KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 https://bestjournal. id/index. php/kovalen Uji Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fitokimia Daun Benalu (Loranthus ferrugineus Roxb. ) yang Tumbuh pada Ketinggian Tempat dan Inang Berbeda [Activity Antioxidant Test and Phytochemical Content of Mistletoe Leaves (Loranthus ferrugineus Roxb. ) Growing at Different Altitudes and Host Type. SeswitaA. Ardi. Auzar Syarif Departemen Agronomi. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas. Padang. Sumatera Barat 25175 Abstract. Restrictions on synthetic antioxidants in several countries have caused the global community to switch to using natural antioxidants. One source of natural antioxidants is mistletoe leaves (Loranthus ferrugineus Roxb. The presence of mistletoe in a place and host is an important aspect to pay attention to to get the best This research aims to determine the effect of different altitudes and host types on the antioxidant activity and phytochemical content of mistletoe leaves. This research was structured in a split-plot design with 2 factors, namely altitude . owland and medium lan. and host types . vocado, lime, cocoa, and dogfrui. Antioxidant activity test using the DPPH . ,2-diphenyl-1-picrylhydrazy. method and phytochemical screening using reagents. Variables observed included extract yield percentage, antioxidant activity (IC50 valu. , and phytochemical The results showed that altitude and host type significantly affected the antioxidant activity of mistletoe Mistletoe leaves in avocado hosts in the lowlands and medium land showed the best antioxidant activity, namely 155,94 AAg/mL and 156,25 AAg/mL in the weak antioxidant category, and the highest phytochemical content, namely flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and steroids. Keywords: Altitudes, antioxidants, host, mistletoe, phytochemical Abstrak. Pembatasan penggunaan antioksidan sintetis di beberapa negara menyebabkan masyarakat global beralih menggunakan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami adalah daun benalu (Loranthus ferrugineus Roxb. Keberadaan benalu pada suatu tempat dan inang merupakan aspek penting yang diperhatikan untuk mendapatkan antioksidan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat dan jenis inang berbeda terhadap aktivitas antioksidan dan kandungan fitokimia daun benalu. Penelitian ini disusun dalam split plot design dengan 2 faktor yaitu ketinggian tempat . ataran rendah dan dataran sedan. dan jenis inang . lpukat, jeruk sambal, kakao dan jengko. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH . ,2-difenil1-pikrilhidrazi. dan skrining fitokimia menggunakan pereaksi. Peubah yang diamati meliputi persentase rendemen ekstrak, aktivitas antioksidan . ilai IC. dan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat dan jenis inang berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan daun benalu. Daun benalu pada inang alpukat di dataran rendah dan dataran sedang menunjukkan aktivitas antioksidan terkecil yaitu 155,94 AAg/mL dan 156,25 AAg/mL dengan kategori antioksidan lemah dan kandungan fitokimia terbanyak yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Kata kunci: Ketinggian tempat, antioksidan, inang, benalu, fitokimia Diterima: 20 Juli 2024. Disetujui: 9 Agustus 2024 Sitasi: Seswita. Ardi. Syarif. Uji Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Fitokimia Daun Benalu (Loranthus ferrugineus Roxb. yang Tumbuh pada Ketinggian Tempat dan Inang Berbeda. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 135-146. Corresponding author E-mail: seswitaiwit07@gmail. https://doi. org/10. 22487/kovalen. 2477-5398/ A 2024 Seswita et al. This is an open-access article under the CC BY-SA license. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. LATAR BELAKANG ketinggian tempat menyebabkan perbedaan Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam menangkal serangan radikal Ketidaksesuaian lingkungan tumbuh dapat bebas yang masuk ke tubuh (Saefudin et al. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang bersifat reaktif dan dapat merusak metabolit sekunder lebih banyak. Penelitian makromolekul pembentuk sel sehingga dapat Yulandari menyebabkan penyakit degeneratif seperti kandungan fitokimia daun benalu jeruk dari kanker, alzheimer, parkinson dan lainnya Desa Plara . ataran tingg. yaitu flavonoid, (Sayuti alkaloid, steroid, saponin dan tanin. Penelitian Rina. Berdasarkan . Nurhasnawati yaitu antioksidan sintetis dan antioksidan alami. kandungan fitokimia daun benalu jeruk dari Antioksidan sumbernya, antioksidan terbagi menjadi dua . Kampung Dulang Puti . ataran renda. yaitu flavonoid, alkaloid, steroid/triterpenoid, tanin, karsinogenk (Katrin & Atika, 2. Hal ini saponin dan fenolik. Perbedaan menyebabkan keragaman spesies benalu dan jenis inang. Menurut Kartika . , jenis inang bersumber dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi yang disukai benalu adalah tumbuhan berkayu, sebagai antioksidan alami tetapi belum banyak besar atau perdu, dan sebagian besar adalah diketahui oleh masyarakat adalah benalu tumbuhan penghasil buah-buahan. Setiap jenis (Loranthus Roxb. Benalu inang menyerap nutrisi yang berbeda sehingga benalu juga menyerap nutrisi yang berbeda mengobati penyakit seperti kanker, diabetes, pada setiap inang (Lim et al. , 2. Perbedaan diuretik, tukak lambung, infeksi kulit, batuk, nutrisi yang diserap akan menghasilkan produk yang berbeda termasuk aktivitas antioksidan. melahirkan dan lainnya (Mustarichie et al. Penelitian Elsyana et al. , 2016 & Endharti et al. aktivitas antioksidan daun benalu pada inang Benalu mengandung senyawa seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, steroid dan Penelitian Husna . menunjukkan aktivitas antioksidan daun benalu pada inang kakao Aktivitas setiap benalu Wulandari . IC50 AAg/mL. dengan dengan nilai IC50 133,90 AAg/mL. Penelitian Apriyelita berbeda meskipun dalam spesies yang sama. aktivitas antioksidan daun benalu pada inang Perbedaan ini disebabkan diantaranya oleh jengkol dengan nilai IC50 101,26 AAg/mL. ketinggian tempat dan jenis inang (Werdyani et Chopipah et al. menyatakan bahwa , 2. semakin rendah nilai IC50 maka semakin kuat Ketinggian tempat berhubungan dengan aktivitas antioksidannya. Penelitian mengenai aktivitas antioksidan intensitas cahaya, suhu, kelembaban dan curah hujan (Ping et al. , 2. Perbedaan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. (Loranthus ferrugineus Roxb. ) sudah banyak Prosedur Penelitian dilakukan, akan tetapi yang membandingkan Tahap persiapan berdasarkan ketinggian tempat dan jenis inang di Sumatera Barat belum banyak dilakukan. Survei dan Pengambilan Sampel Survei dilakukan untuk memastikan Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian tempat dan inang. Pengambilan sampel tempat dan inang terhadap aktivitas dan kandungan fitokimia daun benalu, serta untuk memotong batang benalu yang tumbuh di memperoleh aktivitas antioksidan . ilai IC. pohon inang menggunakan parang/pisau. terkecil dan kandungan fitokimia terbanyak Daun benalu yang diambil yaitu semua pada daun benalu dari ketinggian tempat dan daun yang sehat . ebas penyaki. dan tidak inang berbeda. Jumlah daun yang diambil per inang A 0,5 kg. Sampel daun benalu dari dataran METODE PENELITIAN rendah dengan inang berbeda dapat dilihat Bahan dan Peralatan pada Gambar 1. Bahan yang digunakan yaitu daun benalu yang berasal dari dua lokasi dengan ketinggian tempat berbeda di Sumatera Barat, yaitu dataran rendah (Kelurahan Limau Manis. Kec. Pauh. Kota Padan. dan dataran sedang (Kenagarian Kubang. Kec. Guguak. Kab. Lima Puluh Kot. serta inang berbeda . lpukat, jeruk sambal, kakao dan jengko. , etanol 96%, metanol, pereaksi meyer, asam askorbat (C6H8O. , kloroform (CHCl. , aquades, bubuk DPPH, bubuk Magnesium (M. Asam klorida Gambar 1. Daun benalu pada inang . alpukat, . jengkol, dan . jeruk sambal (HC. Besi . klorida (FeCl. , asam asetat ((CH3CO)2O), Sampel daun benalu dari dataran sedang dengan inang berbeda dapat dilihat pada (H2SO. Alat yang digunakan pada penelitian ini Gambar 2. antara lain spektrofotometer (Thermoscientific Genesys (Buch. , micropipette, pipet tetes, kertas saring, batang pengaduk, tabung reaksi, timbangan analitik, botol kaca ukuran 350 ml, botol kaca ukuran 60 ml, gelas ukur botol vial gelap 10 ml, kaca arloji, spatula, aluminium foil, blender, corong, dan botol semprot. Gambar 2. Daun benalu pada inang . kakao, . alpukat, . jengkol, dan . jeruk sambal KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. Persiapan Sampel Rendemen ekstrak dihitung dengan Persiapan sampel dimulai dengan menggunakan rumus: pembersihan daun. Daun benalu dicuci Rendemen (%)= Uji aktivitas antioksidan Uji ditempatkan di tampah untuk ditiriskan DPPH Kemudian dengan suhu (A 27 oC) tanpa terkena . ,2-difenil-1- Pembuatan Larutan DPPH Sebanyak 10 mg DPPH ditimbang cahaya matahari langsung selama 1 minggu (Yulian dan Safrijal, 2. dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 Pembuatan Simplisia mL, kemudian dilarutkan dengan pelarut Daun benalu yang telah kering dan metanol sehingga didapatkan larutan berwarna kecoklatan dipotong kecil-kecil DPPH 100 ppm sebagai larutan baku ukuran 0,5 Ae 1 cm menggunakan gunting, pembuatan larutan baku uji DPPH dengan konsentrasi 50 ppm. menggunakan ayakan ukuran 100 mesh. Simplisia dimasukkan ke dalam plastik zip x 100% . menghilangan debu dan kotoran yang Bobot ekstrak . Bobot simplisia . DPPH. Selanjutnya Pembuatan Larutan Induk Sampel Ekstrak daun benalu sebanyak 10 dan disimpan di suhu ruang. mg, dilarutkan dengan pelarut metanol Ekstraksi sampai batas dalam labu ukur 10 mL Simplisia diekstraksi dengan metode Metode maserasi dilakukan dengan konsentrasi 1000 ppm. Larutan dengan cara merendam serbuk tanaman seri uji dibuat dengan cara mengambil dan pelarut dalam wadah tertutup rapat larutan induk 1000 ppm sebanyak 50 ppm, pada suhu ruangan (Irianti et al. , 2. 100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Asam Sebanyak 30 g simplisia daun benalu askorbat digunakan sebagai pembanding direndam dengan pelarut etanol 96 % dengan konsentrasi divariasikan 5 ppm, sebanyak 300 mL dengan perbandingan 10 ppm, 15 ppm dan 20 ppm (Anastasia et 1:10 . , lalu diaduk dengan batang , 2. pengaduk dan ditutup secara keseluruhan dilakukan selama 3x24 Pengukuran Sampel Maserasi Larutan uji berbagai konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm pengadukan setiap hari. Sampel disimpan masing-masing pada suhu ruangan dan minim cahaya. dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan Hasil maserasi diuapkan menggunakan ditambahkan 4 mL larutan DPPH 50 ppm. alat rotary vacum evaporator Buchi pada Campuran diaduk hingga homogen dan suhu A 40oC dengan tekanan 175 mBar sampai diperoleh ekstrak kental (Susanty ruangan gelap. Absorbansi dari masing- et al. , 2. masing konsentrasi larutan uji dan blanko KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. diukur pada panjang gelombang 517 nm Identifikasi Tanin (Yulian & Safrijal, 2. Besarnya Larutan sampel sebanyak 2 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu dihitung dengan rumus: % Inhibisi= AKontrol-ASampel AKontrol ditambahkan dengan FeCl3 1% 2 tetes. x 100% Warna hijau kehitaman menunjukkan . adanya tanin katekol dan warna biru Keterangan: A Kontrol = Absorbansi tidak mengandung A