Nyunggak Elisabeth Agatha Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Email :agathaelisabeth08@gmail. Abstrak Gereja Katolik di Desa Kenerak sudah lebih satu abad, di tengah-tengah orang Dayak Suaid dan hampir seratus persen masyarakat sudah beragama (Katoli. , tetapi kenyataannya upacara-upacara adat dalam masyarakat masih tetap terus dilaksanakan di berbagai tempat. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk meneliti, khususnya upacara Nyunggak. Untuk mengkajinya, penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut: . Bagaimana relevansi antara upacara Nyunggak dan Sakramen Pembaptisan. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan orang adat Suku Dayak Suaid Desa Kenerak dan Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Nyunggak merupakan tradisi Suku Dayak Suaid yang dipercaya sebagai upacara penyerahan kepada leluhur untuk menjaga anak sebelum adanya agama. Kata kunci: Upacara Nyunggak. Sakramen Pembaptisan. Abstract The Catholic Church in Kenerak Village has been around for more than a century, among the Suaid Dayak people and almost one hundred percent of the community is religious (Catholi. , but in reality traditional ceremonies in the community are still being carried out in various places. This fact is what prompted the author to research, especially the Nyunggak To study this, this research was carried out with the following problem formulation: . What is the relevance between the Nyunggak ceremony and the Sacrament of Baptism. Descriptive qualitative research method. Data collection in this research used interviews with the Dayak Suaid tribe of Kenerak Village and documented them. The research results show that: . Nyunggak is a tradition of the Dayak Suaid tribe which is believed to be a ceremony of handing over to ancestors to look after children before the existence of religion. Keywords: Nyunggak Ceremony. Sacrament of Baptism. PENDAHULUAN Ritual upacara Nyunggak1 merupakan tradisi suku Dayak Suaid di Desa Kenerak. Ritual upacara Upacara Nyunggak mempunyai dua makna yang berbeda. Yang pertama untuk membuang sial dan mara bahaya, yang kedua untuk memiliki umur panjang, rejeki yang murah, jujur serta berbakti kepada orang Upacara Nyunggak menggunakan sungai AuairAy sebagai tempat utama kegiatan Nyunggak Upacara Nyunggak dilaksanakan pada saat anak masih bayi dan belum pernah mandi ke air Nyunggak: Ritual adat memandikan anak ke sungai sungai, juga upacara Nyunggak dilaksanakan pada hari subuh sebelum ayam berkokok dan diiringi dengan tawak. Dalam agama Katolik terdapat sakramen pembaptisan sebagai awal langkah hidup masuk dalam kehidupan sebagai umat Allah dengan menggunakan media air yang disiramkan diatas kepala. Kegiatan upacara Nyunggak bagi orang tua suku Dayak Suaid yang beragama Katolik dilaksanakan sebelum anak dibaptiskan. Dalam Injil Sipnotik Sakramen pembaptisan merupakan tanda pertobatan dengan menyerahkan diri untuk dibaptis sebagai tanda pengampunan dosa, serta menghasilkan buah Pertobatan sebagai penyesalan atas tindakan salah dan berdosa di masa lampau dan sebagai tanda penyerahan diri kepada Allah yang akan menegakkan KerajaanNya. Orang Dayak Suaid khususnya Stasi Santo Paulus kenerak, sudah menganut agama Katolik lebih dari setengah abad. Namun mereka masih melaksanakan ritual-ritual adat. Umat dahulunya sudah percaya kepada Allah yang mereka sebut Ala Tala2. Sedangkan Allah yang turun ke bumi dan hidup gentayangan di alam disebut Betaha3. Untuk menyembah Betaha penuh dengan upacara-upacara ritual. Semua itu bermaksud dipersembahkan kepada Ala Tala melalui perantaraan Betaha. Persembahan yang disajikan ini bisa diterima