Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Determinan Kualitas Ibu yang Dapat Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak: Literatur Review Junisa Anggraini*1 Desheila Andarini2 Haerawati Idis3 Rini Anggraini4 1,2,3,4 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sriwijaya *e-mail: Junisaanggraini573@gmail. Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan prioritas yang sedang diprogramkan dengan serius oleh Indonesia. Terjadinya stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor ibu. Tujuan tinjauan literatur review ini adalah untuk memahami secara komprehensif determinan kualitas ibu yang mencakup aspek kondisi fisik dan kesehatan ibu, pengetahuan dan pendidikan ibu, serta pola pengasuhan yang berkontribusi terhadap stunting pada anak. Metode yang digunakan yaitu kajian literature review melalui penelusuran artikel dengan menggunakan Google Scholar dari tahun 2018-2023. Sebanyak 8 artikel digunakan dalam literatur review ini. Hasil dari literatur review ini menunjukkan bahwa Kualitas ibu yang terdiri dari keadaan kesehatan ibu, kondisi psikologis ibu, keadaan fisik ibu dari tinggi badan ibu, status gizi ibu, usia ibu, pendidikan dan pengetahuan ibu, perilaku atau sikap atau pola asuh ibu menjadi faktor yang memengaruhi stunting pada anak. Kata kunci: Determinan. Karakteristik Ibu. Kualitas Ibu. Stunting. Literatur Review Abstract Stunting is a priority health problem that Indonesia is seriously programming. The occurrence of stunting is influenced by many factors, one of which is maternal factors. This literature review aims to comprehensively understand the determinants of maternal quality, including aspects of the mother's physical condition and health, the mother's knowledge and education, and parenting patterns that contribute to stunting in children. The method used is a literature review through article searches using Google Scholar from 2018-2023. A total of 8 articles were used in this literature review. The results of this literature review show that the quality of the mother, which consists of the mother's health condition, the mother's psychological condition, the mother's physical condition from the mother's height, the mother's nutritional status, the mother's age, the mother's education and knowledge, the mother's behavior or attitude or parenting style are the factors that affect stunting in children. Keywords: Determinant. Mother's Characteristics. Mother's Qualities. Literature Review PENDAHULUAN Stunting merupakan masalah kesehatan prioritas yang sedang diprogramkan dengan serius oleh Indonesia, hal ini karena masalah stunting sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia dimasa yang akan datang. Pada tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia turun dari tahun sebelumnya yaitu dari 24,4% menjadi 21,6 %, akan tetapi angka prevalensi stunting ini masih melebihi angka prevalensi yang dibatasi oleh WHO (SSGI, 2. , angka ini perlu terus ditekan agar Indonesia berhasil menekan stunting dengan serendahrendahnya. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berlangsung lama, mengakibatkan keadaan anak gagal tumbuh yang dampaknya akan terlihat pada fisik dan juga kognitif anak. Stunting pada anak dapat menganggu pertumbuhan anak, sehingga secara fisik anak akan terlihat pendek dari teman seusianya (Rahayu & Khairiyati, 2. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya stunting pada anak, salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar adalah dari kualitas Ibu. Peranan ibu sebagai pengasuh utama anak akan sangat memiliki pengaruh terhadap kualitas kesehatan anak (Komalasari et al. Penyebab stunting terjadi memang multifaktoral namun awal dari terjadinya stunting yang berupa keadaan berat badan lahir rendah, riwayat penyakit infeksi yang pernah dialami, pola asuh orangtua terkait nutrisi, pemberian air susu ibu secara ekslusif, ketersedian sandang pangan, pendidikan orang tua, sosial, budaya, dan ekonomi bermula dari kualitas seorang ibu. Kualitas ibu yang baik dalam bentuk pendidikan