Sampel = Absorbansi mengandung sampel kehitaman menunjukkan adanya tanin galat (Mauludiyah et al. , 2. Identifikasi Triterpenoid dan Steroid Nilai % inhibisi dari perhitungan Lapisan kroloform sebanyak 2 mL digunakan untuk menentukan nilai IC50 dari setiap variasi konsentrasi larutan uji. anhidrat sebanyak 0,5 mL. Kemudian Nilai IC50 dihitung dengan menggunakan ditambahkan 2 mL asam sulfat pekat persamaan regresi linear. Y = ax b X adalah konsentrasi sampel dan Y Adanya triterpenoid ditandai dengan terbentuknya cincin merah bata pada perbatasan Skrining fitokimia berwarna hijau (Sinulingga et al. , 2. adalah nilai % inhibisi (Wulandari, 2. Identifikasi Flavonoid Larutan sampel sebanyak 2 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 2 mL HCl 2N dan serbuk Mg, lalu diamati perubahan warna Persentase Rendemen Ekstrak Ketinggian Identifikasi Alkaloid rendemen ekstrak daun benalu. Persentase menjadi merah (Iskandar, 2. Larutan sampel sebanyak 2 mL HASIL DAN PEMBAHASAN dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ketinggian tempat dan jenis inang berbeda ditambahkan dengan 1 mL HCl 2N dan 6 menunjukkan bahwa pada dataran rendah, selama 2 menit, didinginkan dan disaring. persentase rendemen ekstrak daun benalu dari Filtrat diperiksa dengan pereaksi Mayer inang alpukat dan kakao lebih tinggi daripada dan diamati terbentuknya endapan putih (Bhernama, 2. 20,17A0,17% dan 20,27A0,07%. Pada dataran Identifikasi Saponin Larutan sampel sebanyak 2 mL Tabel Tabel dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan 22,18A0,09%. Rendemen ekstrak paling sedikit ditambahkan aquades. Kemudian dikocok didapatkan pada inang jengkol di dataran vertikal selama 10 detik. Hasil uji positif rendah yaitu 14,97A0,14%. jika timbul busa stabil selama 10 menit (Safrudin & Nurfitasari, 2. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. Tabel 1. Persentase rendemen ekstrak daun benalu pada ketinggian tempat dan jenis inang berbeda. Ketinggian Tempat Dataran Inang Dataran Sedang Rendah diperoleh pada inang kakao dan diikuti oleh 20,17A0,17 a 18,93A0,07 b Alpukat Jeruk 18,87A0,20 b 17,17A0,14 d 20,27A0,07 a 22,18A0,09 a Kakao 14,97A 0,14 c 18,13A0,14 c Jengkol KK Ketinggian Tempat =0,73% KK Inang = 0,65% Secara morfologi, kakao dan alpukat memiliki inang alpukat. Hasil rendemen ekstrak benalu pada inang kakao ini lebih tinggi dibandingkan hasil penelitian Pratama et al. yang memperoleh rendemen ekstrak sebesar 2,33%. percabangan dan tajuk yang rindang serta diameter ranting yang besar sehingga menjadi Diameter ranting inang mengatur populasi benalu, di mana tanaman inang tanpa cabang cenderung tidak menjadi inang tanaman benalu Angka-angka pada kolom yang sama diikuti oleh huruf kecil yang sama dan angka-angka pada baris yang sama diikuti oleh huruf besar yang sama menunjukkan pengaruh tidak nyata pada uji DNMRT taraf =5%. Data disajikan dengan nilai rata-rata A SD. (Okubamichael et al. Arruda et al. , 2013 dalam Muche et al. , 2. Grafik persentase rendemen ekstrak Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui daun benalu pada ketinggian tempat dan jenis inang berbeda dapat dilihat pada Gambar 1. Rendemen (%) Dataran Dataran Dataran Dataran Dataran Dataran Dataran Dataran rendah sedang rendah sedang rendah sedang rendah sedang Alpukat Jeruk Sambal Kakao Jengkol Gambar 1. Grafik persentase rendemen ekstrak daun benalu pada ketinggian tempat dan inang Pada Gambar 1 terlihat bahwa benalu hidup pada inang kakao dan jengkol memiliki yang hidup pada inang alpukat dan jeruk nilai rendemen ekstrak yang lebih tinggi di sambal memiliki nilai rendemen ekstrak yang dataran sedang dibandingkan dataran rendah. lebih tinggi di dataran rendah dibandingkan Perbedaan nutrisi yang diserap oleh benalu dataran sedang. Sementara itu, benalu yang