bisa tidak, tergantung siapa orang yang mempersembahkannya, tujuannya, serta besar kecilnya persembahan. Upacara dipimpin oleh Pedaha4, biasanya orang yang sudah berumur dan pandai mengucapkan kata-kata mantra. Sifat Betaha itu ada yang jahat, baik dan menghukum. Orang yang mempersembahkan yang baik dan menyenangkan hatinya akan diberkati, sedangkan yang jahat ditimbulkannya malapetaka sebagai Karena itulah orang Dayak harus taat kepada adat dan kebudayaan, harus hidup baik dan harus selalu mempersembahkan sesajian yang cukup. Salah satu adat dan kebudayaan yang ada adalah upacara Nyunggak. Upacara Nyunggak adalah mengenang kembali akan peristiwa mandinya bayi AuKumangAy5 dari kayangan di danau Bengkal. Sesuai suara Betaha dari dalam awan yang berbunyi: "Anak ini adalah anak manusia dari kayangan yang bernama Kumang Dia hendaknya dimandikan di sungai dengan upacara meriah. Sembelihlah tujuh ekor babi dan tujuh ekor ayam dan ditambah perlengkapan lain seperti tepus, letit, pam, kelapa, ikan seluang dan ikan belidak, beras tujuh piring, dan tujuh mangkuk dan tua satu tempayan penuh. Lakukanlah untuk setiap anak manusia yang sempurna dan berguna. Orang suku Dayak Suaid khususnya Stasi Santo Paulus Kenerak, mempunyai ritual kebiasaan dimana anak harus dimandikan atau di Sunggak, sebelum anak mengenal dunia luar. Jika anak sudah di Sunggak berarti anak sudah menjadi manusia yang siap berada di tengah-tengah masyarakat seperti manusia lainnya. Sudah di Sunggak berarti memohon umur panjang, rejeki yang murah, jujur serta berbakti kepada orang tua, dibersihkan dari segala kotoran orang tuanya sejak dari dalam rahim ibu, dan siap untuk menjadi manusia yang dewasa, membuang sial serta menjauhkan dari mara bahaya. Dalam proses upacara Nyunggak media utama menggunakan AuairAy dalam sungai, babi, tawak, beras, buah, tuak6, pedaha dan orang tua wali. Pelaksanaan upacara Nyunggak dilaksanakan di mulai malam hari sebelum Ala Tala: Allah pencipta. Allah yang membuat dari tidak ada menjadi ada. Betaha: Allah yang menguasai bumi roh nya gentayangan di sekitar manusia, dia berada pada pohon, batu dan Pedaha: pemimpin upacara Nyunggak Kumang: nama anak bayi dari kayangan. Tuak: minuman yang terbuat dari beras ketan kemudian di fermentasikan. waktu subuh terjun ke sungai. Para keluarga, pedaha dan orang tua menghidupkan tawak semalaman dan mengelilingi tempayan yang berisi tuak sambil bernyanyi AuNgelayang LepungAy dan bernari. Babi dan ayam disembelih dan darahnya digunakan untuk sengkelan7. Sebagian mencari ikan belidak dan ikan seluang, dan ada yang membuat tepus8, letit9, pam10 dan lumpang11. Tuak ditempatkan ditengah ruangan, diikat pada tiang dan sebatang rumput. Diatasnya digantung paha babi mentah, paha ayam mentah, dalam lumpang diisi saya ayam, ikan belidak, ikan seluang, letit, pam, kelapa yang sudah diiris, sambat dan tepus diletakkan dalam nampan tembaga berdekatan dengan tempayan. Pelaksanaan upacara Nyunggak dilaksanakan subuh sebelum ayam berkokok. Di depan pintu pedaha menombak satu buah kelapa tua. Pedaha berjalan mendahului kemudian Ayah dari bayi membawa parang dengan tangan kiri, sang Ibu menggendong anaknya kemudian berjalan diiringi dengan tawak. Setengah perjalanan Ayah bayi memotong rumput dengan tangan kiri yang bertujuan menyingkirkan segala penghalang. Setelah tiba di sungai pedaha masuk duluan ke sungai mengucapkan kata-kata kemudian Ibu dan Ayah membukakan kain penutup bayi sebanyak tujuh lapisan, baru setelah itu bayi diserahkan pada pedaha untuk di sunggakkan sambil mengucapkan mantra sebagai berikut sebanyak tujuh kali dengan tiap kali dibunyikan tawak: AuBataha tua Betaha