tinggi, kondisi fisik ibu yang sehat dan kondisi psikologis ibu yang baik akan membentuk suatu perilaku pengasuhan yang terpola dan terstruktur, apabila kualitas ibu berada di kualitas yang baik, maka terjadinya stunting pada anak dapat dicegah(Noorhasanah & Tauhidah, 2. Tujuan tinjauan literatur review ini adalah untuk memahami secara komprehensif determinan kualitas ibu yang mencakup aspek kondisi fisik dan kesehatan ibu, pengetahuan dan pendidikan ibu, serta pola pengasuhan yang berkontribusi terhadap stunting pada anak. METODE Dalam penulisan artikel ini, metode yang digunakan yaitu kajian literatur atau literature review melalui penelusuran artikel dengan mempergunakan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam melakukan penulusuran artikel yaitu. AuDeterminan StuntingAy,Aukualitas ibuAy. AuKarakteristik IbuAy dan AuStuntingAy. Dalam melakukan tinjauan literatur review, dilakukan terlebih dahulu pengidentifikasian artikel-artikel yang memiliki kesesuaian dengan topik yang dibahas, dengam rentang waktu yaitu artikel yang dipublikasikan dari tahun 2018-2023. Sebanyak 8 artikel digunakan dalam literatur review ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil review dari literatur yang diperoleh dalam pencarian tersedia pada Tabel 1 yang membahas kualitas ibu baik dari segi umur, pendidikan, keadaan kesehatan, fisik ibu, pola asuh ibu, dan pengetahuan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak. Tabel 1. Ringkasan Hasil Penelusuran Artikel tentang Kualitas Ibu yang Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Peneliti/Tahun Judul Eko Setiawan. Rizanda Faktor-Faktor yang Machmud, dan Masrul Berhubungan Masrul . Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018 JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Metode Penelitian Hasil Penelitian Desain Penelitian: Cross-sectional, pada satu titik waktu Terdapat dengan terjadinya stunting, nilai pJumlah Sampel: 74 value sebesar 0,012. Hal Metode Pemilihan tingkat pendidikan Sampel: Simple ibu random sampling. terhadap stunting pada anak. Metode Pengumpulan Data: Pengukuran wawancara, pengisian Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Metode Analisis Data: statistik berupa Uji Chi-square dan Uji regresi logistik ganda. Rangga Pusmaika. Yizri Novfrida ,Erna Juliana Simatupang,Moudy U Djami, dan Iis Sumiyati . Hubungan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting Pada Balita Kabupaten Tangerang Dalam penelitian ini, cross sectional dengan seluruh balita usia 0-5 tahun di desa Taban. Jambe. Tangerang. Sebanyak Analisis data dilakukan dengan menerapkan uji chisquare. Iis afrianty. Nuridah . Pengetahuan Dan dan Yodang . Prilaku Orang Tua Sebagai Determinan Kejadian Stunting Anak Balita Dikabupaten Kolaka Penelitian menggunakan studi metode wawancara Metode ini I Gede Catur Wira Natanagara dan Putu Wiliska Wilasitha Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain studi cross-sectional. Penelitian melibatkan delapan Parenting Mothers Stunting Toddlers Banjangkaran Community Health Center: A Qualitative Study JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Usia ibu pada waktu dengan terjadinya stunting . =0,. Hasil aspek-aspek berikut, badan pada saat pengaruh rokok dari pemberian makanan yang tidak tepat. Pemberian Makanan Instan yang tidak Dilakukan juga kurangnya Akses observasi, kemudian Informasi teks dianalisis dengan Kesehatan, bantuan catatan dari rekaman audio dan Ditemukan bahwa terutama dalam hal kebiasaan memberi Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi stunting di area kerja UPT. Di Puskesmas Banjarangkan II, dalam penelitian ini, kami menggunakan alat penelitian berupa pedoman wawancara kebiasaan orang tua, kebiasaan kebersihan, kebiasaan menerima tinggi badan anak. Yayang Khomsatun Khoiriah. Yulistiana Evayanti. Ratna Dewi Putri Dainty Maternity . Faktor Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Upt. Puskesmas Gedung Surian. Lampung Barat makan, pengasuhan. Penelitian Ditemukan bahwa terdapat keterkaitan cross- antara pendidikan