dari inang serta adanya pengaruh lingkungan KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. menunjukkan nilai IC50 paling kecil yaitu 155,94A0,50 AAg/mL dan 156,25A0,39 AAg/mL jumlah yang berbeda pula dari setiap inangnya diikuti inang kakao di dataran rendah yaitu meskipun benalu tersebut dalam spesies yang 193,51A2,46 AAg/mL dengan kategori aktivitas sama (Wardani et al. , 2. antioksidan lemah, sedangkan daun benalu Selain faktor ketinggian tempat dan pada inang jeruk sambal dan jengkol memiliki inang, hasil rendemen ekstrak daun benalu nilai IC50 tertinggi di dataran rendah dan juga dipengaruhi oleh proses ekstraksi. Prinsip sedang, dengan kategori aktivitas antioksidan kerja ekstraksi adalah memisahkan komponen sangat lemah. Semakin kecil nilai IC50 maka yang terkandung dalam bahan yang diekstraksi dengan menggunakan pelarut tertentu. Faktor Sebaliknya, semakin besar nilai IC50 maka semakin lemah aktivitas antioksidannya (Zela et al. , 2. Menurut Yuliani et al. ektsraksi, ukuran simplisia, jenis pelarut, lama dalam Susiloningrum & Desi . , kategori aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 konsentrasi pelarut, nisbah bahan baku-pelarut yaitu sangat kuat (IC50 <50 AAg/mL), kuat (IC50 (Wati et al. , 2. , volume pelarut (Aziz et al. 51-100 AAg/mL), sedang (IC50 101-150 AAg/mL), 2. , suhu, pH dan tekanan pada saat lemah (IC50 151-200 AAg/mL), dan sangat lemah ekstraksi (Bakar et al. , 2. (IC50 >200 AAg/mL). (Hidayati Pada penelitian ini, metode ekstraksi Metode Tabel 2. Nilai IC50 ekstrak daun benalu pada ketinggian tempat dan inang berbeda. senyawa aktif pada suatu bahan yang bersifat Inang sederhana yaitu merendam serbuk simplisia dalam pelarut (Asworo et al. , 2. Ukuran simplisia yang kecil, jenis pelarut yang tepat Alpukat Ketinggian Tempat Dataran Dataran Rendah Sedang AAg/mL. 155,94A0,50 c 237,38A0,44 a 193,51A2,46 b 243,75A0,54 a 156,25A0,39 c 235,28A10,67 b 244,89A0,54 a 231,57A1,20 b tanol 96%, pelarut polar untuk ekstrak Jeruk dengan perbandingan 1:10 . , dan Kakao waktu maserasi 3x24 jam menjadi faktor Jengkol penting yang menjadikan rendemen ekstrak Asam 24,65A0,12 Askorbat KK Ketinggian Tempat = 2,08% KK Inang = 1,76% benalu pada ketinggian tempat dan inang Data nilai IC50 Angka-angka pada kolom yang sama diikuti oleh huruf kecil yang sama dan angka-angka pada baris yang sama diikuti oleh huruf besar yang sama menunjukkan pengaruh tidak nyata pada uji DNMRT taraf =5%. Data disajikan dengan nilai rata-rata A SD. Kategori aktivitas antioksidan. IC50 <50 AAg/mL (Sangat kua. IC50 50-100 AAg/mL (Kua. IC50 101150 AAg/mL (Sedan. IC50 151-200 AAg/mL (Lema. IC50 >200 AAg/mL (Sangat lema. (Molyneux, 2. ekstrak daun benalu pada ketinggian tempat Pada Tabel 2 terlihat bahwa benalu yang dan inang berbeda dapat dilihat pada Tabel 2. hidup pada inang alpukat memiliki nilai IC50 Nilai IC50 ekstrak daun benalu pada inang yang lebih kecil dibandingkan dengan inang alpukat di dataran rendah dan dataran sedang Hal ini disebabkan alpukat mampu (>10%) menurut Farmakope Herbal Indonesia. Kandungan Antioksidan Aktivitas dinyatakan dalam nilai IC50. KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. Semakin dekat nilai antioksidan suatu bahan sehingga kondisi ini menciptakan iklim mikro dengan nilai antioksidan asam askorbat maka yang baik bagi benalu. Benalu yang hidup pada inang yang subur akan menyerap nutrisi dari (Molyneux, 2. inang (Muche et al. , 2. sehingga dapat maksimal, termasuk antioksidan. Akan tetapi. IC50 dibandingkan penelitian Wulandari . yang memperoleh kandungan antioksidan ekstrak benalu Scurrula ferrugineus pada inang alpukat di dataran rendah Limau Manis. Padang . m dp. sebesar 117,8 AAg/mL . ategori aktivitas Pada penelitian ini, nilai IC50 ekstrak daun benalu dibandingkan dengan nilai IC50 