lama. Betaha gayu Betaha batu, datang semua kian kito, isak kian mengupok kami nyunggak anak mensia kumang tok, gigi upa tihas topang, buk upa bunga lalang, gigi upa tihas dadak buk upa bunga jihak. Yang timpang belungkat kaki yang buta bejantang tali, datang ngupok anak kami di sunggak, cukup kanak cukup kakan, cukup kulun, cukup kedenganAy Sebagai umat katolik, dalam Injil Sinoptik menceritakan pembaptisan Yesus yang datang ke sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes (Mat 3: 13-. Baptis merupakan pintu gerbang sakramensakramen (Kan . Meneriman sakramen merupakan tanda dan sarana yang mengungkapkan dan menguatkan iman, mempersembahkan penghormatan kepada Allah serta menghasilkan pengudusan Dengan begitu menerima sakramen sangat membantu, memperkokoh, dan menampakkan kesatuan Gerejawi (Kan. Menerima sakramen baptis pada saat bayi orang tuanya harus secara legitium menyetujuinya. Orang tua calon baptis melakukan pendaftaran, mengenai wali baptis hendaknya satu pria dan wanita, tidak ternoda hukum Kanonik, seorang Katolik yang telah menerima sakramen penguatan dan Ekaristi (Kan. Saat pembaptisan orang tua dan wali baptis akan ditanya mengenai penolakan setan, pengakuan iman dan pembaptisan. Calon baptis dicurahkan air pada bagian kepala dan Imam mengatakan AuAku mempermandikan dikau, dalam nama Bapa. Putra dan Roh Kudus. AminAy. Imam mengurapi dengan minyak krisma pada dahi dengan tanda salib . iurapi menjadi Imam. Nabi dan Raj. kemudian memberikan lilin bernyala sebagai lambang cahaya Kristus dan hidup dalam terang Kristus. Baptis, pintu gerbang sakramen keselamatan diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, dengan nama manusia dibersihkan kembali sebagai anak-anak Allah, serta digabungkan dengan Gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus oleh materai yang tak terhapuskan, hanya dapat Sengkelan: darah dioleskan pada pipi, dahi dan dada Tepus: kue terbuat dari beras ketan. Letit: letit terbuat dari padi ketan yang di oseng. Pam: padi ketan dioseng, kemudian ditumbuk campurkan dengan parutan kelapa dan gula merah. Lumpang: ruas bambu sebesar telunjuk induk kaki dibagi menjadi empat dan diikat segi empat. Kemudian dirakit kemudian diikat menggunakan kayu sentepus. diterimakan secara syah dengan pembasuhan air sungguh-sungguh bersama rumus kata-kata yang Sebagai orang beriman patut sebaiknya kita membatasi diri dengan upacara ritual, itu berdasarkan pada iman kita sebagai umat Allah kepada Kristus. Kita telah ditebus oleh tubuh dan darah-Nya sehingga tidak perlu ritual menggunakan darah mahkluk ciptaan-Nya yang lain. Iman kita kepada Kristus dibuktikan melalui penaruhan kepercayaan kita kepada-Nya, penyerahan diri sepenuhnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Relevansi antara upacara Nyunggak dan Sakramen Pembaptisan. Sejarah Latar Belakang Terjadinya Upacara Nyunggak. Kebuyut atau asal mula suku Dayak Suaid. Ada dua orang bersaudara yang bernama Patih Gundil dan Damong Sahau. Mata pencaharian mereka adalah berburu di hutan dan mencari ikan dengan jalanya. Hampir setiap hari mereka mendapatkan binatang buruan, seperti: babi hutan, rusa, kijang, kancil. Demikian dengan ikan hasil menjala. Pada suatu subuh mereka berangkat untuk menjala ikan disebuah danau yang bernama danau Bengkal. Setelah mereka beberapa kali menerbarkan jala. mendapatkan sebuah benda yang aneh. Benda itu berbentuk bulat lonjong dan berlapis-lapis seperti sarang serangga. Lapisannya ada tujuh mereka membuka lapisan itu satu persatu, sampailah pada lapisan Setelah lapisan ketujuh dibuka, mereka melihat bayi yang sangat cantik dan manis, bayi itu kemudian diberi nama "Kumang", karena dia adalah bidadari dari kayangan. Ketika lapisan yang ketujuh terbuka, terdengarlah suara dari dalam awan yang mengatakan "Anak ini adalah manusia yang harus dimandikan dan dibersihkan. " Pada waktu kalian memandikan setiap anak manusia, harus dibuatkan suatu upacara yang meriah. Sembelilah tujuh ekor babi dan tujuh ekor ayam, selain itu pula dipersembahkan kepada Betaha. Letit. Pam. Ikan Belidak dan Ikan Seluang. Ambilkan paha babi dan paha ayam, tepus, beras tujuh piring dan tujuh mangkok, tuak satu tempayan Berilah penduduk makan sepuas- puasnya sebagai tanda persaudaraan. Lakukanlah itu mulai dari sekarang, sampai anak cucu kalian, agar anak-anakmu bercahaya seperti matahari, dan agar anak-anakmu berguna bagi orang lain. Latar Belakang Sejarah Permandian Dalam Gereja Katolik. Dalam Injil Sinoptik . aitu Injil Matius. Markus. Luka. , menampilkan seorang tokoh pendahulu Yesus, yang bernama Yohanes Pembaptis, la menyerukan pertobatan untuk menyambut Kerajaan Allah yang segera akan datang. Sebagai tanda pertobatan orang harus menyerahkan dirinya untuk dibaptis sebagai tanda pengampunan dosa, serta menghasilkan buah pertobatan. Dengan demikian manakala Kerajaan Allah datang (Allah datang sebagai Raja yang berkuas. tidak akan ada orang yang dihukum. Dalam pembaptisan Yohanes tersebut terdapat dua segi pertobatan yaitu pertobatan sebagai penyesalan atas tindakan salah dan berdosa di masa lampau dan sebagai tanda penyerahan diri kepada Allah yang akan menegakkan KerajaanNya. Semua Injil Sinoptik juga menceritakan pembaptisan Yesus. Yesus datang ke sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes. Yohanes menolak sebab ia tahu siapa yang minta dibaptis itu. Dialah yang dimaksudkan oleh Yohanes ketika ia berbicara kepada orang Farisi dan Saduki yang datang kepadanya untuk dibaptis. "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi la yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. " (Mat. Yesus lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Karena itu Yohanes menolak untuk membaptis Yesus, sebab Yesus tidak memerlukan pertobatan. Yohanes yang menyerukan pertobatan itu merasa dirinya bukan apa-apa. Ia sama sekali tidak pantas, dan justru karena itu ia meminta agar Yesus saja membaptid dirinya. Janggal bila hal itu terjadi. Tetapi Yesus menghendaki dirinya dibaptis Yohanes dengan alasan. "agar digenapilah kehendak Allah. (Mat. Baptis itu terjadi demi ketaatan-Nya untuk melaksanakan kehendak Allah. Di dalam Gereja Katolik arti permandian berdasarkan : Kan. 849: Baptis, pintu gerbang sakramen keselamatan diterima secara nyata atau setidak-tidaknya dalam kerinduan, dengan nama manusia dibersihkan kembali sebagai anak-anak Allah, serta digabungkan dengan Gereja setelah dijadikan serupa dengan Kristus oleh materai yang tak terhapuskan, hanya dapat diterimakan secara syah dengan pembasuhan air sungguh-sungguh bersama rumus kata-kata yang diwajibkan. Kan. 854 : Baptis hendaknya diwajibkan dengan dimasukkan ke dalam air atau dengan dituangi air dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dari KWI. Kesamaan Makna Lambang-Lambang Yang menjadi inti, lambang utama dari upacara Nyunggak dan upacara baptis adalah "Air", seperti kita ketahui, air berguna sebagai: Pembersihan dari kotoran, sebagai minuman sehat, untuk mandi, memasak dan mengairi sawah. Begitu pentingnya air, sehingga sesuai fungsinya, maka air diambil sebagai lambang utama. Air di salah satu pihak berguna bagi manusia, tetapi dipihak lain air dapat melenyapkan atau mematikan manusia. Disamping sarana utama adalah air, masih ada yang sama atau mirip. Misalnya misalnya: minyak krisma yang diurapkan