ibu (PPopulasi penelitian ini Value = 0,005. OR = terdiri dari 500 balita 5,. berusia 12-59 bulan mengalami stunting. Jumlah balita yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah Penggunaan quota sampling. Alat Pilihan uji statistik menggunakan uji ChiSquare. Tanti Apriliana. Budi Anna Keliat. Mustikasari, and Yefta Primasari . A Contributing Factor Maternal Pregnancy Depression in the JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Metode penelitian ini berupa dengan menggunakan Persentase penelitian ini adalah Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi Occurrence of teknik kuota sampling. Stunting on Toddlers Partisipan penelitian terdiri dari 140 ibu yang memiliki balita berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Jawa Timur. Jakarta. Yogyakarta. Bali. Sumatera Utara. Riau. Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat. Sulawesi Utara. NTT. NTB. Maluku, dan Papua. Pengumpulan data dilakukan dengan menerapkan metode Edinburgh Postpartum Depression Scale (EPDS). Pengujian menggunakan metode uji korelasi. Han Wu. Chuanwei Association Ma. Liu Yang and Bo Xi Parental Height With . Offspring Stunting in 14 Low- and MiddleIncome Countries JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Penelitian dari Survei Demografi dan Kesehatan (DHS) yang dilaksanakan di berkembang dengan atau menengah dari tahun 2006 hingga Keterkaitan antara tinggi badan ibu dan ayah serta skor z tinggi badan anak balita terhadap (HAZ) cermat menggunakan metode regresi linier. Penelitian karakteristik desain survei yang rumit, dan koefisien regresi () 26,4%, sedangkan sebagian besar, yakni 73,6%. Hubungan memiliki kaitan yang stunting . =0. Sebanyak 50. anak telah terlibat dalam penelitian ini, dengan prevalensi 34,5%. Ketinggian ibu dan tinggi badan ayah memiliki kaitan dengan HAZ anak ( = 0,047. dan = 0,. Anak yang lahir dari ibu dan tertinggi memiliki risiko stunting yang dengan anak dari ibu dan ayah dengan terpendek . djusted RR = 1,89. RR = Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi kepercayaan (CI) 95% Selanjutnya, dilakukan antara tinggi badan ibu dan ayah yang tinggi dengan kasus stunting pada anak menggunakan metode regresi Poisson yang dimodifikasi dengan varian kesalahan yang desain survei yang penyesuaian kovariat. Perkiraan diungkapkan sebagai risiko relatif (RR) interval kepercayaan Septi . Maynarti Hubungan Pendidikan. Pekerjaan Ibu dan RiwayatPemberian ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Sekolah Dasar Penelitian Peserta terdiri dari anak-anak murid sekolah dasar di Wilayah Tuah Negeri. Kabupaten Musi Rawas. Sebanyak 97 orang telah diambil menggunakan teknik sampling yang dikenal Sampling pemilihan kelompok atau "cluster" spesifik . isalnya, sebagai unit sampel. Data melalui penggunaan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Berdasarkan penelitian, diketahui Prevalensi stunting pada anak 30,9%. Sebanyak 69,1% anak memiliki tinggi badan yang normal Analisis bahwa variabel yang pemberian ASI . value=0,. Variabel pendidikan ibu (P-value=0,. dan pekerjaan ibu . -value=0,. dengan terjadinya Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi informasi dari para Selain itu, tinggi badan diukur indeks TB/U (Tinggi Badan/Umu. , yang juga merupakan salah satu indikator dari Standar Antropometri WHO yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi gizi anakanak. Variabel seperti tinggi badan, dan pekerjaan, serta mungkin juga variabel berhubungan dengan penelitian ini. Data dianalisis dengan menggunakan uji ChiSquare. Hasil tinjauan literatur review ini terdiri dari 8 artikel dari riset kuantitatif dan kualitatif, dari data sekunder dan primer, tempat penelitian di Indonesia dan luar Indonesia yang membahas determinan stunting baik terdapat hubungan ataupun tidak terdapat hubungan. Pengetahuan ibu menjadi faktor pertama dalam memengaruhi stunting, seperti hasil penelitian terdahulu pengetahuan dan motivasi berepngaruh terhadap perilaku perawatan anak (Habibarrahman et al. , 2. Penelitian tersebut juga konsisten