Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 MIKROORGANISME TANAH DI KEBUN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. INSTITUT TEKNOLOGI SAWIT INDONESIA Fachrurrozi Dalimunthe1. Muhammad Yusuf Dibisono2. Makhrani Sari Ginting2. Nurliana2. Henry Budi Hasibuan2. Sulthon Parinduri1 Program Studi Budidaya Perkebunan Institut Teknologi Sawit Indonesia Sumatera Utara Program Studi Proteksi Tanaman. Institut Teknologi Sawit Indonesia Sumatera Utara Email: myusufdibisono22@gmail. ABSTRAK Peran utama mikroorganisme bakteri dan jamur di dalam tanah adalah menguraikan bahan organik yang telah mati yang kemudian menjadi pembentuk tanah. Pada kenyataannya, tidak semua jamur bersifat Pada kondisi tertentu bakteri dan jamur juga dapat merugikan karena menimbulkan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri dan jamur tanah serta mengetahui keanekaragaman bakteri dan jamur yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit di kampus ITSI Medan. Sampel tanah diambil menggunakan metode proporsional random sampling pada lahan seluas 6,7 Ha. Terdapat 2 titik sampel tanah pada setiap 7 pohon yang diambil di dalam dan di luar piringan. Mikroorganisme diidentifikasi di Laboratorium Biologi Tanah. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Terdapat beberapajenis mikroorganisme yang didapat, yaitu dari genus Bacillus. Aeromonas. Micrococcus. Mycobacterium, dan Enterobacter dengan total 7,183 x 10 6. Kata kunci: Eksplorasi, identifikasi, kelapa sawit, mikroorganisme ABSTRACT The main role of bacteria and fungi in soil is to decompose dead organic matter, which then forms soil. However, not all fungi are beneficial. Under certain conditions, bacteria and fungi can also be harmful by causing disease. The aim of this study is to explore soil bacteria and fungi and determine the diversity of bacteria and fungi found in oil palm plantations on the ITSI Medan campus. Soil samples were taken using a proportional random sampling method on an area of 6. 7 Ha. There are 2 soil sample points in every 7 trees taken inside and outside the disc. Microorganisms were identified in the Soil Biology Laboratory. Agrotechnology Study Program. Faculty of Agriculture. University of North Sumatra. There are several types of microorganisms obtained, namely from the genus Bacillus. Aeromonas. Micrococcus. Mycobacterium, and Enterobacter with a total of 7. 183 x 106. Keywords: Exploration, identification, oil palm, microorganisms Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 PENDAHULUAN Selain itu, biota tanah berperan dalam siklus karbon, siklus nutrisi, struktur tanah, peraturan biotik, dan mutualisme yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman (Ritz dkk. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq. adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan . Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak terbesar di dunia. Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra. Jawa, dan sulawesi. Perkebunan kelapa sawit adalah salah satu faktor penting dalam perekonomian Indonesia. Untuk mendapatkan kelapa sawit yang berkualitas tinggi maka diperlukan suatu faktor pendukung, salah satunya adalah faktor kesuburah tanah (Fauzi, 2. Tanah merupakan tempat tinggal bagi Mikroorganisme dalam tanah berperan sangat penting bagi kesuburan tanah. Perannya tidak hanya dalam mentransformasi senyawa kimia tetapi juga sebagai sumber nutrisi dan mineral. Mikroorganisme tanah adalah bagian hidup dari bahan organik tanah. (Oji dkk, 2. Tanah merupakan suatu ekosistem yang mengandung berbagai jenis mikroba dengan morfologi dan sifat fisiologi yang berbeda-beda. Jumlah tiap kelompok mikroba sangat bervariasi. Banyaknya mikroba berpengaruh terhadap sifat fisik dan kimia tanah serta pertumbuhan tanaman (Hastuti dan Ginting, 2. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan, disegala lingkungan hidup manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik, dan atmosfer . serta makanan, dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia, tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal Mikroorganisme menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. Mikroorganisme tanah kurang dari 5% bahan organik dalam tanah, meski berperan dalam setidaknya tiga fungsi penting di tanah dan Mikroorganisme ini merupakan sumber karbon, nitrogen, fosforus, dan belerang yang labil, penyerap karbon, nitrogen, fosforus, dan sulfur secara langsung dan agen transformasi nutrisi dan degradasi pestisida. METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah tanah. Nacl. Nutrien Agar. Potato dextrose agar, aquadest, kristal violet, yodium, safranin, dan alkohol. Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah bor tanah, rotamixer, shaker, autoklaf, mikroskop, timbangan, erlenmeyer, kantong plastik, tabung reaksi, pipet tetes, cawan petri, kaca preparat, jarum ose, bunsen, laminar air flow, inkubator dan magnetic stirer. Desain Penelitian dan Analisa Data Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi lapangan serta melakukan uji di Penelitian deskriptif kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deksriptif. Pengambilan sample tanah menggunakan metode proposive random sampling pada lahan seluas 6,7 Ha. Tiap 7 pohon terdapat 2 titik sampel tanah yang diambil di dalam dan di luar piringan. Kemudian sample tanah di identifikasi di Laboratorium Biologi Tanah Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dengan menggunakan media nutrien agar dan media potato dextrose agar dan diinkubasi selama 24-42 jam. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang telah dilakukan di laboratorium Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan metode pengenceran 10Oe1 -10Oe8 beserta pewarnaan gram didapatkan hasil 5 jenis koloni bakteri dan 5 jenis koloni Karakteristik Mikroskopis dan Makroskopis Bakteri Berdasarkan karakteristik bakteri secara makroskopis dan mikroskopis diperoleh 5 Enterobacter. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Mycobacterium. Micrococus. Bacilus dan Aeromonas. dengan jumlah total 7,183 x 106 . Karakteristik Maksroskopis Mikroskopis Bakteri Tanah Kebun Kelapa Sawit ITSI. Ordo Famili Gen : Aktinomisetales : Mycobacteriaceae : Mycobacterium Enterobacter Berdasarkan pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa koloni berbentuk timbul pada isolat, elevasi timbul (Gambar . Permukaan mengkilap, tepi koloni rata, dan berwarna putih susu. Hasil pengamatan mikroskopis, memiliki bentuk sel basil . , bersifat Gram positif, dan tidak memiliki endospora (Gambar . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat termasuk ke dalam Genus Enterobacter sesuai dengan identifikasi bakteri oleh (Holt , 1994. Buchanan dan Gibbons, 1. pada BergeyAos Manual Determinative ycEa Bacteriology 7 edition. Dimana Genus Enterobacter memiliki ciri-ciri Gram positif, anaerob fakultatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora bakteri dari keluarga Enterobacteriaceae. Genus Enterobacter motil, sel- sel berbentuk batang, memiliki flagela Beberapa genus Enterobacter memfermentasi glukosa dan laktosa sebagai sumber karbon. Gas yang dihasilkan dari proses metabolisme, tetapi mereka tidak menghasilkan hydrogen sulfide. Genus Enterobacter sp memproduksi Indole Acetic Acid (IAA) berperan dalam pembentukan jaringan akar. (Ogbo dan Okonkwo, 2. Mycobacterium Berdasarkan makroskopis, isolat menunjukkan bahwa koloni berbentuk bulat, permukaan koloni mengkilap, elevasi rata, tepi koloni berombak dengan warna putih kekuningan (Gambar . Hasil pengamatan mikroskopis memiliki bentuk sel batang . , bersifat gram positif, dan tidak terdapat endospora (Gambar . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat termasuk ke dalam Genus Mycobacterium sesuai dengan identifikasi bakteri oleh (Holt dkk. , 1. pada BergeyAos Manual Determinative Bacteriology 7ycEa edition. Dimana genus Mycobacterium merupakan famili dari Mycobacteriaceae yang berbentuk batang, lurus atau sedikit melengkung. Dua spesies parasit obligat dan tidak dapat dikultivasi dari tempat hidupnya. Spesies lain dapat tumbuh pada semua media. Mycobacterium sp telah diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sering disebut Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau rhizobakteria pemicu pertumbuhan tanaman. Gambar 1. Makroskopis Mycobacterium Gambar 3. Makroskopis Enterobacter Gambar 2. Mikroskopis Mycobacterium Klasifikasi Mycobacterium Kingdom : Bacteria Filum : Cyanobacteria Gambar 4. Mikroskopis Enterobacter Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Klasifikasi Enterobacter Kingdom : Bacteria Filu : Proteobacteria Ordo : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Enterobacter Aeromonas Berdasarkan pengamatan makroskopis, isolat menunjukkan bahwa koloni berbentuk bulat, elevasi timbul, permukaan koloni kasar, dan tepi koloni rata dengan warna putih susu (Gambar . Hasil pengamatan mikroskopis memiliki bentuk sel basil . , bersifat Gram positif, dan tidak memiliki endospora (Gambar . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat termasuk ke dalam Genus Aeromonas sesuai dengan identifikasi bakteri oleh (Holt dkk, 1. pada BergeyAos Manual of Determinative Bacteriology 7ycEa edition. Dimana Genus Aeromonas merupakan famili dari Enterobacteriaceae, berbentuk batang dengan ukuran 3 m. Bersifat motil dan bergerang dengan flagella. Gram- negatif. Katalase-positif. Fermentasi dengan memproduksi ya2 ycC, yaycC 2 dan 2,3butilglycol. Methil Red negatif. Terkadang dapat memfermentasi laktosa. Kebanyakan spesies ini terdapat di air, tanah dan beberapa spesies pathogen. Micrococcus Berdasarkan pengamatan makroskopis, isolat menunjukkan koloni berbentuk bulat, elevasi timbul, permukaan koloni mengkilap, dan tepi koloni berlekuk dengan warna kuning susu (Gambar . Hasil pengamatan mikroskopis, isolat memiliki bentuk sel bulat . , bersifat Gram positif dan tidak memiliki endospora (Gambar . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat termasuk ke dalam Genus Micrococcus sesuai dengan identifikasi bakteri oleh (Holt , 1994. Robert dkk. , 1. pada BergeyAos Manual of Determinative Bacteriology 7ycEa edition. Dimana Micrococcus memiliki ciriciri Gram positif, berbentuk coccus . yang kadang-kadang berpasangan dan tidak membentuk spora dan kemampuan bakteri memfermentasi 3 gula sebagai sumber karbon. Genus Micrococcus banyak terdapat di lapisan perakaran tanaman dan dapat meningkatkan fosfat tersedia pada tanah. Menurut (Saraswati. Adanya bakteri Micrococcus yang ditemukan dapat meningkatkan ketersediaan hara fosfat dalam tanah dan memacu pertumbuhan akar. Gambar. 7 Makroskopis Aeromonas Gambar 5. Makroskopis micrococcus Gambar. 