PERAN PERBEKEL DALAM PENGENDALIAN KONFLIK DI DESA KUBUTAMBAHAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Oleh : Putu Ermy Haryanti1 dan Putu Agustana2 Abstraksi Konflik sosial merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerja antara individu dan kelompok. Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Suatu organisasi sebagai sistem terbuka yang berada dalam ruang lingkupnya sudah tentu dapat menerima pengaruh dari lingkungan itu sendiri. Demikian halnya Desa sebagai suatu lembaga juga tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Dalam hal ini peran pemimpin seperti halnya Perbekel menjadi sangat penting dalam menanggulangi suatu konfik. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1. Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendalian konflik bersifat preventif telah menjalankan peran melalui : Pemberian edukasi atau pendidikan, mengedukasi ini adalah menyadarkan masyarakat, dari yang tidak mau menjadi mau, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pemberian sosialisasi, sosialiasai dilaksanakan menjelang hari raya maupun saat ada kegiatan warga yang melibatkan banyak orang. Pengawasan dilaksanakan secara rutin dengan mengawasi tingkah laku, atau interaksi sosial masyarakat. Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendalian konflik bersifat refrensif juga sudah berperan dengan baik yang dilaksanakan dalam pengendalian konflik melalui : . Pemberian teguran dan . Pemberian petunjuk / nasehat. Kata Kunci : Perbekel. Kepemimpinan. Pengendalian Konflik. Alumni FISIP UNIPAS Staf Pengajar FISIP UNIPAS Pendahuluan Dalam kehidupan bersama konflik sebagai bentuk proses sosial tidak bisa Konflik sosial merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerja antara individu dan kelompok. Konflik menurut definisi Coser adalah perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan-tuntutan berkenaan dengan status, kuasa dan sumber-sumber kekayaan yang persediaannya tidak mencukupi dimana pihak-pihak yang berselisih tidak hanya berselisih untuk Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 70 memperoleh barang yang diinginkan melainkan juga memojokan atau menghancurkan lawan mereka (Soekanto. Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Supaya potensi konflik tidak menjadi masalah konflik dibutuhkan pengendalian. Sebenarnya pengendalian konflik dapat dilakukan baik sebelum terjadinya kasus konflik maupun setelah penyelesaian konflik. Pengendalian sosial adalah proses mengajak atau memaksa anggota masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai sosial yang berlaku dengan tujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dengan perubahan yang terjadi dimasyarakat, (Ismail, 2011:. Salah satu peran penting pemimpin adalah melakukan pengelolaan terhadap konflik. Melalui kepemimpinannya ini diharapkan seorang pemimpin dapat memberikan hasil yang terbaik serta maksimal terhadap masyarakatnya. Pemimpin yang baik Audapat menghadirkan perilaku yang bijaksana, serta mampu mengatur tatanan sosial kemasyarakatan melalui berbagai kebijakan yang benar dan dirasa adil oleh seluruh komponen masyarakat (Sandiasa & Widnyani, 2017: Kepemimpinan juga harus memiliki kemampuan serta memberikan contoh yang baik terhadap masyarakatnya. Kemampuan disini untuk mempengaruhi masyarakat agar melaksanakan perintah para pemimpinnya. Perbekel juga diharapkan mampu dalam pengelolaan konflik, karena perbekel besentuhan langsung dengan masyarakat dan memiliki kemampuan kemampuaan khusus dalam mempengaruhi masyarakat. Jabatan tertinggi di desa yang memiliki wewenang untuk mengatur jalannya pemerintahan desa adalah Perbekel/Kepala Desa. Menurut Anotlov dan Cederroth, . Kepala Desa adalah Auorang yang mempunyai kekuasaan yang sah menyangkut urusan desa. Melalui kekuasaan yang dimiliki. Kepala Desa berpengaruh besar terhadap warga masyarakatnya. Biasanya mereka sosok yang disegani atau dianggap memiliki pengaruh besar dalam masyarakatnya. untuk mengatur jalannya kepemimpinan terdapat struktur organisasi pemerintahan desaAy (Astreawan,& Ardana, 2. Berbagai peranan yang dimiliki oleh Perbekel yang harus dijalankan sebagaimana mestinya. Menurut Koentjaraningrat, . AuPeranan dapat Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 