ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA. STRES KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN CREDIT UNION KHATULISTIWA BAKTI DI KANTOR PUSAT PONTIANAK Oktapianus Email: oktapianus7789@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik kerja, stres kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Di Kantor Pusat Pontianak. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan skala likert dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Berdasarkan hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengujian secara simultan . ji F) menunjukkan bahwa variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan. Hasil pengujian secara persial . menunjukkan bahwa variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja KATA KUNCI: Konflik Kerja. Stres Kerja. Kompensasi Dan Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya dipengaruhi banyak faktor, salah satunya diantaranya ialah sumber daya manusia. Sumber daya manusia memiliki kedudukan yang sangat strategis karena ia merupakan faktor penggerak utama organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuan untuk meningkat persaingan di era modern ini menjadi alasan mengapa sumber daya manusia sangatlah penting perannya dalam perkembangan perusahaan atau organisasi. Sukses tidaknya suatu perusahaan dapat dilihat dari aspek sumber daya manusia yang ada dalam lingkungan perusahaan atau organisasi. Karena semakin banyak kompetitor maka untuk menjaga kepercayaan anggota, perusahaan harus menjaga juga kualitas Peningkatan sumber daya manusia tidak hanya berfungsi bagi suatu perusahaan tetapi juga berfungsi untuk karyawan itu sendiri. Menciptakan suatu kondisi yang kondusif tidaklah mudah. Kondisi dan iklim aktivitas yang sehat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja karyawan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pada dasarnya kinerja karyawan tidak selalu mengalami peningkatan tetapi juga bisa terjadi penurunan (Gabreila et al, 2. Kinerja karyawan yang menurun tentu sangat berpengaruh bagi keberlangsungan perusahaan, oleh karena itu perlu adanya upaya untuk tetap menjaga konsistensi kinerja karyawan. Salah satu faktor yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah konflik kerja, konflik ini dapat mempengaruhi naik turunnya kinerja karyawan. Dalam ruang lingkup perusahaan banyak hal yang dapat memicu konflik, diantaranya adalah perbedaan persepsi dari individu atau kelompok yang menyebabkan terjadinya pertentangan baik ide maupun kepentingan, sehingga menyebabkan terhambatnya tujuan atau kinerja dari individu dan kelompok di perusahaan. Menurut Muhamad . 0: . Konflik ditempat kerja yang berkepanjangan dapat menimbulkan keadaan tidak menyenangkan terutama bagi mental Adanya upaya mempengaruhi secara negatif dari individu karyawan kepada karyawan lain, maupun kepada kelompok organisasi didalam perusahaan tersebut, akan mengakibatkan ketidakpercayaan dan dapat merusak hubungan antar karyawan apabila keadaan ini dibiarkan tentu akan mengganggu berbagai kegiatan perusahaan, sehingga mempengaruhi kinerja karyawan maupun kinerja organisasi perusahaan tersebut. Selain konflik kerja, stres kerja juga dialami oleh setiap karyawan. Jika seorang karyawan mengalami stres, secara spontan dapat berpengaruh terhadap hasil kinerja atau kinerja dan kepuasan kerjanya, sehingga harus dilakukan peningkatan mutu organisasional bagi karyawan oleh manajemen atau perusahaan. Disisi lain stres adalah kondisi yang wajar, yang dialami oleh setiap manusia sebagai responden dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Muhamad . 0: . Stres kerja dapat mengganggu ketidakstabilan psikis dan fisik yang berpengaruh pada pikiran serta kondisi karyawan dalam bekerja. Stres kerja yang berlebihan juga dapat memicu ketidak stabilan pada tingkat emosi karyawan yang mengakibatkan kurangnya kontrol pada hasil kerja yang sedang dilakukan. Manusia pada dasarnya bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang karyawan akan bekerja keras dan menunjukkan dedikasi serta loyalitasnya kepada perusahaan jika perusahaan tersebut memberikan reward salah satunya dengan Kompensasi sangat penting bagi karyawan karena besarnya kompensasi yang diterima karyawan mencerminkan ukuran nilai kerja atau kinerja karyawan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Menurut Muhamad . 