8 Mikroskopis Aeromonas Klasifikasi Aeromonas Kingdom : Bacteria Filum : Gammaproteobacteria Ordo : Aeromonadales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Aeromonas Gambar 6. Mikroskopis micrococcus Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Bacillus sp. Aspergillus sp2. Trichoderma sp. , dan Rizhopus sp. dengan jumlah total 24 x 105 . Berdasarkan pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa koloni berbentuk bulat, elevasi rata, permukaan mengkilap, dan tepi koloni berombak ditunjukkan pada isolat (Gambar . Warna pada isolat berwarna putih Hasil pengamatan mikroskopis memiliki bentuk sel basil . , bersifat Gram positif dan memiliki endospora (Gambar . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa isolat termasuk ke dalam Genus Bacillus sesuai dengan identifikasi bakteri oleh (Holt dkk. Buchanan dan Gibbons, 1. pada BergeyAos Manual Determinative ycEa Bacteriology 7 Dimana genus Bacillus memiliki ciri-ciri berbentuk batang, dapat dijumpai di tanah dan air termasuk pada air laut. Beberapa jenis menghasilkan enzim ekstraseluler yang dapat menghidrolisis protein Bacillus membentuk endospora. Gram positif, bergerak dengan adanya flagel eritrikus, dapat bersifat aerobik atau fakultatif anaerobik serta bersifat katalase positif (Pelczar dkk. , 1. Aspergillus sp 1. Berdasarkan pengamatan makroskopis isolat menunjukkan bahwa koloni berbentuk butiran bulat kasar berwarna hitam (Gambar Hasil pengamatan mikroskopis memiliki konidia berbentuk semi bulat, dinding konidia halus, dinding konidiofor yang tebal serta memiliki fesikel (Gambar . Hal ini sesuai dengan penelitian (Syaifuddin, 2. Aspergillus merupakan spesies yang telah tersebar luas, dikarenakan spora jamur yang mudah disebarkan oleh angin. Aspergillus sp. merupakan mikroorganisme eukariot, saat ini diakui sebagai salah satu diantara beberapa makhluk hidup yang memiliki daerah penyebaran paling luas serta berlimpah di alam, selain itu jenis jamur ini juga merupakan kontaminan umum pada berbagai substrat di daerah tropis maupun subtropis (Mizana dkk. Gambar 11. Makroskopis Aspergillus sp Gambar 9. Makroskopis Bacillus Gambar 10. Mikroskopis Bacillus II. Karakteristik Mikroskopis Makroskopis Jamur Gambar 12. Mikroskopis Aspergilus sp. Klasifikasi Aspergillus sp 1 Kingdom : Fungi Filum : Amastigomycota Ordo : Moniliales Famili : Moniliaceae Genus : Aspergillus sp 1 Isolat jamur yang telah diperoleh diidentifikasi dengan berdasarkan karakter jamur secara makroskopis dan mikroskopis. Berdasarkan karakteristik jamur secara makroskopis dan mikroskopis diperoleh sebanyak 5 genus yaitu. Aspergillus sp1. Mucor Aspergillus sp 2 Hasil pengamatan secara makroskopis isolat berwarna hijau tua dengan pinggiran Koloni tersebut berwarna terang dengan Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 miselium seperti kapas (Gambar . Sedangkan secara mikroskopis menunjukkan hifa bersepta, spora bulat berwarna hitam, konidiofor tunggal, dan vesikel berbentuk bulat (Gambar . Jamur ini tersebar luas di alam. Pengamatan ini di cocokkan dengan hasil penelitian oleh (Sugui dkk. juga oleh (Gholib dan Tarmudji 2. Mereka tumbuh menghasilkan rantai konidia. Penularan konidia dapat terjadi melalui udara (Levinson dan Jawetz, 1. Aspergillus sp memiliki bulu dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam. Kepala konidia berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi bagian- bagian yang lebih longgar dengan bertambahnya umur. Konidiospora memiliki dinding yang halus dan berwarna coklat (Hidayat, 2. hingga bulat dengan warna merah kecoklatan hingga coklat cerah (Gambar . Hifa tidak berseptat kadang-kadang membentuk cabang, sporangiospora tumbuh pada seluruh bagian miselium, kolumela berbentuk bulat,dan tidak membentuk stolon. koloni Mucor berbentuk seperti wool dan dengan cepat mengisi seluruh Hal ini sesuai dengan penelitian (Purwantisari, 2. Pada mulanya koloni berwarna putih kemudian abu-abu berubah menjadi kuning. Permukaannya akan tertutup