71 dikatakan sebagai tingkah laku seseorang yang memerankan suatu kedudukan tertentuAy. Sebagai Perbekel memiliki banyak peranan di dalam mengatur dan mengurus kepentingan Desa, karena Perbekel adalah pimpinan tertinggi yang ada di desa dan dalam melaksanakan urusan kemasyarakatan. Pemerintah Desa dituntut untuk lebih tanggap menyikapi semua permasalahan yang terjadi ditengah-tengah warganya, pemerintah desa mampu bersifat netral, dengan mengedepankan prinsip kebenaran, tanpa harus memihak. Suatu organisasi sebagai sistem terbuka yang berada dalam ruang lingkupnya sudah tentu dapat menerima pengaruh dari lingkungan itu sendiri. Demikian halnya Desa sebagai suatu lembaga juga tidak terlepas dari pengaruh Demikian halnya dengan Desa Kubutambahan menerima berbagai pengaruh luar termasuk pendatang dari berbagai daerah di nusantara dan dunia. samping itu, jauh sebelumnya saat Gunung Agung meletus . banyak keluarga dari desa-desa di kaki Gunung Agung yang mengungsi ke Desa Kubutambahan dan sekitarnya. Mereka awalnya menandu atau mengerjakan lahan-lahan kering milik desa adat setempat atau milik penduduk asli dengan imbalan bagi hasil. Ada di antara mereka masih tetap berprofesi demikian, ada juga yang sudah berkembang. Seiring dengan perkembangan era globalisasi, sektor pariwisita menjadi salah satu industri terbesar dan terkuat di dunia. karena sektor pariwisata merupakan penyumbang yang cukup besar terhadap pemasukan dan pendapatan dalam perekonomian masyarakat. Setelah kawasan Air Sanih dan sekitarnya menjadi Daerah Tujuan Wisata, maka banyak penduduk dari luar daerah kemudian tinggal dan menetap di daerah tersebut. Dengan demikian, komposisi pranata sosial Desa Kubutambahan menjadi heterogen, tidak saja asal mula dari penduduk tersebut tetapi juga etnis dan Selain etnis Bali yang umumnya beragama Hindu, di kedua desa ini bermukim juga beberapa etnis lain seperti Sasak . mumnya beragama Isla. , etnis China keturunan . gama Budha. Konghucu dan Nasran. dan bangsa-bangsa Eropa serta Amerika yang beragama Nasrani. Sehingga dapat kita jumpai saat ini. di Desa Kubutambahan ada beberapa pura dan masjid. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 72 Perkembangan kemajuan masyarakat Desa Kubutambahan, di sisi lain menimbulkan beberapa potensi konflik kepentingan antar individu, antar kelompok/golongan, antar etnis, antar agama, bahkan antar desa. Salah satu contoh adalah konflik batas-batas wilayah Desa Kubutambahan dengan Desa Bungkulan dimana ada beberapa warga masyarakat Desa Bungkulan baik secara administrasi maupun secara adat masih terdaftar di Desa Bungkulan namun bertempat tinggal di Wilayah Dusun Tegak. Desa Kubutambahan sehingga dapat terjadinya konflik antar desa diakibatkan karena tidak jelasnya batas Desa (TribataNews. Konflik akibat adat istiadat juga terjadi di Desa Kubutambahan dimana saat dilaksanakan upacara melis di Desa Adat Kubutambahan yang diwarnai dengan aksi perusakan sejumlah kendaraan milik warga yang melintas Aksi perusakan dilakukan oleh sejumlah peserta melis utama yang menyungsung . ida batara pun tanpa sengaja menyeruduk mobil tersebut sehinga bagian kaca mobil sebelah kanannya pecah, dan dihitung sebanyak 5 unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan. (TribunBali. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pemasalahan sebagai berikut : Bagaimanakah peran Perbekel dalam pengendalian konflik bersifat preventif di Desa Kubutambahan. Kecamatan Kubutambahan. Kabupaten Buleleng? Bagaimanakah peran Perbekel dalam pengendalian konflik bersifat represif di Desa Kubutambahan. Kecamatan Kubutambahan. Kabupaten Buleleng? Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Menurut Bungin . 2 : 32 ), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku yang diamati dari orang-orang yang diteliti. Sedangkan menurut Trianto . 0 : . penelitian kualitatif adalah penelitian yang percaya bahwa Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 73 kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka. Yang menjadi informan dalam penelitian ini terutama adalah Perbekel. Perangkat Desa. Ketua BPD. Ketua LPM, serta tokoh masyarakat Desa Kubutambahan. Informan tersebut ditunjuk secara purposive dengan mempertimbangkan pengetahuan mereka tentang masalah yang ditelaah. Dalam hal ini jumlah informan tidak dibatasi, melainkan disesuaikan dengan tingkat kejenuhan data, dalam artian pengembangan informan dihentikan jika data yang terkumpul telah mampu memecahkan atau menjawab masalah penelitian secara tuntas. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahapan penelitian (Hendarso,2007:. Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah : Peran Perbekel dalam pengendalian konflik yang bersifat preventif Edukasi/Pendidikan. Sosialisasi Pengawasan. Peran Perbekel dalam pengendalian konflik yang bersifat represif meliputi: Pemberian Teguran. Pemberian Petunjuk atau Nasehat. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Selanjutnya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada pendapat yang disampaikan oleh Miles dan Huberman ( Sugiyono, 2013 ), yang mengemukakan bahwa analisis data menggunakan empat tahapan yakni : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1 Peran Perbekel dalam Pengendalian Konflik bersifat Preventif Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 74 Sebagai Perbekel memiliki banyak peranan di dalam mengatur dan mengurus kepentingan Desa, karena Perbekel adalah pimpinan tertinggi yang ada di Desa dan dalam melaksanakan urusan kemasyarakatan pemerintah desa dituntut untuk lebih tanggap menyikapi dan menyelesaikan konflik yang terjadi ditengahtengah warganya, pemerintah desa mampu bersifat netral, dengan mengedepankan prinsip kebenaran, tanpa harus memihak. Konflik merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Konflik dapat bersifat tertutup . , dapat pula bersifat terbuka . Konflik berlangsung sejalan dengan dinamika masyarakat. Namun ada pula faktor-faktor di dalam masyarakat yang mudah menyulut konflik menjadi berkobar sedemikian besar, sehingga memporakporandakan rumah, harta benda lain dan mungkin juga penghuni sistem sosial tersebut secara keseluruhan. Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Supaya potensi konflik tidak menjadi masalah konflik dibutuhkan pengendalian. Sebenarnya pengendalian konflik dapat dilakukan baik sebelum terjadinya kasus konflik maupun setelah penyelesaian konflik. Konflik perlu diselesaikan melalui pengendalian bersifat preventif. Pengendalian bersifat preventif adalah pengendalian konflik yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan perilaku. Sebagaimana dalam penelitian dijelaskan sebagai berikut : 1 Edukasi Edukasi atau disebut juga dengan pendidikan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Notoadmojo, 2. Dari semua hasil wawancara dapat gambarkan peran perbekel dalam pengendalian konflik melalui edukasi atau pendidikan. Mengedukasi ini adalah menyadarkan masyarakat, dari yang tidak mau menjadi mau, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 75 Edukasi atau disebut juga dengan pendidikan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan (Notoadmojo, 2. Edukasi merupakan proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu (Suliha, 2. Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sudah semestinya usaha dalam menumbuh kembangkan pendidikan secara sistematis dan berkualitas perlu terus di upayakan, sehingga tujuan dari proses pendidikan dapat dicapai secara optimal. AuPeningkatan kualitas hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi yang dibangun oleh komponen pendidikan di sekolah, yang dapat didorong dan mendorong kinerja guru di sekolahAy (Swandewi & Ardana, 2017: Oleh karena itu pendidikan berkualitas memiliki arti penting bagi individu, pendidikan lebih jauh memberikan pengaruh yang besar terhadap kemajuan suatu Dalam konteks relasi sosial, khususnya dalam relasi antara masyarakat yang membutuhkan pendidikan pada tingkat dan jenjang tertentu melalui pendidikan formal dan pemerintah sebagai penyedia kebutuhan itu terdapat semacam muatan yang menjadi pengikat dalam relasi itu. Hubungan antara masyarakat dan pemerintah dengan salah satu muatannya adalah kebutuhan atas pendidikan dipahami dalam konteks organisasi, keberadaannya dapat dilihat dari sudut pandang muatan dalam jaringan sosial dalam suatu organisasi sosial (Agusyanto, 2. 