0: . Kompensasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan baik dari semangat kerjanya, maupun motivasi dari dalam dirinya untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Begitu pula bagi perusahaan, perusahaan berharap dengan adanya kompensasi yang dikeluarkan oleh manajemen perusahaan, adanya timbal balik dari hasil kerja karyawan dan prestasi kerja yang lebih besar oleh karyawan. Nilai prestasi kerja karyawan yang harus lebih besar dari nilai kompensasi yang dikeluarkan kepada karyawan agar perusahaan mendapat laba atau kontinuitas perusahaan terjamin. Berdasarkan uraian tersebut penulis ingin meneliti lebih lanjut dengan naik turunnya data perkembangan menunjukkan adanya indikasi bahwa konlik kerja, stres kerja dan kompensasi mengpengaruhi kinerja karyawan pada pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat Pontianak sehingga penulis mengangkat skripsi yang berjudul: AuAnalisis Pengaruh Konflik Kerja. Stres Kerja. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat PontianakAy. KERANGKA PEMIKIRAN Konflik Kerja Konflik kerja adalah ketidaksesuaian antara dua orang atau lebih di dalam perusahaan karena adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai, tujuan, serta kompetensi untuk memperebutkan posisi dan kekuasaan berdasarkan sudut pandang masing-masing untuk mencapai tujuan. Menurut (Ary Wira Andika, et al 2021:. konflik di dalam pekerjaan juga disebut segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua orang atau lebih di dalam perusahaan. Sedangkan menurut Yohana . 9: . konflik didalam kegiatan perusahaan timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya, sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dalam dan adanya kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan dan nilai Indikator konflik kerja dibagi menjadi dua jenis, yaitu konflik fungsional dan konflik disfungsional. Menurut Pujaatmaka dalam Meicha . dijelaskan dibawah ini. Konflik fungsional Konflik fungsional adalah konflik yang menguntungkan bagi kemajuan Maka dari itu konflik ini harus dipertahankan, bahkan harus ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 diciptakan untuk mencapai tujuan. Berikut beberapa cara untuk mencapai tujuan organiasai: Bersaing untuk meraih prestasi. Pergerakan positif menuju tujuan. Merangsang kreativitas dan inovasi. Dorongan melakukan perubahan. Konflik Disfungsional Konflik disfungsional merupakan konflik yang merugikan organisasi. Maka dari itu konflik ini tidak harus dipertahankan dalam organisasi. Beberapa konflik kerja yang dapat merugikan organisasi: Mendominasi diskusi. Senang bekerja dalam kelompok. Benturan kepribadian perselisihan antar individu. Konflik kerja bisa disebabkan oleh berbagai alasan, mungkin karena sulitnya mendapat informasi, kompenasi kerja yang tidak memuaskan, merasa kurang dihargai, dan masalah hubungan kerja dengan karyawan yang lain, jika terjadi konflik dengan rekan kerja, jangan langsung ingin menyerah dan ingin mencari pekerjaan baru. Hadapi masalah dengan bersikap dewasa dan berusahalah mengatasi dengan berinisiatif untuk melakukan kontrontasi. Akan tetapi, jangan biarkan masalah pekerjaan menjadi isu Sampaikan pendapat dan simak baik-baik saat rekan kerja menjelaskan Ajukan pertanyaan dan lakukan klarifikasi jika asih ada hal-hal yang belum jelas. Terakhir, tentukan solusi yang disepakati bersama dan laksanakan sebaik Stres Kerja Stres sebagai akibat ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki individu, semakin tinggi kesenjangan terjadi maka semakin tinggi juga stres yang dialami individu. Menurut Gusti . 8: . Stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seorang karyawan. Mangkunegara . 3: . menyatakan stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Sedangkan menurut Ni Putu Indra Pardita . 0: . Stres sebagai istilah payung yang merangkumi tekanan, beban, konflik, keletihan, ketegangan, panik, perasaan gemuruh, kemurungan dan hilang daya. Indikator-indikator stres kerja menurut Fred Luthans . alam biru, et all. 2016: 5. menyatakan bahwa penyebabnya berasal dari luar dan dalam organisasi, dari ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 kelompok maupun dari karyawan itu sendiri. Stresos adalah faktor dalam kehidupan manusia yang mengakibatkan terjadinya respon stres. Ada empat indikator stresor yaitu: Stresor Ekstraorganisasi. Meskipun kebanyakan analisis stres kerja mengabaikan pentingnya kekuatan dan kejadian dari luar, tetapi ternyata hal tersebut mempunyai dampak yang luar biasa. Dengan menggunakan perspektif organisasi terbuka . aitu, organisasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksterna. , jelas bahwa stres kerja tidak hanya terbatas pada hal yang terjadi dalam organisasi selama jam Stresor Organisasi Stres ini berhubungan dengan organisasi itu sendiri. Meskipun organisasi terbentuk dari kelompok dan individu terdapat dimensi yang lebih makrolevel dapat dikategorikan menjadi kebijakan dan strategi administratif, struktur dan desain organiasasi, stres organisasi, serta kondisi kerja. Misalnya ketidak mampuan menyuarakan keluhan, penghargaan yang tidak memadai, dan kurangnya deskripsi kerja yang jelas serta menurunnya hubungan antar karyawan yang nanti akan menyebabkan stres pada karyawan. Stresor Kelompok Kelompok juga dapat menjadi sumber stres pada karyawan, kurangnya kebersamaan dan dukungan sosial dari kelompok merupakan hal utama penyebab stres. Kurangnya kebersamaan kelompok merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam organisasi, terutama pada tingkat organisasi yang lebih Jika karyawan tidak memiliki kesempatan kebersamaan, karena desain kerja, dibatasi atasan, dan ada anggota kelompok yang menyingkirkan karyawan lain, tentu hal ini akan menyebabkan stres. Karyawan sangat dipengaruhi oleh dukungan anggota kelompok yang kohesif. Dengan berbagai masalah dan kebahagiaan bersama mereka akan jauh merasa lebih baik. Jika dukungan sosial ini kurang dalam individu maka situasi akan membuat stres. Stresor individu Kondisi atau disposisi individu yang dapat mempengaruhi stres. Misalnya, pola kepribadian, kontrol personal, ketidak berdayaan yang dipelajari, dan daya tahan psikologis. Mungkin saja dapat mempengaruhi tingkat stres yang dapat dialami oleh seseorang. Selain itu tingkat konflik intraindividu yang berakar dari frustasi, tujuan, dan peranan yang dibahas pada bagian konflik, secara jelas dapat mempengaruhi stresor individu. Untuk menghadapi stres kerja dengan cara sehat atau harmonis, tentu banyak hal yang dapat dikaji. Dalam menghadapi stres tentu dilakukan untuk memperkecil dan mengendalikan sumber-sumber stres, menetralkan dampak yang ditimbulkan oleh stres dan meningkatkan daya tahan pribadi dengan mengambil tindakan yang paling tepat dapat mengatasin. Menurut Mangkunegara dalam Hamali . Stres kerja dapat diatasi dengan tiga pola sebagai berikut: Pertama pola sehat yaitu pola menghadapi stres yang terbaik dengan kemampuan mengelola perilaku dan tindakan sehingga adanya stres dan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 tidak menimbulkan gangguan. Kedua pola harmonis yaitu pola menghadapi stres dengan kemampuan mengelola waktu dan kegiatan secara harmonis dan tidak menimbulkan kesibukan dan tantangan, dengan cara mengatur waktu secara teratur. Dan yang ketiga yaitu pola menghadapi stres dengan berdampak pada berbagai gangguan fisik maupun sosial-psiko-logis. Kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima baik berupa fisik maupun non Kompensasi juga berarti seluruh imbalan yang diterima oleh seorang karyawan atas jasa atau hasil dari pekerjaannya dalam sebuah perusahaan dalam bentuk uang atau barang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Agung . 9: . kompensasi adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan oleh organisasi kepada para tenaga kerja karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran demi kemajuan organisasi guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ni Made . 6: . menyatakan kompensasi adalah apa yang diterima karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada organisasi. Kompensasi dibedakan kedalam dua kelompok, yaitu kompensasi dalam bentuk finansial dan kompensasi dalam bentuk non finansial. Menurut Edrick . 5: . kompensasi finansial adalah kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya tanpa melihat karyawan yang satu dengan yang Sedangkan kompensasi non finansial digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan agar nyaman dalam bekerja. Sedangkan menurut Nuraini . 