Perancangan Media Promosi Digital Bagi Maximo Coffee Lounge di Era Pandemi Fachry Alief Pahlevi1, Kurnia Setiawan2, Mariati3 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Tarumanagara fachry.625160073@stu.untar.ac.id , kurnias@fsrd.untar.ac.id , mariati@fsrd.untar.ac.id Abstrak — Konsumen Maximo Coffee Lounge yang mayoritas adalah karyawan gedung perkantoran terkena sistem Work From Home (WFH) sehingga membuat penjualan Maximo Coffee Lounge turun. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi produk Maximo Coffee kepada calon konsumen yang potensial serta untuk mendapatkan konsumen baru dan juga menjaga loyalitas konsumen, sehingga konsumen dapat merasakan dan menikmati kopi Maximo Coffee walaupun sedang tidak di Kantor. Perancangan kampanye ini menggunakan metode kualitatif, wawancara kepada pemilik, observasi, dan studi pustaka. Target audiens perancangan ini adalah masyarakat perkotaan, pria dan wanita dari umur 22-35 tahun. Konsep kreatif dari promosi ini adalah dengan cara membuat visual dan kutipan yang menggambarkan suasana hati menjadi lebih baik saat sedang bekerja ataupun kegiatan/aktifitas lainnya. Visual tersebut dituangkan ke dalam beberapa sosial media seperti Instagram, Instagram Stories, Instagram Ads, Facebook Ads, Twitter, dan Youtube Banner Ads. Kata kunci: Media Promosi, Social Media I. PENDAHULUAN adalah karyawan gedung yang terkena Maximo Coffee Lounge memulai sistem Work From Home (WFH) ataupun bisnis coffee shop-nya pada akhir tahun karyawan 2019 dan sebelum adanya wabah Pemotongan Hubungan Kerja (PHK). Lalu penyakit Covid-19 ini tingkat penjualan dari cukup stabil, namun setelah adanya dirumuskan wabah Covid-19 membuat rancangan promosi di sosial adanya penurunan ini menyebabkan identifikasi yang masalah menjadi, terkena tersebut Bagaimana pada media yang menarik sehingga target Maximo Coffee Lounge, penurunan audiens bisa kembali merasakan dan penjualan terlihat penjualan gedung dari turunnya menikmati kopi Maximo Coffee Lounge diterima Maximo walaupun sedang tidak di kantor. Dengan Coffee Lounge pada hari-hari kerja. tujuan mempercantik tampilan sosial Karena mayoritas konsumen yang mana media dari Maximo Coffee Lounge adalah karyawan gedung terkena sistem sehingga membuat konsumen dapat Work From Home (WFH). Identifikasi dari merasakan dan menikmati rasa dari kopi permasalahan tersebut adalah Maximo Maximo Coffee Lounge walaupun sedang Coffee Lounge terkendala oleh minimnya tidak di kantor. pendapatan yang pengunjung karena rata-rata pengunjung II. METODE yang menggambarkan suasana hati menjadi Berdasarkan Modul Rancangan lebih baik saat sedang bekerja ataupun yang diterbitkan kegiatan/aktifitas lainnya. Penelitian (2019) Ristekdikti, penelitian kualitatif bisa dipahami sebagai prosedur riset yang A. Gambar memanfaatkan data deskriptif, berupa katakata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Maka, proses penelitian kualitatif dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam Gambar 1: Logo Maximo Coffee Lounge. Sumber: Maximo Coffee Longue Instagram. penelitian. Data yang dikumpulkan dalam riset kemudian ditafsirkan. Pengumpulan data untuk rancangan media proo ini antara lain: 1. Observasi atau pengamatan di Maximo Coffee Lounge. 2. Wawancara mendalam kepada narasumber: owner. 3. Studi pustaka, textbook, jurnal, untuk teori dan media cetak maupun online untuk kejadian atau opini media. Gambar 2: Key Visual. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsumen Maximo Coffee Lounge yang mayoritas adalah karyawan gedung perkantoran terkena sistem Work From Home (WFH) sehingga membuat penjualan Maximo Coffee Lounge turun. Konsep kreatif dari promosi ini adalah dengan cara membuat visual dan kutipan Gambar 6: Twitter Post. Gambar 3: Instagram Post & Ads Gambar 7: Youtube Banner Ads. IV. SIMPULAN Tujuan media promosi ini adalah untuk mempercantik tampilan sosial media dari Gambar 4: Instagram Stories & Ads. Maximo Coffee Lounge sehingga membuat konsumen dapat merasakan dan menikmati rasa dari kopi Maximo Coffee Lounge walaupun sedang tidak di kantor. Dengan membuat visual dan kutipan yang menggambarkan suasana hati menjadi lebih baik saat sedang bekerja ataupun kegiatan/aktifitas lainnya. Keterbatasan dalam pengerjaan rancangan ini adalah keadaan pandemic Gambar 5: Facebook Ads. Covid-19 yang masih belum mereda, itu mengakibatkan perancang kesulitan dalam mendapatkan akses bepergian. Namun tidak mengurangi kreatifitas dalam berkarya. V. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada narasumber sekaligus owner dari Maximo Coffee Longue yang sudah bersedia diwawancara. DAFTAR PUSTAKA Karjaluoto, E. (2014). A Philosophy and Process for Functional Visual Communication. New York: New Riders Supriyanto, E. (2015). Sesudah Aktivisme: Sepilihan Esai Seni Rupa 1994-2015. Jakarta: Hyphen. Wahyudi, T. & Setiawan, K. (2017). Metode Kreatif: Mind Mapping, Morfologi, dan Moodboard. Visual – Jurnal Seni Rupa Desain. 13 (01). 20-25. http://garuda.ristekbrin.go.id/journal /view/18178