2 Sosialisasi Sosialisasi merupakan sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari suatu generasi kegenerasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Melalui proses sosialisasi individu berusaha mengatasi konflik tuntutan dalam perkembangan sosialnya. Dari semua wawancara dapat gambarkan peran perbekel dalam pengendalian konflik melalui pemberian sosialisasi kepada warga masyarakat karena sosialisasi mencakup pemeriksaan mengenai lingkungan kultural lingkungan sosial dari masyarakat yang bersangkutan, interaksi sosial dan tingkah Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 76 laku sosial. Berdasarkan hal tersebut, sosialisasi merupakan mata rantai paling penting di antara sistem-sistem sosial lainnya, karena dalam sosialisasi adanya keterlibatan individu-individu sampa dengan kelompok-kelompok dalam satu sistem untuk berpartisipasi. Sosialisasi juga merupakan sebuah proses ketika individu mendapatkan kebudayaan kelompoknya dan menginternalisasikan sampai tingkat tertentu norma-norma sosialnya, sehingga membimbing orang tersebut untuk memperhitungkan harapan-harapan orang lain. Serta sosialisasi merupakan proses belajar, pada dasarnya sifat manusia adalah tidak akan pernah puas untuk belajar sesuatu hal yang belum diketahuinya, seperti belajar normanorma untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Seperti yang disampaikan Suyono . Sosialisasi adalah proses seorang individu belajar berintegrasi dengan sesamanya dalam suatu masyarakat menurut sistem nilai, norma, dan adat istiadat yang mengatur masyarakat yang Sedangkan proses sosialisasi menurut Soekanto . adalah proses dimana seseorang mempelajari atau dididik untuk mengetahui dan memahami norma norma serta nilai nilai yang berlaku. Dalam pengertian tersebut kita dapat melihat bahwa seseorang . mempelajari atau mengalami proses belajar. Individu tersebut mengalami proses penyesuaian diri individu ke dalam kehidupan sosial. 2 Pengawasan Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Supaya potensi konflik tidak menjadi masalah konflik dibutuhkan pengendalian sebelum terjadinya konflik melalui pengawasan. Dari pengendalian konflik melalui pengawasan terhadap tingkah laku masyarakat dengan melibatkan babinkantimbas, babinsa dan kelian banjar dinas karena pengawasan merupakan suatu usaha sistematis menetapkan standar-standar dengan tujuan perencanaan, merancang bangun sistem, umpan balik informasi, membandingkan sebenarnya dengan standar-standar yang telah ditentukan terlebih dahulu tersebut, menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 77 kemudaratannya, serta mengambil tindakan yang diperlukan yang menjamin pemanfaatan penuh sumber daya yang digunakan secara efisien dan efektif dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Seperti yang disampaikan Makmur . Pengawasan adalah suatu bentuk pola pikir dan pola tindakan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seseorang atau beberapa orang yang diberikan tugas untuk dilaksanakan dengan menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia secara baik dan benar, sehingga tidak terjadi kesalahan dan penyimpangan yang sesunagguhnya dapat menciptakan kerugian oleh lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Pengawasan dapat dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan (Concurrent Contrl. Pengawasan ini dilakukan selama suatu kegiatan Tipe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu harus dipenuhi dahulu sebelum kegiatan-kegiatan bisa dilanjutkan atau menjadi semacam peralatan Audouble checkAy yang lebih menjamin ketetapan pelaksanaan suatu kegiatan (Makmur. 1 Peran Perbekel Dalam Pengendalian Konflik Bersifat Represif. Pengendalian sosial represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya pelanggaran atau penyimpangan perilaku. Bentuk pengendalian konflik di Desa Kubutambahan dapat dilaksanakan melalui pemberian pemberian teguran, dan pemberian petunjuk atau nasehat, mapun sanksi/hukuman. Pemberian Teguran Adanya konflik dalam organisasi tidak harus dihindari melainkan harus dapat dikelola secara baik sebagai pendorong kemajuan organisasi. Pengendalian konflik di Desa Kubutambahan dilakukan melalui melalui pemberian teguran. Dari hasil wawancara dengan para informan dapat gambarkan peran perbekel dalam pengendalian konflik setelah