asam Asam askorbat merupakan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat Penggunaan bahan yang telah diketahui aktivitas antioksidannya tinggi harus dijadikan Skrining fitokimia merupakan uji kualitatif dengan menggunakan pereaksi. Indentifikasi senyawa dilakukan secara visualisasi dengan melihat perubahan warna setelah ditambahkan Hasil skrining fitomikia daun benalu pada ketinggian tempat dan jenis inang berbeda antioksidan sedan. Kandungan Fitokimia (Julizan. Berdasarkan hasil penelitian, nilai IC50 ekstrak daun benalu yang mendekati IC50 asam askorbat yaitu ekstrak daun benalu pada inang alpukat di dataran rendah dan dataran sedang. dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun benalu pada menunjukkan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berbeda. Secara keseluruhan ekstrak daun benalu mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid dan steroid. Pada dataran rendah ekstrak daun benalu pada semua inang mengandung 5 senyawa metabolit sekunder. Sedangkan di dataran sedang, ekstrak daun benalu pada inang kakao dan jengkol hanya mengandung 4 senyawa metabolit sekunder. Tabel 3. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun benalu pada ketinggian tempat dan jenis inang berbeda. Ketinggian Tempat Inang Flavonoid Alkaloid Senyawa Tanin Saponin Alpukat Jeruk Dataran Kakao Jengkol Alpukat Jeruk Dataran Kakao Jengkol Keterangan : ( ) mengandung senyawa (-) tidak mengandung senyawa. Triterpenoid Steroid KOVALEN: Jurnal Riset Kimia, 10. , 2024: 135-146 Seswita et al. Dataran rendah memiliki intensitas cahaya yang lebih tinggi serta flavonoid (Astiti, 2. kelembaban yang lebih rendah dibandingkan dataran sedang (Lestari et al. , 2. Kondisi ini KESIMPULAN Hasil pertumbuhan dan perkembangan inang dan kandungan fitokimia ekstrak daun benalu pada Jenis inang yang berbeda juga memiliki tingkat stress lingkungan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa ketinggian tempat dan tentu juga akan mempengaruhi nutrisi dan air jenis inang mempengaruhi aktivitas antioksidan yang diserap oleh benalu dari inang. Ketika dan senyawa yang dikandungnya. Daun benalu inang berada pada kondisi kekeringan maka pada inang alpukat di dataran rendah dan dataran sedang menghasilkan nilai IC50 terkecil Hal ini disebabkan karena benalu yaitu 155,94 AAg/mL dan 156,25 AAg/mL dengan memiliki transpirasi yang tinggi sehingga kategori aktivitas antioksidan lemah serta membutuhkan banyak air dari inangnya (Bowie & Ward, 2004 dalam Muche et al. , 2. Selain flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. itu, pada kondisi tanah yang berbeda yang menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi pada inang juga menyebabkan gangguan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis nutrisi pada benalu. Pada keadaan stress kepada Kepala dan Analis Laboratorium Kimia tumbuhan akan memacu produksi metabolit Organik dan Bahan Alam. Departemen Kimia, sekunder lebih banyak untuk melangsungkan Fakultas hidupnya (Isah, 2. Universitas Andalas yang telah memfasilitasi Flavonoid dan tanin adalah dua senyawa Matematikan Ilmu Alam, pelaksaan penelitian ini. metabolit sekunder yang terdapat pada semua ekstrak daun benalu dari ketinggian tempat dan jenis inang berbeda. Flavonoid dan tanin merupakan kelompok besar senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Aktivitas disebabkan oleh senyawa fenolik sebagai polifenol atau fenol sederhana. Semakin besar kandungan senyawa fenolik maka semakin besar aktivitas antioksidan pada tumbuhan (Palekahelu, 2. Antioksidan yang berasal dari tumbuhan berperan dalam menghambat atau menunda kerusakan oksidatif akibat radikal bebas penyebab penyakit degeneratif (Ojha et al. , 2. Flavonoid dihasilkan oleh semua tumbuhan hijau, kecuali alga. Hampir DAFTAR PUSTAKA