dengan penelitian yang dilaksanakan oleh (Laksono. Wulandari, et al. , 2. yang mengungkap bahwa tingkat pendidikan Ibu berhubungan dengan stunting pada anak dibawah dua tahun di Indonesia, semakin rendah tingkat pendidikan Ibu, maka semakin tinggi pula peluang seorang ibu mempunyai anak dibawah dua tahun yang mengalami stunting. Penelitian lain juga memberikan bukti bahwa pengetahuan ibu yang rendah akan berpeluang 1,581 kali memiliki anak yang stunting (Mutiarasari et al. Selanjutnya faktor usia ibu yang ternyata memiliki pengaruh terhadap stunting seperti penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa hamil usia muda dapat menjadi pengaruh terhadap terjadinya stunting pada balita (Pamungkas et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian lainnya dimana mengungkapkan juga bahwa usia Ibu dapat memengaruhi terjadinya stunting, dimana Ibu di kelompok usia O19 tahun memiliki kemungkinan 1,461 . % CI) kali lebih besar JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. No. 2 Januari 2025. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62017/jkmi memiliki anak dengan stunting dibandingkan ibu pada kelompok usia Ou45 tahun (Laksono. Sukoco, et al. , 2. Usia ibu yang muda saat memiliki anak berkaitan dengan maraknya pernikahan remaja. Pernikahan remaja akan menjadikan seorang perempuan menjadi ibu yang masih sangat muda dan dinilai belum memiliki kecukupan mental dan fisik untuk memiliki anak yang nantinya dapat memengaruhi kejadian stunting pada anaknya, hal ini konsisten pada penelitian lain yang dilakukan di Puskesmas Air Beliti mengungkap bahwa Orang tua yang menikah pada usia remaja beresiko untuk memiliki anak stunting (Lubis et al. , 2. Pola asuh ibu juga turut menjadi faktor terjadinya stunting pada anak, hal ini karena asupan gizi yang diberikan pada anak berkaitan secara langsung dengan pola perilaku ibu dalam mengasuh anak. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa pola asuh ibu memiliki kaitan atau pengaruh terhadap terjadinya stunting (Wati et al. , 2. Peran ibu yang baik dalam mengasuh anak menjadi pengaruh besar terhadap pencegahan stunting, peran ibu mulai dari memenuhi gizi selama hamil, janin, bayi, dan anak, dalam bentuk pelaksanaan inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, dan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat, pengoptimalan lingkungan tumbuh kembang anak, dukungan keluarga yang baik dapat menghindarkan dari faktor-faktor yang merugikan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak (Saleh et al. , 2. Penelitian lain menyebut bahwa Stunting dapat terjadi karena pola asuh ibu yang berupa pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat waktu, dan kurangnya kunjungan Antenatal Care pada ibu (Abeway et al. , 2. Kondisi kesehatan ibu juga menjadi pengaruh terjadinya stunting, ibu yang tidak sehat secara mental dan fisik akan memengaruhi pertumbuhan dan otak anak, mental ibu ternyata berkaitan juga denga stunting, semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis ibu , maka akan semakin menurun anak yang mengalami stunting (Octavia, 2. Fisik ibu yang tidak sehat seperti ibu terlalu kecil atau terlalu pendek disebut dapat memengaruhi stunting, hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu di Bangladesh yang menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang kuat antara ibu bertubuh pendek dengan anak yang mengalami stunting dan wasting di Bangladesh (Khatun et al. , 2. Penelitian di Indonesia juga menyebut bahwa ada pengaruh tinggi badan ibu terhadap terjadinya stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk (Karo et al. , 2. KESIMPULAN Hasil dari literatur review ini menunjukkan bahwa terjadinya stunting terdiri karena multifaktoral, salah satunya faktor kualitas ibu. Kualitas ibu yang terdiri dari keadaan kesehatan ibu, kondisi psikologis ibu, keadaan fisik ibu dari tinggi badan ibu, status gizi ibu, usia ibu, pendidikan dan pengetahuan ibu, perilaku atau sikap atau pola asuh ibu menjadi faktor yang memengaruhi stunting pada anak. DAFTAR PUSTAKA