Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PENYEBARAN AGAMA BUDDHA Sukiman Bagaskara Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Indonesia Sukimanbagaskara84@gmail. E-ISSN 3026-2860 P-ISSN 2086-8391 Julia Surya Article Info Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Indonesia Juliasurya@Smaratungga. Recieved: 2023-12-21 Gunawan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga. Indonesia gg944501@gmail. Revised: 2024-02-23 Accepted: 2024-08-23 Doi Number Abstract The use of digital technology, especially through the internet and social media, has shaped the landscape of the spread of Buddhism significantly. This research explores the impact of digital technology on the spread of Buddhism and how this has influenced people's understanding of the The literature study method is used to collect data through journals, books, and document analysis by utilizing social media such as Google Scholar. The use of social media, such as online discussion forums. Buddhist websites, and Buddhist-specific apps, is effective in spreading Buddhist teachings and values. Positive impact involves wider outreach, online learning, and the dissemination of messages of peace. However, negative impacts include controversy, misuse of information, violence, and privacy risks. Coaching is identified as an empowerment strategy to help Buddhists understand and use technology wisely. emphasizing the need for data protection and content surveillance in the use of social media for proselytizing. Although digital technology provides great benefits, challenges such as disinformation and hateful messages must be overcome to ensure that the Keywords: Technology, spread of Buddhist teachings Abstrak Penggunaan teknologi digital, terutama melalui internet dan media sosial, telah membentuk lanskap penyebaran agama Buddha secara signifikan. Penelitian ini mengeksplorasi dampak teknologi digital terhadap penyebaran ajaran Buddha dan bagaimana hal ini memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap agama tersebut. Metode studi pustaka digunakan untuk Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index mengumpulkan data melalui jurnal, buku, dan analisis dokumen dengan memanfaatkan media sosial seperti Google Scholar. pemanfaatan media sosial, seperti forum diskusi online, situs web Buddhis, dan aplikasi khusus Buddhis, efektif dalam menyebarkan ajaran dan nilai agama Buddha. Dampak positif melibatkan jangkauan yang lebih luas, pembelajaran online, dan penyebaran pesan Namun, dampak negatif termasuk kontroversi, penyalahgunaan informasi, kekerasan, dan risiko privasi. Coaching diidentifikasi sebagai strategi pemberdayaan untuk membantu umat Buddha memahami dan menggunakan teknologi dengan bijaksana. perlunya perlindungan data dan pengawasan konten dalam penggunaan media sosial untuk penyebaran agama. Meskipun teknologi digital memberikan manfaat besar, tantangan seperti disinformasi dan pesan kebencian harus diatasi untuk memastikan bahwa penyebaran ajaran Buddha tetap sesuai dengan nilai-nilai perdamaian, kebijaksanaan, dan harmoni yang diajarkan dalam Buddhisme. Kata Kunci: Teknologi, penyebaran ajaran Buddha Pendahuluan Pada saat ini penggunaan tektologi digital sangat berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir. Internet, media sosial dan berbagai media online lainya merpakan alat yang sangat bepengaruh dalam penyebaran informasi dan idiologi. Agama Buddha merupakan agama yang tidak terlepas dari ajaran filosofisnya. Ajaran Buddha yang berkembang di seluruh negara di dunia, juga tidak terlepas dari pengaruh teknologi digital yang di gunakan untuk menyebarkan ajaran Buddha. Dalam era digital saat ini, semua orang telah mengalami trasformasi dalam cara penyebaran agama termasuk agama Buddha. Situs web, aplikasi, dan berbagai media sosial kini menjadi wadah yang di gunakan oleh banyak Juru penerang (Dharmadut. untuk menyebarkan ajaran Buddha dan pemahaman mereka. Sosial media merupakan salah satu bentuk media yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dan berkolaborasi secara online. Namun dampak dan manfaat penggunaan teknologi digital masi kurang di pahami. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahwi sejauh mana teknolog digita telah mempengaruhi penyebaran ajara Buddha , dan apakah hal ini mempengaruhi cara masyarakat memahami dan menerima ajaran Buddha. Introductio. Berdasarkan hasil pemetaan organizational citizenship behavior . emetaan literatur meta data internasional dalam 10 tahun terakhi. , di peroleh hasil sebagai Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index Kerangka Teori Ajaran Buddha merupakan aspek filosofis yang signifikan dalam agama tersebut, dan penggunaan teknologi digital telah menjadi alat penting dalam menyebarkan ajaran Saat ini, banyak cendikiawan Buddhis menggunakan situs web, aplikasi, dan media sosial untuk menyebarkan ajaran Buddha dan pemahaman mereka. Penggunaan media sosial, seperti yang diungkapkan oleh Yanti . , memungkinkan individu untuk terhubung dan berkolaborasi secara online melalui berbagai media komunikasi. Namun, dampak dan manfaat dari penggunaan teknologi digital dalam konteks agama, khususnya agama Buddha, masih perlu dipahami lebih baik. Pemanfaatna media social jugaa dapat digunakan oleh pengurus vihara atau cetiya sehingga informasi dhamma maupun kegiatan-kegiatan vihara dapat terjangkau secar lebih cepat dan luas terhadap Meskipun hal tersebut membutuhkan biaya tambahan karena vihara atu cetiya harus menyeduakan kuota internet. Hal itu juga dikemukakan oleh Heriyanto . bahwa akses informasi dan perkembangan media baru . ew medi. dalam bentuk digital menjadi faktor eksternal yang membawa pada terciptanya kebutuhan infrastruktur dan koneksi internet. Perkembangan media digital jejaring sosial dan aplikasi pesan instan menjadi wadah untuk penyampaian informasi dan kolaborasi umat Cetiya Veluvana Tangerang. Penggunaan aplikasi berbasis Android sebagai media pembelajaran menjadi salah satu solusi yang coba ditawarkan, didukung oleh gaya keseharian umat Buddha zaman sekarang yang tak dapat dipisahkan dari penggunaan teknologi. S susanto Dkk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana teknologi digital telah mempengaruhi penyebaran ajaran Buddha dan apakah hal ini memengaruhi cara masyarakat memahami dan menerima ajaran Buddha. Penelitian ini juga menyoroti Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index pentingnya coaching sebagai strategi pemberdayaan umat Buddha dalam memahami dan menggunakan teknologi dalam konteks agama. Menurut Jokky dan Julia Surya . coaching dapat menjadi strategi pemberdayaan umat Buddha dan memfasilitasi keterampilan mereka dalam mepelajari dan memahami teknologi dalam konteks agama, khususnya antara Juru penerang ( Dharmadut. dan umat Buddha. Hasilnya menawarkan informasi mendalam bagi umat Buddha. Menurut Mujiyanto, dkk . Menawarkan hasil informasi mendalam bagi umat Buddha dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kemajuan proses belajar mengajar dengan mengembangkan media pembelajaran yang menarik. Dengan demikian, penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana teknologi digital memengaruhi agama Buddha dan bagaimana coaching dapat membantu umat Buddha dalam mengembangkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi untuk tujuan agama. Metode Penelitian Penulisan ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary researc. merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penulisan (Zed, 2004:. Studi kepustakaan digunakan sebagai landasan pencarian data dengan menelaah kepustakaan melalui membaca dan mengkaji buku- buku yang berkaitan dengan objek penulisan. Data-data primer yang ditemukan penulis di dalam Tipitaka yang terdiri dari Sutta Pitaka, abhidhammapitaka dan vinayapitaka, serta kitab komentar seperti Visuddhimagga. Mengenai data sekunder, penulis menggunakan buku-buku umum, artikel-artikel, jurnal, buku- buku ilmiah yang berkaitan dengan objek penulisan. Hasil dan Diskusi Penerapan Media Sosial dalam Agama Buddha Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan media sosial dalam menyebarkan agama Buddha dapat menjadi sarana yang efektif untuk berbagi ajaran dan nilai yang terkandung dalam agama Buddha secara luas. Berikut kensep penerapan media sosial dalam agama Buddha : Pendidikan Agama Buddha: media sosial dapat di manfaatkan untuk mencari serta menyebarkan informasi yang mendidik mengenai riwayat, sejarah dan prinsip-prinsip ajaran Buddha. Berbagi konten mengenai kutipan-kutipan dari ajaran Buddha serta cerita-cerita yang menggambarkan nilai-nilai yang terkandung dalam agama hal ini bisa membantu umat Buddha memahami tentang agama buddha. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index . Forum dan Diskusi: Didalam media sosial memungkinkan membentuk grup atau komunitas di platfrom media sosial yang memungkinkan anggota berdiskusi, bertukar pemahaman, dan tanya jawab tentang ajaran Buddha, merupakan cara yang baik untuk menyebarkan pemahaman dan dialog atarumat. Konten Audio dan Video: Membuat konten pembelajaran, ceramah (Dhammadesan. , meditasi serta pembacaan Paritta dalam bentuk Audiovisual maupun video. Hal ini memungkinka Individu untuk mendengarkan dan melihat praktik-praktik, serta ajaran agama Buddha. Menyebarkan Nilai Kepedulian dan kedamaian: Media sosial dapat di gunakan untuk mempraktikan cinta kasih . , kasih sayang . , simpati . , menyeimbangkan batin . Tanya Jawab: Media sosial juga dapat di manfaatkan untuk membuat forum tanya jawab mengenai ajaran dan pemahaman yang lebih maju tentang ajaran Buddha. Dengan menerapkan konsep-konsep ini, banyak Juru penerang (Dharmadut. dan pemuka agama Buddhis dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk membantu dalam menyebarkan ajaran agama Buddha dengan baik dan efektif. Berikut beberapa contoh situs web, aplikasi, dan platform media sosial yang populer digunakan oleh cendikiawan Buddhis. Situs Web Buddhis: Website buddhis berikut banyak menyediakan berbagai referensi yang dapat dijadikan sebagai sumber literasi oleh para dhammaduta. Materi-materi yang ada pada website-website buddhis baik dalam maupun luar negeri dapat diakses secara bebas, diunduh, dan dimanfaatkan oleh para dhammadutta sebagai sumber penegtahaun atau referensi dalam menyusun mataeri ceramah. Pertama ada situs buddhis dari luar negeri angtara lain Buddhanet. Acces to Insight, dan Dharmafarers. Situs web pertama menyediakan berbagai sumber daya Buddhis,termasuk teks suci, artikel, dan rekaman Webiste ini bukan hanya meneydiakan artikel dalam bentuk PDF tapi juga videovidio. situs ini dapat diakses melalui alamat web: https://w. Webiste dapat dikatakan sanagt representative karena selain menyediakan berbagai referensi materi buddhis dalam bentuk yang bervarian juga untuk berbagai kalangan, baik umum maupun pelajar. Bahkan situs ini juga menyediakan materi utuk pelajar yang cukup komprehensif dari tingkatan dasar sampai untuk perguruan tinggi. Kedua ada situs Access to Insight yang dapat diaksesn melalui alamat: https://w. Situs ini berfokus pada sumber daya berdasarkan ajaran Theravada Buddha, termasuk teks Pali dan terjemahan bahasa Inggris. situs kedua ini juga cukup reperesentatif sebagai sumber literasi buddhis yang menyediakan materi Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index ajaran Buddha darei tingkat begining sampai ke advance. Referensi Ti Pitaka (Vinaya. Sutta, dan Abhidhamm. tersedia cukup lengkap yang dpaat diakses secara free. Meskipun situs budhanet menyediakan sumber literasi yang lengkap namun demikain semuanaya berbahasa Inggris sehingga cukup menyulitakan bagi para dhammaduta yang tidak fasih berbahasa Inggris. Dharmaduta yang mengalami kendala terkait materi berbahasa Inggris dapat mengakases situs Acces to Insight yang tersedia translate ke berbagai Bahasa, atau dapat memanfaatkan google translate. Bagi Dharmaduta yang ingin mendapat kan referensi terkait berbagai kotbah Buddha . utta pitak. dan komentarnya dapat mengakses situs web Dharmafarers. Pada dasarnya masih banyak sekali situs-situs buddhis yang dapat dijadikan sumber referensi umat Buddha. Aplikasi Buddhis: Aplikasi-aplikasi buddhis menyediakan