4: . kompensasi sering juga disebut penghargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atau kontribusi yang mereka berikan kepada perusahaan. Menurut Afandi . Ada empat hal yang dapat dijadikan indikator kompensasi yaitu: Upah dan Gaji Upah dan gaji merupakan hal yang berbeda. Upah merupakan basis bayaran yang digunakan bagi pekerja produksi dan pemeliharaan atau pekerja harian yang bukan karyawan tetap. Pemberian upah biasanya bersifat harian, mingguan, atau bulanan sesuai dengan kesepakatan antara pekerja dengan pemberi kerja. Gaji biasanya berlaku untuk tarif bayaran mingguan, bulanan, atau tahunan yang diberikan kepada karyawan tetap. Insentif Insentif adalah tambahan kompensasi diluar gaji atau upah yang diberikan oleh Insentif biasanya diberikan oleh perusahaan atas dasar prestasi kerja ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 karyawan atau produktivitas karyawan. Karyawan dengan prestasi atau produktivitas kerja yang baik maka akan mendapatkan intensif dari perusahaan. Tunjangan Tunjangan merupakan bayaran atau jasa yang diberikan oleh perusahaan sebagai pelindung atau pelengkap gaji pokok. Contoh tunjangan adalah pelindung kesehatan dan jiwa, liburan yang ditanggung perusahaan, program pensiun, serta tunjangan yang berkaitan dengan hubungan karyawan. Fasilitas Fasilitas diberikan oleh perusahaan untuk memperlancar dan mempermudah serta memotivasi karyawan bekerja. Contoh fasilitas yang diberiikan adalah kenikmatan atau fasilitas seperti mobil perusahaan, keanggotaan klub, tempat parkir khusus, akses internet, dan seragam kerja. Kinerja Karyawan Kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam Kinerja yang akan dicapai karyawan merupakan hal yang sangat penting dalam menjamin kelangsungan organisasi. Hasibuan . 1: . menyatakan kinerja adalah suatu hasil yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Sedangkan menurut Torang . 3: . kinerja adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas individu atau kelompok dalam perusahaan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang berpedoman pada norma standar operasional prosedur kerja, kriteria dan ukuran yang telah ditetapkan atau berlaku dalam organisasi. Menurut (Leonardo et al. , 2015: . Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan atas apa yang telah mereka kerjakan sesuai dengan standar dan kreteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Menurut Mangkunegara dalam Agung . Menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualias dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan Kualitas Mutu hasil kerja yang didasarkan pada standar yang ditetapkan diukur melalui ketepatan, ketelitian, keterampilan dan keberhasilan hasil kerja. Kuantitas Banyaknya hasil kerja sesuai dengan waktu kerja yang ada, yang perlu diperhatikan bukan hasil rutin tetapi seberapa cepat pekerjaan dapat Pelaksanan Tugas Kewajiban karyawan melakukan aktivitas atau kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditugaskan perusahaan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Tanggung Jawab Suatu akibat lebih dari pelaksanaan peranan, baik peranan hak, kewajiban, ataupun kekuasan. Kinerja karyawan sangat mempengaruhi kelangsungan perusahaan. Karyawan yang memiliki kinerja baik, jelas akan membuat sebuah perusahaan semakin berkembang, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kinerja karyawan, yaitu memberikan training kepada karyawan. Bertujuan untuk meningkatkan skill, dan transaparansi dalam penilaian kinerja, selain disebabkan skill yang kurang, menurunnya performa karyawan juga dapat dipengaruhi oleh kesalahan sistem, terutama kesalahan dalam sistem penilaian kinerja. Perusahaan yang masih menerapkan sistem penilaian kinerja tertutup akan mengalami penurunan peforma pada karyawan. Artinya, karyawan tidak dapat mengetahui detail dari penilaian kinerja mereka. Transparansi dalam penilaian kinerja sangat penting karna dapat memberikan Informasi kepada karyawan yang akan menjadi indikator penilaian. Konfli Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Stres Kerja (X. Kompensasi (X. GAMBAR 1 KERANGKA BERPIKIR Sumber: Kajian Literatur Hipotesis Menurut Sugiyono . 6: . Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan oleh peneliti berdasarkan fakta-fakta empiris yang diperoleh dari pengumpulan data. Berdasarkan latar belakang penelitian dan permasalahan serta kerangka pemikiran maka dengan ini menjadi hipotesis dalam Berikut adalah kerangka berpikir yang menjadi gambaran bagi penulis sebagaimana dimaksud menjadi tujuan penelitian untuk memberi penjelasan tentang ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 pengaruh konflik kerja, stres kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti kantor pusat di pontianak: H1 : Konflik kerja, stres kerja, kompensasi berpengaruh parsial terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Di Kantor Pusat Pontinak. H2 : Konflik kerja berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Di Kantor Pusat Pontianak. H3 : Stres kerja berpengaruh secara negatif dan signifian terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat Di Pontianak. H4 : Kompensasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat Di Pontianak. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian kuantitatif, dimana metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 54 responden dengan teknik penentuan sampel yaitu sampling jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 22 (Statistical Package for Social Science. PEMBAHASAN Berdasarkan pada hasil penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa variabel konflik kerja diperoleh nilai rata-rata 4,38 yang berada pada rentang 4-5 menunjukkan bahwa indikator tersebut berada pada kategori tinggi. Variabel stres kerja diperoleh nilai rata-rata 4,16 yang berada pada rentang 4-5 menunjukkan bahwa indikator tersebut berada pada kategori tinggi. Variabel kompensasi diperoleh nilai rata-rata 4,62 yang berada pada rentang 4-5 menunjukkan bahwa indikator tersebut berada pada kategori Sedangkan variabel kinerja karyawan diperoleh nilai rata-rata 4,62 yang berada pada rentang 4-5 menunjukkan bahwa indikator tersebut berada pada kategori tinggi. Untuk mengetahui pengaruh konflik krja, stres kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak, maka penulis memaparkan hasil pengujian pada Tabel 1. Berikut ini hasil pengujian yang dilakukan oleh penulis mengenai variabel konflik krja, stres kerja, kompensas dan kinerja karyawan, yaitu: ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Validitas TABEL 1 Hasil Penelitian Keterangan Dari Hasil Uji Statistik Uji validitas Konflik kerja (X. Stres kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja karyawan (Y) X1. 1=0,5472. X1. 2=0,6487. X1. 3=0,7017. X1. 4=0,5683. X1. 5=0,7007, X1. 6=0,7758. X1. 7=0,7600. X1. 8=0,6076. X1. 9=0,6687. X1. 10=0,6837, X1. 11=0,4357. X1. 12=0,4995. X1. 13=0,5444. X1. 14=0,4489 X2. 1=0,5378. X2. 2=0,6116. X2. 4=0,7487. X2. 4= 0,6992. X2. 5=0,8885, X2. 6=0,8414. X2. 7=0,9353. X2. 8=0,6990 X3. 1=0,7323. X3. 2=0,8402. X3. 3=0,9690. X3. 4=0,9412. X3. 5=0,9554, X3. 6=0,9496. X3. 7=0,9845. X3. 8=0,9845 Y1. 1=0,8023. Y1. 2=0,8096. Y1. 3=0,3304. Y1. 4=0,4019. Y1. 5=0,7268, Y1. 6=0,6600. Y1. 7=0,7178. Y1. 8=0,4991 Uji reliabilitas Konflik kerja (X. Stres kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja karyawan (Y) 0,836 0,889 0,974 0,759 Uji normalitas Asymp sig . -taile. 0,200 Kesimpulan: Data berdistribusi normal Uji linearitas 0,073 0,060 0,529 0,135 Uji heteroskedastisitas Nilai signifikansi variabel konflik kerja (X. sebesar 0,099, variabel stres kerja (X. sebesar 0,797 dan variabel kompensasi (X. sebesar 0,135. Nilai signifikansi pada masing-masing variabel > 0,05. Kesimpulan: model regresi tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas. Konflik kerja (X. Stres kerja (X. Kompensasi (X. Kinerja karyawan (Y) Uji Multikoloniearitas Nilai Tolerance X1=0,913. X2=0,458. X3=0,489 Nilai VIF X1=1,095. X2=2,181. X3=2,047 Kesimpulan: tidak terjadi multikolinearitas pada variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi. Koefisien Determinasi (R. R Square 0,769 Kesimpulan: nilai R square adalah 0,769 atau sebesar 76,90 persen, yang artinya bahwa konflik kerja, stres kerja dan kompensasi mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 76,90 persen sedangkan sisanya 23,10 persen dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji regresi linear berganda Y = -0,457 X1 - 0,709 X2 0,814 X3 Kesimpulan: variabel konflik kerja dan stres kerja berpengaruh secara negatif . terhadap kinerja Variabel kompensasi berpengaruh positif . terhadap kinerja karyawan Uji F Sig 0,000b Kesimpulan: disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dikatakan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel bebas dengan variable terikat Uji t Nilai sig: konflik kerja (X. , stres X1=0,000. X2=0,000. X3=0,000 kerja (X. , kompensasi (X. Kesimpulan: variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan. Sumber: Data Olahan, 2021 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pada tabel 1 menunjukkan model kuesioner sudah valid dan reliable. Pada uji asumsi klasik, terdapat beberapa metode pengujian yaitu uji normalitas, uji heteroskedaditas, dan uji linearitas menunjukkan tidak terjadi masalah pada uji asumsi Pada uji koefisien determinasi memperoleh R Square sebesar 0,769 yang artinya variabel bebas memperngaruhi