaga komunikasi yang intens akan menjadikan emosional antar anggota keluarga akan bisa terbanguan tanpa muncul adanya kesalahpahaman. Dari sudut pandang psikologi keluarga, ikatan emosional yang terjalin melalui komunikasi efektif, dukungan sosial, dan suasana kekeluargaan memberi kontribusi besar terhadap keharmonisan keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari suami secara signifikan meningkatkan kebahagiaan istri, serta kematangan emosi berhubungan erat dengan keharmonisan rumah tangga. 11 Seminar yang Syamsul Hadi et al. AuDisharmoni Keluarga Dan Solusinya Perspektif Family Therapy (Studi Kasus Di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Bara. ,Ay Tasamuh 18, no. : 114Ae37. Mohamat Hadori and Minhaji Minhaji. AuMakna Kebahagiaan Dan Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Perspektif Psikologi,Ay Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan 12, 1 . : 5Ae36. Mia Nurislamiah. AuKomunikasi Interpersonal Pasangan Suami Istri Dalam Upaya Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga,Ay Communicative: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 2, no. : 15Ae29. Andi Cahyadi and Herdina Tyas Leylasari. AuTingkat Kebahagiaan Pada Ibu Rumah Tangga memotivasi ibu-ibu menjadi teladan dalam ibadah, sekaligus mengabaikan jarak usia dan sosial, secara tidak langsung memperkuat aspek-aspek tersebut. Secara sosiologis, keluarga merupakan unit sosial terkecil sekaligus fondasi pembangunan moral. Pembacaan maulid atau barzanji dalam acara seminar menciptakan integrasi budaya dan norma agama yang kaya, memudahkan internalisasi nilai-nilai Islam di masyarakat desa. Pendekatan ini sesuai dengan konsep bahwa norma hukum dan agama akan lebih efektif menembus lapisan masyarakat jika disosialisasikan melalui media yang kontekstual. Dengan dilaksanakan tidak hanya relevan secara praktik, tetapi juga kokoh dipersandarkan pada kerangka keilmuan terpadu hukum Islam, psikologi keluarga, dan sosiologi. Model pelibatan partisipatif seperti ini penting pemberdayaan masyarakat berbasis akademik ke depan. 13 Oleh karena itu perlu kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk Ditinjau Dari Persepsi Istri Terhadap Dukungan Sosial Yang Diberikan Suami Dan Stres Pengasuhan,Ay Psycho Idea 22, no. : 81Ae92. Becsy Saharani and Katrim Alifa Putrikita. AuHubungan Antara Kematangan Emosi Dan Keharmonisan Keluarga Pada Pasangan Yang Menikah Di Usia Dini,Ay PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Psikolog. 17, no. : 106Ae14. Andi Ansar Firman. AuPemberdayaan Masyarakat Di Desa Berbasis Komunitas: Review Literatur,Ay Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram 7, 1 . : 132Ae46. 45 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 Stres Pengasuhan. Ay Psycho Idea 22, 2 . : 81Ae92. menyelesaikan berbagai masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Felten. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil program ini bisa membekali masyarakat Dusun Dorogeneng Desa Pehserut Kecamatan Sukomoro tentang pengetahuan dan strategi dalam mengatasi masalah yang muncul dalam keluarga mereka, khususnya untuk menjaga keharmonisan keluarga tetap terjaga. Program ini membantu para ibu-ibu Desa Dorogeneng dalam mendorong peran orang tua sebagai teladan ibadah, serta memotivasi anak-anak untuk terus belajar agama. Kegiatan berjalan sesuai rencana, mendapat sambutan hangat dari peserta, dan berdampak positif pada kehidupan keluarga masyarakat pendamping. Hal tersebut terlihat dari antusias masyarakat yang mengikuti program tersebut serta sambutan setelah kegiatan program ini Mereka jadi memahami tentang pokok masalah yang seringkali muncul dalam kehidupan keluarga mereka. Oleh karena itu pengetahuan yang diberikan pada program tersebut bisa mereka praktikan untuk menjaga keharmonisan keluaga agar terus bahagia. DAFTAR RUJUKAN Cahyadi. Andi, and Herdina Tyas Leylasari. AuTingkat Kebahagiaan Pada Ibu Rumah Tangga Ditinjau Dari Persepsi Istri Terhadap Dukungan Sosial Yang Diberikan Suami Dan Peter, and Patti H Clayton. AuServiceAalearning. Ay New Directions for Teaching and Learning 2011, 128 . : 75Ae84. Firdausirrochim. Nailun Nuril. AuKonsep Keluarga Bahagia Dalam AlQuran Dan Kontekstualisasinya Perspektif Misbah Musthofa Dan Quraish Shihab. Ay Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018. Firman. Andi Ansar. AuPemberdayaan Masyarakat Di Desa Berbasis Komunitas: Review Literatur. Ay Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram 7, no. : 132Ae46. Hadi. Syamsul. Dwi Widarna Lita Putri, and Amrina Rosyada. AuDisharmoni Keluarga Dan Solusinya Perspektif Family Therapy (Studi Kasus Di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Bara. Ay Tasamuh 18, no. : 114Ae37. Hadori. Mohamat, and Minhaji Minhaji. AuMakna Kebahagiaan Dan Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Perspektif Psikologi. Ay Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan 12, no. : 5Ae36. Karimullah. Suud Sarim. AuKonsep Keluarga Smart (Bahagi. Perspektif Khoiruddin Nasution. Ay Tafhim AlAoIlmi 13, no. : 75Ae88. 46 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya Volume 06 Nomor 01 Januari 2026 MaAoArif. Syamsul. Konsep Al-QurAoan Tentang Keluarga Bahagia. Nurislamiah. Mia. AuKomunikasi Interpersonal Pasangan Suami Istri Dalam Upaya Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga. Ay Communicative: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 2, no. : 15Ae29. Qoharuddin. Moch Azis. AuPemilu Dan Konflik Dalam Keluarga: Menjaga Harmoni Dalam Perbedaan Pendapat. Ay Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences 3, 3 . : 379Ae92. Saharani. Becsy, and Katrim Alifa Putrikita. AuHubungan Antara Kematangan Emosi Dan Keharmonisan Keluarga Pada Pasangan Yang Menikah Di Usia Dini. Ay PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Psikolog. 17, no. : 106Ae Sopandi. Omar Dani, and Udin Syaefuddin SaAoud. AuImplementasi Knowledge Management Pada Perguruan Tinggi. Ay Jurnal Administrasi Pendidikan 13, no. Thorik. Achmad, and Fauzi Rahmat Pamula. AuKeluarga Sakinah Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Ay Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) 7, no. 68Ae85. 47 | | Ahmad Mustakim. Abdul Basid Misbachul Fitri. Nur Aula Yazid. Aldi Jufri Wijaya