pada dahi . ebagai tanda pemberian Roh Kudus, yang membantu dalam perjuangan hidu. , dalam upacara Nyunggak ada sengkalan, memberi tanda pada dahi dengan darah ayam, kain putih . anda bahwa anak telah mengenakan Kristus, memperoleh kemurnian jiwa dan bersahabat dengan Alla. , mirip dengan upacara Nyunggak. Kain putih sebagai penutup kepala atau ubun-ubun bayi. Disamping lambang tersebut di atas, dalam pembaptisan juga dipergunakan garam, sebagai tanda melawan kebusukan dosa dan lilin yang menyala, melambangkan ajakan sebagai anak terang, kita menjadi seperti lilin yang menyala untuk orang lain. Peran saksi atau wali Peran pertama dari para wali baptis adalah membantu orang tua memenuhi kewajibankewajiban mereka, dan mereka hendaknya tidak mempunyai hubungan darah dengan sicalon Itulah yang harus mereka janjikan dalam perayaan pembaptisan. Dalam prakteknya tentu saja keduanya berjalan bersama-sama. Tuntutan minimun bagi wali baptis adalah bahwa mereka "cukup dewasa" . adi bukan anak-ana. , sudah harus Katolik, tetapi tidaklah mustahil mengizinkan warga Gereja Ortodoks menjadi wali baptis, dan anggota Gereja-gereja lain menjadi saksi baptisan kristen. Saksi dalam upacara Nyunggak dipilih dan ditunjuk oleh orang tua si anak, saksi tersebut dipilih bukan hanya karena yang bersangkutan sudah berumur "dewasa", tetapi mempunyai kepribadian yang baik dan dalam hidupnya dapat dijadikan teladan, biasanya seorang ibu atau bapak atau kedua-duanya. Perbandingan upacara Nyunggak dengan liturgi Baptis. Upacara Nyunggak Upacara Pembaptisan . Peristiwa Sejarah Untuk mengenang kembali Ditemukannya seorang bayi di sebuah danau Bengkal yang terbungkus oleh Demong Sahau dan Patih Gundil. Sarana terpenting/utama Air-danau yang mengun tungkan . Praktek : -Anak ditenggelamkan . i Sungga. ke dalam air sampainya badannya bersih. -Yang dibaptis adalah bayi yang berumur sebelum 3 tahun . Tujuan: - Melepaskan masa bayi untuk menjadi manusia yang siap bergaul dengan alam. - Menjadi orang yang baik dan dibebaskan dari pengaruh kejahatan dan bahaya. Peristiwa Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Air: Selain membersihkan dan untuk keperluan manusia juga untuk menenggelamkan, dalam hal ini adalah dosa. Anak dicurahi pada bagian Air hanyalah simbol saja. Yang dibaptis adalah orang dewasa setelah menjalani masa katekumenat dan bayi sebelum umur 3 tahun. - Menjadi manusia baru bersama dengan Yesus. - Menjadi anggota Gereja secara - Menjadi orang setia kepada Kristus. Tempat Upacara: Di sungai atau danau Di Gereja atau tempat lainnya yang disepakati. Pemimpin: Pedaha Uskup. Imam dan diakon . alam keadaan darurat semua orang beriman Kristian. Pemberian tanda: Sang kelan . engoleskan darah ayam/bab. pada dahi, pipi kiri / kanan dan dada. Anak (Orang yang dibapti. diolesi dengan minyak krisma pada dahi, karena dia diangkat sebagai nabi, imam dan raja. Persembahan: - Persembahan dan sesajian ditujukan kepada Betaha. Berupa derma atau uang Derma atau per sembahan ditujukan kepada - Sedangkan pesta pora untuk orang . Pakaian: Kain putih tujuh lapis layaknya seorang bidadari (Kuman. yang bercahaya . Orang tua dan saksi/wali - Orang tua sebagai panutan dan teladan hidup, pemelihara dan pendidik. - Saksi adalah orang yang hidupnya baik, karena itu diikutkan dalam memelihara sikap dan perilaku anak. Tuhan. Pesta tidak diharuskan Kain putih, lambang kesucian dan kemurnian hati. - Orang tua: Pendidik iman terlebih sebagai teladan hidup - Wali Baptis: Orang beriman, dan biasanya yang ikut terlibat dalam persiapan (Katekume. atau memimpin pertemuan pertemuan orang tua dalam rangka persiapan permandian baginya. DAFTAR PUSTAKA