terjadinya konflik dilakukan melalui pemberian teguran, teguran diberikan melalui teguran lisan, maupun teguran Terkait pemberian teguran atau peringatan diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan agar pelaku penyimpangan sosial sesegera mungkin menyadari kesalahannya. Teguran dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 78 Teguran dalam organisasi formal dilakukan secara bertahap. Biasanya teguran dilakukan sebanyak tiga kali secara tertulis. Jika teguran demi teguran tidak diindahkan, maka pelaku pelanggaran akan dikenakan sanksi disiplin. Seperti apa yang disampaikan Berger dalam Wahyuni . dilaksanakan dengan membujuk dan mengajak secara halus . embujuk, meray. seseorang atau kelompok agar mematuhi nilai-nilai dan norma - norma sosial yang berlaku di masyarakat. Biasanya cara ini dilaksanakan pada masyarakat yang kondisinya relatif tentram (Basrowi, 2005:. Secara lebih detail. Setiadi dan Kolip . mendefenisikan bahwa pengendalian sosial secara persuasif adalah dengan cara mempengaruhi sekelompok orang agar orang yang dipengaruhi mau melaksanakan atau tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan kehendak dari pihak yang dipengaruhi, dihimbau untuk tidak melakukan sesuatu sesuai dengan pihak yang mempengaruhi. Pemberian Nasehat/Petunjuk Pengendalian Konflik Represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya pelanggaran atau penyimpangan perilaku. Pengendalian konflik di Desa Kubutambahan dilakukan melalui melalui pemberian nasehat/petunjuk. Dari semua wawancara tersebut dapat gambarkan peran perbekel dalam pengendalian konflik setelah terjadinya konflik dilakukan melalui pemberian nasihat atau petunjuk. Konflik adalah bagian dari dinamika sosial yang selalu melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang semakin parah menjadi kekerasan. Dari hal tersebut pemberian nasehat dan petunjuk merupakan hal yang pali terpat dilakukan dalam meredam terjadinya konflik semakin meluas. Seperti apa yang disampaikan Berger dalam Wahyuni . dilaksanakan dengan membujuk dan mengajak secara halus . embujuk, meray. seseorang atau kelompok agar mematuhi nilai-nilai dan norma - norma sosial Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 79 yang berlaku di masyarakat. Biasanya cara ini dilaksanakan pada masyarakat yang kondisinya relatif tentram (Basrowi, 2005:. Secara lebih detail. Setiadi dan Kolip . mendefenisikan bahwa pengendalian sosial secara persuasif adalah dengan cara mempengaruhi sekelompok orang agar orang yang dipengaruhi mau melaksanakan atau tidak melaksanakan sesuatu sesuai dengan kehendak dari pihak yang dipengaruhi, dihimbau untuk tidak melakukan sesuatu sesuai dengan pihak yang mempengaruhi. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat ditarik simpulan sebagai berikut: Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendalian konflik bersifat preventif telah menjalankan peran melalui : . pemberian edukasi atau pendidikan, mengedukasi ini adalah menyadarkan masyarakat, dari yang tidak mau menjadi mau, serta memberikan pemahaman kepada Pemberian sosialisasi, sosialiasai dilaksanakan menjelang hari raya maupun saat ada kegiatan warga yang melibatkan banyak orang. Pengawasan dilaksanakan secara rutin dengan mengawasi tingkah laku, atau interaksi sosial masyarakat. Perbekel Desa Kubutambahan dalam pengendalian konflik bersifat refresif juga sudah menjalankan peran melalui : . Pemberian teguran dan . Pemberian petunjuk / nasehat. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, maka disarankan hal-hal sebagai Pengendalian konflik yang bersifat preventif yang sudah dilaksanakan dengan baik agar terus di dipertahankan serta prosesnya lebih di Pemerintah harus dapat membuat program rutin yang melibatkan seluruh warga masyarkat sehingga terjalin hubungan yang harmonis dari diadakannya kegiatan tersebut. Serta pengendalian konflik yang bersifat refresif yang sudah Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 11 No. 2 Ae Agustus 2019 | 80 ditingkatkan. Setiap warga harus dapat menyikapi setiap permasalahan yang muncul dengan tenang dan mencari solusi terbaik sehingga setiap permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus terjadi konflik yang merugikan kedua belah pihak. Daftar Pustaka