dengan noda gelap ketika sporangiumnya Gambar 15. Makroskopis Mucor sp Gambar 16. Mikroskopis Mucor sp Gambar 13. Makroskopis Aspergilus sp. Klasifikasi Mucor Kingdom : Fungi Filum : Zigomycota Ordo : Mocorales Famili : Mucoraceae Genus : Mucor Gambar 14. Mikroskopis Aspergilus sp. Klasifikasi Aspergillus sp 1 Kingdom : Fungi Filum : Amastigomycota Ordo : Moniliales Famili : Moniliaceae Genus : Aspergillus sp 1 Trichoderma Sp Hasil pengamatan secara makroskopis isolat berwarna hijau tua memenuhi petri dengan permukaan bagian tengah berwarna putih (Gambar . Sedangkan secara mikroskopis Jamur Trichoderma sp. (Gambar . memiliki ciri-ciri morfologi miselium bersepta, konidioforanya bercabang dengan arah yang berlawanan, konidianya berbentuk bulat atau oval, satu sel melekat satu sama lain, dan berwarna hijau terang (Devi dkk, 2. Hal ini sesuai dengan penelitian (Noerfitryani dan Hamzah 2. Mucor sp. Secara makroskopis memiliki ciri-ciri warna koloni bagian atas miselium berwarna hijau tengah dan pinggiran berwarna putih, tekstur koloni kering, permukaan koloni seperti kering menyerupai butiran pasir (Gambar . Sedangkan secara mikroskopis Mucor sp. memiliki ciri-ciri konidia berbentuk semi bulat Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Trichoderma dekomposer, ia juga dapat bertindak sebagai agens hayati. Cendawan Trichoderma sp merupakan mikroorganisme tanah bersifat saprofit yang secara alami menyerang cendawan patogen dan bermanfaat bagi Cendawan Trichoderma sp. merupakan salah satu jenis cendawan yang biasa ditemukan hampir pada semua jenis tanah dan pada berbagai habitat yang merupakan salah satu jenis cendawan yang dapat dimanfaatkan sebagai agen hayati pengendali patogen tanah (Loekas dkk, 2. lain dari jamur ini mempunyai hifa yang ceonositik, oleh karena itu jamur ini tidak Stolon atau miselum dari jamur Rhizopus sp ini meyebar diatas substrat nya karena hifa jamur ini adalah Vegetative. Jamur Rhizopus sp bereproduksi dengan cara aseksual dan memproduksi sporangifor bertangkai. Sporangifornya bepisah dari hifa dengan hifa yang yainnya oleh sebuah dinding seperti septa. (Santoso, 2. Gambar 19. Makroskopis Rhizopus sp Gambar 17. Mikroskopis Trichoderma sp Gambar 20. Mikroskopis Rhizopus sp Klasifikasi Rhizopus Kingdom : Micetae Kelas : Zygmycetes Ordo : Mucolares Famili : Mucoraceae Genus : Rhizopus Gambar 18. Mikroskopis Trichoderma Sp Klasifikasi Trichoderma Kingdom : Fungi Kelas : Deuteromycetes Ordo : Monilialis Famili : Moniliaceae Genus : Trichoderma KESIMPULAN Penelitian ini mendapatkan 2 jenis mikroogranisme tanah, yaitu bakteri dan jamur. 5 jenis bakteri yaitu bakteri Mycobacterium, bakteri Enterobakter, bakteri Micrococus, bakteri Aeromonas dan bakteri Bacillus yang telah teridentifikasi dengan jumlah total 7,183 x 106 serta 5 jenis jamur yaitu jamur Aspergillus sp, jamur Mucor sp. , jamur Aspergillus sp. jamur Trichoderma sp. , dan jamur Aspergillus sp yang telah teridentifikasi dengan jumlah total 24 x 105. Rhizopus Hasil pengamatan secara makroskopis warna koloni coklat menghitam dengan tekstur seperti pasir halus(Gambar . Sedangkan hasil pengamatan mikroskopis stolonnya berdinding halus atau agak kasar dan hampir tidak berwarna, sporangiospora jamur ini berbentuk bulat, hampir bulat dan terdapat garis pada permukaannya(Gambar . Hal ini sesuai dengan penelitain (Andreas, 2. Jamur Rhizopus sp adalah fungi yang merupakan filum zigomicota ordo mucolares. Ciri khas jamur ini mempunyai hifa yang membentuk rhizoid yang nempel ke substrat. Adapun ciri Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 14 No. 1 Tahun 2026 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 DAFTAR PUSTAKA