berbagai materi dan panduan ajaran agama Buddha yang dapat diunduh oleh uamt Buddha di play store di antaranya: insight timer. Buddhify. TAPAKU dan lain-lain. Insight Timer menawarkan berbagai meditasi, ceramah, dan ajaran agama Buddha oleh berbagai guru Buddhis. Buddhify dirancang khusus untuk meditasi berdasarkan situasi sehari-hari. sedangka Platform terakhir yaitu TAPAKU merupakan aplikasi berisi panduan meditasi samatha bhavana yang disesuaikan dengan watak . dengan objek meditasinya. berbagai aplikasi ini dirancang dan dikembangkan oleg guru agama Buddha dan mahasiswa dari Perguruan GTinggi Keagamaan Buddha (PTKB) di Indonesia baik negeri maupun swasta. Ketiga aplikasi tersebut di atas sanagt membantu umat buddha yang ingin meningkatkan pengetahuan ajaran agama Buddah dan meningkatkan intensitas hal tersebut dikarenakan ketiga aplikasi tersebut tersedia materi dna panudan meditasi berbahasa Indonesia dan dapat diunduh tanpa biaya. Platform Media Sosial: Platform media social banyak digunkan oleh komunitas buddhis sebagai media untuk memperdalam dhamma ajaran Buddha di antaranya yaitu facebook, youtube, dan Berikut sekilas tentang beberapa platform media social tersebut: Pertama adalaha Facebook. Berbagai kalangan, kelompok. Juru penerang (Dharmadut. dan komunitas Buddhis telah bergabung di Facebook, di mana para Dharmaduta membagikan ajaran, berita, dan pemikiran mereka tentang ajaran Buddha. Akun AuAgama BuddhaAy https://w. com/groups/155654554474688/ merupakan salah satu akun yang banyak membahas tentang ajaran agama Buddha. Akun ini memiliki anggota sebanyak 5,3 ribu. Selain membahasa ajaran agama Buddha, akun ini banyak menshare kegiatan-kegiatan buddhis. Ajaran agama Buddha dan kegiatan buddhis yang dishare di akun ini tidak berafiliasi dengan tradisi tertentu. Selain itu ada akun facebook AuBuddha Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index DharmaAy dengan alamat https://w. com/groups/groupbuddhadharma/, akun ini memiliki 181,3 ribu anggota. Akun menegaskan bahwa itu adalah tempat berbagi dhamma dan informasi sekitar buddhis. Akun ini menganjurkan anggotanya untuk memosting sesuatu setelah mengecik apa yang akan diposting bahwa hal-hal ini adalah bermanfaat, atau tidak, tercela, dipuji oleh para bijaksana, jika dilaksanakan dan dipraktekkan, menuju kesejahteraan dan kebahagiaan. Akun ini melarang anggotanya untuk memosting hal yang mengandung unsur IPOLEKSOSBUDHANKAMRATA dan menggingatkan anggota dan pembacanya untuk waspada terhadap penipuan, postingan meminta sumbangan, simpati, dan sejenisnya. Kegiatan organisasi buddhis di luar negeri juga dishare di group ini seperti kegaitan Kadampa Buddhist Foundation. Kathmandu Nepal. Group ini juga menganjurkan anggota dan pembacanya untuk menghindari perdebatan kusir yang dapat menciptakan konflik, dan menganjurkan untuk belajar menghargai pandangan orang lain walaupun tidak setuju, karena belum tentu kita paling benar. Kedua adalah platform YouTube. Banyak guru Buddhis memiliki saluran YouTube di mana mereka membagikan kuliah, ceramah, dan praktik meditasi dari berbagai Akun BUDDHA DHAMMA INDONESIA https://w. com/@buddhadhammaindonesia5688 yang memiliki 46,2 ribu subscriber dan 761 vidio. Sebagaina besar video yang diupload di akun ini adalah pembahasan dhamma yang disampaikan oleh Ven Santacitto. Beliau adalah anggota Sangha Theravada Indonesia. Beliau adalah intelektualbuddhis yang menjabat Ketua STAB Kertarajasa. selain itu ada akun AuDhammavihari Buddhist StudiesAy dengan alamat https://w. com/@DhammavihariBuddhistStudies, memiliki 30,2 ribu subscriber dengan 912 vidio dan sudah ditonton 6. 225 kali. Akun ini benyak menyebarkan opembahasan dhamma oleh Ashin Kheminda. Platform lain yang selain facebook dan youtube adalah Twitter dan Instagram. Beberapa individu dan organisasi Buddhis menggunakannya untuk menyebarkan kutipan ajaran Buddha dan pemikiran Buddhis. Instagram. Banyak akun Instagram yang berbagi gambar dan kutipan inspiratif dari ajaran Buddha. Forum Diskusi Online Bebrapa forum diskusi online yang banyak membahas tentang Buddha Dhamma antara lain: Dhamma Wheel: Ini adalah forum Buddhis online yang aktif, di mana orang dapat berdiskusi tentang berbagai aspek ajaran Buddha. Buddhism Stack Exchange: Platform ini memungkinkan orang untuk mengajukan dan menjawab pertanyaan seputar agama Buddha. Sutta central: selain memiliki forum diskuis, suttacentral. net juga menyediakan literasi sutta lengjap dari semua nikaya. Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai alat dan platform yang digunakan oleh cendikiawan Buddhis dalam upaya Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index mereka untuk menyebarkan ajaran agama Buddha dan pemahaman mereka tentang filosofi Buddhis. Dampak Penggunaan Teknologi Digital dalam Penyebaran Ajaran Buddha Teknologi dalam penyebaran agama Buddha memiliki dampak yang besar dalam penggunaanya untuk penyebaran agama Buddha. Beberapa dampak positif pemanfaatna teknologi terutama media social bagi perkembangan agama Buddha, antara lain: Jangkauan Yang Lebih Luas. Ajaran Buddha dapat di akses oleh berbagai kalangan, tanpa batasan usia, dengan memanfaatkan teknologi, seperti internet dan media sosial. Media Digital. Berbagai kalanganga organisasi Buddhis memanfaatkan media sosial dengan menggunakan berbagai situs web, podcast, dan flatfrom media sosial lainya untuk menyebarkan ajaran buddha dan ceramah, memungkinkan dapat menjangkau banyak orang dalam waktu yang lebih singkat. Pembelajaran Online. Sudah banyak sumber pembelajaran online yang berkaitan dengan ajaran Buddha, seperti kursus, forum diskusi dan aplikasi meditasi yang membantu individu dalam memahami ajaran Buddha. Mengajarkan Perdamaian Dan Kehrmonisan. pesan perdamaian, kebijaksanaan dan keharmonisan yang di ajarkan dalam Buddhisme dapat dengan mudah di sebarkan dan di perkenalkan di seluruh dunian. Di sisi lain, pemanfaatna teknologi informasi seperti media social juga memiliki dampak negative, berikut adalah beberapa dampak negatif antara lain: Kontroversi dan perbedaan pendapat: Penyebaran Ajaran agama yang sangat cepat melalui Media sosial dan internet dapat menimbulkan konflik dan perbedaan pendapat di antara penganut agama yang berbeda. Penyalahgunaan informasi: menyebarkan informasi yang tidak benar atau berita hoax terhadap ajaran Buddha melalui teknologi Informasi, menghasilkan pemahaman yang salah atau bahkan radikalisasi. Kekerasan dan intoleransi: Teknologi juga dapat digunakan untuk menyebarkan pesan kebencian atau ajaran ekstrem, yang dapat memicu tindakan kekerasan dan intoleransi antara kelompok agama. Privasi dan perlindungan data: Dalam konteks penyebaran agama, ada risiko privasi dan perlindungan data yang harus dipertimbangkan. Data pribadi pengguna dapat disalahgunakan atau diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Volume 14. Issue 2. Mei 2024 https://w. stabn-sriwijaya. id/SATI/index Disinformasi dan manipulasi: Media sosial dapat menjadi tempat penyebaran disinformasi dan upaya manipulasi, yang dapat merusak integritas ajaran agama dan pemahaman yang benar. KESIMPULAN Penggunaan media sosial yang di manfaatkan untuk menyebarkan agama Buddha sudah menjadi fenomena yang signifikan dalam era digtal saat ini. hal Ini memiliki dampak positif seperti jangkauan yang lebih luas, pembelajaran online, dan penyebaran pesan perdamaian, tetapi juga membawa risiko seperti kontroversi, penyebaran informasi salah, dan pesan kebencian. Pentingnya coaching dalam memahami dan menggunakan teknologi dalam konteks agama sangat ditekankan. Dalam penggunaan media sosial untuk penyebaran agama, perlindungan data dan pengawasan konten juga penting. Upaya ini dapat membantu memastikan bahwa penggunaan teknologi digital dalam konteks agama Buddha tetap positif dan sesuai dengan nilai-nilai perdamaian, kebijaksanaan, dan harmoni yang diajarkan dalam Buddhisme. Ringkas hasil temuan dari studi pustaka ini dan jelaskan kesimpulan utama yang dapat diambil dari analisis mengenai pemanfaatan media sosial dalam penyebaran agama Buddha, serta dampaknya terhadap umat Buddha dan pemuka agama dalam komunitas Buddha. References