variabel terikat sebesar 76,90 persen, sedangkan sisanya 23,10 persen dipengaruhi oleh variabel yang tidak diujikan dalam penelitian ini. regresi linear berganda menunjukkan variabel X1. X2, dan X3 berpengaruh terhadap Y. kemudian hasil uji f menunjukkan model layak diteliti dan pengaruh signifikan antara variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Pada uji T menunjukkan bahwa semua variabel berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berikut hasil analisis pengujian hipotesis dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 disajikan pada tabel 2: TABEL 2 Hasil Uji T Hipotesis Hasil Uji T H1: adanya pengaruh yang -4. signifikan antara konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak H2: adanya pengaruh yang -4. signifikan antara stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak H3: adanya pengaruh yang 5. signifikan antara kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak Sig 0,000 0,000 0,000 Kesimpulan H1 diterima. Konflik kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak H2 diterima. Stres kerja diterima. berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak Kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti Kantor Pusat di Pontianak. Sumber: Data Olahan, 2021 Pengaruh Konflik Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa konflik kerja berpengaruh negatif . terhadap kinerja karyawan Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Artinya hal ini berarti tingkat konflik kerja yang menurun . dapat meningkatkan kinerja karyawan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fatikhin. Hamid dan Mukzam . dengan judul AuPengaruh Konflik Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Cabang Soekarno Hatta MalangAy dengan hasil penelitian variabel ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 konflik kerja dan stres kerja secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif . terhadap kinerja karyawan Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Artinya hal ini berarti tingkat stres kerja yang menurun . dapat meningkatkan kinerja karyawan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur . yang berjudul AuKonflik. Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai pada Universitas Khairun TernateAy dengan hasil penelitian bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai. Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Artinya semakin tinggi kompensasi maka semakin tinggi pula kinerja yang akan Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Verawati dan utomo . yang berjudul AuAnalisis pengaruh kompensasi dan komitmen organisasional terhadap kinerja karyawan PT. Mecha Angga cipta purwakartaAy dengan hasil penelitian membuktikan Kompensasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja, sedangkan komitmen organisasional memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. PENUTUP Dari hasil analisis dan pembahasan yang di lakukan oleh peneliti mengenai pengaruh konflik kerja, stres kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak, maka simpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut: Konflik kerja, stres kerja dan kompensasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Konflik kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak. Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan maka penulis memberikan saran dengan harapan dapat bermanfaat bagi Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak: Sebaiknya pihak Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak lebih meminimalisir konflik kerja agar kinerja karyawan meningkat dengan cara meningkatkan munculnya rasa kekeluargaan antara rekan kerja. Pihak Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak harus meminimalisir stres kerja karyawan dengan lebih memperhatikan keadaan setiap karyawan agar tidak mudah marah dalam menghadapi situasi pekerjaan sehingga dapat mengurangi stres kerja terhadap perusahaan. Pihak Credit Union Khatulistiwa Bakti di Kantor Pusat Pontianak bagaimana meningkatkan kompensasi karyawan dengan lebih memperhatikan fasilitas persahaan yang diberikan mempermudah pekerjaan karyawan. Penelitian yang akan datang disarankan untuk menguji variabel-variabel lain, dikarenakan hanya sebanyak 76,90 persen perubahan variabel kinerja karyawan dijelaskan oleh perubahan variabel konflik kerja, stres kerja dan kompensasi. Sedangkan sisanya sebesar 23,10 persen dijelaskan oleh faktor atau variabel lain yang tidak diteliti. DAFTAR PUSTAKA